Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang
bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu
memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan
kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan
konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan
produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Perusahaan harus meningkatkan pendapatan mereka sepanjang waktu
dengan mengembangkan produk dan jasa baru serta melakukan perluasan ke pasar
baru. pengembangan produk baru membentuk masa depan perusahaan.
Peningkatan atau penggantian produk dan jasa dapat mempertahankan atau
membangun penjualan produk dan jasa yang baru bagi dunia dapat mengubah
industry dan perusahaan serta mengubah kehidupan.
Akan tetapi, rendahnya tingkat keberhasilan produk dan jasa baru
menunjukan banyak tantangan didalamnya. Semakin banyak perusahaan yang
tidak hanya sekedar membicarakan inovasi. Mereka mengubah cara mereka dalam
mengembangkan produk dan jasa baru secara fundamental. Perusahaan di seluruh
dunia berusaha menemukan cara kreatif untuk mengembangkan produk dan jasa
yang jauh lebih baik, cepat dan efisien. Pemasar memainkan peran kunci dalam
pengembangan.

1.2 Identifikasi Masalah


Mengacu pada permasalahan yang di deskripsikan di atas, maka penulis
mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara perusahaan menemukan pilihan produk baru;
2. Apa saja tantangan dalam pengembangan produk baru;

1
3. Bagaimana cara perusahaan mengatur organisasi bagi pengembangan produk
baru;
4. Bagaimana cara mengelola proses pengembangan ide;
5. Apa yang dimaksud dengan proses adopsi konsumen.

1.3 Tujuan Penulisan


Dari permasalahan yang telah teridentifikasi di atas, maka tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis:
1. Pilihan produk baru;
2. Tantangan dalam pengembangan produk baru;
3. Pengaturan organisasi bagi pengembangan produk baru;
4. Mengelola proses pengembangan ide;
5. Proses adopsi konsumen.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pilihan Produk Baru


2.1.1 Membuat atau Membeli
Perusahaan dapat menambahkan produk baru melalui akuisisi atau
pengembanngannya. Rute akuisis bisa mengambil tiga bentuk. Perusahaan dapat
membeli perusahaan lain, mendapatkan hak paten dari perusahaan itu atau
membeli lisensi atau waralaba dari perusahaan lain. Namun, keberhasilan
perusahaan tidak hanya didapatkan dari begitu banyak akuisisi.
Pada beberapa titik, ada kebutuhan mendesak untuk pertumbuhan-
organic pengembangan produk baru dari dalam perusahaan. Untuk
pengembangan produk, perusahaan dapat menciptakan produk baru di
laboratoriumnya sendiri, atau dapat menandatangi konrtrak dengan periset
independen atau perusahaan pengembangan produk baru untuk mengembangkan
produk tertentu atau menyediakan teknologi baru.

2.1.2 Jenis-jenis produk baru


Produk baru berkisar dari produk baru bagi dunia yang menciptakan pasar
yang seluruthnya baru pada sisi, sampati perbaikan atau revisi kecil produk lama
di sisi lain. Sedangkan besar kegiatan produk baru ditujukan untuk memperbaiki
produk lama. Dalam banyak kategori. Semakin sulit mengindentifikasi produk
sukses yang akan mengubah pasar. Tetapai inovasi yang berkalnjutan untuk lebih
memuaskan kebutuhan konsumen dapat mendorong pesaing untuk saling
mengejar.
Dengan terus meluncurkan produk baru sebagai perluasan merek dalam
kategori produk yang berhubungan juga dapat memperluas arti merek. inovasi
produk dan program pemasaran efektif memungkinkan perusahaan-perusahaan ini
memperluas jejak pasar mereka. Inovasi yang radikal dapat memberikan kerugian
apda laba perusahan dalam jangkan pendek, tetapi sisi baiknya adalah bahwa

3
keberhasilan dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang lebih tahan lama
dibandingkan produk biasa.

