Anda di halaman 1dari 5

warta WIPTEK (Nomor :35/Th.

2010 / MARETI |SSN : 0854-065L

MUTU KESEGARAN IKAN TONGKOL (Auxis tozordl SETAMA PENYIMPANAN DINGIN

Grace Sangerl

ABSTRACT

Freshness quality of
fish depend on temperature storoge. The low termpdreture can deloy
the decomposition of fish. Changes of freshness quality tokes places enzimatically, bacteriology
ond sensori.cally. lt can decrease the nutrional essensial substances such as enzim, fotty ocid,
omino ocid, nucleic ocid, vitamine ond mineral. The purpose of the research is to observe the effect
of storage in low temperdtur in tonggol fish (Auxis thazard) on Quality freshness.The treatment of
this reasearch consist of : a) dipping in cool brine solution (ALDI) and cool fresh woter solution
(Pengeson[ b) time of storoge during 0 day, 2 days, 4 days, 6 doys and 8 days. To determine the
freshness quality is analized by meosuring K-value and organoleptic test. The data be analized
using completely randomized design, with 2 time replications. The result of this result shows that
the beat method in prolong the freshness is dipping the fish in ALDI. K-value of ALDI is 50,41% for 6
days storage, and Pengesan is 50,13% for 4 doys storage. Organoleptic-value in ALDI is 5,07 for 8
days storage and in Pengesan is 4,84 for 6 days storoge.

Key Word : Mutu, ikan tongkol

PENDAHUTUAN Seca ra ooerational dalam


lkan tongkol (Auxis thozord) adalah ikan penangkapan, penanganan dan pengolahan
yang berpotensi cukup tinggi serta memiliki ikan maka air yang didinginkan dapat
nilai ekonomis dan banyak disukai didefinisikan sebagai jenis air tawar atau air
masyarakat. Penanganan ikan tongkol ini asin yang mempunyai mutu kesehatan yang
masih belum baik dari penangkapan sampai diizinkan yang didinginkan dengan cara
pemasara. Perubahan mutu kesegaran penambahan es atau direfrigersi secara
dapat berlangsung secara enzimatis, kimia mekanik. Penurunan suhu daging ikan yang
dan bakteriologi dengan diikuti penurunan didinginkan dengan cara pendinginan air laut
organoleptik. Pola dan laju penurunan mutu yang dicampur es (ALDI) adalah lebih cepat
ikan sangat dipengaruhi oleh keadaan daripada pendinginan dengan es maupun
temperatur. Dimana semakin tinggi suhu, pendinginan dengan udara dingin.
semakin cepat pula penurunan mutu Penggunaan ALDI (brine) dilakukan dengan
kesegaran. cara mencelupkan atau menyemprot dengan
Pendinginan dengan es umumnya brine dingin pada tumpukan ikan.
ditujukan untuk memasarkan ikan dalam Nilai K adalah suatu index yang
keadaan basah dengan menurunkan suhu digunakan untuk menyatakan tingkat
pusat daging ikan sampai -1 sampai -2'C. kesegaran ikan secara enzimatis, dimana nilai
Fungsi dari es untuk mempertahankan ikan ini merupakan perbandingan jumlah kadar
tetap segar, mencegah pembusukan HxR dan Hx yang terbentuk akibat
sehingga nilai gizi dapat dipertahankan. Penguraian ATP pada daging lkan. Penilaian
Disamping itu lelehan es mencuci lendir, sisa nilai K didasarkan pada jumlah ATP dan
darah bersama bakteri dan kotoran lain akan senyawa-senyawa hasil penguraiannya
terhanyut. meliputi ADP, AMP, lMP, HxR dan Hx. Rumus
menghitung nilai K adalah :

