Anda di halaman 1dari 13

Bulbus

Umbi lapis adalah sejenis umbi-umbian yang terbentuk dari tumpukan daun yang rapat

dalam format roset. Umbi lapis terbentuk dari beberapa suku monokotil( tumbuhan berkeping

satu) seperti liliaceae dan amaryllidaceae(arti luas,termasuk kelompok bawang-bawangan). Jenis

umbi ini dianggap berbeda dengan jenis umbi lain sebab karbohidrat yang diakumulasikan bukan

dalam bentuk polisakarida.

Pada bagian pangkal umbi lapis terdapat bagian yang agak keras yang sering disebut

cakram, cakram tersebut sebenarnya adalah batang. akan tumbuh lapisan-lapisan daun

lunak,tebal,serta berair dari cakram tersebut yang kemudian terbentuk struktur membengkak

yang disebut umbi. Apabila lapisan yang terbentuk kecil dan saling menyirap maka disebut

squama(sisik) dan apabila lapisan yang terbentuk besar dan saling menutupi maka disebut

tunica.umbi lapis jika dibelah maka akan terlihat lapisan lapisan tadi.

Contoh dari umbi lapis antara lain:

Bawang Merah (Allium cepa var ascalonicum)


Umbi lapis bawang merah sangat bervariasi. Bentuknya ada yang bulat, bundar sampai

pipih; sedangkan ukuran umbi ada yang besar, sedang dan kecil. Wrana kulit umbi ada yang

putih, kuning, merah muda sampai merah tua. Umbi bawang merah umumnya digunakan sebagai

bahan perbanyakan tanaman secara vegetatif (Marsela, 2011).

Tanaman bawang merah memiliki batang sejati disebut discus yang bentuknya seperti

cakram, tipis dan pendek sebagai tempat melekat perakaran dan mata tunas (titik tumbuh). Di

bagian atas discus berbentuk batang semu yang tersusun dari pelepah daun. Batang semu inilah

yang kemudian berubah bentuknya menjadi umbi lapis atau bulbus

Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan umbi adalah laju dan kuantitas

fotosintat yang dipasok dari tanaman. Pertumbuhan umbi akan terhenti jika tajuk tanaman mati,

karena pasokan fotosintat untuk menopang pertumbuhan umbi terhenti. Laju pertambahan berat

umbi lebih ditentukan oleh fotosintat yang dihasilkan selama periode perkembangan umbi yang

bersangkutan, sedangkan asimilat yang disintesis sebelum inisiasi umbi yang disimpan pada

batang hanya memberikan kontribusi sekitar 10%

Umbi lapis jika ditinjau dari asalnya merupakan hasil metamorfosis batang beserta

daunnya. Disebut umbi lapis karena memperlihatkan susunan berlapis-lapis, yang terdiri atas

daun-daun yang telah menjadi tebal, lunak, dan berdaging, merupakan bagian umbi yang

menyimpan zat-zat makanan cadangan, sedangkan batangnya hanya merupakan bagian kecil

pada bagian bawah umbi lapis itu.

Bagian-bagian dari umbi lapis adalah sebagai berikut:

Subang atau Cakram (discus). Bagian ini merupakan batang yang sesungguhnya, tetapi

hanya kecil dengan ruas-ruas yang sangat pendek, mempunyai bentuk seperti cakram,

dan terdapat kuncup-kuncup.


Sisik-sisik (tunica atau squama). Yaitu bagian yang merupakan metamorfosis daun yang

menjadi tebal, lunak, dan berdaging, dan tempat menyimpan zat-zat makanan cadangan.

Kuncup (gemmae). Kuncup ini dapat dibadakan dalam:

Kuncup Pokok (gemma bulbi), merupakan kuncup ujung yang terdapat pada

bagian atas cakram yang tumbuh ke atas mendukung dau-daun serta bunga.

Kuncup Samping, merupakan umbi lapis kecil-kecil, berkelompok di sekitar umbi

induknya. Bagian ini disebut siung (bulbus) atau anak umbi lapis. Misalnya pada

Bawang Merah (Alium cepa L.).

Akar-akar Serabut. Terdapat pada bagian bawah cakram.

Umbi lapis menurut sifat sisik-sisiknya dapat dibedakan dalam:

1. Berlapis (bulbus squamosus), jika daunnya merupakan bagian yang lebar, dan yang lebih

luar menyelubungi bagian yang lebih dalam, sehingga jika umbi diiris membujur akan

tampak jelas susunannya yang berlapis-lapis. Misalnya umbi lapis pada Bawang Merah

(Allium cepa L.).


2. Bersisik (bulbus squamosus), jika metamorfosis daun-daunnya tidak merupakan bagian

yang lebar yang dapat merupakan selubung seluruh umbi, melainkan tersusun seperti

genting. Misalnya umbi lapis pada Lilia (Lilium candidum L.).

