Anda di halaman 1dari 68

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-
Nya, penyusunan modul pelayanan keperawatan keluarga di rumah sebagai bahan
peningkatan kemampuan teknis dapat diselesaikan

Modul ini diperuntukkan bagi petugas pemberi pelayanan keperawatan keluarga,


khususnya perawat yang nantinya berperan sebagai manajer kasus.

Kami menyadari adanya keterbatasan dalam penyusunan modul tambahan ini, oleh
karena itu, kami mengharapkan saran dan masukan demi penyempurnaan modul ini
dan terlaksananya penerapan Pelayanan Keperawatan Keluarga Di Rumah Dalam
Menunjang Desa siaga secara Nasional.

Maret 2010
Direktur Bina Pelayanan Keperawatan

Suhartati, S.Kp, M.Kes


NIP 196007271985012001

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1 1
DI RUMAH
DAFTAR ISI
MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH
PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH

KATA PENGANTAR ........................................................................................................... 1


DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 2
GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN .................................................................. 3

MATERI MODUL MI -18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH


PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH ............................................. 7
I. DESKRIPSI
7
SINGKAT ...............................................................................................
8
II. TUJUAN
8
PEMBELAJARAN .......................................................................................
8
III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK
BAHASAN ................................................... 9

IV. BAHAN 10
BELAJAR ..................................................................................................... 10
V. LANGKAH LANGKAH KEGIATAN 19
PEMBELAJARAN ...........................................
VI. URAIAN
MATERI ......................................................................................................
A. Pokok Bahasan 1 : Pengetahuan Dasar Kesehatan
43
Mental ...............................
47
B. Pokok Bahasan 2 : Asuhan Keperawatan dan Terapi Keperawatan pada
Klien dengan Masalah Psikososial dalam Konteks Keluarga di
53
Rumah ......................
54
DAFTAR LAMPIRAN 55
Lampiran 1. Format A. Analisa Data Klien dengan Masalah Psikososial dalam 57
Konteks Keluarga di Rumah ......................................................................
Lampiran 2. Format B. Rencana dan Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Klien
dengan Masalah Psikososial dalam Konteks Keluarga di Rumah ............
Lampiran 3. Format C. Catatan Perkembangan Klien ....................................................

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2 2
DI RUMAH
GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN
MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH
PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH

Materi Modul :
Asuhan Keperawatan Klien dengan Masalah Psikososial dalam Konteks Keluarga di
Rumah.

Tujuan Pembelajaran Umum :


Setelah mengikuti sesi pembelajaran ini, peserta mampu menerapkan asuhan
keperawatan pada klien dengan masalah psikososial dalam konteks keluarga di rumah.

Tujuan Pembelajaran Khusus :


Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu :
1. Menjelaskan kembali pengetahuan dasar tentang kesehatan mental
2. Mendemonstrasikan asuhan keperawatan dan terapi keperawatan pada klien
dengan masalah psikososial melalui pendekatan proses keperawatan

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan :


Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut :
Pokok Bahasan 1 : Pengetahuan dasar kesehatan mental
Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian sehat mental
2. Karakteristik sehat mental
3. Masalah kesehatan mental yang sering terjadi di keluarga
4. Prinsip intervensi pada klien dengan masalah psikososial

Pokok Bahasan 2 : Asuhan Keperawatan dan terapi keperawatan pada klien dengan
masalah psikososial dalam konteks keluarga di rumah
Sub Pokok Bahasan
1. Tahapan Asuhan Keperawatan Klien Dengan Masalah Psikososial Dalam
Konteks Keluarga Di Rumah

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3 3
DI RUMAH
2. Terapi keperawatan pada klien dengan kesehatan mental dalam konteks
keluarga di rumah

Waktu :
6 jpl (Teori =2 jpl, Praktik =2 jpl, Praktik Lapangan=2 jpl)

Metode :
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Penugasan

Media :
1. Bahan tayangan digital
2. Modul
3. Lembar kerja

Alat Bantu :
1. Komputer
2. LCD
3. Whiteboard + Spidol
4. CHN Kitt

Referensi :
1. Allender, J.N., & Spredley, B.W. (2001). Community health nursing : concept and
practice. Philadelphia : Lippincot.

2. Al Bahri, 2005, Deteksi dini penyalagunaan napza, http : // digilib. litbang. depkes.
go.id/go.php?id= jkpkbppk -gdl- res -2001- al-265- konseling, diperoleh tanggal 28 Februari
2007.

3. Anderson, E.T. & McFarlane, J. (2000). Community as partner: Theory and


practice in nursing. Philadelphia : Lippincot.

4. Badan Narkotika Nasional. (2004). Hasil penelitian badan narkotika nasional


dengan puslitbang Universitas Indonesia. Jakarta : tidak dipublikasikan.

5. ______________________.(2006). Pencegahan dan penanggulangan


penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan. Jakarta : Badan Narkotika
Nasional.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4 4
DI RUMAH
6. Bomar, P.J. (2004). Promoting health in families : Applying family research and
theory to nursing practice, Third Edition. Philadelphia : Saunders.

7. Departemen Kesehatan RI. (2000). Pedoman penyebarluasan informasi tentang


pencegahan dan penanggulangan NAPZA : Buku pedoman bagi pendidik. Jakarta :
Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan Depkes.

8. Edelman & Mandle. (1990). Health promotion :throughout the lifespan. St Louis :
Mosby.

9. Ervin, N.E. (2002). Advanced community health nursing practice : population


focused care. New Jersey : Pearson Education,Inc.

10. Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia & World Health Organization


Indonesia. (2006). Modul basic course community mental health nursing. Jakarta :
tidak dipublikasikan.

11. _____________________________(2006). Modul intermediate course


community mental health nursing. Jakarta : tidak dipublikasikan.

12. Fauzi, A. (2004). Psikologi umum. Bandung : CV Pustaka Setia.

13. Friedman, M.M., Bowdwn, V.R., & Jones, E.G. (2003). Family nursing : research,
theory, & practice. New Jersey : Pearson Education, Inc.

14. Hawari, D. (2003). Penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA. Jakarta: balai


Penerbit FKUI.

15. Helvie, C.O. (1998). Advanced practice nursing in the community. California:
SAGE Publication Inc.

16. Hitchcock, J.E., Scubert, P.E., & Thomas, S.A. (1999). Community health
nursing: Caring in action. USA: Delmar Publishers.

17. Joewana, S. (2005). Gangguan mental dan perilaku akibat penyalahgunaan zat
psikoaktif: Penyalahgunaan NAPZA/NARKOBA. Edisi 2. Jakarta: EGC.

18. Kozier, B., Erb,Glenora., Berman, A., & Synder, S.J. (2004). Fundamentals of
nursing: Concepts, process, and practice. New Jersey: Pearson Education, Inc.

19. McMurray, A. (2003). Community health and wellness : a socioecological


approach. Toronto: Mosby.

20. Stanhope, M, & Lancaster,J. (2000). Community and public health nursing. The
Mosby Tear Book: St.Louis.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5 5
DI RUMAH
21. Struart, G.W; & Laraia, M.T. (1998). Principles and practice of psychiatric
nursing. St.Louis, Missouri : Mosby.

22. Word Health Organization. (1991). Menanggulangi ketagihan obat dan alkohol:
panduan bagi petugas kesehatan masyarakat dengan petunjuk untuk pelatih. Edisi
Bahasa Indonesia, penterjemah: L.Raslim Rasyid. Bandung : Penerbit ITB.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6 6
DI RUMAH
MATERI
MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH
PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH

I. DESKRIPSI SINGKAT
Dampak globalisasi dan adanya krisis keuangan global yang terjadi saat ini
menuntut adanya pertumbuhan dan perubahan sosial ekonomi, budaya yang
cepat termasuk perubahan gaya hidup. Daya saing yang ketat dalam kehidupan,
sulitnya mencari nafkah, dan krisis moral menjadi fenomena yang muncul sebagai
dampak negatif dari perubahan tersebut. Fenomena tersebut juga akan
mempengaruhi perkembangan mental masyarakat, seperti adanya perasaan
bersaing yang tidak sehat, mudah putus asa, rasa tidak aman, sulit tidur, isolasi
sosial, menggunakan NAPZA sebagai kompensasi, dan bahkan sampai terjadi
perilaku kekerasan pada diri sendiri maupun orang lain. Merujuk kondisi ini
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pemerintah disetiap negara
agar menjadikan kesehatan mental sebagai bagian vital dari perawatan
kesehatan, karena gangguan mental dapat menjangkiti satu dari empat orang dan
hampir 1 juta orang melakukan bunuh diri diseluruh dunia setiap tahun, proposi
yang sangat besar adalah anak-anak muda.

Pentingnya kesehatan mental juga didukung oleh hasil Riset Kesehatan Dasar
Depkes (RISKESDAS) tahun 2007 bahwa gangguan mental emosional yang
terjadi pada usia 15 tahun keatas adalah 11,6%, dan prevalensi masalah
psikososial yang sangat berisiko terjadinya gangguan mental perlu juga diatasi
seperti : 8,7% mengalami gangguan tidur, 6,6% sulit beradaptasi dengan orang
baru, 5,4 % sulit memelihara persahabatan, 6,8% sulit melakukan tanggung
jawabnya, dan 8,2% sulit berperan di masyarakat. Meskipun gangguan jiwa itu
tidak berbahaya, namun perlahan tapi pasti mengurangi produktivitas seseorang.
Oleh karena itu melalui asuhan keperawatan keluarga diharapkan masyarakat
akan lebih mengenal gejala dini masalah kesehatan mental dan dapat
meningkatnya kemampuannya untuk melakukan upaya pencegahan.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 7 7
DI RUMAH
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
A. Tujuan Pembelajaran Umum:
Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu menerapkan asuhan
keperawatan klien dengan masalah psikososial dalam konteks keluarga di
rumah.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus:


Setelah mengikuti sesi pembelajaran, peserta mampu :
1. Menjelaskan kembali pengetahuan dasar tentang masalah
psikososial
2. Mendemonstrasikan asuhan keperawatan dan terapi keperawatan
pada klien dengan masalah psikososial lewat pendekatan proses
keperawatan

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN


Dalam modul ini akan dibahas pokok bahasan sebagai berikut:
Pokok Bahasan 1 : Pengetahuan Dasar Kesehatan Mental
Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian sehat mental
2. Karakteristik sehat mental
3. Masalah kesehatan mental yang sering terjadi di keluarga
4. Prinsip intervensi pada klien dengan masalah psikososial

Pokok Bahasan 2 : Asuhan Keperawatan Dan Terapi Keperawatan Pada Klien


Dengan Masalah Psikososial Dalam Konteks Keluarga Di Rumah
Sub Pokok Bahasan
1. Tahapan Asuhan Keperawatan Klien Dengan Masalah Psikososial Dalam
Konteks Keluarga Di Rumah
2. Terapi Keperawatan Pada Klien Dengan Kesehatan Mental Dalam
Konteks Keluarga Di Rumah

IV. BAHAN BELAJAR

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 8 8
DI RUMAH
Bahan belajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran antara lain:
1. Modul pelatihan
2. Buku-buku keperawatan dan non keperawatan berhubungan dengan
kesehatan mental

V. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Berikut ini akan diuraikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan
pada sesi asuhan keperawatan klien dengan masalah psikososial. Fasilitator
melakukan aktifitas dalam rangka menarik minat dan perhatian peserta terhadap
materi modul:
1. Menyampaikan deskripsi singkat tentang materi modul asuhan
keperawatan klien dengan Masalah Psikososial dalam konteks keluarga di
rumah
2. Mengidentifikasi tingkat pemahaman peserta terkait dengan materi
asuhan keperawatan klien dengan Masalah Psikososial dalam konteks
keluarga di rumah
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok bahasan yang
akan dibahas pada sesi tersebut.
4. Menjelaskan kepada peserta bahwa metode pelatihan pada modul
ini mencakup metode ceramah tanya jawab, penugasan, praktik di
laboratorium.
5. Menghimbau peserta untuk meningkatkan perhatian dan berperan serta
aktif dalam tanya jawab, penugasan, praktik di laboratorium.
6. Menanyakan kepada peserta, harapan terhadap kegiatan pada sesi ini.
7. Mengarahkan peserta dengan memanfaatkan modul agar mampu
memahami materi asuhan keperawatan klien dengan Masalah Psikososial
dalam konteks keluarga di rumah dengan cara menunjukkan materi-materi
dalam modul.
8. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya hal-hal yang
belum dipahami terkait materi yang telah dibahas.
9. Memberikan klarifikasi/tanggapan atas pertanyaan peserta terkait dengan
materi asuhan keperawatan klien dengan Masalah Psikososial dalam konteks
keluarga di rumah.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 9 9
DI RUMAH
10. Bersama peserta merangkum materi yang telah dibahas.
11. Memberikan pengarahan kepada peserta untuk melakukan kegiatan
diskusi kelompok dan memberikan penjelasan tentang tujuan diskusi
kelompok.
12. Membagi peserta menjadi 3 kelompok yang merupakan campuran dari
berbagai institusi tempat kerja peserta yaitu institusi rumah sakit, puskesmas
dan dinas kesehatan/Departemen Kesehatan.
13. Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk melakukan
aktivitas kegiatan diskusi kelompok dan kerjasama tim sesuai dengan
pengarahan fasilitator.
14. Memfasilitasi bahan-bahan untuk keperluan diskusi kelompok dan
menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif untuk peserta melakukan
diskusi kelompok dan kerjasama tim dalam memecahkan masalah.
15. Memberikan klarifikasi dan tanggapan terhadap kegiatan diskusi
kelompok dan kerjasama tim dalam memecahkan masalah serta kaitannya
dengan tujuan kegiatan belajar.