'Dosen FPIK UNSRAT

39
Wa(a WIPTEK (Nornor : 35fih, 2010 / MAREn FSN : os54{657

HxR+Hx flexibilitasnya. Waktu yang dibutuhkan ikan


Kl%l= xLOV/' memasuki tahap rigormortis dipengaruhi
HXR+HX +ADP+AMP+IMP
oleh jumlah glikogen. Maktn banyak jumlah
glikogen pada tubuh ikan makin lama ikan
Berdasarkan atas perubahan selama
memasuki tahap rigormortis.
post mortem tingkatan mutu kesegaran ikan
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari
digolongkan sebagai berikut: L. Berkondisi
perubahan mutu kesegaran ikan selama
seperti ikan hidup, apabila kondisi ikan masih
penyimpanan dengan menggunakan metoda
dalam tahap pre-rigor; 2. Amat segar, apabila
kondisi ikan masih berada dalam tahap
ALDI dan pengesan. Penilaian mutu
kesegaran meliputi kesegaran secara
rigormortis; 3. Segar, apabila kondisi ikan
berda dalam tahap rigormortis dan post
enzimatis dengan pegukuran nilai K dan
kesegaran uji organoleptik dengan
rigor;4.Kurang segar, apabila kondisi ikan
menggunakan skala hedonik.
berada dalam tahap post rigor hingga
dinyatakan busuk.
METODE PENELITIAN
Penurunan suhu daging ikan dengan
Bahan dan Alat
cara pendinginan dalam air laut yang
Bahan yang digunakan adalah:lkan
dicampur dengan es adalah lebih cepat dari
tongkol (auxis thazard), aquades, resin,
pendinginan dengan es maupun pendinginan
KOH, HCIO , NaOH, NH OH 25%, HCI 3O%,
dengan udara dingin. Pendinginan suhu
ADP Standart, Inosin Standart Aluminium
tubuh ikan dengan menggunakan ALDI foil, kertas saring, kertas pH, es balok, air
(Brine) sering dilakukan dengan cara
laut, air tawar.
mencelupkan atau penyemprotan dengan
Alat-alat yang digunakan adalah : Cool
brine dingin pada tumpukan ikan. Garam
box, alat-alat gelas, pH meter, Timmbangan
akan menghambat terjadinya autolisis analitik, sentrifuge da n spekrofotometer.
maupun pembusukan, dimana garam sifat
tekanan osmotik yang tinggi yang
Perlakuan dan rancangan percobaan
menyebabkan plasmolisis pada dinding sel
bakteri. Disamping itu garcm juga Perlakuan yang diberikan pada
penelitian iniadalah:
menghambat berubahnya protein oleh
adanya aktifitas enzim.
A. Perlakuanpendinginan
A1 : ALDI
Perubahan-perubahan yang terjadi
A2 : pengesan
setelah ikan mati secara garis besar adalah
terjadinya rigormortis kemudian autolisis
B. Lama penyimpanan
81 :0 hari, 82:2hari,
dan terakhir pembusukan yang meyebabkan
83 :4 hari, 83:4 hari,
selaput sel rusak. Rigormortis berlangsung
84:5 hari, 85:8 hari.
akibat tidak terjadinya aliran oksigen dalam
Rancangan yang digunakan adalah
jaringan peredaran darah oleh karena
Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang
aktifitas jantung dan kontrol otaknya
disusun secara faktorial 2x5 dengan
terhenti. Akibatnya didalam tubuh ikan tidak
ulangan sebanyak 2 kali dan analisis
terjadi reaksi glikogenolisis yang dapat perlakuan dengan uji F.
menghasilkan ATP sebagai sumber energi.
Akibatnya reaksi berlangsung secara
Pengamatan
anaerobic yang memanfaatkan ATP dan
Hal-hal yang diamati dalam penelitian ini
glikogen dalam tubuh ikan sebagai sumber
adalah:
energi. Jumlah ATP akan terus berkurang
dan pH tubuh menurun menyebabkan 1. Penentuan Nilai K dengan metoda
enzimatis (Suwetja, 1989)
jaringan otot tidak mampu mernpertahankan

