Anda di halaman 1dari 3

NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI

A. NEGARA HUKUM
1. PENGERTIAN NEGARA HUKUM
Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh
pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan. Tujuan negara Indonesia
sendiri sudah tertuang di dalam Pembukaan dan Penjelasan UUD NKRI 1945, intisari tujuan
negara pada UU tersebut ialaha tujuan dari suatu negara adalah untuk mewujudkan
kesejahteraan publik, membentuk masyarakat yang adil dan makmur. Aristoteles merumuskan
Negara hukum adalah Negara yang berdiri di atas hukum yang menjamin keadilan kepada
warga negaranya. Keadilan merupakan syarat bagi tercapainya kebahagiaan hidup untuk warga
Negara dan sebagai daripada keadilan itu perlu diajarkan rasa susila kepada setiap manusia
agar ia menjadi warga negarayang baik.
Jadi pada dasarnya negara hukum itu adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang meiliki
3 ide dasar hukum yaitu keadilan, kemanfaatan dan kepastian. Oleh karena itu dalam negara
hukum sendiri tidak boleh mengabaikan rasa keadilan dan persamaan antar warga negara.
Dalam negara hukum sendiri, memiliki satu pijakan suatu satu kesatuan sistem hukum yang
berdasarkan konstitusi atau undang-undang dasar.
2. Ciri-ciri dari negara hukum
Menurut pandangan penulis negara hukum memiliki ciri-ciri secara umum sebagai berikut:
1. Adanya persamaan dimata hukum
2. Supremasi hukum artinya tidak boleh ada kesewenangan dari pihak manapun, semua
harus menghargai hak masing-masing dan seseorang hanya dapat dihukum apabila
melakukan pelanggaran
3. Adanya pembagian kekuasaan. Di indonesia sendiri kekuasaan dibagi dalam beberapa
bagian legislatif, eksekutif, yudikatif, namun satu sama lain tetap saling berkoordinasi.
4. Terjaminnya hak-hak asasi manusia dalam undang-undang
5. Asas legalitas adalah Setiap tindakan negara harus berdasarkan hukum yang telah
diadakan terlebih dahulu yang harus ditaati juga oleh pemerintah atau aparaturnya.
3. Indonesia sebagai negara hukum
Dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945 disebutkan bahwa indonesia adalah negara hukum. sudah ada
aturan jelas bahwa indonesia berbentuk negara hukum. negara hukum tidak lepas dari istilah
kedaulatan hukum yang sama diartikannya dengan kedaulatan rakyat oleh indonesia. Dalam
pancasila sendiri terlihat makna dari setiap sila menunjukan kedaulatan rakyat.
Negara hukum Indonesia menurut UUD 1945 sendiri memiliki beberapa prinsip antara lain
pancasila sebagai dasar hukumnya, sistem negara indonesia adalah konstitusi yaitu keseluruhan
aturan hukum yang membentuk satu kesatuan hukum, berprinsip demokrasi, Sistem
pemerintahannya adalah Presidensiil; dan Adanya jaminan akan hak asasi dan kewajiban dasar
manusia (Pasal 28 A-J UUD 1945).
2. DEMOKRASI
1. Pengertian Demokrasi
Secara etimologis demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Demos yang berarti rakyat atau
penduduk suatu tempat dan cratein atau cratos yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.
Gabungan 2 kata tersebut memiliki arti suatu sistem pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat.
Ketiganya dapat dijelaskan sebagai berikut:
A. Pemerintahan dari rakyat (government of the people) mengandung pengertian bahwa
pemerintahan yang sah adalah pemerintah yang memiliki dukungan dan pengakuan
oleh rakyat melalui pemilihan umum yang demokratis.
B. Pemerintah oleh rakyat (government by the people) mengandung pengertian bahwa
pemerintah menjalankan kekuasaaanya atas nama rakyat bukan golongan atau pribadi.
Selain itu pemerintah menjalankan kekuasaaanya diberlakukan pengawasan oleh rakyat
baik langsung maupun tidak langsung melalui para wakilnya di parlemen
C. Pemerintah untuk rakyat (government for the people) mengandung pengertian
kekuasaan yang diberi rakyat untuk pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat.
Kepentingan rakyat umum harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan
pemerintah.
2. ciri-ciri demokrasi

