Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.1 Latar belakang

Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan terutama masalah dalam memenuhi kebutuhan
hidup.Untuk mengatasi kesulitan tersebut Masyarakat dapat meminjamkan barang-barangnya ke
lembaga tertentu. Barang yang dijaminkan tersebut pada waktu tertentu dapat ditebus kembali setelah
masyarakat melunasi pinjaman tersebut. Kegiatan menjaminkan barang-barang berharga untuk
mendapatkan sejumlah uang dan dapat ditebus kembali setelah jangka waktu tertentu kita sebut dengan
nama usaha gadai. Dengan usaha gadai masyarakat tidak perlu takut kehilangan barang-barang
berharganya dan jumlah yang diinginkan dapat sesuai dengan barang yang dijaminkan. Perusahaan
yang menjalankan usaha gadai disebut perusahaan pegadaian dan secara resmi satu-satunya usaha
gadai di Indonesia hanya dilakukan oleh perum pegadaian. Secara umum pengertian usaha gadai adalah
kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh sejumlah uang
dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan
lembaga pegadaian. Untuk dapat mengetahui lebih jauh tentang pegadain tersebut, maka berikut
dipaparkan mengenai tinjauan umum pegadain konvensional maupun pegadaian syariah, struktur
organisasinya, serta sistem penggadaian.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah :
1. Apakah yang dimaksud usaha gadai?
2. Apakah pengertian umum tentang pegadaian konvensional dan pegadaian syariah beserta
perbedaannya?
3. Bagaimana struktur organisasi, visi dan misi perum pegadaian serta sistem penggajian karyawan
pegadaian?
4. bagaimana sistem gadai di perum pegadaian?
5. bagaimana sejarah singkat pegadaian?

1.3 Maksud dan Tujuan


Tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain :
untuk mengetahui apa yang dimaksud pegadaian dan bagaimana cara menjalankan gadai.

1|Page
BAB II

PEMBAHASAN

2.1.1 Pengertian usaha gadai

Gadai. Menurut kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, gadai adalah hak yang
diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut
diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh seorang lain
atas nama orang yang mempunyai utang. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan
kepada orang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untung melunasi
utang apabila pihak yang berutang tidak dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.

2.1.2 Sejarah singkat

Era kolonial

Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Belanda (VOC) mendirikan Bank van
Leening yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem gadai, lembaga ini pertama
kali didirikan di Batavia pada tanggal 20 Agustus 1746.

Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda (1811-1816), Bank Van
Leening milik pemerintah dibubarkan, dan masyarakat diberi keleluasaan untuk mendirikan usaha
pegadaian asal mendapat lisensi dari Pemerintah Daerah setempat ("liecentie stelsel"). Namun metode
tersebut berdampak buruk pemegang lisensi menjalankan praktek rentenir atau lintah darat yang
dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa (Inggris). Oleh karena itu metode "liecentie
stelsel" diganti menjadi "pacth stelsel" yaitu pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu
membayar pajak yang tinggi kepada pemerintah daerah.

Pada saat Belanda berkuasa kembali, pacth stelsel tetap dipertahankan dan menimbulkan dampak yang
sama. Pemegang hak ternyata banyak melakukan penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya.
Selanjutnya pemerintah Hindia Belanda menerapkan apa yang disebut dengan "cultuur stelsel" di mana
dalam kajian tentang pegadaian saran yang dikemukakan adalah sebaiknya kegiatan pegadaian
ditangani sendiri oleh pemerintah agar dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar
bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan
Staatsblad No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang mengatur bahwa usaha Pegadaian merupakan
monopoli Pemerintah dan tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara pertama di Sukabumi,
Jawa Barat. Selanjutnya setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulang tahun Pegadaian.

Pada masa pendudukan Jepang gedung kantor pusat Jawatan Pegadaian yang terletak di jalan Kramat
Raya 162, Jakarta dijadikan tempat tawanan perang dan kantor pusat Jawatan Pegadaian dipindahkan
ke jalan Kramat Raya 132. Tidak banyak perubahan yang terjadi pada masa pemerintahan Jepang baik
dari sisi kebijakan maupun struktur organisasi Jawatan Pegadaian. Jawatan Pegadaian dalam bahasa

2|Page
Jepang disebut Sitji Eigeikyuku, Pimpinan Jawatan Pegadaian dipegang oleh orang Jepang yang
bernama Ohno-San dengan wakilnya orang pribumi yang bernama M. Saubari.

Era Kemerdekaan

Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, kantor Jawatan Pegadaian sempat pindah
ke Karanganyar, Kebumen karena situasi perang yang kian memanas. Agresi Militer Belanda II
memaksa kantor Jawatan Pegadaian dipindah lagi ke Magelang. Pasca perang kemerdekaan kantor
Jawatan Pegadaian kembali lagi ke Jakarta dan Pegadaian dikelola oleh Pemerintah Republik
Indonesia. Dalam masa ini, Pegadaian sudah beberapa kali berubah status, yaitu sebagai Perusahaan
Negara (PN) sejak 1 Januari 1961, kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7/1969 menjadi
Perusahaan Jawatan (Perjan), dan selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No.10/1990 (yang
diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah No.103/2000) berubah lagi menjadi Perusahaan Umum
(Perum). Kemudian pada tahun 2011, perubahan status kembali terjadi yakni dari Perum menjadi
Perseroan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.51/2011 yang ditandatangani
pada 13 Desember 2011. Namun, perubahan tersebut efektif setelah anggaran dasar diserahkan ke
pejabat berwenang yaitu pada 1 April 2012

2.1.3 Visi misi

VISI
Sebagai solusi bisnis terpadu terutama berbasis gadai yang selalu menjadi market leader dan mikro
berbasis fidusia selalu menjadi yang terbaik untuk masyarakat menengah kebawah.

MISI

Memberikan pembiayaan yang tercepat, termudah, aman dan selalu memberikan pembinaan
terhadap usaha golongan menengah kebawah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Memastikan pemerataan pelayanan dan infrastruktur yang memberikan kemudahan dan
kenyamanan di seluruh Pegadaian dalam mempersiapkan diri menjadi pemain regional dan tetap
menjadi pilihan utama masyarakat.
Membantu Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah
kebawah dan melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya perusahaan.

