Anda di halaman 1dari 4

Dasar Teori

1. Sejarah Hukum Gravitasi Newton


Sir Isaac Newton adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia dan ahli filsafat yang
lahir di Inggris. Buku yang ditulis dan dipublikasikan pada tahun 1687, Philosophs Naturalis
Principia Mathematica, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam sejarah
perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang hukum gravitasi dan tiga
asas (hukum) pergerakan, yang mengubah pandangan orang terhadap hukum fisika alam
selama tiga abad kedepan dan menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern.
Ketika wabah sedang melanda kota Cambridge, Inggris pada tahun 1666, Isaac Newton
memutuskan mengungsi sementara di luar kota. Suatu hari, ketika dia sedang berjalan-jalan di
taman, dia melihat sebuah apel jatuh. Apel tersebut jatuh begitu saja, seolah-olah diraih dari
bawah oleh sebuah tangan tidak kelihatan. Versi lain dari cerita ini, yang lebih dramatis, apel
tersebut jatuh ke atas kepala Newton ketika dia sedang tertidur di bawah sebatang pohon. Mana
yang benar kita tidak tahu. Yang kita tahu, cerita tersebut dianggap menginspirasi Newton
menemukan hukum gravitasi.
Newton sendiri mengakui dia harus berpikir terus menerus selama bertahun-tahun
untuk merumuskan hukum gravitasi. Kita mengenal Newton sebagai sosok jenius, tetapi di
masa mudanya, para teman-temannya mengenalnya sebagai sosok yang gigih luar biasa.
Newton menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk berpikir dan berpikir. Tidak ada seorang
pun yang berpikir sekeras Newton di jamannya. Bahkan bila dia tidak dipaksa melakukan
percobaan untuk membuktikan teori-teorinya, teman-temannya kuatir dia akan meninggal
karena belajar dan berpikir tanpa henti, dan lupa menjaga tubuhnya. Dia bahkan sering lupa
untuk makan, dan dia juga benar-benar lupa untuk menikah karena Newton hidup melajang
sampai akhir hayatnya.
2. Hukum Gravitasi Newton

Hukum tarik-menarik gravitasi Newton dalam bidang fisika berarti gaya tarik untuk
saling mendekat satu sama lain. Dalam bidang fisika tiap benda dengan massa m1 selalu
mempunyai gaya tarik menarik dengan benda lain (dengan massa m2 ). Misalnya partikel satu
dengan partikel lain selalu akan saling tarik-menarik. Contoh yang dikemukakan oleh
Sir Isaac Newton dalam bidang mekanika klasikbahwa benda apapun di atas atmosfer akan
ditarik oleh bumi, yang kemudian banyak dikenal sebagai fenomena benda jatuh.
Gaya tarik menarik gravitasi ini dinyatakan oleh Isaac Newton melalui tulisannya di
journal Philosophi Naturalis Principia Mathematicapada tanggal 5 Juli 1687 dalam bentuk
rumus sebagai berikut:

di mana:

F adalah besarnya gaya gravitasi antara dua massa tersebut,


G adalah konstante gravitasi,
m1 adalah massa dari benda pertama
m2 adalah massa dari benda kedua, dan
r adalah jarak antara dua massa tersebut.

Teori ini kemudian dikembangkan lebih jauh lagi bahwa setiap benda angkasa akan
saling tarik-menarik, dan ini bisa dijelaskan mengapa bumi harus berputar
mengelilingimatahari untuk mengimbangi gaya tarik-menarik gravitasi bumi-matahari.
Dengan menggunakan fenomena tarik menarik gravitasi ini juga, meteor yang mendekat ke
bumi dalam perjalanannya di ruang angkasa akan tertarik jatuh ke bumi.

