Anda di halaman 1dari 8

Live Positively :)

Kementerian Lingkungan Hidup


Kesling Indonesia
poltekkes-jogja
Yogyakarta
My Facebook

Search ...

Translate
Powered by Translate
undefined
undefined
PENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN MEMBUAT SUMUR BOR JETTING
hasna' knr

DASAR TEORI

Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang
tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi
semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan
menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang
berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan
tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian
besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. Dari segi
klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan
erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda
pada satu lokasi dengan lokasi yang lain.

Berikut ini akan dikemukakan lapisan tanah. Tanah biasanya terdiri dari beberapa
lapisan, secara garis besar lapisan tanah, yakni:1. Lapisan Tanah AtasLapisan ini
tebalnya antara 10-30 cm, warnanya coklat sampai kehitam-hitaman, lebih gembur
yang biasanya disebut tanah olah atau tanah pertanian. Lapisan ini merupakan
tempat pertumbuhan tanaman yang utama. Disini hidup dan berkembang biak
semua jasad hidup tanah dan merupakan lapisan tanah yang tersubur. Warna
hitam/coklat dan suburnya tanah disebabkan oleh bunga tanah (yaitu campuran sisa
tumbuh-tumbuhan dan hewan yang telah mati dan membusuk di dalam lapisan
tanah atas).2. Lapisan Tanah Bawah
Lapisan ini tebalnya antara 50-60 cm, jadi tebal daripada lapisan tanah atas.
Warnanya kemerah-merahan, lebih terang atau lebih muda, dan lebih padat, maka
sering disebut tanah cadas (padas) atau tanah keras. Umumnya kandungan zat
makanan tanaman sangat sedikit. Itu saja hanya terdapat pada lapisan yang
berdekatan dengan lapisan tanah atas. Disini kegiatan jasad hidup berkurang,
demikian juga perakaran tanaman. Kecuali tanaman yang berumur panjang
(tahunan) yang mempunyai akar tunggang yang dalam.3. Lapisan Bahan Induk
TanahDi bawah lapisan tanah kedua (tanah bawah), terdapat suatu lapisan yang
menyolok warnanya: kemerah-merahan atau kelabu keputih-putihan lapisan ini
disebut bahan induk tanah, karena merupakan asal atau induk dari lapisan tanah
bawah. Lapisan ini dapat dipecah dan dirubah dengan mudah, tetapi sukar ditembus
oleh akar. Di lereng-lereng gunung lapisan ini sering kelihatan dengan jelas, dimana
lapisan diatasnya telah hilang atau hanyut oleh air hujan. Maka tanah demikian itu
sukar diolah dan umumnya sangat kerdil tidak banyak mengandung zat-zat
makanan.4. Lapisan Batuan Induk
Di bawah lapisan bahan induk tanah terdapat lapisan yang keempat, yang biasanya
disebut bahan induk. Masih merupakan batuan pejal, belum mengalami proses
pemecahan, inilah merupakan bahan induk tanah yang mengalami perubahan
beberapa proses dengan makan waktu yang sangat lama. Bahan ini jauh lebih
dalam, maka jarang kelihatan pada permukaan tanah.Air tanah adalah air yang
terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah
merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan
kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit
dilakukan. Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang
sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan
baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan
industri. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah
mencapai 70%.

Macam-macam lapisan air tanah adalah :

1. Air tanah dangkal (Air Freatis)/ Aquiver tidak tertekan


Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari
permukaan tanah. Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya.
Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan
jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata
air. Air tanah dangkal, umumnya berasosiasi dengan akuifer tak tertekan, yakni yang
tersimpan dalam akuifer dekat permukaan hingga kedalaman (tergantung
kesepakatan)15 sampai 40 m.
2. Air tanah dalam (Air Artesis)/ Aquiver tertekan
Air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan
kedap air. Lapisan di antara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer.
Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami
air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air
artesis. Air artesis dapat dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur
pengeborannya disebut sumur artesis. Air tanah dalam umumnya bebas bakteri
patogen, kualitas fisiknya selalu jernih sebagai hasil filtrasi tanah. Air tanah dalam,
umumnya berasosiasi dengan akuifer tertekan, yakni tersimpan dalam akuifer pada
kedalaman lebih dari 40 m (apabila kesepakatan air tanah dangkal hingga
kedalaman 40 m).
Air sumur artesis dapat memancar sendiri melewati lubang pengeboran. Sumur
artesis yang airnya dapat memancar sendiri disebut sumur artesis positif. Di lain
pihak, bila hasil pengeboran ternyata tekanan air tidak memancarkan air dalam
lubang pengeboran disebut sumur artesis negatif.

ALAT DAN BAHAN YANG DI GUNAKAN

No. Nama dan Spesifikasi Alat Jumlah


1 Mata bor (rock core bit) 4 1 buah
2 Pipa pemboran 1,8 m 6 batang
3 Mesin penghisap dan penyambung air 5 PK 1 set
4 Swivel head 1 buah
5 Slang penghantar air 2 5 meter
6 Slang penghisap air 3 5 meter
7 Saringan slang penghisap 1 buah
8 Klem pengikat slang 4 buah
9 Kunci pipa (kunci trimo) 3 buah
10 Kunci pipa (kunci rantai) 1 buah
11 Ember plastik 5 liter 1 buah
12 Linggis 1 buah
13 Cangkul 3 buah
14 Pompa Submarsible
15 Genset
16 Selang plastik 1 2 buah
17 Pipa PVC 4 3 buah
No. Nama Bahan dan Spesifikasinya Jumlah
1 Bahan bakar mesin pemboran (Premium) 10 liter
2 Air secukupnya

