Anda di halaman 1dari 6

Introduksi Genetika Molekular Virus

Johan Lucianus
Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, UK. Maranatha, Bandung

Ringkasan
Virus adalah suatu patogen obligat yang hanya bisa berkembangbiak di dalam sel
hidup. Tidak seperti organisme hidup yang memiliki kromosom (DNA) dan enzim-enzim untuk
proses replikasi, transkripsi, translasi, dan lain-lain, virus hanya terdiri dari asam nukleat (baik
itu DNA ataupun RNA) dan coat protein untuk melindungi genomnya. Beberapa virus
memiliki struktur tambahan seperti envelop dan membawa beberapa enzim seperti RNA-
dependent DNA polymerase yang diperlukan untuk siklus replikasinya dan yang tidak
disediakan oleh inang. Pada umumnya, replikasi virus terdiri dari tahap penempelan, penetrasi,
uncoating, biosintesa, maturasi, dan pelepasan. Perbedaan proses perkembangbiakan antara
berbagai jenis virus terutama adalah pada tahap biosintesa. Apabila dalam proses replikasi ini
genom virus terintegrasi ke dalam kromosom inang maka bisa menyebabkan kanker.

Summary
Viruses are obligate pathogens that can only replicate within living cells. Unlike living
organisms that have chromosome (DNA) and enzymes for replication, transcription,
translation, etc., viruses have only nucleic acids (DNA or RNA) dan protein coat for protecting
their genome. Some viruses have additional structures (e.g. envelope) and bring some enzymes
(e.g. RNA-dependent DNA polymerase) which are not provided by the host. In general, viral
replication occurs in 6 stages: attachment, penetration, uncoating, biosynthesis, maturation,
and release. Each virus has a different replication process, especially in the stage of biosynthesis.
If viral genome is integrated into the hosts chromosome during replication process, cancer may
occurs.

Pendahuluan dup. Namun, begitu virus ma-


Sebenarnya, virus bukan- suk ke dalam sel inang, asam
lah organisme hidup. Hidup da- nukleat virus menjadi aktif dan
pat didefinisikan sebagai seke- terjadi multiplikasi.
lompok proses rumit yang ber-
asal dari aktifitas protein yang
dikode oleh asam nukleat. Asam Genetika Umum
nukleat sel hidup selalu aktif. DNA (deoxyribonucleic a-
Karena di luar sel inang virus itu cid) dan RNA (ribonucleic acid)
tidak aktif maka virus tidak disebut sebagai asam nukleat.
dianggap sebagai organisme hi- Sedangkan unit struktural asam

1
JKM
Vol. 3, No. 1, Juli 2003

nukleat disebut nukleotida. Seti- genetik juga digunakan untuk


ap nukleotida memiliki tiga ba- menghasilkan protein-protein
gian: basa, gula pentosa yang yang diperlukan. Informasi ini
disebut deoksiribosa atau ribosa, ditransfer melalui proses trans-
dan fosfat. Basa nukleotida dina- kripsi dan translasi.
mai: adenin (A), thimin (T), Enzim utama yang berpe-
sitosin (C), guanin (G), dan ura- ran dalam replikasi adalah DNA
sil (U). A dan G disebut purin polymerase. DNA polymerase
sedangkan T, C, dan U disebut mensintesa DNA baru dengan
pirimidin. arah 53. DNA polymerase
Organisme hidup memili- tidak dapat memulai pembuatan
ki kromosom yang merupakan untaian DNA baru, enzim ini
struktur sel yang membawa in- hanya dapat menambahkan nu-
formasi herediter, kromosom ini kleotida pada 3-OH yang sudah
terdiri dari banyak gen. Gen a- ada. Oleh karena itu, untuk
dalah segmen-segmen DNA memulai untai yang baru harus
(pada beberapa jenis virus beru- ada primer (biasanya berupa
pa RNA) yang mengkode pro- RNA) di mana DNA polymerase
duk yang fungsional. Kebe- dapat menempelkan nukleotida
radaan DNA di dalam sel adalah yang pertama. Karena untaian
berupa dua untaian panjang DNA berpasangan secara anti-
nukleotida yang berpasangan paralel, maka pada untai di-
sambil berputar sehingga mem- mana pembentukan untai DNA
bentuk struktur double helix. barunya itu dari 5 ke 3 akan
Pada salah satu ujung untaian terjadi sintesa DNA secara ber-
DNA itu mengikat gula yang sinambungan dan disebut lead-
memiliki fosfat pada 5-hydro- ing strand, sedangkan pada untai
xyl, sedangkan pada ujung yang yang lainnya akan terjadi sintesa
lainnya gulanya memiliki hy- DNA dengan terputus-putus
droxyl bebas pada posisi 3 (re- dan disebut lagging strand. Re-
plikasi DNA berlangsung de- plikasi dimulai pada tempat
ngan menambahkan nukleosida yang disebut ori (origin of repli-
trifosfat baru pada ujung 3- cation) dan berakhir pada termi-
hydroxyl bebas). nator.
Informasi genetik menga- Transkripsi adalah sinte-
lir dengan dua cara. Pertama, sa mRNA (messenger RNA) dari
informasi genetik dapat ditrans- DNA template oleh enzim RNA
fer ke generasi selanjutnya mela- polymerase. Mula-mula RNA po-
lui replikasi. Kedua, informasi lymerase berikatan dengan bagi-

