Anda di halaman 1dari 4

Term Of Reference Sharing Session Muslimah Engineer

A. Teknis Pelaksanaan

Sesi ini adalah berupa sesi pemberian materi untuk mahasiswi baru FT 2017 dengan
penyampaian lisan dan bersifat seperti talkshow. Terdapat satu moderator dan satu
pembicara dalam satu ruangan. Moderator membuka sesi dengan suatu topik lalu
pembicara membahas topik terkait selama 20 menit, boleh dikembangkan lagi sesuai
pengalaman pembicara. Kemudian dibuka sesi tanya jawab dengan mahasiswa baru selama
15 menit.
Waktu Kegiatan Penanggung Jawab
11.40-11.55 Maba wudhu setelah diantar OC Dept Operasional FUSI
11.55-12.15 Shalat dzuhur berjamaah Operasional FUSI
12.15-12.20 Pembukaan sesi Moderator
12.20-12.40 Sharing session Pembicara
12.40-12.55 Sesi tanya jawab Moderator
12.55-13.00 Peralihan dari OC Fusi ke OC Dept Operasional FUSI

B. Materi Sharing Session

Who: Siapakah muslimah engineer itu?


Semua mahasiswi Teknik yang menganut agama Islam adalah bagian dari
muslimah engineer. Baik yang sudah berhijab maupun belum, seperti apapun sifatnya
mau kalem atau ekspresif, semuanya adalah muslimah engineer. Maka satu sama lain
pun memiliki hak antar sesama muslim untuk dipenuhi sesuai yang ada dalam hadits
berikut.
Rasulullah bersabda: Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika
engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, jika dia mengundangmu maka
datanglah, jika dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat, jika dia bersin
lalu mengucapkan Alhamdulillah maka doakanlah, jika dia sakit maka jenguklah,
dan jika ia meninggal maka iringilah jenazahnya. (HR. Muslim)
Jauh sebelum FT menggaungkan konsep solidaritas, ternyata Islam sudah pernah
mengatur itu semua dan dijelaskan dalam bentuk enam tindakan konkrit berupa hak
dan kewajiban antar sesama muslim. Maka sebagai sesama muslimah engineer tentu
harus menjalin persaudaraan, termasuk juga dengan para muslim engineer dengan
memperhatikan batasan tertentu.

What: Seperti apa sih sifat ideal yang dimiliki seorang muslimah engineer?
Istilah ideal memang memiliki standar yang subjektif, namun Al-Quran dan
Sunnah Rasulullah telah merumuskan aspek-aspek yang menjadi ciri khas muslim dan
muslimah sejati. Ternyata sebagian dari aspek tersebut sangat berkaitan dengan
kehidupan muslimah di Teknik lho!
1. Aqidah/iman yang bersih Kalau kita sadar bahwa kita ada di dunia ini karena
Allah dan tujuan akhir kita adalah akhirat, pastinya kita akan berusaha mengikuti
aturan main dari Allah ketika kita hidup di dunia. Allah telah menyampaikan
aturan mainnya dalam Al-Quran tentang apa saja yang harus dilakukan seorang
muslimah, begitu juga ketika kita menjadi engineer tentu harus diniatkan agar
menghasilkan manfaat dengan ilmu keteknikan tersebut.

2. Ibadah yang benar Yaitu yang diniatkan kepada Allah dan tata-caranya sesuai
Quran atau Sunnah. Ibadah ini tidak hanya mencakup shalat, puasa, dzakat, dan
haji tetapi juga segala hal yang kita kerjakan jika diniatkan karena Allah akan
bernilai sebagai ibadah. Termasuk mengerjakan PR, datang kuliah, ikut MADK,
ikut lomba, daftar organisasi, semuanya bisa diniatkan sebagai bentuk ibadah.

3. Bermanfaat bagi orang lain Kontribusi pasti sering ditekankan pada kita selama
MADK, baik oleh senior maupun oleh sesama teman seangkatan. Islam pun
menghargai mereka yang memberikan kontribusi terbaiknya bagi sesama, sesuai
dengan sabda Rasulullah SAW: Sebaik-baik manusia adalah yang paling
bermanfaat bagi orang lain. (HR. Qudhy dari Jabir). Nah, kita sebagai muslimah
engineer pun bebas memilih ranah kontribusi dimana pun, mau di organisasi,
kepanitiaan, UKM, atau lebih suka volunteer bantu teman-temannya belajar bareng
pun juga termasuk cara kita menjadi bermanfaat.

4. Akhlak/kepribadian yang mulia Pribadi paling konkrit yang bisa kita teladani
akhlaknya adalah Rasulullah SAW sendiri yang disebut-sebut sebagai Al-Quran
berjalan. Secara umum, kita bisa meneladani beliau dari segi kejujuran, tanggung
jawab, etika berbicara, sifat rendah hati, dan sifat-sifat lainnya. Sifat-sifat tersebut
mungkin juga ditekankan kepada kalian selama MADK dengan adanya tugas-tugas
yang menuntut kejujuran dan tanggung jawab dalam mengerjakannya. Tentu akan
lebih sempurna lagi jika sifat tersebut kita aplikasikan dan diniatkan sebagai cara
kita memperbaiki akhlak masing-masing. Untuk meneladani sifat muslimah secara
khusus kita bisa mencontoh para shahabiyah yang tetap berkarya dengan menutup
auratnya, menjaga kehormatan dirinya, serta menjaga hijab dari lawan jenis.

