Anda di halaman 1dari 11

Simulasi Perilaku Mahasiswa Kepada

Pegawai Tata Usaha dan Petugas


Perpustakaan

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK IX

1. Sr.Huberta Tamba FSE (032017101)


2. Felisita Adine Febrilastari (032017095)
3. Eva Damayanti Gulo (032017098)

STIKES SANTA ELISABETH MEDAN


T.A.2017/2018
KATA PENGANTAR

Rasa Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena dengan
rahmatnya dapat menyelesaikan makalah ini.
Menyadari akan keterbatasan kemampuan kami, maka dalam hal ini kami mengharap kritik
dan saran untuk memperbaikinya.

Besar harapan kami semoga penulisan makalah ini dapat memenuhi syarat.
Mudah-mudahan hasil dari tugas makalah ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi
kita sekalian, Amin.
medan, september 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..........................................................................................................i


Daftar Isi ...................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 .Latar Belakang ...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................1
1.3 Tujuan ...............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Caring Secara Umum .......................................................................2
2.2 Pengertian Caring Menurut Para Ahli................................................................
2.3 Manfaat Caring....................................................................................................7
2.4 Perilaku Caring Yang Dapat Ditemui Dalam Tatanan Keperawatan .................9
2.5 Contoh Perilaku Caring Kepada Pegawai Tata Usaha Dan Petugas Perpustakaan
..................................................................................................................................11
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan .......................................................................................................18
3.2 Saran .................................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 .Latar Belakang


Di era globalisasi ini,segala bidang kehidupan sedang mengalami perkembangan bahkan
kemajuan.Salah satunya adalah bidang pelayanan kesehatan.bidang pelayanan kesehatan
tidak hanya sarana dan prasarana yang mengalami kemajuan,tetapi juga profesionalisme dari
tenaga kesehatan.
Lingkungan kesehatan seperti rumah sakit,perawat akan berhadapan dengan klien dan
tenaga kesehatn lainnya.Oleh karena itu,Perawat harus terus meningkatkan
profesionalismenya,
yaitu meningkatkan perilaku caring.Caring bukan semata-mata perilaku. Caring adalah
cara yang memiliki makna dan memotivasi tindakan. Caring juga didefinisikan sebagai
tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil
meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien (Carruth et all, 1999).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah Pengertian caring secara umum dalam keperawatan ?
2.apakah pengertian caring menurut para ahli?
3.apakah manfaat caring?
4. Apasaja prilaku caring yang dapat ditemui dalam tatanan pelayanan kesehatan?
5.apa contoh perilaku caring kepada pegawai tata usaha dan petugas perpustakaan?

1.3 Tujuan
Makalah ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas mata kuliah Konsep Dasar
Keperawatan I, menambah wawasan tentang Konsep Caring di Sepanjang Rentang
Kehidupan, agar kami mahasiswa mengerti tentang bagaimana perilaku caring dalam proses
dan praktik keperawatan dan bagaimana perilaku caring mahasiswa kepada pegawai tata
usaha dan petugas perpustakaan, dan sebagai salah satu sarana belajar mahasiswa

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Caring Secara Umum


Secara bahasa, istilah caring diartikan sebagai tindakan
kepedulian. Caring secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi
bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, serta suatu perasaaan empati pada orang lain
dan perasaan cinta atau menyayangi.
Pengertian caring berbeda dengan care. Care adalah fenomena yang berhubungan dengan
orang berhubungan dengan bimbingan, bantuan, dukungan perilaku kepada individu,
keluarga, kelompok dengan adanya kejadian untuk memenuhi kebutuhan aktual maupun
potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan manusia. Sedangkan caring
adalah tindakan nyata dari care yang menunjukkan suatu rasa kepedulian.

2.2 Pengertian Caring Menurut Beberapa Ahli


Florence nightingale (1860) : caring adalah tindakan yang menunjukkan pemanfaatan
lingkungan pasien dalam membantu penyembuhan, memberikan lingkungan bersih,
ventilasi yang baik dan tenang kepada pasien.
Delores gaut (1984) : caring tidak mempunyai pengertian yang tegas, tetapi ada tiga
makna dimana ketiganya tidak dapat dipisahkan, yaitu perhatian, bertanggung jawab,
dan ikhlas.
Crips dan Taylor (2001) : caring merupakan fenomena universal yang mempengaruhi
bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku dalam hubungannya
dengan orang lain.
Rubenfild (1999) : caring yaitu memberikan asuhan, tanggunggung jawab, dan ikhlas.
Crips dan Taylor (2001) : caring merupakan fenomena universal yang mempengaruhi
bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku dalam hubungannya
dengan orang lain.
Rubenfild (1999) : caring yaitu memberikan asuhan, dukungan emosional pada klien,
keluarga, dan kerabatnya secara verbal maupun nonverbal.
Jean watson (1985) : caring merupakan komitmen moral untuk melindungi,
mempertahankan, dan meningkatkan emosional pada klien, keluarga, dan kerabatnya
secara verbal maupun nonverbal.Jean watson (1985) : caring merupakan komitmen
moral untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan martabat manusia.
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat dipersingkat bahwa pengertian caring secara umum
adalah suatu tindakan moral atas dasar kemanusiaan, sebagai suatu cerminan perhatian,
perasaan empati dan kasih sayang kepada orang lain, dilakukan dengan cara memberikan
tindakan nyata kepedulian, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kondisi
kehidupan orang tersebut. Caring merupakan inti dari keperawatan.

