Anda di halaman 1dari 21

1. Kurikulum sebagai suatu program kegaiatan terencana.

Bahwa setiap kegiatan yang

direncanakan untuk dialami seluruh siswa, kurikulum berupaya menggabungkan ruang

lingkup, rangkaian, interpretasi, keseimbangan subject matter, teknik mengajar dan hal yang

dapat direncanakan sebelumnya (Saylor, Alexander dan Lewis, 1986).

2. Kurikulum sebagai hasil belajar yang diharapkan. bahwa kurikulum dirumuskan sebagai

serangkaian hasil belajar yang terstruktur yang terdiri atas setiap kegiatan, pengajaran, desain

lingkungan difungsikan sedemikian rupa sehingga menjadi saling mendukung untuk

mencapai tujuan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya.

3. Kurikulum sebagai reproduksi kultural. Bahwa kurikulum dalam setiap masyarakat atau

budaya seharusnya menjadi refleksi dari budaya masyarakat itu sendiri.

4. Kurikulum sebagai kumpulan tugas dan konsep diskrit. Bahwa penguasaan tugas-tugas yang

saling bersifat diskrit 9berdiri sendiri) tersebut adalah untuk mencpai tujuan-tujuan yang

telah ditetapkan sebelumnya.

5. Kurikulum sebagai agenda reskontruksi sosial. bahwa sekolah harus mempersiapkan suatu

agenda pengetahuan dan nilai-nilai yang diyakini dapat menuntun siswa memperbaiki

masyarakat dan institusi kebudayaan, serta berbagai keyakinan dan kegiatan praktek yang

mendukungnya.

6. Kurikulum sebagai curere. Menurut Pinar dan Grument (1976) mengilustrasikan bahwa

masing-masing individu berusaha menemukan pengertian ditengah-tengah berbegai peristiwa

terakhir yang dialaminya, kemudian bergerak secara historis ke dalam pengalamannya

sendiri dimasa yang lampau untuk memulihkan dan membentuk kembali pengalamana

semula serta membayangkan dan menciptakan berbagai arah yang saling bergantung dengan

subdivisi-subdivisi pendidikan lainnya.


7. Perbedaan antara kurikulum lama dan kurikulum baru. diantaranya : (1) Kurikulum lama

berorientasi pada masa lampau, kerna berisiskan pengalamana-pengalaman masa lampau

sedangkan kurikulum sekarang sebagai persiapan untuk masa yang akan datang berdasarkan

kehidupan masyarakat dan sesuai dengan minat dan kebutuhan para siswa. (2) Kurikulum

lama tidak berdasarkan filsafat pendidikan yang jelas, sulit dipahami dan tidak ada kesatuan

pendapat diantara kalangan guru tentang filsafat pendidikan yang dianut tersebut sedangkan

kurikulum baru berdasarkan pada filsafat yang jelas, yang dapat diajarkan ke dalam

serangkaian tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. (3) Kurikulum lama tujuannya

mengutamakan perkembangan segi pengetahuan kademik dan keterampilan dengan

mengabaikan perkembangan sikap, cita-cita, kebiasaan dan sebagainya sedangkan kurikulum

baru mengembangkan keseluruhan pribadi siswa. (4) Kurikulum lama berpusat pada mata

pelajaran yang diajarkan secara terpisah sedangkan kurikulum baru disusun berdasarkan

masalah atau topik tertentu. (5) Kurikulum lama hanya didasarkan pada textbook sebagai

sumber bahan dalam mengajarkan mata pelajaran sedangkan kurikulum baru bertitik tolak

dari masyarakat dalam kehidupan keseharian yang disesuaikan dengan tingkat

perkembangan, minta dan kebutuhan individu. (6) Kurikulum lama dikembangkan oleh

masing-masing guru secara perseorangan sedangkan kurikulum baru dikembangkan oleh

kelompok guru secara bersama-sama atau oleh departemen tertentu.