VI. URAIAN MATERI


A. Pokok Bahasan 1 : Konsep Dasar Kesehatan Mental
1. Pengertian Kesehatan Mental
Kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri,
orang lain, masyarakat, dan lingkungannya. Kesehatan mental merupakan
perwujudan keharmonisan fungsi mental dan kemampuan seseorang dalam
menghadapi masalah yang dihadapinya.

2. Karakteristik Sehat mental


Berikut ini karakteristik sehat mental menurut WHO :
a. Mampu menyesuaikan diri secara konstruktif berdasarkan
kenyataan yang ada
b. Memperoleh kepuasan terhadap hasil usaha atau hasil kerja
c. Merasa lebih puas memberi daripada menerima
d. Mempunyai hubungan yang saling memuaskan dan menolong

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1010
DI RUMAH
e. Mampu menerima kegagalan sebagai pelajaran untuk masa
yang akan datang
f. Mengarahkan rasa bermusuhan pada penyelesaian masalah
yang konstruktif
g. Mempunyai rasa kasih sayang
3. Masalah kesehatan mental yang sering terjadi di keluarga :
a. Kecemasan
1) Pengertian :
Kecemasan adalah keadaan emosi seseorang terhadap sesuatu hal
yang tidak jelas objeknya, kecemasan sangat berhubungan dengan
perasaan ketidakpastian atau ketidakberdayaan.
2) Tingkatan kecemasan :
a) Kecemasan ringan
Kecemasan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan
yang menyebabkan tingkat kewaspadaan, kreativitas seseorang
meningkat.
b) Kecemasan sedang
Kecemasan yang menyebabkan seseorang lebih memfokuskan
pada sesuatu hal dan mengesampingkan yang lain. Individu yang
mengalami kecemasan ini masih bisa melakukan hal lain yang
terarah.
c) Kecemasan berat
Kecemasan yang membuat lapangan persepsi seseorang
menyempit, yang tidak dapat berpikir tentang hal lain dan semua
pikirannya ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Individu yang
mengalami kecemasan ini perlu mendapatkan bantuan untuk
mengarahkannya berpikir tentang hal lain.
d) Panik
Kondisi dimana seseorang mengalami kehilangan kendali, persepsi
menyimpang, tidak mampu berpikir rasional, dan tidak mampu lagi
melakukan seseuatu walaupun dengan pengarahan.
3) Tanda dan gejala kecemasan :

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1111
DI RUMAH
a) Respon perilaku : gelisah, tremor, gugup, bicara cepat,
kurang koordinasi, ketegangan fisik, menarik diri, melarikan diri dari
masalah, menghindar
b) Respon Kognitif : konsentrasi menurun, lupa, hambatan
berpikir, kreativitas menurun, produktivitas menurun, bingung,
sangat waspada, kesadaran diri meningkat, sangat waspada.
c) Respon Afektif : sensitif, tidak sabar, ketakutan, gelisah,
nervus, teror
d) Respon fisik : palpitasi, perubahan tekanan darah, napas
cepat dangkal, mata berkedip kedip, tremor, insomnia, nafsu
makan menurun, mual, diare, sering berkemih, berkeringat seluruh
tubuh, gatal-gatal, dan lain-lain

b. Kehilangan dan berduka


Kehilangan dan perasaan berduka dapat terjadi pada setiap saat selama
kehidupan manusia. Kondisi ini bila terjadi tiba-taba atau tidak diantisipasi
sebelumnya akan dapat menyebabkan traumatik pada klien. Kehilangan
dapat menyebabkan seseorang merasa tidak mampu, tidak dapat
mengontrol diri, berduka dan bahkan marah terhadap dirinya sendiri, dan
keluarga. Perawat komunitas harus tanggap terhadap kondisi ini untuk
menghindari hal negatif yang terjadi pada klien.
1) Pengertian :
Kehilangan adalah suatu keadaan dimana indivisu berpisah dengan
sesuatu yang sebelumnya ada menjadi tidak ada, baik terjadi
sebagaian atau keseluruhan (Lambert, 1985).

Berduka adalah respon emosi seseorang terhadap kehilangan.


Perasaan berduka dimanifestasikan dengan rasa sedih, gelisah,
cemas, dan dapat pula disertai dengan perubahan fisik seperti sesak
nafas, nadi cepat, nyeri kepala, dan bahkan sulit tidur.

2) Jenis Kehilangan
Kehilangan dibagi menjadi 2 yaitu :

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1212
DI RUMAH
a) Kehilangan aktual/nyata : kehilangan yang dapat
diindentifikasi oleh individu atau orang lain, contoh : kehilangan
benda, orang, atau anggota tubuh
b) Kehilangan preceived/ dirasakan ; kehilangan yang hanya
dapat diidentifikasi oleh diri sendiri, tetapi tidak dapat dirasakan
oleh orang lain, contoh kehilangan pekerjaan atau kesempatan
berkarir

3) Sumber Kehilangan
a) Kehilangan salah satu bagian dari dirinya : fisik, psikologis,
dan sosial. Contoh : kehilangan anggota tubuh, kehilangan rasa
percaya diri, kehilangan kesempatan berinteraksi dengan orang
lain.
b) Kehilangan objek di luar diri sendiri : contoh kehilangan
benda yang sangat berharga
c) Kehilangan orang yang dicintai atau sangat berpengaruh
dalam hidupnya
d) Kehilangan karena berpisah dengan lingkungan yang
dikenal, contoh pindah rumah, sekolah, tempat bekerja, atau di
rawat di rumah sakit

4) Dampak Kehilangan
a) Masa kanak-kanak
Kehilangan yang tidak dapat teratasi dengan baik dapat
menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak,
menimbulkan perasaan takut, dan bahkan menyebabkan anak
menjadi regresi.
b) Masa individu
Kehilangan dapat menjadi bagaian pengalaman yang berharga
untuk individu dan beradaptasi dengan kehidupannya yang baru.
Kehilangan teman sebaya akan sangat berpengaruh terhadap
kehidupan individu.
c) Masa dewasa

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1313
DI RUMAH
Kehilangan akibat pasangan merupakan stressor terberat dalam
kehidupannya. Kehilangan ini bila tidak dapat teratasi akan
berdampak pada status kesehatan klien.

5) Reaksi Berduka
a) Fase pengingkaran (denial)
Reaksi awal yang dialami oleh seseorang yang mengalami
kehilangan yaitu perasaan tidak percaya (menolak) kehilangan
yang terjadi
b) Fase marah (anger)
Fase ini menunjukkan perasaan marah yang diproyeksikan pada
orang atau benda yang disekelilingnya
c) Fase tawar-menawar (bargaining)
Fase dimana individu mulai bereaksi tawar menawar dengan
kondisi yang sedang dialaminya, klien biasanya mengespresikan
rasa bersalah, takut, dan rasa berdosa
d) Fase depresi
Fase dimana kenyataan tidak dapat dipungkiri lagi, sikap yang
biasa ditunjukkan adalah menarik diri, tidak mau bicara, putus asa,
menolak makan, sulit tidur, dan dorongan libido menurun
e) Fase penerimaan (acceptance)
Fase dimana klien sudah mulai berusaha menerima dan
beradaptasi dengan kehilangan yang terjadi. Pada fase ini pikiran
yang berpusat pada objek kehilangan mulai berkurang.

c. Harga diri rendah


Harga diri rendah merupakan salah satu gangguan konsep diri yang
sering terjadi pada seseorang. Kurangnya kepedulian dan pengahargaan
antar sesama, kegagalan dapat menjadi faktor pencetus terjadinya harga
diri rendah. Kondisi ini tentu membuat seseorang menjadi tidak berdaya,
pesimis, dan cemas dengan kondisinya. Hal ini tentu sangat
membutuhkan bantuan perawat melalui asuhan keperawatan yang
diintegrasikan secara komprehensif.
1) Pengertian

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1414
DI RUMAH
Harga diri adalah : penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai
dengan menganalisa seberapa jauh telah memenuhi ideal dirinya.
Harga diri diperoleh dari diri sendiri ataupun orang lain, artinya
bagaimana individu melihat dirinya positif atau negatif, dan bagaimana
orang lain memberikan penghargaan terhadap dirinya.

2) Perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah


Mengkritik diri sendiri/orang lain, perasaan tidak mampu, rasa
bersalah, mudah tersinggung, perasaan negatif terhadap dirinya
sendiri, pesimis, penurunan produktifitas, destruktif yang diarahkan
pada orang lain, penolakan terhadap kemampuan diri, menarik diri
secara sosial, cemas yang berlebihan, merasa dirinya penting yang
berlebihan, dan penyalahgunaan zat (Stuart & Sundeen, 1998).

3) Kondisi yang dapat menjadi pemicu teradinya harga diri rendah


a) Adanya trauma seperti perilaku kekerasan mental, fisik,
seksual yang dapat mengancam kehidupan
b) Adanya ketegangan peran yang berhubungan dengan
perubahan peran karena perkembangan seperti masa individu;
perubahan peran karena adanya perubahan situasi seperti pindah
kerja, kehilangan pekerjaan, perubahan jumlah anggota keluarga
karena melahirkan atau meninggal; perubahan peran karena masa
transisi sehat menjadi sakit yang harus mengalami keterbatasan
dan ketergangtungan dengan orang lain

d. Kekerasan dalam Rumah Tangga


1) Pengertian kekerasan dalam rumah tangga
Kekerasan yang terjadi pada seseorang terutama perempuan, yang
berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik,
seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk
ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan
kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga
(Pasal 1 UU no.23, 2004).

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1515
DI RUMAH
2) Siapa saja yang termasuk lingkup rumah tangga
a) Lingkup rumah tangga dalam Undang-Undang ini meliputi
(Pasal 2 ayat 1) :
b) Suami, isteri, dan anak (termasuk anak angkat dan anak tiri);
c) Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan
orang sebagaimana dimaksud dalam huruf a karena hubungan
darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, dan perwalian, yang
menetap dalam rumah tangga (mertua, menantu, ipar dan besan);
dan/atau
d) Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan menetap
dalam rumah tangga tersebut (Pekerja Rumah Tangga).
3) Bentuk Kekerasan dalam Rumah Tangga
Bentuk-bentuk KDRT berdasarkan UU no.23 tahun 2004 adalah :
a) Kekerasan fisik yaitu kekerasan fisik adalah perbuatan yang
mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat
b) Kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan
ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan
untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis
berat pada seseorang
c) Kekerasan seksual; atau adalah setiap perbuatan yang
berupa pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan hubungan
seksual dengan cara tidak wajar dan/atau tidak disukai, pemaksaan
hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial
dan/atau tujuan tertentu. Kekerasan seksual meliputi pemaksaan
hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap
dalam lingkup rumah tangga tersebut; pemaksaan hubungan
seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya
dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.
d) Penelantaran rumah tangga. Penelantaran rumah tangga
adalah seseorang yang menelantarkan orang dalam lingkup rumah
tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau
karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan,
perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut. Selain itu,
penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1616
DI RUMAH
ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau
melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah
sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.

4) Faktor Penyebab Kekerasan dalam Rumah Tangga


a) Aspek biologis : perilaku kekerasan dapat terjadi karena
adanya kerusakan pada sistim syaraf pusat yaitu pada sistem
limbik, lobus frontalis, dan temporalis. Adanya ketidakseimbangan
neurotransmiter dapat memicu terjadinya perilaku kekerasan pada
seseorang.
b) Aspek psikologis : adanya stressor yang menyebabkan
seseorang menjadi tidak berdaya, tidak berharga, seperti :
kegagalan sekolah atau pekerjaan, perselisihan pasangan atau
anak, kurangnya pujian atau dukungan dari orang terdekat, atau
bahkan pernah menjadi korban perilaku kekerasan di masa lalu.
c) Aspek Sosial ekonomi : tingginya tuntutan kebutuhan hidup,
rendahnya penghasilan, isolasi sosial, lingkungan rumah dan
keluarga yang tidak harmonis, sering tawuran, atau sering melihat
tayangan kekerasan

5) Penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga


a) Pencegahan : lakukan upaya promosi kesehatan pada
masyarakat tentang bahaya dan risiko perilaku kekerasan;
motivasi masyarakat untuk menciptakan keluarga yang harmonis
dan saling membutuhkan; latih keluarga teknik komunikasi antar
keluarga dan kenalkan sumber dukungan yang dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah keluarga; melibatkan unsur
kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengontrol peredaran
buku atau film adegan kekerasan dan senjata tajam atau senjata
api; bersama masyarakat tingkatkan kepedulian masyarakat
dengan lingkungannya, contoh : DKI telah mempunyai program
Forum Kemitraan Polisi Masyarakat yang mengontrol semua
kejadian yang ada termasuk KDRT.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1717
DI RUMAH
b) Penanganan pada korban kekerasan : berikan pertolongan
darurat medis sesuai dengan kebutuhan klien contoh : bila ada luka
atau cedera berikan perawatan luka dan kebutuhan cairannya, dan
lainnya; berikan jaminan perlindungan fisik dan mental korban
dengan melibatkan sumber keluarga yang lain, aparat desa atau
polisi; berikan pendampingan psikologis, hukum, dan spiritual; bila
kondisi kegawatan sudah teratasi eksplorasi perasaan dan harapan
klien; dampingi klien untuk menerima kondisinya saat ini; bersama
klien membantu dalam penyelesaian masalah keluarga dengan
menggunakan berbagai Terapi keperawatan; libatkan seluruh
anggota keluarga untuk menyelesaikan masalah yang ada; libatkan
seluruh masyarakat untuk membantu menciptakan lingkungan
kondusif.

