Anda di halaman 1dari 27

WRAP UP

BLOK ENDOKRIN
SINDROMA METABOLIK

Kelompok : A13
Anggota : Futuh M. Perdana (1102013116)
Fathia Zahra (1102014096)
Kurnia Hasanah (1102014146)
Ikhsanul akbar (1102014125)
Afifah Haris (1102014003)
Fuzarisma (1102014111)
Desi Tahari (1102014068)
Esti Puji Lestari W (1102014087)
Khaulah Nurul Fadhilah (1102014139)
Aditya nugraha artar (1102013008)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
Jalan. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta 10510
Telp. 62.21.4244574 Fax. 62.21. 4244574
SINDROMA METABOLIK
Tn. B, 26 tahun, karyawan swasta mengatakan bahwa berat badannya semakin meningkat
sejak 1 tahun terakhir, sehingga mengakibatkan cepat lelah bila bekerja. Karena pekerjaan yang
mengharuskannya sering bepergian, maka ia lebih sering makan di luar rumah dan hampir tidak
pernah berolahraga. Saat ini ia berobat ke dokter keluarga karena mendapat informasi dari internet
bahwa gemuk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Status antropometri
didapatkan berat badan 95 kg, tinggi badan 175 cm dan indeks massa tubuh (IMT) 31 kg/m2,
lingkar perut 112 cm. Tidak didapatkan kelainan pada jantung, paru ataupun abdomen. Dokter
menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, karena menduga bahwa pasien tersebut
sudah menderita sindroma metabolik.
Saat kunjungan kedua, Tn. A sudah membawa hasil laboratorium yang memperlihatkan
glukosa darah puasa 116 mg/dl, 2 jam setelah makan165 mg/dl, kolesterol total 226 mg/dl,
kolesterol LDL 138 mg/dl, kolesterol HDL 36 mg/dl, trigliserida 180 mg/dl dan asam urat 7,8
mg/dl.
Melihat kondisi tersebut, maka dokter memberikan edukasi tentang perencanaan makan
dan jenis olahraga yang sesuai.

1. Memberikan edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolik


1.1. Menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma metabolik
1.2. Menjelaskan tentang patofisiologi sindroma metabolik
1.3. Menjelaskan tentang bahaya yang terjadi akibat sindroma metabolik
1.4. Menjelaskan tentang penatalaksanaan holistik sindroma metabolik

2. Memberikan edukasi cara menghitung kebutuhan kalori pada pasien sindroma metabolik
2.1. Menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin, usia, berat badan,
tinggi badan, aktivitas fisik dan faktor stres, dengan metoda Broca dan Harris Benedict
2.2. Menjelaskan persentase komposisi makronutrien karbohidrat, protein, lemak dan
menterjemahkannya dalam bentuk gram
2.3. Menjelaskan jumlah gram karbohidrat, protein, lemak dalam bentuk bahan makanan
menggunakan Daftar Komposis Bahan Makanan Penukar (DKBM)
2.4. Menjelaskan pembagian frekuensi makan selama satu hari
2.5. Menjelaskan cara menyusun menu sepanjang hari
3. Memberikan edukasi tentang olahraga pada pasien sindroma metabolik
3.1. Menjelaskan manfaat olahraga pada pasien sindroma metabolik (berdasarkan biokimia
dan fisiologi tubuh manusia)
3.2. Menjelaskan jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai pada pasien sindroma metabolik
4. Memberikan edukasi tentang ajaran islam perihal makanan yang halal dan baik
4.1. Menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram
4.2. Menjelaskan tentang jenis, pengaturan dan cara makan yang baik sesuai ajaran Islam
5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu, termasuk makan
besar dan selingan.
1. Memberikan edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolic

1.1 Menjelaskan tentang Definisi dan Etiologi Sindroma Metabolic


Sindroma metabolik merupakan suatu kumpulan faktor risiko metabolik yang berkaitan secara
langsung terhadap terjadinya penyakit kardiovaskuler artherosklerotik. Faktor risiko tersebut
antara lain terdiri dari dislipidemia atherogenik, peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar
glukosa plasma, keadaan prototombik, dan proinflamasi.
Sindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko serangan jantung paling berbahaya:
diabetes, obesitas abdominal, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. (International Diabetes
Federation,2006)
Berdasarkan the National Cholesterol Education Program Third Adult Treatment Panel
(NCEP-ATP III) yang telah banyak diterima secara luas, Sindrom Metabolik adalah seseorang
dengan memiliki sedikitnya 3 kriteria berikut:

1. Obesitas abdominal (lingkar pinggang > 88 cm untuk wanita dan untuk pria > 102 cm);
2. Peningkatan kadar trigliserida darah ( 150 mg/dL, atau 1,69 mmol/ L);
3. Penurunan kadar kolesterol HDL (< 40 mg/dL atau < 1,03 mmol/ L pada pria dan pada
wanita < 50 mg/dL atau <1,29 mmol/ L);
4. Peningkatan tekanan darah (tekanan darah sistolik 130 mmHg, tekanan darah diastolik
85 mmHg atau sedang memakai obat anti hipertensi);
5. Peningkatan glukosa darah puasa (kadar glukosa puasa 110 mg/dL, atau 6,10 mmol/
L atau sedang memakai obat anti diabetes) (Adult Treatment Panel III, 2001).

Etiologi Sindroma Metabolik

Sindrom metabolik memiliki beberapa penyebab yang bertindak bersama-sama. Anda dapat
mengontrol beberapa penyebab, seperti kelebihan berat badan dan obesitas, gaya hidup aktif, dan
resistensi insulin.

Anda tidak dapat mengontrol faktor-faktor lain yang mungkin memainkan peran dalam
menyebabkan sindrom metabolik, seperti penuaan. Risiko untuk sindrom metabolik meningkat
dengan usia. Anda juga tidak dapat mengendalikan genetika (etnisitas dan riwayat keluarga), yang
mungkin memainkan peran dalam menyebabkan kondisi tersebut. Sebagai contoh, genetika dapat
meningkatkan risiko resistensi insulin, yang dapat menyebabkan sindrom metabolik.

Orang-orang yang memiliki sindrom metabolik sering memiliki dua kondisi lain: pembekuan
darah yang berlebihan dan terus-menerus, peradangan tingkat rendah di seluruh tubuh. Para
peneliti tidak tahu apakah kondisi ini menyebabkan sindrom metabolik atau memperburuk itu.
Para peneliti terus mempelajari kondisi yang mungkin memainkan peran dalam sindrom
metabolik, contohnya :

1. Hati berlemak (trigliserida berlebih dan lemak lainnya dalam hati)


2. Sindrom ovarium polikistik (kecenderungan untuk mengembangkan kista pada ovarium)
3. Batu empedu
4. Masalah pernapasan saat tidur (sleep apnea seperti)
1.2 Menjelaskan tentang patofisiologi sindroma metabolik
Obesitas merupakan komponen utama kejadian SM, namun mekanisme yang jelas belum diketahui
secara pasti. Obesitas yang diikuti dengan meningkatnya metabolisme lemak akan menyebabkan
produksi Reactive Oxygen Species (ROS) meningkat baik di sirkulasi maupun di sel adiposa.
Meningkatnya ROS di dalam sel adipose dapat menyebabkan keseimbangan reaksi reduksi
oksidasi (redoks) terganggu, sehingga enzim antioksidan menurun di dalam sirkulasi. Keadaan ini
disebut dengan stres oksidatif. Meningkatnya stres oksidatif menyebabkan disregulasi jaringan
adiposa dan merupakan awal patofisiologi terjadinya SM, hipertensi dan aterosklerosis (Furukawa,
et al, 2004).