8. Peranan kurikulum, yaitu :

a. Peranan konservatif. Dengan adanya peranan konservatif, maka kurikulum berorientasi

pada masa lampau.


b. Peranan kritis atau evaluatif. Kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam kontrol sosial

dan member penekanan pada unsur berpikir kritis. Nilai-nilai sosial yang tidak sesuai

dihilangkan serta memodifikasi dan perbaikan.

c. Peranan kreatif. Menciptakan dan menyusun sesuatu hal yang baru sesuai dengan

kebutuhan masyarakat di masa sekarang dan yang akan datang.

9. Fungsi kurikulum, yaitu :

a. Fungsi penyesuaian. Setiap individu harus mampu menyesuaikan diri terhadap

lingkungannya secara menyeluruh.

b. Fungsi integrasi. Individu merupakan bagian dari masyarakat, maka pribadi yang

terintegrasi akan memberikan sumbangan dalam pembentukan atau integrasi masyarakat.

c. Fungsi diferensiasi. memberikan pelayanan terhadap perbedaan diantara setiap orang

dalam masyarakat.

d. Fungsi persiapan. Mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut

untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, misalnya melanjutkan studi ke sekolah yang

lebih tinggi.

e. Fungsi pemilihan. Memberikan kesempatan untuk memilih apa yang diinginkan dan

menarik minatnya.

f. Fungsi diagnostic adalah membantu dan mengarahkan siswa untuk mampu memahami

dan menerima dirinya, sehingga dapat mengembangkan seluruh potensinya.

10. Menurut Schubert (1986) sub divisi kurikulum terbagi atas : teori kurikulum, sejarah

kurikulum, pengembangan kurikulum, desain kurikulum, implementasi kurikulum, evaluasi

kurikulum, perubahan kurikulum dan inkuiri kurikulum.


11. Lapangan kurikulum harus didasarkan pada ide-ide umum tentang kurikulum, pada

prinsipnya terdiri atas :

a. Bidang kurikulum adalah suatu area umum studi yang berkenaan dengan pengembangan

dan implementasi tujuan pendidikan dan alat untuk mencapainya.

b. Studi dan praktek kurikulum menuntut pemahaman yang luas tentang pondasi kurikulum.

c. Pada prakteknya, bidang kurikulum meliputi perencanaan, pengembangan, desain

instruksional, riset, perteorian, evaluasi dan kepemimpinan sebagai penunjang dan

pendorong kurikulum.

d. Hasil pengamatan belajar dari kurikulum adalah terencana dan tersembunyi.

e. Segala keputusan yang berkaitan dengan bidang kurikulum harus melalui serangkaian

proses yang kompleks dan memiliki banyak alternatif.

f. Bidang kurikulum bersifat interdisiplin dan mengandung berbagai ide bersama dalam

bidang pendidikan lainnya dalam perumusan tujuan maupun metode program sekolah.

g. Semua kegiatan dalam bidang kurikulum harus mengacu pada hal tertentu yang spesifik

berkenaan dengan situasi belajar.

12. Faktor-faktor yang terkait dengan lapangan kurikulum, yaitu :

a. Organisasi kurikulum adalah cara program sekolah, proses belajar atau serangkaian

pengalaman siswa yang direncanakan dan disusun secara terstruktur.

b. Evaluasi kurikulum berkaitan dengan program yang berkelanjutan dan merupakan proses

yang berkelanjutan.

c. Kurikulum tersembunyi adalah kurikulum yang tidak direncanakan dan tidak termasuk ke

dalam kurikulum sekolah tetapi memiliki banyak hal yang penting bagi kehidupan

sekolah.
d. Kurikulum luar sekolah adalah berbagai hal di luar sekolah yang dapat dipelajari oleh

siswa misalnya media cetak.

e. Perencanaan kurikulum adalah proses komprehensif ketika pihak yang terkait

merumuskan tujuan dari pendidikan, bagaimana tujuan tersebut dilakukan melalui situasi

belajar mengajar dan mempertimbangkan kepantasan dan kefektifan tujuan dan alat

belajar.

f. Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan

rencana kurikulum yang luar dan spesifik.

g. Pembelajaran kurikulum berkenaan dengan desain rencana situasi belajar mengajar yang

nyata.