2.2 Kategori Produk Baru


Produk baru merupakan barang dan jasa yang pada dasarnya berbeda dari
yang telah dipasarkan sebelumnya oleh perusahaan. Pengembangan produk baru
(new product development) adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan
jasa baru dan mengkonversikannya ke dalam tambahan lini produk yang berhasil
secara komersial. Produk baru mencakup dari produk baru di dunia (new-to-the-
world products) yang menciptakan pasar yang baru, pengembangan minor pada
produk, maupun revisi pada produk yang ada (Kotler, 2009). Booz, Allen &
Hamilton dalam Kotler (2000) mengidentifikasi bahwa terdapat enam kategori
produk baru, yaitu:
1. Produk baru dengan penciptaan pasar yang baru (new to the world products),
Dapat disebut sebagai inovasi yang terhenti (discontinue innovation).produk ini
menciptakan pasar secara keseluruhan, telephon, televisi, komputer dan mesin
faksimili adalah contoh umum dari produk yang baru dari dunia.
2. Produk baru dengan pertama kali memasuki pasar yang sudah ada untuk
produk semacam (new product lines),
Produk-produk ini adalah produk yang belum pernah ditawarkan oleh
perusahaan sebelumnya, disediakan untuk memasuki pasar yang sudah
terbentuk.
3. Produk baru hasil modifikasi produk lama (additions to existing product lines),
Kategori ini merupakan kategori tambahan line dari produk yang telah ada
sebelumnya.
4. Produk baru untuk menggantikan produk yang ada untuk meningkatkan kinerja
dan nilai (improvements and revisions to existing products),
Pada katagori ini produk yang dibuat sebelumnya telah ada ,produk yang baru
diciptakan adalah perbaikan dari produk yang diciptakan sebelum produk baru
ini.

4
5. Produk yang ada yang ditargetkan untuk pasar baru atau segmen baru
(repositionings),
Pada katagori ini ,produk yang diciptakan sudah ada,dan yang berubah
hanya pemposisian produk ,segmen yang dituju ,dan pasar baru yang akan
dituju
6. Produk baru dengan harga lebih rendah (cost reductions).
Produk yang dihasilkan sudah ada ,namun perubahan yang terjadi hanya pada
harga produk yang akan dipasarkan .dapat lebih murah atau bahkan lebih
mahal dari harga sebelumnya.

Menurut Cooper (2001), dua kategori produk baru yang paling populer di
kalangan perusahaan adalah lini produk baru (new product lines) dan perbaikan
pada produk yang sudah ada (improvements in revisions to existing products).
Produk yang baru bagi dunia (new products to the world) dan lini produk baru
bagi perusahaan (new product lines) hanya berkontribusi 30% dari semua produk
yang dipasarkan, tetapi merepresentasikan 60% sebagai produk yang dipandang
paling berhasil.

Gambar 2.2
Kategori Produk Baru

5
2.3 Tantangan Dalam Pengembangan Produk Baru
2.3.1 Imperatif Inovasi
Dalam perekonomian yang berubah dengan cepat, inovasi berkelanjutan
merupakan suatu keharusan. Perusahaan yang sangat inovatif mampu
mengidentifikasikan dan mengukur peluang pasar baru dengan cepat. Perusahaan
yang gagal mengembangkan produk baru sama saja menempatkan diri mereka
sendiri pada resiko. Produk lama mereka rentan terhadap perubahan kebutuhan
dan selera pelanggan, teknologi baru, siklus hidup yang lebih pendek, dan
persaingan domestik dan asing yang meningkat. Teknologi baru merupakan
ancaman utama.

2.3.2 Keberhasilan Produk Baru


Inovasi tambahan dapat memungkinkan perusahaan untuk memasuki pasar
baru dengan memperbaiki produk baru untuk pelanggan baru, menggunakan
variasi produk ini untuk tetap memimpin pasar, dan menciptakan solusi jangkan
pendek untuk seluruh masalah industry. Perusahaan baru mencipatakan teknologi
perusak yang lebih murah dan mungkin mengubah ruang kompetitif. Perusahaan
ternama bisa jadi lambat dalam memberikan reaksi atau investasi terhadap
teknologi perusak ini karena teknologi perusak ini mengancam investasi mereka.
Agar perusahaan dapat berhasil dalam mengembangkan produk factor
utama adalah produk yang superior dan unik. Factor lainnya adalah konsep
produk yang didefinisikan dengan baik. Perusahaan mendefinisikan dan meniali
pasar sasaran, kebutuhan produk, dan manfaat secara cermat sebelum melanjutkan
produk tersebut, factor selanjutnya adalah sinergi teknologi dan pemasaran,
kualitas pelaksanaan di semua tahap, dan daya tarik pasar.