Stres oksidatif sering dikaitkan dengan berbagai patofisiologi penyakit antara lain diabetes tipe 2
dan aterosklerosis. Pada pasien diabetes melitus tipe 2, biasanya terjadi peningkatan stress
oksidatif, terutama akibat hiperglikemia. Stress oksidatif dianggap sebagai salah satu penyebab
terjadinya disfungsi endotel-angiopati diabetic, dan pusat dari semua angiopati diabetik adalah
hiperglikemia yang menginduksi stress oksidatif melalui 3 jalur, yaitu; peningkatan jalur poliol,
peningkatan auto-oksidasi glukosa dan peningkatan protein glikosilat (Majalah Farmacia, 2007).

Pada keadaan diabetes, stres oksidatif menghambat pengambilan glukosa di sel otot dan sel lemak
serta menurunkan sekresi insulin oleh sel- pankreas. Stres oksidatif secara langsung
mempengaruhi dinding vaskular sehingga berperan penting pada patofisiologi terjadinya diabetes
tipe 2 dan aterosklerosis (Ceriello, 2004). Dari beberapa penelitian diketahui bahwa akumulasi
lemak pada obesitas dapat menginduksi keadaan stress oksidatif yang disertai dengan peningkatan
ekspresi Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphatase (NADPH) oksidase dan penurunan
ekspresi enzim antioksidan (Sartika, 2006)
ROS
Obesity
Oxidative Stress
in WAT
NADPH Oxidase

Antioxidative
Dysregulation of
Enzymes adipocytokines

ROS

Pal-1, TNF-, MCP-1

Oxidative Stress to Adiponectin


remote tissues

Insulin Resistace Diabetes Atherosclerosis


METABOLIC SINDROME

Gambar 1. Peningkatan produksi reactive oxidative stress (ROS) pada lemak yang
terakumulasi dan menyebabkan keadaan sindroma metabolik (Furukawa, 2004).

Pada kultur sel adiposa, peningkatan kadar asam lemak meningkatkan stres oksidatif melalui
aktivasi NADPH oksidase sehingga menyebabkan disregulasi sitokin proinflamasi IL-6 dan MCP-
1. Akumulasi peningkatan stres oksidatif pada sel adiposa dapat menyebabkan disregulasi
adipokin dan keadaan SM. Furukawa dkk (2004) menunjukkan bahwa kadar adiponektin
berhubungan terbalik dengan stres oksidatif secara sistemik.

Patofisiologi SM masih menjadi kontroversi, namun hipotesis yang paling banyak diterima adalah
resistensi insulin. Gambar 2 menunjukkan etiologi patofisiologi dari resistensi insulin dan
sindroma metabolik (Mahan, 2003).
Pengaruh lingkungan
Resistensi Insulin
Defisiensi zat-zat gizi
Pengaruh genetik
Intake kalori yang
berlebihan
Aktivitas fisik rendah
Hyperinsulinemia

Peningkatan Penurunan
Peningkatan Peningkatan Intoleransi Peningkatan Peningkatan
kolesterol kolesterol glukosa
Trygliserida asam urat lipogenesis tekanan darah
LDL HDL

Aterosklerosis Gout Diabetes Obesitas Hipertensi


1.3 Menjelaskan tentang Bahaya yang Terjadi Akibat Sindroma Metabolik

Penyakit kardiovaskular

Risiko relatif untuk onset baru CVD pada pasien dengan sindrom metabolik, pada pasien tanpa
diabetes, rata-rata antara 1,5 dan tiga kali lipat3. Dalam sebuah 8-tahun tindak-lanjut dari laki-
laki setengah baya dan wanita di Framingham Offspring Study (FOS), risiko penduduk yang
timbul pada pasien dengan sindrom metabolik untuk mengembangkan CVD adalah 34% pada
pria dan 16% pada wanita. Dalam studi yang sama, baik sindrom metabolik dan diabetes stroke
iskemik diprediksi dengan risiko lebih besar untuk pasien dengan sindrom metabolik daripada
untuk diabetes sendiri (19% vs 7%), khususnya pada wanita (27% vs 5%). Pasien dengan
sindrom metabolik juga pada peningkatan risiko untuk penyakit pembuluh darah perifer.

Diabetes mellitus type 2

Secara keseluruhan, resiko diabetes tipe 2 pada pasien dengan sindrom metabolik adalah
meningkat tiga sampai lima kali lipat3. Dalam FOS's 8-tahun tindak-lanjut dari laki-laki
setengah baya dan wanita, resiko populasi yang timbul untuk mengembangkan diabetes tipe 2
62% pada pria dan 47% pada wanita.

Keadaan-keadaan lain yang menyertai sindrom metabolik

Selain fitur-fitur khusus yang terkait dengan sindrom metabolik, resistensi insulin disertai
dengan perubahan metabolisme lainnya. Ini termasuk peningkatan apoB dan C III, asam urat,
faktor protrombotik (fibrinogen, plasminogen activator inhibitor 1), viskositas serum,
dimethylarginine asimetris, homosistein, jumlah sel darah putih, sitokin pro-inflamasi, CRP,
mikroalbuminuria, penyakit hati berlemak nonalkohol ( NAFLD) dan / atau steatohepatitis
alkohol (NASH), penyakit ovarium polikistik (PCOS), dan apnea tidur obstruktif (OSA).

Nonalkoholik fatty liver disease

Fatty liver adalah relatif umum. Namun, dalam NASH, akumulasi trigliserida baik dan hidup
berdampingan peradangan. NASH kini hadir di 2-3% dari populasi di Amerika Serikat dan
negara-negara Barat lainnya. Sebagai prevalensi kelebihan berat badan / obesitas dan
peningkatan sindrom metabolik, NASH dapat menjadi salah satu penyebab lebih sering dari
penyakit hati stadium akhir dan karsinoma hepatoseluler.

Hiperurisemia

Hyperuricemia mencerminkan defek dalam aksi insulin pada reabsorpsi tubular ginjal asam
urat, sedangkan peningkatan dimethylarginine asimetris, penghambat endogen oksida nitrat
sintase, berhubungan dengan disfungsi endotel. Mikroalbuminuria juga bisa disebabkan oleh
patofisiologi endotel diubah pada keadaan resisten insulin.
Sindrom ovarium polikistik

PCOS sangat berhubungan dengan sindrom metabolik, dengan prevalensi antara 40 dan 50%.
Wanita dengan PCOS yang 2-4 kali lebih mungkin untuk memiliki sindrom metabolik
dibandingkan dengan wanita tanpa PCOS.
Obstructive Sleep Apnea

OSA umumnya terkait dengan obesitas, hipertensi, meningkatkan sirkulasi sitokin, IGT, dan
resistensi insulin. Dengan asosiasi, maka tidak mengherankan bahwa sindrom metabolik sering
hadir. Apalagi bila biomarker resistensi insulin dibandingkan antara pasien dengan OSA dan-
berat kontrol cocok, resistensi insulin lebih parah pada pasien dengan OSA. tekanan udara
Continuous positif (CPAP) pengobatan pada pasien OSA meningkatkan sensitivitas insulin.