4. Upaya Perawat Komunitas dalam Mencegah Masalah Psikososial


Perawat komunitas sebagai salah satu tenaga profesional yang dikenal
masyarakat, mempunyai andil untuk turut serta dalam upaya pencegahan
dan penanggulangan masalah psikososial , berikut peran perawat
komunitas berdasarkan tiga tingkat pencegahan menurut Leavell & Clark
(1958, dalam Hitchcock, Scubert dan Thomas, 1999).

a. Upaya Pencegahan Primer


Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah psikososial
adalah promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,
keluarga dan individu bahwa kesehatan mental sangat penting selain
kesehatan fisik, dan sosial (McCaffrey, 1999). Intervensi promosi
kesehatan yang dilakukan dapat berupa pendidikan kesehatan pada
orang tua dan masyarakat agar mampu melakukan komunikasi yang
baik di keluarga, berdisplin, kemampuan mengasuh sebagai orang tua,
cara bagaimana orang tua ikut aktif dalam kegiatan individu, mengerti
masalah dan memberikan dukungan individu dan mempunyai
pengetahuan tentang masalah psikososial; memberikan dukungan
sosial, misalnya dengan melibatkan individu pada kegiatan kelompok

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1818
DI RUMAH
individu dan membentuk kelompok swabantu individu atau masyarakat
peduli sehat jiwa.

b. Upaya Pencegahan Sekunder


Upaya yang dilakukan dalam pencegahan sekunder adalah : diagnosa
dini dilakukan untuk mengidentifikasi individu atau individu yang
berisiko mengalami masalah psikososial; skrining dan penilaian individu
atau individu yang berisiko mengalami masalah psikososial; tindakan
perawatan segera dengan merujuk individu untuk mendapatkan
tindakan perawatan kepada Spesialis Keperawatan Jiwa atau Psikiater,
dan dilanjutkan dengan proses pembinaan melatih individu atau individu
agar memiliki koping adaptif. Perawat juga berperan sebagai
pendamping psikologis dan sosial yang merupakan faktor penting agar
individu tidak mengalami gangguan mental.
c. Upaya Pencegahan Tersier
Rehabilitasi, pada kegiatan ini klien dengan masalah kesehatan
psikososial, upaya pendampingan yang dikenal sebagai re-entry
program dimana klien dengan masalah kesehatan mental mulai bekerja
dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya, hal ini dimaksudkan agar
mereka dapat beradaptasi dengan stressor presipitasi yang dapat
terjadi.

B. Pokok Bahasan 2 : Asuhan keperawatan dan terapi keperawatan


pada klien dengan masalah psikososial dalam konteks keluarga di rumah
1. Asuhan Keperawatan Klien dengan Kecemasan
a. Pengkajian
1) Tanda dan gejala respon perilaku : gelisah, tremor, gugup,
bicara cepat, kurang koordinasi, ketegangan fisik, menarik diri,
melarikan diri dari masalah, menghindar.
2) Tanda dan gejala respon Kognitif : konsentrasi menurun,
lupa, hambatan berpikir, kreativitas menurun, produktivitas
menurun, bingung, sangat waspada, kesadaran diri meningkat,
sangat waspada.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 1919
DI RUMAH
3) Tanda dan gejala respon Afektif : sensitif, tidak sabar,
ketakutan, gelisah, nervus, teror
4) Tanda dan gejala respon fisik : palpitasi, perubahan tekanan
darah, napas cepat dangkal, mata berkedip kedip, tremor, insomnia,
nafsu makan menurun, mual, diare, sering berkemih, berkeringat
seluruh tubuh, gatal-gatal, dan lain-lain
5) Penyebab terjadinya kecemasan (stressor yang dialami) :
pengalaman traumatis yang membahayakan integritas dirinya,
adanya pengalaman kegagalan yang dapat menyebabkan frustasi,
adanya gangguan terhadap kebutuhan dasar, perasaan takut tidak
diterima oleh lingkungan sekitarnya, adanya ancaman terhadap
sistem diri yang akan membahayakan identitas, harga diri, dan fungsi
sosial seseorang.
6) Kaji sumber koping yang biasa digunakan oleh klien,
seperti : keluarga, teman dekat, guru dan lainnya
7) Kaji mekanisme koping yang biasa digunakan oleh klien :
a) Reaksi yang beroeientasi pada tugas : upaya yang disadari,
dan berorientasi pada tindakan secara realistik untuk
menyelesaikan masalah seperti : perilaku menarik diri, perilaku
menyerang, atau perilaku kompromi.
b) Reaksi yang berorientasi pada pertahanan ego, biasa
digunakan untuk mengatasi kecemasan dalam sementara waktu,
dan bila mekanisme koping ini digunakan dalam jangka waktu
lama maka mekanisme ini menjadi respon maladaptif terhadap
stres. Contoh: denial, displacement, projeksi, isolasi,
rasionalisasi, regresi, represi, supresi, sublimasi, dll.

b. Diagnosa Keperawatan
Masalah keperawatan utama : Ansietas
Diagnosa keperawatan yang mungkin terjadi : gangguan pola tidur
berhubungan dengan adanya kecemasan

c. Perencanaan Keperawatan
Tujuan umum : klien dapat memenuhi kebutuhan tidur

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2020
DI RUMAH
Tujuan khusus :
1) Klien mampu mengidentifikasi kecemasan yang sedang
dialaminya
2) Klien terlindung dari bahaya atau perilaku yang
membahayakan
3) Klien dapat terlibat dalam aktivitas sehari-hari tanpa
kekhawatiran
4) Klien dapat mengidentifikasi respon koping adaptif dan
maladaptif yang digunakan
5) Klien dapat melakukan upaya untuk mengatasi kecemasan
yang dialaminya

d. Tindakan Keperawatan :
1) Bina hubungan saling percaya antara klien dan perawat
2) Bantu klien mengenal kecemasan yang sedang dialaminya,
dengan mengenalkan realitas yang ada
3) Bantu klien mengenal penyebab dan dampak lanjut bila
kecemasan tidak teratasi dengan baik
4) Bantu klien untuk memecahkan masalah dengan cara yang
konstruktif dengan melibatkan keluarga
5) Gunakan terapi kognitif untuk membantu klien berfikir secara
konstruktif dalam menyelesaikan masalah
6) Bersama klien, keluarga identifikasi sumber koping yang
dapat digunakan untuk membantu meminimalkan kecemasan klien
7) Motivasi klien untuk menggunakan koping adaptif untuk
meminimalkan kecemasan
8) Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan tidurnya dengan
latihan sleep enhancement
9) Bersama keluarga, bantu klien untuk memenuhi kebutuhan
dasarnya, seperti makan, minum, kebersihan diri, sosialisasi
10) Motivasi klien untuk melakukan aktivitas fisik untuk
menyalurkan energi
11) Latih klien Terapi untuk mengurangi kecemasan seperti :
latihan relaksasi progresif untuk meningkatkan kendali diri

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2121
DI RUMAH
12) Libatkan keluarga atau sumber koping lainnya untuk
menciptakan lingkungan yang nyaman yang dapat memungkinkan
klien belajar respon koping baru yang dapat meminimalkan
kecemasan

2. Asuhan Keperawatan Klien yang Mengalami Kehilangan dan


Berduka
a. Pengkajian
1) Kaji reaksi fisik terhadap kehilangan seperti : lemah, letih,
pucat, diare, mual, nafas cepat, gelisah, dan bahkan menangis
berlebihan
2) Kaji reaksi psikologis terhadap kehilangan seperti : perasaan
tidak berdaya, mengisolasi diri, penolakan makan, sulit tidur, libido
menurun, persepsi menyempit pada kehilangan, konsentrasi
menurun
3) Kaji persepsi terhadap kehilangan yang dialaminya
4) Kaji sumber kehilangan yang dihadapinya, sudah berapa
lama berlangsung, dan apa yang sudah dilakukan oleh klien dan
keluarga untuk menghadapi kehilangan
5) Kaji riwayat kehilangan yang pernah dialaminya dan apa
yang sudah dilakukan serta tingkat keberhasilannya
6) Kaji mekanisme koping yang digunakan klien : denial,
isolasi, displacement, projeksi, regresi, dll
7) Kaji sumber dukungan yang dapat digunakan oleh klien dan
sejauhmana klien pernah menggunakannya

b. Diagnosis Keperawatan
Berduka disfungsional berhubungan dengan ketidakmampuan
klien menggunakan koping yang efektif dalam menghadapi
kehilangan

c. Perencanaan keperawatan
Tujuan umum :

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2222
DI RUMAH
Klien dapat menerima kenyataan kehilangan dan mengatasi rasa
berduka yang dialaminya

Tujuan khusus :
Setelah intervensi keperawatan klien mampu :
1) Klien mampu mengungkapkan perasaan kehilangan dan
berduka
2) Klien dapat menyadari kehilangan tanpa merasa sedih yang
mendalam
3) Klien dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan
yang terjadi
4) Klien dapat menjalin hubungan dengan orang lain
5) Klien dapat menggunakan koping adaptif untuk mengatasi
kehilangan dan perasaan berdukanya
6) Klien mendapatkan dukungan keluarga dalam mengatasi
kehilangan yang dialaminya

Tindakan keperawatan :
1) Bina hubungan saling percaya antara klien dan perawat
2) Berikan kesempatan klien untuk mengungkapkan
perasaannya tentang kehilangan yang dialaminya
3) Bantu klien untuk menyadari kehilangan yang sedang
dialaminya
4) Diskusikan bersama klien tentang tahap kehilangan yang
sedang dialaminya saat ini, dan perasaan klien terhadap upaya
yang telah dilakukannya
5) Bila klien sudah dapat menentukan tahap kehilangan yang
dialaminya, lakukanlah tindakan sebagai berikut :
a) Tahap denial :
Berikan kesempatan pada klien untuk
mengungkapkan perasaannya dan pengingkarannya
terhadap kehilangannya

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2323
DI RUMAH
Secara verbal dukung dan hargai ungkapan
perasaan klien, namun tidak mendukung denial klien
Menghadirkan realitas dengan menyatakan fakta
yang sebenarnya terjadi
Gunakan teknik komunikasi terapeutik
Tetap bantu klien penuhi kebutuhan dasar : makan,
minum, sosialisasi, tidur

b) Tahap marah :
Bantu klien untuk mengungkap perasaan marahnya
secara verbal konstruktif tanpa harus menyakiti diri ataupun
orang lain
Bantu klien untuk memahami perasaan marah yang
dialaminya
Libatkan keluarga atau support sistem yang lain untuk
mendukung klien
Bersama keluarga untuk menciptakan lingkungan
yang aman, sehingga terhindar dari perilaku kekerasan
terhadap diri maupun orang lain
Tetap bantu klien penuhi kebutuhan dasar : makan,
minum, sosialisasi, tidur, aktivitas

c) Tahap tawar menawar :


Bantu klien untuk mengidentifikasi perasaan bersalah
Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan
Libatkan ahli spiritual untuk menguatkan dan
membantu klien mengurangi perasaan bersalahnya

d) Tahap depresi :
Bantu klien untuk mengungkapkan perasaannya
Berikan dukungan pada klien dengan
mengembangkan kemampuan positifnya

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2424
DI RUMAH
Bantu klien mengidentifikasi pemikiran negatif yang
membuatnya depresi
Latih klien untuk mengembangkan kemampuan
positifnya dan mengatasi pemikiran negatifnya dengan
penerapan Terapi : terapi kognitif dan perilaku asertif
Latih klien untuk dapat melakukan teknik relaksasi
progresif untuk membantu ketegangan yang dialaminya
Berikan reinforcement setiap kemampuan yang
dicapai klien
Tetap bantu klien penuhi kebutuhan dasar : makan,
minum, sosialisasi, tidur

e) Tahap menerima :
Bantu klien memahami arti kehilangan yang sedang
dialaminya
Bantu klien mengidentifikasi aktifitas yang disukai
Bantu klien mengidentifikasi rencana kegiatan yang
akan dilakukan
Motivasi klien untuk melakukan aktifitas yang telah
direncanakan
Libatkan keluarga atau support sistem yang lain
dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan klien
setelah kehilangan yang dialaminya

