Anda di halaman 1dari 5

A.

MEKANISME PERDAGANGAN EFEK


Mekanisme perdagangan efek di pasar modal, selain dilakukan melalui bursa efek, dapat
pula dilakukan di luar bursa efek (Over The Counter/OTC). Sampai saat ini, sebagian besar
instrumen efek yang diperdagangkan di pasar modal dunia pada umumnya dilakukan melalui
mekanisme perdagangan di bursa efek, dimana bursa efek bertindak sebagai penyelenggara
perdagangan efek serta penyedia sarana sistem perdagangan (trading system) yang
mempertemukan antara penjual dan pembeli efek, serta penyedia prasarana lainnya seperti
perangkat peraturan agar perdagangan efek di bursa dapat berjalan secara teratur, wajar dan
efisien. Bagi para pemodal yang ingin melakukan perdagangan efek di bursa, dapat
melaksanakannya melalui Perantara Pedagang Efek (Brokerage Firm) dengan memberikan
pesanan jual ataupun beli efek, yang akan diteruskan oleh Perantara Pedagang Efek dalam
bentuk order jual ataupun order beli efek ke dalam sistem perdagangan bursa.
Penjualan efek di pasar modal juga dapat dilakukan bagi perusahaan yang membutuhkan
dana bagi modal usahanya, melalui suatu sistem yang disebut penawaran umum (Go-Public).
Penawaran umum perdana suatu saham atau Initial Public Offering (IPO) atau go-public adalah
suatu kegiatan penawaran saham yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang go-public)
kepada masyarakat atau para pemodal berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal
serta peraturan Bapepam-LK No.IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran dalam Rangka
Penawaran Umum sebagai peraturan pelaksanaan. Manfaat dari go-public ini adalah dapat
memmperoleh sumber pendanaan baru, meningkatkan citra serta nilai perusahaan dan
meningkatkan kemampuan going concern, namun juga terdapat konsekuensinya yaitu adanya
pembagian kepemilikan serta harus mematuhi peraturan pasar modal yang berlaku. Pihak yang
terlibat dalam Penawaran Umum Saham ini, adalah emiten, penjamin emisi, akuntan publik
atau auditor independen, penilai, konsultan hukum, dan notaris.
Proses dalam Penawaran Umum disini dimulai dari tahap pertama yaitu tahap persiapan.
Pada tahap ini, calon emiten terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS) untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka penawaran umum
saham. Setelah mendapat persetujuan, calon emiten menunjuk Penjamin Emisi dan Profesi
Penunjang Pasar Modal yang diperlukan dan telah memperoleh izin dari OJK. Setelah tahap
persiapan selesai, dilanjutkan ke tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, dimana calon emiten
beserta penjamin emisi membawa dokumen yang terangkum dalam prospectus ringkas calon
emiten ke OJK. Prospectus ringkas merupakan keterangan ringkas mengenai calon emiten
dalam jangka waktu minimal tiga tahun terakhir. Pada tahap ini calon emiten menyampaikan
pendaftaran kepada OJK dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung hingga OJK
menyatakan Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif. Setelah itu dilanjutkan ke tahap
penawaran saham. Saham perusahaan tersebut dapat dijual apabila pernyataan pendaftaran
dikatakan efektif. Penjualan dilakukan melalui penawaran umum (initial public offering/IPO).
Tahap ini merupakan tahap utama karena pada tahap ini emiten menawarkan saham kepada
masyarakat investor. Tahap berikutnya yaitu tahap pencatatan saham di bursa efek. Setelah
penjualan saham di pasar perdana selesai, saham tersebut dapat dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia setelah memenuhi persyaratan (listing requirements) yang berlaku di BEI.
B. PERATURAN PERDAGANGAN EFEK DI BURSA EFEK INDONESIA
Peraturan Perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia memiliki landasan peraturan
perdagangan, yakni peraturan yang diterbitkan pemerintah Republik Indonesia dan juga otoritas
terkait dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan yang sebelumnya bernama Bapepam-LK.
Peraturan Pemerintah yang menjadi fondasi awal peraturan perdagangan salah satunya adalah
undang- undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 dan peraturan pemerintah No. 45
Tahun 1995 tentang penyelenggaran kegiatan di pasar modal, dimana dalam undang-undang
tersebut disebutkan secara jelas Izin, fungsi, tugas, dan peran Bursa Efek Indonesia dalam
kaitanya dengan penyelenggara perdagangan efek di Indonesia. Yang dapat menyelenggarakan
kegiatan usaha sebagai Bursa Efek adalah perseroan yang telah mendapat izin usaha dari
Bapepam. (Pasal 6 UU No. 8 tahun 1995) dan Persyaratan dan Tata Cara perizinan Bursa Efek
sebagaimana dimaksud diatas diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Tujuan dan
Kepemilikan Bursa Efek, yaitu (1) Bursa Efek didirikan dengan tujuan menyelenggarakan
perdagangan Efek yang teratur, wajar, dan efisien. (Pasal 7 UU No. 8 tahun 1995) ; (2) Dalam
rangka mencapai tujuan sebagaimana dimaksud diatas , Bursa Efek wajib menyediakan sarana
pendukung dan mengawasi kegiatan Anggota Bursa Efek ; (3) Rencana anggaran tahunan dan
penggunaan laba Bursa Efek wajib disusun sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh dan
dilaporkan kepada Bapepam.Mematuhi peraturan pasar modal yang berlaku.
Peraturan Bursa Efek dan Satuan Pemeriksa, yaitu (1) Bursa Efek wajib menetapkan
peraturan mengenai keanggotaan, pencatatan, perdagangan, kesepadanan Efek, kliring dan