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN SUMUR BOR

Pembuatan sumur bor dapat dilakukan dengan memakai berbagai macam


alat bor. Pemilihan jenis alat bor yang akan dipakai biasanya ditentukan berdasarkan
pada keadaan air tanah, formasi batuan dan tenaga pelaksana yang tersedia.
1. Persiapan
a) Menentukan titik pengeboran dan sumber air.
b) Menyiapkan semua perkakas dan perlengkapan di dekat lokasi pemboran yang
sudah ditentukan.
c) Gali dengan linggis lubang yang berdiameter 1,25 m dan dalam 0,5 m.
d) Buat kolam penampungan air dengan ukuran 75 cm x 75 cm dan dalam 50 cm.
Kolam ini dipergunakan untuk menampung air sisa pengeboran. Kemudian air yang
ditampung tadi dipergunakan untuk mengebor lagi. Hal ini dimaksudkan untuk
menghemat pemakaian air.
e) Buat kolam lagi yang agak kecil, diantara lubang sumur dengan kolam
penampungan, untuk pengendapan lumpur dan pemeriksaan lapisan tanah.
f) Pasanglah mata bor pada salah satu ujung pipa bor, ujung yang lain dipasang
swivel head, kemudian pasanglah slang penghantar pada swivel head sedang ujung
slang lainnya dipasang pada mesin pompa. Pasang slang penghisap pada mesin
pompa dan ujung slang yang masuk ke dalam air dipasang saringan. Masukkan
slang yang sudah dipasang saringan ke dalam sumber air (kolam). Sebelum mesin
pompa dihidupkan, isi dahulu pompanya dengan air dan periksa dulu oli dan bahan
bakarnya.
g) Pipa bor yang sudah ada mata bornya dan sudah dipasang pada swivel head
diangkat, masukkan pada lubang pendahuluan.
2. Pelaksanaan
a) Mesin pompa dihidupkan, setelah menghisap air dan masuk ke pipa bor melalui
swivel head, dengan memakai kunci trimo atau alat pemutar lainnya pipa bor
diputar-putar searah dengan jarum jam sambil agak ditekan ke bawah. Air yang
keluar dari lubang pemboran ditampung pada kolam penampungan. Lumpur dan
batuan yang terbawa oleh air pemboran akan mengendap pada kolam
penampungan yang pertama, dan dari lumpur dan batuan itu kita dapat melihat
lapisan tanahnya.
b) Dengan adanya putaran-putaran, tekanan-tekanan, dan semburan-semburan air
maka pipa bor akan turun sedikit demi sedikit.
c) Setelah pipa bor yang pertama masuk maka disambung dengan pipa bor
berikutnya, pada waktu itu mesin pompa dimatikan.
d) Pemboran dimulai lagi, demikian seterusnya sampai mencapai kedalaman air tanah
yang kita kehendaki. Selama pemboran selalu diperhatikan jenis-jenis tanah yang
keluaruntuk pengecekan kedalaman kembali, serta untuk mengetahui lapisan yang
mengandung air yang baik.
e) Kalau diperkirakan sudah mencapai lapisan air tanah, pemboran di akhiri.
Pemompaan diteruskan untuk membersihkan lubang sumur sampai air kurasan
yang keluar tidak mengandung lumpur lagi.
f) Swivel head dibuka, kemudian pipa bor dicabut dan siaplah lubang sumur untuk
penyelesaian selanjutnya.
g) Menyiapkan casing yang akan dipasang pada lubang pengeboran. Casing sebelum
di pasang di buat lubangan dua berhadap-hadapan tapi terpisah dari ujung pipa atas
sampai ujung pipa bawah dengan menggunakan gergaji pipa n lubang-lubang
tersebut di gergaji miring bukan lurus agak tidak saling bertemu antara lubang kanan
dan kiri, atau agar tidak putus.

Label: Pengabdian Masyarakat


0 Responses

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)

Berbagi Widget

Player

divine-music.info
Mengenai Saya

hasna' knr
Manusia itu diciptakan memang bukan untuk menjadi yang sempurna, tapi kita harus
belajar dari ketidaksempurnaan kita itu sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik
dan bermanfaat bagi orang lain
Lihat profil lengkapku

Labels
All Abaout Hasna' (5)
Hiperkes K3 (1)
klinik sanitasi (1)
makmin (1)
Mari Berhijab :) (2)
Mikrobiologi (1)
Pengabdian Masyarakat (1)
Pengendalian Vektor (1)
Penyehatan Udara (1)
Peraturan (1)
Praktik Kawasan Pemukiman (1)
PTPSP (2)
Semangat KTI :) (1)

My Familly :)

my friends
BFF

Kangen masa-masa ini :)

viewer
191791

my facebook

Hasna' Kurnia Nova Rosda Buat Lencana Anda

Blog Archive
2014 (4)

2013 (5)

2012 (9)
o Desember (9)
Kunjungan Pembuatan Biogas
Praktik Lingkungan Permukiman di Kawasan Puskesma...
Tahukah Anda Akibat Pencemaran gas CO2 dan gas CO ...
Peraturan Tentang Limbah B3
Sumber-sumber sampah dan pengaruhnya
Tahukah Anda Tentang Insfeksi Saluran Pernafasan A...
PENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN MEMBUAT SUMUR
BOR JET...
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Sebagai Bahan Pembua...
Ngumpulin Proposal mini KTI yuuuukkkk... :)

2010 (1)

Google+ Badge

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Langganan
Postingan
Komentar

Google+ Followers
Live Positively :) Bloggerized by FalconHive | Wordpress Templates Sponsored by
Blogger Styles
-

Popkpokp;;pkp;;;;o;oo;kookp;opppppppppppppppppppppppppp