Anda di halaman 1dari 5

KEJAHATAN DI BIDANG PASAR MODAL

Tindak pidana di bidang Pasar Modal mempunyai karakteristik yang khas, yaitu antara lain adalah
barang yang menjadi obyek dari tindak pidana adalah informasi, selain itu pelaku tindak pidana
tersebut bukanlah mengandalkan kemampuan fisik seperti halnya pencurian atau perampokan
mobil, akan tetapi lebih mengandalkan pada kemampuan untuk membaca situasi pasar serta
memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Tindak Pidana Pasar Modal merupakan aktifitasnya
(tindak pidananya) terkait LANGSUNG dalam ruang lingkup definisi Pasar Modal Pasal 1 angka
13 UndangUndang Pasar Modal No 8 Tahun 1995 (UUPM).

1. PENIPUAN (FRAUD)
Pada pasal 90 UUPM, mengatur secara implisit jenis kejahatan Pasar Modal yaitu penipuan.
Pengertian penipuan pasar modal adalah apabila terjadi misrepresentation dan informasi itu
masuk ke pasar secara cepat merubah harga suatu saham atau dengan kata lain informasi
tersebut salah.
2. MANIPULASI PASAR (MARKET MANIPULATION)
Beberapa macam tindakan yang dapat digolongkan tindak pidana manipulasi pasar versi UUPM
adalah sebagai berikut:
a) Menciptakan gambaran pasar modal yang semu. Antara lain dengan jalan:
a. Melakukan transaksi efek yang tidak mengakibatkan perubahan pemilikan, atau
b. Melakukan penawaran jual atau penawaran beli efek pada harga tertentu, sedangkan
pihak lain yang merupakan sekongkolannya juga melakukan penawaran beli atau
penawaran jual pada harga yang kurang lebih sama (vide Pasal 91 UUPM)
b) Melakukan dua atau lebih transaksi efek di Bursa Efek sehingga menyebabkan harga efek
tetap, naik atau turun, dengan tujuan agar pihak lain terpengaruh untuk membeli, menjual
atau menahan efek tersebut. Akibatnya, harga efek tersebut tidak berdasarkan pada
permintaan jual atau beli yang sesungguhnya. (vide: Pasal 92 UUPM)
c) Membuat pernyataan atau memberi keterangan yang secara material tidak benar, yang dapat
mempengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.
Namun di dalam penjelasan pasal 94 UUPM, memberikan batasan bahwa suatu tindakan yang
dilarang pada pasal 91 dan 92 UUPM tersebut menjadi tindakan yang tidak terlarang yang
berupa:
a. Stabilisasi harga efek dalam rangka Penawaran Umum sepanjang hal tersebut
dicantumkan dalam Prospektus; dan
b. Penjualan dan pembelian efek oleh Perusahaan Efek selaku pembentuk pasar untuk
rekeningnya.
3. PERDAGANGAN ORANG DALAM (INSIDER TRADING)
Insider Trading merupakan istilah teknis yang hanya dikenal di pasar modal. Istilah tersebut
mengacu kepada praktek di mana orang dalam (corporate insider) melakukan transaksi
sekuritas dengan menggunakan informasi eksklusif yang mereka miliki yang belum tersedia
bagi masyarakat atau investor Secara yuridis, menurut Munir Fuady diketemukan beberapa
elemen dari suatu pranata hukum Insider Trading, yaitu sebagai berikut:
1. Adanya perdagangan efek
2. Dilakukan oleh orang dalam perusahaan
3. Adanya Inside Information
4. Inside Information tersebut belum terbuka untuk umum
5. Perdagangan dimotivisir oleh adanya Inside Information tersebut.
6. Tujuannya untuk mendapat keuntungan yang tidak layak
4. SANKSI
Pelanggaran terhadap UU Pasar Modal dan peraturan pelaksanaanya dapat bersifat pelanggaran
administratif dan atau pelanggaran pidana. Pelanggaran administratif dapat dikenakan sanksi
administratif, sedangkan pelanggaran pidana dapat dikekanakan dikenai sanksi pidana berupa
pidana penjara dan atau denda.
a) Sanksi Administratif Sanksi administratif adalah sanksi yang dikenakan oleh OJK kepada
pihak-pihak yang dianggap melanggar peraturan perundang-undangan di bidang pasar
modal. Pihak yang dapat dijatuhkan sanksi adalah:
Pihak yang memperoleh izin dari OJK
Pihak yang memperoleh persetujuan dari OJK
Pihak yang melakukan pendaftaran kepada OJK