1.4 Menjelaskan tentang Penatalaksanaan Holistic Sindroma Metabolik

Manajemen awal sindrom metabolik melibatkan modifikasi gaya hidup, termasuk perubahan
dalam kebiasaan diet dan olahraga. Memang, ada bukti untuk mendukung gagasan bahwa diet,
olahraga, dan intervensi farmakologis dapat menghambat perkembangan sindrom metabolik
diabetes mellitus.

Pengobatan hipertensi harus dilanjutkan sesuai dengan rekomendasi dari Seventh Report of the
Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood
Pressure (JNC-7). Berdasarkan petunjuknya, untuk mencapai tujuan tekanan darah kurang dari
140/90 mm Hg atau, pada pasien memenuhi kriteria diagnostik untuk diabetes mellitus, kurang
dari 130/80 mm Hg.

Beberapa dokter menggunakan patokan 130/80 mmHg pada semua pasien dengan sindrom
metabolik, serta menggunakan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin
receptor blocker (ARB) daripada diuretik atau beta blockers jika pengobatan diindikasikan.

Penatalaksanaan Sindroma Metabolik

A. TERAPI NON-MEDIKAMENTOSA

Terapi diet
Terapi diet direncanakan berdasarkan individu. Hal ini bertujuan untuk membuat deficit
500 hingga 1000kcal/hari menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program penurunan berat
badan apapun. Sebelum menganjurkan deficit kalori sebesar 500 hingga kcal/hari sebaiknya diukur
kebutuhan energy basal dapat menggunakan rumus dari Harris-Benedict:
Laki-laki: B.E.E = 66.5 + (13,75 kg) + (5.003 cm) (6.775 age)
Perempuan: B.E.E = 655.1 + (9.563 kg) + 1.850 cm) (4.676 age)
Kebutuhan kalori total sama dengan BEE dikali dengan jumlah factor stress dan aktivitas.
Factor stress ditambah aktivitas berkisar dari 1.2 sampai lebih dari 2. Disamping pengurangan
lemak jenuh, total lemak seharusnya kurang dan sama dengan 30 persen dari total kalori.
Pengurangan persentase lemak dalam menu sehari-hari saja tidak dapat menyebabkan penurunan
berat badan, kecuali total kalori juga berkurang. Ketika asupan lemak dikurangi, prioritas harus
diberikan untuk mengurangi lemak jenuh. Hal tersebut bermaksud untuk menurunkan kolesterol-
LDL.

Aktivitas Fisik
Peningkatan aktivitas fisik merupakan komponen penting dari program penurunan berat
badan, walaupun aktivitas fisik tidak menyebabkan penurunan berat badan lebih banyak dalam
jangka waktu enam bulan. Kebanyakan penurunan berat badan terjadi karena penurunan asupan
kalori. Aktivitas fisik yang lama sangat membantu pada pencegahan peningkatan berat badan.
Keuntungan tambahan aktivitas fisik adalah terjadi pengurangan risiko kardiovaskular dan
diabetes lebih banyak dibandingkan dengan penguranan berat badan tanpa aktivitas fisik saja.
Aktivitas fisik yang berdasarkan gaya hidup cenderung lebih berhasil menurunkan berat badan
dalam jangka waktu panjang dibandingkan dengan program latihan yang terstruktur.
Untuk pasien obes, terapi harus dimulai secara perlahan, dan intensitasnya sebaiknya,
ditingkatkan secara bertahap. Latihan dapat dilakukan seluruhnya pada satu saat atau secara
bertahap sepanjang hari. Pasien dapat memulai aktivitas fisik dengan berjalan selama 30 menit
dengan jangka waktu 3 kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit
dengan jangka waktu 5 kali seminggu. Dengan regimen ini, pengeluaran energy tambahan
sebanyak 100 sampai 200 kalori per hari dapat dicapai. Regimen ini dapat diadaptasi kedalam
berbagai bentuk aktivitas fisik lain, tetapi jalan kaki lebih menarik karena keamananya dan
kemudahannya. Pasien harus dimotivasi untuk meningkatkan aktivitas sehari-hari seperti naik
tangga daripada naik lift. Seiring waktu, pasien dapat melakukan aktivitas yang lebih berat.

Terapi perilaku
Untuk mencapai penurunan berat badan dan mempertahankannya diperlukan suatu strategi
untuk mengatasi hambatan yang muncul pada saat terapi diet dan aktivitas fisik. Strategi yang
spesifik meliputi pengawasan mandiri terhadap kebiasaan makan dan aktivitas fisik, manajemen
stress, stimulus control, pemecahan masalah, contingency management, cognitive restructuring
dan dukungan social.

Terapi Nutrisi
Selalu merupakan tahap awal penatalaksanaan seseorang dengan dislipidemia, oleh karena
itu disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi. Pada dasarnya adalah pembatasan jumlah
kalori dan jumlah lemak. Pasien dengan kadar kolesterol LDL atau kolesterol total tinggi
dianjurkan untuk mengurangi asupan lemak jenuh, dan meningkatkan asupan lemak tidak jenuh
rantai tunggal dan ganda (mono unsaturate fatty acid = MUFA dan poly unsaturated fatty acid =
PUFA). Pada pasien dengan kadar trigliserida yang tinggi perlu dikurangi asupan karbohidrat,
alcohol dan lemak.
Komposisi Makanan untuk Hiperkolesterolemia
Makanan Asupan yang Dianjurkan
Total lemak 20-25% dari kalori total
Lemak jenuh <7% dari kalori total
Lemak PUFA sampai 10% dari kalori total
Lemak MUFA sampai 10% dari kalori total
Karbohidrat 60% dari kalori total (terutama KH kompleks)
Serat 30 gr per hari
Protein sekitar 15% dari total kalori
Kolesterol <200 mg/hari

Edukasi
Dokter - dokter keluarga mempunyai peran besar dalam penatalaksanaan pasien dengan
SindromMetabolik, karena mereka dapat mengetahui dengan pasti tentang gaya hidup pasien serta
hambatan - hambatan yang dialami mereka dalam usaha memodifikasi gaya hidup tersebut.

B. TERAPI MEDIKAMENTOSA
Obesitas
Dua obat yang dapat digunakan dalam menurunkan berat badan adalah subutramin dan
orlistat. Dengan mempertimbangkan peranan otak sebagai regulator berat badan, sibutramin dapat
dipertimbangkan dengan memperhatikan kemungkinan efek samping. Cara kerjanya di central
memberikan efek mengungi asupan energi melalui efek mempercepat rasa kenyang dan
mempertahankan pengeluaran energi setelah berat badan turun, dapat memberikan efek tidak
hanya penurunan berat badan namun juga mempertahankan berat badan yang sudah turun.
Demikian pula dengan efek metabolik, sebagai efek dari penurunan berat badan, pemberian
sibutramin setelah 24 minggu yang disertai dengan diet dan aktivitas fisik, memperbaiki
konsentrasi trigliserida dan kolesterol HDL.