Perjalanan Misi Perusahaan Perum Pegadaian :

Misi Perum Pegadaian sebagai suatu lembaga yang ikut meningkatkan perekonomian dengan
cara memberikan uang pinjaman berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar
dari praktek pinjaman uang dengan bunga yang tidak wajar ditegaskan dalam keputusan Menteri
Keuangan No. Kep-39/MK/6/1/1971 tanggal 20 Januari 1970 dengan tugas pokok sebagai berikut:

3|Page
1. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai kepada:
Para petani, nelayan, pedagang kecil, industri kecil, yang bersifat produktif Kaum buruh /
pegawai negeri yang ekonomi lemah dan bersifat konsumtif
2. Ikut serta mencegah adanya pemberian pinjaman yang tidak wajar, ijon, pegadaian gelap, dan
praktek riba lainnya.
3. Disamping menyalurkan kredit, maupun usaha-usaha lainnya yang bermanfaat terutama bagi
pemerintah dan mayarakat.
4. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat dan bila perlu memperluas
daerah operasinya.Dengan seiring perubahan status perusahaan dari Perjan menjadi Perum
pernyataan misi perusahaan dirumuskan kembali dengan pertimbangan jangan sampai misi
perusahaan itu justru membatasi ruang gerak perusahaan dan sasaran pasar tidak hanya
masyarakat kecil dan golongan menengah saja maka terciptalah misi perusahaan Perum
Pegadaian yaitu ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat golongan menengah kebawah melalui kegiatan utama berupa penyaluran kredit gadai
dan melakukan usaha lain yang menguntungkan.
Bertolak dari misi Pegadaian tersebut dapat dikatakan bahwa sebenarnya Pegadaian adalah
sebuah lembaga dibidang keuangan yang mempunyai visi dan misi bagaimana masyarakat
mendapat perlakuan dan kesempatan yang adil dalam perekonomian.

Untuk mendukung terwujudnya visi dan misi Perseroan, maka telah ditetapkan budaya perusahaan
yang harus selalu dipelajari, dipahami, dihayati, dan dilaksanakan oleh seluruh insan Pegadaian yaitu
jiwa INTAN yang terdiri dari :

Budaya kerja PT Pegadaian (Persero) disimbolkan dari kata


INTAN, yang merupakan singkatan dari:
I untuk Inovatif
Berupaya melakukan penyempurnaan yang mempunyai nilai tambah dan tanggap terhadap perubahan.
N untuk Nilai Moral Tinggi
Memahami dan mematuhi ajaran agama masing-masing serta etika Perusahaan.
T untuk Terampil
Mengetahui dan memahami tugas yang diemban serta selalu belajar dengan penuh tanggung jawab.
A untuk Adi Layanan
Memberikan layanan yang dapat memuaskan orang lain, fokus pada privacy, kenyamanan, dan
kecepatan.
N untuk Nuansa Citra
Senantiasa peduli dan menjaga nama baik serta reputasi Perusahaan.

4|Page
SEPULUH PERILAKU UTAMA INSAN PEGADAIAN:
1. Berinisiatif, Kreatif & Produktif
2. Berorientasi pada Solusi
3. Taat Beribadah
4. Jujur dan Berpikir Positif
5. Kompeten di Bidangnya
6. Selalu Mengembangkan Diri
7. Peka dan Cepat Tanggap
8. Empatik, Santun, dan Ramah
9. Memiliki Sense of Belonging
10. Peduli Nama Baik Perusahaan

Melalui INTAN, diharapkan meningkatkan budaya kerja dan kinerja usaha Pegadaian, apabila setiap
insan Pegadaian memiliki pola pandang, tindakan, dan perilaku yang sama dalam menghadapi berbagai
situasi. Penjabaran 10 Perilaku utama INTAN yang menjadi pegangan bagi seluruh jajaran insan
Pegadaian dalam menjalankan bisnis dan organisasi, sebagai berikut:
a. makna nilai inovatif: Berupaya melakukan penyempurnaan yang mempunyai nilai tambah dan
tanggap terhadap perubahan. Setiap insan Pegadaian diharapkan mampu mencari solusi dan
menghasilkan terobosan-terobosan baru, serta mudah beradaptasi dalam penyempurnaan proses
kerja dan perubahan organisasi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
b. makna nilai moral tinggi: Memahami dan mematuhi ajaran agama masing-masing serta etika
Perusahaan.setiap insan Pegadaian diharapkan dapat terus menjaga konsistensi dalam berpikir,
berkata, dan bertindak. Setiap insan Pegadaian diharapkan dapat dipercaya dan menjalankan
tugasnya tanpa pamrih karena dilandasi keyakinan bahwa bekerja adalah ibadah yang senantiasa
harus disyukuri.
c. makna nilai terampil: Mengetahui dan memahami tugas yang diemban serta selalu belajar
dengan penuh tanggung jawab. Setiap insan Pegadaian dikenal karena perilakunya yang
profesional, mampu mengutamakan kepentingan Perusahaan serta senantiasa memperbaiki
kemampuan diri dalam menghadapi tantangan organisasi dan persaingan di masa depan.
d. makna nilai adi layanan: Memberikan layanan yang dapat memuaskan orang lain, focus dan
privacy kenyamanan dan kecepatan. Setiap insan Pegadaianperlu memiliki semangat untuk
melayani sebaik mungkin,agar dapat mengusahakan kepuasan orang lain yang dihadapinya.
Berusaha mengenali kebutuhan orang yang dilayaninya dan memahami apa yang dimiliki
Pegadaian,akan membuat pelayanan insan Pegadaian menjadi yang terbaik.
e. makna nuansa citra: Senantiasa peduli dan menjaga nama baik serta reputasi Pegadaian. Setiap
insan Pegadaian diharapkan memiliki rasa memiliki atau sense of belonging dan senantiasa
menjaga nama baik dan reputasi Perusahaan dimanapun Insan Pegadaian berada.

5|Page
2.1.4 Penggadaian konvensional
Perum Pegadaian adalah salah satu lembaga keuangan non bank yang kegiatan utamanya
menyediakan dana (pembiayaan) bagi masyarakat luas, untuk tujuan konsumsi, produksi, maupun
berbagai tujuan lainnya. Perum Pegadaian termasuk dalam kategori lembaga keuangan karena transaksi
pembiayaan yang diberikan oleh Pegadaian mirip dengan pinjaman kredit melalui bank, namun diatur
secara terpisah atas dasar hukum gadai dan bukan dengan peraturan mengenai pinjam meminjam biasa
(Susilo, dkk. : 2000). Baik Bank maupun pegadaian memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan
membebankan suatu kontra prestasi atas penyerahan uang atau balas jasa atas pinjaman yang
diperolehnya dalam bentuk bunga atau sewa modal (Opdyke, 1993).. Pegadaian merupakan sebuah
BUMN di Indonesia yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit kepada masyarakat atas
dasar hukum gadai.

