Anda di halaman 1dari 2

Pengujian terhadap sampel tumbuhan yang mengandung kuinon contohnya adalah

daun jeruk limau (Citrus hystrix.DC), cara-caranya yaitu membuat filtrat terlebih
dahulu dari 2 gram serbuk simplisia daun jeruk limau (Citrus hystrix.DC) yang
ditambahkan 100ml air panas, dan didihkan selama 5 menit lalu didinginkan,
kemudian diambil filtrat sebanyak 5 ml dan ditambahkan beberapa tetes larutan
NaoH 1N. Dalam uji ini manfaat penambahan NaOH bertujuan untuk memudarkan
warna dari sampel (Depkes RI,1985), karena uji kuinon ini menghasilkan warna
merah jika didalamnya mengandung senyawa kuinon. Hasil praktikum skrining
fitokimia pada daun jeruk limau (Citrus hystrix.DC) adalah tidak menghasilkan
warna merah, hasil praktikum ini kami juga didukung dengan penelitian sebuah
jurnal yang berjudul Isolasi dan identifikasi senyawa flavonoid dari fase n-
butanol DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix.DC) bahwa daun jeruk nipis tidak
mengandung senyawa kuinon.

dafpus

1. Zuhelmi Aziz*, Ratna Djamil. 2013. ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA


FLAVONOID DARI FASE n-BUTANOL DAUN JERUK PURUT (Citrus
hystrix.DC).. Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Materia Medika Indonesia. Ed 5. 1989. Jakarta;
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
3. Dalimartha S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia: Jilid 2. Ed 1. Jakarta:
TrubusAgriwidya;
4. Harborne JB. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. 1987.
Terjemahan Kosasih Padmawinata dan Soediro I. Edisi 2. Bandung; ITB.
5. Farnsworth NR. 1966. Biological and phytocemical screening of plant. J.Pharm Sci.; 55(3):
28-58.
6. Markham KR. Cara Mengidentifikasi Flavonoid. 1988. Terjemahan Kosasih Padmawinata.
Bandung: ITB
Hasil pengamatan
No. Uji senyawa Cara pengujian Hasil Pengamatan
1. alkaloid A. Dragendroff
(harusnya
merah jingga) Tidak ada (-)
B. Mayer
2. Flavonoid A. Filtrat + Hcl+ (+) membentuk dua lapisan,
Mg serbuk + lapisan atas lebih pekat
Amil Alkohol dibandingkan dengan lapisan
bawah
3. Tanin A. Filtrat + FeCl3 A. (+)warna hijau kehitaman
B. Filtrat + 15 ml B. (-)tidak membentuk endapan
stias merah
(dipanaskan)
C. Filtrat + Na C. tidak menghasilkan warna Biru
asetat +FeCl3 tinta
4. Saponin A. Filtrat 10ml (-) tidak menghasilkan busa yang
diguncangkan tetap dari semula
diamkan 10 tinggi busa awal 0,6
menit (ukur
busa) + HCl
(ukur kembali)
busa hilang
5. Steroid & A. filtrat 5ml
Triterpenoid diuapkan (+) menghasilkan warna hijau
hingga
diperoleh
residu + 2 tetes
larutan
liebermen
buchard
6. Minyak Atsiri A. Berbau
aromatis (+) aromatik
7. Kumarin A. Filtrat diuapkan (+) putih kehijauan
+ 10 ml air
panas
B. di uji pada (+) Hijau kebiruan
lampu uv
8. Kuinon A. Filtrat 5ml + (-) tidak ada
NaOh