13. perencanaan kurikulum adalah suatu konsep generic yang meliputi perencaan kurikulum dan

desain instruksional.

14. Menurut hamalik (2001) untuk memahami proses belajar mengajar harus diawali dengan

mengetahui dulu makna atau pengertian dari mengajar dan pengajaran. mengajar adalah

suatu kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik sesuai dengan

tuntutan masyarakat dan pengajaran adalah interaksi belajar mengajar sebagai suatu sistem.

15. Perencanaan dan pengembangan kurikulum yang efektif menuntut adanya kepemimpinan

yang berpengaruh dengan tugas dan wewenang sebagai berikut :

a. Kepemimpinan kurikulum dapat muncul dari suatu kategori personil yang professional.

b. Sekolah bertanggung jawab dalam memberikan dukungan personil yang memiliki

pengetahuan dan keterampilan khusus dalam perencanaan dan pengambangan kurikulum,

riset dan evaluasi.


c. Personil administrative dan kepengawasan mempunyai tanggung jawab utama

menyediakan atau memberikan kepemimpinan dan asistensi dalam pengembangan dan

implementasi kurikulum.

d. Para pendidik mempunyai wewenang melakukan studi dan memberikan komentar

terhadap kurikulum luar sekolah sebagai bagian dari tanggung jawab professional secara

keseluruhan.

e. Pelatihan lanjut bagi para pendidik professional harus mencakup pengembangan

pengetahuan dan keterampilan yang canggih dalam perencanaan kurikulum.

f. Sekolah bertanggung jawab menyediakan berbagai kesempatan bagi para pendidik untuk

berkembang secara professional yang meliputi pengembangan staf atau pendidikan

penataran seperti lokakarya.

g. Personik administratif dan kepengawasan bertanggung jawab menyediakan kondisi yang

paling memungkin kan dalam situasi belajar mengajar.

h. Kepemimpinan untuk perbaikan kurikulum menuntut pengetahuan dan keterampilan

dalam pengembangan organisasional, hubungan antar insane dan dinamika kelompok.

16. Menurut perkembangannya studi tentang kurikulum dapat digolongkan ke dalam empat teori

pendekatan, yaitu :

a. Pendekatan mata pelajaran.

Dalam pendekatan mata pelajaran ini, terdapata sistem pembagian tanggung jawab antara

masing-masing guru mata pelajaran.

b. Pendekatan interdisipliner.

Kurikulum sekolah sebaiknya tidak disusun berdasarkan mata pelajaran yang terpisah

melainkan merupakan perpaduan sejumlah mata pelajaran yang memiliki ciri-ciri yang
sama menjadi suatu bidang studi. Pendekatan ini terdiri atas tiga jenis pendekatan, yaitu :

pendekatan structural, pendekatan fungsional dan pendekatan daerah.

c. Pendekatan integratif.

Pendekatan yang bertitik tolak pada suatu keseluruhan atau kesatuan yang bermakna atau

terstruktur.

d. Pendekatan sistem.

Pendekatan ini digunakan sebagai suatu sistem berpikir dan dikembangkan dalam upaya

pengembangan pendidikan.

17. Berbagai masalah umum dalam kurikulum, yaitu :

a. Bidang cakupan didefinisikan sebagai luas kurikulum yang didalamnya mencakup

berbagai topik, pengalaman belajar, aktifitas, pengorganisasian serta hubungan

pengintegrasian dan pengorganisasian berbagai elemen tersebut.

Untuk menentukan cakupan tersebut, para pengembang kurikulum dihadapkan pada

sejumlah permasalahan sebagai berikut : pengorganisasian berbagai elemen dan

hubungan antar elemen tersebut, pesatnya perkembangan IPTEK, penetapan prosedur

tujuan dan pengambilan keputusan.

b. Relevansi merupakan masalah yang mencakup esensial dan harus mendapatkan perhatian

dalam pengembangan kurikulum.

