Anda di halaman 1dari 9

lis yaitu rambut-rambut halus yang terdapat diatas mata.

Alis berfungsi mencegah masuknya


air atau keringat dari dahi ke mata.

2. Bulu Mata

Bulu mata yaitu rambut-rambut halus yang terdapat di tepi kelopak mata. Bulu mata
berfungsi untuk melindungi mata dari benda asing.

3.Humor berair (Cairan berair)Humor berair atau cairan berair


berfungsi menghasilkan cairan pada mata
4. Humor/badan beningHumor Badan Bening ini terletak dibelakang
lensa. Bentuknya berupa Zat transparan seperti jeli(agar-agar). Fungsi
humor(badan bening) adalah untuk meneruskan cahaya dari lensa mata
ke retina(selaput jala).

5. Kelenjar Air Mata

Kelenjar air mata terletak dibagian dalam kelopak mata. Kelenjar air mata berfungsi untuk
menghasilkan cairan yang disebut air mata. Air Mata berguna untuk mencaga bola mata agar
tetap basah. Selain itu air mata berguna untuk membersihkan mata dari benda asing yang
masuk kemata sehingga mata tetap bersih. Contoh benda asing adalah debu, asap, uap,
bawang merah, dan zat-zat yang berbahaya bagi mata. Oleh karena itu, jika mata terkena
benda-benda asing tersebut, maka akan basah oleh air mata.

6. Kelenjar Lakrima (Air mata)

Kelenjar air mata (lakrima) berfungsi Menghasilkan air mata untuk membasahi mata yang
beguna menjaga kelembapan mata, membersihakan mata dari debu dan membunuh bibit
penyakit yang masuk kedalam mata.

7.Kelopak Mata

Kelopak mata terdiri atas kelopak atas dan kelopak bawah. Bagian ini untuk
membuka dan meutup mata. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata
bagian depan dari benda-benda asing dari luar. Benda-benda tersebut misalnya
debu, asap, dan goresan. Kelopak mata juga berfungsi untuk menyapu permukaan
bola mata dengan cairan. Selain itu juga untuk mengatur intensitas cahaya yang
masuk kemata.

8. KonjungtivaKonjungtiva Adalah membran tipis pelindung


(lapisan jaringan) pada mata. Konjungtiva berfungsi sebagai
membran pelindung pada mata.
9. Lapisan Koroid (lapisan tengah)Lapisan koroid atau lapisan
tengah terletak diantara sklera dan retina, berwarna cokelat
kehitaman sampai hitam. Lapisan tengah(lapisan koroid) berfungsi
memberi nutrisi pada retina luar. sedang warna gelap koroid
berfungsi untuk mencegah pemantulan sinar. Lapisan yang amat
gelap juga berfungsi mencegah berkas cahaya dipantulkan di
sekeliling mata.
10.Retina (Selaput Jala) Retina adalah lapisan terdalam dari
dinding bola mata. Retina mengandung sel-sel reseptor yang peka
terhadap cahaya. Bagian yang sangat peka terhadap cahaya
pada retina disebut bintik kuning (fovea). Bagian yang tidak peka
terhadap cahaya dan merupakan tempat keluarnya saraf mata
menuju otak disebut bintik buta.
11. LensaLensa terletak ditengah bola mata, dibelakang anak
mata(pupil) dan selaput pelangi(iris). Fungsi utama lensa adalah
memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar
jatuh tepat pada retina(selaput jala). Dengan demikian mata dapat
melihat dengan jelas. Lensa mata mempunyai kemampuan untuk
menfokuskan jetuhnya cahaya. Kemampuan lensa mata untuk
mengubah kecembungannya disebut daya akomodasi. Bila kit
mengamati benda yang letaknya dekat, maka mata berakomodasi
dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung, dan
bayangan dapat jatuh tepat diretina. Dan apabila kita mengamati
benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi.
Akibatnya, lensa mata berbentuk pipih. Sebagai contoh pada
orang tuan yang berusia 50 tahun, daya akomodasi lensa mata
mulai menurun. Akibatnya, orang tua menjadi sulit untuk melihat
dengan jelas.Lensa mempunyai karakteristik Lunak dan
transparan, mengatur fokus citra. Lensa mata berupa lensa
cembung yang kenyal. Fungsi lensa yang lain juga untuk
membentuk bayangan pada retina yang bersifat nyata, terbalik
dan diperkecil.
12. Otot-otot bersilia Otot-otot bersilia berfungsi Mengatur
bentuk lensa.
13. Pupil (anak mata)Pupil berupa celah yang berbentuk
lingkaran terdapat ditengah-tengah iris . Pupil berfungsi sebagai
tempat untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yangmasuk
kedalam mata. Pupil juga Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas
cahaya. Pupil merupakan tempat lewatnya cahaya menuju retina.
14. Saraf Optik (saraf mata)Saraf Mata berfungsi untuk
meneruskan rangsang cahaya yang telah diterima. Rangsang
cahaya tersebut diteruskan kesusunan saraf pusat yang berada di
otak. dengan demikian kita dapat melihat suatu benda. Saraf
Optik atau saraf mata juga berfungsi Mengirim informasi visual ke
otak atau meneruskan informasi tentang kuat cahaya dan warna
ke otak.
15. Selaput Bening (Kornea)