40
warta wIPTEK (Nomor :35/Th.2010 / MARET) ISSN : O854-O667

2. Penentuan nilai organoleptik dengan Tabel 1. Nilai K ikan tongkol selama


metoda preference Test (Sukarto, 1985). penyimpanan dengan ALDI dan
n
Prosedur penelitian. Lama Ulangan Rata-
Pendinglnan
Memilih ikan yang masih segar dan
(A)
Penyimpanan Rata
utuh tanpa kerusakan fisik kemudian dicuci (B) 1 2 (%l
dan dimasukkan dalam coolbox masi-masing 0 hari 2L,89 23,09 22,49
2 ekor untuk perlakuan ALDI dan 2 ekor 2 hari 29,4L 32,93 3!,72
untuk perla.kuan pengesan. Untuk perlakuan A1 4 hari 44,50 44,92 44,71
ALDI perbandingan es : ikan : air adalah 1 :1: 6 hari 50,81 50,01 50,41
8 hari 77,86 73.40 72,63
1, sedangkan untuk perlakuan pengesan es :
0 hari 21,89 23,09 22,49
ikan adalah 1 : 1, Penambahan es dilakukan
2 hari 33,54 36,42 34,98
setiap selang 12 jam. Selanjutnya sampel
4 hari 48,06 52,20 50,73
dianalisis dengan menentukan nilai K dan 5 hari 65,79 70,85 68,32
organoleptik pada 0hari, 2hari,4hari,6 hari 8 hari 90,32 oq on 93,LT
dan 8 hari.
Dari data di atas dapat dilihat bahwa
HASIL DAN PEMBAHASAN perlakuan ALDI mempunyai mutu yang lebih
Pendinginan dengan ALDI diperoleh baik daripada perlakuan pengesan. Hal ini
kisaran suhu antara -7,5 sampai 2 C, disebabkan karena pada penyimpana hari ke
sedangkan pengesan O sampai 2 C.llyas 4 nilai K untuk ikan yang diberi es sudah
(1983) menyatakan perbandingan es : ikan mencapainilai 50,13 % sedangkan untuk ikan
(1 : 1) ini terbukti memberikan hasil yang yang diperla kukan dengan ALDI setelah
memuaskan pada pemakaian kayu yang penyimpanan 6 hari nilainya 50,41 %.
dilapisi insulasi polystyrene setebal 2,5 cm. Menurut Nashimoto, dkk (1985) dalam
Sedangkan air bersih atau air garam 3% yang Suwetja ,dkk (1992) menyatakan bahwa
didinginkan dengan es hancuran mempunyai batas penerimaan ikan segar secara
suhu sekita r -1,7 C. enzimatis untuk bahan mentah olahan yang
Dalam penentuan nilai K digunakan didasarkan pada penilaian K adalah sebesar
Anion Exchange Resin Type Dowexl,Cl-, 5Oo/o.
dengan Mesh size 100-200. Keaktifannya Hasil uji BNT menunjukkan bahwa laju
telah diuji dengan penentuan prosentase peningkatan nilai K untuk perlakuan dengan
recovery larutan standart inosin dan ADP. ALDI berbeda nyata dengan perlakuan
Hasil recovery untuk inosin (HxR) adalah pengesan. Sedangkan perlakuan lama
97,63% dan Untuk ADP 97,L9%. Menurut penyimpanan terhadap nilai K selama O, hari,
Suwetja,dkk (1992) prosentasi recovery yang 2 hari, 4 hari, 5 hari dan 8 hari
baik untuk ATP dan turunannya adalah memperlihatkan perbedaan yang sangat
berkisar 95-tOO%. Jadi nilai ini dapat nyata. Perbedaan laju kenaikan nilai K
d'rjadikan standart bahwa resin yang terutama dipengaruhi oleh kenaikan suhu.
digunakan sudah aktif. Adanya kemampuan penyerapan panas oleh
perlakuan dengan ALDI memberikan efek
NIIAI K pendinginan yang lebih merata 0'C.
Data hasil pengamatan nilai K ikan sehingga ikan cepat menurun suhunya
tongkol selama penyimpanan dapat dilihat Pendinginan dengan ALDI suhu dapat
pada tabel 1. diturunkan sampal -10C, sedangkan dengan
pengesan suhu mencapai 0"C. Penurunan
suhu daging ikan dengan cara pendinginan
dengan ALDI adalah lebih cepat daripada

47
Warta WIPTEK {Nomor : 35/Th. 2010 / MARET) ISSN : O85zl-O667

pendinginan dengan udara dingin (Nasran, (1981), batas penerimaan ikan segar adalah
1e81). 5,0.
Selama post mortem (rigormortis dan
post rigor) aktifitas enzim meningkat pada Tabel 2. Nilai Rata-Rata organoleptik ikan
ikan mati sedangkan aktifitas bakteri makin tongkol selama penyimpanan
rneningkat selama proses pembusukan dinei n
hingga ikan dinyatakan membusuk. ATP Lama Rata-
Pendinginan Ulangan
mula-mula menurun tajam kemudian penyimpanan rata
(A)
menghilang pada saat memasuki rigormortis, (B) 1 2
bersamaan dengan menurunnya ATP, IMP 0 hari 8,93 8,91 8,92
mulai meningkat dan kemudian mencapai 2 hari 8,14 7,98 8,06
maximum pada fase post rigor. Deposit IMP A1 4 hari 7,3O 7,Oo 7,15
dalam jaringan dapat terjadi karena 6 hari 6,71 6,60 6,65
perubahan dari IMP ke HxR dan kemudian ke 8 hari q?? 4,8t 5,07
Hx. Tetapi pada suhu yang lebih tinggi 0 hari 8,93 8,91 8,92
perubahan dari IMP ke HxR dan ke Hx 2 hari 7,42 7,38 7,40
4 hari 6,78 6,75 6,76
ternyata dapat berlngsung lebih cepat
6 hari 5,O2 4,62 4,84
sehrngga mengakibatkan deposit IMP dalam ?7n
8 hari 3,45 3,58
jaringan menjadi berkurang (Nasran, 1989).
Menurut Sjaifullah (79751, terjadinya
Berdasarkan hasil uji BNT menunjukkan
penguraian ATP dan proses rigormortis
dimulai setelah kira-kira 60% kandungan
bahwa perlakuan dengan ALDI sangat
berbeda nyata dengan pengesan. Sedangkan
kreatin fosfat dalam jaringan ikan habis yang
perlakuan penyimpanan menunjukkan
diakibatkan oleh adanya proses glikolisis.
perbedaan yang sangat nyata untuk
Penguraian ATP sampai IMP belum
penyimpanan 0 hari, 2 hari, 4 hari, 5 hari dan
menurunkan kwalitas ikan, Karena dengan
terbentuknya IMP akan menimbulkan rasa
8 hari. Nilai organoleptik yang lebih baik
pada perlakuan dengan ALDI selama
enak, tetapi setelah IMP berubah menjadi
penyimpanan disebabkan karena suhu
HxR dan Hx maka secara perlahan kualitas
penyimpanan dengan lebih rendah daripada
daging ikan berkurang.
Dengan
dengan pengesan. Suhu lebih rendah
berkurangnya lMP, maka rasa daging ikan
menyebabkan proses penguraian oleh enzim
hambar dan seterusnya menuju kerusakan
yang lebih berat (Suwetja dkk,1990).
maupun bakteri dapat diperlambat.
(Suwetja, 1989).