3. Asuhan Keperawatan Klien dengan Harga Diri Rendah


a. Pengkajian

1) Faktor predisposisi : riwayat tumbuh kembang, riwayat sosial


budaya, riwayat penolakan, pola asuh keluarga
2) Faktor presipitasi : pengalaman traumatik yang dialaminya
(trauma fisik, psikologis, maupun seksual), kehilangan (orang,
pekerjaan, kesempatan, harga diri)

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2525
DI RUMAH
3) Perilaku : Mengkritik diri sendiri/orang lain, perasaan tidak
mampu, rasa bersalah, mudah tersinggung, perasaan negatif
terhadap dirinya sendiri, pesimis, penurunan produktifitas, destruktif
yang diarahkan pada orang lain, penolakan terhadap kemampuan
diri, menarik diri secara sosial, cemas yang berlebihan, merasa
dirinya penting yang berlebihan, dan penyalahgunaan zat , dan
bahkan perilaku agresif.
4) Sumber koping yang dapat digunakan klien
5) Koping mekanisme yang digunakan klien : fantasi, disosiasi,
isolasi, projeksi, displacement, atau marah terhadap diri sendiri

b. Diagnosis Keperawatan
Isolasi sosial berhubungan dengan harga diri rendah

c. Perencanaan
Tujuan umum :
Klien dapat bersosialisasi tanpa merasa rendah diri

Tujuan khusus :
1) Klien dapat mengeksplorasi dan mengidentifikasi
kemampuan yang dimiliki
2) Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan
3) Klien dapat mengoptimalkan kemampuannya
4) Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan
kemampuannya yang bermanfaat untuk meningkatkan harga
dirinya

Tindakan Keperawatan :
1) Bantu klien memperluas kesadaran diri :
a) Bina hubungan saling percaya antara perawat dengan klien
b) Berikan kesemapatan klien untuk mengungkapkan
perasaannya
c) Bantu klien mengidentifikasi kemampuan yang dimilikinya

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2626
DI RUMAH
d) Libatkan klien dalam aktifitas keluarga atau sosial secara
bertahap
e) Berikan reinforcement positif atas partisipasi klien

2) Bantu klien menyelidiki diri :


a) Bantu klien untuk mengekspresikan emosi, keyakinan,
perilaku, dan pemikirannya secara verbal dan non verbal
b) Bantu klien mengidentifikasi penilaian akan dirinya, gunakan
terapi logoterapi

3) Bantu klien mengevaluasi diri :


a) Bantu klien mengidentifikasi stressor yang dialami dan
penilaiannya
b) Bantu klien mengenal sumber koping yang dapat digunakan
c) Bantu klien mengenal koping adaptif yang perlu
dikembangkan klien

4) Bantu klien membuat perencanaan realitas :


a) Bersama klien mendiskusikan kegiatan yang dapat
dilakukan klien
b) Bersama klien membuat perencaanaan kegiatan yang
mudah direalisasikan, termasuk tujuan yang diharapkan klien
c) Libatkan keluarga dalam memberikan kesempatan pada
klien untuk mengembangkan kegiatan yang telah direncanakan
d) Berikan kesempatan klien untuk mengugkapkan
perasaannya setelah melakukan kegiatan
e) Libatkan keluarga dan support sistem lain utnuk selalu
memberikan dukungan pada klien

4. Asuhan Keperawatan Klien yang Mengalami Kekerasan dalam


Rumah Tangga
a. Pengkajian

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2727
DI RUMAH
1) Kaji respon fisik : tanda-tanda bekas penganiyaan, seperti
luka bakar, luka parut, memar atau tanda lebam, fraktur, fungsi
gerak
2) Eksplorasi perasaan klien sebagai korban kekerasan dalam
rumah tangga
3) Faktor predisposisi :
4) Pola komunikasi dalam keluarga, pola asuh keluarga,
pengalaman traumatik masa lalu, riwayat harga diri rendah,
pengaruh lingkungan sosial , pola interaksi keluarga, nilai atau
norma yang berlaku di keluarga dan di masyarakat, sosek, peran
masyarakat sekitar terhadap tindakan perilaku kekerasan
5) Faktor presipitasi : kegagalan, gangguan integritas diri,
gangguan konsep diri
6) Koping mekanisme yang biasa digunakan, sumber koping
yang digunakan dan mekanisme koping yang biasa digunakan?
Sejauhmana efektifitasnya mengatasi masalah ini,

b. Diagnosis Keperawatan
Kemungkinan masalah keperawatan yang berhubungan dengan
kekerasan dalam rumah tangga :
1) Gangguan konsep diri : harga diri rendah
2) Isolasi sosial
3) Kecemasan
4) Koping individu tidak efektif
5) Ketegangan hubungan klien dan keluarga
6) Komunikasi keluarga yang tidak efektif
7) Risiko mencederai diri sendiri dan orang lain

Dari masalah keperawatan diatas dapat dirumuskan diagnosis


keperawatan :
1) Risiko mencederai diri dan orang lain berhubungan dengan
harga diri rendah

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2828
DI RUMAH
2) Ketegangan hubungan klien dengan keluarga berhubungan
dengan ketidakmampuan klien melakukan komunikasi yang yang
efektif dalam keluarga

c. Perencanaan Keperawatan
Perencanaan tindakan keperawatan untuk masalah keperawatan : harga
diri rendah, koping individu yang tidak efektif, kecemasan, dan isolasi
sosial dapat dilihat pada asuhan keperawatan masalah psikososial pada
bagian sebelumnya.

Berikut ini perencanaan untuk diagnosis keperawatan :


Ketegangan hubungan klien dengan keluarga berhubungan dengan
ketidakmampuan klien melakukan komunikasi yang yang efektif dalam
keluarga

Tujuan umum :
Setelah intervensi keperawatan ketegangan hubungan klien dan
keluarga dapat teratasi.

Tujuan khusus :
Setelah dilakukan intervensi keperawatan klien dapat :
1) Mengenal tentang : tanda, gejala, komunikasi yang efektif
dalam keluarga, serta tugas perkembembangan keluarga yang harus
dipenuhi oleh keluarga
2) Melakukan komunikasi yang efektif antar anggota keluarga
3) Memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk membantu
komunikasi yang lebih efektif antara keluarga dengan klien.

Tindakan keperawatan :
1) Gunakan tekhnik guidence dalam melakukan diskusi bersama klien
dan keluarga tentang tanda komunkasi efektif dalam keluarga dan
tugas perkembangnan keluarga saat ini
2) Diskusikan komunikasi yang efektif dalam keluarga.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 2929
DI RUMAH
3) Gunakan tekhnik konseling dalam eksplorasi perasaan klien dan
keluarga tentang komunikasi yang diharapkan dan bagaimana
kepuasan klien dalam melakukannya (lakukan secara terpisah antara
klien dan keluarga)
4) Latih keluarga tentang manajemen perilaku asertif untuuk
membantu menurunkan ketegangan dalam keluarga
5) Lakukan tekhnik coaching dalam melatih klien dan keluarga cara
komunikasi yang efektif dalam keluarga.
6) Lakukan peran advokasi dalam memotivasi keluarga untuk dapat
menata lingkungan rumah secara psikologis yang dapat membantu
terpenuhinya kebutuhan tumbang klien.
7) Motivasi klien dan keluarga untuk dapat menggunakan sumber
dukungan lain seperti fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat
membantu menyelesaikan ketegangan antara klien dengan keluarga

5. Pelaksanaan Tindakan Keperawatan


Pelaksanaan tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana
keperawatan yang telah disusun dan sesuai dengan kondisi klien. Peserta
dapat menggunakan format B dan kemudian tindakan berikutnya
didokumentasikan pada format C.

6. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi keperawatan yang diharapkan secara umum adalah :
Setelah dilakukan implementasi keperawatan pada klien Masalah
Psikososial diharapkan klien dan keluarga dapat melakukan upaya
perbaikan dan pencegahan terjadinya kerusakan atau gangguan lebih
lanjut. Kriteria evaluasi tersebut dapat melihat tujuan yang ada di setiap
perencanaan keperawatan.

Seluruh tahapan asuhan keperawatan diatas didokumentasikan dengan


benar menggunakan prinsip pendokumentasian yaitu : ada tanggal, jam,
tindakan, respon, tanda tangan, ditulis jelas dengan bahasa yang mudah
dipahami, dan jujur dalam penulisan data

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3030
DI RUMAH
7. Terapi Keperawatan Pada Klien Dengan Masalah Psikososial
Dalam Konteks Keluarga Di Rumah
Berikut ini akan diuraikan beberapa Terapi keperawatan yang dapat
dilakukan pada klien dengan Masalah Psikososial dalam konteks keluarga
di rumah dengan melibatkan peran keluarga sebagai care giver, untuk
membantu meningkatkan kemampuan fungsional klien.

a. Relaksasi Progresif
1) Pengertian : relaksasi progresif merupakan pergerakan
yang dilakukan pada keseluruhan otoit, terutama otot-otot ekstrimitas
secara berurutan dengan gerakan peregangan dan
pelemasan/relaksasi yyang dilakukan secara bergantian.

2) Tujuan :
a) Mengurangi ketegangan pada otot, khususnya otot-otot
ekstimitas
b) Melancarkan sirkulasi darah
c) Menurunkan kecemasan
d) Mengurangi nyeri/kram otot

3) Persiapan
a) Klien : informasikan pada klien, atur posisi dalam posisi
berbaring agar rileks
b) Alat : tidak ada alat khusus yang dibutuhkan, bila diinginkan
dapat dilakukan dengan menggunakan musik ringan
c) Lingkungan : atur lingkungan yang nyaman (tidak bising,
panas, pegap) lingkungan yang nyaman membantu klien untuk
berkonsentrasi melakukan relaksasi progresif

4) Prosedur :
a) Posisi berbaring dengan kepala ditopang bantal
b) Ajarkan teknik pengaturan nafas (inspirasi dan ekspirasi),
anjurkan klien mengatur nafasnya

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3131
DI RUMAH
c) Mata ditutup dan rileks, atur posisi yang nyaman/rileks,
lepaskan ketegangan dan cobalah lupakan sejenak pikiran yang
membuat ketegangan
d) Lemaskan otot-otot agar ketegangan yang dirasakan hilang
e) Relaksasi tangan kanan : kepalkan tangan kanan, genggam
dengan kuat dan rasakan ketegangan pada saat anda mengepal.
Terus mengepal dengan kuat dan rasakan ketegangan pada
kepalan tangan, tangan, dan lengan bawah. Lepaskan kepalan
dan rileks. Nikmati kelenturan dan rasakan darah yang mengalir
secara perlahan melalui pembuluh-pembuluh darah dari lengan
atas sampai ujung-ujung jari tangan anda.
f) Relaksasi tangan kiri : lakukan sama seperti tangan kanan.
g) Relaksasi kedua tangan : kepalkan kedua tangan, genggam
dengan kuat dan rasakan ketegangan pada saat anda mengepal.
Terus mengepal dan rasakan ketegangan pada kepalan tangan,
tangan, dan lengan bawah. Lepaskan kepalan kefua tangan dan
rileks. Nikmati kelenturan, rasakan darah yang mengalir secara
perlahan melalui pembuluh-pembuluh darah dari lengan atas
sampai uijung-ujung jari tangan anda.
h) Relaksasi siku : tekuk kedua siku tangan anda dan
tegangkan otot lengan atas. Tegangkan sekuat mungkin dan
rasakan ketegangan pada kedua otot lengan atas. Luruskan
tangan anda, rileks. Nikmati perasaan rileks dan rasakan aliran
darah menjalar secara perlahan melalui pembuluh darah anda
hingga ujung jari-jari anda
i) Relaksasi kepala : kerutkan dahi anda sekuat-kuatnya dan
rasakan ketegangannya. Lemaskan dan rileks, bayangkan dan
rasakan seluruh dahi dan kepala anda menjadi kendur dan
istirahat. Kerutkan dahi anda lagi dan rasakan serta bayangkan
ketegangan menyebar ke seluruh kepala dan wajah anda melalui
dahi. Kendurkan dan rasakan serta biarkan alis anda kembali
relaks.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3232
DI RUMAH
j) Relaksasi mata : buka mata anda, lalu kedipkan kuat-kuat
dan rasakan ketegangannya. Kendurkan mata anda dan nikmati
rileksnya. Biarkan mata anda tetap tertutup
k) Relaksasi rahang : katupkan rahang anda dan gigit yang
keras, rasakan ketegangan pada rahang anda. Kendurkan
rahang anda dan biarkan sebagaian bibir anda terbuka serta
rasakan relaksasinya dan bandingkan dengan ketegangan tadi
l) Relaksasi lidah : tekan lidah anda ke langit-langit dan
rasakan bahwa dahi, kulit kepala, mata, rahang, lidah, dan bibir
anda semuanya rileks
m) Relaksasi bibir : tekan kedua bibir anda, kerutkan hingga
membentuk huruf O serta rasakan ketegangannya. Kendurkan
bibir anda dan rasakan bahwa dfahi, kulit kepala, mata, rahang,
lidah, dan bibir anda semua rileks
n) Sekarang buka mata anda, lalu duduk, kaki bersila dan
gtutup mata kembali dengan rileks
o) Relaksasi leher : tekan kepala anda ke belakang sejauh
mungkin dan rasakan ketegangan pada leher anda. Putar ke
kanan dan rasakan perubahan lokasi stress lalu putar ke kiri.
Tegakkan kepala anda dan tundukkan. Tekan dagu anda
mencapai dada dan rasakan ketegangan di tenggorokan di
belakang leher. Sekarang rileks dan biarkan kepala anda kembali
pada posisi yang nyaman dan nikamti perbedaan kertegangan
dan rileks yang mendalam
p) Relaksasi bahu : angkat kedua bahu dan pertahankan
ketegangan, lalu bungkukkan kepala anda diantara kedua bahu,
lalu lemaskan bahu anda, turunkan kedua bahu dan rasakan
rileks menyebar melalui leher, tenggorokan, dan bahu, benar-
benar rileks dalam dan makin dalam.
q) Beri kesempatan seluruh tubuh anda untuk rileks dan
rasakan kenyamanan
r) Anjurkan klien mengambil nafas dalam dan hembuskan
melalui mulut perlahan-lahan dan bayangkan serta rasakan
ketegangan keluar dari tubuh anda secara perlahan bersama

