Anda di halaman 1dari 11

UNIVERSITAS INDONESIA

Metanol dan Penggunaannya sebagai Produk Antara dan


Produk Akhir

Disusun Oleh :
Wahyu Riansyah (1006679945)

FAKULTAS TEKNIK
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
DEPOK
2013
Metanol Tugas Petrokimia

A. Metanol
1. Pengertian
Metanol merupakan senyawa hidrokarbon dengan gugus fungsi berupa
hidroksil (OH) yang termasuk ke dalam golongan alkohol. Senyawa ini
adalah bentuk alkohol yang paling sederhana dengan rumus molekul
CH3OH. Metanol juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau
spiritus.
Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu
merupakan produk samping dari distilasi kayu. Saat ini metanol dihasilkan
melului proses multi tahap. Secara singkat, gas alam dan uap air dibakar
dalam tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida;
kemudian, gas hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan
tinggi dengan bantuan katalis untuk menghasilkan metanol.

2. Sifat Fisika dan Sifat Kimia Metanol


Pada keadaan ruangan biasanya metanol berbentuk cairan yang tidak
berwarna. Berikut ini merupakan beberapa sifat fisika dan kimia dari
metanol.
Titik lebur -970C
Titik didih 64.70C
Massa molar 32.04 g/mol

Densitas 0.79 g/cm3
Viskositas 0.59 mPa.s pada 200C
pKa 15.5
Mudah terbakar
Larut di dalam air dan juga pelarut organik
Sangat beracun
Dapat menyebabkan kebutaan ketika terpapar ke mata
Meskipun merupakan senyawa organik, metanol ternyata dapat larut di
dalam air. Hal ini dikarenakan adanya gugus (OH) yang menyebabkan
metanol menjadi sedikit polar sehingga dapat larut di dalam air. Selain
larut di dalam air, metanol juga masih bersifat sebagaimana senyawa

Wahyu Riansyah 1
Metanol Tugas Petrokimia

organik lainnya yaitu larut di dalam pelarut organik. Gugus hidroksil ini
juga menyebabkan metanol dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air
sehingga campuran antara metanol dengan air terkadang menjadi sulit
untuk dipisahkan.
Mengingat sifatnya yang mudah terbakar, metanol terkadang
dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan. Namun dengan nilai pKa
yang sangat kecil, metanol menjadi salah satu asam lemah. Dengan sifat
asam ini, metanol bersifat korosif terhadap logam. Korosifitas dari
metanol ini nantinya akan menjadi masalah terkait dengan penggunaannya
sebagai bahan bakar untuk kendaraan.

B. Proses Pembuatan Metanol


Secara garis besar metanol dibuat dari reaksi antara syn gas yaitu CO dan H2.

Dewasa ini metanol diproduksi dalam skala industri terutama berdasarkan


perubahan katalitik dari gas sintesa (catalityc conversion of synthesis gas).
Berdasarkan tekanan yang digunakan proses pembuatannya dibagi menjadi:

1. Proses tekanan tinggi


Pada proses ini pembuatan metanol dioperasikan pada tekanan 300 bar,
menggunakan katalis krom oksida seng oksida untuk perubahan katalitik
dari CO dan CO2 dengan H2 menjadi metanol pada suhu 320 sampai 4000C.
Kekurangan proses ini adalah mahalnya komponen yang diperlukan untuk
tekanan tinggi, biaya energi yang lebih tinggi, serta biaya peralatan yang
relatif cukup tinggi.

2. Proses tekanan rendah


Pada proses ini tekanan yang digunakan ialah 50-150 bar dan suhu 200
5000C. Jenis katalis yang digunakan ialah dasar tembaga (copper based
catalyst). Keunggulan dari proses ini adalah biaya investasi yang lebih

Wahyu Riansyah 2
Metanol Tugas Petrokimia

rendah,biaya produksi yang lebih rendah, kemampuan operasi yang lebih baik
dan lebih fleksibel dalam penentuan ukuran pabrik.
Berdasarkan perbandingan dua proses di atas maka proses tekanan rendah
dengan pertimbangan sebagai berikut:
Biaya investasi yang relatif rendah.
Biaya produksi yang lebih rendah.
Kemampuan operasi yang lebih baik.
Lebih fleksibel dalam penentuan ukuran pabrik.
Proses-proses yang menggunakan tekanan rendah antara lain adalah sebagai
berikut:

