Anda di halaman 1dari 14

Definisi Protein.

Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena yang paling erat hubungannya dengan
proses-proses kehidupan. Nama protein berasal dari bahasa Yunani (Greek) proteus yang berarti
yang pertama atau yang terpenting. Seorang ahli kimia Belanda yang bernama Mulder,
mengisolasi susunan tubuh yang mengandung nitrogen dan menamakannya protein, terdiri dari
satuan dasarnya yaitu asam amino (biasa disebut juga unit pembangun protein) (Suhardjo dan
Clara, 1992). Dalam proses pencernaan, protein akan dipecah menjadi satuansatuan dasar kimia.
Protein terbentuk dari unsur-unsur organik yang hampir sama dengan karbohidrat dan lemak
yaitu terdiri dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O), akan tetapi ditambah dengan
unsur lain yaitu nitrogen (N). Molekul protein mengandung pula fosfor, belerang, dan ada jenis
protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga. Molekul protein tersusun dari
satuan-satuan dasar kimia yaitu asam amino. Dalam molekul protein, asam-asam amino ini
saling berhubung hubungan dengan suatu ikatan yang disebut ikatan peptida (CONH).
Satumolekul protein dapat terdiri dari 12 sampai 18 macam asam amino dan dapat mencapai
jumlah ratusan asam amino (Suhardjo dan Clara, 1992).
a. Ciri-ciri Molekul Protein
Beberapa ciri molekul protein antara lain:
1) Berat molekulnya besar, hingga mencapai ribuan bahkan jutaan sehingga merupakan suatu
makromolekul.
2) Umumnya terdiri dari 20 macam asam amino, asam amino tersebut berikatan secara kovalen
satu dengan yang lainnya dalam variasi urutan yang bermacam-macam membentuk suatu rantai
polipeptida.
3) Ada ikatan kimia lainnya
Ikatan kimia lainnya mengakibatkan terbentuknya lengkunganlengkungan rantai polipeptida
menjadi struktur tiga dimensi protein, sebagai contohnya yaitu ikatan hidrogen dan ikatan ion.
4) Struktur tidak stabil terhadap beberapa faktor, antara lain, pH, radiasi, temperatur, dan pelarut
organik.
b. Klasifikasi Protein
1) Berdasarkan Fungsi Biologisnya
a) Protein Enzim
Golongan protein ini berperan pada biokatalisator dan pada umumnya mempunyai bentuk
globular. Protein enzim ini mempunyai sifat yang khas, karena hanya bekerja pada substrat
tertentu. Yang termasuk golongan ini antara lain:
(1) Peroksidase yang mengkatalase peruraian hidrogen peroksida.
(2) Pepsin yang mengkatalisa pemutusan ikatan peptida.
(3) Polinukleotidase yang mengkatalisa hidrolisa polinukleotida.
b) Protein Pengangkut
Protein pengangkut mempunyai kemampuan membawa ion atau molekul tertentu dari satu organ
ke organ lain melalui aliran darah.
Yang termasuk golongan ini antara lain:
(1) Hemoglobin pengangkut oksigen.
(2) Lipoprotein pengangkut lipid.
c) Protein Struktural
Peranan protein struktural adalah sebagai pembentuk struktural sel jaringan dan memberi
kekuatan pada jaringan. Yang termasuk golongan ini adalah elastin, fibrin, dan keratin.
d) Protein Hormon
Adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin membantu mengatur aktifitas
metabolisme didalam tubuh.
e) Protein Pelindung
Protein pada umumnya terdapat pada darah, melindungi organisme dengan cara melawan
serangan zat asing yang masuk dalam tubuh.
f) Protein Kontraktil
Golongan ini berperan dalam proses gerak, memberi kemampuan pada sel untuk berkontraksi
atau mengubah bentuk. Yang termasuk golongan ini adalah miosin dan aktin.
g) Protein Cadangan