c. Keseimbangan. Untuk mendefinisikan keseimbangan harus dipertimbangkan berbagai hal

berikut : (1). kurikulum berpusat pada siswa dan pelajaran. (2) kebutuhan siswa dan

kebutuhan masyarakat. (3) pendidikan umum dan pendidikan khusus. (4) luas dan

dalamnya kurikulum. (5) kognitif, afektif dan psikomotor. (6) pendidikan individual dan

masyarakat. (7) inovasi dan tradisi dan lain-lain.


d. Integrasi. berarti memadukan, menggabungkan dan menyatukan berbagai disiplin ilmu.

e. Sekuens. berarti susunan atau urutan pengelompokan kegiatan atau langkah-langkah

yang dilakukan dalam perencanaan kurikulum.

f. Kontinuitas merupakan pengulangan terencana tentang isis untuk mencapai keberhasilan.

g. Artikulasi diartikan sebagai pertautan antar kelompok elemen atau unsur lintas tingkatan

sekolah.

h. Kemampuan transfer berarti apapun yang dipelajari di sekolah seharusnya dapat

diaplikasikan di luar sekolah, saat siswa sudah menamatkan pendidikannya.

18. Beberapa masalah khusus dalam kurikulum, yaitu :

a. Berbagai masalah yang berhubungan dengan tujuan dan hasil-hasil kurikulum yang

duharapkan oleh sekolah.

b. Berbagai masalah yang berhubungan dengan isis dan organisasi kurikulum.

c. masalah yang berhubungan dengan proses penyusunan dan revisi kurikulum.

19. Pengembangan kurikulum melibatkan berbagai pihak terutama guru yang bertugas di kelas.

Setiap guru mengemban tanggung jawab secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan,

penilaian, pengadministrasian dan perubahan kurikulum.

20. Dasar-dasar landasan kurikulum adalah filsafat, kemasyarakatan, kebudayaan, psikologi

belajar, pertumbuhan dan perkembangan siswa serta organisasi kurikulum.

21. Tujuan pendidikan adalah untuk mengarahkan, dasar menentukan isi pelajaran, metode dan

prosedur pengajaran maupun penilaian bahkan mendasari motivasi kerja murid dan guru

disekolah.

22. Terdapat empat falsafah pendidikan, yaitu :

a. Rekontruksisme.
Berdasarkan filsafat Dewey, rekontruksisme mengikuti sebuah alur yang meyakini dan

mengemukakan bahwa keberadaan sekolah adalah untuk adanya perbaikan dalam

masyarakat.

b. Perenialisme.

Menurut Robert M. Hutchins bahwa parenialisme diajukan dari kebutuhan-kebutuhan

sekarang siswa, spesifikasi pendidikan dan latihan kejuruan.

c. Esensialisme.

bahan pokok kurikulum adalah sebuah rencana esensialis tentang organisasi kurikulum

dan teknik-teknik pemberian pelajaran dengan tes sebagai metode.

d. Progresivisme.

Bahwa anak harus memahami pengalaman pendidikan disini dan sekarang sehingga

pendidikan adalah hidup dan belajar dengan melakukan. Para progresivis mendorong

sekolah agar menyediakan pelajaran bagi setiap individu yang berbeda baik dalam

mental, fisik, emosi, spiritual dan perbedaan sosial.

23. Pembangunan di bidang pendidikan didasarkan pada falsafah negara pancasila dan diarahkan

untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, memiliki pengetahuan

dan keterampilan, mampu mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab, mampu

mengembangkan kecerdasan yang tinggi disertai budi pekerti yang luhur dan mencintai

bangsa dan sesame manusia sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945.

24. Pendidikan merupakan proses sosial karena berfungsi memasyarakatkan anak didik melalui

proses sosialisasi dalam masyarakat tertentu.

25. Masyarakat adalah suatu sistem atau totalitas yang didalamnya terdapat berbagai subsistem

yang berjenjang secara struktural, diantaranya :


a. Subsistem kepercayaan

Di dalam pancasila telah terkandung keyakinan beragama sehingga dapat ditafsirkan

bahwa manusia pancasila sudah tentu memiliki keyakinan beragama.

b. Subsistem nilai

Nilai-nilai merupakan pertimbangan dan memberikan arah, umumnya pada pendidikan

khususnya terhadap pembinaan kurikulum.

c. Subsistem kebutuhan masyarakat.