1. Proses Lurgi
Proses ini patennya dimiliki oleh Lurgi Oel Gas Chemie GmbH.
Gambaran prosesnya secara garis besar adalah sebagai berikut. Gas alam
dilewatkan dalam proses desulfurisasi untuk menghilangkan kontaminan
sulfur. Proses ini berlangsung kira-kira pada suhu 350-3800C dalam reaktor
desulfurisasi. Kemudian gas dikompresi dan dialirkan ke dalam unit reformer,
dalam hal ini LURGI reformer dan autothermal reformer. Dalam unit reformer
gas dicampur dengan uap panas dan diubah menjadi gas H2, CO2, dan CO
dengan tiga macam langkah pembentukan. Gas hasil kemudian didinginkan
dengan serangkaian alat penukar panas. Panas yang dimiliki oleh gas hasil
digunakan untuk membuat uap panas. Pemanas awal gas alam, pemanas air
umpan masuk boiler dan alat re-boiler di kolom distilasi. Gas hasil tersebut
kembali dikompresi hingga 80-90 bar tergantung pada optimasi proses yang
ingin dicapai. Setelah dikompresi gas hasil kemudian dikirim ke dalam reaktor
pembentukan metanol. Reaktor yang digunakan ialah LURGI tubular reaktor
(proses isotermal) yang mengubah gas hasil menjadi crude methanol. Crude
methanol hasil kemudian dikirim ke dalam unit kolom distilasi untuk
menghasilkan kemurnian metanol yang dihasilkan.

Wahyu Riansyah 3
Metanol Tugas Petrokimia

2. The ICI Low Pressure Methanol (LPM) Process


Proses ini merupakan proses yang paling umum digunakan dalam proses
pembutan metanol. Paten dari proses ini dimiliki oleh Imperial Chemical
Industry (ICI) dan sekarang lisensinya dipegang oleh anak perusahannya yaitu
Synetik.
Deskripsi prosesnya adalah sebagai berikut, umpan gas alam dipanaskan
dan dikompresi lalu kemudian didesulfurisasi sebelum dimasukkan ke dalam
saturator. Setelah didesulfurisasi gas alam kemudian di masukkan ke dalam
saturator, di dalam saturator gas alam dikontakkan dengan air panas. Pada
proses ini sekitar 90% kebutuhan steam untuk proses dapat dicapai.
Selanjutnya gas alam kemudian dipanaskan ulang dan ditambahkan
kekurangan steam yang dibutuhkan untuk proses. Campuran gas alam dengan
uap panas ini kemudian dikirim kedalam methanol synthesys reformer (MSR).
Di dalam MSR ini gas alam dirubah menjadi H2,CO2, CO. Gas hasil ini
kemudian didinginkan dengan serangkaian alat penukar panas. Panas yang
dihasilkan digunakan untuk memanaskan air umpan masuk
boiler,menghasilkan uap panas dan kebutuhan yang lain. Lalu gas hasil ini
dikirim ke dalam methanol converter (ICI tube cooled reactor). Reaksi yang
berlangsung dengan bantuan katalis dalam reaktor ini menghasilkan crude
methanol dan bahan lain, hasil dari reaktor kemudian dipisahkan dengan
separator, gas yang masih belum terkonversi dipakai sebagai bahan bakar
MSR.Crude methanol yang sudah dipisahkan dari bahan lain kemudian
dikirim ke unit distilasi fraksionasi untuk menghasilkan metanol yang lebih
murni.