penyelesaian Transaksi Bursa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan Bursa Efek
(Pasal 8 UU No. 8 tahun 1995) ; (2) Tata cara peralihan Efek sehubungan dengan Transaksi
Bursa ditetapkan oleh Bursa Efek ; (3) Bursa Efek dapat menetapkan biaya pencatatan Efek,
iuran keanggotaan, dan biaya transaksi berkenaan dengan jasa yang diberikan.
Sebelum mengetahui lebih dalam fungsi dan cara kerja sistem perdagangan di Bursa Efek
Indonesia, maka perlu mengetahui perbedaan antara Dealer driven Market dan Order driven
Market terlebih dahulu. Perbedaan antara sistem pasar dealer driven dan order driven terletak
pada apa yang ditampilkan di pasar dalam hal harga bid (harga dimana seseorang siap membeli)
dan ask (harga dimana seseorang siap menjual). Pasar order driven menampilkan seluruh bid
dan ask, sedangkan pasar dealer driven hanya fokus pada bid dan ask dari market maker
(dealer).
Pasar order driven adalah pasar dimana seluruh order dari pembeli dan penjual ditampilkan,
dengan rincian pada harga berapa mereka bersedia membeli atau menjual suatu efek dan
banyaknya efek yang bersedia mereka beli atau jual pada harga tersebut. Kelebihan sistem ini
adalah transparansinya, seluruh order di pasar ditampilkan beserta harga dimana orang bersedia
beli atau jual. Kekurangan pasar order driven adalah tidak adanya jaminan eksekusi order,
sedangkan pada pasar dealer driven terdapat jaminan tersebut. Contoh Bursa dunia yang
mengunakan Order driven Market seperti Bursa Efek Indonesia , New York Stock Exchange
(NYSE), Hong Kong Stock Exchange (HKSE). Sedangkan pada pasar dealer driven hanya
menampilkan tawaran bid dan ask dari market maker, atau dealer. Para market maker ini akan
memberikan harga bid dan ask yang bersedia mereka terima pada saat itu.
Online trading adalah sarana sistem perdagangan yang disediakan oleh sejumlah Anggota
Bursa bagi para nasabah-nasabahnya untuk dapat secara langsung melakukan pesanan beli
dan/atau jual efek. Melalui Online trading tersebut pesanan nasabah akan diteruskan oleh
Anggota Bursa ke sistem perdagangan Bursa Efek. Remote trading System adalah sistem
perdagangan jarak jauh yang dapat dilakukan oleh Anggota Bursa dari kantornya masing-
masing dimana setiap order langsung dikirim ke sistem perdagangan Bursa Efek (JATS) tanpa
perlu memasukkan order melalui lantai bursa. Order dapat dilakukan di mana saja sepanjang
terhubung dengan sistem perdagangan Bursa. Direct Market Access adalah order yang langsung
dapat diinputkan oleh pihak tertentu yang mempunyai Izin untuk mengunakan DMA yang
berkedudukan di negara lain untuk memasukan order pemesanan secara langsung ke sistem
perdagangan Bursa Efek,
Perdagangan di BEI didasarkan pada sistem order yang artinya investor harus
menghubungi perusahaan sekuritas, membuat perjanjian tertulis dan membuka Rekening Efek
atas namanya. Perusahaan sekuritas kemudian menjalankan order yang diminta nasabah.
Sebuah perusahaan sekuritas juga dapat melakukan transaksi pembelian dan penjualan saham
atas nama mereka sebagai bagian dari portofolio perusahaan.
Proses perdagangan saham di Pasar Modal melibatkan banyak pihak, diantaranya, yaitu (1)
SRO Pasar Modal: BEI, KSEI dan KPEI sebagai regulator perdagangan efek di Indonesia ; (2)
Perusahaan Efek Anggota Bursa yang telah memperoleh izin usaha dari OJK sebagai Perantara
Pedagang Efek ; (3) Nasabah ; (4) Biro Administrasi Efek ; dan (5) Lembaga Kustodian
dan/atau Bank Kustodian.
Segmen pasar di BEI terdiri dari Pasar Reguler, Pasar Negosiasi, dan Pasar Tunai.
Perdagangan di Pasar Reguler, Pasar Tunai dan Pasar Negosiasi dilakukan selama jam
perdagangan pada setiap hari bursa dengan berpedoman pada waktu Jakarta Automated Trading
System (JATS). Perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan
perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya, yaitu 100 (seratus) Efek. Perdagangan di Pasar
Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (tidak around lot).
Pasar reguler adalah pasar dimana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan
proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh
Anggota Bursa Efek melalui JATS yang berlangsung pada dua sesi perdagangan dan
penyelesaiannya dilakukan pada Hari bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi bursa (T+3).
(Pasar Tunai) adalah pasar dimana perdagangan efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan
proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh
Anggota Bursa Efek melalui JATS yang berlangsung hanya pada sesi pertama saja dari dua sesi
perdagangan setiap harinya yang berlangsung di Bursa Efek. Penyelesaiannya dilakukan pada
hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0).
Pasar Negosiasi adalah pasar dimana perdagangan saham di bursa dilaksanakan
menggunakan satuan lembar berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli tanpa harus
mengacu pada besaran fraksi harga. Penyelesaiannya dapat dilakukan sesuai kesepakatan, atau
T+0 khusus untuk hari bursa terakhir perdagangan HMETD dan maksimal T+3 jika kedua
belah pihak tidak menetapkan waktu penyelesaian.
MEKANISME PERDAGANGAN EFEK DAN PERATURAN PERDAGANGAN EFEK DI
BURSA EFEK INDONESIA
SAP 2
EKA 331 AP

OLEH :
CYNTIA HABIBAH SINAGA
1506305091
24

REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2017