2.1.4.1 Kegiatan Usaha Pegadaian

Kegiatan usaha Perum Pegadaian pada umumnya meliputi dua hal, yaitu Penghimpunan Dana
pengunaan dana (Susilo, 1999:1818).

a. Penghimpunan Dana

Dana yang diperlukan di Perum Pegadaian untuk melakukan kegiatan usahanya berasal dari :

1. Pinjaman jangka pendek dari perbankan.

Dana jangka pendek sebagian besar adalah dalam bentuk pinjaman jangka pendek dari
perbankan (sekitas 80% dari total dana jangka pendek yang dihimpun).

2. Pinjaman jangka pendek dari pihak lain.

Pinjaman dana jangka pendek dari pihak lain biasanya diperoleh dari hutang kepada rekanan,
hutang kepada nasabah, hutang pajak, dan lain-lain.

3. Penerbitan obligasi.

Untuk memperoleh atau menghimpun dana Perum Pegadaian pernah menerbitkan obligasi
sebanyak dua kali, yaitu tahun 1993 dan pada tahun 1994 yang jangka waktunya masing-masing
lima tahun.

4. Modal sendiri.

Modal sendiri yang dimilki oleh Perum Pegadaian terdiri dari :

a) Modal awal, yaitu kekayaan negeri di luar APBN.

b) Penyertaan modal pemerintah.

c) Laba ditahan, laba ditahan ini merupakan akumulasi laba sejak perusahaan Perum Pegadaian
berdiri.

6|Page
b. Penggunaan Dana.

Dana yang berhasil dihimpun akan digunakan untuk mendanai kegiatan usaha Perum
Pegadaian. Dana tersebut antara lain digunakan untuk hal-hal berikut :

1) Uang kas dan dana likuid lain.

2) Pendanaan kegiatan operasional

3) Pembelian dan pengadaan berbagai macam bentuk aktiva tetap dan inventaris.

4) Penyaluran dana.

5) Investasi lain

2.1.4.2 Kegiatan usaha


Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir pasal 3, Pegadaian memiliki maksud dan
tujuan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha dalam bidang gadai dan fidusia, baik secara
konvensional maupun syariah, dan jasa lainnya di bidang keuang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan terutama untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, usaha mikro,
usaha kecil, dan usaha menengah, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya perseroan dengan
merapkan prinsip terbatas. Guna mencapai kegiatan usaha tersebut dan juga guna memenuhi
Pendapatan Perum pegadaian yang berasal dari hasil keuntungan yang diperoleh dari kegiatan jasa dan
penjualan produk yang dilakukan pihak Pegadaian kepada Nasabahnya, seperti berikut :

Pegadaian melaksanakan usaha utama sebagai berikut:


a. Penyaluran pinjaman berdaasarkan hukumgadai termasuk gadai efek;
b. Penyaluran pinjaman berdasarkan jaminan fidusia; dan
c. Pelayanan jasa titipan, pelayanan jasa taksiran, sertifikat, dan perdagangan logam mulia serta batuan

Selain itu, Pegadaian juga dapat melaksanakan kegiatanusaha lain seperti:


a. Jasa transfer uang, jasa transaksi pembayaran, dan jasaadministrasi pinjaman, dan
b. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan.

2.1.4.3 Produk dan jasa unggulan


1. Pegadaian KCA (Kredit Cepat Aman)
Pegadaian KCA atau Kredit Cepat dan Aman adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai
dengan prosedur pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Barang jaminan yang menjadi agunan
meliputi perhiasan emas/permata, kendaraan bermotor (mobil/sepeda motor), elektronik, kain dan
alat rumah tangga lainnya. Kredit yang diberikan mulai dari Rp50.000 s.d. Rp200.000.000 dengan
pengenaan sewa modal maksimum 1,15% per 15 hari dengan jangka waktu kredit maksimum 4 bulan
tetapi dapat diperpanjang dengan cara mengangsur ataupun mengulang gadai dan dapat dilunasi
sewaktu-waktu dengan perhitungan bunga proporsional selama masa pinjaman.

7|Page
2. Pegadaian Jasa Taksiran
Layanan yang diberikan kepada masyarakat yang ingin mengetahui karatase dan kualitas harta
perhiasan, emas, berlian dan batu permata, baik untuk keperluan investasi atau keperluan bisnis.
3. Pegadaian Jasa Titipan
Pemberian pelayanan kepada masyarakat yang ingin menitipkan barang-barang atau surat
berharga Yang dimiliki terutama bagi orang-orang yang akan pergi meninggalkan rumah dalam
waktu lama, misalnya menunaikan ibadah Haji, pergi ke luar kota atau mahasiswa yang sedang
berlibur.
4. Pegadaian Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia)
Pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikrokecil (dalam rangka pengembangan
usaha) dengan skema penjaminan secara fidusia dan pengembalian pinjamannya dilakukan melalui
angsuran per bulan dalam jangka waktu kredit 12 hingga 36 bulan. Perolehan kredit diselenggarakan
dengan cara menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai agunan denganbunga
pinjaman 1,0% perbulan, flat. Kredit Kreasi adalah modifikasi dari produk lama yang sebelumnya
dikenal dengan nama Kredit Kelayakan Usaha Pegadaian.
5. Pegadaian Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai)
Pemberian pinjaman yang diberikan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
untuk pengembangan usaha dengan sistem gadai. KRASIDA merupakan solusi terpercaya untuk
mendapatkan fasilitas kredit yang cepat, mudah dan murah. Pengembalian pinjaman dilakukan
melalui angsuran per bulan dengan jangka waktu kredit 12 hingga 36 bulan, dan pemberian diskon
untuk sewa modal dapat diberikan apabila nasabah melakukan pelunasan kredit sekaligus. Bunga
ditetapkan sebesar 1,0% perbulan, flat.
6. Pegadaian Kresna (Kredit Serba Guna)
Pemberian pinjaman kepada pegawai/karyawan dalam rangka kegiatan produktif/konsumtif
dengan pengembalian secara angsuran dalam jangka waktu 12 bulan dan maksimum 120 bulan.
Besar kredit yang diberikan berdasarkan jumlah angsuran maksimum 1/3 dari penghasilan bersih.
Kredit Serba Guna/Kresna merupakan modifikasi dari produk lama yaitu kredit untuk pegawai
(Golongan E).
7. Pegadaian Kremada (Kredit perumahan Rakyat)
Ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendahyang tergabung dalam kelompok
pembangunan rumah baru dan renovasi. Besarnya pinjaman Rp5 juta dan Rp10 juta. Atas kredit ini
nasabah dikenakan biaya administrasi 1% dan biaya pengelolaan 8% yang langsung dipotong di
muka.
8. Pegadaian Krista
Pegadaian krista ditujukan bagi pengusaha kelompok mikro (pedagang kecil/tukang
sayur/pedagang kakilima) yang tergabung dalam kelompok usaha yang membutuhkan dana.
9. Pegadaian Persewaan Gedung
Pegadaian Persewaan Gedung adalah bentuk layanan yang diberikan kepada masyarakat
berupa persewaan gedung pertemuan untuk melakukan kegiatan acara pernikahan, reuni, meeting,
seminar, dan lain-lain.