Kurikulum harus berdasarkan kebutuhan masyarakat dan diarahkan untuk memenuhi

kebutuhan tersebut.

d. subsistem permintaan atau tuntutan.

Berdasarkan permintaan maka perencanaan kurikulum dapat memilih bahan-bahan dan

pengalaman-pengalaman kurikulum yang relevan.

26. James W. Thornton dan john R. Wright, mengklasifikasikan berbegai kekuatan sosial yang

mempengaruhi kurikulum, diantaranya :

a. Kekuatan sosial yang resmi contohnya pemerintah negara, pemerintah daerah dan

perwakilan departemen pendidikan setempat.

b. Kekuatan sosial setempat, contohnya yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan,

perguruan tinggi, persatuan orang tua murid, penerbit buku pelajaran dan lain-lain.

c. Organisasi professional, seperti persatuan guru, persatuan dokter dan ahli hukum.

d. Kelompok atau organisasi yang bergerak berdasarkan kepentingan tertentu seperti

kelompok patriotic, kelompok ekonomi dan lain-lain.

27. Implikasi kemasyarakatan dalam pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut :


a. Sekolah adalah suatu institusi sosial yang didirikan dan diperuntukkan bagi kepentingan

masyarakat.

b. Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang meliputi berbagai komponen yaitu susbsistem

kepercayaan, nilai, kebutuhan dan permintaan.

c. Di dalam masyarakat terdapat beragam lembaga sosial yang masing-masing memiliki

kekuatan, baik ketentuan potensial, strategis dan rill.

28. Pada dasarnya setiap masayarakat suatu bangsa memiliki peradaban masing-masing. Menurut

Henry Pratt Fairchild (1962) memberikan batasan peradaban ditinjau dari tiga segi, yaitu :

a. Peradaban dinamis.

b. Peradaban ideal.

c. Peradaban statis.

29. Menurut Selo sumarjan dan Sulaiman Sumardi merumuskan kebudayaan adalah hasil dari

karya, rasa dan cipta masyarakat.

30. Menurut Herkonverts terdapat empat unsur pokok dari kebudayaan, yaitu :

a. Technological equipment (alat-alat teknologi).

b. Economic system (sistem ekonomi).

c. Family ( keluarga).

d. Political Control (kekuasaan politik).

a. Maurice Boyd (1968) mengklasifikasikan kebudayaan ke dalam berbagai dimensi

diantaranya : keluarga, pendidikan, politik, ekonomi, agama dan teknologi.

31. Penyebab perubahan kebudayaan, yaitu :

a. Hasil-hasil penemuan.

b. Difusi kebudayaan.
c. Cita-cita dan ideologi.

d. Faktor grafis.

e. Pertambahan penduduk.

32. Perubahan kebudayaan dipengaruhi oleh :

a. Pengaruh geografis.

b. Cita-cita dan ideologi masyarakat.

c. pertumbuhan penduduk.

d. Pengaruh teknologi modern.

e. Integrasi kebudayaan nasional.

33. Implikasi kebudayaan dalam penyusunan kurikulum, yaitu :

a. Kurikulum harus disusun berdasarkan kondisi sosial budaya masyarakat.

b. Karena kondisi sosial budaya masyarakat selalu berubah dan berkembang, maka

kurikulum harus disusun sesuai dengan memperhatikan unsur fleksibilitas dan bersifat

dinamis.

c. Program kurikulum harus disusun dan mengandung materi sosial budaya dalam

masyarakat.

d. Kurikulum di sekolah-sekolah haruis disusun berdasarkan kebudayaan nasional yang

berlandaskan falsafah pancasila yang mencakup perkembangan kebudayaan daerah.

34. Beberapa teori tentang belajar, yaitu :

a. Psikologi daya

Bahwa dalam diri manusia terdapat daya yang harus dilatih agar dapat berfungsi dengan

baik.

b. Teori mental state


Belajar berarti menanamkan bahan pelajaran yang sebanyak-banyaknya yang memiliki

etika dan nilai-nilai yang baik.

c. Psikologi Behaviorisme.