Hipertensi
Beberapa studi menyarankan pemakaian ACE inhibitor sebagai lini pertama penyandang
hipertensi pada sindrom metabolik terutama bila ada DM. Angiotensin receptor blocker (ARB)
dapat digunakan apabula tidak toleran terhadap ACE inhibitor. Meski pemberian diuretik tidak
dianjurkan pada subjek dengan gangguan toleransi glukosa, namun pemberian diuretik dosis
rendah yang dikombinasi dengan regimen lain dapat lebih bermanfaat bila dibandingkan efek
sampingnya.
Gangguan toleransi glukosa
Tiazolidindion memiliki pengaruh yang ringan tetapi persisten dalam menurunkan tekanan
darah sistolik dan diastolik. Tiazolidindion dan metformin juga dapat menurunkan konsentrasi
asam lemak bebas. Dalam Diabetes Prevention Program, penggunaan metformin dapat
mengurangi progresi didabetes sebesar 31% dan efektif pada pasien muda dengan obes.

Dislipidemia
Apabila gagal dengan pengobatan non-farmakologis maka harus dimulai dengan
pemberian obat penurun lipid. Terapi dengan gemfibrozil tidak hanya memperbaiki profil lipid,
tetapi juga secara bermakna dapat menurunkan risiko kardiovaskular. NCEP-ATP III
menganjurkan sebagai obat pilihan untama adalah golongan HMG-CoA reductase inhibitor, oleh
karena sesuai dengan kesepakatan kadar kolesterol-LDL merupakan sasaran utama pencegahan
penyakit arteri koroner. Pada keadaan dimana kadar trigliserida tinggi misalnya > 400 mg/dl maka
perlu dimulai dengan golongan asam fibrat untuk menurunkan kadar trigliserida, oleh karena kadar
trigliserida yang tinggi dapat mengakibatkan pancreatitis akut. Apabila kadar trigliserida sudah
turun dan kadar kolesterol-LDL belum mencapai sasaran maka dapat diberikan pengobatan
kombinasi dengan HMG CoA reductase inhibitor. Kombinasi tersebut sebaiknya dipilih asam
fibrat fenofobrat jangan gemfibrosil. Dengan berkembangnya obat ombinasi dalam satu tablet
(fixed dose combination), maka pilihan obat akan mengalami perubahan. Sebagi contoh kombinasi
lovostatin dan asam nikotinik lepas lambat Niaspan) dikenal dengan Advicor telah dibuktikan jauh
lebih efektif dibandingakn dengan lovostatin sendiri atau asam nikotinik sendiri dalam dosis yang
tinggi. Kombinasi simvastatin dengan ezetimibe yaitu Vytorin, ternyata mempunyai efek lebih
dibandingkan dengan simvastatin dosis tinggi tunggal. Obat kombinasi dalam satu tablet mungkin
akan lebih banyak digunakan bagi mereka dimana kadar kolesterol-LDL harus sangat rendah atau
kolesterol-HDL perlu ditingkatkan.
Terapi bedah
Terapi bedah merupakan salah satu pilihan untuk menurunkan berat badan. Terapi ini
hanya memberikan pada pasien obesitas berat secara klinis dengan BMI 40 atau 35 dengan
kondisi komorbid. Terapi bedah ini harus dilakukan dengan alternative terakhir untuk pasien yang
gagal dengan farmakoterapi dan menderita komplikasi obesitas yang ekstrem. Bedah
gastrointestinal (restriksi gastric [banding vertical gastric] atau bypass gastric [Roux-en Y]) adalah
suatu intervensi penurunan berat badan pada subyek yang bermotivasi dengan resiko operasi yang
rendah. Suatu program yang terintegrasi harus dilakukan baik sebelum maupun sesudah untuk
memberikan panduan diet, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku serta dukungan social.

2. Memberikan Edukasi Cara Menghitung Kebutuhan Kalori pada Pasien Sindroma


Metabolik
2.1 Menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin, usia, berat
badan, tinggi badan, aktivitas fisik dan faktor stress, dengan metoda Broca dan Harris
Benedict

Jenis Kelamin : Laki-Laki


Berat Badan : 95 kg
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Umur : 26 tahun
Tinggi Badan : 175 cm

Metode Broca

Jenis aktivitas
Ringan Sedang Berat
Pegawai kantor Mahasiswa Pelaut
Pegawai toko Pegawai industri ringan Buruh
Guru Ibu rumah tangga Penari
Sopir Atlit
Sekertaris
Contoh : TB : 175 cm ; BB : 95 kg

BBI (Berat Badan Idaman)


Pria <160cm ; Wanita < 150 cm tak perlu dikurangi 10% atau dikali 90 %
(Tinggi Badan 100) 10% atau (Tinggi Badan 100) x 90 % :

(175 - 100) 10 % atau (175 100) x 90%


(75) 7,5 (75) x 90 %
67,5 67,5

BB normal = BB Idaman (BBI) 10% 67,5 10% 60,75 kg 74,25 kg

Berat badan pasien GEMUK (95kg)

Perhitungan Kalori :

Kalori Basal : 67,5 x 30 = 2025 dibulatkan 2000 kal


( Laki-laki : 30 kal/kg, Wanita 25 kal/kg )

Aktivitas :
Ringan : +20% x 2025 = 405 kal

Berat Badan:
Kegemukan : 20% x 2025 = - 405 kal +
Total Kebutuhan 2000 kal

Harris Benedict

Perempuan =655+(9,6xBB)+(1,8xTB)-(4,7xU)
Laki-laki =66+(13,7xBB)+(5xTB)-(6,8xU)
Keb Kal Total = Keb. Kal. Basal + Keb. Kal. Aktifitas + Keb. Kal. Resiko Penyakit

Keb Kal Aktifitas Keb Kal Resiko Penyakit

Ringan : 10-15% Ringan : 10-15%


Sedang : 20% Sedang : 20%
Berat : 30% Berat : >30%
Laki-laki = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)

Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)

Pada skenario:

Laki-laki = 66 + (13,7 x 95) + (5 x 175) (6,8 x 26)

66 + 1301,5 + 875 176,8

2065,7 kalori = 2100 kalori

2.2 Menjelaskan Presentase Komposisi Makronutrien Karbohidrat, Protein, Lemak, dan


Menerjemahkannya dalam Bentuk Gram

Distribusi Makanan
1. karbohidrat 60% = 60% x 1900kalori = 1140/4 gram = 285 gram
2. protein 15% = 15% x 1900kalori = 285/4 gram = 71 gram
3. lemak 25% = 25% x 1900kalori = 475/9 gram = 53 gram

Kebutuhan Makanan dalam Gram

Karbohidrat : 1gram = 4 kalori


Protein : 1gram = 4 kalori
Lemak : 1gram = 9 kalori

2.3 Menjelaskan Jumlah Gram Karbohidrat, Protein, Lemak dalam Bentuk Bahan
Makanan Menggunakan Daftar Komposisi Kahan Makanan Penukar (DKBM)

GOLONGAN 1 (Sumber Karbohidrat)


