Anda di halaman 1dari 16

LINGKUNGAN DAN BUDAYA ORGANISASI

1. Lingkungan dan Organisasi Bisnis

Organisasi Bisnis sebagai Bagian dari Lingkungan, Organisasi sebagai kumpulan orang-
orang tidak dapat dilepaskan dari lingkungan, karena pada dasarnya organisasi juga merupakan
bagian dari lingkungan dan masyarakat.Sebuah perusahaan atau organisasi bisnis yang
beroperasi di sebuah lingkungan tidak dapat menafikan bahwa selain kegiatan bisnis yang
dikelolanya, organisasi tersebut juga terlibat dengan lingkungan di seputar organisasi. Oleh
karena itu, sebuah organisasi perlu memahami lingkungan apa saja yang terkait secara langsung
maupun tak langsung dengan kegiatan organisasi. Budaya organisasi pada dasarnya merupakan
nilai-nilai dan norma yang dianut dan dijalankan oleh sebuah organisasi terkait dengan
lingkungan di mana organisasi tersebut menjalankan kegiatannya. Budaya organisasi penting
sekali untuk dipahami karena banyak pengalaman menunjukkan bahwa ternyata budaya
organisasi ini tidak saja berbicara mengenai bagaimana sebuah organisasi bisnis menjalankan
kegiatannya sehari-hari, tetapi juga sangat memengaruhi bagaimana kinerja yang dicapai oleh
sebuah organisasi bisnis.

Pada praktiknya perusahaan barangkali perlu memikirkan untuk merekrut tenaga kerja
dengan memprioritaskan masyarakat di sekitar perusahaan tersebut beroperasi. Selain sebagai
tanggung jawab sosial, juga sebagai upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Perusahaan perlu menyadari bahwa masyarakat merupakan salah satu lingkungan yang mesti
diperhatikan dalam menjalankan kegiatan perusahaan.Dalam suatu perusahaan atau organisasi
mempunyai karakter yang berbeda-beda yang disebut Budaya. Sebuah organisasi mempunyai
budaya masing-masing. Ini menjadi salah satu pembeda antara satu organisasi dengan organisasi
lainnya.

Dalam suatu perusahaan pasti memiliki beberapa lingkungan dan budaya yang selalu
tidak pernah lepas dari aktivitas perusahaan tersebut. Lingkungan yang ada di organisasi tersebut
dapat memberikan pengaruh tertentu bagi kegiatan ekonominya. Pada dasarnya, lingkungan itu

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 1


sendiri meliputi unsur dari luar organisasi (eksternal) dan juga unsur dari dalam organisasi
(internal). Pengertian daripada Lingkungan eksternal organisasi (external environment)
merupakan lingkungan yang mencakup semua elemen yang berada di luar lingkup organisasi dan
memiliki potensi untuk mempengaruhi organisasi tersebut.Lingkungan internal (internal
environment) adalah elemen-elemen yang berada di dalam lingkup suatu organisasi yang terdiri
dari karyawan yang masih bekerja, manajemen, dan khususnya budaya perusahaan.

Organisasi sebagai kumpulan orang-orang tidak dapat dilepaskan dari lingkungan, karena
pada dasarnya organisasi juga merupakan bagian dari lingkungan dan masyarakat, sebagai
contoh : sebuah keluarga atau rumah merupakan bagian dari lingkungan Rukun Tetangga (RT),
Rukun Warga (RW), hingga lingkungan yang lebih besar lagi. Sebuah perusahaan atau
organisasi bisnis yang beroperasi di sebuah lingkungan lingkungan tidak dapat menafikan bahwa
selain kegiatan bisnis yang dikelolanya, organisasi tersebut juga terlibat dengan lingkungan
disekitar organisasi.