2.3 Manfaat Caring


pemberian pelayanan kepada pasien.
Caring yang Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Penerapan caring yang diintegrasikan dengan pengetahuan biofisikal dan pengetahuan
mengenai perilaku manusia akan dapat maningkatkan kesehatan individu dan
memfasilitasi efektif dalam meningkatkan kesehatan individu dan keluarga.
Mendukung perkembangan sesorang dan mempengaruhi seseorang dalam memilih
tindakan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
Maningkatkan kunjungan pasien ke rumah sakit.
Mempengaruhi kepuasan pasien.
Mendatangkan manfaat finansial bagi industri pelayanan kesehatan.

2.4 Perilaku Caring Yang Dapat Ditemui Dalam Tatanan Keperawatan

Caring bukanlah sesuatu yang dapat diajarkan, tetapi merupakan hasil dari kebudayaan,
nilai-nilai, pengalaman, dan dari hubungan dengan orang lain. Sikap keperawatan yang
berhubungan dengancaring adalah kehadiran, sentuhan kasih sayang, mendengarkan,
memahami klien, caring dalam spiritual, dan perawatan keluarga.

1. Kehadiran
Kehadiran adalah suatu pertemuan antara seseorang dengan seseorang lainnya yang
merupakan sarana untuk mendekatkan diri dan menyampaikan manfaat caring. Menurut
Fredriksson (1999), kehadiran berarti ada di dan ada dengan. Ada di berarti kehadiran
tidak hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga komunikasi dan pengertian. Sedangkan ada
dengan berarti perawata selalu bersedia dan ada untuk klien (Pederson, 1993). Kehadiran
seorang perawat membantu menenangkan rasa cemas dan takut klien karena situasi tertekan.

2. Sentuhan
Sentuhan merupakan salah satu pendekatan yang menenangkan dimana perawat dapat
mendekatkan diri dengan klien untuk memberikan perhatian dan dukungan. Ada dua jenis
sentuhan, yaitu sentuhan kontak dan sentuhan non-kontak. Sentuhan kontak merupakan
sentuhan langsung kullit dengan kulit. Sedangkan sentuhan non-kontak merupakan kontak
mata. Kedua jenis sentuhan ini digambarkn dalam tiga kategori :
a) Sentuhan Berorientasi-tugas
Saat melaksanakan tugas dan prosedur, perawat menggunakan sentuhan ini. Perlakuan yang
ramah dan cekatan ketika melaksanakan prosedur akan memberikan rasa aman kepada klien.
Prosedur dilakukan secara hati-hati dan atas pertimbangan kebutuhan klien.
b) Sentuhan Pelayanan (Caring)
Yang termasuk dalam sentuhan caring adalah memegang tangan klien, memijat punggung
klien, menempatkan klien dengan hati-hati, atau terlibat dalam pembicaraan (komunikasi
non-verbal). Sentuhan ini dapat mempengaruhi keamanan dan kenyamanan klien,
meningkatkan harga diri, dan memperbaiki orientasi tentang kanyataan (Boyek dan Watson,
1994).
c) Sentuhan Perlindungan
Sentuhan ini merupakan suatu bentuk sentuhan yang digunakan untuk melindungi perawat
dan/atau klien (fredriksson, 1999). Contoh dari sentuhan perlindungan adalah mencegah
terjadinya kecelakaan dengan cara menjaga dan mengingatkan klien agar tidak terjatuh.
Sentuhan dapat menimbulkan berbagai pesan, oleh karena itu harus digunakan secara
bijaksana.

3. Mendengarkan
Untuk lebih mengerti dan memahami kebutuhan klien, mendengarkan merupakan kunci,
sebab hal ini menunjukkan perhatian penuh dan ketertarikan perawat. Mendengarkan
membantu perawat dalam memahami dan mengerti maksud klien dan membantu menolong
klien mencari cara untuk mendapatkan kedamaian.
4. Memahami klien
Salah satu proses caring menurut Swanson (1991) adalah memahami klien. Memahami
klien sebagai inti suatu proses digunakan perawat dalam membuat keputusan klinis.
Memahami klien merupakan pemahaman perawat terhadap klien sebagai acuan melakukan
intervensi berikutnya (Radwin,1995). Pemahaman klien merupakan gerbang penentu
pelayanan sehingga, antara klien dan perawat terjalin suatu hubungan yang baik dan saling
memahami.