8|Page
10. Jasa Lelang
Jasa lelang dilakukan oleh PT Balai Lelang Artha Gasia yang merupakan anak perusahaan
dengan kepemilikan saham 99,99% oleh PT Pegadaian (Persero) dan 0,01% (Drs. Deddy Kusdedi,
MM.). PT Balai Lelang Artha Gasia (PT BLAG) bergerak di bidang jasa lelang dengan maksud
menyelenggarakan penjualan di muka umum secara lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 29 Juni 2010
kegiatan operasional PT Balai Lelang Artha Gasia dibekukan. Kemudian, berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Nomor 124 tanggal 29
Agustus 2012 yang dibuat di hadapan Notaris Sindian
Osaputra, SH., M. Kn., diputuskan untuk mengaktifkankembali kegiatan usaha serta restrukturisasi
pengurus PT BLAG.
11. Pegadaian KUCICA (Kiriman Uang Cara Instan Cepat Aman)
Bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk pengiriman uang dari/ke dalam dan luar negeri.
Layanan kiriman uang ini bekerja sama dengan Western Union.
12. Pegadaian MULIA
Penjualan emas yang dilakukan Pegadaian kepada masyarakat secara tunai ataupun angsuran
dalam jangka waktu tertentu. Mulia merupakan produk syariah yang diluncurkan pada tahun 2008
dan cukup mendapat respon yang baik dari pelanggan.
13. Pegadaian KAGUM (Kredit Aneka Guna Untuk Umum)
Layanan pemberian pinjaman bagi pegawai/karyawan suatu instansi/lembaga yang
berpenghasilan tetap dengan sistem fidusia dan diangsur setiap bulan. Calon nasabah adalah pegawai
dari suatu instansi/lembaga (telah memiliki kerjasama dengan PT Pegadaian (Persero)) dan memiliki
masa kerja minimal 2 (dua) tahun.
14. Pegadaian AMANAH (Murabahah) untuk kepemilikan kendaraan bermotor)
Pemberian pinjaman untuk kepemilikan kendaraan bermotor kepada para pegawai tetap pada
suatu instansi atau perusahaan tertentu atas dasar besarnya penghasilan (gaji) dengan pola perikatan
jaminan sistem fidusia atas obyek, surat kuasa pemotongan gaji. Skema pemberian pinjaman ini
menerapkan sistem syariah dengan akad Murabahah.

Layanan Tambahan
1. Pegadaian G-LAB
Layanan ini merupakan unit pelayanan jasa taksiran logam mulia, batu permata, serta batu-
batuan berharga lainnya dengan sertifikasi khusus yang bertujuan untuk menujang kegiatan usaha PT
Pegadaian (Persero), dalam rangka mencapai misi dan visi Perusahaan.
2. Pegadaian 24
Pegadaian 24 merupakan unit layanan seperti Galeri Emas. Pegadaian 24 menyediakan
kebutuhan produk MULIA dan produk lainnya yang terkait dengan perdagangan dan produksi emas.
Layanan ini tersedia di Seluruh Indonesia PT Pegadaian (Persero).

9|Page
3. Multi Payment Online (MPO)
MPO merupakan salah satu bisnis usaha Pegadaian yang menjalin kerjasama dengan pihak
Komperasi Nusantara untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan menerima pembayaran listrik,
telepon, air, dan lainnya di kantor cabang dan unit lainnya.

2.1.4.4 Penggolongan Uang Pinjaman dan Bunga Gadai

Setiap calon nasabah yang ingin mendapatkan uang pinjaman dari Perum Pegadaian
diwajibkan untuk membawa barang sebagai jaminan atas hutang yang akan diterimanya. Mengenai
besarnya jumlah pinjaman yang akan diberikan oleh Perum Pegadaian adalah disesuaikan dengan nilai
taksiran dari barang yang dijadikan sebagai jaminan tersebut. Sedangkan penggolongan uang pinjaman
yang diberikan kepada nasabah berdasarkan SK. Direksi Nomor : 020/OP.1.0021/2001 tentang
perugahan tariff sewa modal adalah sebagai berikut :

a. Golongan A.

Jumlah pijaman antara Rp. 5.000,- sampai dengan Rp. 40.000,- adalah masuk dalam kategori Surat
Bukti Kredit golongan A. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

b. Golongan B

Jumlah pinjaman antara Rp. 40.500,- sampai dengan Rp. 150.000,- adalah dalam kategori Surat
Bukti Kredit golongan B. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

c. Golongan C

Jumlah pinjaman antara Rp. 151.000,- sampai dengan Rp. 500.000,- adalah dalam kategori Surat
Bukti Kredit golongan C. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

d. Golongan D

Jumlah pinjaman antara Rp. 510.000,- sampai dengan tidak terbatas adalah dalam kategori Surat
Bukti Kredit golongan D. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

Bunga Gadai

Biaya sewa modal (bunga) yang harus dibayar oleh nasabah kepada perum pegadaian adalah
bervariasi. Adapun mengenai rincian besarnya bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah adalah
sebagai berikut :

a) Untuk golongan A, besarnya bunga 1.25 %, dengan maksimum sebesar 10% dan sewa modal yang
diperhitungkan minimum lakunya lelang adalah 10%. Sedangkan nasabah harus membayar sewa
modal tersebut setiap 15 hari sekali, dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan.
Sedangkan keseluruhan bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah sampai jatuh tempo adalah 10%
dan nasabah masih harus membayar uang asuransi antara Rp. 200,- sampai dengan Rp. 400.