2.3.3 Kegagalan Produk Baru


Beberapa factor tambahan yang menghalangi pengembangan produk baru
adalah:

6
Kelangkaan ide penting pada wilayah tertentu. Mungkin hanya sedikit cara
yang tersisa untuk meningkatkan beberapa produk dasar (seperti baja atau
deterjan)
Pasar yang Terfragmentasi. Persaingan yang tajam menyebabkan pembagian
pasar. Perusahaan harus mengarahkan produk barunya pada segmen pasar yang
lebih kecil, dan ini berarti penjualan dan laba yang lebih rendah untuk tiap
produk.
Batasan social dan Pemerintah. Produk baru harus memuaskan keamanan
konsumen dan ramah lingkungan serta harus memenuhi kriteria masyarakat
seperti keselamatan konsumen dan keseimbangan lingkungan. Peraturan
pemerintah telah memperlambat inovasi dalam industri obat dan telah
memperumit rancang produk dan keputusan periklanan dalam industri-industri
seperti industri peralatan , kimia, mobil, dan mainan.
Biaya Pengembangan. Perusahaan biasanya harus menghasilkan banyak ide
untuk menemukan satu nilai kelayakan pengembangan dan sering menghadapi
tingginya biaya R&D, manufaktur, dan pemasaran. suatu perusahaan biasanya
harus menghasilkan banyak ide produk baru agar dapat memperoleh beberapa
yang baik.
Kelangkaan Modal. Beberapa perusahaan mempunyai ide bagus, tetapi tidak
dapat mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk meneliti dan
melucurkannya.
Waktu pengembangan yang dibutuhkan lebih pendek. Perusahaan harus
mempelajari bagaimana cara memadatkan waktu pengembangan dengan
menggunakan teknik baru, mitra strategis, uji konsep dini, dan perencanaan
pemasaran yang bagus. para pesaing mungkin memperoleh ide yang sama
pada waktu yang sama, dan kemenangan akan diraih yang paling cepat.
Perusahaan-perusahaan yang waspada harus mempercepat waktu
pengembangannya dengan menggunakan teknik rancang dan manufaktur yang
dibantu komputer, mitra strategis, pengujian monsep awal, dan perencanaan
pemasaran lanjutan.

7
Siklus hidup produk yang lebih pendek : jika suatu produk baru berhasil,
pesaing dengan cepat menirunya sehingga siklus hidup produk baru menjadi
lebih pendek.

2.3.4 Siklus Hidup Produk


Siklus Hidup Produk (Product Life Cycles) adalah perjalanan penjualan
dari suatu produk dalam masa hidupnya. siklus hidup produk merupakan suatu
konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu
produk.
Suatu produk dinyatakan memiliki siklus hidup, didasari oleh kenyataan bahwa:
1. Produk memiliki umur yang terbatas
2. Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing
memberikan tantangan, peluang, dan masalah yang berbeda bagi penjual.
3. Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk
4. Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur,
pembelian, dan sumber daya manusia yang berbeda dalam tiap tahap
siklus hidup produk.
Siklus hidup produk memiliki 5 tahap, yaitu:
1. Perencanaan (planning)
Tahap ini adalah tahap pada saat mana muncul gagasan tentang pembutan suatu
barang atau jasa. Gagasan tersebut kemudian dipertimbangkan matang
matang dan kemudian diwujudkan dalam bentuk rancangan akhir barang dan
jasa. Karena penjualan belum ada maka pada tahap ini perusahaan masih rugi dan
masihmengeluarkan biaya biaya pengembangan. Pada tahahap ini dibutuhkan
modal dalam bentuk uang tunai dalam jumlah besar.
2. Tahap Perkenalan (Introduction).
Ciri-ciri umum tahap ini adalah penjualan yang masih rendah, volume pasar
berkembang lambat (karena tingginya market resistance), persaingan yang masih
relatif kecil, tingkat kegagalan relatif tinggi, masih banyak dilakukan modifikasi
produk dalam pengujian dan pengembangannya (karena problem yang timbul
tidak seperti yang diramalkan dan mungkin pula disebabkan pemahaman yang

8
keliru tentang pasar), biaya produksi dan pemasaran sangat tinggi, serta distribusi
yang masih terbatas.
3. Tahap pertumbuhan (growth).
Bila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan baik, maka selanjutnya
akan memasuki tahap pertumbuhan. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi
dua kelompok, yaitu rapid growth dan slow growth.
4. Tahap kedewasaan (maturity)
Tahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan.
Normalnya tahap ini merupakan tahap terlama dalam PLC. Hal ini disebabkan
pada tahap ini pemenuhan inti kebutuhan oleh produk yang bersangkutan tetap
ada. Sebagian besar produk yang ada saat ini berada dalam tahap ini, karena itu
sebagian besar strategi pemasaran ditujukan untuk produk-produk dalam tahap ini.
Strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup
suatu produk disebut innovative maturity.
Penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian. Pasar
semakin tersegmentasi, sehingga untuk masing masing segmen diperlukan
promosi yang berbeda dengan lainnya.
5. Tahap kemunduran (decline)
Penjualan perusahaan yang semakin bergerak ke arah penurunan merupakan
gejala tahap decline dalam PLC. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-
faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi diterima konsumen (baik
dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan teknologi. Sejumlah
alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. Namun perlu diperhatikan
bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan
perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan.