3. The ICI Leading Concept Methanol (LCM) Process


Proses ini merupakan perbaikan dari proses ICI LPM, terutama dalam hal
unit reformer. Prosesnya adalah sebagai berikut. Umpan masuk gas alam
pertama-tama di desulfurisasi sebelum memasuki saturator. Dalam saturator
gas alam dikontakkan dengan air panas yang dipanaskan oleh gas hasil yang
keluar dari Advanced Gas Heated Reformer (AGHR). Pengaturan sirkuit
saturator ini memungkinkan untuk mendapatkan sebagian uap panas yang

Wahyu Riansyah 4
Metanol Tugas Petrokimia

dibutuhkan untuk proses dan mengurangi sistem uap panas dari boiler.Tetapi
berbagai macam modifikasi proses dapat dilakukan tergantung dari pemilihan
sistem reformer dan converter.
Campuran gas alam dan uap panas ini kemudian dipanaskan sebelum
memasuki AGHR, dalam AGHR gas campuran memasuki tabung-tabung
yang berisi katalis yang dipanaskan oleh gas hasil dari reformer kedua. Kira-
kira 25 % gas alam terkonversi dalam AGHR menjadi CO2. Setelah keluar
dari AGHR gas alam memasuki reformer kedua kemudian ditambahkan
semburan oksigen yang merubah gas alam dengan bantuan katalis menjadi gas
hasil yaitu H2, CO2, dan CO. Gas hasil ini suhunya berkisar 10000 C dan
hanya mengandung sangat sedikit metana yang tidak terkonversi. Aliran gas
hasil lalu dilewatkan melalui shell side dari AGHR dan serangkaian alat
penukar panas untuk memaksimalkan penggunaan panas. Lalu gas dikompresi
sehingga 80 bar.
Gas yang telah dikompresi kemudian dikirim ke methanol converter untuk
mengubahnya menjadi metanol dan air. Metanol hasil kemudian dikirim ke
unit distilasi fraksionasi untuk memurnikannya.

C. Pemanfaatan Metanol
Metanol dimanfaatkan baik sebagai produk antara maupun produk jadi.
Sebagai produk antara, metanol digunakan antara lain sebagai bahan pembuat
senyawa lainnya seperti formaldehid, asam asetat, dan juga metil amina.
Hampir 40% dari metanol yang diproduksi biasanya dikonversi menjadi
formaldehid dan dari formaldehid ini nantinya akan dihasilkan berbagai
macam produk misalnya plastik, plywood, cat, peledak, dan tekstil. Sebagai
produk jadi, metanol digunakan antara lain sebagai pelarut terutama pelarut
senyawa organik, sebagai zat antibeku pada sistem perpipaan, dan juga
sebagai bahan bakar kendaraan serta digunakan juga pada bidang pertanian.

1. Metanol sebagai bahan bakar


Ada dua cara penggunaan metanol sebagai bahan bakar. Cara pertama
yaitu dengan menggunakan senyawa metanol itu sendiri dan
mencampurkannya dengan bensin. Cara yang kedua yaitu dengan menjadikan

Wahyu Riansyah 5
Metanol Tugas Petrokimia

metanol sebagai bahan untuk membuat senyawa additif untuk menaikkan nilai
oktan dari bahan bakar.
Sebagai bahan bakar dalam bentuk senyawa itu sendiri, belum ada
kendaraan yang mampu menggunakan seratus persen metanol sebagai bahan
bakarnya. Pencampuran antara metanol dengan bensin biasanya tidak lebih
dari 15%. Hal ini terkait dengan sifat dari bensin yang nonpolar sementara
metanol bersifat polar sehingga kelarutan metanol dalam bensin tentunya akan
terbatas. Campuran antara bensin dengan metanol ini biasa disebut dengan
bioalkohol. Kelarutan metanol dengan bensin juga biasanya tergantung pada
suhu. Semakin rendah suhu saat dilarutkan, maka metanol akan semakin tidak
larut di dalam bensin sehingga dikhawatirkan akan berakibat buruk terhadap
mesin. Kelarutan metanol dalam bensin ini dapat ditingkatkan dengan
menggunakan senyawa additif lainnya. Senyawa additif yang dapat digunakan
antara lain adalah sabun dan juga deterjen.
Kelebihan bensin yang dicampurkan dengan metanol adalah panas yang
dihasilkan lebih banyak dibandingkan tanpa metanol. Selain panas yang
dihasilkan lebih banyak, dengan tambahan metanol nilai oktan dari bensin
juga akan naik. Hal ini dikarenakan dengan tambahan metanol maka akan
lebih menyempurnakan proses pembakaran. Proses pembakaran lebih
sempurna karena metanol merupakan senyawa dengan rantai C yang paling
sedikit dan juga bersifat sangat mudah terbakar. Perlu digarisbawahi bahwa
pencampuran yang berlebih antara metanol dengan bensin tentunya akan
menyebabkan mesin lebih mudah mengalami korosi sehingga berakibat
knocking pada mesin justru akan semakin sering terjadi.
Beberapa kendaraan yang digunakan untuk balapan biasanya
menggunakan metanol pada mesin yang sudah dimodifikasi. Metanol juga
dapat dicampurkan dengan bensin yang sudah dicampur dengan nitrous oxide
sebelumnya. Campuran antara metanol, gasoline dan nitrous oxide ternyata
juga dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan
campuran gasoline dan nitrous oxide saja. Selain sebagai bahan bakar mobil,
ternyata selama perang dunia kedua metanol juga digunakan sebagai bahan
bakar roket militer dengan nama M-Stoff.