Why: Mengapa kita harus menjadi muslimah engineer yang baik? Apa pengaruhnya
di kehidupan kita?
(Pada sesi ini, moderator akan bertanya kepada pembicara tentang pengalamannya di
Teknik dan apa yang pembicara rasakan selama menjadi Muslimah Engineer.
Misal: MasyaAllah kak Hanifah, jadi itu ya sifat-sifat muslimah engineer. Kira-kira
apa saja yang kakak rasakan selama berkuliah di FT nih, apalagi menjadi seorang
muslimah di tengah fakultas yang mayoritas isinya cowok-cowok?
Poin-poin di bawah ini boleh dikembangkan lebih lanjut sesuai pengalaman masing-
masing pembicara.)
- Hidup kita bukan hanya di dunia, jangan lupa tujuan akhir kita adalah akhirat.
Jadi aku berusaha untuk meniatkan apapun yang aku lakukan di FT ini mulai
dari belajar, ngerjain PR, ikut lomba, atau ikut organisasi sebagai ibadahku
kepada Allah. Biasanya sih kalau udah niatnya bener begitu walaupun akan ada
capeknya, demotnya, magernya, pasti akan selalu dikuatkan lagi sama Allah.
Apalagi aku kuliah di sini juga membawa tujuan untuk menyerap ilmu sebanyak-
banyaknya agar nanti bisa bermanfaat.

- Supaya bisa ibadah yang bener, aku merasa butuh suatu sarana untuk belajar
agama. Nah biasanya aku ketemu sarana ini dalam mentoring keagamaan,
dimana ada mentor dan temen-temen lain yang sama-sama mau belajar. Sesuai
dengan slogan Teknik yang mengedepankan solid, aku juga merasa solid dan
dekat banget sama temen-temen mentoring ini. Aku jadi punya keluarga baru di
FT ini.

- Kalo misalnya dikaitin sama pergaulanku dengan lingkaran sosial yang


mayoritas cowok, aku merasa lebih terjaga aja ketika aku berusaha untuk jadi
muslimah yang bener dalam artian menjaga aurat. Mungkin pribadi aku belum
sempurna, tapi ketika aku pakai hijab ini aku merasa ini adalah cara Allah untuk
menjaga aku. Ga bakal ada yang godain, mau salaman aja cowok-cowok mikir
dulu boleh apa engga. Dari sifatku sendiri pun juga mesti belajar untuk lebih jaga
gengsi juga.

- Flat banget ga sih kalo kuliah kita nanti cuma kupu-kupu atau abis kuliah langsung
pulang? Aku pribadi ga akan memaksa kalian semua untuk ikut belasan
kepanitiaan dan organisasi, kalaupun ada dari kalian yang lebih memilih untuk
fokus belajar ya silakan. Tapi aku melihat organisasi sebagai tempatku
mengembangkan diri, belajar hal-hal baru, sekaligus sebagai wadah untuk
aku bisa bermanfaat sesuai bidang yang aku suka. Status kita sebagai muslimah
bukan penghalang untuk kita aktif sana-sini asalkan kita mampu dan mau usaha.

How: Bagaimana kiat-kiat yang bisa kita jalani untuk menjadi muslimah engineer
yang baik?
(Silakan disesuaikan dengan pengalaman pembicara.)
1. Selalu ingat Allah dan niatkan kuliah kita sebagai ibadah. Kalau perlu pasang notes
di meja atau hape untuk pengingat agar kita semakin fokus dan semangat setiap
harinya. Niatkan dalam hati untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan
menjauhi larangan-Nya, usahakan agar istiqomah.
2. Belajar agama dari sumber yang terpercaya. Mentoring keagamaan, buku-buku
Islam, atau kajian dari ustadz sangat baik untuk menambah pengetahuan kita
tentang Islam.
3. Membuat jadwal ibadah sehari-hari. Kalau kita sudah dapat ilmu tentang ibadah
dari mentoring atau kajian, tentu akan sangat baik jika langsung dipraktikkan.
Jadwal atau target harian akan membantu kita untuk menyusun waktu ibadah.
4. Silakan cari teman sebanyak-banyaknya dan perluas lingkaran sosial kamu, tapi
sebaiknya cari sahabat yang bisa mengajak kamu pada kebaikan dan lebih dekat
dengan Islam. Dekatilah lingkungan orang-orang shalihah di sekitarmu.
5. Berikan kontribusi terbaik kamu di manapun juga. Dalam hal akademis, belajar
yang tekun dan jangan lupa mengerjakan tugas dengan kualitas terbaik. Dalam hal
nonakademis, jadilah anggota yang bertanggung jawab dan peduli dengan
organisasi atau kepanitiaannya. Orang akan cenderung menilai dirimu dari kualitas
kerjamu.
6. Perluas wawasan dengan banyak baca buku atau ikut lomba. Sebagai calon
insinyur, tentunya kita perlu menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya. Kadang
orang lain pun suka menanyakan tentang hal keteknikan terkait jurusan pada kita
sejak masih kuliah, maka kita harus memahami ilmu yang kita pelajari dengan
baik. Lomba-lomba yang bersifat akademis juga bisa membantu kita memperluas
wawasan dan jaringan.