Anda di halaman 1dari 2

DARI MANA DATANGNYA LISTRIK ?

Listrik adalah salah satu sumber kehidupan yang utama bagi manusia. Dari matahari
terbit hingga terbit lagi di kemudian hari, kita selalu menggunakan listrik untuk menjalani
aktivitas kehidupan sehari hari mulai dari mandi, mencuci, memasak makanan, menonton
televise, menyetrika, menggunakan komputer hingga tidur pun kita menggunakan listrik untuk
menerangi gelap di malam hari. Namun, banyak dari manusia itu sendiri yang dengan sengaja
membuang energi listrik dengan tidak mematikan listrik saat tidak digunakan lagi atau tidak
menghemat dalam penggunaannya. Begitu pula yang dilakukan oleh sebuah keluarga kecil di
suatu kota. Sampai pada suatu malam seorang anak perempuannya diajak si Bili (Bijak Listrik)
untuk melihat bagaimana asal usul terjadinya listrik setelah listrik di rumah tersebut dimatikan
olehnya karena orang orang di rumah itu tidak menghemat pemakaiannya

Listrik adalah energi yang dapat membuat alat- alat elektronik seperti televisi, setrika,
radio, komputer, kulkas, mesin cuci, AC, dan masih banyak lagi alat- alat yang menggunakan
energi listrik menyala. Di video tersebut Bili mengajak anak tersebut mengetahui darimana
datangnya aliran listrik dengan memperlihatkan perkembangan dari zaman ke zaman. Dimulai
dari zaman prasejarah yang memanfaatkan api unggun sebagai penerangan sampai adanya listrik
bertegangan tinggi yang akhirnya menerangi rumah- rumah warga dan menjadi dekat dengan
manusia yang akhirnya membuat hidup manusia menjadi nyaman.

Bili mengajak anak itu pergi ke tempat tempat bersejarah dimana listrik sudah menjadi
perhatian insan manusia. Pertama, mereka berada di tahun 1752 dimana mereka melihat
Benjamin Franklin yang sedang menguji bahwa petir juga merupakan energy listrik alam yang
kekuatannya sangat besar. Kemudian, mereka pergi ke tahun 1879 dimana mereka melihat
Thomas Alva Edison yang sedang mengembangkan bohlam lampu yang merupakan sumber
penerangan bagi semua orang.

Berbeda dengan masa kini, semua orang yang hidup pada zaman dahulu memanfaatkan
energy listrik yang berasal dari alam seperti petir. Kini aliran- aliran listrik yang digunakan lebih
banyak berasal dari aliran listrik yang dibuat oleh manusia.

Bagaimana listrik dibuat oleh manusia? Listrik dapat dibuat oleh manusia dengan
memanfaatkan tenaga alam yang berasal dari bumi seperti air (PLTA atau Pembangkit Listrik
Tenaga Air ), Uap (PLTU atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap ), Minyak Bumi (PLTD atau
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ),Gas alam (PLTG atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas) dan
panas bumi (PLTP atau Pembangkit Listrik Panas Bumi )

Bili dan anak perempuan tersebut kemudian masuk ke dalam PLTA. Arus air yang
menggerakan turbin selanjutnya akan menghasilkan energy gerak. Lalu, energy gerak tersebut
diubah menjadi energy listrik di dalam generator. Kemudian, generator menghasilkan kumpulan
energy listrik yang berkekuatan 6.000 volt yang terbangun dari dua unsur yaitu tegangan dan
arus. Energi listrik tersebut kemudian dialirkan ke dalam GITET( Gardu Induk Tegangan Ekstra
Tinggi ). Di Indonesia, listrik yang baru lahir biasanya bertegangan antara 6.000-21.000 volt.
Lalu energy tersebut dimasukkan ke dalam trafo untuk disesuaikan tegangannya. Trafo adalah
alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik. Dengan trafo terebut ukuran listrik yang
sebelumnya besar dapat menjadi kecil sehinggan tegangan yang dihasilkan bertambah besar dan
arus nya kecil. Di Indonesia trafo digunakan untuk menaikkan tegang yang sebelumnya
berukuran 13.000 volt menjadi 500.000 volt. Namun setiap Negara memiliki ukuran yang
berbeda beda. Mengapa dinaikkan? Karena setelah proses tersebut energy listrik akan
mengalami perjalanan panjang melintasi kawat kawat listrik yang tersebar di setiap daerah dan
melewati SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi ) sehingga transfer energy nya
menjadi sangat lebih cepat. Bili dan anak perempuan tersebut menjadi pusing karena mengikut
proses transfer energy yang berkekuatan tinggi tersebut. Energi listrik yang bertegangan 500.000
volt tersebut setiap harinya menempuh perjalanan selama beribu ribu kilometer untuk kemudian
diturunkan lagi oleh trafo menjadi 150.000 volt. Mengapa kemudian diturunkan? Karena jarak
yang ditempuh energy listrik tersebut tidak sejauh jarak yang ditempuhnya tadi dan kemudian
energy listrik tersebut akan melintasi perumahan penduduk yang jika tegangannya besar namun
jarak nya pendek akan berbahaya. Jadi besarnya tegangan listrik bias disesuaikan sesuai
kebutuhannya.

Namun, perjalanan Bili dan anak itu tidak hanya sampai disana. Ternyata perjalanan
energy listriknya harus melewati 2 trafo lagi yang terdapat pada GITET. Trafo selanjutnya akan
mengubah tegangan listrik menjadi 20.000 volt atau yang disebut dengan Jaringan Tegangan
Menengah (JTM) dan trafo yang terakhir akan mengubah energy listrik menjadi 220 volt.
Tegangan terakhir ini kemduian didistribusikan ke rumah- rumah warga atau yang bias disebut
dengan Jaringan Tegangan Rendah (JTR).

Terakhir sampailah energy listrik terebut di rumah anak perempuan itu. Bili menjelaskan
bahwa aliran listrik tersebut tersebar ke seluruh penjuru negeri , di kota, desa, jalanan dan masih
banyak lainnnya. Ia juga mengingatkan anak perempuan itu tidak boros listrik karena listrik yang
mengalir di rumah- rumah tersebut merupakan hasil jerih payah jutaan orang yang berusaha
mewujudkannya. Jadi apabila manusia boros terhadap listrik maka dia telah menyia- nyiakan
usaha jutaan orang.

Tak lupa Bili juga menyampaikan bahwa masih banyak di luar sana yang belum
terfasilitasi oleh energy listrik. Kita yang sudah mendapatkan jaringan listrik patut bersyukur
akan hal tersebut. Selain itu Bili menyampaikan bahwa listrik yang dapat dinikmati oleh warga
tidaklah murah karena masih banyak yang jangkauan listrik yang harus diperluas lagi. Oleh
karena itu, kita harus bijak memanfaatkan energy listrik yang ada di sekitar kita.