Satu satuan penukar mengandung:
40 g karbohidrat, 4 g protein, 175 kKalori
Bahan Makan URT Gram
Bengkuang 2 bj bsr 320 S+++
Bihun gls 50
Biskuit 4 bh bsr 40 Na+
Gadung 1 ptg 175 S++
Ganyong 1 ptg 185 S++
Gembili 1 ptg 185 S++
Havermout 5 sdm 45 S++
Jagung segar 3 bj sdg 125 S++
Kentang 2 bh sdg 210 K+
Kentang Hitam 12 bj 125 P-
Maizena 10 sdm 50 P-
Makaroni gls 50 P-
Mi basah 2 gls 200 Na+P-
Mi Kering 1 gls 50 Na+
Nasi Beras giling 3/4 gls 100
Nasi beras giling 3/4 gls 100
Nasir Ketan Hitam 3/4 gls 100
Nasi ketan putih 3/4 gls 100
Roti Putih 3 iris 70 Na+
Roti warna coklat 3 iris 70
Singkong 1 ptg 120 K+,P-,S+
Sukun 3 ptg sdg 150 S++
Talas bj sdg 125 S+
Tape beras ketan 5 sdm 100
Tape singkong 1 ptg sdg 100 S++,P-
Tepung Tapioka 8 sdm 50 K+,P-
Tepung beras 8 sdm 50
Tepung Hunkwee 10 sdm 50
Tepung sagu 8 sdm 50 P-
Keterangan:
Na+ = Natrium 200-400 mg
P- = Rendah Protein
S++ = Serat >6 g
K+ = Tinggi Kalium
S+ = Serat 3-6 g

GOLONGAN II (SUMBER PROTEIN HEWANI)


1. Rendah Lemak
Satuan penukar mengandung:
7 g Protein, 2 g Lemak, 50 kKalori
Bahan Makanan URT Gram

Babat 1 ptg sdg 40 Ko+ Pr+


Cumi-cumi 1 ekor kcl 45
Daging asap 1 lembar 20
Daging ayam tanpa kulit 1 ptg sdg 40
Daging kerbau 1 ptg sdg 35
Dendeng daging sapi 1 ptg sdg 15
Dideh sapi 1 ptg sdg 35
Gabus Kering 1 ptg sdg 10
Ikan asin kering 1/3 ekor bsr 15 Na+
Ikan kakap 1/3 ekor sdg 35
Ikan kembung 1/3 ekor sdg 30
Ikan lele ekor sdg 40
Ikan Mas 1/3 ekor sdg 45
Ikan Mujair 1/3 ekor kcl 30
Ikan Peda 1 ekor kcl 35
Ikan Pindang ekor sdg 35
Ikan segar 1 ptg sdg 40
Kepiting 1/3 gls 50
Kerang gls 90 Na+ Pr+
Lemuru 1 ptg 35
Putih Telur ayam 2 btr 65
Rebon kering 2 sdm 10
Rebon segar 2 sdm 45
Selar kering 1 ekor 20
Sepat kering 1 ptg sdg 20
Teri kering 1 sdm 15
Teri nasi 1/3 gls 20
Udang segar 5 ekor sdg 35 KO+
Keterangan:
Na+ = Natrium 200-400 mg
Ko+ = Tinggi Kolesterol
Pr+ = Tinggi Purin

2. Lemak Sedang
Satu satuan penukar mengandung:
7 g Protein, 5 g Lemak, 75 kKalori
Bahan Makanan URT Gram

Bakso 10 bj sdg 170


Daging anak sapi 1 ptg sdg 35
Daging domba 1 ptg sdg 40
Daging kambing 1 ptg sdg 40
Daging sapi 1 ptg sdg 35 Ko+
Ginjal sapi 1 ptg bsr 45 Ko+Pr+
Hati ayam 1 bh sdg 30 Pr+
Hati babi 1 ptg sdg 35 Ko+ Pr+
Hti sapi 1 ptg sdg 35 Ko+ Pr+
Otak 1 ptg bsr 60 Ko+ Pr+
Telur ayam 1 btr 55 Ko+
Telur Bebek asin 1 btr 50 Ko+
Telur penyu 2 btr 60
Telur puyuh 5 btr 55
Usus Sapi 1 ptg bsr 50 Ko+ Pr+
Keterngan:
Ko+ = Tinggi Protein
Pr+ = Tinggi Purin
3. Tinggi Lemak
Satu satuan penukar mengandung:
7 g Protein, 13 g Lemak, 150 kKalori
Bahan Makanan URT Gram

Bebek 1 ptg sdg 45 Pr-


Belut 3 ekor kcl 50 -
Corned Beef 3 sdm 45 Na+
Daging ayam dengan kulit 1 ptg sdg 55 Ko+
Daging babi 1 ptg sdg 50 Ko+
Ham 1 ptg kcl 40 Na++, Ko+, Pr+
Sardencis ptg sdg 35 Pr +
Sosis ptg 50 Na++
Kuning telur ayam 4 btr 45 Ko+
Telur bebek 1 btr 55 Ko+
Telur Ikan 1 ptg sdg 40 -
Keterangan:
Na+ = Natrium 200-400 mg
Na++ = Natrium >400 mg

GOLONGAN III (Sumber Protein Nabati)


Satu satuan penukar mengandung:
7 g Karbohidrat, 5 g Protein, 3 g Lemak, 75 kKalori
Bahan Makanan URT Gram

Kacang Hijau 2 sdm 20 S++

Kacang kedele 2 sdm 25 S+

Kacang merah 2 sdm 20 S+

Kacang mente 1 sdm 15 Tj+

Kacang tanah 2 sdm 15 S+, Tj+

Kacang tanah kupas 2 sdm 15 S+, Tj+

Kacang tolo 2 sdm 20

Keju kacang tanah 1 sdm 15 Tj+

Kembang tahu 1 lembar 20

Oncom 2 ptg kcl 40 S++

Pete segar gls 55


Tahu 1 bj bsr 110

Tempe 2 ptg sdg 50 S+

Sari dele bubuk 2 sdm 25

Keterangan:
S+ = Serat 3-6 g
S++ = Serat >6 g
Tj+ = Sumber Lemak Tidak Jenuh Tunggal
K+ = Tinggi Kalium
2.4 Menjelaskan Pembagian Frekuensi Makan Selama Satu Hari

Kebutuhan energi (kalori) 1900 kalori


Nasi (100 g) Lauk Sayur Buah Susu 1 gelas
atau (100 g)
penukarnya Ikan (40 g) Tempe(50g) 1 Atau
1 Penukar penukarnya
Atau Atau mangkok
penukarnya penukarnya mateng

Pagi 1 nasi 1x ikan x tempe 1mangkok - -

Selingan - - - - 1 buah -

Siang 2x nasi 1x ikan 1x tempe 1mangkok 1 buah -

Selingan - - - - 1 buah -

Malam 2x nasi 1x ikan 1x tempe 1mangkok 1 buah -

2.5 Menjelaskan Cara Menyusun Menu Sepanjang Hari

1. Hitung kebutuhan kalori sehari anda


2. Lihat kebutuhan bahan makanan sehari sesuai kebutuhan kalori anda
3. Buat tabel seperti berikut
Contoh Menu Sehari ...... Kalori
1 2 3 4 5 6
Waktu Bahan Makanan Penukar Gram URT Contoh Menu
Pagi ............... .. P karbohidrat ...... ...... - ..........
............... .. P hewani ...... ...... - ..........
............... .. P nabati ...... ...... - ..........
............... .. P sayuran ...... ...... - ..........
Selingan ............... .. P buah ...... ...... - ..........
Siang ............... .. P karbohidrat ...... ...... - ..........
............... .. P hewani ...... ...... - ..........
............... .. P nabati ...... ...... - ..........
............... .. P sayuran ...... ...... - ..........
............... .. P buah ...... ...... - ..........
Selingan ............... .. 1P buah ...... ...... - ..........
Malam ............... .. P karbohidrat ...... ...... - ..........
............... .. P hewani ...... ...... - ..........
............... .. P nabati ...... ...... - ..........
............... .. P sayuran ...... ...... - ..........
............... .. P buah ...... ...... - ..........