2
Introduksi Genetika Molekular Virus
Johan Lucianus

an DNA template yang disebut protein yang disebut kapsomer).


promotor. Kemudian RNA poly- Kapsomer sebagai protein yang
merase akan bergerak dengan a- dikode oleh genom virus terma-
rah 53, transkripsi akan di- suk protein struktural sebab turut
mulai pada tempat yang disebut membangun struktur partikel
initiation site dan berakhir pada virus. Genom virus juga meng-
termination site. Translasi (atau kode beberapa enzim yang sa-
sintesa protein) adalah proses ngat penting (yang tidak dimi-
penerjemahan bahasa asam liki oleh inang) untuk replikasi.
nukleat (mRNA) menjadi ba- Protein atau enzim ini bukanlah
hasa protein oleh ribosom dan bagian dari virion sehingga di-
tRNA. Mula-mula ribosom dan sebut protein non-struktural.
tRNA akan berikatan pada start Pada beberapa virus,
codon (urutan basa nukleotida: kapsid dibungkus oleh envelop
AUG) di mRNA. Kemudian a- yang mengandung lipid. En-
kan terjadi elongasi dan berakhir velop ini berasal dari membran
pada stop codon. Satu segmen plasma inang dan didapatkan
DNA yang mengkode suatu pro- oleh virus ketika virus tersebut
tein disebut open reading frame keluar dari sel inang dengan
(orf). cara budding. Pada beberapa
Berbeda dengan organis- virus yang ber-envelop terdapat
me hidup, virus tidak memiliki banyak spike yang berupa
DNA dan RNA sekaligus, hanya tonjolan keluar yang berguna
memiliki DNA atau RNA saja untuk penempelan pada sel
yang berfungsi sebagai pemba- inang.
wa informasi genetik. Virus ha- Tidak seperti organisme
nya memiliki sedikit atau tidak hidup, berdasarkan arsitektur
memiliki enzim sendiri. Sehing- kapsidnya, virus bisa diklasi-
ga untuk replikasi dan sintesa fikasikan menjadi virus poli-
protein, virus harus memin- hedral (atau ikosahedral), virus
jam enzim-enzim inang. helikal, dan virus kompleks.
Berdasarkan genomnya, virus
bisa diklasifikasikan menjadi:
Struktur Virus virus DNA double-stranded
Satu partikel virus yang (dsDNA), virus DNA single-
lengkap disebut virion. Virion stranded (ssDNA), virus RNA
terdiri dari asam nukleat (ge- double-stranded (dsRNA), dan
nom) dan coat yang disebut virus RNA single-stranded
kapsid (tersusun dari subunit (ssRNA). Ada dua jenis virus