Pada praktiknya perusahaan barangkali perlu memikirkan untuk merekrut tenaga kerja
dengan memperioritaskan masyarakat di sekitar perusahaan tersebut beroperasi. Selain sebagai
tanggung jawab sosial, juga sebagai upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Organisasi
tidak dapat mengabaikan bahwa mereka mereka merupakan bagian dari lingkungan.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 2


1.1 Organisasi Bisnis sebagai Bagian dari Lingkungan

Organisasi sebagai kumpulan orang-orang tidak dapat di lepaskan dari lingkungan, sebab
pada dasarnya organisasi juga merupakan bagian dari lingkungan dan masyarakat. Contohnya
sebuah keluarga merupakan bagian dari lingkungan RT, RW hingga lingkungan yang lebih besar.
Begitu juga halnya perusahaan yang beroperasi di sebuah lingkungan selain kegiatan berbisnis,
perusahaan tersebut juga terlibat dengan lingkungan diseputar Perusahaan. Oleh karena itu
sebuah Organisasi perlu memahami lingkungan apa saja yang terkait secara langsung maupun
tidak langsung. Misalnya, Organisasi beroperasi di daerah yang tingkat penganggurannya tinggi,
maka Organisasi tersebut perlu memikirkan tentang pencapaian tujuan Organisasi, apabila
Tingkat pengangguran tinggi maka bisa dipastikan tingkat pendapatan juga akan rendah,
Organisasi/ Perusahaan perlu memikirkan untuk merekrut tenaga kerja dengan memperioritaskan
masyarakat disekitar perusahaan, juga Organisasi perlu memperhatikan sisi negative dari
organisasi/ Perusahaan contohnya : Masalah Limbah, Polusi Udara, Kebisingan dll. Jika
diabaikan maka masyarakat akan mengajukan keberatan dan mungkin gugatan terhadap
perusahaan, akibatnya perusahaan terancam akan terganggu dan yang lebih parah ditutup.
Pernyataan tadi menunjukan bahwa organisasi tidak dapat mengabaikan bahwa mereka
merupakan bagian dari lingkungan, khususnya lingkungan masyarakat. Oleh karena itu kegiatan
manajemen yang akan dilakukan mestinya pempertimbangkan factor lingkungan baik langsung
maupun tidak langsung yang terkait dengan Organisasi, yaitu Lingkungan Internal (lingkungan
yang terkait dengan eksistensi sebuah organisasi) dan Lingkungan Eksternal (Lingkungan yang
terkait dengan kegiatan operasional organisasi dan bagaimana kegiatan operasional itu dapat
bertahan). Lingkungan Eksernal terbagi 2 yaitu: Lingkungan Micro ( Yang terkait langsung
dengan organisasi), Lingkungan Makro ( Lingkungan yang tidak terkait secara langsung dengan
organisasi).Dan Lingkungan makro terbagi 2 : yaitu lingkungan local dan lingkungan
Internasional.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 3


1.2 Lingkungan Internal Organisasi

Yang dimaksud dengan Lingkungan Internal Organisasi adalah berbagai hal atau
berbagai pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi dan mempengaruhi
langsung terhadap setiap program, kebijakan organisasi. Yang termasuk dengan Lingkungan
Internal Organisasi adalah :

a. Pemilik Organisasi (Owners)


Pemilik Organisasi adalah mereka yang secara historis maupun hukum dinyatakan
sebagai pemilik akibat adanya penyertaan modal, ide, maupun berdasarkan ketentuan lainnya
dinyatakan sebagai pemilik organisasi.

Organisasi perlu memahami para pemilik organisasi, karena setiap pemilik memiliki tujuan yang
hendak dicapainya melalui kepemilikannya atas organisasi.

b. Tim Manajemen (Board of Manager or Directors)


Tim Manajemen adalah orang-orang yang menurut para pemilik organisasi perusahaan
dinyatakan atau ditunjuk sebagai pengelola organisasi dalam aktivitasnya sehari-hari untuk suatu
periode tertentu. Orang-orang ini bekerja secara profesional berdasarkan tugasnya masing-
masing, dan dalam periode tertentu harus melaporkan setiap kegiatannya pada pemilik
perusahaan.

c. Para Anggota atau Para Pekerja (Employes)


Para anggota atau para pekerja dalam sebuah organisasi merupakan unsur Sumber Daya
Manusia (SDM) yang sangat dominan dalam sebuah organisasi. Para pekerja inilah yang sehari-
hari bergelut dengan aktivitas operasional perusahaan dan menjalankan tugas-tugas keseharian.
Para pekerja merupakan aset bagi perusahaan.

d. Lingkungan Fisik Organisasi (Phsycal Work Environment)


Pemilik organisasi, pekerja, dan tim manajemen merupakan orang-orang atau sumber
daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Organisasi memiliki sumber daya yang yang tidak

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 4


hanya orang-orang , tetapi juga sumber daya uang (financial resources), sumber daya
alam (natural resources), maupun sumber daya informasi(informational resources). Keseluruhan
ini dapat dikategorikan sebagai lingkungan fisik organisasi perusahaan. Bangunan, uang,
peralatan, barang persediaan, dan lain sebagainya merupakan lingkungan dimana setiap saat
orang-orang dalam organisasi perusahaan berinteraksi dan memanfaatkannya untuk dapat
didayagunakan.