4. Pada tabel kolom 2: jenis bahan makanan


Kolom 3: jumlah penukar
Kolom 4 : berat bahan makanan dalam garam
Kolom 5 : banyaknya bahan makanan dalam ukuran rumah tangga
(URT)

5. Menu dirulis pada kolom 6


Menu sebaiknya:
a. Dalam satu hidangan satu saja yang berkuah
b. Dalam satu hidangan tidak lebih dari satu macam lauk yang digoreng atau dengan santan
sehingga penggunaan minyak tidak berlebihan, lauk selebihnya dimasak dengan sedikit
minyak seperti sup, tumis, kukus, panggang, bakar, dll
c. Sebaiknya penggunaan bahan makanan bervariasi sesuai dengan bahan makanan penukar
6. Makanan keluarga
Menu makanan disesuaikan dengan kesukaan keluarga. Jumlah makanan yang dimasak
tentunya sesuai dengan banyaknya anggota keluarga yang kebutuhan kalorinya berbeda-beda.
Untuk memudahkan perkiraan kebutuhan gizi setiap anggota keluarga sebaiknya potongan
bahan makanan dibuat sesuai besar porsi makanan penukar.
3. Memberikan Edukasi Tentang Olahraga kepada Pasien Sindroma Metabolik

3.1 Menjelaskan Manfaat Olahraga pada Sindroma Metabolik (berdasarkan biokimia dan
fisiologi tubuh manusia)
Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga,metabolisme tubuh
menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapannutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan
efisien. Bahkan, sejumlah riset telah membuktikan olahraga dapat menjadi pelindung terbaik
bagitubuh dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit.olahraga dapat membantu mencegah
dan mengobati penyakit :

1. Menurunkan tekanan darah : Melakukan aktivitas fisik dapat membantu menjaga pembuluh
arteri tetap sehat, dengan cara membersihkan dan menjaga aliran dalam pembuluh darah tetap
baik. Dalam sebuah penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 500 pria dan wanita berusia
40 sampai 60 tahun, para peneliti menemukan bahwa aktivitas fisik berbanding terbalik
dengan penumpukan progresif plak di arteri karotis.
Bahkan untuk orang-orang 20 yang bermain golf atau melakukan aktivitas sederhana seperti
berkebunselama satu atau dua hari dalam seminggu memiliki arteri yang lebih bersih
ketimbang mereka yang tidak melakukan aktivitas di waktu luang.
2. Membakar gula darah. Hasil riset para ilmuwan di Ceko menunjukkan bahwa melakukan
latihan kekuatan selama kurun waktu tiga bulan membantu meningkatan sensitivitas insulin
pada pria dengan resistensi insulin. Sebuah penelitian di Inggris menegaskan bahwa efek
latihan dapat menurunkan risiko gangguan sindrom metabolik.
3. Mengendalikan berat badan. Dengan berolahraga, kalori akan terbakar sehingga akan
kehilangan lemak atau setidaknya tak mengalami kenaikan berat badan. Sebuah riset
menunjukkan, olahraga bermanfaat bagi orang gemuk.
Mereka yang punya indeks massa tubuh (BMI) 41 (obesitas berat) dan mampu menurunkan
7% bobotnya lewat olahraga teratur, mengalami penurunan tekanan darah dan trigliserida
hingga kembali normal.
Peradangan pada pembuluh darah mereka juga turun antara seperempat dan sepertiga,
meskipun rata-rata BMI-nya masih di angka 38 (masih terlalu tinggi).Sejumlah penelitian
telah mengkonfirmasikan bahwa seseorang tidak harus kurus untuk menjadi sehat secara fisik.

4. Pangkas kolesterol total. Efek paling penting dari berolahraga adalah untuk meningkatkan
kadar kolesterol "baik", sehingga mengurangi kadar kolesterol total. Hasil tinjauan dari
beberapa studi internasional menunjukkan, menambahkan olahraga pada program diet
penurunan berat badan tidak hanya menaikkan kolesterol HDL, tetapi juga meningkatkan
manfaat program pelangsingan serta menurunkan trigliserida dan tekanan darah.

5. Mengurangi detak jantung. Pada keadaan normal, jantung manusia berdetak sebanyak 70
sampai 75 kali per menit. Tetapi untuk orang-orang yang aktif secara fisik, jantung mereka
dapat memompa darah di dalam tubuh hanya dengan 50 ketukan

3.2 Menjelaskan Jenis dan Pengaturan Olahraga yang Sesuai pada Pasien Sindroma
Metabolik
Melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang lebih banyak. Olagraga dapat membantu
kadar gula darah tetap dalam kondisi normal. Olahraga yang cocok untuk penderita sindroma
metabolik adalah olahraga yang ber-ritme, maksudnya gerakan dilakukan berulang-ulang seperti
lari, jalan kaki, bersepeda, berenang, dll. Selain itu olahraga harus dilakukan secara continue,
maksudnya jika anda memutuskan untuk olahraga lari selama 30 menit, maka dalam waktu 30
menit tersebut anda disarankan untuk tidak beristirahat. Agar anda bisa melakukan olahraga secara
continue lakukan dengan selang seling misalnya jalan cepat diselingi dengan jalan lamban, hal ini
untuk mengatur stamina anda agar anda bisa melakukan olahraga tersebut selama 30 menit.
Pengguna insulin akan lebih efisien sampai 70 jam setelah olahraga, sehingga untuk
penderita sindrom metabolik dianjurkan untuk berolahraga 3-4 kali seminggu.
Latihan fisik yang dianjurkan antaralain;
Pasien hendaklah diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan derajat aktifitas
fisiknya secara teratur dalam jangka panjang.
Kombinasi latihan fisik aerobik dan latihan fisik menggunakan beban merupakan
pilihan terbaik.
Penggunan dumbbell ringan dan elastic exercise band merupakan pilihan terbaik
untuk latihan dengan menggunakan beban.
Jalan kaki dan jogging selama 1 jam perhari juga terbukti dapat menurunkan lemak
viseral secara bermakna pada laki-laki tanpa mengurangi jumlah kalori yang
dibutuhkan.
4. Memberikan Edukasi tentang Ajaran Islam Perihal Makanan yang Halal dan Baik
4.1 Menjelaskan tentang Makanan yang Halal dan Haram