Selaput Bening(Kornea) sangat penting bagi ketajaman


penglihatan kita. Fungsi utama selaput bening (kornea) adalah
meneruskan cahaya yang masuk kemata. Cahaya tesebut
diteruskan kebagian mata yang lebih dalam dan berakhir pada
selaput jala atau retina. Karena fungsinya itu, maka selaput
bening (kornea) mempunyai beberapa sifat, yaitu tidak
berwarna(bening) dan tidak mempunyai pembuluh darah. Kornea
merupakan bagian mata yang dapat disumbangkan untuk
penyembuhan orang dari kebutaan. Selaput being(kornea) brupa
Piringan Transparan di depan bola mata dan tidak berpembuluh
darah. Selaput Bening(kornea) juga berfungsi sebagai pelindung
mata bagian dalam.
16. Sklera/selaput putihSklera atau selaput putih terletak di
lapisan luat. SkleraLapisan luar yang keras / keras. Lapisan ini
berwarna putih, kecuali dibagian depan yaitu tidak berwarna atau
bening. Lapisan Sklera berwarna putih terdiri atas serabut kolagen
yang tidak teratur dan tidak berpembuluh darah, kecuali bagian
episklera. Lapisan sklera berfungsi melindungi bola mata. Sklera
bagian mata depan tampak bergelembung dan transparan disebut
kornea.

17. Suspensor LigamenSuspensor Ligamen berfungsi menjaga


lensa agar selalu pada tempatnya.

18. Uraf Saraf MataUraf Saraf Mata berfungsi menghubungkan


mata dengan otak

Daftar Orang Terkaya di dunia


Tahun 2011Nasa Temuka

Stuktur, fungsi dan bagian-bagian mata

Stuktur, fungsi dan bagian-bagian mata


Definisi mata
mata merupakan alat indra yang terdapat pada manusia. Secara konstan mata menyesuaikan
jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta
menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak
Struktur dan fungsi mata

di sini akan di bahas struktur dan fungsi mata. mata kita terdiri dari bermacam-macam
struktur sekaligus dengan fungsinya. struktur dari mata itu sendiri atau bisa di sebut dengan
anatomi mata meliputi Sklera, Konjungtiva, Kornea, pupil, iris, lensa, retina, saraf optikus,
Humor aqueus, serta Humor vitreus yang masing-masingnya memiliki fungsi atau kerjanya
sendiri. aku bahas satu-satu aja kali yah mengenai struktur dan fungsi mata, dimana masing-
masing dari struktur mata mempunyai Fisiologi mata itu sendiri. Berikut Struktur mata
beserta fisiologisnya:

Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan
relatif kuat.

Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar
sklera.

Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari


iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.

Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.

Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan
di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara
merubah ukuran pupil.

Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus;
berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.

Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata;
berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.
Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke
otak.

Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea
(mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan
kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.

Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina
(mengisi segmen posterior mata).

Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang
masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika
lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di
sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit. Ukuran pupil dikontrol oleh
otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.
Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke
retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi,
sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang
jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Sejalan
dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal
menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga
berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.
Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling
sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini
menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi
gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.
Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf
menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di
bawah otak bagian depan). Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf
tersebut akan bergabung kembali.
Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:

1. Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa, berisi humor aqueus yang
merupakan sumber energi bagi struktur mata di dalamnya. Segmen anterior sendiri
terbagi menjadi 2 bagian (bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris, dan bilik
posterior : mulai dari iris sampai lensa). Dalam keadaan normal, humor aqueus
dihasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian
keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak ujung iris.
2. Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina, berisi
humor vitreus yang membantu menjaga bentuk bola mata.

Otot Mata, Saraf Mata, dan Pembuluh Darah


mata mempunyai otot, saraf serta pembuluh darah. Beberapa otot bekerja sama
menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu. Tulang orbita yang
melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya, yaitu :

Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak
Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata
Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot
pada tulang orbita.

Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan,
sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh darah
ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.
Struktur Pelindung Mata
Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala
arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan
bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga
cahaya masih bisa masuk. adapun struktur pelindung mata, meliputi:

Orbita

Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh
darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

Kelopak Mata

Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara
refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya
yang sangat terang. Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh
permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan
mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus
cahaya. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga
membungkus permukaan mata.

Bulu mata
Bulu Mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi
membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang). Kelenjar kecil di
ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.

Kelenjar lakrimalis

Kelenjar Lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan
air mata yang encer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus
lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat
hidung. Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan
membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan
antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.