Belajar diartikan sebagai pembentukan hubungan antara stimulus dan respon.

d. Teori Koneksionsme.

Bahwa lingkungan mempengaruhi kelakuan belajar individu sedangkan kelakuan

motivasi bersifat mekanis.

e. Psikologi gestalt

Bahwa belajar dimulai dari suatu keseluruhan menuju bagian-bagian, keseluruhan

memberikan makna kepada bagian-bagian tersebut, bagian-bagian dilihat dalam

hubungan keseluruhan berkat individuasi, belajar memerlukan pemahaman dan

memerlukan reorganisasi pengalaman yang kontinu.

35. Faktor-faktor belajar, yaitu :

a. Kegiatan belajar.

b. Latihan dan ulangan.

c. Kepuasan dan kesenangan.

d. Asosiasi dan transfer.

e. Pengalaman masa lampau dan pengertian.

f. Kesiapan dan kesediaan belajar.

g. Minat dan usaha.

h. Fisiologis.

i. Intelegensi atau kecerdasan.

36. Implikasi dalam penyusunan kurikulum, yaitu :


a. Perencanaan kurikulum harus bersifat fleksibel dan menyediakan suatu program yang

luas guna mengembangkan pengalaman belajar.

b. Kurikulum harus dikembangkan berdasarkan latar belakang siswa dan keseluruhan

lingkungannya agar pengalaman belajar yang diperolehnya mempunyai makna dan

tujuan.

c. Pengembangan kurikulum hendaknya memberikan pengalaman yang serasi dengan

kebutuhan penyesuaian diri dan mengembangkan kepribadian yang terintegrasi.

d. Kurikulum disusun dan dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan para siswa.

e. Pengembangan dan peladakan angksanaan kurikulum hendaknya memungkinkan

partisipasi aktif dan tanggung jawab para siswa.

f. Penyusunan kurikulum hendaknya terdiri atas unit-ubit yang luas dan menyeluruh.

g. Dalam proses penyusunan dan pelaksanaan kurikulum hendaknya diberikan serangkaian

pengalaman. sehingga mendorong keberhasilan belajar.

h. penyusunan kurikulum hendaknya disertai dengan kegiatan evaluasi.

37. Para siswa pada umumnya mengalami berbagai kesulitan dan masalah dalam melakukan

penyesuaian terhadap lingkungan, diantaranya :

a. Pertumbuhan jasmaniah.

b. Pertumbuhan kultural.

c. Perubahan psikologis.

38. Guru hendaknya harus sensitive terhadap kebutuhan para siswa (remaja) dan berusaha

memahaminya sebaik mungkin ada tiga aspek yang perlu diperhatikan oleh guru, yaitu :

a. Mempelajari kebutuhan remaja melalui berbagai pendapat orang dewasa.


b. Mengadakan angket yang ditujukan kepada remaja untuk mengetahui masalah-masalah

yang mereka hadapi.

c. bersifat sensitif terhadap kebutuhan yang tiba-tiba muncul dari siswa yang berada di

bawah bimbingannya.

39. perumusan teori kebutuhan menurut para ahli, adalah sebagai berikut :

a. Prescott, terdiri atas :

- Kebutuhan psikologis.

- Kebutuhan sosial.

- Kebutuhan ego atau interaktif.

b. Maslow mengklasifikasikan kebutuhan, sebagai berikut :

- Kebutuhan akan keselamatan.

- Kebutuhan memiliki dan mencintai.

- Kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan.

- Kebutuhan untuk menonjolkan diri.

c. The Educational Policies Commision of National education Association

mengklasifikasikan kebutuhan para remaja menjadi ;

- membutuhkan perkembangan keterampilan, pengertian serta sikap untuk menjadi

karyawan yang pandai dan produktuf dalam kehidupan ekonomi.

- perkembangan dan pemeliharaan kesehatan yang baik dan jasmani yang kuat.