Makanan yang Halal


Halal artinya boleh, jadi makanan yang halal ialah makanan yang dibolehkan untuk
dimakan menurut ketentuan syariat Islam. segala sesuatu baik berupa tumbuhan, buah-buahan
ataupun binatang pada dasarnya adalah hahal dimakan, kecuali apabila ada nash Al-Quran atau
Al-Hadits yang menghatamkannya. Ada kemungkinan sesuatu itu menjadi haram karena memberi
mudharat bagi kehidupan manusia seperti racun, barang-barang yang menjijikan dan sebagainya.
Allah berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan
kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu
menyembah. (QS. Al-Baqarah : 17)
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. (QS. Al-
Baqarah : 168).
Menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang
mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka
segala yang buruk. (QS. Al-Araf : 157)
Dari Abu Hurairah RA. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda
Sesungguhnya Allah SWT adalah Zat Yang Maha Baik, tidak mau menerima kecuali yang
baik, dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mumin sesuai dengan apa
yang diperintahkan kepada para Rasul.
Allah Taala berfirman
Hai para Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang sholeh.
Allah Taala berfirman
Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepada
kamu sekalian. (HR. Muslim)

Berdasarkan firman Allah dan hadits Nabi SAW, dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis makanan
yang halal ialah :
1. Semua makanan yang baik, tidak kotor dan tidak menjijikan.
2. Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
3. semua makanan yang tidak memberi mudharat, tidak membahayakan kesehatan jasmani
dan tidak merusak akal, moral, dan aqidah.
4. Binatang yang hidup di dalam air, baik air laut maupun air tawar.

Makanan yang Haram


Haram artinya dilarang, jadi makanan yang haram adalah makanan yang dilarang oleh
syara untuk dimakan. Setiap makanan yang dilarang oleh syara pasti ada bahayanya dan
meninggalkan yang dilarang syara pasti ada faidahnya dan mendapat pahala.
Yang termasuk makanan yang diharamkan adalah :
1. Semua makanan yang disebutkan dalam firman Allah surat Al-Maidah ayat 3 dan Al-
Anam ayat 145 :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk,
dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan
(diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah : 3)
Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu
yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu
bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor
atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan
terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka
sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Anam : 145)
Catatan :
semua bangkai adalah haram kecuali bangkai ikan dan belalang.
semua darah haram kecuali hati dan limpa.
2. Semua makanan yang keji, yaitu yang kotor, menjijikan.
Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala
yang buruk. (QS. Al-Araf : 157)
3. Semua jenis makanan yang dapat mendatangkan mudharat terhadap jiwa, raga, akal,
moral dan aqidah.
Katakanlah: Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau
pun yang tersembunyi (akibatnya), dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa
alasan yang benar. (QS. Al-Araf : 33).
4. Bagian yang dipotong dari binatang yang masih hidup.
Sabda Nabi SAW : Daging yang dipotong dari binatang yang masih hidup, maka yang
terpotong itu termasuk bangkai. (HR. Ahmad)
5. Makanan yang didapat dengan cara yang tidak halal seperti makanan hasil curian,
rampasan, korupsi, riba dan cara-cara lain yang dilarang agama.
4.2 menjelaskan tentang jenis, pengaturan dan cara makan yang baik sesuai ajaran islam
1. Larangan Menggunakan Piring/Gelas Dari Emas Dan Perak
Islam melarang keras penggunaan piring atau gelas dari emas dan perak untuk makan dan minum.
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :


Artinya : "Dan janganlah kalian minum dari gelas emas atau perak, dan jangan (pula) makan
menggunakannya. bahwa itu (piring/gelas dari emas dan perak) untuk mereka (non-muslim)
didunia dan untuk kita diakherat." (HR Bukhori, Muslim, Ahmad, At-tirmidzi, An-Nasai, Abu
Daud dan Ibnu Majah)

2. Larangan Makan dan Minum Dengan Posisi Bersandar


Diriwayatkan dari Abu Juhaifah berkata :

- - :

Artinya : "Aku pernah bersama Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- ketika beliau berkata
kepada seseorang yang bersamanya juga : Aku tidak makan dalam posisi bersandar." (HR Bukhori,
Ahmad, At-tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah)
Ibnu Hajar menjelaskan maksud bersandar dalam hadist diatas : Macam-macam maksud bersandar
seperti dalam hadist diatas diantaranya adalah bersandar ditangan dengan posisi badan miring. juga
duduk dengan bersandarkan tangan kiri.

3. Mendahulukan Makan Dari Pada Sholat Ketika Makanan Telah Siap


Ketika hidangan makanan telah siap dan iqomah sholat telah dikumandangkan, maka dahulukan
makan dari pada sholatnya sesuai dengan sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :
Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :


Artinya : "Jika telah siap hidangan makan malam untuk kalian dan (juga) telah dikumandangkan
iqomah sholat, maka mulailah dengan makan malam dan jangan terburu-buru sampai selesai (dari
makan malam)." (HR Bukhori, Muslim, Ahmad, At-thirmidzi, Abu Daud, Ad-Darimi dan An-
Nasai)

4. Membaca Basmalah Sebelum Makan Dan Minum, Hamdalah Setelahnya


Termasuk dari adab makan dan minum adalah membaca basmalah sebelum makan dan minum,
dan membaca hamdalah setelahnya. diriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah berkata :
- - -

- :

Artinya : "Ketika aku masih kecil dalam didikan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-. dan
tanganku mengambil makanan dari segala sisi piring. maka berkata kepadaku Rosulullah -
sholallahu 'alaihi wasallam- : wahai anak. bacalah basmalah, dan makanlah dengan tangan
kananmu, dan makanlah apa yang dekat darimu." (HR Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Daud dan
Ibnu Majah)
Dan membaca hamdalah setelah makan atau minum, sesuai dengan sabda Rosulullah -sholallahu
'alaihi wasallam- :


Artinya : "Barang siapa yang setelah makan membaca Alhamdulillahil ladzi ad'amani hadza wa
rozaqanihi min ghoiri haulin minni wala quwwah maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR At-Tirmidzi. Al-Albani berkata : hadist hasan)

5. Makan Dan Minum Dengan Tangan Kanan


Menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum, dan Islam melarang untuk menggunakan
tangan kanan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan menggunakan tangan
kiri." (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)

6. Memakan Makanan Dari Yang Terdekat


Termasuk adab makan dan minum yang diajarkan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- adalah
memakan makanan dari yang terdekat. sebagaimana sabda beliau kepada Umar bin Abi Salamah
diatas.

7. Disunahkan Memakan Makanan Setelah Panasnya Berkurang


Ketika hidangan itu masih panas, disunahkan untuk menunggunya sejenak sampai berkurang
panasnya. berdasarkan hadist yang diriwayatkan dari Asma' binti Abi Bakar -radhiallahu 'anhuma-
:

) ( :
" "
Artinya : "Bahwa ketika dia (Asma' binti Abi Bakar) menyiapkan bubur, kemudian dia
menutupnya sampai berkurang panasnya. dia berkata : aku pernah mendengar dari Rosulullah -
sholallahu 'alaihi wasallam- berkata : Begitu adalah lebih besar berkahnya." (HR Ad-Darimi dan
Ahmad)
An-Nawawi menjelaskan : bahwa yang demikian itu lebih besar berkahnya karena ketika panasnya
telah berkurang, seseorang akan terhindar dari bahaya memakan makanan yang panas. sehingga
tidak sakit dan kuat untuk mengamalkan ketaatan kepada Allah.

