Anda di halaman 1dari 23

1.

Frekuensi Distribusi Umur dalam Tabel dan Histogram

Kategori Umur

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid 1,00 8 3,2 3,2 3,2

2,00 18 7,2 7,2 10,4

3,00 15 6,0 6,0 16,4

4,00 47 18,8 18,8 35,2

5,00 42 16,8 16,8 52,0

6,00 40 16,0 16,0 68,0

7,00 38 15,2 15,2 83,2

8,00 19 7,6 7,6 90,8

9,00 17 6,8 6,8 97,6

10,00 6 2,4 2,4 100,0

Total 250 100,0 100,0


2. Membuat variabel IMT (Done)
3. Distribusi Normal Data IMT.
Dengan cara memeriksa rasio skewness dan rasio kurtosis

Statistics
IMT

N Valid 250

Missing 0
Skewness ,933
Std. Error of Skewness ,154
Kurtosis 1,429
Std. Error of Kurtosis ,307

Rasio Skewness:

0,933
= 6,058
0,154

Rasio Kurtosis

1,429
= 4,654
0,307

Karena Skewness dan Kurtosis tidak berada dalam interval -2 hingga 2, Data IMT
tidak berdistribusi normal.

Dengan cara menggunakan gambar kurva normal


Berdasarkan gambar, dapat diduga bahwa data IMT tidak berdistribusi normal.

Menggunakan uji normalitas

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

IMT ,076 250 ,001 ,951 250 ,000

a. Lilliefors Significance Correction

Apabila p value = (0,05), p value berdasarkan uji normalitas kolmogorov-smirnov,


0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.

Menggunakan gambar QQ Plot.


Pada gambar QQ Plot terdapat beberapa titik-titik yang terpisah jauh, hal ini menyebabkan data
tidak berdistribusi normal.

4. Apakah Kadar Gula Darah berdistribusi normal


Dengan cara memeriksa rasio skewness dan rasio kurtosis
Statistics
Gula Darah Sewaktu (mg/dL)

N Valid 250

Missing 0
Skewness 4,190
Std. Error of Skewness ,154
Kurtosis 21,632
Std. Error of Kurtosis ,307

Rasio Skewness:

4,190
= 27,207
0,154

Rasio Kurtosis

21,632
= 70,462
0,307

Karena Skewness dan Kurtosis tidak berada dalam interval -2 hingga 2, Data IMT
tidak berdistribusi normal.
Dengan cara menggunakan gambar kurva normal

Berdasarkan gambar, dapat diduga bahwa data IMT tidak berdistribusi normal.
Menggunakan uji normalitas
Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

Gula Darah Sewaktu


,263 250 ,000 ,536 250 ,000
(mg/dL)

a. Lilliefors Significance Correction

Apabila p value = (0,05), p value berdasarkan uji normalitas kolmogorov-smirnov,


0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.

Menggunakan gambar QQ Plot.


Pada gambar QQ Plot terdapat beberapa titik-titik yang terpisah jauh, hal ini menyebabkan data
tidak berdistribusi normal.

5. Apakah Total Kolesterol berdistribusi normal


Dengan cara memeriksa rasio skewness dan rasio kurtosis

Statistics
Total Kolesterol (mg/dL)

N Valid 250

Missing 0
Skewness 1,228
Std. Error of Skewness ,154
Kurtosis 3,043
Std. Error of Kurtosis ,307

Rasio Skewness:
1,228
= 7,974
0,154
Rasio Kurtosis
3,043
= 9,912
0,307

Karena Skewness dan Kurtosis tidak berada dalam interval -2 hingga 2, Data IMT
tidak berdistribusi normal.
Dengan cara menggunakan gambar kurva normal

Berdasarkan gambar, dapat diduga bahwa data IMT tidak berdistribusi normal.
Menggunakan uji normalitas

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Total Kolesterol (mg/dL) ,088 250 ,000 ,921 250 ,000

a. Lilliefors Significance Correction

Apabila p value = (0,05), p value berdasarkan uji normalitas kolmogorov-smirnov,


0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.
Menggunakan gambar QQ Plot.
Pada gambar QQ Plot terdapat beberapa titik-titik yang terpisah jauh, hal ini menyebabkan data
tidak berdistribusi normal.