- pengertian dan kewajiban tentang hak dan kewajiban anggota masyarakat demokratis

dan mampu melakukan kewajibannya sebagai anggota masyarakat, bangsa dan

negara.
- membuthkan pentingnya keluarga dan kondisi yang serasi untuk tercapainya

kehidupan keluarga yang sukses.

- membutuhkan pengetahuan cara memndapatkan balrang dan jasa secara pandai dan

konsekuensi ekonomis dari apa yang mereka perbuat.

- membutuhkan metode-metode keilmuan serta fakta-fakta ilmiah tentang sifat alam

dan manusia.

- membutuhkan perkembangan dalam menghormati orang lain, pemahaman nilai-nilai

etika dan prinsip.

- membutuhkan penggunaan penggunaan waktu senggang dengan baik dengan biaya

yang sesuai.

- membutuhkan kemampuan berpikir secara rasional untuk mengekspresikan buah

pikiran dengan jelas.

40. Developmental tasks adalah suatu tugas yang muncul dalam periode tertentu dalam

kehidupan seseorang yang terdiri atas :

a. Mendapatkan hubungan baru dan lebih matang dengan teman-teman sebaya.

b. Mendapatkan peran sosial sebagai laki-laki dan wanita.

c. Menerima keadaan jasmani dan menggunakannya secara efektif.

d. Mendapatkan kebebasan emosional dari orang tua dan orang dewasa.

e. Mendapatkan jaminan dan bebas dari ketergantungan ekonomi.

f. Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu jabatan.

g. Mempersiapkan perkawinan dan hidup berkeluarga.

h. Mengembangkan kecakapan intelektual dan pengertian yang dipwerlukan sebagai warga

negara yang kompeten.


i. Menginginkan dan berusaha memperoleh kelakuan yang dapat dipertanggung jawabkan

oleh masyarakat.

j. Memperoleh sejumlah nilai dan sistem etika sebagai pegangan dalam tingkah lakunya.

41. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kurikulum berkaitan dengan

perkembangan siswa, yaitu :

a. Kurikulum hendaknya disusun dengan mempertimbangkan dan memperhatikan tingkat

pertumbuhan, perkembangan dan kematangan siswa.

b. Kurikulum disusun untuk memberikan kepuasan atas berbagai kebutuhan siswa.

c. Keberhasilan menyelesaikan suatu tugas perkembangan merupakan acuan keberhasilan

mengerjakan tugas-tugas perkembangan pada masa mendatang.

42. Tujuan pendidikan nasional sesuai pada pasal 3 dalam TAP MPR nomor IV/MPR/1973

menjelaskan : tujuan pendidikan nasional adalah membentuk manusia pembangaunan yang

berpancasila dan membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki

pengetahuan dan keterampilan, dapat menghubungkan kreatifitas dan tanggung jawab, dapat

menyuburkan sikap demokrasi dan tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang

tinggi disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan sesame manusia sesuai

dengan ketentuan yang termaktub dalam Undang-undang dasar 1945.

43. Undang-undangn nomor 20 tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 menyatakan :

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak swerta

peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan

untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan

bertakwa kepada Tuhan Yme, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan

menjadi warga negara demokratis secara bertanggung jawab.


44. Unsur-unsur umum yang terdapat dalam kompetensi adalah :

a. Kompetensai yang memiliki focus dan konsteks.

b. Kompetensi dibentuk melalui integrasi dan aplikasi yang kompleks dari berbagai

kemampuan.

c. Integrasi dan aplikasi merefleksikan pengetahuan, sikap dan nilai serta keterampilan

secara seimbang.

d. Kompetensi bercirikan dengan kinerja bukan hanya pengetahuan, sikap dan nilai.

45. tujuan pendidikan nasional yang berkaitan dengan kompetensi, yaitu :

a. Kompetensi lintas kurikulum.

b. Kompetensi tamatan.

c. Kompetensi rumpun mata pelajaran.

d. Kompetensi dasar mata pelajaran.