10 | P a g e
b) Untuk golongan B, besarnya bunga 1.5 %, dengan maksimum sebesar 12% dan sewa modal yang
diperhitungkan minimum lakunya lelang adalah 12%. Sedangkan nasabah harus membayar sewa
modal tersebut setiap 15 hari sekali, dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan.
Sedangkan keseluruhan bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah sampai jatuh tempo adalah 12%
dan nasabah masih harus membayar uang asuransi antara Rp. 1000,- sampai dengan Rp. 2000.

c) Untuk golongan C, besarnya bunga 1.75 %, dengan maksimum sebesar 14% dan sewa modal yang
diperhitungkan minimum lakunya lelang adalah 14%. Sedangkan nasabah harus membayar sewa
modal tersebut setiap 15 hari sekali, dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan.
Sedangkan keseluruhan bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah sampai jatuh tempo adalah 14%
dan nasabah masih harus membayar uang asuransi antara Rp. 5000,- sampai dengan Rp. 12.000.

d) Untuk golongan D, besarnya bunga 1.75 %, dengan maksimum sebesar 14% dan sewa modal yang
diperhitungkan minimum lakunya lelang adalah 14%. Sedangkan nasabah harus membayar sewa
modal tersebut setiap 15 hari sekali, dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan.
Sedangkan keseluruhan bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah sampai jatuh tempo adalah 14%
dan nasabah masih harus membayar uang asuransi antara Rp. 200,- sampai dengan Rp. 400 dan
nasabah masih harus membayar uang asuransi sebesar 0,5% x Uang Pinjaman Minimum sampai
dengan Rp. 25.000,-

2.1.4.5 Kategori Barang Gadai

Pada dasarnya, hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di Perum Pegadaian. Namun
ada juga barang-barang bergerak tertentu yang tidak dapat digadaiakan. Jenis barang-barang bergerak
yang dapat diterima sebagai barang jaminan di perum pegadaian yaitu antara lain (Marzuki, 1995:360):

a) Barang-barang perhiasan : emas, perak, intan, mutiara, dan lain-lain.

b) Barang-barang elektronik : tv, kulkas, radio, video, tape, recorder, dan lain-lain.

c) Kendaraan : sepeda, motor, mobil.

d) Barang-barang rumah tangga : barang-barang pecah belah.

e) Mesin : mesin jahit, mesin ketik, dal lain-lain.

f) Tekstil : kain batik, permadani.

g) Barang-barang lain yang dianggap bernilai.

Adapun barang-barang yang tidak dapat dijadikan jaminan karena keterbatasan tempat
penyimpanan, sumber daya menusia di Perum Pegadaian adalah sebagai berikut :

a) Binatang ternak : kerbau, sapi, kambing, dan lain-lain.

b) Hasil bumi : padi, jagung, ketela pohon, dan lain-lain.

11 | P a g e
c) Barang dagangan dalam jumlah besar.

d) Barang-barang yang cepat rusak, busuk atau susut.

e) Barang-barang yang amat kotor.

f) Kendaraan yang sangat besar.

g) Barang-baragn seni yang sulit ditaksir.

h) Barang-barang yang mudah terbakar.

i) Barang-barang jenis senjata, amunisi, dan mesiu.

j) Barang-barang yang disewa belikan.

k) Barang-barang milik pemerintah.

l) Barang-barang illegal.

2.1.4.6 Prosedur Penaksiran Barang Gadai

Adapun menurut Susilo (1999) pedoman penaksiran yang dikelompokkan atas dasar jenis
barangnya adalah sebagai berikut :

a) Barang Kantong

1. Emas

a. Petugas penaksir melihat Harga Pasar Pusat (HPP) dan standar taksiran logam yang telah
ditetapkan oleh kantor pusat. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu
disesuaiakan dengan perkembangan harga yang terjadi.

b. Petugas penaksir melakukan karatase dan berat.

c. Petugas penaksiran menentukan nilai taksiran.

2. Permata

a. Petugas penaksiran melihat standar taksiran permata yang telah ditetapkan oleh kantor pusat.
Standar ini selalu disesuaikan dengan perkambangan pasar permata yang ada.

b. Petugas penaksiran melakukan pengujian kualitas dan berat permata.

c. Petugas penaksiran menentukan nilai taksiran.

12 | P a g e
b) Barang Gudang

Barang-barang gudang yang dimaksud di sini yaitu meiputi : mobil, motor, mesin, barang elektronik,
tekstil, dan lain-lain.

1) Petugas penaksir melihat Harga Pasar Setempat (HPS) dari barang. Harga pedoman untuk
keperluan penaksiran ini selalu disesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.

2) Petugas penaksir menentukan nilai taksir.

2.1.4.7 Prosedur Pemberian Kredit Gadai

Prosedur untuk mendapatkan dana pinjaman dari perum pegadaian adalah sebagai berikut :

a. Calon nasabah datang langsung ke loket penaksir dan menyerahkan barang yang akan dijadikan
jaminan dan menunujukkan surat bukti diri seperti KTP atau surat kuasa apabila pemilik barang tidak
bisa datang.

b. Barang jaminan tersebut diteliti kualitasnya untuk menaksir dan menetapkan harganya. Berdasarkan
taksiran yang dibuat penaksir, ditetapkan besarnya uang pinjaman yang dapat diterima oleh nasabah.
Besarnya nilai uang pinjaman yang diberikan lebih kecil daripada nilai pasar dari barang yang
digadaikan. Perum Pegadaian secara sengaja mengambil kebijakan ini guna mencegah munculnya
kerugian.

c. Selanjutnya, pembayaran uang pinjaman dilakukan oleh kasir tanpa ada potongan biaya apapun
kecuali potongan premi asuransi.

Prosedur Pemberian Kredit


Petugas
Nasaba Penaksir
h
1. Permohonan dan Penyeraha Barang
Jaminan 2. Informasi
Penetapan
Jumlah
Pinjaman
3. Pencairan Uang Pinjaman

Kasir
Sumber : Y. Sri Susilo, 1999:186

2.1.4.8 Prosedur Pelunasan Kredit Gadai

Pelunasan uang pinjaman oleh nasabah prosedurnya adalah sebagai berikut :

a. Nasabah membayarkan uang pinjaman dan ditambah sewa modal (bunga) langsung kepada kasir
disertai dengan bukti surat gadai.

b. Barang dikeluarkan oleh petugas penyimpanan barang.

c. Barang yang digadaikan dikembalikan kepada nasabah.