Wahyu Riansyah 6
Metanol Tugas Petrokimia

Seperti dibahas sebelumnya, salah satu permasalahan dalam menggunakan


metanol sebagai bahan bakar adalah sifatnya yang korosif. Salah satu logam
yang mudah terkorosi oleh metanol adalah aluminium. Biasanya, pada logam
aluminium terdapat pelapis oksida (Al2O3) yang dapat melindungi lapisan
aluminium dari korosi. Akan tetapi, dengan adanya metanol, lapisan tersebut
justru akan mengalami reaksi sehingga logam aluminium akan mudah
terkorosi.
( )
Aluminium methoxide yang terbentuk pada reaksi di atas larut di dalam
metanol sehingga tentunya lapisan pelindung akan menghilang. Hilangnya
lapisan pelindung akan membuat lapisan aluminium menjadi terbuka dan
mudah dioksidasi oleh oksigen yang terlarut di dalam bahan bakar. Selain
karena oksigen, ternyata logam aluminium akan mengalami oksidasi oleh
metanol.
( )
Oksidasi dari metanol ini akan memperparah proses pengkaratan logam
aluminium sehingga akan menyebabkan logam dapat habis termakan.
Permasalahan ini yang menyebabkan mengapa masih sulit dikembangkannya
metanol sebagai bahan bakar murni untuk kendaraan. Dibutuhkan modifikasi
total dari logam yang digunakan sebagai mesin jika ingin menggunakan
metanol sebagai bahan bakarnya. Modifikasi total ini tentunya akan memakan
biaya yang tidak sedikit.
Cara kedua untuk memanfaatkan metanol sebagai bahan bakar adalah
dengan membuat zat additif yang menggunakan metanol sebagai bahan
bakunya. Dengan cara ini metanol berguna sebagai produk antara yang
digunakan untuk menghasilkan produk lainnya. Salah satu produk additif yang
dihasilkan dari metanol adalah MTBE (methyl tertier buthyl ether). MTBE
merupakan salah satu jenis additif yang digunakan untuk meningkatkan
bilangan oktan dari bahan bakar. Senyawa MTBE mulai diproduksi di
Revenna, Italia pada 1973. Produk yang dihasilkan dari metanol ini lebih
bagus dibandingkan additif sebelumnya yaitu TEL. TEL yang mengandung
timbal ternyata menghasilkan gas buang yang mengandung timbal. Timbal ini

Wahyu Riansyah 7
Metanol Tugas Petrokimia

termasuk logam yang beracun bila terhirup oleh manusia. Penggunaan MTBE
ternyata tidak hanya menaikkan bilangan oktan tetapi juga mampu
mengurangi kadar CO, NOx, SO2, dan juga hidrokarbon pada gas buang.
Salah satu metode untuk menghasilkan MTBE adalah dengan
mencampurkan isobutilen dengan metanol. Metanol dan isobutilena ini
dimasukkan ke dalam tangki reaksi, yang sebelumnya bahan bahan tersebut
dilewatkan ke dalam katalis resin penukar ion dengan suhu 40-450C.
Terjadinya reaksi selektif antara isobuthena dan metanol ini akan membentuk
MTBE. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi eksoterm sehingga panas yang
dihasilkan harus diambil dengan menggunakan fluida pendingin misalnya air
agar suhu reaksi dapat dijaga. Hasil samping dari reaksi ini cukup kecil
sehingga biasanya kemurnian dari MTBE yang dihasilkan dapat melebihi
99%.

