Anda di halaman 1dari 3

Nama : Apriliana Kharimatus Risqi

Kelas : Tingkat 1 / Reguler B

NIM : P27820116052

AMOXAN

Obat Antibiotik AMOXSAN 500 mg

Amoxicillin

Kapsul, Sirop Kering, Tetes Pediatrik, Tablet Dispersible

KOMPOSISI

1. Kapsul : Tiap kapsul mengandung Amoksisilin Trihi-drat yang setara


dengan 250 mg/500 mg Amoksisilin.
2. Sirop Kering : Setelah penambahan air minum, tiap 5 ml mengandung
Amoksisilin Trihidrat yang setara dengan 125 mg/250 mg
Amoksisilin.
3. Tetes Pediatrik : Setelah penambahan air minum, tiap ml mengandung
Amoksisilin Trihidrat yang setara dengan 100 mg Amoksisilin.
4. Tablet Dispersible : Tiap tablet mengandung Amoksisilin Trihidrat yang setara
dengan 250 mg Amoksisilin.

Bakteri yang peka terhadap Amoksisilin:

Staphylococcus
Streptococcus
Diplococcus pneumoniae
Bacillus anthracis
Enterococcus
Corynebacterlum diphtherlae
Salmonella sp
Shlgella sp
H. influenzae
Proteus mirabilis
E coll
N. gonorrhoeae
W. meningitidis

INDIKASI

o Infeksi saluran pernapasan : Tonsilitis, sinusitis, laringit;s, faringitis, otitis media,


bronki-tis, bronkiektasis, pneumonia.
o Infeksi saluran urogenital :. Pielonefritis, sistitis, uretritis, gonore.
o Infeksi pada kulit dan jaringan lunak : Luka-luka, selulitis, furunkulosls, pioderma.

KONTRA-INDIKASI

Hipersensitif terhadap antibiotik golongan beta-laktam seperti penisilin,sefalosporin.


Bayi yang diiahirkan oleh ibu yang diketahui peka terhadap penisilin.

EFEK SAMPING

Reaksi kepekaan seperti ruam erifem makuiopapular, urtikaria, ruam kulit, serum
sickness.
Reaksi kepekaan yang serius dan fatal adalah anafilak-sis terutama terjadi pada penderita
yang hipersensitif terhadap penisilin.
Gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah dan diare.
Reaksi-reaksi hematologi (biasanya bersifat reversibel).

PERHATIAN

1. Sebelum pengobatan dengan Amoksisilin harus dilakukan pemeriksaan ada tidak nya
reaksi kepekaan terhadap penisilin.
2. Amoksisilin harus digunakan dengan hati-hati pada wanita hamil dan menyusui.
3. Pengobatan dengan Amoksisilin dalam jangka waktu lama harus disertai dengan
pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah.
4. Untuk penderita dengan kegagalan fungsi ginjal, harus disertai dengan pemantauan kadar
plasma dan urine.
5. Seperti antibiotik lainnya, penggunaan Amoksisilin dapat menyebabkan superinfeksi
penyebab umum adalah Pseudomonas, Enterobacferium, s.aureus dan candida.Bila terjadi
hal tersebut hentikan segera penggunaan dan ganti dengan terapi yang sesuai.
6. Tidak dapat digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi tulang sendi (karena
Amoksisilin oral tidak dapat menembus cairan serebrospinal atau sinovial).
7. Hati-hati penggunaan pada penderita leukemia limfatik karena kepekaan terhadap ruam
kulit yang disebab-kan Amoksisilin.
8. Penggunaan Amoksisilin dapat menyebabkan kolitis berat.

DOSIS

Infeksi sedang

Dewasa dan anak-anak >20kg: 250mg-500mgtiap 8 jam.


Anak-anak dengan BB < 20 kg: 20 - 40 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi tiap 8 jam.

Untuk infeksi yang lebih berat dapat diberikan dosis yang lebih tinggi.

Penderita yang mengalami dialisa peritoneal, dosis maksimum yang dianjurkan adalah
500 mg/hari.
Untuk pengobatan gonococcus urethritis: 3,000 mg se-bagai dosis tunggal.
Sirop kering dianjurkan untuk anak-anak > 8 kg:125mg- 250 mg tiap 8 jam.
Tetes pediatrik dianjurkan untuk anak dibawah usia 6 bulan.

FARMAKODINAMIK

Amoksisilin adalah turunan dari penisilin gemisintetik yang stabil dalam suasana asam.
Kerja bakterisidanya seperti ampisilin.

FARMAKOKINETIK

Amoksisilin diabsorbsi dengan cepat dan baik pada saluran pencernaan makanan, tidak
tergantung adanya makanan dan setelah 1 jam kosentrasi dalam darah tinggi. Amoksisilin
absorpsinya lebih baik daripada ampisilin. Amoksisilin terutama diekskresikan melalui ginjal,
dalam air kemih amoksisilin terdapat dalam bentuk aktif. Amoksisilin efektif terhadap organism
gram-positif dan gram-negatif,