1.3 Lingkungan Eksternal Organisasi

Dalam kegiatan operasional, perusahaan berhadapan dan senantiasa beruhasa untuk


menyesuaikan diri dengan lingkungan-lingkungan yang terkait langsung atau lingkungan mikro
perusahaan dan lingkungan yang tidak terkait langsung atau lingkungan makro perusahaan. Yang
termasuk lingkungan mikro perusahaan adalah :

a. Pelanggan (Customer)
Mereka adalah yang secara langsung memanfaatkan, menggunakan dan menggunakan
permintaan atas barang atau jasa yang ditawarkan oleh organisasi. Dan karena pelanggan inilah
menjadi alasan kuat untuk berdirinya sebuah organisasi perusahaan dan beroperasi.

b. Pesaing (Competitor)
Pesaing adalah organisasi bisnis lain yang menjalankan bisnis yang sama dengan
organisasi yang kita jalankan. Karena bisnis yang dijalankan sama, maka pesaing merupakan
tantangan (sekaligus ancaman) yang dihadapi organisasi dalam meraih pelanggan.

c. Pemasok (Supplier)
Pemasok adalah pihak yang terkait langsung dalam kegitan bisnis dari sebuah organisasi,
khususnya organisasi bisnis yang melakukan kegiatan produksi barang jadi dari berbagai jenis
bahan baku. Sebuah perusahaan sepatu sangat tergantung sekali dengan para pemasok bahan
baku sepatu, dari mulai pemasok kulit, lem, pemasok benang dan sebagainya.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 5


d. Partner Strategis (Strategic Partner)
Yaitu perusahaan lain yang menjalankan bisnis berbeda dengan kita, tetapi secara
bersama-sama bisa menjadi mitra kita dalam menjalankan bisnis yang saling menguntungkan
kedua belah pihak.

Yang termasuk Makro Perusahaan adalah :

a. Regulator
Regulator adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam menciptakan keadaan dan
kegiatan bisnis yang fair dan aman bagi semua pihak yang ingin menjalankan bisnis. Agar
keadaan tersebut dapat terwujud, maka perlu dibuat aturan-aturan main yang dapat disepakati
oleh semua pihak di masyarakat tersebut.

b. Pemerintah (Goverment)
Pemerintah adalah pihak yang atas legitimasi politik tertentu disuatu negara, diangkat dan
bertugas untuk mewujudkan masyarakat ke arah yang lebih baik dalam pembangunan di segala
bidang. Berdasarkan pengertian ini, maka pemerintah dituntut untuk melakukan kegiatan-
kegiatan proaktif. Mulai dari pemberian kebijakan, penetapan aturan pemerintah, hingga upaya-
upaya antisipasi dan penyeleseian atas berbagai masalah yang ada di masyarakat menuju
masyarakat yang lebih baik di segala bidang baik material maupun spritual.

c. Masyarakat Umum (Society)


Masyarakat umum adalah keseluruhan pihak yang tidak termasuk ke dalam lingkungan-
lingkungan yang disebutkan diatas. Masyarakat ini antara lain : pelanggan, masyarakat disekitar
perusahaan, dan tokoh masyarakat dimana perusahaan ini berdiri. Termasuk juga masyarakat
yang menjadi kontrol apa yang dijalankan oleh perusahaan tersebut, misalnya Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) diantaranya : YLKI.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 6


