Anda di halaman 1dari 5

BAB 2

MACAM-MACAM GEMPA

Ilmu yang mempelajari tentang gempa disebut dengan seismologi. Ilmu ini mengkaji tentang
apa yang terjadi pada permukaan bumi disaat gempa, bagaimana energi guncangan merambat dari
dalam perut bumi ke permukaan, dan bagaimana energi ini dapat menimbulkan kerusakan, serta proses
penghujaman antarlempeng pada sesar bumi yang menyebabkan terjadinya gempa.
Kebanyakan gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi yang diakibatkan dari tekanan
lempeng yang bergerak. Apabila tekanan itu semakin besar pada akhirnya pada keadaan dimana tekanan
tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempeng, maka akan terjadi gempa bumi.
Beberapa gempa bumi juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi.
Gempa bumi yang terjadi akibat dari pergerakan magma di dalam bumi biasanya akan berbarengan
dengan terjadinya letusan gunung berapi.
A. Hiposenter dan Episenter ( Focus and Epicenter )
Titik dalam perut bumi yang merupakan sumber gempa disebut biposenter atau focus.
Gelombang gempa merambat dari biposenter ke patahan. Apabila mencapai kedalaman fokus
dari permukaan adalah 0 70 km, maka akan terjadi gempa dangkal. Sedangkan pedalaman
mencapai 70 700 km, maka akan terjadi gempa dalam. Perbandingan gempa dangkal
dengan gempa dalam adalah dari efek guncangan gempa. Guncangan gempa dangkal lebih
besar daripada gempa dalam dikarenakan gempa cangkang dekat dengan permukaan.
B. Sesar Bumi ( Earth Fault )
Adalah celah pada kerak bumi berada di perbatasan antara dua lempeng. Gempa sangat
dipengaruhi dari pergerakan batuan dan lempeng pada sesar ini. Apabila batuan yang
menumpu merosok ke bawah akan mengakibatkan batuan penumpu di kedua sisi akan saling
menjauh dinamakan sesar normal. Sedangkan batuan yang menumpu terangkat akibat
batuan penumpu dikedua sisinya bergerak saling mendorong dinamakan sesar terbalik. Dan
bila kedua betuan pada sesar bergerak saling menggelangsar atau mendatar dinamakan sesar
geseran jurus.
sesar normal : batuan merosok turun

sesar terbalik : batuan terangkat naik


sesar mendatar : batuan bergerak sejajar

Sesar normal dan sesar terbalik, keduanya menghasilkan perpindahan vertikal. Sedangkan
sesar mendatar menghasilkan perpindahan horizontal.
C. Gelombang Seismik ( Seismic Wave )
Rambatan energi atau gelombang yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak
bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan. Gelombang yang merambat dari sela-
sela batuan dibawah permukaan dinamakan gelombang badan. Sedangkan gelombang
merambat dari episenter ke sepanjang permukaan bumi dinamakan dengan gelombang
permukaan.
1. Gelombang Badan (Body Wave )
Gelombang badan dibedakan menjadi dua adalah gelombang primer (P-wafe) dan
gelombang sekunder (S-wafe). Gelombang primer merupakan gelombang longitudinal
dengan perambatan gerakannya sejajar dengan arah gelombang, gelombang primer bisa
melakukan perambatan dengan kecepatan 6-7 km/detik di sela-sela bebatuan. Kemudian
gelombang sekunder merupakan gelombang transversal dengan perambatan gerakannya
tegak lurus dengan arah gelombang, gelombang ini bisa melakukan perambatan di sela-
sela bebatuan dengan kecepatan 3,5 km/detik.
Gelombang Primer

Gelombang sekunder
2. Gelombang Permukaan

Gelombang permukaan ada dua macam gelombang yaitu gelombang Rayleigh dan
gelombang Love, nama kedua gelombang tersebut diambil dari nama fisikawan Inggris,
Lord Rayleigh dan nama geofisikawan Inggris , A.E.H. Love.
Gelombang Rayleigh menimbulkan efek gerakan tanah yang sirkuler dan mengakibatkan
tanah bergerak naik turun seperti ombak laut. Sedangkan gelombang Love menimbulkan
efek gerakan tanah yang horizontal dan tidak menghasilkan perpindahan vertikal.