13 | P a g e
Prosedur Perlunasan Kredit Gadai

Nasaba Kasir
h 1. Pelunasan
2. Informasi
Pelunasan
PInjaman

3. Pengambilan Baran Yang Digadaiakan


Petugas Penyimpana
barang jaminan
Sumber : Y. Sri Susilo, 1999:187

2.1.4.9 Prosedur Pelelangan Barang Gadai

Pelaksanaan lelang harus dipilih waktu yang paling baik agar tidak mengurangi hak nasabah,
karena setelah nasabah tidak melunasi hutangnya pada saat jatuh tempo dan tidak melakukan
perpanjangan, maka barang jaminannya akan dilelang dan hasil pelelangan barang yang digadaikan
akan digunakan untuk melunasi seluruh kewajaban nasabah yang terdiri dri : pokok pinjaman, bunga,
serta biaya lelang. Sedang pelelangannya adalah sebagai berikut :

a. Waktunya diumumkan tiga hari sebelum pelaksanaan lelang.

b. Lelang dipimpin oleh kantor cabang (Kepala Cabang).

c. Dibicarakan tata tertib melalui berita acara sebelum pelaksanaan lelang.

d. Pengambilan keputusan lelang adalah bagi mereka yang menawar paling tinggi.

2.1.5 Pegadaian Sistem Syariah


Gadai dilihat dari sisi fiqih disebut Ar- Rahn yaitu suatu akad (perjanjian) pinjam-
meminjam dengan menyerahkan barang milik sebagai tanggungan utang. Perjanjian Gadai pada
prinsipnya diterimah dan diakui dalam Islam, berdasarkan firman Allah Swt. Dalam transaksi rahn
(gadai syariah) dikenal beberapa istilah yang harus dipahami oleh setiap individu yang melaksanakan
transaksi. Rahn dalam pengertian hukum perdata adalah sama dengan gadai, tetapi dalam pengertian
Syariah (Islam) terdapat hal- hal yang spesifik yang tidak terdapat pada pengertian gadai , yaitu sebagai
berikut.
a) Rahn artinya tetap, kekal, dan jaminan . Menurut beberapa mazhab, rahn berarti perjanjian
penyerahan harta yang oleh pemiliknya dijadikan jaminan utang yang nantinya dapat dijadikan
sebagai pembayar hak piutang tersebut, baik seluruhnya maupun sebagian.
b) Rahn adalah produk jasa berupa pemberian pinjaman menggunakan system gadai dengan
berlandaskan prinsip- prinsip syariat islam, di mana: tidak menentukan tarif jasa dari besarnya
uang pinjaman.
c) Rahn dalam hokum islam dilakukan secara sukarela atas dasar tolong menolong dan tidak untuk
semata- mata mencari keuntungan.

14 | P a g e
2.1.5.1 Landasan hukum pegadaian syariah
Sebagai referensi atau landasan hukum pinjam-meminjam dengan jaminan (borg) adalah
firman Allah Swt. Berikut.

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh
seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang).
Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu
menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan
janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang
menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah:283).

Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Nasai, dan Ibnu Majah dari Anas r.a. ia berkata:
Rasulullah Saw. Merungguhkan baju besi kepada seorang yahudi di Madinah ketika beliau
mengutangkan gandum dari seorang yahudi.
Dari hadist di atas dapat dipahami bahwa agama islam tidak membeda-bedakan antara orang
muslim dan non-muslim dalam bidang muamalah, maka seorang muslim tetap wajib membayar
utangnya sekalipun kepada non-muslim.[6]

2.1.5.2 Mekanisme Operasional Pegadaian Islam


Dari landasan islam tersebut ,maka mekanisme operasional pegadaian islam
dapat digambarkan sebagai berikut;Melalui akad rahn,nasabah menyerahkan barang bergerak dan
kemudian dan kemudian penggadaian menyimpan dan merawatnya di tempat yang telah disediahkan
oleh penggadaian.Akibat yang timbul dari proses penyimpanan adalah timbulnya biaya-biaya yang
meliputi nilai investasi tempat penyimpanan,biaya perawatan,dan keseluruhan proses kegiatannya. Atas
dasar ini di benarkan bagi pegadaian mengenakan biaya sewa kepada nasabah sesuai jumlah yang di
sepakati oleh kedua belah pihak.

Penggadaian islam akan memperoleh keuntungan hanya dari beasewa tempat yang di pungut bukan
tambahan berupa bunga atau sewa modal yang di perhitungkan dari uang pinjaman. Sehingga di sini
dapat dikatakan proses pinjam meminjam uang hanya sebagai lipstick yang akan menarik minat
konsumen untuk menyimpan barangnya di pegadaian

15 | P a g e
Adapun ketentuan atas persyaratan yang menyertai akad tersebut meliputi :

a. Akad. Akad tidak mengandung syarat fasik /batil seperti murtahin mensyaratkan barang jaminan
dapat di manfaatkan tanpa batas.
b. Marhun Bih ( pinjaman ). Pinjaman merupakan hak yang wajib di kembalikan kepada murtahin
dan bisa di lunasi dengan barang yang di rahn-kan tersebut. Serta, pinjaman itu jelas dan tertentu.
c. Marhun ( barang yang di rahn kan ). Marhun bisa di jual dan nilainya seimbang dengan pinjaman,
memiliki nilai, jelas ukurannya, milik sah penuh dari rahin, tidak terkait dengan hak orang lain,
dan bisa di serahkan baik materi maupun manfaatnya
d. Jumlah maksimum dana rahn dan nilai likuidasi barang yang di rahn kan serta jangka waktu rahn
di tetapkan dalam prosedur.
e. Rahin dibebani jasa manajemen atas barang berupa : biaya asuransi, penyimpanan,keamanan,dan
pengolahan serta administrasi.