2. Lingkungan Internasional dan Kegiatan Bisnis

Lingkungan Internasional dan Kegiatan Bisnis, memiliki dua kata pokok yaitu
Internasional dan Bisnis. Internasional adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan
hubungan lebih dari satu negara, sedangkan Bisnis adalah kegiatan atau aktivitas menjual barang
atau jasa yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Apabila digabungkan, Bisnis
Internasional adalah aktivitas menjual barang atau jasa yang bertujuan untuk memperoleh
keuntungan dan dilakukan melewati batas-batas negara. Berbicara mengenai Bisnis Internasional
tentu tidak terlepas dari istilah Globalisasi, keduanya merupakan hal yang saling berkaitan.
Secara sederhana globalisasi didefinisikan oleh John D. Daniel sebagai proses memperdalam dan
memperluas hubungan dan saling ketergantungan diantara negara-negara yang berlangsung
secara terus menerus, sedangkan bisnis internasional merupakan mekanisme untuk mewujudkan
globalisasi tersebut (Daniels, Radebaugh, & Sullivan, 2007, hal. 26). Lingkungan Internasional
dan Kegiatan Bisnis sangat penting untuk dipelajari bagi mereka yang ingin menjadi seorang
entrepreneur atau pengusaha. Apalagi di era Globalisasi ini, dimana semakin canggihnya
teknologi dan munculnya berbagai macam media sosial. Sebagai seorang calon pengusaha atau
entrepreneur, kita harus bisa memanfaatkan era ini. Oleh karena itu dengan era seperti saat ini,
semakin mempermudah jalan untuk menjadi seorang pengusaha. Contohnya dengan
memanfaatkan media sosial sebagai tempat untuk memulai usaha.

Karena Bisnis Internasional telah menyentuh sendi-sendi kehidupan manusia, tidak benar
bahwa mempelajari Bisnis Internasional hanya berupa transaksi jual beli antar perusahaan-
perusahaan besar seperti Samsung, Apple atau Toshiba. Bisnis Internasional merupakan seluruh
transaksi komersial baik privat ataupun publik; penjualan, investasi, dan transportasi yang
melibatkan dua negara atau lebih. Di era globalisasi ini bisnis internasional sudah tidak asing lagi,
bahkan semakin mengglobal dikarenakan beberapa alasan yakni, pertama yaitu sejalan dengan
teknologi yang semakin meluas maka bisnis internasional semakin mudah dilakukan, kemudian
pasca Perang Dunia II banyak negara merubah bentuk perekonomiannya menjadi lebih bebas dan
terbuka, alasan ketiga mengapa bisnis makin mengglobal adalah karena semakin banyak muncul
jenis jasa yang dapat ditawarkan dalam bisnis internasional, keempat karena arus informasi tak
terbendung berkat adanya globalisasi maka konsumen menginginkan produk dan jasa terbaik
dengan harga termurah, kelima dalam globalisasi semua aktor boleh terlibat dan ikut

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 7


berkompetisi sehingga semua berlomba-lomba memperkaya diri atau institusi. Alasan keenam
adalah karena perubahan situasi politik dunia dimana ada beberapa negara yang memiliki
kekuatan ekonomi lebih daripada yang lain sehingga ia dapat menyetir arah perekonomian dunia.
Kemudian alasan terakhir yakni karena negara mulai berpikir bahwa mereka dapat mencapai
kepentingan nasional mereka jika melakukan kerjasama dengan negara lainnya, oleh karena itu
banyak diadakan dan diatur beberapa pertemuan dan perjanjian antar negara guna membahas
persoalan yang mereka hadapi bersama (Daniels, Radebaugh, & Sullivan, 2007, hal. 9-13). Pada
dasarnya, Lingkungan Internasional dan Kegiatan Bisnis ini dibahas karena menginginkan calon-
calon perngusaha mengetahui tentang Bisnis Internasional secara mendalam agar berguna untuk
membangun perusahaannya kelak.

Dengan dibahasanya Lingkungan Internasional dan Kegiatan Bisnis ini, diharapkan


calon-calon entrepreneur atau pengusaha bisa mengerti apa itu Bisnis Internasional, apa saja
kegiatan-kegiatan Bisnis Internasional dan apa saja faktor-faktor yang terkait dengan Bisnis
Internasional. Agar mereka bisa mengembangkan perusahaan mereka dan memanfaatkan era
globalisasi dan kemajuan IPTEK ini dengan sebaik-baiknya untuk melakukan kegiatan bisnisnya.