FOTORESEPTOR MATA

Sel-sel fotoreseptor di dalam mata terdiri atas dua jenis, yaitu sel-sel batang dan sel-sel
kerucut. Pada manusia, terdapat sekitar 7 juta sel kerucut dan kurang lebih 125 juta sel batang
untuk setiap mata. Sel-sel batang merupakan sel-sel yang sangat peka terhadap cahaya
dengan intensitas rendah. Sel-sel batang berperan dalam proses penglihatan di malam hari
atau tempat-tempat gelap untuk menghasilkan ketajaman pengelihatan yang rendah.
Sayangnya, sel-sel batang tidak mampu mendeteksi warna. Sel-sel ini tersebar di seluruh
retina, kecuali di fovea. Di dalam sel-sel batang terdapat pigmen fotosensitif rodopsin (warna
merah muda atau ungu). Rodopsin hanya 1 jenis, sehingga hanya ada 1 jenis sel batang. Jika
rodopsin terpapar atau menyerap cahaya, rodopsin akan terurai menjadi opsin dan retinal.
Sebaliknya, jika tidak ada cahaya atau gelap, rodopsin akan terbentuk kembali. Perlu
diketahui bahwa penguraian rodopsin menjadi opsin dan retinal jauh lebih cepat ketimbang
pembentukannya kembali. Pada saat rodopsin menghilang, sel-sel kerucutlah yang
digunakan untuk proses melihat. Dalam keadaan gelap total, butuh sekitar 30 menit untuk
membentuk kembali rodopsin sehingga kita dapat melihat. Itulah sebabnya kita tidak dapat
langsung melihat dengan jelas ketika beralih dari tempat terang ke tempat yang sangat gelap.
Berbeda dengan sel-sel batang, sel-sel kerucut peka terhadap intensitas cahaya yang tinggi
dan perbedaan panjang gelombang sehingga berperan dalam proses penglihatan di siang hari
atau di tempat-tempat terang. Sel-sel kerucut menghasilka penglihatan dengan ketajaman
yang tinggi. Sel kerucut hanya terdapat di fovea. Di dalam sel-sel kerucut terdapat pigmen
fotosensitif iodopsin. Berdasarkan bentuknya, iodopsin dibagi 3. Masing-masing peka
terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda. Ketiga jenis iodopsin tersebut peka
terhadap warna merah, miru dan hijau. Karena itu maka sel-sel kerucut mampu mendeteksi
warna. Berdasarkan iodopsin yang dikandungnya, sel-sel kerucut terbagi atas tiga jenis, yaitu
sel kerucut biru, sel kerucut hijau, dan sel kerucut merah. Nama-nama tersebut berdasarkan
warna cahaya yang diserap oleh sel-sel kerucut. Jika ketiga sel kerucut tersebut mendapatkan
stimulasi yang sama, maka kita akan melihat warna putih.
Cara Kerja Mata
Cahaya yang dipantulkan oleh benda yang kita
lihat masuk ke mata melalui kornea dan mengalami pembiasan. Dari kornea, cahaya yang
dipantulkan oleh benda akan diteruskan ke retina. Pada mata kita terdapat 2 jenis otot mata
yang melingkari retina, yaitu otot silinder dan otot radikal. Otot silinder berfungsi untuk
menekan retina dan menjadikannya lebih tebal. Otot radikal berfungsi untuk menarik retina
agar menjadi tipis.
Ketika kita melihat objek yang berdekatan, otot silinder akan menekan dan otot radikal akan
mengembang. Ini menjadikan retina lebih tebal dan lebih dekat dengan penerima. Ketika kita
melihat objek yang berjauhan, otot radikal akan mengembang, sehingga retina lebih tipis dan
menjauhi dari penerima. Menebal dan menipisnya retina ini menjadikan objek yang kita lihat
dapat difokuskan dan jatuh tepat di pada bintik kuning.

Pada mata normal, bayang-bayang benda akan jatuh tepat pada bintik kuning. Namun pada
mata minus, maka bayang-bayang akan jatuh sebelum bintik kuning, dan pada mata plus
bayang-bayang akan jatuh setelah bintik kuning.
Untuk Lebih mengenal lihat download video'a :

klik disini :http://kacamatavision.com/ dan http://kucingfisika.com


download video cara kerja mata

Read more: http://cosmo-burn.blogspot.com/2011/03/stuktur-fungsi-dan-bagian-bagian-


mata.html#ixzz1chtjIvII

. Telinga Luar: Menangkap suara

2. Telinga dalam: Menerima rangsangan bunyi dan mengirimkannya berupa implus ke otak

3. Telinga Tengah: Menjaga tekanan udara agar seimbang

4. Serumen: Melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi

5. Membran Tifani: untuk menangkap getaran

6. Gendang Telinga: Mengantar getaran suara dari udara ke tulang pendengaran

7. Saluran Eustachius: menghubungkan telinga tengah dg bagian telinga belakang

8. Tulang Pendengaran: meneruskan getaran yg disampaikan gendang telinga

9. Koklea: Berperan dalam penerimaan suara


10. Utrikulus & Sakula: terdapat alat keseimbangan

Urutannya:

Bunyi Daun Telinga Saluran Telinga Gendang Telinga Tulang Martil Landasan