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3333
DI RUMAH
udara mulai dari ujung jari-jari kaki anda. Biarkan dada anda
bebas dan biarkan udara keluar
s) Anjurkan klien untuk kembali bernafas seperti biasa
t) Relaksasi perut : kencangkan perut anda dan tahan,
rasakan ketegangannya lalu rileks. Letakkan kedua tangan anda
di perut anda, tarik nafas dalam sambil mendorong tangan anda
ke atas, tahan lalu rileks. Nikmati perbedaan relaksasi saat udara
didesak ke luar
u) Relaksasi punggung : atur posisi duduk. Bungkukkan
punggung anda tanpa dipaksa dan jaga bagian tubuh yang lain
tetap rileks lalu pusatkan perhatian pada ketegangan punggung
bawah. Lalu rileks dalam dan makin dalam
v) Relaksasi bokong : luruskan kaki anda, kencangkan bokong
dan paha anda dengan menekan sekuat mungkin tumit anda ke
bawah, lalu rileks dan nikmati perbedaannya
w) Relaksasi betis : lengkungkan telapak kaki anda ke bawah
dan kencangkan betis anda, lalu rasakan ketegangan yang terjadi
dan rileks
x) Tekuk telapak kaki anda mengarah ke muka anda (posisi
telapak kaki flat), sehingga timbul ketegangan pada tulang tibia
lalu rileks
y) Rasakan dan bayangkan rileks pada kaki, pergelangan kaki,
betis, tulaang tibia, lutut, paha, dan bokong anda. Lanjutkan
imaginasi ini meluas ke perut, punggung bawah, dada, bahu,
lengan atas, tangan, leher, rahang, dan terus menjalar sampai
otot wajah. Lakukan ini secara mendalam dan makin dalam
z) Buka mata anda perlahan-lahan dan nikmati kebebasan

5) Hal yang perlu di perhatikan :


a) Lakukan 2 x 15 menit /hari, dan lakukan 1-2 kali seminggu
b) Sebaiknya dilakukan dalam posisi tidur terlentang
c) Tiap peregangan otot dilakukan selama 5-7 detik dan rileks
selama 12-15 detik
d) Lakukan pada masing-masing kelompok otot minimal 1 kali

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3434
DI RUMAH
6) Evaluasi yang diharapkan :
a) Respon verbal : klien menyatakan merasa nyaman,
ketegangan berkurang, tubuh menjadi rileks dan perasaan
menjadi lebih tenang
b) Respon non verbal : klien tampak tenang, tidak tampak
gelisah, ekspresi wajah klien tidak tegang, tekanan darah dalam
batas normal

b. Manajemen perilaku asertif


1) Pengertian :
Perilaku asertif adalah kemampuan individu untuk
mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan
kepada orang lain, namun tetap menjaga hak dan perasaan orang
lain.

2) Kegunaan dari perilaku asertif


a) Membantu memperoleh citra yang positif pada diri sendiri
b) Mengembangkan perasaan saling menghargai orang lain
c) Mencapai suatu tujuan tanpa konflik dengan orang lain
d) Melindungi diri sendiri agar tidak dimanfaatkan oleh orang
lain
e) Melindungi diri agar tidak melukai perasaan orang lain
f) Tidak mudah terpancing emosi
g) Membangun hubungan interpersonal dengan orang lain
h) Mampu menghargai dan dihargai orang lain

3) Indikasi
Klien dengan perilaku kekerasan, penyalahgunaan NAPZA, perilaku
seks pra nikah

4) Persiapan
a) Persiapan alat : kertas, pulpen, lembar balik tentang perilaku
asertif, booklet atau leafleat

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3535
DI RUMAH
b) Persiapan klien : Menyepakati kontrak pertemuan dengan
klien, kondisi klien dalam
c) keadaan sehat, dan bebas dari tekanan
d) Persiapan lingkungan, lingkungan tenang, tersedia tempat
untuk dapat membaca dan menulis

5) Prosedur kerja
a) Mengucapkan salam, melakukan evaluasi dan validasi serta
menyepakati kontrak
b) Menjelaskan tentang terapi perilaku asertif, kegunaan,
hambatan hambatan, dan langkah-langkahnya
c) Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya tentang hal
hal yang belum jelas
d) Mengeksplorasi hubungan klien dengan teman hal yang
disukai dan tidak disukai dari teman dengan alasannya
No Hal Yang Disukai Dari Teman Hal Yang Tidak Disu
Dan Alasannya Teman Dan Alasa

e) Mengeksplorasi perasaan klien terhadap diri sendiri, hal


yang disenangi dan tidak disenangi pada diri sendiri dengan
alasannya
f) Menanyakan pada klien apa yang dilakukan terkait dengan
hal yang disenangi dan tidak disenangi baik pada teman maupun
diri sendiri
g) Latih klien untuk mengatakan hal yang disenangi dan tidak
disenangi pada teman secara asertif
h) Mengajurkan pada klien untuk mencoba setiap hari
berperilaku asertif sesuai dengan hal yang didiskusikan hari ini.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3636
DI RUMAH
i) Memberi pujian atas kemampuan klien mengungkapkan
perasaan dan latihan perilaku asertif

6) Terminasi
Evaluasi baik verbal maupun non verbal dari respon klien

c. Sleep Enchancement (peningkatan kualitas tidur)


1) Pengertian
Gangguan tidur dan perubahan pola tidur merupakan keluhan yang
biasa terjadi pada klien yang menderita penyakit spesifik. Prevalensi
actual tergantung pada populasi yang disurvey dan factor metode lain.
Klasifikasi gangguan tidur menurut Asosiasi gangguan tidur di Amerika
dibagi menjadi 4 kategori yaitu dyssomnia, parasomnia, gangguan
tidur yang berhubungan dengan gangguan media atau psikiatrik, dan
gangguan tidur karena kehamilan.

Dyssomnia adalah gangguan tidur yang sering terjadi, termasuk dalam


klasifikasi ini adalah gangguan tidur intrinsic, ekstrinsik dan gangguan
ritme cicardian. Gangguan tidur intrinsic adalah gangguan yang
penyebabnya berasal dari dalam tubuh, contoh dyssomnia intrinsic
adalah narkolepsi dan sindrom apnea gangguan tidur. Gangguan tidur
ekstrinsik, penyebabnya berasal dari luar tubuh seperti berasal dari
lingkungan sekitar.

Kategori kedua adalah parasomnia. Parasomnia merupakan fenomena


fisik yang tidak diinginkan yang dapat terjadi selama tidur, saat bangun
atau fase transisi antara tidur dan bangun. Contoh gangguan tidur
yang termasuk dalam kategori ini adalah tidur sambil berjalan dan
bunyi gesekan gigi (bruksisme). Klasifikasi ketiga adalah gangguan
tidur karena gangguan tidur yang berhubungan dengan gangguan
medis atau psikiatri seperti psikosis, alkoholik, gangguan mood,
epilepsy dan penyakit Parkinson. Sedangkan kategori ke empat adalah
gangguan tidur yang disebabkan oleh kondisi kehamilan.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3737
DI RUMAH
Waktu tidur normal untuk orang dewasa adalah 5.5 jam 10 jam, rata-
rata sekitar 7-9 jam sehari (Kryger et all, 1994). Pada lansia, 50%
mempunyai keluhan gangguan tidur terutama usia 65 tahun keatas.
Gangguan tidur yang sering ditangani oleh perawat adalah insomnia,
yang dapat disebabkan oleh penyakit medis, psiskiatrik, obat-obatan,
kehamilan atau masalah kronobiologis. Insomnia telah dilaporkan
menjadi factor resiko lanjut dari depresi. Sebelum melakukan
intervensi perbaikan tidur yang bertujuan untuk meningkatkan pola
tidur yang nyaman untuk klien, penting dilakukan pengkajian terhadap
masalah pengkajian gangguan tidur meliputi pengkajian objektif dan
subjektif. Hal yang dikaji adalah riwayat keluarga, riwayat kesehatan,
riwayat sosial, riwayat tidur, kebiasaan tidur sehari-hari dan
pemeriksaan fisik. Data laboratorium untuk menegakkan diagnosa
gangguan tidur adalah hasil polisomnography dan tes laten tidur.

2) Tujuan/Indikasi
Tujuan :
Meningkatkan pola tidur yang nyaman untuk klien dengan indikasi :
Diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan gangguan tidur
adalah gangguan pola tidur, Sleep Enhancement merupakan intervensi
yang efektif untuk diagnosa ini. Diagnosa lain yang dapat diterapi
dengan intervensi perbaikan tidur ini adalah nyeri, takut, cemas,
kelelahan, resiko injuri. Ketika klien telah mengalami gangguan tidur
dalam jangka waktu yang lama, maka akan terjadi gangguan sensori
persepsi dan gangguan proses berpikir. Koping individu tidak efektif
dan kurang pengetahuan dapat terjadi apabila klien sering
menggunakan obat-obatan untuk membantu tidur.

3) Persiapan
a) Kaji kebiasaan tidur :
Berapa lama waktu yang dibutuhakn klien untuk jatuh tidur
Waktu tidur yang rutin
Berapa sering klien mempunyai keluhan sulit tidur

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3838
DI RUMAH
Obat-obatan yang dikonsumsi untuk membantu tidur, berapa
sering digunakan
Alasan terbangun pada malam hari
Berapa sering terbangun pada malam hari
Apa yang membantu agar dapat tidur kembali
Mimpi pada saat tidur, apakah mimpi itu mengganggu ritme
tidur
Kualitas tidur
Jam berapa bangun pada pagi hari
Apakah mempunyai kesulitan untuk bangun pada pagi hari
Kebiasaan olah raga sebelum tidur
Mendengkur
Apa yang dirasakan saat bangun pada pagi hari

b) Pengkajian lingkungan tidur :


Lampu : Apakah kamar tidur gelap, apakah lampu malam
digunakan
Tempat tidur : Berapa banyak dan tipe bantal dan tempat
tidur yang digunakan, apakah ada tempat tidur khusus, apakah
menggunakan selimut
Temperatur : berapa temperatur di kamar tidur
Kebisingan : Apakah kamar tidur biasanya sepi, apakah sepi
dibutuhkan untuk memfasilitasi tidur
Ventilasi : apakah klien biasa tidur dengan jendela atau pintu
terbuka atau tertutup
Posisi : posisi tidur yang biasa digunakan
Perilaku : Apakah klien biasa tidur sendiri

4) Prosedur
Aktifitas yang dilakukan pada saat melakukan terapi tidur adalah
a) Kaji pola tidur klien
b) Perkirakan siklus tidur atau bangun yang dibutuhkan oleh
klien

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 3939
DI RUMAH
c) Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat selama kehamilan,
sakit dan saat mengalami stress psikososial
d) Kaji efek obat-obatan terhadap pola tidur klien
e) Monitor dan catat pola tidur klien dan jumlah jam tidur
f) Monitor pola tidur klien dan catat kondisi fisik yang
dialaminya (seperti nyeri//ketidaknyamanan, obstruksi saluran
nafas, frekuensi BAK pada malam hari) atau kondisi psikologisnya
(takut atau cemas) yang mengganggu pola tidur klien
g) Monitor hubungan kelelahan yang disebabkan oleh aktivitas
di siang hari
h) Atur lingkungan (cahaya, kebisingan, temperatur, kasur dan
tempat tidur) untuk meningkatkan kualitas tidur
i) Anjurkan klien untuk mempertahankan waktu tidur yang rutin
j) Fasilitasi perlengkapan yang bisa digunakan klien untuk tidur
(seperti selimut atau bantal favorit, buku yang biasa dibaca
sebelum tidur dll)
k) Bantu untuk mengurangi situasi yang menyebabkan stress
sebelum tidur
l) Monitor intake makanan sebelum tidur
m) Instruksikan klien untuk menghindari makan-makanan berat
sebelum tidur
n) Bantu klien untuk membatasi tidur pada siang hari
o) Berikan kenyamanan sebelum tidur seperti pijat, posisi yang
nyaman dan sentuhan afektif
p) Berikan penambahan jumlah jam tidur bila dibutuhkan
q) Berikan waktu tidur siang sebentar di siang hari
r) Jelaskan pada klien mengenai faktor-faktor yang
berkontribusi menimbulkan gangguan tidur(seperti faktor fisik, gaya
hidup, pekerjaan yang berat dan faktor lingkungan)
s) Anjurkan untuk menggunakan obat-obatan yang tidak berisi
REM sleep suppressor
t) Atur rangsang lingkungan untuk mempertahankan siklus
tidur yang normal