2.1 Lingkungan Internasional (International Environment)


Lingkungan internasional merupakan lingkungan yang lebih luas dari sebuah negara yang
pada praktiknya akan memengaruhi kegiatan perusahaan, terutama jika perusahaan melakukan
kegiatan bisnis internasional, yaitu transaksi bisnis yang melibatkan lebih dari satu negara.
Lingkungan Internasional ini dapat menjadi peluang sekaligus ancaman atau tantangan bagi
kegiatan perusahaan. Lingkungan Internasional dapat menjadi peluang karena negara lain dapat
dijadikan lokasi guna perluasan pasar atau perluasan jumlah pelanggan luar negara. Tetapi,
lingkungan internasional ini juga dapat menjadi ancaman atau tantangan karena kegiatan bisnis
internasional juga dapat melibatkan para pesaingnya di luar negara yang bersaing guna
mendapatan pelanggan di dalam negara maupun di luar negara menjadi semakin ketat. Salah satu
isu yang sangat terkenal mengenai lingkungan internasional adalah isu globalisasi. Globalisasi
pada prinsipnya merupakan sebuah proses untuk menjadikan dunia ini menjadi satu. Dengan kata
lain, dunia yang pada mulanya terdiri dari berbagai negara dengan segala batasan-batasan

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 8


geografisnya, mengalami proses perubahan di mana batas-batas geografis tersebut memiliki
kecenderungan semakin hilang atau dengan kata lain dunia menjadi satu (one globe).

2.2 Berbagai Bentuk Kegiatan Bisnis Internasional.

Agar faktor internasional dari organisasi bisnis dapat diarahkan menjadi peluang bagi
organisasi bisnis, maka perusahaan perlu memikirkan bagaimana agar kegiatan bisnisnya tidak
hanya berhasil di lingkungan lokal negaranya saja, tetapi juga diperlukan ke negara-negara lain.
Ada beberapa bentuk kegiatan bisnis internasional yang dapat dipilih oleh organisasi bisnis,
diantaranya :

1. Kegiatan Ekspor-Impor

Ekspor adalah kegiatan dalam menghasilkan barang dan jasa di sebuah negara
oleh perusahaan dan menjualnya ke negara lain atau dipasarkan ke negara lain. Impor
adalah kegiatan dalam mendatangkan barang dan jasa dari negara lain atau negara
luar ke sebuah negara di mana perusahaan itu ada.

2. Lisensi

Merupakan sebuah kesepakatan atau perjanjian di mana sebuah perusahaan


memperbolehkan perusahaan lain untuk menggunakan merek, teknologi, hak paten,
atau asset lainnya. Sebagai kompensasinya, perusahaan yang menggunakan hak
perusahaan lain biasanya harus membayar hak lisesnsi berupa sejumlah uang tertentu
sebagaimana kesepakatan yang dibuat.

3. Partner Strategis

Merupakan salah satu bentuk kerja sama antar perusahaan secara internasional
untuk dapat melakukan kegiatan bisnis yang saling menguntungkan kedua belah
pihak. Salah satu bentuk spesifik dari partner strategis adalah Joint Venture. Joint
Venture adalah bentuk kerja sama bisnis di mana perusahaan yang berpartner
melakukan pembagian kepemilikan dalam menjalankan sebuah bisnis (yang umunya
baru).

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 9


4. Investasi Langsung

Investasi langsung adalah salah satu bentuk kegiatan bisnis internasional dimana
perusahaan membeli sebagian atau keseluruhan asset atau melakukan investasi di
sebuah perusahaan di suatu negara tertentu.

2.3 Faktor-Faktor Terkait dalam Bisnis Internasional


Perusahaan yang menjalankan bisnis secara internasional perlu memperhatikan beberapa
hal yang terkait dengan kegiatan bisnis internasional, terutama yang terkait dengan kegiatan
transaksi bisnis secara internasional. Ada tiga faktor terkait yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Kontrol dalam Perdagangan Internasional

Ada dua jenis kontrol perdagangan internasional yang biasanya dilakukan oleh
sebuah negara, yaitu Quota dan Tariff. Quota adalah pembatasan jumlah barang
yang diperjualbelikan secara internasional, ekspor ataupun impor. Tariff adalah
pembebanan pajak kepada setiap barang yang diekspor maupun diimpor.