Organoleptik
KESIMPUIAN DAN SARAN
Data Hasil penilaian uji organoleptik
Kesimpulan
ikan tongkol selama penyimpanan dingin
Penyimpanan ikan tongkol dengan
dapat dilihat pada tabel 2.
menggunakan metoda ALDI memberikan
Dari data hasil penilaian organoleptik pengaruh yang leblh baik dibandlngkan
selama penyimpanan menunjukkan bahwa
penyimpanan dengan metoda pengesan.
penyimpanan dengan ALDI mempunyai nilai
Berdasarkan penilaian uji mutu kesegaran (K)
mutu yang lebih baik karena pada hari ke 8
penggunaan ALDI penyimpanan sampai 4
baru melewati batas penerimaan, sedangkan
hari, sedangkan dengan pengesan hanya
untuk pengesan batas penerimaan sebelum
sampai 2 hari. Karena penyimpanan dengan
hari ke 6, dimana nilai organoleptiknya ALDI pada hari ke 6 Nitai-K s),4tYo,
masing-masing adalah untuk ALDI 5,07 dan
sedangkan untuk pengesan pada hari ke 4
untuk pengesan 4,84, Menurut Soekarto

42
Warta WIPTEK lNomor: 35/Th. 2010 / MARETI ISSN : 0854-0667

nilai-K 50,t3% yang berarti nilainya masing- ILYAS, 1983. Teknologi Refrigerasi Hasil
masing sudah ditolak sebagai ikan segar. Perikanan. Teknologi Pendinginan lkan.
Berdasarkan penilaian uji organoleptik Jilid l. CV Paripurna Jakarta.
penggunaan ALDI ditolak setelah JUNIANTO, 2003. Teknik Penanganan lkan.
penyintpanan 8 hari, sedangkan untuk Penebar Swadaya. Jakarta
pengesan ditolak pada hari ke 6 yang NASRAN, 1989. Masalah Mutu Kesegaran
masing-masing telah mencapai nilai lkan Tuna Dan Diversifikasi
Organofeptik 5,07 dan 4,82. Pengolahannya. Makalah Lokakarya
Perikanan Tuna. Warta Mina Jakarta,
Saran Departemen Eksplorasi Kelautan Dan
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut Perikanan. Jakarta.
tentang total bakteri dikandung ikan tongkol SOEKARTO, 1985. Penilaian organoleptik
pada peyimpa na n ya ng mengguna ka n Untuk Industri Pangan Dan Hasil
metoda ALDI maupun dengan pengesan, Pertanian. PT. Bharata Karya Aksara.
untuk dapat membandingkan perubahan Ja ka rta .

mutu kesegaran secara enzimatis, STEEL R.G.D AND J.H TORRIE, 1987. Prinsip
organoleptik dan bakteriologi serta Dan Prosedur Statistika Suatu
mempelajari hubungan korelasinya. Pendekatan Biometrik. PT. Gramedia
Pustaka Utama,
DAFTAR PUSTAKA SUWETJA E.K, B.E KASEGER DAN H ONIBALA,
ANGGAWALI, 2001. Penanganan lkan Segar, 1990, Penentuan Kesegaran Beberapa
Deoartement of Marine Affair and Jenis lkan, Fakultas Perikanan.
Fisheries Republic of Indonesia. Universitas Sam Ratulangi Manado.
ANONIMOUS, L997. Penyebaran Beberapa SUWETJA l.K, 1989. Pengantar Pengolahan
Su mbe r Pe rika nan Di lndones ia. Hasil Perikanan. Fakultas Perikanan.
Direktorat Bina Sumber Hayati. Ditjen Universitas Sam Ratulangi Manado
Perikanan Dan Kelautan.
HADIWIYONO, 1993. Teknologi Pengolahan
Hasil perikanan. Jilid l. Teknik
Pendinginan lkan. Paripurna Jakarta.

Komo (Torrykol)

43