Protein cadangan atau protein simpanan adalah protein yangdisimpan dan dicadangan untuk
beberapa proses metabolisme.
2) Berdasarkan Struktur Susunan Molekul
a) Protein Fibriler/Skleroprotein
Protein ini berbentuk serabut, tidak larut dalam pelarut-pelarut encer, baik larutan garam, asam,
basa, ataupun alkohol. Berat molekulnya yang besar belum dapat ditentukan dengan pasti dan
sukar dimurnikan. Susunan molekulnya terdiri dari rantai molekul yang panjang sejajar dengan
rantai utama, tidak membentuk kristal dan bila rantai ditarik memanjang, dapat kembali pada
keadaan semula. Kegunaan protein ini terutama hanya untuk membentuk struktur bahan dan
jaringan. Contoh
protein fibriler adalah kolagen yang terdapat pada tulang rawan, miosin pada otot, keratin pada
rambut, dan fibrin pada
gumpalan darah (Winarno, 2004).
b) Protein Globuler/Sferoprotein
Protein ini berbentuk bola, banyak terdapat pada bahan pangan seperti susu, telur, dan daging.
Protein ini larut dalam larutan garam dan asam encer, juga lebih mudah berubah dibawah
pengaruh suhu, konsentrasi garam, pelarut asam, dan basa jika dibandingkan dengan protein
fibriler. Protein ini mudah terdenaurasi, yaitu susunan molekulnya berubah yang diikuti dengan
perubahan sifat fisik dan fisiologiknya seperti yang dialami oleh enzim dan hormon (Winarno,
2004).
3) Berdasarkan Komponen Penyusunan
a) Protein Sederhana
Protein sederhana tersusun oleh asam amino saja, oleh karena itu pada hidrolisisnya hanya
diperoleh asam-asam amino penyusunnya saja. Contoh protein ini antara lain, albumin, globulin,
histon, dan prolamin.
b) Protein Majemuk
Protein ini tersusun oleh protein sederhana dan zat lain yang bukan protein. Zat lain yang bukan
protein disebut radikal protestik. Yang termasuk dalam protein ini adalah:
(1) Phosprotein dengan radikal prostetik asam phostat.
(2) Nukleoprotein dengan radikal prostetik asam nukleat.
(3) Mukoprotein dengan radikal prostetik karbohidrat.
4) Berdasarkan Asam Amino Penyusunnya
a) Protein yang tersusun oleh asam amino esensial
Asam amino esensial adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tubuh tidak dapat
mensintesanya sendiri sehingga harus didapat atau diperoleh dari protein makanan. Ada 10 jenis
asam esensial yaitu isoleusin (ile), leusin (leu), lisin (lys), metionin (met), sistein (cys), valin
(val), triptifan (tryp), tirosina (tyr), fenilalanina (phe), dan treonina (tre).
b) Protein yang tersusun oleh asam amino non esensial
Asam amino non esensial adalah asam amino yang bibutuhkan oleh tubuh dan tubuh dapat
mensintesa sendiri melalui reaksi aminasi reduktif asam keton atau melaui transaminasi. Yang
termasuk dalam protein ini adalah alanin, aspartat, glutamat, glutamine (Tejasari, 2005).
5) Berdasarkan Sumbernya
a) Protein Hewani
Yaitu protein dalam bahan makanan yang berasal dari hewan, seperti protein daging, ikan, ayam,
telur, dan susu.
b) Protein Nabati
Yaitu protein yang berasal dari bahan makanan tumbuhan, seperti protein jagung, kacang
panjang, gandum, kedelai, dan sayuran (Safro, 1990).
6) Berdasarkan Tingkat Degradasi
a) Protein alami adalah protein dalam keadaan seperti protein dalam sel.
b) Turunan protein yang merupakan hasil degradasi protein pada tingkat permulaan denaturasi.
Dapat dibedakan sebagai protein turunan primer (protean, metaprotein) dan protein turunan
sekunder (proteosa, pepton, dan peptida) (Winarno, 2004).