2. Komunitas Ekonomi Internasional

Adalah kelompok yang terdiri dari berbagai negara yang bersepakat untuk
mengurangi kendala-kendala dalam perdangangan internasional di antara negara-
negara anggota dalam kelompok tersebut. Adanya komunitas ekonomi ini akan
memberikan kekuatan ekonomi yang signifikan bagi negara-negara anggota dari
setiap komunitas tersebut, yaitu dengan adanya kemudahan yang lebih baik
daripada sebelumnya, dan komunitas ini juga menjadi kekuatan dalam menghadapi
kekuatan ekonomi lain diluar kelompok tersebut.

3. Perbedaan Budaya Antarnegara

Budaya dalam organisasi pada dasarnya merupakan nilai-nilai dan norma yang
dianut oleh organisasi dan membantu para anggotanya untuk memahami
bagaimana sebuah organisasi bisnis berjalan. Perusahaan perlu memahami adanya
perbedaan budaya di setiap lingkungan yang berbeda, terutama lingkungan
internasional, agar dapat lebih jauh memahami apa yang sebenarnya dianut oleh

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 10


masyarakat setempat di mana perusahaan berinteraksi dan bagaimana cara
beradaptasi dengannya.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 11


3. Budaya Organisasi dan Kegiatan Bisnis

Pentingnya topik ini dibahas, adalah budaya organisasi sangat berbeda dari satu perusahaan dengan
perusahaan lain. Budaya organisasi merupakan faktor yang menentukan bagaimana tujuan dapat dicapai secara
efektif dan efisien. Dari sekian tahun perjalanan bisnisnya, banyak hal yang kemudian dapat dijadikan nilai -
nilai dan norma yang dipegang teguh oleh organisasi untuk meraih kesuksesan dalam jangka
panjang. Pengalaman bisa berupa kesuksesan maupun kegagalan. Fase - fase kesuksesan dan kegagalan ini pada
dasarnya menentukan bagaimana budaya organisasi terbentuk dan diyakini kemudian oleh
organisasi tersebut sebagai sebuah konsep norma dan nilai yang dianut dan memengaruhi keseluruhan cara
kerja diperusahaan.

Topik ini dibahas, karena budaya organisasi dapat mempengaruhi kegiatan bisnis suatu perusahaan.
Budaya organisasi penting sekali untuk dipahami karena banyak pengalaman menunjukan bahwa
budaya organisasi tidak saja mengenai sebuah organisasi bisnis dalam menjalankan kegiatannya sehari hari,
tapi juga sangat mempengaruhi kinerja yang dicapai oleh sebuah organisasi bisnis. Budaya organisasi juga dapat
berbeda antar organisasi internal perusahaan tersebut.

Tujuan membahas topik ini, karena budaya organisasi pada dasarnya merupakan nilai dan norma yang
dianut dan dijalankan oleh sebuah organisasi terkait dengan lingkungan dimana organisasi
tersebut menjalankan kegiatannya. Oleh sebab itu setiap perusahaan harus mementingkan budaya
organisasinya. Apa yang dialami oleh setiap perusahaan dari mulai mereka membangun bisnisnya hingga
kesuksesannya bahkan juga kegagalan yang dirasakan, akan membangun sebuah budaya dalam organisasi.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 12


3.1 Pentingnya budaya bagi organisasi bisnis

Budaya organisasi penting sekali untuk dipahamni karena banyak pengalaman


menunujukan bahwa ternyata budaya organisasi ini tidak saja berbicara mengenmai bagaimanana
sebuah organisasi bisnis bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari, tetapi juga sangat
memengaruhi bagaimana kinerja yang dicapai oleh sebuah organisasi bisnis. Budaya organisasi
akan sangat berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lain. Namun, pada intinya apa yang
dianut oleh sebuah perusahaan akan menentyukan bagaimana kesuksesan dapat mereka raih.
Namun demikian, budaya organisasi berbeda tidak saja antar perusahaan , namun juga
antarbagian di sebuah perusahaan.

3.2 Faktor penentu terbentuknya budaya organisasi

Budaya organisasi merupakan nilai-nilai dan keyakinan yang di pegang oleh sebuah
organisasi dari sejak organisasi tersebut terbentuk, tumbuh, dan berkembang. Berdasarkan
pemahaman itu, faktor yang menentukan terbentuknya budaya organisasi adalah pengalaman
yang di jalani oleh organisasi itu sendiri. Pengalaman bisa berupa kesuksesan maupun kegagalan,
fase-fase kesuksesan maupun kegagalan ini pada daarnya menetukan bagaimana budaya
organisasi terbentuk dan di yakini kemudian oleh organisasi tersebut sebagai konsep norma dan
nilai yang di anut dan memengaruhi keseluruhan cara kerja perusahaan.