2.4 Pengaturan Organisasi


Sebuah perusahaan menentukan kriteria produk yang dapat diterima, yaitu
sebagai berikut:
Produk dapat diperkenalkan dalam lima tahun

9
Produk mempunyai potensi pasar setidaknya $50 juta dan tingkat pertumbuhan
15%
Produk dapat memberikan setidkanya tingkat pengembalian penjualan 30% dan
investasi 40%
Produk dapat mencapai kepemimpinan teknis atau pasar

2.4.1 Menentukan Anggaran Bagi Pengembangan Produk Baru


Manajemen senior harus menentukan berapa banyak anggaran yang
diperlukan untuk pengembangan produk baru. beberapa perusahaan membiayai
proyek sebanyak mungkin, berharap untuk mencapai beberapa pemenang.
Perusahaan lain menerapkan presentase penjualan konvensional atau
menghabiskan sebesar jumlah yang dihabiskan pesaing. Dan juga, perusahaan lain
memutuskan berapa banyak produk baru yang berhasil yang mereka perlukan dan
bekerja untuk memperkirakan investasi yang diperlukan.

2.4.2 Mengelola Pengembangan Produk Baru

Banyak Perusahaan memberikan tanggungjawab ide produk baru kepada


manajer produk. Namun, manajer produk sering kali terlalu sibuk untuk
mengelola lini yang ada sehingga mereka tidak banyak memikirkan produk baru
selain perusahaan lini. Mereka juga kurang mempunyai keahlian dan pengetahuan
khusus yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengkritik produk baru.
beberapa perusahaan mempunyai komite manajemen tingkat tinggi yang bertugas
meninjau dan menyetujui proposal, perusahaan besar sering membentuk
departemen produk baru yang dikepalai oleh manajer yang memiliki kewenangan
substansial dan akses ke manajemen puncak. Tanggung jawab utama departemen
meluputi menghasilkan dan menyaring ide baru, bekerja sama dengan departemen
R&D dan melaksanakan uji lapangan dan komersialisasi.
Banyak perusahaan besar menggunakan system gerbang tahap (Stage-
gate system) untuk mengelola proses inovasi. Mereka membagi proses ke dalam
beberapa tahap, yang pada akhir setiap tahap. Terdapat gerbang atau titik

10
pemeriksaan. Untuk bergerak dari tahap rencana bisnis ke tahap pengembangan
produk diperlukan studi riset pasar yang meyakinkan tentang kebutuhan dan minat
konsumen, analisis kompetitif, dan penilaian teknis.
Manajer senior meninjau kriteria di setiap gerbang untuk mengambil
suatu dari empat keputusan. Maju, bunuh, tahan atau daur ulang. System gerbang
tahap membuat proses inovasi dapat dilihat oleh semua pihak yang terlibat dan
menjelaskan tanggung jawab pemimpin proyek dan tim pada setiap tahap.

2.5 Struktur Organisasi Untuk Pengembangan Produk Baru


Suatu faktor utama untuk melaksanakan pengembangan produk baru dengan
efektif adalah dengan menyusun struktur organisasi yang ampuh. Dalam hal ini,
perusahaan bisa membentuk struktur dengan beberapa cara sebagai berikut:
1. Manajer produk : banyak perusahaan menyerahkan masalah pengembangan
produk baru pada manajer produknya. Ternyata cara ini mengandung
kelemahan. Kesibukan manajer produk dalam mengelola lini produk yang
sudah ada mengakibatkan kecilnya perhatian pada pengembangan produk baru.
2. Manajer produk baru: dalam struktur organisasi General Foods dan Johson &
Johson terdapat jabatan manajer produk baru yang bertanggung jawab kepada
manajer kelompok produk. Manfaat besar dari jabatan ini adalah bahwa fungsi
pengembangan produk diletakkan pada tempat yang lebih professional.
3. Komite produk baru: kebanyakan perusahaan memiliki komite semacam ini
dalam organisasinya. Komite ini berada pada jenjang tinggi dan bertugas
membahas usulan-usulan mengenai produk baru serta bukannya berfungsi
sebagai semacam koordinator, komite ini akhirnya yang memutuskan
diteruskan tidaknya suatu rencana produk baru.
4. Depatemen produk baru: Departemen seperti ini sering dibentuk oleh
perusahaan yang besar. Manajer dari departemen ini memiliki wewenang yang
cukup besar dan bertanggung jawab penuh serta langsung pada manajemen
puncak.
5. Tim (venture team) produk baru: perusahaan-perusahaan seperti Dow dan
General Mills menyerahkan kegiatan pokok dalam pengembangan produk baru

11
kepada satu tim. Tim ini merupakan gabungan dari beberapa departemen
operasional dan diserahi tugas menyiapkan produk baru sampai jadi dan
dipasarkan.