Rhizoma

Rhizoma adalah batang beserta daun yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan

tumbuh mendatar, dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat

merupakan suatu tumbuhan baru. Rhizoma adalah penjelmaan dari batang dan bukan akar, yang

memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1)Beruas-ruas, berbuku-buku, akar tidak pernah bersifat demikian.

2)Berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik.


3)Mempunyai kuncup-kuncup.

4)Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, terkadang tumbuh ke atas, muncul di atas tanah.

Rhizoma berfungsi sebagai alat perkembangbiakan dan tempat penimbunan zat-zat cadangan

makanan

Pada umumnya batang tumbuhan tumbuh tegak di atas permukaan tanah, tetapi pada

sebagian tumbuhan batangnya tumbuh mendatar di bawah permukaan tanah. Batang seperti ini

disebut sebagai rhizoma. Rhizoma dapat berdaging atau berkayu dan memiliki ruas dan buku.

Pada buku terdapat daun yang telah termodifikasi menjadi sisik. Sisik tersebut berfungsi sebagai

pelindung apeks pucuk ketika masih muda dan berada di dalam tanah. Pada setiap ketiak sisik

terdapat tunas aksilar yang akan membentuk rhizoma yang baru. Selain sisik, pada buku juga

terdapat akar. Akar-akar ini merupakan akar adventitis.Tumbuhan yang batangnya berbentuk

rhizoma biasanya memiliki pola percabangan simpodial. Bagian ujung distal rhizoma yang masih

tumbuh biasanya tumbuh tegak dan keluar dari dalam tanah, membentuk bagian tubuh di atas

permukaan tanah. Pertumbuhan ujung distal ini diakhiri dengan suatu perbungaanyang letaknya

terminal. Pertumbuhan batang selanjutnya diteruskan oleh tunas aksilar yang terdapat pada

ketiak sisik. Contoh tanaman rhizoma yaitu Jahe (Zingiber officinale),

Kunyit (Curcuma domestica Val), Kencur (Kaempferia galanga Linn), Lengkuas/Laos (Alpinia

galanga), Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB).

Tubers

Umbi (tuber) merupakan badan yang membengkak, dengan bangun bulat, seperti kerucut

atau tak beraturan, dan merupakan tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan seperti

rimpang. Umbi merupakan hasil metamorfosis batang atau akar. Umbi dibedakan dalam:

Umbi Batang (tuber caulogenum), jika umbi merupakan metamorfosis batang.


Umbi Akar (tuber rhizogenum), jika umbi merupakan metamorfosis akar.

A. Umbi Batang (tuber caulogenum)

Umbi batang umumnya tidak mempunyai sisa-sia daun atau metamorfosisnya, sehingga

seringkali permukaannya tampak licin, buku-buku batang dan ruas-ruasnya tidak jelas. Karena

tidak adanya sisa daun, umbi batang juga disebut umbi telanjang (tuber nodus). Misalnya pada

Kentang (Solanum tuberosum L.)

dan Katela Rambat (Ipomoea batatas Poir.).

Bukti bahwa umbi batang merupakan hasil metamorfosis batang adalah masih terlihat

adanya kuncup-kuncup (mata), yang jika waktunya tiba dapat bertunas dan menghasilkan

tumbuhan baru.
Pada beberapa jenis tumbuhan dapat dijumpai umbi yang letaknya di bagian tumbuhan

yang ada di atas tanah, yaitu pada batang yang biasanya di tempat itu terdapat bunga atau di

ketiak daun. Umbi tersebut pada hakekatnya merupakan umbi batang, karena terdapat kuncup

yang dapat tumbuh menjadi tunas. Umbi yang demikian disebut Umbi Katak atau Umbi

Katibung (tuber accessorium atau tuber caulinare). Misalnya pada Ubi (Dioscorea alata L.)

dan Gembili (Dioscorea aculeata L.).

B. Umbi Akar (tuber rhizogenum)

Umbi akar adalah umbil hasil metamorfosis akar. Karena akar tidak pernah mempunyai daun,

umbi yang berasal dari akar selalu merupakan umbi telanjang (tuber nodus). Melihat akar yang

mana yang mengalami metamorfosis menjadi umbi, umbi akar dapat merupakan hasil

metamorfosis dari:
akar tunggang, misalnya umbi akar pada Lobak (Raphanus sativus L.)

dan Bangkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.),

akar serabut, misalnya umbi akar pada Ubi Kayu (Manihot utilissima Pohl.)
dan Dahlia (Dahlia variabilis Desf.).

Umbi akar tak mungkin dijadikan alat perkembangbiakan seperti umbi batang. Pada umbi

Dahlia (Dahlia variabilis Desf.) dapat tumbuh tumbuhan baru itu hanya mungkin jika umbi

tersebut disertai sebagian pangkal batang, dan dari pangkal batang inilah tumbuh tunas yang

menjadi tumbuhan baru, bukan dari umbinya sendiri.