6. Apakah LDL berdistribusi normal


Dengan cara memeriksa rasio skewness dan rasio kurtosis

Statistics
LDL (Low Density Lipoprotein) mg/dL

N Valid 250

Missing 0
Skewness 1,233
Std. Error of Skewness ,154
Kurtosis 2,521
Std. Error of Kurtosis ,307

Rasio Skewness:
1,233
= 8,006
0,154
Rasio Kurtosis
3,043
= 8,211
0,307

Karena Skewness dan Kurtosis tidak berada dalam interval -2 hingga 2, Data IMT
tidak berdistribusi normal.
Dengan cara menggunakan gambar kurva normal

Berdasarkan gambar, dapat diduga bahwa data IMT tidak berdistribusi normal.
Menggunakan uji normalitas
Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

LDL (Low Density


,093 250 ,000 ,919 250 ,000
Lipoprotein) mg/dL

a. Lilliefors Significance Correction

Apabila p value = (0,05), p value berdasarkan uji normalitas kolmogorov-smirnov,


0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.
Menggunakan gambar QQ Plot.
Pada gambar QQ Plot terdapat beberapa titik-titik yang terpisah jauh, hal ini menyebabkan data
tidak berdistribusi normal.

7. Apakah Trigliserid berdistribusi normal


Dengan cara memeriksa rasio skewness dan rasio kurtosis
Statistics
Trigliserida (mg/dL)

N Valid 250

Missing 0
Skewness 2,015
Std. Error of Skewness ,154
Kurtosis 4,268
Std. Error of Kurtosis ,307

Rasio Skewness:
2,015
= 13,084
0,154

Rasio Kurtosis
4,268
0,307
= 13,902
Karena Skewness dan Kurtosis tidak berada dalam interval -2 hingga 2, Data IMT
tidak berdistribusi normal.
Dengan cara menggunakan gambar kurva normal

Berdasarkan gambar, dapat diduga bahwa data IMT tidak berdistribusi normal.
Menggunakan uji normalitas

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Trigliserida (mg/dL) ,200 250 ,000 ,766 250 ,000

a. Lilliefors Significance Correction

Apabila p value = (0,05), p value berdasarkan uji normalitas kolmogorov-smirnov,


0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.
Menggunakan gambar QQ Plot.
Pada gambar QQ Plot terdapat beberapa titik-titik yang terpisah jauh, hal ini menyebabkan data
tidak berdistribusi normal.

8. Apakah HDL berdistribusi normal


Dengan cara memeriksa rasio skewness dan rasio kurtosis
Statistics
HDL (High Density Lipoprotein) mg/dL

N Valid 250

Missing 0
Skewness ,782
Std. Error of Skewness ,154
Kurtosis -,280
Std. Error of Kurtosis ,307

Rasio Skewness:
0,782
= 5,077
0,154

Rasio Kurtosis
0,280
= 0,912
0,307

Karena Skewness dan Kurtosis tidak berada dalam interval -2 hingga 2, Data IMT
tidak berdistribusi normal.
Dengan cara menggunakan gambar kurva normal

Berdasarkan gambar, dapat diduga bahwa data IMT tidak berdistribusi normal.

Menggunakan uji normalitas


Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

HDL (High Density


,183 250 ,000 ,905 250 ,000
Lipoprotein) mg/dL

a. Lilliefors Significance Correction

Apabila p value = (0,05), p value berdasarkan uji normalitas kolmogorov-smirnov,


0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.

Menggunakan gambar QQ Plot.


Pada gambar QQ Plot terdapat beberapa titik-titik yang terpisah jauh, hal ini menyebabkan data
tidak berdistribusi normal.

9. Kategori Gula Darah


kategori gula darah

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid = 'normal' 41 16,4 16,4 16,4

= 'Gangguan Gula Darah


187 74,8 74,8 91,2
Puasa'

= 'Diabetes Melitus' 22 8,8 8,8 100,0

Total 250 100,0 100,0


10. Genetik PJK dalam bentuk bar diagram atau pie diagram

Genetik PJK

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Negatif 204 81,6 81,6 81,6

Positif 46 18,4 18,4 100,0

Total 250 100,0 100,0


11. Sajikan PJK dalam bentuk tabel dan diagram

PJK

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Negatif 180 72,0 72,0 72,0

Positif 70 28,0 28,0 100,0

Total 250 100,0 100,0


12. Korelasi antara IMT dan Kadar Gula Darah
Correlations

Gula Darah
Sewaktu
Kategori IMT (mg/dL)

Kategori IMT Pearson Correlation 1 ,040

Sig. (2-tailed) ,532

N 250 250
Gula Darah Sewaktu Pearson Correlation ,040 1
(mg/dL) Sig. (2-tailed) ,532
N 250 250
13.