2.6 Mengelola Proses Pengembangan


Menurut Kotler dalam buku Marketing (1987), langkah-langkah penting
dalam pengembangan produk dijelaskan di bawah ini:
1) Pemunculan gagasan (idea generation)
Pengembangan baru dimulai dengan penelitian terhadap berbagai gagasan produk
baru. Pemunculan gagasan baru harus sesuai dengan jenis usaha perusahaan dan
konsumen sebagai salah satu sumber yang paling logis untuk mencari gagasan-
gagasan produk baru.

Teknik Kreativitas
Menyebutkan atribut: menyebutkan atribut objek, seperti obeng. Lalu
memodifikasi setiap atribut, seperti mengganti pegangan kayu dengn plastic.
Memberikan daya torsi, menambahkan kepada obeng yang berbeda dan
seterusnya
Mendorong Hubunga: menyebutkan beberapa ide dan mempertimbangkan
setiap ide dalam hubungannya dengan setiap ide lainnya.
Analisis morfologi: mulailah dengan suatu masalah, seperti memindahkan
sesuatu dari satu tempat ke tempat lain melalui kendaraan bermotor
Analisis asumsi terbalik : menyebutkan semua asumsi normal tentang entitas dan
lalu membalik mereka. Alih-alih mengasumsikan bahwa restoran mempunyai
menu, harga untuk makanan, dan menyajikan makanan, baik setiap asumsi.
Konteks baru: ambilah prose-proses yang tidak asing lagi, seperti jasa bantuan
manusia, dan tempatkanlah itu dalam konteks baru.
Pemetaan pikiran: mulailah dengan suatu pemikiran, seperti mobil, lalu tuliskan
di atas secarik kertas, kemudian pikirkan pemikiran berikutyang muncul
(katakanlah Mercedes), hubungkanlah hal itu dengan mobil, kemudian pikirkan
asosiasi kata (Jerman), dan lakukan ini dengan semua asosiasi yang muncul
dengan masing-masing kata baru lama-kelamaan semakin muncul ide produk baru

12
dari pemaran samping (lateral marketing) yang menggabungkan dua konsep atau
ide produk.

2) Penyaringan gagasan (idea screening)


Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan
menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.
Dalam penyaringan ide, perusahaan harus menghindari dua jensi
kesalahan. Kesalahan menolak (DROP-error) terjadi ketika perusahaan menolak
ide yang baik. Ada dua jenis kesalahan yang harud dihindari pada saat
penyaringan ide :
1. (DROP error ) kesalahan menolak, terjadi ketika perusahaan menolak ide
yang baik.
2. (GO error) kesalahan menjalankan, terjadi karena perusahaan
memperbolehkan perusahaan memperbolehkan ide yang buruk dikembangkan
dan di komersialisasikan.
Kegagalan produk absulut menyebabkan kerugian keuangan, penjualan
tidak menutup biaya variable. Kegagalan produk parsial mengakibatkan kerugian
keuangan, tetapi penjualan menutup semua biaya variable dan sejumlah biaya
tetapnya.
Tujuan penyaringan adalah membuang ide buruk secepat mungkin.
Alasannya adalah biaya pengembangan produk meningkat cukup besar dalam
setiap tahap pengembangan berikutnya. Komiet eksekutif lalu meninjau setiap ide
terhadap sekelompok kriteria.

3) Pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing)


Suatu ide atau gagasan yang lolos penyaringan selanjutnya dikembangkan
menjadi beberapa alternatif konsep produk. Dalam hal ini, konsep produk berbeda
dengan gagasan produk dan citra produk. Suatu gagasan produk adalah gagasan
bagi kemungkinan produk yang oleh perusahaan dianggap bisa ditawarkan ke
pasar. Suatu konsep produk adalah versi terinci dari ide yang diungkapkan dalam
istilah konsumen yang punya arti. Sedangkan suatu citra produk (image) adalah
gambaran khusus yang diperoleh dari produk nyata atau calon produk.

13
4) Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development)
Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan
produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku
pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian
pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama.
Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang
direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama.
Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta
sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.

5) Analisis usaha (business analysis)


Bila manajemen telah menentukan konsep produk dan strategi pemasaran,
perusahaan bisa mengevaluasi daya tarik usulan usaha itu. Manajemen harus
menilai penjualan, biaya, dan perkiraan laba untuk menentukan apakah mereka
telah memenuhi tujuan perusahaan. Jika telah memenuhi, produk bisa bergerak
maju ke langkah pengembangan produk.