Untuk dapat memperoleh layanan dari pegadaian, masyarakat hanya cukup menyerahkan harta
geraknya (emas,berlian,kendaraan,dll ) untuk di titipkan disertai dengan copy tanda pengenal.
Kemudian staf penaksir akan menentukan nilai taksiran barang bergerak tersebut yang akan di jadikan
sebagai patokan perhitungan pengenaan sewa simpanan ( jasa simpanan ) dan pelapon uang pinjaman
yang dapat di berikan. Taksiran barang yang ditentukan berdasarkan nilai instrinsik dan harga pasar
yang telah di tetapkan oleh forum pagadaian. Maksimum uang pinjaman yang dapat di berikan adalah
sebesar 90% dari nilai taksiran barang.
Setelah melalui tahapan ini, pegadaian islam dan nasabah melakukan akad dengan kesepakatan:

1. Jangka waktu penyimpanan barang dan pinjaman ditetapkan selama maksimum 4 bulan
2. Nasabah bersedia membayar jasa simpanan sebesar Rp 90,-( Sembilan puluh rupiah) dari
kelipatan taksiran Rp 10.000,-per sepuluh hari yang di bayar bersamaan pada saat melunasi
pinjaman.
3. Membayar biaya administrasi yang besarnya ditetapka oleh pegadaian pada saat pencaiaran
uang pinjaman.[7]

2.1.5.3 Mekanisme Produk Syariah

1. Produk gadai ( Ar-Rahn )


Pegadaian Rahn adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah
dengan mengacu pada sistem administrasi modern. Besar kredit yang diberikan sama dengan Gadai
Konvensional/KCA, namun berbeda dalam proses penetapan sewa modal. Gadai Syariah menerapkan
biaya administrasi dibayar dimuka, yaitu saat akad baru/akad perpanjangan serendahrendahnya
Rp2.000 dan setinggi-tingginya Rp100.000 untuk jumlah pinjaman maksimum Rp200.000.000. Tarif
Ijaroh dikenakan sebesar Rp80-Rp90 per sepuluh hari masa penyimpanan untuk setiap kelipatan
Rp10.000 dari taksiran barang jaminan yang dititipkan/diagunkan.

16 | P a g e
Untuk mengajukan permohonan permintaan gadai, calon nasabah harus terlebih dahulu memenuhi
kebutuhan berikut:
2. Membawa fotokopi KTP atau identitas lainnya ( SIM, paspor, dan lain-lain )
3. Mengisi permulir permintaan rahn
4. Menyerahkan barang jaminan ( marhun ) bergerak, seperti:
a. Perhiasan emas, berlian
b. Kendaraan bermotor
c. Barang-barang elektronik

Selanjutnya, presedur pemberian pinjaman ( Marhun Bih)dilakukan melalui tahapan berikut:


1. Nasabah mengisi fermulir permintaan rahn
2. Nasabah menyerahkan formulir permintaan rahn yang dilampiri dengan fotokopi; idenditas serta
barang jaminan ke loket.
3. Petugas pegadaian menaksir ( marhun ) agunan yang diserahkan
4. Besarnya pinjaman / marhun bih adalah sebesar 90% dari taksiran marhun.
5. Apabila disepakati besarnya pinjaman, nasabah menandatangani akad dan menerima uang
pinjaman.

2. Pegadaian Arrum (Ar Rahn untuk usaha mikro/kecil)


Melayani skema pinjaman berprinsip syariah bagi para pengusaha mikro dan kecil untuk
keperluan pengembangan usaha melalui sistem pengembalian secara angsuran. Jaminan berupa BPKP
kendaraan
sehingga fisik kendaraan tetap berada di tangan nasabah untuk kebutuhan operasional usaha.

2.1.6 Perbedaan Pegadaian Konvensional dengan Pegadaian Syariah serta dengan bank
Pegadaian Konvensional Pegadaian Syariah
Didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 103 Didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 103
tahun 2000 tahun 2000 dan Hukum Agama Islam
Biaya administrasi berdasarkan prosentase Biaya administrasi menurut ketetapan berdasarkan
berdasarkan golongan barang golongan barang
Bila lama pengembalian pinjaman lebih dari Bilamana lama pengembalian pinjaman lebih dari
perjanjian barang gadai dilelang kepada masyarakat akad, barang gadai nasabah dijual kepada
masyarakat
Sewa modal dihitung dengan: Prosentase x uang Jasa simpanan dihitung dengan: konstanta x taksiran
pinjaman (UP)
Maksimal jangka waktu 4 bulan Maksimal jangka waktu 3 bulan
Uang Kelebihan (UK)= hasil lelang- (uang pinjaman Uang kelebihan (UK) = hasil penjualan - (uang
+ sewa modal + biaya lelang) pinjaman + jasa penitipan + biaya penjualan)
Bila dalam satu tahun uang kelebihan tidak diambil, Bila dalam satu tahun uang kelebihan tidak diambil,
uang kelebihan tersebut menjadi milik pegadaian diserahkan kepada Lembaga ZIS

17 | P a g e
1 hari dihitung 15 hari 1hari dihitung 5 hari
Mengenakan bunga (sewa modal) terhadap nasabah Tidak mengenakan bunga pada nasabah yang
uang memperoleh pinjaman mendapatkan pinjaman
Istilah- istilah yang digunakan: Istilah- istilah yang digunakan:
Gadai Rahn
Pegadaian Murtahin
Nasabah Rahin
Barang Pinjaman Marhun
Pinjaman Marhun Bih

Perbedaan Pegadaian dengan Bank


Pegadaian Bank
Prosedur pemberian dana mudah dan cepat dan tidak Prosedur sulit dan lama
berbelit-belit
Untuk masyarakat yang meminjam dana kecil karena Hanya peminjam besar dan terpercaya
pegadaian merambah ke kalangan masyarakat atas
Dengan jaminan barang sehari- hari seperti emas dan Barang jaminan bernilai tinggi karena pinjaman
barang elektronik lainya dalam jumlah besar
Bunga rendah dan sesuai dengan kesepakatan Bunga pasar dan berfluktuasi
Bila tidak bisa dibayar, barang yang digadaikan akan Bila tidak membayar didatangi debt collector,
disita untuk dilelang sebelum diusut ke pengadilan

2.1.7 Manfaat Perum Pegadaian

Bagi nasabah
Manfaat utama yang diperoleh oleh nasabah adalah ketersediaan dana dengan prosedur yang
relative sederhana dan dalam waktu yang lebih cepat terutama apabila dibandingkan dengan kredit
perbankan. Disamping itu, mengingat jasa yang ditawarkan oleh perum pegadaian tidak hanya jasa
ditawarkan oleh perum pegadaian tidak hanya jasa pegadaian, maka nasabah juga dapat memperoleh
manfaat antara lain:
1. Penaksiran Nilai suatu barang dari pihak atau institusi yang telah berpengalaman dan dapat
dipercaya.
2. pendapatan yang bersumber dari sewa modal yang dibayarkan oleh peminjam dana.
3. pendapatan yang bersumber dari ongkos yang dibayarkan oleh nasabah yang memperoleh jasa
tertentu dari perum pegadaian.
4. pelaksanaan misi PERUM PEGADAIAN sebagai suatu BUMN yang bergerak dalam bidang
pembiyayaan berupa pemberian bantuan kepada masyarakat yang memerlukan dana dengan
prosedur dan cara yang relative sederhana.