Struktur Protein
Struktur asam amino dapat dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu struktur primer, sekunder,
tersier, dan kuartener.
1) Struktur Primer
Susunan linier asam amino dalam protein merupakan struktur primer. Susunan tersebut
merupakan suatu rangkain unik dari asam amino yang menentukan sifat dasar dari berbagai
protein, dan secara umum menentukan bentuk struktur sekunder dan tersier. Bila protein
mengandung banyak asam amino dan gugus hidrofobik, daya kelarutannya dalam air kurang baik
dibandingkan dengan protein yang banyak mengandung asam amino dengan gugus hidrofil.

2) Struktur Sekunder
Struktur sekunder adalah struktur protein yang merupakan polipeptida terlipat-lipat, berbentuk
tiga dimensi dengan cabangcabang rantai polipeptidanya tersusun saling berdekatan. Contoh
bahan yang mempunyai struktur ini ialah bentuk -heliks pada wol, bentuk lipatan-lipatan (wiru)
pada molekul-molekul sutera, serta bentuk heliks pada kolagen.

3) Struktur Tersier
Bentuk penyusunan bagian terbesar rantai cabang disebut struktur tersier, yaitu susunan dari
struktur sekunder yang satu denganstruktur sekunder bentuk lain. Contohnya adalah beberapa
protein yang mempunyai bentuk -heliks dan bagian yang tidak berbentuk -heliks. Biasanya
bentuk-bentuk sekunder ini dihubungkan dengan ikatan hidrogen, ikatan garam, interaksi
hidrofobik, dan ikatan disulfida.

4) Struktur Kuartener
Struktur ini melibatkan beberapa polipeptida dalam membentuk suatu protein. Ikatan-ikatan yang
terjadi sampai terbentuknyaa protein sama dengan ikatan-ikatan yang terjadi pada struktur tersier
(Winarno, 2004).

e. Fungsi Protein
1) Sebagai Enzim
Berperan terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.
2) Alat Pengangkut dan Alat Penyimpanan
Banyak molekul dengan BM kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh
protein-protein tertentu.
3) Pengatur Pergerakan
Protein merupakan komponen utama daging, gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul
protein yang saling bergeseran.
4) Penunjang Mekanis
Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan adanya kolagen, suatu protein yang
berbentuk bulat panjang dan mudah
membentuk serabut.
5) Pertahanan Tubuh
Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibodi, yaitu suatu protein khusus yang dapat
mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk kedalam tubuh seperti
virus, bakteri, dan sel-sel asing lain.
6) Media Perambatan Impuls Syaraf
Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor, misalnya rodopsin, suatu
protein yang bertindak sebagai reseptor/ penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.
7) Pengendalian Pertumbuhan
Protein ini bekerja sebagai reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-
bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan (Winarno, 2004).
Metabolisme Protein
Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari 3 sumber :
- absorbsi melalui dinding usus
- hasil penguraian protein dalam sel
- hasil sintesis asam amino dalam sel
a) Anabolisme Protein (sintesis protein)
Proses sintesis protein dari sandi genetik melibatkan beberapa langkah. DNA pada
dasarnya adalah penyimpan informasi yang pasif, mirip denga cetak biru (blue print) untuk
denah rumah. Aktivitas pembuatan protein terjadi pada suatu situs khusus dalam sel yang disebut
ribosom.
Oleh karena itu, langkah pertama dalam sintesis protein adalah menyampaikan
informasi dari DNA ke ribossom. Untuk melakukan hal ini enzim-enzim seluler membuat
salinan kopi gen sehinnga dapat dibaca oleh ribosom. Salinan kopi gen ini disebut RNA duta
(messennger RNA = mRNA). mRNA membawa sandi genetik yang dipakai langsung untuk
sintesis protein di ribosom. Tahap ini disebut dengan tahp transkripsi. Dalam tahap berikutnya
kodon pada mRNA harus dapt dikorelasi dengan asam amino yang seharusnya. Tahapan ini
dilakukan molekul RNA lain, yaitu RNA transfer, (transfer RNA = tRNA) yang dikenal dengan
tahap translasi. Akhirnya asam amino harus disambungkan untuk membentuk rantai protein
fungsional (tahap sintesis).
Ribosom yang terdiri dari RNA dan protein, melakukan fungsi tersebut. Bila rantai
protein sudah lengkap, suatu tanda berhenti (stop sign) mempengaruhi ribosom sehingga ribosom
melepas protein baru tersebut ke dalam sel.
a. Transkripsi.
Transkripsi adalah sintesis RNA secara enzimatik dengan menggunakan DAN
sebagai cetakan. Untuk transkripsi suatu gen, hanya salah satu rantai DNA yang digunakan
sebagai cetakan atau templat. Transkripsi dikatalis oleh enzim RNA polimerase. Sintesis RNA
selalu bergerak ke satu arah, yaitu dari ujung 5 ke ujung 3 dari molekul RNA.
Untuk menginisiasi transkripsi, RNA polimerase berikatan pada suatu daerah di DNA
yang disebut promoter. Promoter terletak disebelah hulu (ke arah5) dari gen. Perbedaan urutan
nukleotida dari promoter berbagai gen menyebabkan perbedaan tingkat efisiensi dan regulasi
dari inisiasi transkripsi gen-gen tersebut.
Setelah RNA polimerase terikat pada promoter DNA, kedua rantai DNA dipisahkan dan
RNA polimerase memulai sintesis RNA di tempat inisiasi. Tempat ini disebut sebagai posisi +1.
RNA polimerase menambahkan ribonukleotida ke ujung 3dari rantai RNA yang sedang
disintesis. Hal ini dilakukan dengan bergerak dari ujung 3 ke arah 5 dari rantai DNA cetakan.,
sambil memisahkan bagian rantai ganda DNA yang dilaluinya. Dengan demikian ribonukleotida
dapat berpasangan dengan DNA cetakan dan ditambahkan pada ujung 3 RNA dengan
pembentukan ikatan fosfodiester. Heliks ganda akan terbentuk kembali setelah RNA polimerase
lewat.