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4040
DI RUMAH
u) Diskusikan dengan klien dan keluarga cara mengukur
kenyamanan dan teknik untuk meningkatkan kualitas tidur

5) Evaluasi
Kriteria hasil yang diharapkan setelah dilakukan terapi perbaikan tidur
adalah
Klien mampu mengontrol kecemasan : kemampuan untuk
menghilangkan perasaan khawatir dan ketegangan yang berasal
dari sumber-sumber yang tidak dapat diidentifikasi
Tingkat kenyamanan : perasan nyaman baik secara fisik
maupun psikologis
Perilaku patuh : tindakan yang diambil klien berdasarkan
nasehat dari tenaga kesehatan profesional
Pengetahuan : terapi obat-obatan
Klien mampu mengontrol nyeri
Kepuasan dalam menjalani hidup
Klien mampu mengontrol resiko : penggunaan alkohol, obat-
obatan
Klien mengekspresikan kepuasaan dalam status
kesehatannya.

d. Logoterapi

1) Pengertian
Secara etimologi logoterapi berasal dari bahasa Yunani Logos berarti arti
atau makna. Jadi logoterapi berarti makna atau arti terkait dengan manusia
itu sendiri. Pada logoterapi itu manusia harus memahami makna dari diri
sendiri dan kesehatannya. Dalam logoterapi memandang manusia secara
utubi atau total yang terdiri dari tiga dimensi yaitu fisik, psikologis dan
spiritual.

2) Teknik dan analisa dalam logoterapi


a) Mengajukan pertanyaan terhadap diri sendiri

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4141
DI RUMAH
b) Apa yang diinginkan dalam hidup ini ? jawaban akan terucap
dengan pengalaman individu yang berbeda. Kualitas dari jawaban yang
diberikan tergantung dari latar belakang intelektual dan spiritual individu
itu sendiri
c) Merenungkan pengalaman masa lalu yang bermakna
d) Makna itu muncul ketika kita menemukan diri kita sendiri. Makna
juga akan muncul ketika kita akan menentukan pilihan, makna juga
timbul bila merasa istimewa, dan tidak tergantikan oleh orang lain,
tanggung jawab, serta makna muncul dalam situasi trasendesi.
e) Mengungkapkan makna dalam situasi kritis
f) Makna dari hidup akan ditemukan bila kita dihadapkan pada situasi
yang tidak membawa harapan. Pada saat itu kita merasa mempunyai
potensi yang mampu mengubah tragedi, bencana, kemalangan atau
masalah menjadi keberhasilan.

3) Indikasi
Klien yang mengalami keputusasaan, ketidakberdayaan, harga diri rendah.

4) Prosedur
a) Persiapan
Persiapan alat : alat tulis, kerta atau buku
Persiapan lingkungan : tenang dan nyaman untuk diskusi
Persiapan klien yaitu kontrak dengan klien

b) Prosedur kerja
Mengucapkan salam, melakukan evaluasi dan validasi serta
menyepakati kontrak, serta tujuan kegiatan
Memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan
permasalahannya dalam kehidupan sehari-hari atau menulis
masalahnya, serta memahami masalahnya dengan baik.
Mendorong klien untuk mengajukan pertanyaan atau menulis
pertanyaan terkait dari diri sendiri

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4242
DI RUMAH
Mendorong klien untuk mendiskusikan permasalahannya,
kemampuan klien bertanya pada diri sendiri serta upaya dalam
mengatasi permasalahan diatas.
Kemudian beri penjelasan pada klien langkah-langkah untuk
melihat dan merenungkan pengalaman yang bermakna.
Memberi kesempatan pada klien untuk mampu mengungkapkan
makan dari diri sendiri walaupun dalam situasi kritis : banjir,
kebakaran, kehilangan.
Lakukan teknik pilihan hidup atau menentukan pilihan sesuai
dengan tanggung jawabnya.
Memberi pujian atas kemampuan klien mengungkapkan
perasaannya.

4. Evaluasi
Evaluasi verbal dan nonverbal

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4343
DI RUMAH
LAMPIRAN 1.

FORMAT A.
ANALISIS DATA KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL
DALAM KONTEKS KELUARGA DI RUMAH

Data Kemungkinan Diagnosis Keperawatan


Data Subjektif
Perubahan pola tidur berhubungan dengan
1. Riwayat keperawatan sebelumnya. kecemasan

a. Pilihlah kondisi berikut ini yang pernah dialami


oleh klien sebelumnya, dengan memberikan Risiko perubahan pola tidur berhubungan
tanda () : dengan kecemasan
Pengalaman trauma
Pernah mengalami kegagalan
Mudah frustasi
Perasaan takut
Riwayat tidak dihargai/diberdayakan
Menderita penyakit kronis
Konflik keluarga

b. Kapan pertama kali kecemasan terjadi dan


seberapa sering kecemasan terjadi :
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................

c.Tindakan yang telah dilakukan ketika


kecemasan terjadi :
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................

d. Bagaimana hasil yang diperoleh dengan


tindakan tersebut
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................
...........................................................................

2. a. Saat ini, apa yang menyebabkan timbulnya


kecemasan:
...........................................................................
...........................................................................

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4444
DI RUMAH
...........................................................................
...........................................................................

Data Kemungkinan Diagnosis Keperawatan

b. Keluhan klien saat ini :

Tanda dan gejala respon Kognitif


konsentrasi menurun
produktivitas menurun
bingung
sangat waspada

Tanda dan gejala respon Afektif


sensitif
ketakutan
tidak sabar

Tanda dan gejala respon fisik


insomnia
nafsu makan menurun
mual
diare
sering berkemih
berkeringat seluruh tubuh
gatal-gatal
keluhan lain ..........................

c. Pengetahuan keluarga dan klien tentang


kecemasan dan perawatannya



d. Perawatan atau penanganan kecemasan yang


telah dilakukan oleh keluarga :



Data Objektif :
Pemeriksaan fisik
1. Tanda dan gejala :
gelisah
gugup
kurang koordinasi
ketegangan fisik,
menarik diri
melarikan diri dari masalah
palpitasi
perubahan tekanan darah
napas cepat dangkal
mata

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4545
DI RUMAH
tremor
bicara cepat
berkedip kedip
tremor

Data Kemungkinan Diagnosis Keperawatan

Pemeriksaan fisik yang lain


................................
................................
................................
................................

Data Subjektif : Berduka disfungsional berhubungan


1. Klien mengeluh : dengan ketidakmampuan klien
Distress akibat kehilangan menggunakan koping yang efektif
Denial akibat kehilangan dalam menghadapi kehilangan
Perasaan bersalah
marah-marah
sedih/berduka
Kesulitan mengekspresikan kehilangan

2. Pengetahuan klien dan keluarga tentang


penyebab dan akibat berduka disfungsional:
...............................................................
...................................................................
.................................................................
.................................................................

3. Upaya yang telah dilakukan keluarga untuk


membantu klien Akibat berduka disfuingsi
.................................................................
.................................................................
.................................................................
.................................................................

Data Objektif :
1. Tanda-tanda Isolasi sosial berhubungan dengan harga
menangis diri rendah
perubahan dalam pola makan
perubahan pola tidur
perubahan tingkat aktifitas
afek labil
perubahan konsentrasi

2. Pemeriksaan tambahan
..........................................................
.......
..............................................................
........................................................

Data Subjektif :
1. Keluhan klien saat ini :
klien mengungkapkan merasa seorang diri
ekspresi bermusuhan
ungkapan takut pada orang lain
ekspresi marah

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4646
DI RUMAH
ekspresi kecurigaan
ekspresi merasa berbeda dengan yang lain
ekspresi merasa ditolak

Data Kemungkinan Diagnosis Keperawatan

2. Upaya yang telah dilakukan keluarga dalam


membantu
mengurangi gangguan sensorik persepsi pada
klien :
........................
........................
........................

Data Objektif :
1. Hasil pemeriksaan:
Gangguan tidur
Menarik diri
Kemampuan berfikir menurun
Memperlihatkan prilaku yang tidak diterima
dalam kelompoknya
Tidak adanya dukungan dari keluarga, teman
atau kelompok
sedih, afek tumpul

2.Pemeriksaan fisik yang lain


........................
........................
........................

Data Subjektif Ketegangan hubungan klien dengan


keluarga berhubungan dengan
1. Keluhan klien : ketidakmampuan klien melakukan
Ekspresi ketidakmampuan mengkomunikasikan komunikasi yang yang efektif dalam keluarga
permasalahan pada keluarga
Ekspresi ketidakmampuan
Ekspresi irritability
Ekspresi kemarahan

4. Upaya yang telah dilakukan keluarga dalam


mengatasi Ketegangan hubungan klien dengan
keluarga :
.................
..............
..

Data Objektif :
1. menarik diri
agitasi
ketegangan dalam berkomuniksi
membangkang
Depressi
2. Pemeriksaan fisik lain
.................................................................................
.............................................................................

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4747
DI RUMAH
LAMPIRAN 2.

FORMAT B
RENCANA DAN PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA

DIAGNOSA TUJUAN RENCANA IMPLEME EVALUASI


KEPERAWATAN TINDAKAN NTASI
Gangguan tidur Umum : a). Bina hubungan saling
berhubungan klien dapat memenuhi percaya antara klien
dengan adanya kebutuhan tidur dan perawat
kecemasan Khusus : b). Bantu klien mengenal
a).Klien mampu kecemasan yang
mengidentifikasi sedang dialaminya,
kecemasan yang dengan
sedang dialaminya mengenalkan realitas
b).Klien terlindung dari yang ada
bahaya atau perilaku c). Bantu klien mengenal
yang penyebab dan dampak
membahayakan lanjut bila kecemasan
c). Klien dapat terlibat tidak teratasi dengan
dalam aktivitas baik
sehari-hari tanpa d). Bantu klien untuk
kekhawatiran memecahkan masalah
d) Klien dapat dengan cara yang
mengidentifikasi konstruktif dengan
respon koping melibatkan keluarga
adaptif dan e). Gunakan terapi
maladaptif yang kognitif untuk
digunakan membantu klien berfikir
e). Klien dapat secara konstruktif
melakukan upaya dalam menyelesaikan
untuk mengatasi masalah
kecemasan yang f). Bersama klien,
dialaminya keluarga identifikasi
sumber koping yang
dapat digunakan untuk
membantu
meminimalkan
kecemasan klien
g). Motivasi klien untuk
menggunakan koping
adaptif untuk
meminimalkan
kecemasan
h). Bantu klien untuk
memenuhi kebutuhan
tidurnya dengan latihan
sleep enhancement
j). Bersama keluarga,
bantu klien untuk
memenuhi kebutuhan
dasarnya, seperti
makan, minum,

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4848
DI RUMAH
kebersihan diri,
sosialisasi

k). Motivasi klien untuk


melakukan aktivitas
fisik untuk menyalurkan
energi
l). Latih klien dan
keluarga terapi
modalitas untuk
mengurangi
kecemasan seperti :
latihan relaksasi
progresif untuk
meningkatkan kendali
diri
m). Libatkan keluarga
atau sumber koping
lainnya untuk
menciptakan
lingkungan yang
nyaman yang dapat
memungkinkan klien
belajar respon koping
baru yang dapat
meminimalkan
kecemasan

Berduka Tujuan umum : 1). Bina hubungan saling


disfungsional Klien dapat menerima percaya antara klien
berhubungan kenyataan kehilangan dan perawat
dengan dan mengatasi rasa 2). Berikan kesempatan
ketidakmampuan berduka yang klien untuk
klien menggunakan dialaminya mengungkapkan
koping yang efektif perasaannya tentang
dalam meghadapi Tujuan khusus : setelah kehilangan yang
kehilangan intervensi dialaminya
keperawatan klien 3). Bantu klien untuk
mampu : menyadari kehilangan
1). Klien mampu yang sedang
mengungkapkan dialaminya
perasaan kehilangan 4). Diskusikan bersama
dan berduka klien tentang tahap
2). Klien dapat kehilangan yang
menyadari sedang dialaminya
kehilangan tanpa saat ini, dan perasaan
merasa sedih yang klien terhadap upaya
mendalam yang telah
3). Klien dapat dilakukannya
menyesuaikan 5). Bila klien sudah
dengan perubahan dapat menentukan
lingkungan yang tahap kehilangan yang
terjadi dialaminya, lakukanlah
4). Klien dapat menjalin tindakan sebagai
hubungan dengan berikut :
orang lain a). Tahap denial :
5). Klien dapat (1). berikan kesempatan
menggunakan pada klien untuk
koping adaptif untuk mengungkapkan
mengatasi perasaannya dan