6) Pengembangan produk (product development)


Bila konsep produk lolos dari uji analisis usaha, konsep itu lalu menuju riset dan
pengembangan dan/atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi produk fisik.
Bagian riset dan pengembangan membuat satu atau beberapa versi bentuk fisik
dari konsep produk agar bisa menemukan sebuah prototipe yang memenuhi
konsep produk dan dapat diproduksi dengan biaya produksi yang telah
dianggarkan.

7) Pengujian pasar (market testing)


Pengujian pasar ialah keadaan dimana produk dan program pemasaran
diperkenalkan kepada kalangan konsumen yang lebih otentik untuk mengetahui
bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai, dan membeli-ulang
produk itu dan seberapa luas pasarnya.

14
8) Komersialisasi

Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi


peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar. Dalam melemparkan suatu
produk, perusahaan harus memutuskan: kapan, dimana, pada siapa, dan
bagaimana.

Gambar 2.4
Proses Pengembangan Produk Baru

2.7 Proses Adopsi Konsumen


Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh
pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada,
disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya.
Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan
pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.

2.7.1. Tahap-tahap dalam proses Adopsi


Salah satu factor yang memepengaruhi percepatan adopsi adalah sifat dari
inovasi itu sendiri. Inovasi yang akan di introduksikan harus memepunyai
kesesuaian (daya adaptif) terhadap kondisi biofisik, social, ekonomi, dan budaya

15
yang ada dalam masyarakat penerima (adopter) tersebut. Jadi inovasi yang
ditawarkan tersebut hendaknya inovasi yang tepat guna. Berikut merupakan
pengadopsian produk baru bergerak melalui lima tahapan:
1. Awareness: pada tahap ini perlu perubahan untuk melakukan adopsi pada
produk yang menurut mereka dapat mengahasilkan keuntungan yang lebih
besar.
2. Interest: produk adopsi harus merupakan produk yang banyak diminati oleh
konsumen dengan begitu dapat bersaing dengan produk aslinya.
3. Evaluation: tahap peninjauan kmbali atas apa yang telah perusahaan lakukan,
apakah ada kesalahan atau tidak.
4. Trial: setelah melakukan tahap awarenness, tahap tahap interest,dan tahap
evaluastion maka selanjutnya yang akan di lakukan perusahaan adalah
melakukan ujicoba atau percobaan peluncuran produk mereka ke pasar. dari
peluncuran produk pertama kali perusahaan tersebut akan melihat apakah
produk adopsi mereka sukses atau tidak.
5. Adaption atau rejection: pada tahap ini perusahaan akan melakukan adption di
semua atau bidang terhadap produk yang telah merka adopsi. jika mereka
merasa produk yang mereka adopsi tidak sesuai dengan harapan mereka maka
tidak menutup kemungkinan perusahaan akan melakukan rejection
(penolakan).

2.7.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Adopsi


Kesiapan mencoba produk baru dan pengaruh pribadi. Lima kelompok
pengguna dalam orientasi nilai dan motivasi untuk mengadopsi atau menolak
produk baru:
a. Inovator adalah orang yang senang dengan teknologi; senang berpetualang
dan senang mengutak-atik produk baru dan menguasai kerumitannya.
b. Pengguna awal adalah pemimpin opini yang secara cermat mencari
teknologi baru yang mungkin memberi mereka keuntungan bersaing yang
dramatis.

16
c. Mayoritas awal adalah kaum pragmatis yang melakukan pertimbangan
matang yang mangadopsi teknologi baru jika manfaatnya terbukti dan sudah
banyak yang mengadopsi.
d. Mayoritas akhir adalah kaum konservatif yang skeptis yang menentang
risiko, segan terhadap teknologi, dan peka terhadap harga.
e. Lelet adalah orang yang terikat tradisi dan menolak inovasi sampai mereka
menemukan bahwa status quo tidak lagi dapat dipertahankan.

Gambar 2.7.2
Waktu Adopsi Inovasi

Karakteristik inovasi
a. Keunggulan relatif- sejauh mana inovasi tampak lebih unggul daripada
produk-produk yang sudah ada.
b. Kesesuaian- sejauh mana inovasi sesuai dengan nilai-nilai dan pengalaman
orang-orang.
c. Kerumitan- sejauh mana inovasi relatif sukar dimengerti atau digunakan.
d. Kemampuan dipecah-pecah- sejauh mana inovasi dapat dicoba secara
terbatas.
e. Kemampuan dikomunikasikan- sejauh mana hasil-hasil yang
menguntungkan dari penggunaan dapat diamati atau dijelaskan kepada
orang-orang lain.

