Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil praktikum pencelupan poliester dengan menggunakan zat warna


dispersi metoda HT/HP variasi zat anti sadah, dan zat anti crease mark diperoleh hasil
pencelupan kain poliester dengan resep menggunakan zat anti sadah dan penambahan zat anti
crease mark dengan pencucian didapatkan hasil evaluasi kerataan warna pada resep 5 yaitu
ditunjukkan dari nilai standar deviasi sebesar 0,1178 dengan ketuaan yang ditunjukkan
dengan nilai K/S sebesar 11,529 evaluasi nilai staining scale dan grey scale uji gosok kering
dan uji gosok basah bernilai 5. sedangkan untuk resep tanpa penambahan zat anti sadah dan
zat anti crease mark diperoleh hasil evaluasi K/S ketuaan warna sebesar 9,532 dan standar
deviasi kerataan sebesar 0,4124 sedangkan staining scale dan grey scale bernilai 5. Hal
tersebut menunjukkan bahwa penambahan zat anti sadah dan anti crease mark pada larutan
pencelupan tidak mempengaruhi tahan luntur warna kain terhadap gosokan, tetapi
mempegaruhi nilai ketuaan warna dan nilai standar deviasi kerataan warna.

Pengaruh penambahan zat anti sadah tehadap proses pencelupan yaitu logam Ca2+, Mg2+,
Fe2+, Mn2+, Cu2+, Zn2+ dapat mengganggu kerja pendispersi anionik sehingga pendispersian
zat warna tidak sempurna (tidak terdispersi secara monomolekuler) maka zat warna menjadi
terdispersi dalam bentuk agregat sehingga molekulnya menjadi besar. Hal tersebut akan
menggangu proses difusi zat warna kedalam serat sehingga akan terbentuk ring dyeing yang
tahan lunturnya jadi lebih rendah dan warnanya menjadi lebih suram. Zat anti sadah yang
sering digunakan adalah jenis EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetic Acid) yang relatif stabil
pada kondisi proses pencelupan metode HT/HP. Gambar berikut merupakan pengikatn ion
penyebab kesadahan Ca2+ yang dapat diikat oleh zat antisadah

Gambar Pengikatan ion Ca2+ oleh EDTA

Sedangkan pengaruh zat anti crease mark dalam proses pencelupan yaitu menjaga
kain agar tidak terlipat saat proses pencelupan yang akan mempengaruhi kerataan warna kain.
Mekanisme kerja zat anti crease mark yaitu diperlihatkan pada gambar dibawah ini.
Gambar Mekanisme Zat Anti Crease Mark

Pada gambar diatas, zat anti crease mark akan membuat kain tidak mudah tertekuk
saat proses pencelupan sehingga proses penyerapan zat warna akan lebih merata. Hal tersebut
dapat dilihat berdasarkan data hasil evaluasi kerataan pada resep 1 tanpa menggunakan zat
anti crease mark nilai standar deviasinya yaitu sebesar 0,7584 dan pada kain yang
menggunakan zat anti creasemark nilai standar deviasinya semakin kecil yang meunjukkan
kain semakin rata.
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pencelupan poliester dengan menggunakan zat warna dispersi


metoda HT/HP dengan variasi penggunaan zat anti sadah dan zat anti crease mark dapat
disimpulkan:

1. Zat anti sadah dapat mempengaruhi ketuaan warna kain hasil celup namun tidak
mempengaruhi hasil tahan luntur warna terhadap gosokan
2. Zat anti crease mark mempengaruhi nilai standar deviasi kerataan hasil celup
namun tidak mempengaruhi tahan luntur warna terhadap gosokan
3. Resep 5 meruoakan resep yang paling baik yaitu dengan menggunakan zat
antisadah dan anti crease mark yang memiliki nilai K/S ketuaan warna 11,529 dan
nilai standar deviasi kerataan warna sebesar 0,1178.