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 4949
DI RUMAH
kehilangan dan pengingkarannya
perasaan terhadap
berdukanya kehilangannya
6). Klien mendapatkan (2). Bantu klien untuk
dukungan keluarga memahami perasaan
dalam mengatasi marah yang
kehilangan yang dialaminya
dialaminya (3). Libatkan keluarga
atau support sistem
yang lain untuk
mendukung klien
(4). Bersama keluarga
untuk menciptakan
lingkungan yang
aman, sehingga
terhindar dari perilaku
kekerasan terhadap
diri maupun orang lain

b). Tahap marah


(1). Bantu klien untuk
mengungkap perasaan
marahnya secara
verbal konstruktif
tanpa harus menyakiti
diri ataupun orang lain
(2). Bantu klien untuk
memahami perasaan
marah yang
dialaminya
(3). Libatkan keluarga
atau support sistem
yang lain untuk
mendukung klien
(4). Bersama keluarga
untuk menciptakan
lingkungan yang
aman, sehingga
terhindar dari perilaku
kekerasan terhadap
diri maupun orang lain
(5). Tetap bantu klien
penuhi kebutuhan
dasar : makan,
minum, sosialisasi,
tidur, aktivitas

c). Tahap tawar


menawar
(1). Bantu klien untuk
mengidentifikasi
perasaan bersalah
(2). Libatkan keluarga
untuk memberikan
dukungan
(3). Libatkan ahli spiritual
untuk menguatkan dan
membantu klien
mengurangi perasaan

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5050
DI RUMAH
bersalahnya

d). Tahap depresi :


(1). Bantu klien untuk
mengungkapkan
perasaannya
(2). Berikan dukungan
pada klien dengan
mengembangkan
kemampuan positifnya
(3). Bantu klien
mengidentifikasi
pemikiran negatif yang
membuatnya depresi
(4). Latih klien untuk
mengembangkan
kemampuan positifnya
dan mengatasi
pemikiran negatifnya
dengan penerapan
terapi modalitas :
terapi kognitif dan
perilaku asertif

e). Tahap menerima :


(1). Bantu klien
memahami arti
kehilangan yang
sedang dialaminya
(2) Bantu klien
mengidentifikasi
aktifitas yang disukai
(3) Bantu klien
mengidentifikasi
rencana kegiatan yang
akan dilakukan
(4) Motivasi klien untuk
melakukan aktifitas
yang akan dilakukan
(5) Libatkan keluarga dan
support sistem yang
lain dalam
melaksanakan
kegiatan yang telah
direncanakan klien
setelah kehilangannya

Isolasi sosial Tujuan umum : klien 1). Bantu klien


berhubungan dapat bersosialisasi memperluas kesadaran
dengan harga diri tanpa merasa rendah diri :
rendah diri a). Bina hubungan saling
Tujuan khusus : percaya antara
1). Klien dapat perawat dengan klien
mengeksplorasi dan b). Berikan kesemapatan
mengidentifikasi klien untuk
kemampuan yang mengungkapkan
dimiliki perasaannya

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5151
DI RUMAH
2). Klien dapat menilai c). Bantu klien
kemampuan yang mengidentifikasi
dapat digunakan kemampuan yang
3). Klien dapat dimilikinya, gunakan
mengoptimalkan logoterapi
kemampuannya d). Libatkan klien dalam
4). Klien dapat aktifitas keluarga atau
merencanakan sosial secara bertahap
kegiatan sesuai e). Berikan reinforcement
dengan positif atas partisipasi
kemampuannya klien
yang bermanfaat 2). Bantu klien untuk
untuk meningkatkan mengekspresikan
harga dirinya emosi, keyakinan,
perilaku, dan
pemikirannya secara
verbal dan non verbal

3). Bantu klien


mengevaluasi diri :
a). Bantu klien
mengidentifikasi
stressor yang
dialami dan
penilaiannya
b). Bantu klien
mengenal sumber
koping yang dapat
digunakan
c). Bantu klien
mengenal koping
adaptif yang perlu
dikembangkan klien

4). Bantu klien membuat


perencanaan realitas :
a). Bersama klien dan
keluarga
mendiskusikan
kegiatan yang dapat
dilakukan klien
b). Bersama klien dan
keluarga membuat
perencaanaan
kegiatan yang mudah
direalisasikan,
termasuk tujuan yang
diharapkan klien
c). Libatkan keluarga
dalam memberikan
kesempatan pada
klien untuk
mengembangkan
kegiatan yang telah
direncanakan
d). Berikan kesempatan
klien untuk
mengugkapkan
perasaannya setelah
melakukan kegiatan

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5252
DI RUMAH
e). Libatkan keluarga
dan support sistem
lain utnuk selalu
memberikan dukungan
pada klien

Ketegangan Tujuan umum : a). Gunakan tekhnik


hubungan klien setelah intervensi guidence dalam
dengan keluarga keperawatan melakukan diskusi
berhubungan ketegangan hubungan bersama klien dan
dengan klien dan keluarga keluarga tentang tanda
ketidakmampuan dapat teratasi. gejala, dan tugas
klien melakukan Tujuan khusus : pertumbuhan dan
komunikasi yang Setelah dilakukan perkembangnan klien
yang efektif dalam intervensi saat ini
keluarga keperawatan klien b). Diskusikan
dapat : komunikasi yang
a). Mengenal tentang : efektif dalam keluarga.
tanda, gejala, dan c). Gunakan tekhnik
tugas tumbuh konseling dalam
kembang yang saat eksplorasi perasaan
ini sedang klien dan keluarga
dialaminya, tanda tentang komunikasi
komunikasi yang yang diharapkan dan
efektif dalam bagaimana kepuasan
keluarga klien dalam
b). Melakukan melakukannya
komunikasi yang (lakukan secara
efektif antar anggota terpisah antara klien
keluarga dan keluarga)
c). Memanfaatkan d). Latih keluarga
fasilitas kesehatan manejemen perilaku
untuk membantu asertif untuk
komunikasi yang mengurangi
lebih efektif antara ketegangan dalam
keluarga dengan keluarga
klien. e). lakukan tekhnik
coaching dalam
melatih klien dan
keluarga cara
komunikasi yang
efektif dalam keluarga.
f). Lakukan peran
advokasi dalam
memotivasi keluarga
untuk dapat menata
lingkungan rumah
secara psikologis
yang dapat membantu
terpenuhinya
kebutuhan tumbang
klien.
g). Motivasi klien dan
keluarga untuk dapat
menggunakan sumber
dukungan lain seperti
fasilitas pelayanan
kesehatan yang dapat
membantu
menyelesaikan

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5353
DI RUMAH
ketegangan antara
klien dengan keluarga

LAMPIRAN 3

FORMAT C
CATATAN PERKEMBANGAN KLIEN

No. Diagnosis Perkembangan Askep Paraf/Nama


Keperawatan Jelas/Tanggal

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5454
DI RUMAH
LEMBAR KERJA I

Harapan Saya Dalam Sesi Ini :

Lembar kerja 2

Lembar Kerja 3

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5555
DI RUMAH
LEMBAR KERJA 2

PEDOMAN DISKUSI KELOMPOK


LATIHAN KASUS

Tugas :
Peserta dapat menggunakan format proses keperawatan klien dengan Masalah Psikososial dalam
konteks keluarga di rumah (format A dan B) sesuai diagnosis yg relevan untuk mendiskusikan kasus
diatas mencakup :
1. Identifikasi data-data yang perlu dilengkapi pada kasus untuk merumuskan diagnosis
keperawatan pada keluarga Bapak IR
2. Rumuskan diagnosis keperawatan
3. Susun rencana intervensi keperawatan

Tujuan Diskusi :
1. Peserta mampu mengidentifikasi data yang sesuai dengan kondisi klien dengan Masalah Psikososial
2. Peserta mampu merumuskan diagnosis keperawatan klien dengan Masalah Psikososial
3. Peserta mampu menyusun rencana intervensi keperawatan pada klien dengan Masalah Psikososial

Strategi Diskusi :
1. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok masing-masing kelompok 10 peserta.
2. Kelompok memilih ketua kelompok, sekretaris, dan penyaji
3. Ketua kelompok memimpin diskusi untuk membahas tugas kelompok
4. Menyiapkan media untuk menyajikan hasil diskusi kelompok
5. Menyajikan hasil diskusi kelompok di depan peserta lain, dan memberikan tanggapan terhadap
pertanyaan kelompok lain

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5656
DI RUMAH
KASUS I

Ibu Ani dan keluarga adalah salah satu korban bencana Situ Gintung yang selamat, sudah 7 hari ini Ibu
Ani keluarga masih membayangkan peristiwa yang menyedihkan itu karena meskipun keluarga intinya
selamat, namun kakak Ibu Ani yang tinggal tidak berjauhan dari rumah ibu Ani telah menjadi korban.
Saat ini Ibu Ani dan keluarga tinggal di pengungsian. Keluhan yang dirasakan Ibu saat ini adalah sulit
tidur, dan masih trauma bila mendengar bunyi hujan, dan menyesali tidak bisa menyelamatkan kakaknya
dan merasa tidak percaya kalau kakaknya sudah meninggal. Sebagai perawat komunitas, anda tentu
akan berupaya membantu masalah yang sedang dihadapi Ibu ani dan keluarga, silahkan anda diskusi
untuk membantu menyelesaikan kasus ini.

KASUS II

Konflik Romi dengan orang tuanya semakin bertambah ketika orang tuanya mengetahui kalau sudah satu
minggu Romi bolos sekolah. Orang tua sulit memahami keinginan Romi, komunikasi antar mereka sudah
terganggu, suasana rumah selalu dibayang-bayangi kemarahan orang tua. Hal ini yang membuat Romi
sering menyendiri di kamar, tidak mau sekolah dengan alasan malu dengan keadaan fisiknya yang cacat
setelah kecelakaan 1 tahun yang lalu. Cobalah diskusikan tindakan apa yang tepat untuk keluarga ini.

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5757
DI RUMAH
LEMBAR KERJA 3

EVALUASI DIRI PESERTA PELATIHAN TERHADAP


KETERAMPILAN TERAPI KEPERAWATAN

Tugas :
Evaluasi kemampuan diri anda dalam melakukan terapi keperawatan kepada klien dengan Masalah
Psikososial lewat penggunaan format evaluasi diri di bawah ini.

Tujuan Evaluasi Diri :


1. Peserta mampu melakukan ketrampilan terapi keperawatan pada klien dengan Masalah
Psikososial
2. Peserta dapat menilai kelebihan dan kekurangannya dalam melakukan ketrampilan terapi
keperawatan pada klien dengan Masalah Psikososial

Strategi Evaluasi Diri :


1. Peserta melakukan ketrampilan terapi keperawatan pada klien dengan Masalah Psikososial di
laboratorium (sebelum ke klien langsung)
2. Peserta dapat meminta bantuan peserta lain untuk membantu menilai ketrampilan terapi
keperawatan
3. Peserta dapat meminta bantuan fasilitator bila menemukan kesulitan dalam melatih ketrampilan
terapi keperawatan pada klien dengan Masalah Psikososial

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5858
DI RUMAH
FORMAT EVALUASI DIRI PESERTA PELATIHAN
TERAPI RELAKSASI PROGRESIF PADA KLIEN
DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL

No. Prosedur Tindakan Ya Tidak


1. Informasikan pada klien, atur posisi dalam posisi berbaring agar rileks.
2. Bila diinginkan dapat dilakukan dengan menggunakan musik ringan.
3. Atur lingkungan yang nyaman (tidak bising, panas, pegap) .
4. Posisi berbaring dengan kepala ditopang bantal
5. Ajarkan teknik pengaturan nafas (inspirasi dan ekspirasi)
6. Anjurkan klien mengatur nafasnya.
7. Mata ditutup dan rileks, atur posisi yang nyaman/rileks, lepaskan
ketegangan dan cobalah lupakan sejenak pikiran yang membuat
ketegangan.
8. Lemaskan otot-otot agar ketegangan yang dirasakan hilang.
9. Relaksasi tangan kanan : kepalkan tangan kanan, genggam dengan kuat
dan rasakan ketegangan pada saat anda mengepal. Terus mengepal
dengan kuat dan rasakan ketegangan pada kepalan tangan, tangan, dan
lengan bawah. Lepaskan kepalan dan rileks. Nikmati kelenturan dan
rasakan darah yang mengalir secara perlahan melalui pembuluh-
pembuluh darah dari lengan atas sampai ujung-ujung jari tangan anda.
10. Relaksasi tangan kiri : lakukan sama seperti tangan kanan.
11. Relaksasi kedua tangan : kepalkan kedua tangan, genggam dengan kuat
dan rasakan ketegangan pada saat anda mengepal. Terus mengepal dan
rasakan ketegangan pada kepalan tangan, tangan, dan lengan bawah.
Lepaskan kepalan kefua tangan dan rileks. Nikmati kelenturan, rasakan
darah yang mengalir secara perlahan melalui pembuluh-pembuluh darah
dari lengan atas sampai uijung-ujung jari tangan anda.
12. Relaksasi siku : tekuk kedua siku tangan anda dan tegangkan otot lengan
atas. Tegangkan sekuat mungkin dan rasakan ketegangan pada kedua
otot lengan atas. Luruskan tangan anda, rileks. Nikmati perasaan rileks
dan rasakan aliran darah menjalar secara perlahan melalui pembuluh
darah anda hingga ujung jari-jari anda.