3
JKM
Vol. 3, No. 1, Juli 2003

ssRNA, yang pertama adalah retrovirus (virus RNA yang me-


berupa sense strand (atau positive miliki enzim reverse transcriptase
sense atau positive-stranded), se- yang segera akan mentranskri-
bab genomnya (RNA) bertindak psi genom virus membuat
sebagai mRNA; yang kedua ada- cDNA yang akan terintegrasi ke
lah berupa antisense strand (atau dalam kromosom inang). Untuk
negative sense atau negative- pembuatan mRNA ini, virus
stranded), sebab genomnya ber- DNA menggunakan DNA poly-
tindak sebagai template untuk merase inang, sedangkan virus
membuat mRNA (+ strand). single stranded-RNA mengguna-
Genom virus juga me- kan RNA-dependent RNA polyme-
miliki beberapa konformasi: li- rase yang dibawanya sendiri.
near, sirkular, continuous, atau Messenger RNA ini akan di-
segmented. translasi untuk membuat pro-
tein-protein struktural dan en-
zim-enzim yang diperlukan oleh
Replikasi Virus virus. Replikasi virus RNA ter-
Replikasi virus terdiri da- jadi di sitoplasma (kecuali re-
ri 6 tahap: (1) Penempelan (= trovirus) dengan menggunakan
attachment, adsorbsi). Pada tahap RNA-dependent RNA polyme-
ini, receptor-binding protein virus rase, sedangkan replikasi virus
berikatan secara spesifik dengan DNA terjadi di nukleus (kecuali
receptor pada permukaan sel poxvirus) dengan menggunakan
inang. (2) Penetrasi (= internali- DNA polymerase inang. (5)
sasi). Ada 3 jenis mekanisme un- Maturasi (=assembly). Diawali
tuk penetrasi: fusi, endosito-is dengan perakitan protein kapsid
(viropexis), dan translokasi. (3) yang diikuti dengan packaging
Uncoating. Asam nukleat virus genom virus. (6) Pelepasan
terpisah dari coat proteinnya. (4) (release). Virus yang ber-envelop
Biosintesa. Tahap ini terdiri dari lepas melalui budding (membran
produksi protein-protein struk- plasma sel inang membentuk
tural virus dan enzim-enzim ser- envelop virus), sedangkan virus
ta replikasi genom virus. yang tidak ber-envelop lepas me-
Pada umumnya proses lalui ruptur membran plasma sel
biosintesa ini dimulai dengan inang (sel inang mati).
pembuatan mRNA, kecuali pada Beberapa virus DNA bisa
virus dsRNA dan +sRNA (sebab menyebabkan kanker karena
genomnya sendiri sudah ber- berintegrasi ke dalam kromo-
fungsi sebagai mRNA) serta som inang. Virus RNA yang bi-

4
Introduksi Genetika Molekular Virus
Johan Lucianus

sa menyebabkan kanker hanya-


lah famili Retroviridae (membu-
at cDNA yang kemudian masuk Daftar Pustaka
Cockerill III, F. R.. 1999. Genetic methods for
ke dalam nukleus dan berinte- assessing antimicrobial resistance.
grasi ke dalam kromosom), se- Antimicrob. Agents Chemother.
dangkan virus RNA yang lain- 43: 199-212.
Collier, L., J. Oxford. 2000. Human virology,
nya hanya berada di sitoplasma 2nd ed. Oxford, University Press.
sel inang. Cox, T. M., J. Sinclair. 1997. Molecular
biology in medicine. Blackwell
Science Ltd.
Madigan, M. T., J. M. Martinko, J. Parker.
Kesimpulan 2000. Brock biology of
Pengetahuan akan geneti- microorganisms, 9th ed. Prentice-
Hall, Inc.
ka virus sangat penting teruta- Moir, D. T., K. J. Shaw, R. S. Hare, G. F.
ma untuk identifikasi dan pen- Vovis. 1999. Genomics and
carian obat baru terhadap virus. antimicrobial drug discovery.
Antimicrob. Agents Chemother.
Dengan mengenal genom virus, 43: 439-446.
identifikasi cepat dapat dilaku- Olive, D. M., P. Bean. 1999. Principles and
kan melalui amplifikasi segmen applications of methods for DNA-
based typing of microbial organisms.
DNA dengan menggunakan me- J. Clin. Microbiol. 37: 1661-1669
tode polymerase chain reaction Snyder, L., W. Champness. 1997. Molecular
(PCR). Dengan mengenal siklus genetics of bacteria. ASM Press,
Washington D.C.
replikasi virus, obat-obat antivi- Tortora, G. J., B. R. Funke, C. L. Case. 1998.
rus baru dapat dibuat untuk Microbiology an introduction, 6th ed.
menghambat tahap-tahap repli- The Benjamin/Cummings
Publishing Company, Inc.
kasi tertentu secara spesifik tan-
pa mengganggu sel-sel inang
yang tidak terinfeksi.

5
6