Promoter Daerah yang ditranskripsi Terminator

DNA
TACG
5

3 ATGC
Transkripsi
RNA
5 U A C G 3

Gambar 25. Struktur gen

b.Translasi.
Translasi merupakan proses sintesis protein di dalam sel. Sebelum sintesis protein
dimulai, setiap jenis tRNA berikatan dengan asam amino spesifik. Reaksi ini dikatalis oleh
enzim aminoasil tRNA sintetase bersama dengan ATP, sehingga terbentuk aminoasil tRNA.
Pada tRNA terdapat antikodon yang akan berpasangan dengan kodon yang terdapat pada mRNA.
Setiap macam aminoasil tRNA sintetase akan menggabungkan asam amino tertentu pada tRNA
yang spesifik. Pada tRNA inisiator, tRNA terikat pada asam amino metionin yang termodifikasi,
yaitu N-formilinetionin. Proses sintesis protein terdiri dari tiga tahap yaitu:
Inisiasi : proses penempatan ribosom pada suatu molekul mRNA
Elongasi : proses penambahan asam amino
Terminasi : proses pelepasan protein yang baru disintesis

Pada sintesis protein sel prokariot, prosaes inisiasi memerlukan sub unit kecil (30S) dan
sub unit besar (50S) ribosom, mRNA, tiga faktor inisiasi (IF 1 , IF 2 dan IF 3 ) dan GTP. IF 1 dan IF

3 mula-mula terikat pada sub unit kecil ribosom, kemudian IF 2 dan GTP bergabung. Kompleks
sub unit kecil ini terikat pada mRNA di tempat pengikatan ribosom yang terletak 8 13
nukleotida sebelum hulu kodon inisiasi Aug kemudian bergerak sepanjang mRNA ke arah hilir
sampai menemukan kodon inisiasi. Setelah pengikatan sub unit kecil ribosom pada kodon
inisiasi, tRNA inisiator dapat terikat pada kodon inisiasi dan melepaaskan IF 3 sehingga

terbentuk kompleks inisiasi 30S, melepaskan IF 1 , IF 2 , GDP dan fosfat sehingga terbentuk
inisiasi 70S.
Proses elongasi melibatkan tiga faktor elongasi (EF Tu, EF Ts, EF G0, GTR,
aminoasil tRNA dan kompleks inisiasi 70 S. Proses elongasi terdiri dari tiga tahap:
Aminoasil tRNA membentuk kompleks denagn EF-Tu dan GTP, terikat pada A-site di
ribosom dengan melepaskan EF-Tu GDP. EF-Tu GTP dapat berubah lagi menjadi
EF-Tu GTP dengan bantuan EF-Ts dan GTP.
Enzim transferase peptidil yang terdapat pada ribosom membenyuk ikatan peptida antara
dua asam amino yang berdampingan.
Enzim translokase (EF-G) dengan energi GTP menggerakkan ribosom sejauh satu kodon
sepanjang mRNA sehingga tRNA pada P-site lepas dan tRNA pada A-site pindah ke
P-site.
Proses elongasi rantai peptida berjalan terus sampai ribosom mencapai suatu kodon stop.
Proses terminasi melibatkan tiga faktor pelepas (release faktor, RF 1 , RF 2 dan RF 3 ).