D. Klasifikasi Gempa
Gempa bumi dapat digolongkan menjadi beberapa kategori, adalah proses terjadinya gempa,
bentuk episentrumnya, kedalaman hiposentrumnya, jaraknya, dan lokasi.
1. Proses Terjadinya
Dari proses terjadinya gempa bumi dapat diklasifikasikan menjadi 5 :
a. Gempa tektonik adalah gempa terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng dilapisan
litosfer kulit bumi dari tenaga tektonik.
b. Gempa vulkanik adalah gempa terjadi akibat aktivitas gunung berapi. Gempa ini
hanya dapat dirasakan disekitar gunung berapa ketika akan meletus, saat meletus, dan
setelah terjadi letusan.

c. Gempa runtuhan atau longsoran adalah gempa yang terjadi karena adanya runtuhan
tanah atau batuan. Gempa ini sering terjadi dikawasan tambang karena akibat
runtuhnya dinding pada tambang-tambang bawah tanah sehingga menimbulkan
getaran.

d. Gempa jatuhan adalah gempa terjadi akibat benda langit yang jatuh ke bumi misalnya
meteor. Meteor yang jatuh ke bumi akan menimbulkan getaran di bumi jika massa
meteor cukup besar.
e. Gempa buatan adalah gempa terjadi karene disengaja oleh manusia, misalnya
percobaan ledakan nuklir bawah tanah dapat menimbulkan getaran di bumi yang
tercatat oleh seismograf.
2. Menurut bentuk episentrum
Gempa menurut episentrumnya dapat dikelompokan menjadi 2 jenis.
a. Gempa sentral adalah gempa yang episentrumnya berbentuk titik.
b. Gempa linear adalah gempa yang episentrumnya benbentuk garis.
3. Menurut kedalaman hiposentrum
Ada tiga jenis gempa menurut kedalaman hiposentrumnya.
a. Gempa bumi dalam adalah gempa yang hiposentrumnya mencapai kedalaman lebih
dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi)
b. Gempa bumi menengah adalah gempa dengan kedalaman hiposentrumnya berada 60-
300 km di bawah permukaan bumi. gempa bumi menengah pada umumnya
menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
c. Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari
60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang
besar.
4. Menurut jarak episentrum
Gempa menurut episentrum dibagi menjadi 3 kelompok.
a. Gempa sangat jauh adalah gempa dengan jarak episentrum lebih dari 10.000 km.
b. Gempa jauh adalah gempa yang jaraknya episentrumnya sekitar 10.000 km.
c. Gempa lokal adalah gempa yang jarak episentrumnya kurang dari 10.000 km.
5. Menurut lokasi episentrum
a. Gempa daratan adalah gempa yang terjadi di daratan yang berpusat didarat yaitu
gempa akibat gunung meletus,pergeseran lempeng,dan runtuhnya gua bawah tanah.
b. Gempa laut adalah gempa yang pusatnya berada didasar laut. Gempa jenis ini bisa
berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
E. Getaran Gempa
Getaran gempa dari hiposentrum merambat lalu menyebar menuju segala arah. Getaran ini
berupa gelombang primer dan gelombang sekunder. Sedangkan dari episentrumnya getaran
merambat di permukaan bumi dalam bentuk gelombang panjang. Gelombang gempa dapat
dibagi menjadi 3 jenis
1. Gelombang primer (P) adalah gelombang longitudinalnya bisa merabat dengan kecepatan
4-7 km/detik dipermukaan bumi.
2. Gelombang sekunder (S) adalah gelombang transversal yang merambat dengan kecepatan
2-6 km/detik di permukaan bumi.
3. Gelombang panjang (L) adalah gelombang permukaan dengan kecepatan yang lebih
lambat.