Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah berada diatas batas

normal, yaitu jika nilai tekanan sistoliknya 140 mmHg dan nilai tekanan

diastoliknya 90 mmHg saat dua kali pengukuran berselang waktu 5 menit dan

dalam keadaan tenang atau cukup istirahat. Berdasarkan data WHO tahun 2013

prevalensi hipertensi meningkat tiap tahun dan menyebabkan 9,4 juta orang

meninggal akibat komplikasi pada sistem kardiovaskuler dan stroke. Menurut

penelitian Rahajeng dan Tuminah (2009) di Indonesia tahun 2001 presentase

kejadian hipertensi sebesar 8,3% dan meningkat setiap tahun hingga mencapai

32,2% pada tahun 2007.


Kondisi hipertensi terjadi karena pasien mengalami peningkatan kadar renin

(Houn et al, 2002). Peningkatan renin akan menghasilkan banyak

Angiotensinogen yang diubah menjadi Angiotensin I, oleh Angiotensin

Converting Enzyme (ACE) Angiotensin I diubah menjadi Angiotensin II.

Banyaknya reseptor Angiotensin II yang teraktivasi, khususnya reseptor

Angiotensin II tipe 1, akan menghasilkan efek vasokonstriksi vaskuler dan

peningkatan pengeluaran hormon Aldosteron yang mengakibatkan terjadinya

retensi natrium dan air, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah (Berry et al,

2001). Aktivasi reseptor Angiotensin II tipe 1 tidak hanya menyebabkan

peningkatan tekanan darah, tetapi juga memicu terjadinya disfungsi endotel secara

dini dan hipertrofi otot jantung sehingga meningkatkan kematian pada penderita

hipertensi (Barreras, 2003). Berdasarkan kondisi tersebut, untuk menurunkan

1
2

tekanan darah pada pasien hipertensi dibutuhkan suatu penghambat reseptor

Angiotensin II tipe 1. Salah satu terapi hipertensi yang sedang dikembangkan

adalah obat golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) (Burnier, 2000).

Beberapa obat golongan ini antara lain adalah......


Pada kondisi hipertensi terdapat beberapa kendala dalam pengobatannya,

seperti pengobatan jangka panjang, kepatuhan minum obat dan takut akan efek

sampingnya. Selain itu, banyak obat tradisional yang telah digunakan sebagai

ramuan antihipertensi namun bukti ilmiah mengenai khasiat ramuan tersebut

belum sepenuhnya terbukti. Tanaman Pegagan (Centella asiatica) selama ini telah

digunakan masyarakat sebagai herbal antihipertensi. Dekoktasi daun Pegagan

dengan kandungan centelloside telah diteliti memiliki efek langsung menurunkan

tekanan darah (Gohil et al, 2010). Bahan aktif Asiatic acid dan Centelloside dari

Pegagan juga dilaporkan mempunyai daya inhibisi terhadap aktivitas reseptor

Angiotensin II tipe 1 (Singh et al, 2010).


Dengan semakin berkembangnya penggunaan komputer dalam berbagai

bidang ilmu, studi in silico merupakan salah satu upaya dalam perancangan obat

baru dengan tidak memakan biaya serta waktu yang lama (Morris, 2008). Sejauh

ini, penelitian in silico untuk tanaman herbal Indonesia masih sangat jarang

dilakukan. Untuk itu, pada penelitian ini akan dilakukan penambatan dengan

metode in silico dari ekstrak dekokta Pegagan (Centella asiatica) dengan reseptor

Angiotensin II tipe 1. Melalui penambatan tersebut, akan ditemukan nilai Energi

Ikatan Bebas (Gbinding) serta Konstanta inhibitor (Ki) antara bahan aktif Pegagan

dengan molekul reseptor Angiotensin II tipe 1 dengan menggunakan aplikasi

Autodock 4.2. Sebagai referensi pembanding digunakan obat golongan

Angiotensin II Receptor Blocker yang telah banyak digunakan yaitu ......


3

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah kandungan senyawa aktif yang terdapat pada Pegagan (C.

asiatica)?
2. Bagaimana potensi hambatan senyawa aktif dekokta Pegagan (C. asiatica)

terhadap reseptor Angiotensin II tipe 1 berdasarkan nilai Energi Ikatan

Bebas (Gbinding), nilai Konstanta inhibitor (Ki) dan nilai interaksi

permukaan?
3. Bagaimana perbandingan potensi hambatan senyawa aktif dekokta

Pegagan (C. asiatica) dan ..... (obat pembanding)... terhadap reseptor

Angiotensin II tipe 1 berdasarkan nilai Energi Ikatan Bebas (Gbinding), nilai

Konstanta inhibitor (Ki) dan nilai interaksi permukaan ?


1.3 Tujuan Penelitian
1.1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antihipertensi ekstrak

dekokta pegagan (C. asiatica).


1.2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat pada Pegagan (C.

asiatica).
2. Mengetahui potensi hambatan senyawa aktif dekokta Pegagan (C. asiatica)

terhadap reseptor Angiotensin II tipe 1 berdasarkan nilai Energi Ikatan

Bebas (Gbinding), nilai Konstanta inhibitor (Ki) dan nilai interaksi

permukaan.
3. Mengetahui perbandingan potensi hambatan senyawa aktif dekokta

Pegagan (C. asiatica) dan ..... (obat pembanding)... terhadap reseptor

Angiotensin II tipe 1 berdasarkan nilai Energi Ikatan Bebas (Gbinding), nilai

Konstanta inhibitor (Ki) dan nilai interaksi permukaan


1.4 Manfaat penelitian
1.4.1 Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan landasan ilmiah mengenai

pemanfaatan ekstrak dekokta pegagan (Centella asiatica) sebagai antihipertensi.


4

1.4.2 Manfaat praktis

Ekstrak dekokta pegagan (Centella asiatica) dapat dimanfaatkan sebagai

antihipertensi.