Ciri-ciri demokrasi menurut UUD 1945:

1. Adanya jaminan HAM (pasal 28A-J UUD 1945)


2. Adanya jaminan kemerdekaan bagi warga Negara untuk berkumpuldan beroposisi
3. Perlakuan dan kedudukan sama bagi seluruh warga negara dalam hukum (pasal 27 ayat
1 UUD)
4. Kekuasaan yang dikontrol oleh rakyat melalui perwakilan yang dipilih rakyat
5. Jaminan kekuasaan yang telah disepakati bersama

3.Demokrasi di Indonesia
1. periode 1945-1959 (Demokrasi Parlementer)
Bisa dibilang pada masa ini merupakan titik kegagalan Indonesia dalam mempratekaan
demokrasi model barat karena banyak penyimpangan bisa terjadi dan memudahkan celah bagi
partai-partai politik untuk mendominasi kehidupan sosial politik.
2. Periode 1959-1965 (Demokrasi terpimpin)
Demokrasin terpimpin sendiri adalah suatu sistem pemerintahan yang keputusan dan kebijakannya
dijalankan dengan berpusat pada kekuasaan yang berada pada satu orang (Pemimpin Negara). Pada
masa ini sangat mudah timbulnya kekuasaan mutlah yang dilakukan oleh presiden, hal ini disebabkan
telah lahirnya dekrit presiden 5 juli 1959 sebagai mencari jalan keluar dalam kebuntuan politik dengan
memperkuat pembentukan kepemimpinan.

3.Periode 1965-1998 (Orde Baru)


Orde baru sebenarnya merupakan upaya untuk meluruskan penyelewengan terhadap uud 1945.
Sudah dikenal adanya demokrasi pancasila dengan 3 komponen yaitu penyelarasan dalam
bidang politik, ekonomi dan Hukum, namun sangat disayangkan demokrasi pancasila yang
terjadi hanya sekedar pencitraan belaka, pelaksanaannya masih sangat jauh dari aspirasi rakyat
dan masih banyak campur tangan pemerintah dalam berbagai urusan partai politik dan publik
4.Periode pasca orde Baru (era reformasi)
Periode ini gerakan reformasi rakyat mendominasi yang menuntu demokrasi dan Ham secara
mutlak. Tuntutan ini di dukung dengan lengsernya presiden soeharto setelah 30 tahun berkuasa.
Pada masa orde baru rakyat benar benar bercemin pada masa lalu sehingga tercipta demokrasi
yang menjadikan masyarakat sebagai komponen inti.

3 hubungan negara hukum dan demokrasi

Hubungan antara negara hukum dengan demokrasi dapat dinyatakan bahwa negara demokrasi
pada dasarnya adalah negara hukum. Namun, negara hukum belum tentu negara demokrasi.
Negara hukum hanyalah satu ciri dari negara demokrasi. Franz Magnis Suseno (dalam Dwi
Winarno, 2006) menyatakan adanya 5 gugus ciri hakiki dari negara demokrasi. Kelima ciri
tersebut adalah :

1) negara hukum;

2) pemerintahan di bawah kontrol nyata masyarakat;

3) pemilihan umum yang bebas;

4) prinsip mayoritas; dan

5) adanya jaminan terhadap hak-hak demokratis.

Berdasarkan sejarah, tumbuhnya negara hukum, baik formal maupun materiil bermula dari
gagasan demokrasi konstitusional, yaitu negara demokrasi yang berdasar atas konstitusi.
Gagasan demokrasi konstitusional abad ke-19 menghasilkan negara hukum klasik (formil)
dan gagasan demokrasi konstitusional abad ke-20 menghasilkan Rule of Law yang dinamis
(negara hukum materiil)