No. Prosedur Tindakan Ya Tidak


13. Relaksasi kepala : kerutkan dahi anda sekuat-kuatnya dan rasakan
ketegangannya. Lemaskan dan rileks, bayangkan dan rasakan seluruh
dahi dan kepala anda menjadi kendur dan istirahat. Kerutkan dahi anda

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 5959
DI RUMAH
lagi dan rasakan serta bayangkan ketegangan menyebar ke seluruh
kepala dan wajah anda melalui dahi. Kendurkan dan rasakan serta
biarkan alis anda kembali relaks.
14. Relaksasi mata : buka mata anda, lalu kedipkan kuat-kuat dan rasakan
ketegangannya. Kendurkan mata anda dan nikmati rileksnya. Biarkan
mata anda tetap tertutup
15. Relaksasi rahang : katupkan rahang anda dan gigit yang keras, rasakan
ketegangan pada rahang anda. Kendurkan rahang anda dan biarkan
sebagaian bibir anda terbuka serta rasakan relaksasinya dan bandingkan
dengan ketegangan tadi.
16. Relaksasi lidah : tekan lidah anda ke langit-langit dan rasakan bahwa
dahi, kulit kepala, mata, rahang, lidah, dan bibir anda semuanya rileks.
17. Relaksasi bibir : tekan kedua bibir anda, kerutkan hingga membentuk
huruf O serta rasakan ketegangannya. Kendurkan bibir anda dan
rasakan bahwa dfahi, kulit kepala, mata, rahang, lidah, dan bibir anda
semua rileks
18. Sekarang buka mata anda, lalu duduk, kaki bersila dan gtutup mata
kembali dengan rileks.
19. Relaksasi leher : tekan kepala anda ke belakang sejauh mungkin dan
rasakan ketegangan pada leher anda. Putar ke kanan dan rasakan
perubahan lokasi stress lalu putar ke kiri. Tegakkan kepala anda dan
tundukkan. Tekan dagu anda mencapai dada dan rasakan ketegangan di
tenggorokan di belakang leher. Sekarang rileks dan biarkan kepala anda
kembali pada posisi yang nyaman dan nikamti perbedaan kertegangan
dan rileks yang mendalam
20. Relaksasi bahu : angkat kedua bahu dan pertahankan ketegangan, lalu
bungkukkan kepala anda diantara kedua bahu, lalu lemaskan bahu anda,
turunkan kedua bahu dan rasakan rileks menyebar melalui leher,
tenggorokan, dan bahu, benar-benar rileks dalam dan makin dalam
21. Beri kesempatan seluruh tubuh anda untuk rileks dan rasakan
kenyamanan

No. Prosedur Tindakan Ya Tidak


22. Anjurkan klien mengambil nafas dalam dan hembuskan melalui mulut
perlahan-lahan dan bayangkan serta rasakan ketegangan keluar dari
tubuh anda secara perlahan bersama udara mulai dari ujung jari-jari kaki
anda. Biarkan dada anda bebas dan biarkan udara keluar.
23. Anjurkan klien untuk kembali bernafas seperti biasa.
24. Relaksasi perut : kencangkan perut anda dan tahan, rasakan
ketegangannya lalu rileks. Letakkan kedua tangan anda di perut anda,

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6060
DI RUMAH
tarik nafas dalam sambil mendorong tangan anda ke atas, tahan lalu
rileks. Nikmati perbedaan relaksasi saat udara didesak ke luar.
25. Relaksasi punggung : atur posisi duduk. Bungkukkan punggung anda
tanpa dipaksa dan jaga bagian tubuh yang lain tetap rileks lalu pusatkan
perhatian pada ketegangan punggung bawah. Lalu rileks dalam dan
makin dalam
26. Relaksasi bokong : luruskan kaki anda, kencangkan bokong dan paha
anda dengan menekan sekuat mungkin tumit anda ke bawah, lalu rileks
dan nikmati perbedaannya.
27. Relaksasi betis : lengkungkan telapak kaki anda ke bawah dan
kencangkan betis anda, lalu rasakan ketegangan yang terjadi dan rileks.
28. Tekuk telapak kaki anda mengarah ke muka anda (posisi telapak kaki
flat), sehingga timbul ketegangan pada tulang tibia lalu rileks
29. Rasakan dan bayangkan rileks pada kaki, pergelangan kaki, betis,
tulaang tibia, lutut, paha, dan bokong anda. Lanjutkan imaginasi ini
meluas ke perut, punggung bawah, dada, bahu, lengan atas, tangan,
leher, rahang, dan terus menjalar sampai otot wajah. Lakukan ini secara
mendalam dan makin dalam
30. Buka mata anda perlahan-lahan dan nikmati kebebasan

Hal yang perlu di perhatikan :


a. Lakukan 2 x 15 menit /hari, dan lakukan 1-2 kali seminggu
b. Sebaiknya dilakukan dalam posisi tidur terlentang.
c. Tiap peregangan otot dilakukan selama 5-7 detik dan rileks selama 12-15 detik.
d. Lakukan pada masing-masing kelompok otot minimal 1 kali.

Evaluasi yang diharapkan :


a. Respon verbal : klien menyatakan merasa nyaman, ketegangan berkurang,
tubuh menjadi rileks dan perasaan menjadi lebih tenang.
b. Respon non verbal : klien tampak tenang, tidak tampak gelisah, ekspresi wajah
klien tidak tegang, tekanan darah dalam batas normal.

Evaluasi respon verbal klien setelah tindakan diatas :

.......
.......
.......
.......
.......

Evaluasi respon non verbal klien setelah tindakan diatas :

.......
.......
.......

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6161
DI RUMAH
.......
.......
.......

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6262
DI RUMAH
FORMAT EVALUASI DIRI PESERTA PELATIHAN
MANAJEMEN PERILAKU ASERTIF PADA KLIEN
DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL

No. Prosedur Tindakan Ya Tidak


1. Persiapan
a. Persiapan alat : kertas, pulpen, lembar balik tentang perilaku asertif,
booklet atau leafleat.
b. Persiapan klien : Menyepakati kontrak pertemuan dengan klien,
kondisi klien dalam
keadaan sehat, dan bebas dari tekanan
c. Persiapan lingkungan, lingkungan tenang, tersedia tempat untuk
dapat membaca dan menulis

2. Prosedur kerja
a. Mengucapkan salam, melakukan evaluasi dan validasi serta
menyepakati kontrak
b. Menjelaskan tentang terapi perilaku asertif, kegunaan, hambatan
hambatan, dan langkah-langkahnya
c. Memberi kesempatan pada klien untuk bertanya tentang hal hal
yang belum jelas
d. Mengeksplorasi hubungan klien dengan teman hal yang disukai dan
tidak disukai dari teman dengan alasannya.
e. Mengeksplorasi perasaan klien terhadap diri sendiri, hal yang
disenangi dan tidak disenangi pada diri sendiri dengan alasannya.
f. Menanyakan pada klien apa yang dilakukan terkait dengan hal yang
disenangi dan tidak disenangi baik pada teman maupun diri sendiri.
g. Latih klien untuk mengatakan hal yang disenangi dan tidak disenangi
pada teman secara asertif.
h. Mengajurkan pada klien untuk mencoba setiap hari berperilaku
asertif sesuai dengan hal yang didiskusikan hari ini.
i. Memberi pujian atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan
dan latihan perilaku asertif.
3. Terminasi
Evaluasi baik verbal maupun non verbal dari respon klien

Evaluasi respon verbal klien setelah tindakan diatas :

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6363
DI RUMAH
.......
.......
.......
.......
.......

Evaluasi respon non verbal klien setelah tindakan diatas :

.......
.......
.......
.......
.......
.......

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6464
DI RUMAH
FORMAT EVALUASI DIRI PESERTA PELATIHAN
TERAPI SLEEP ENHANCEMENT (PENINGKATAN KUALITAS TIDUR)
PADA KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL

No. Prosedur Tindakan Ya Tidak


1. Persiapan :
a. Kaji kebiasaan tidur :
Berapa lama waktu yang dibutuhakn klien untuk jatuh tidur

Waktu tidur yang rutin

Berapa sering klien mempunyai keluhan sulit tidur

Obat-obatan yang dikonsumsi untuk membantu tidur, berapa


sering digunakan
Alasan terbangun pada malam hari

Berapa sering terbangun pada malam hari

Apa yang membantu agar dapat tidur kembali

Mimpi pada saat tidur, apakah mimpi itu mengganggu ritme


tidur
Kualitas tidur

Jam berapa bangun pada pagi hari

Apakah mempunyai kesulitan untuk bangun pada pagi hari

Kebiasaan olah raga sebelum tidur

Mendengkur

Apa yang dirasakan saat bangun pada pagi hari


b. Pengkajian lingkungan tidur :
Lampu : Apakah kamar tidur gelap, apakah lampu malam
digunakan
Tempat tidur : Berapa banyak dan tipe bantal dan tempat
tidur yang digunakan, apakah ada tempat tidur khusus,
apakah menggunakan selimut
Temperatur : berapa temperatur di kamar tidur

Kebisingan : Apakah kamar tidur biasanya sepi, apakah sepi


dibutuhkan untuk memfasilitasi tidur
Ventilasi : apakah klien biasa tidur dengan jendela atau pintu
terbuka atau tertutup
Posisi : posisi tidur yang biasa digunakan

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6565
DI RUMAH
Perilaku : Apakah klien biasa tidur sendiri

No. Prosedur Tindakan Ya Tidak


2. Prosedur
Aktifitas yang dilakukan pada saat melakukan terapi tidur adalah :
Kaji pola tidur klien

Perkirakan siklus tidur atau bangun yang dibutuhkan oleh klien

Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat selama kehamilan, sakit


dan saat mengalami stress psikososial
Kaji efek obat-obatan terhadap pola tidur klien

Monitor dan catat pola tidur klien dan jumlah jam tidur

Monitor pola tidur klien dan catat kondisi fisik yang dialaminya
(seperti nyeri//ketidaknyamanan, obstruksi saluran nafas,
frekuensi BAK pada malam hari) atau kondisi psikologisnya (takut
atau cemas) yang mengganggu pola tidur klien
Monitor hubungan kelelahan yang disebabkan oleh aktivitas di
siang hari
Atur lingkungan (cahaya, kebisingan, temperatur, kasur dan
tempat tidur) untuk meningkatkan kualitas tidur
Anjurkan klien untuk mempertahankan waktu tidur yang rutin

Fasilitasi perlengkapan yang bisa digunakan klien untuk tidur


(seperti selimut atau bantal favorit, buku yang biasa dibaca
sebelum tidur dll)
Bantu untuk mengurangi situasi yang menyebabkan stress
sebelum tidur
Monitor intake makanan sebelum tidur

Instruksikan klien untuk menghindari makan-makanan berat


sebelum tidur
Bantu klien untuk membatasi tidur pada siang hari

Berikan kenyamanan sebelum tidur seperti pijat, posisi yang


nyaman dan sentuhan afektif
Berikan penambahan jumlah jam tidur bila dibutuhkan

Berikan waktu tidur siang sebentar di siang hari

Jelaskan pada klien mengenai faktor-faktor yang berkontribusi

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6666
DI RUMAH
menimbulkan gangguan tidur(seperti faktor fisik, gaya hidup,
pekerjaan yang berat dan faktor lingkungan)
Anjurkan untuk menggunakan obat-obatan yang tidak berisi REM
sleep suppressor

No. Prosedur Tindakan Ya Tidak


Atur rangsang lingkungan untuk mempertahankan siklus tidur
yang normal
Diskusikan dengan klien dan keluarga cara mengukur
kenyamanan dan teknik untuk meningkatkan kualitas tidur.
3. Evaluasi
Kriteria hasil yang diharapkan setelah dilakukan terapi perbaikan tidur
adalah:
Klien mampu mengontrol kecemasan : kemampuan
untuk menghilangkan perasaan khawatir dan ketegangan yang
berasal dari sumber-sumber yang tidak dapat diidentifikasi
Tingkat kenyamanan : perasan nyaman baik secara fisik
maupun psikologis
Perilaku patuh : tindakan yang diambil klien berdasarkan
nasehat dari tenaga kesehatan profesional
Pengetahuan : terapi obat-obatan

Klien mampu mengontrol nyeri

Kepuasan dalam menjalani hidup

Klien mampu mengontrol resiko : penggunaan alkohol,


obat-obatan
Klien mengekspresikan kepuasaan dalam status
kesehatannya.

Evaluasi respon verbal klien setelah tindakan diatas :

.......
.......
.......
.......
.......

Evaluasi respon non verbal klien setelah tindakan diatas :

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6767
DI RUMAH
.......
.......
.......
.......
.......
.......

MODUL MI 18. ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL DALAM KONTEKS KELUARGA 6868
DI RUMAH