RF 1 atau RF 2 dapat mengenal kodon stop dan denagn bantuan RF 3 menyebabkan trasnsferase
peptidil melepaskan rantai polipeptida dari tRNA. Faktor-faktor pelepas membantu pelepasan
kedua sub unit ribosom dari mRNA.

b) Katabolisme (Biosintesis Urea)


Biosintesis urea berlangsung dalam 4 tahap:
1. Transaminasi
2. Deaminasi oksidatif glutamate
3. Transport ammonia
4. Reaksi siklus urea

Transaminasi
Transaminasi saling mengkonversi pasangan-pasangan asam -amino dan asam -
keto. Semua asam amino protein kecuali lisin, treonin, prolin dan hidroksiprolin ikut serta
dalam transaminasi. Transaminasi berlangsung reversible, dan aminotransferase juga
berfungsi dalam biosintesis asam amino.
Alanin - piruvat aminotransferase (alanin aminotransferase ) dan glutamate-
ketoglutarat amino transferase (glutamate aminotransferase) mengatalisis pemindahan gugus
amino ke piruvat (membentuk alanin) atau ke -ketoglutarat membentuk glutamate. Masing-
masing aminotransferase bersifat transferase bersifat spesifik untuk satu pasangan substrat,
tetapi tidak spesifik untuk pasangan lain.

Pemindahan nitrogen amino ke -ketoglutarat membentuk L-glutamat. Pemindahan


nitrogen ini sebagai ammonia kemudian dikatalisis oleh L-glutamat dehidrogenase (GDH)
hati, yang dapat menggunakan NAD+ atau NADP+.

Deaminasi Oksidasi
Terjadi di hati. Satu asam imino dibentuk oleh dehidrogenase, dan senyawa ini
dihidrolisis menjadi asam keto, dengan menghasilkan NH4.
Flavin terduksi mengalami reoksidasi oleh oksigen molecular, dan membentuk
hydrogen peroksida (H2O2), yang kemudian terurai menjadi O2 dan H2O oleh katalase.
Glutamin Sintase Mengikat Amonia Menjadi Glutamin
Ammonia bersifat toxik bagi susunan saraf pusat. Gejala intoksikasi ammonia
mencakup tremor, berbicara pelo, penglihatan kabur, koma dan akhirny kematian. Ammonia
bias bersifat toksik bagi otak karena xat ini bereaksi dengan -ketoglutarat untuk membentuk
glutamate. Kadar -ketoglutarat yang menurun ini kemudian menggangu fungsi siklus asam
trikarboksilat di neuron.
Oleh karena itu glutamine dikatalisis oleh Glutamine sintase. Glutamine berfungsi
mengubah ammonia menjadi suatu bentuk yang nontoksik.
Siklus Urea
Sebagian besar NH4+ yang terbentuk oleh deaminasi asam amino di hati diubah
menjadi urea, dan urea diekskresikan di dalam urine. NH4+ membentuk karbomil fosfat, dan
di mitokondria gugus ini dipindahkan ke ornitin, membentuk sitrulin. Enzim yang berperan
adalah ornitin karbamoiltransferase. Arginin diubah menjadi sitrulin , setelah itu ureanya
dipisahkan dan ornitin kembali terbentuk.