3. Medan Gravitasi

Sebagaimana telah kita singgung pada awal bab ini bahwa benda akan tertarik oleh gaya
gravitasi benda lain atau planet jika benda tersebut berada dalam pengaruh medan gravitasi.
Medan gravitasi ini akan menunjukkan besarnya percepatan gravitasi dari suatu benda di
sekitar benda lain atau planet. Besar medan gravitasi atau percepatan gravitasi dapat
dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:
g : medan gravitasi atau percepatan gravitasi (m/s2)
G : tetapan gravitasi (6,672 10-11 N.m2/kg2)
M : massa dari suatu planet atau benda (kg)
r : jarak suatu titik ke pusat planet atau pusat benda (m)

Hal yang perlu diperhatikan dalam membahas medan gravitasi atau percepatan gravitasi adalah
konsep bahwa massa benda dan berat benda tidaklah sama. Massa benda di mana pun tetap,
namun berat benda di berbagai tempat belum tentu sama atau tetap. Besar percepatan gravitasi
yang dialami semua benda di permukaan planet adalah sama. Jika selembar kertas jatuh ke
tanah lebih lambat dari sebuah kelereng, bukan disebabkan karena per cepatan gravitasi di
tempat tersebut berbeda untuk benda yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh adanya hambatan
udara yang menahan laju kertas tersebut.

Hukum Newton juga menunjukkan bahwa pada umumnya jika sebuah benda (misalnya
planet) bergerak mengelilingi pusat gaya (misalnya matahari), benda akan ditarik oleh gaya
yang berubah sebanding dengan . Lintasan benda tersebut dapat be rupa elips, parabola, atau
hiperbola.
Hukum gravitasi Newton juga dapat diterapkan pada gerak benda-benda angkasa.
Sebelum masuk ke penerapan tersebut, kita pelajari terlebih dahulu tentang pergerakan benda-
benda angkasa. Pergerakan benda-benda angkasa telah dipelajari oleh Johanes Kepler dan
dinyatakan dalam hukum-hukum Kepler.
4. Faktor yang mempengaruhi Percepatan gravitasi
a. Elevasi
Elevasi berpengaruh karena elevasi berpengaruh pada nilai jarak antara inti bumi
dengan keberadaan benda yang ada dibagian lain dari inti bumi yang memeiliki
elevasi tertentu.
b. Pengaruh Luar Angkasa
Pengaruh luar angkasa di pengaruhi oleh benda luara angkasa, yang paling besar
pengaruhnya adalah matahari dan bulan. Karena 2 objek tersebut juga memiliki
nilai gaya tarik terhadap benda lain termasuk bumi.
c. Posisi Garis Lintang
Seluruh permukaan bumi dibagi-bagi menurut jaring-jaring derajat. Jaring-jaring
derajat itu dinamakan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis yang
sejajar dengan garis tengah khatulistiwa,sedang garis bujur adalah garis yang sejajar
dengan garis tengah kutub. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni
dari barat ke timur. Itulah sebabnya matahari selalu terbit di timur terbenam di barat.
Orang-orang yang berada di daerah timur akan mengamati matahari terbit dan
matahari terbenam lebih cepat dari pada daerah yang berada di sebelah barat.
Wilayah yang berada pada sudut 15 0 lebih ke timur akan mengamati matahari terbit
lebih cepat satu jam.

Namun, ada waktu yang berlaku secara international yang disebut waktu GMT
(Greenwich Mean Time ) sebagai waktu pangkal yang berada pada garis bujur nol
derajat yang melalui kota Greenwich di London. Sebagai contoh Indonesia
memiliki tiga bujur standar yaitu 1050, 1200, 1350 Bujur Timur, dengan demikian
waktu lokalnya berturut-turut adalah waktu Greenwich ditambah 7 jam, 8 jam, dan
9 jam. Jika letak bujur standar itu disebelah barat bujur nol, maka waktunya
dikurangi, dan jika letak bujur standar itu di sebelah timur bujur nol, maka waktunya
bertambah.
d. Medan Sekitar
Medan sekitar yang dimaksud adalah skala besar, contohnya gravitasi yang adalah
dipegunungan dan di padang pasir tentu akan berbeda.
e. Batuan
Batuan yang memilki massa jenis lebih besar akan memiliki percepatan gravitasi
yang lebih besar.