Anda di halaman 1dari 1

Tn.

A seorang suku Bugis berumur 65 tahun, BB 49 kg, dan TB 168, TD 130/90 mmHg sebagai
purnawirawan ABRI. Alamat Jl. Bunaken No. 40 A Makassar. Golongan darah O, seorang
perokok aktif. Masuk rumah sakit pada 12 maret 2004 dengan keluhan nyeri ulu hati rasanya
seperti teriris, merasa tidak enak atau terbakar, kurang berselera makan, perasaan selalu kenyang,
disertai muntah, dan konstipasi dengan diagnosa medis Ulkus Peptikum. Keluarga membawa
pasien datang kerumah sakit karena nyeri tak tertahankan. Pasien mengalami nyeri ulu hati sejak
2 tahun yang lalu dan dirawat di RS Labuang Baji pada tahun 2004. Nyeri hilang timbul,
biasanya 2 sampai dengan 3 jam setelah makan atau waktu lambung kosong dan mereda setelah
menelan obat atau makanan. Pasien mengatakan nyeri dapat berkurang saat beristirahat yang
cukup atau saat rileks, namun klien sering merasa bosan dan diam ketika berada dirumah. Anak
dan cucu klien jarang menjenguk karena berada diluar kota. Semenjak 2 bulan terakhir klien
jarang keluar rumah karena merasa lemas. Klien mengatakan kurang tidur karena nyeri yang
dialami. Pasien tidak kontrol ke RS selama 1 bulan karena tidak ada gejala yang timbul. Obat
yang dikonsumsi antasida dan cimetidine. Klien tidak memiliki riwayat penyakit akut atau
kronis, namun terkadang mengalami flu, demam, dan batuk ringan. Klien pernah dirawat dengan
penyakit gastritis sebanyak satu kali dan pernah dirawat dengan penyakit Ulkus Peptikum
sebanyak dua kali di RS Labuang Baji. Riwayat penyakit Gastritis sudah dialami sejak berumur
45 tahun, namun dapat ditahan sampai umur 50 tahun hingga menjadi Ulkus Peptikum. Klien
tidak pernah dioperasi dan tidak mengalami alergi terhadap makanan atau obat tertentu.