17
Kesiapan organisasi menggunakan inovasi. Pencipta metode pengajaran yang
baru ingin mengidentifikasi sekolah-sekolah yang inovatif. Produk yang
kontroversial atau inovatif dapat dirusak oleh opini publik yang negatif.

18
BAB III

ANALISIS KOMPARATIF

3.1 Nike
Nike, Inc. adalah salah satu perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat
olahraga Amerika Serikat yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Mereka terkenal karena mensponsori beberapa olahragawan terkenal di dunia
seperti Tiger Woods, Ronaldo, Courtois, Hazard, Ronaldinho dan Wayne rooney
dan Michael Jordan. Selain itu mereka juga memiliki perjanjian dengan berbagai
tim sepak bola dunia seperti Manchester United, F.C. Barcelona, Arsenal, F.C.
Basel, Juventus, Clube de Regatasd Flamengo, Steaua Bucuresti, AC Sparta
Praha, Red Star Belgrade, Inter Milan, VfL Bochum, VfL Wolfsburg, Hertha BSC
Berlin, Borussia Dortmund, PSV Eindhoven, Valencia C.F., Urawa Red
Diamonds, Kaizer Chiefs, Atltico de Madrid, NK Maribor, Glasgow Celtic, FC
Porto, Paris Saint-Germain, Boca Juniors, dan Corinthians. Mereka sering dituduh
mempekerjakan anak-anak di bawah umur dalam sweatshop Manchester city.
Produk sepatu dan pakaian olahraga Nike dengan mudah diidentifikasi
oleh khas logo perusahaan, para "swoosh" tik, dan slogan "Just Do It".
Berbasis dari nama dewi Yunani yang berarti kemenangan, Nike didirikan
tahun 1964 ketika atlet sekaligus pengusaha Oregon bernama Phillip Knight,
mengagas impor sepatu lari dari Jepang untuk bersaing dengan merek Jerman
seperti Adidas dan Puma yang kemudian mendominasi pasar Amerika Serikat.
Keuntungannya adalah bahwa sepatu Jepang lebih murah karena tenaga kerja
lebih murah di Jepang.
Dia mulai menjual sepatu keliling dengan tujuan di stadion atletik, dimana
penjualan secara pelan tapi pasti meningkat secara dramatis. Pada 1970-an,
Knight dan perusahaan yang berkembang nya melihat awal revolusi jogging dan
mulai mmasaran produk untuk pelari non-profesional juga. Ia lantas segera

19
membuka pasar yang lebih luas dan mengubah image sepatu lari menjadi sepatu
fashion dan menarik semua orang dari anak-anak sampai dewasa memakainya.
Pada 1979 Nike telah menguasai setengah pasar di AS dan dengan
pendapatan mencapai US $ 149 juta. Pada pertengahan tahun 1980-an posisi
perusahaan tampaknya tak tergoyahkan, namun secara mendadak muncul
serangan dari pihak saingan yaitu Reebok. Tapi pada tahun 1990 Nike kembali
memimpin perusahaan, terutama karena pengenalan dari sepatu Air Jordan yang
didukung dan dipromosikan oleh bintang basket Michael Jordan.
Hari ini, Nike mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam
sepatu olahraga, dan merupakan pemain penting dalam pakaian dan aksesoris
olahraga. Majalah Fortune melaporkan penjualan sebesar US $ 3,7 miliar pada
tahun 1994 dan laba US $ 299 juta (Fortune 1995).Sekitar 60 persen dari
penjualan perusahaan di Amerika Serikat, sekitar 30 persen di Eropa dan 5 persen
di Asia. (1993 Nike: 25).
Etos perusahaan Nike adalah melibatkan dedikasi yang kuat untuk
olahraga dan kebugaran. Staf di kantor pusat perusahaan, Nike Kampus Dunia
pada Beaverton, Oregon, diharapkan menghabiskan beberapa jam setiap hari di
gym. Mereka dijelaskan oleh direktur Nike sebagai "athletic, outdoor, lets-do-it-
together types. Perusahaan ingin dilihat, dalam kata-kata yang OWII, sebagai
"young, American and hi-tech, devoting a lot of attention to research and
development".