Kormus

Kormus merupakan batang yang membengkak ditutupi oleh daun-daun yang menyerupai

sisik. Kormus berbeda dengan bulbus (umbi lapis), karena kormus secara nyata adalah batang

dengan buku dan ruas yang dapat dibedakan, sedangkan bulbus secara dominan dibentuk oleh

daun-daun sisik yang menebal. Bagian dalam kormus terdiri dari jaringan penyimpan cadangan

makanan yang disusun oleh sel-sel parenkim. Pada kormus dewasa, struktur serupa sisik yang

telah mengering melekat pada setiap buku (nodes). Struktur serupa sisik ini disebut sebagai

tunic. Tunic sebenarnya merupakan sisadaun bagian basal yang mengering dan persisten,

berfungsi sebagai pelindung kormus dari luka dan kehilangan air. Pada bagian apeks dari kormus

terdapat apeks pucuk yang akan berkembang membentuk daun dan perbungaan. Tunas aksilar

dihasilkan pada setiap buku. Kormus menghasilkan dua tipe akar, yaitu akar serabut yang

berkembang dari bagian basal kormus induk dan akar kontraktil yang berkembang pada bagian

basal setiap kormus baru. Kormus baru terbentuk sebagai hasil perkembangan tunas aksilar

membentuk sumbu di atas permukaan tanah. Beberapa minggu setelah tunas aksilar ini

berkembang akan dibentuk perbungaan. Pada waktu yang sama ketika perbungaan terbentuk,

bagian basal dari sumbu tubuh yang dibentuk tunas aksilar ini menebal membentuk kormus baru

di bagian atas kormus lama. Kormus baru terus membesar dan kormus lama mengkerut karena

isinya digunakan untuk membentuk bunga.

Setelah masa berbunga berakhir, daun terus berfotosintesis,membentuk zat-zat makanan

yang disimpan dalam kormus baru, sehingga ketika daun-daun mengering telah terbentuk satu

atau beberapa kormus baru. Kormus-kormus baru ini mengalami dorman hingga musim

pertumbuhan berikutnya. Pada bagian basal kormus-kormus baru ini dapat ditemukan pula

struktur seperti stolon (stolonlike) yang pada ujungnya terdapat pembengkakan seperti kormus
kecil. Struktur seperti ini disebut sebagai cormel. Cormel dapat tumbuh membentuk sumbu tubuh

di atas tanah dan menghasilkan perbungaan, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu

sekitar satu atau dua tahun.

Pada beberapa tumbuhan yang batangnya tumbuh di bawah permukaan tanah, batang

dapat mengalami pembengkakan sebagai akibat kebutuhan akan organ tempat menyimpan

makanan cadangan. Batang yang mengalami pembengkakan tersebut dinamakan umbi batang.

Umbi batang dapat terbentuk oleh hanya satu ruas atau beberapa ruas batangdan pada

setiap bukunya terdapat sisik yang memiliki tunas aksilar. Tunas aksilar ini dapat tumbuh

membentuk sumbu vegetatif baru. Adanya sisik (daun yang termodifikasi menjadi sisik) dan

tunas aksilar membedakan umbi batang dari umbi akar.

Pseudobulb

Pseudobulb adalah penebalan batang sekunder dengan satu atau lebih ruas, dimiliki oleh

sebagian besar jenis anggrek epifit simpodial. Berfungsi sebagai penyimpanan bahan makanan

dan air. Pseudobulb ini memiliki bermacam-macam bentuk bergantung pada habitat dan spesies

dari tanaman anggrek (Mamonto, 2013).

Pseudobulb adalah singkatan dari pseudo-bulb atau umbi semu yang merupakan bukan

bulb (umbi) yang sebenarnya. Pangkal batang epifit sympodial atau dalam beberapa spesies

dasarnya semua batang yang kemudian menebal untuk membentuk apa yang disebut pseudobulb

yang mengandung nutrisi dan air yang akan digunakan pada saat musim kering atau pada saat

tanaman tersebut kekurangan air.

Pseudobulb mempunyai permukaan halus dengan alur membujur dan boleh mempunyai

bentuk yang berbeda, sering kon atau oblong. Ukurannya sangat bervariasi, dalam beberapa
spesies kecil Pseudobulb itu tidak lebih dari dua milimeter, sementara di anggrek terbesar di

dunia yaitu spesies Grammatophyllum speciosum (anggrek raksasa), dapat mencapai tiga meter.
DAFTAR PUSTAKA

Kusdiani, R. 2011. Handout Morfologi Tumbuhan. FMIPA UPI. Bandung.

Mamonto, S. 2013. Keragaman dan Karakteristik Bio-ekologis Anggrek di Kawasan Cagar Alam
Gunung Ambang Sub-kawasan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Berdasarkan
Ketinggian Tempat. FMIPA Universitas Negeri Gorontalo. Gorontalo.

Marsela, D. 2011. Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Varietas
Tuk-Tuk Terhadap Jarak TanamDan Dosis Pupuk KCL. FP USU. Medan.