2. Metanol sebagai zat antibeku


Di negara yang bermusim dingin, metanol digunakan sebagai zat antibeku
pada radiator mobil. Pada musim dingin jika cairan yang digunakan pada
radiator adalah air, maka air tersebut akan membeku dan berdampak pada
kerusakan mesin. Untuk mengatasinya digunakan metanol. Metanol dapat
menurunkan titik beku dari air karena titik beku dari alkohol sendiri jauh di
bawah dari air jadi apabila metanol dicampurkan dengan air radiator tentunya
akan terbentuk campuran dengan titik beku antara keduanya.

3. Penggunaan metanol dalam bidang pertanian


Terdapat riset dari seorang ilmuwan yang menjadi petani bahwa dalam
kondisi jika dalam kondisi cuaca yang panas, menyemprotkan metanol pada
tumbuhan dapat menjadikan tumbuhan tersebut dapat tumbuh dengan lebih
cepat serta mengurangi kebutuhan air dari tumbuhan tersebut. Metanol yang
digunakan untuk menyemprot tumbuhan tersebut tentunya dalam konsentrasi
yang cukup kecil atau encer. Tidak semua tumbuhan dapat tumbuh dengan
lebih cepat dengan adanya metanol. Tumbuhan yang mengalami dampak
seperti itu hanya tumbuhan kapas, gandum, strawberry, melon dan mawar.

Wahyu Riansyah 8
Metanol Tugas Petrokimia

4. Metanol sebagai bahan dasar formaldehid


Methanol merupakan alkohol primer karena gugus -OH terikat pada
Carbon (C) primer. C Primer adalah C yang mengikat satu atom C lain.
Alkohol primer jika dioksidasi akan menjadi formalin CH2O. Formalin adalah
zat yang digunakan untuk mengawetkan mayat yang digunakan oleh
penduduk Mesir kuno untuk membuat mumi. Belakangan banyak yang
menyalahgunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan pengganti asam
benzoat.
Formaldehid pertama kali dikembangkan di Jerman. Proses yang biasa
digunakan untuk memproduksi formaldehid adalah oksidasi dehidrogenasi
metanol dengan menggunakan katalis tertentu. Katalis yang dapat digunakan
adalah Ag, besi, molybdenum atau vanadium oksida.
Reaksi yang menghasilkan formaldehid dari metanol adalah sebagai berikut

Kondisi operasi pembuatan formaldehid tersebut biasanya pada temperatur


antara 4700C-7000C.
Formaldehid yang dihasilkan dari metanol tersebut biasa digunakan juga
sebagai penghambat korosi pada industri logam, desinfektan pada kosmetik,
sabun dan sirup serta juga dapat digunakan untuk menghasilkan komponen
deterjen seperti nitrilotriacetic (NTA).

5. Sebagai bahan dasar TNT


Salah satu peledak/bom yang terkenal dan paling mudah pembuatannya
adalah TNT (Tri Nitro Toluena), yakni salah satu golongan benzena yang
memiliki gugus -CH3 dan -NO2. Salah satu bahan utama TNT adalah
methanol.

Wahyu Riansyah 9
Metanol Tugas Petrokimia

Referensi

Firdaus, M. Yusuf. 2011. Pembuatan Metanol dari Gas Alam pada Skala Industri.
Artikel dari halaman http://muhammadyusuffirdaus.wordpress.com
(diakses pada 4 April 2013 10.35 WIB).
Khairunnisa, Risa. 2012. Kegunaan dan Dampak Dari Penggunaan Senyawa
Turunan Alkana. Artikel dari halaman http://ryessha.blogspot.com
(diakses pada 4 April 2013 10.42 WIB).
Satyahadi, Benny. 2012. Proses Pembuatan Metanol. Artikel dari halaman
http://haska.org (diakses pada 4 April 2013 10.37 WIB).
Seno. 2009. Manfaat Senyawa Hidrokarbon Alkohol / Metanol. Artikel dari
halaman http://seno008.blogspot.com (diakses pada 4 April 2013 10.39
WIB).
Willy. 2009. Methyl Tertier Buthyl Ether (MTBE). Artikel dari halaman
http://willycar.wordpress.com (diakses pada 4 April 2013 10.43 WIB).

Wahyu Riansyah 10