3.2 Terobosan Pemasaran

Label olahraga kenamaan dunia, Nike, menjadi sorotan setelah


meluncurkan koleksi hijab untuk olahraga. Terinspirasi dari para atlet wanita
muslim, brand asal Amerika Serikat tersebut berencana mengeluarkan rangkaian
jilbab yang dinamakan 'Nike Pro Hijab'.
Dengan riset yang dilakukan Nike, dia yakin atlet berhijab bakal bisa lebih
berprestasi karena didukung produk yang oke. Lagi pula, produsen apparel
raksasa seperti Nike akan melihat pasar yang tengah berkembang, bukan cuma

20
jilbab. Dalam perkembangannya, atlet berhijab makin tinggi jumlahnya.
Menurut laporan Venture Africa saat ini populasi sekitar 1,6 miliar di dunia.
Jumlah itu sekitar 23% populasi dunia.
Produk baru berupa hijab untuk para atlet muslim segera diluncurkan Nike
pada awal tahun depan. Langkah inovatif ini menjadikan Nike sebagai brand
olahraga besar pertama yang membuat hijab yang dirancang khusus untuk
kompetisi serta dirancang agar atlet bisa memakai hijab tanpa mengganggu
penampilan. Dibuat dari bahan fleksibel yang ringan, hijab ini diperkirakan mulai
dijual pada awal 2018.
Baru-baru ini hijab jadi salah satu simbol budaya Islam yang paling
terlihat di AS dan Eropa. Banyak perempuan menutup kepalanya dengan hijab
sebagai tanda kesantunan. Namun, beberapa kritikus melihatnya sebagai simbol
penindasan perempuan. Dengan sensitivitas menyangkut imigrasi dan
kekhawatiran ancaman dari Islam garis keras, hijab telah memicu penyerangan
terhadap perempuan muslim. Pada saat yang sama, hijab di tangan Nike telah
menjadi simbol keberagaman yang dipegang perusahaan itu. Sebelumnya, para
atlet muslim sempat mengunjungi markas besar Nike di Beaverton, Oregon, di
luar Portland. Mereka mengeluh soal kesulitan memakai hijab saat berkompetisi.
Menurut Nike, perusahaan itu berkonsultasi pada atlet perempuan muslim
dari seluruh dunia, termasuk pelari dan atlet sepeda dari Timur Tengah, dalam
merancang hijab tersebut. Selain Nike, perusahaan lain juga mulai menjual hijab
untuk para atlet muslim. Tahun lalu, perusahaan busana olahraga Denmark
Hummel membuat baju pemain bola lengkap dengan hijab untuk tim sepak bola
perempuan Afganistan. Atlet muslim non profesional telah menggunakan hijab
atletik dari perusahaan yang lebih kecil dari Nike. Perusahaan-perusahaan lain
juga telah mengincar penjualan hijab atlet-atlet Muslimah.
Namun penjualan bersih tahunan Nike yang mencapai miliaran dan jangkauannya
dalam budaya populer dapat menjaring lebih banyak atlet Muslimah. Hal ini akan
mendorong sebuah generasi yang benar-benar baru untuk berolahraga tanpa
merasa ada batasan karena keyakinan atau aturan berpakaian.

21
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pengembangan produk baru merupakan salah satu cara dalam menjaga
kelangsungan hidup perusahaan, dengan pengembangan produk yang optimal
perusahaan dapat menarik konsumen, apabila dalam pengembangannya berhasil
maka tingkat laba perusahaan akan bertambah. Produk baru dimulai dengan
penciptaan ide. Perusahaan menemukan dan mengembangkan ide produk baru
dari berbagai sumber. Banyak ide produk baru berasal dari sumber internal
Perusahaan mengadakan riset dan pengembangan resmi, memilih ide dari
karyawan mereka, dan mengadakan tukar pikiran dalam rapat eksekutif. Ide lain
datang dari sumber eksternal. Dengan mengadakan survei dan kelompok fokus
serta mengalisis pertanyaan dan keluhan pelanggan, perusahaan dapat
menghasilkan ide produk baru yang akan memenuhi kebutuhan spesifik
konsumen. Perusahaan harus bisa menghindari-menghindari kesalahan kesalahan
yang memungkinkan bisa terjadi dikemudian hari , seperti (DROP error )
kesalahan menolak, terjadi ketika perusahaan menolak ide yang baik. Kemudian
kesalahan (GO error) kesalahan menjalankan, terjadi karena perusahaan
memperbolehkan ide yang buruk dikembangkan dan di komersialisasikan maka
dari itu dalam penyaringan ide harusalah tepat.

4.2 Saran
Tuntutan konsumen dan persaingan pasar menuntut perusahaan untuk
melakukan pengembangan produk. Pengembang produk mempunyai peran yang
besar dalam meningkatkan volume penjualan. Oleh karena itu, perusahaan harus
selalu memantau atau mengikuti perkembangan selera konsumen ataupun
keluhan-keluhan dari pelanggan. Perusahaan juga harus mengawasi perubahan
taktik dan strategi dari pesaing agar dapat mengantisipasi lebih dini tindakan yang
perlu dilakukan berkaitan dengan produk yang dihasilkan perusahaan.

22