5. Caring Dalam Spiritual


Kepercayaan dan harapan individu mempunyai pengaruh terhadap kesehatan fisik
seseorang. Spiritual menawarkan rasa keterikatan yang baik, baik melalui hubungan
intrapersonal atau hubungan dengan dirinya sendiri, interpersonal atau hubungan dengan
orang lain dan lingkungan, serta transpersonal atau hubungan dengan Tuhan atau kekuatan
tertinggi.
Hubungan caring terjalin dengan baik apabila antara perawat dan klien dapat memahami
satu sama lain sehingga keduanya bisa menjalin hubungan yang baik dengan melakukan hal
seperti, mengerahkan harapan bagi klien dan perawat; mendapatkan pengertian tentang
gejala, penyakit, atau perasaan yang diterima klien; membantu klien dalam menggunakan
sumber daya sosial, emosional, atau spiritual; memahami bahwa hubungan caring
menghubungkan manusia dengan manusia, roh dengan roh.

6. Perawatan Keluarga
Keluarga merupakan sumber daya penting. Keberhasilan intervensi keperawatan sering
bergantung pada keinginan keluarga untuk berbagi informasi dengan perawat untuk
menyampaikan terapi yang dianjurkan. Menjamin kesehatan klien dan membantu keluarga
untuk aktif dalam proses penyembuhan klien merupakan tugas penting anggota keluarga.
Menunjukkan perawatan keluarga dan perhatian pada klien membuat suatu keterbukaan yang
kemudian dapat membentuk hubungan yang baik dengan anggota keluarga klien.
2.5 Contoh Perilaku Caring Mahasiswa Kepada Pegawai Tata Usaha dan Petugas
Perpustakaan
Kepada Pegawai Tata Usaha
Apabila mahasiswa ingin ke ruang tata usaha maka terlebih dahulu mengetok pintu, setelah
di ijinkan masuk oleh pegawai tata usaha maka kita masuk, lalu menyapa sambil tersenyum
ramah kepada pegawai tata usaha tersebut, setelah itu kita meminta apa yang kita butuhkan,
setelah kita mendapatkannya maka kita mengucapakan terima kasih lalu tersenyum dan
memberi salam lalu pergi dari ruang tata usaha dengan baik dan sopan.

Petugas Perpustakaan
Mahasiswa masuk ke dalam perpustakaan kemudian memberikan salam hangat dan
senyuman kepada petugas perpustakaan, kemudian bertanya apakah saya boleh meminjam
buku hari ini Pak/Ibu?.apabila petugas meminta KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) maka kita
memberikan KTM kita sambil tersenyum.jika sudah diberi ijin meminjam buku maka kita
harus menaati peraturan yang ada,kemudian kita permisi pamit kepada petugas dan
mengucapkan terimakasih lalu memberi salam dan tersenyum kepada petugas perpustakaan.
BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga , kelompok
dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan
yang optimal. Keperwatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian
integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual
secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun
sakit mencakup siklus hidup manusia.
Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik maupun mental,
keterbatasan pengetahuan serta kurang kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan
kegiatan sehari-hari secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan
dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (Primary Health care) untuk
memungkinkan setiap orang mencapai kemampuan hidup sehat dan produktif.

3.2 SARAN
Dalam penyusunan kurikulum pendidikan perawatan memasukkan unsur caring dalam
setiap mata kuliah. Penekanan pada kepedulian dan kepercayaan, komitmen membantu
orang lain dan berbagai unsur caring yang lain harus sudah dibangun sejak perawat dalam
masa pendidikan. Selain itu perlu dilakukan sosialisasi konsep caring pada perawat guna
memberikan pemahaman yang mendalam tentang apa yang harus dilakukan perawat agar
bersikap caring dalam setiap kontak dengan pasien. Indikator-indikator caring harus dikenal
dan diaplikasikan dalam perawatan serta dievaluasi secara terus menerus
DAFTAR PUSTAKA

http://andaners.wordpress.com/2009/04/28/konsep-keperawatan-komunitas/
Watson, Jean. (2004). Theory of human Caring. Http: //www2.uchse.edu/son/caring
Meidiana Dwidiyanti. 2008. Keperawatan Dasar. Semarang. Hasani
http://usfinit-engky.blogspot.com/2011/12/makalah-konsep-caring.html
http://teguhyudi-teguhyudi.blogspot.com/2011/07/aplikasi-konsep-caring-dalam-
praktek.html