Gugus-gugus yang mengandung nitrogen dan ikut berperan membentuk urea diarsir.
Reaksi 1 dan 2 terjadi di matriks mitokondriahati dan reaksi 3,4, dan 5 di sitosol hati. CO2
(sebagai bikarbonat), ion ammonium, ornitin dan sitrulin masuk ke matriks mitokondria
melaluipembawa spesifik (lihat lingkaran biru) yang terdapat di membrane dalam
mitokondria.
GANGGUAN METABOLISME PROTEIN.
Dua penyakit yang berhubungan dengan metabolisme protein ialah : pirai (gout arthritis) dan
infark asam urat pada ginjal. Pada kedua kelainan ini terdapat gangguan metabolisme asam urat
sehingga serum meninggi dan terjadi pengendapan urat pada berbagai jaringan.Asam urat ini
merupakan hasil akhir dari pada metabolisme purin . Berasal dari reruntuhan asam-2-nukleat
menjadi purin dan akhirnya asam urat. Protein ini berasal dari tubuh sendiri dan dari makanan.
Sebagian asam urat ini dioksidasi menjadi ureum dan diekskresi.
A. PIRAI (GOUTY ARTHRITIS)
Secara klinis penyakit ini merupakan arthritis akuta yang sering kambuh secara menahun.
Pada berbagai jaringan ditemukan endapan2 urat yang merupakan tonjolan2 yang disebut tophus
biasanya terdapat disekitar sendi, sering juga tulang rawan daun telinga . Pengendapan juga
terdapat pada ginjal juga pada jantung. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada pria usia
pertengahan atau lebih tua. Penyakit ini juga cenderung timbul secara familial. Dalam satu
keluarga, satu diantara lima anggota dapat terkena penyakit ini. Kadang secara klinis tidak
tampak manifestasi pirai, tetapi dalam darah terdapat hyperurecaemia. Dasar gangguan metabolic
ini tidak diketahui tetapi meningkatnya kadar asam urat darah dapat disebabkan :
1. Destruksi asam urat dalam tubuh berkurang.
2. Ekskresinya berkurang.
3. Pembentukannya berlebihan.
Pada payah ginjal adanya reabsorbsi glomeruler, retensi asam urat, adanya metastatik
sehingga timbul penimbunan2 urat pada tempat2 tertentu. Kelainan khas disebut tophus :terdiri
atas endapan urat,berwarna putih seperti kapur,pada jaringan . Tophus tersebut biasanya
dikelilingi zone hyperemic Mula2 kecil tidak teratur. Kemudian menjadi satu dan besar,pada
permukaan sendi. Endapan kristal urat natrium pada ginjal menimbulkan gouty nephritis
biasanya pada piramide. Pada penderita pirai sering ditemukan pula hipertensi dan penyakit
vasculer yang keras seperti arteriosclerosis umum dan arteriosclerosis pembuluh ginjal. Pada
kasus ini kira2 10% meninggal karena ginjal ; gouty nephritis, nephrosclerosis dan
pyelonephritis.
B. ENDAPAN URAT PADA GINJAL :
Pada ujung2 piramide ginjal pada bayi dan pada penderita leukemia dan polisitemia terdapat
endapan2 urat. Pada ginjal bisa terjadi infark asam urat . endapan terdapat pada tubulus kontortus
,kemudian epitel peritubuler. Syndrom Nefrotik. Adalah keluarnya protein lebih dari 3,5 gram
melalui urine perhari. Dalam keadaan normal hampir tidak ada protein yang keluar melalui urine
. Syndrome nefrotik mengisyaratkan cedera glomerulus yang berat. Hilangnya protein2 plasma
menyebabkan hipoalbuminemia dan hipoimmunglobulinemia. Manifestasi klinik antara lain
adalah mudah infeksi (akibat hipoimmunoglobulin) dan edema anasarka, hiperlipidemia
peningkatan lemak2 plasma berkaitan dengan hipoalbuminemia. Penatalaksanaan diet : protein
normal, rendah lemak. Garam dibatasi.Bisa diberi diuretik utk pengeluaran cairan. Bisa diberi
tambahan protein kecuali apabila dicurigai adanya gagal ginjal ( protein memperburuk gagal
ginjal)
https://www.scribd.com/doc/224332875/Ciri-Ciri-Protein (12.20)
http://budisma.net/2015/01/ciri-sifat-dan-jenis-protein.html
https://www.scribd.com/doc/177479378/Metabolisme-Protein#download
https://www.scribd.com/doc/226324701/Anabolisme-Protein
http://www.biologi-sel.com/2012/11/anabolisme-dan-katabolisme-part2.html
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Cerika%20Rismayanthi,%20S.Or./BAHA
N%20AJAR%20PENGANTAR-BIOKIMIA.pdf
http://www.pdfseeker.net/pdf/jurnal-metabolisme-protein.html
http://www.fp.unud.ac.id/biotek/wp-content/uploads/2009/02/metabolisme-protein.pdf
http://ocw.usu.ac.id/course/download/1110000095-metabolism-
system/mbs127_slide_metabolisme_proteinasam_amino.pdf
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/kuntarti/material/metabolisme.pdf
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Cerika%20Rismayanthi,%20S.Or./Metab
olisme%20protein.pdf

pilih2 ya ita dafpusnya hehehehe