8. Tidak Mencela Makanan


Memakan makanan yang disukai dan tidak mencela makanan ketika makanan itu tidak kita sukai.
sebagaimana yang dipraktekkan Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- dalam hadist berikut :

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- tidak pernah mencela makanan sama sekali.
jika beliau mau maka beliau memakannya, dan jika tidak makan beliau meninggalkannya." (HR
Bukhori, Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi)

9. Tidak Meniup Pada Air Minum


Pada saat air minum masih panas, dibenci untuk meniupnya agar cepat dingin. disarankan untuk
menunggunya sampai dingin dengan sendirinya. berdasarkan larangan dalam sabda Rosulullah -
sholallahu 'alaihi wasallam- berikut :

Artinya : "Jika salah seorang dari kalian hendak minum, maka jangan meniup ke (air) dalam
bejana." (HR Bukhori, Muslim dan Ahmad)
10. Tidak Minum Langsung Dari Mulut Teko
Jika hendak minum, hendaklah menuangkan air ke gelas terlebih dahulu. dan tidak minum
langsung dari mulut teko. Karena Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- melarang akan hal
demikian.

Artinya : "Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- melarang minum langsung dari mulut ceret
atau teko." (HR Bukhori dan Ahmad)

11. Disunahkan Untuk Makan Bersama


Disunahkan berkumpul ketika ingin makan. makan bersama akan menambah berkah. lebih banyak
yang kumpul, maka lebih banyak berkahnya juga. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallah bersabda
:

Artinya : "Makanan satu orang cukup untuk dua orang, dan makanan dua orang cukup untuk empat
orang, dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang." (HR Muslim, Ahmad dan At-
Tirmidzi)
Beliau juga bersabda :

Artinya : "Berkumpulkan ketika makan dan bacalah nama Allah maka Allah akan memberkati
kalian dalam makanan itu." (HR Abu Daud dan Ahmad)

12. Tidak Berlebihan Dalam Makan Dan Tidak Juga Kekurangan


Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- menasehati untuk bijak dalam segala hal, termasuk dalam
makanan. setiap orang harus mengkira-kira seberapa banyak yang dia butuhkan agar tidak
berlebihan dan juga tidak kekurangan. Dalam hadist, Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-
bersabda :

Artinya : "Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk nafas." (HR
At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

13. Haram Duduk Pada Tempat Makan Yang Ada Minuman Kerasnya
Cara / Etika Makan
Berdoa dan niat makan agar memiliki energi untuk melakukan ibadah.
Dengan membaca basmalah, Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, bahkan lebih
sempurnanya dengan berwudhu.
Makan makanan yang halal dan baik (thayyib), dilarang makan-makanan yang haram, baik
dari jenisnya atau dari cara mendapatkannya
Memakan makanan yang baik lagi bersih, tidak makan makanan yang kotor dan tidak
tertutupi
Makan dengan tangan kanan dengan memakai tiga jari (untuk jenis makanan yang cukup
hanya dengan menggunakan tiga jari) dan memakai sendok jika belum mencucinya
Jika makan bersama, makan makanan yang berada terdekat dengan tempat duduk dengan
tidak memanjangkan tangan untuk mengambil yang ada di dekat orang lain.
Menyedikitkan atau mengecilkan suapan ke dalam mulut dan sempurna dalam
mengunyahnya serta tidak menyendok (mengambil suapan) lagi kecuali telah habis suapan
sebelumya
Tidak meniup makanan yang panas dan tidak juga makan makanan yang terlalu dingin atau
terlalu panas.
Hendaknya makan dalam posisi duduk tegak, tidak berdiri atau posisi miring, tdk tiduran,
atau berbaring.
Tidak mencela makanan, karena makanan itu adalah nikmat Allah.
Tidak menghamburkan atau menyia-nyiakan nikmat Allah walau hanya sedikit, senantiasa
menjaganya, dan hendaknya tidak membuang makanan seenaknya dengan menyisakan
makanan serta tidak membuangnya ke tempat sampah
Hendaknya tidak tertawa dan terbahak-bahak ketika makan atau mengejek seseorang
Hendaknya tidak langsung tidur sehabis makan, mandi, atau langsung beraktifitas, bekerja
atau belajar kecuali setelah istirahat beberapa saat.
Bersyukur dan berdoa kepada Allah setelah makan

5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu, termasuk
makan besar dan selingan

Tn. B, 26 tahun. Tinggi badan 175 cm. Berat badan 95 kg.

RUMUS HARRIS BENEDICT


Laki-laki = 66 + (13,7xBB) + (5xTB) (6,8xU)
= 66 + (13,7x95) + (5x175) (6,8x26)
= 66 + 1.301,5 + 875 176,8
KKBasal = 2.065,7
KKTotal = KKBasal + aktivitas (pegawai kantor = ringan =10%)
= 2.065,7 + (10%x2.065,7)
= 2.065,7 + 206,57
= 2.272,27 kalori
RUMUS BROCA
BB x Aktivitas
BB Normal / Idaman = TB 100
= 175 100
= 75 kg
Tn. A BB = 95 kg = gemuk
Aktivitas = pegawai kantor = ringan
Gemuk dan pegawai kantor = 25

95 x 25 = 2.375 kalori
Dibulatkan 2.400 kalori

Makan pagi pukul 07.00


Nasi/penukarnya 100 gram 1 gelas
Daging ayam/penukarnya 40 gram 1 potong sedang
Tempe/penukarnya 50 gram 1 potong sedang
Sayur matang 1 mangkok
Mangga 1 potong sedang
Susu 1 gelas
Snack pagi pukul 10.00
Pepaya/penukar 1 potong sedang
Makan siang pukul 12.00
Nasi/penukarnya 100 gram 3 gelas
Ikan/penukarnya 40 gram 1 potong sedang
Tahu/penukarnya 50 gram 1 potong sedang
Sayur matang 1 mangkok
Apel 1 potong sedang
Snack sore pukul 15.00
Semangka/penukar 1 potong sedang
Makan malam pukul 19.00
Nasi/penukarnya 100 gram 2 gelas
Daging sapi/penukarnya 40 gram 1 potong sedang
Tempe/penukarnya 50 gram 1 potong sedang
Sayur matang 1 mangkok
Melon 1 potong sedang
DAFTAR PUSTAKA

Sudoyo, Aru W, dkk. (eds.). (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 5. Jilid 3. Jakarta

: Interna Publishing.

Sugondo, Sidartawan. Sindrom Metabolik dalam Buku Ajar Penyakit Dalam. 2006: pg 1871-

18721

Al-Asyhar. Bahaya Makanan dan Minuman bagi Kesehatan Jasmani dan Kesucian Rohani.

2003.

Bethene, Ervin. Prevalence of Metabolic Syndrome Among Adults 20 Years of Age and Over,

by Sex, Age, Race and Ethnicity, and Body Mass Index: Unired States, 2003-2006. 2009.

Division of Health and Nutrition Examination Surveys

Kasiman S. pengaruh Makanan Pada Sindrom Metabolik. J Kardiol Indones. 2011;32: 24-26