Jenis sanksi administratif yang dapat dijatuhkan oleh Bapepam kepada pihak-pihak
tersebut di atas adalah:

Peringatan tertulis;
Denda (Kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu);
Pembatasan Kegiatan usaha;
Pembekuan Kegiatan usaha;
Pencabutan izin usaha;
Pembatalan persetujuan;
Pembatalan pendaftaran;

Untuk sanksi denda, UUPM Pasal 102 Ayat 3 menyatakan bahwa sanksi administratif
diatur oleh Peraturan Pemerintah, yaitu PP No.45 Tahun 1995. Sedangkan tata cara
penagihannya diatur didalam Peraturan XIV.B.1 Tata Cara Penagihan Sanksi Administratif
Berupa Denda. Besarnya jumlah sanksi denda bervariasi yaitu: (1) Denda Rp500.000,00
(Lima ratus ribu rupiah) per hari dengan maksimal Rp.500.000.000,00 (Lima Ratus juta
rupiah); (2) Denda Rp100.000,00 (Seratus ribu rupiah) per hari dengan maksimal
Rp.100.000.000,00 (Seratus juta rupiah); (3) Denda Maksimal Rp500.000.000,00 (Lima
ratus juta rupiah) untuk pihak yang bukan orang perseorangan; dan (4) Denda Maksimal
Rp100.000.000,00 (Seratus juta rupiah) untuk orang perseorangan.

b) Sanksi Pidana Sanksi pidana di bidang pasar modal diatur dalam Pasal 103 hingga Pasal
110 UU 8/1995
5. ISTILAH

No Istilah Keterangan
1 Manipulasi Sebuah upaya yang disengaja untuk mengganggu kondisi pasar yang
Pasar bebas dan wajar dengan menciptakan gambaran yang semu, palsu dan
menyesatkan sehubungan kondisi pasar, kegiatan perdagangan ataupun
harga. Dua Kategori Besar Manipulasi:
1. Manipulasi Pengungkapan (Disclosure based manipulation)
2.Manipulasi klasik tentang perdagangan (Classic trading
manipulation)
2 Pump & Dump Orang dalam dan promotor mempromosikan saham atau emiten melalui
or Hype & berbagai cara yang menipu untuk membangkitkan minat terhadap saham
Dump sehingga menyebabkan harga naik: (1) Salah press release; (2)
Percakapan internet; (3) Rekomendasi analis. Setelah saham mencapai
harga tertentu, orang dalam atau promotor menjual saham mereka
kepada publik yang tidak curiga dan pergi dengan keuntungan
3 Wash Melibatkan baik pembeli dan penjual efek dalam satu transaksi yang
Sales/False sama, tidak ada perubahan kepemilikan surat berharga, tujuannya untuk
Trading menciptakan penampilan palsu perdagangan aktif di pasar untuk
keamanan, dan dapat dilakukan pada berturut-turut lebih tinggi dan
harga lebih tinggi untuk memindahkan harga pasar atas keamanan
4 Matched Orders Terjadi ketika seseorang membeli saham yang kurang likuid dan
kemudian menempatkan posisi jual atau beli (yang sesaat) atas saham
tersebut, dan perintah jual atau beli ini memiliki substansi yang sama
baik dalam hal jumlah, harga dan waktunya.
5 Marking the Berulangkali menaikkan penawaran harga atau harga yang mendekati
Close harga penutupan pasar, membeli saham dengan/ mendekati harga
penutupan yang terus meningkat, berusaha memberikan sinyal positif
kepada pasar, dan harga pasar penutupan dipakai oleh profesional dan
investor di pasar sebagai acuan untuk menentukan trend harga.
6 Scalping Sebuah praktek di mana seseorang, misalnya: penasihat investasi,
membeli surat berharga untuk akunnya sendiri untuk kemudian
merekomendasikan dan menjualnya dengan memperoleh keuntungan
atas kenaikan harga pasar yang terjadi
7 Cornering Di mana seseorang membeli saham dengan volume yang besar karena
(Domination mengetahui bahwa pelaku pasar lainnya akan dipaksa untuk membeli
and Control of darinya dengan harga lebih tinggi
Market)
8 Pools Perjanjian diantara beberapa kelompok traders/investors yang
mendelegasikan wewenang kepada satu orang pengelola untuk
memperdagangkan saham tertentu, pada satu periode waktu tertentu dan
kemudian membagi bersama keuntungan ataupun kerugian yang terjadi
KEJAHATAN DI BIDANG PASAR MODAL
SAP 14
EKA 331 AP

OLEH :
CYNTIA HABIBAH SINAGA
1506305091
24

REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2017