3.3 Manajemen bagi budaya organisasi

Pada dasarnya para menejer perlu memahami budaya organisasi apa yang di anut saat ini,
diyakini lingkungan saat ini, dan kemudian perlu memiliki keyakinan untuk mempertahankan
dan atau mengubah budaya tersebut sesuai dengan tujuan organisasi yang ingin di capai dalam
jangka panjang. Oleh karena itu kemampuan para manajer untuk memahami skenario budaya
dan lingkungan di mana perusahaan akan berinteraksi sangatlah dibutuhkan.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 13


DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/6856269/LINGKUNGAN_ORGANISASI

https://www.scribd.com/doc/114336480

http://abar-cule.blogspot.com/2010/11/teori-dan-prilaku-organisasi.html

http://catatankecik.blogspot.com/2013/04/lingkungan-organisasi.html

Teori Keadilan

Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, jadi
perusahaan harus bertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian dan pengakuan
mengenai perilaku karyawan harus dilakukan secara obyektif. Teori ini melihat perbandingan
seseorang dengan orang lain sebagai referensi berdasarkan input dan juga hasil atau kontribusi
masing-masing karyawan (Robbins, 2007).

Teori X dan Y

Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan pertama


pada dasarnya negative disebut teori X, dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y
(Robbins, 2007).

McGregor menyimpulkan bahwa pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas
beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku
mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

Teori dua Faktor Herzberg

Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg dengan asumsi bahwa hubungan seorang
individu dengan pekerjaan adalah mendasar dan bahwa sikap individu terhadap pekerjaan bias
sangat baik menentukan keberhasilan atau kegagalan. (Robbins, 2007).

Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan
bawa ketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik. Faktor-faktor
ekstrinsik (konteks pekerjaan) meliputi :

1. Upah

2. Kondisi kerja

3. Keamanan kerja

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 14


4. Status

5. Prosedur perusahaan

6. Mutu penyeliaan

7. Mutu hubungan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan, dan bawahan

Keberadaan kondisi-kondisi ini terhadap kepuasan karyawan tidak selalu memotivasi mereka.
Tetapi ketidakberadaannya menyebabkan ketidakpuasan bagi karyawan, karena mereka perlu
mempertahankan setidaknya suatu tingkat tidak ada kepuasan, kondisi ekstrinsik disebut
ketidakpuasan,atau faktor hygiene. Faktor Intrinsik meliputi :

1. Pencapaian prestasi

2. Pengakuan

3. Tanggung Jawab

4. Kemajuan

5. Pekerjaan itu sendiri

6. Kemungkinan berkembang.

Tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas. Tetapi
jika ada, akan membentuk motivasi yang kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik.
Oleh karena itu, faktor ekstrinsik tersebut disebut sebagai pemuas atau motivator.

Teori Kebutuhan McClelland

Teori kebutuhan McClelland dikemukakan oleh David McClelland dan kawan-kawannya. Teori
ini berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu (Robbins, 2007) :

a. Kebutuhan pencapaian (need for achievement) : Dorongan untuk berprestasi dan


mengungguli, mencapai standar-standar, dan berusaha keras untuk berhasil.

b. Kebutuhan akan kekuatan (need for pewer) : kebutuhan untuk membuat orang lain
berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.

c. Kebutuhan hubungan (need for affiliation) : Hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah
dan akrab.

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 15


Apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu .
Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang
bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah :

a. Persepsi seseorang mengenai diri sendiri

b. Harga diri

c. Harapan pribadi

d. Kebutuhaan

e. Keinginan

f. Kepuasan kerja

g. Prestasi kerja yang dihasilkan.

Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah :

a. Jenis dan sifat pekerjaan

b. Kelompok kerja dimana seseorang bergabung

c. Organisasi tempat bekerja

d. Situasi lingkungan pada umumnya

e. Sistem imbalan yang berlaku

Lingkungan dan Budaya OrganisasiPage 16