46. kompetensi dapat berkaitan dengan aspke-aspek kemampuan seseorang dalam melaksanakan

suatu pekerjaan atau prilaku yang tampak dfalam kehidupan sehari-hari. Sehingga

kompetensi yang berkaitan dengan kurikulum dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai

konsteks.

b. Kompetensi menjelaskan berbagai pengalaman belajar yang dilalui siswa agar kompeten.

c. Kompetensi merupakan hasil belajar yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa

setelah melalui proses pembelajaran.

d. Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus dilakukan secara jelas dan luas

dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur.

47. Beane (1994) mengkategorikan tujuan instruksional sebagai berikut :


a. Tujuan konten dan tujuan proses, yang berfokus pada penguasaan fakta, prinsip atau

konsep berkaitan dengan topik yang dipelajari. proses berkaitan terhadap perbaikan

konten atau tindakan yang disarankan oleh topik yang ada.

b. Tujuan tingkah laku yaitu menspesifikasikan tingkah laku yang menunjukkan apakah

pembelajaran tersebut dapat dilakukan.

c. Tujuan penampilan yang terdiri atas pa yang diperbuat, siapa yang melakukan, kapan

dilakukan dan tingkat penguasaan yang diterima.

d. Tujuan ekpresif.

e. Tujuan berdasarkan taksonomi Bloom.

48. Tujuan pembelajaran umum adalah memahami, mengetahui dan mengenal serta sebagainya.

49. Tujuan pembelajaran khusus adalah tujuan yang dirumuskan oleh guru yang memiliki

komponen-komponen sebagai berikut :

a. Terminal Behaviour , menggambarkan pernyataan atas deskripsi hasil belajar siswa

setelah mengikuti proses pembelajaran.

b. Condition, menggambarkan kondisi yang diperlukan siswa untuk mendemonstrasikan

prilakunya.

c. standard, menggambarkan tingkatan minimal dari performance yang dapat diterima

sebagai bukti bahwa siswa telah mencapai tujuan.

50. Menurut david G. Amstrong (1983), terdapat unsur dalam rumusan pembelajaran, yaitu :

a. Audience, siapa yang mencapai tujuan tersebut.

b. Bahaviour, prilaku atau hasil yang diharapkan.

c. Condition, menggambarkan secara rinci prosedur yang harus diikuti.

d. degree, tingkatan minimum dari performance sebagai bukti bahwa tujuan telah tercapai.
51. Kurikulum dapat dikategorikan ke dalam empat kategori umum. yaitu :
a. Humanistik

Guru diharapkan dapat membangun hubungan emosional yang baik antara peserta didik

selanjutnya.

b. Reskontruksi sosial

Guru berperan memegang tujuan peserta didik dengan memanfaatkan lokal, nasional dan

internasional. Para peserta didik diharapkan dapat menggunakan minatnya dalam

menemukan jawaban atas permasalahan sosial yang dibahas di kelas.

c. Teknologi.

teknologi berperan dalam meningkatkan kualitas kurikulum, dengan memberikan

kontribusi mengenai kefektifan instruksional, tahapan instruksional dan membentu

perkembangan peserta didikk.

d. Akademik, yaitu menginginkan peserta didik berlaku layaknya seorang ahli fisika, biologi

dan sejarawan. Oleh karena itu sebagai anggota masyarakat maka perlu mengikuti

perkembangan disiplin ilmu dengan memahami dan mendukungnya dan jika perlu

menjadi seorang dalam ahli bidang tertentu.

52. Walker berpendapat bahwa para pengembang kurikulum berjalan melalui tiga fase dalam

persiapan alamiah kurikulum, diantaranya sebagai berikut :

a. berbagai pernyataan platform, melalui gagasan preferensi, sudut pandang, keyakinan dan

nilai.

b. Deliberasi atau pertimbangan mendalam yang merupakan sekumpulan interaksi kompleks

dan acak yang pada akhirnya mencapai suatu jumlah karya latar belakang sebelum

kurikulum didesain.
c. Pengembang kurikulum mengambil keputusan-keputusan mengenai berbagai komponen

proses.

53. menurut Skilbeck, terdapat lima fase pengembangan kurikulum, yaitu :