18 | P a g e
Bagi Perusahaan Pegadaian
Manfaat yang diharapkan Perum Pegadaian sesuai jasa yang diberikan kepada nasabahnya adalah:
a. Penghasilan yang bersumber dari sewa modal yang dibayarkan oleh peminjam dana;
b. Penghasilan yang bersumber dari ongkos yang dibayarkan oleh nasabah memperoleh jasa
tertentu dari Perum Pegadaian;

2.1.8 Tujuan Usaha Pegadaian


1. Membantu orang- orang yang membutuhkan pinjaman dengan syarat mudah
2. Untuk masyarakat yang ingin mengetahui barang yang dimilikinya, pegadaian memberikan jasa
taksiran untuk mengetahui nilai barang
3. Menyediakan jasa pada masyarakat yang ingin menyimpan barangnya
4. Memberikan kredit kepada masyarakat yang mempunyai penghasilan tetap seperti karyawan
5. Menunjang pelaksana kebijakan dan program pemerintah dibinang ekonomi dan pembangunan
nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hokum gadai
6. Mencega praktik ijon, pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainya
7. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama golongan menengah kebawa melalui
penyediaan dana atas dasar hokum gadai, dan jasa dibidang keuangan lainya berdasarkan
ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku
8. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai kepada
masyarakat
9. Di samping penyaluran kredit, maupun usaha- usaha lainya yang bermanfaat terutama bagi
pemerintah dan masyarakat
10. Membina pola pengkreditan supaya benar- benar terarah dan bermanfaat, terutama mengenai
kredit yang bersifat produktif dan bila perlu memperluas daerah operasionalnya.

2.1.9 Struktur organisasi

19 | P a g e
2.2.0 Dewan Komisaris dan Pimpinan Kantor Wilayah
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : SK-157/MBU/2012 tanggal 30
Maret 2012, Keputusan MenteriNegara BUMN Nomor: 173/MBU/2012 tanggal 23 April2012, dan
Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: 196/MBU/2013 tanggal 27 Maret 2013 yang
mengukuhkanpemberhentian dengan hormat Sdr. Wiranto sebagai anggotaDewan Komisaris PT
Pegadaian (Persero) dan mengangkat Sdr.Djadmiko sebagai anggota Dewan Komisaris PT
Pegadaian(Persero), maka susunan Dewan Komisaris PT Pegadaian(Persero) adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama : Cecep Sutiawan
Anggota Dewan Komisaris:Ketut Sethyon
Djoko Hendratto
Yopie Hidayat
Djadmiko
Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Negara BUMNNomor: SK-240/MBU/2013 tanggal 7 Mei
2013 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota DewanKomisaris Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Pegadaian,mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Sdr. Ketut Sethyon
sebagai anggota Dewan Komisaris PT Pegadaian (Persero) dan mengangkat Sdr. Purnomo Sinar Hadi
sebagai anggota Dewan Komisaris PT Pegadaian (Persero), sehingga susunan Dewan Komisaris PT
Pegadaian (Persero) adalahsebagai berikut:
Komisaris Utama : Cecep Sutiawan
Anggota Dewan Komisaris: Djoko Hendratto
Yopie Hidayat
Djadmiko
Purnomo Sinar Hadi

Komite-Komite Dewan Komisaris


Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko, dalam
meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas pengawasan, dengan tujuan untuk mencapai efisiensi
waktu dan memanfaatkan keahlian individual anggota Dewan Komisaris. Komite-komite tersebut dapat
bekerja lebih fokus pada fungsi pengawasan terkait audit dan manajemen resiko perusahaan. Dewan
Komisarismenilai Komite-komite tersebut telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan
baik dan efektif. Adapun uraian pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang telah dilaksanakan oleh
komite-komite dibawah Dewan Komisaris yang dimiliki Perseroan, diuraikan sebagai berikut:

1. Komite Audit
Komite audit merupakan komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk membantu
proses pengawasan terutamaterkait dengan pengendalian internal, pelaporan keuangan dan aktvitas
audit. Komite Audit bertindak mandiri baik dalam pelaksanaan tugasnya maupun dalam pelaporan, dan
bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. Berdasarkan Keputusan Dewan Pengawas

20 | P a g e
Perum Pegadaian Nomor: KEP-01/KP/DP/GD/2012 tanggal 20 Pebruari 2012, susunan Komite Audit
terdiri dari:
Ketua : Djoko Hendratto
Anggota : Syahrir Ika
: Andi Wahyu Wibisana
2. Komite Manajemen Risiko
Komite Manajemen Risiko bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji sistem
manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai toleransi risiko yang dapat diambil oleh
perusahaan. Berdasarkan Keputusan Dewan Pengawas Perum Pegadaian Nomor: KEP-
02/KP/DP/GD/2012 tanggal 20 Februari 2012, susunan Komite Manajemen Risiko sebagai berikut:

Ketua : Ketut Sethyon


Anggota : Suhadi Hadiwijoyo
: Tattys Miranti Hedyana

Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris PT Pegadaian (Persero) Nomor: KEP-02/KP/DK/GD/2013


tanggal 7 Mei2013 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Ketua Komite Manajemen Risiko,
susunan Komite ManajemenRisiko sebagai berikut:
Ketua : Purnomo Sinar Hadi
Anggota : Suhadi Hadiwijoyo
: Ketut Sethyon

3. Dewan Pengawas Syariah


Berdasarkan Akta Nomor 5 tanggal 23 Oktober 2013 yang dibuat dihadapan Notaris Nanda
Fauz Iwan, SH.MKn yang telah diterima pemberitahuannya oleh Menteri Hukum dan HAM RI Nomor
AHU-AH.01.10-44780 tanggal 29 Oktober 2013, susunan Dewan Pengawas Syariah sebagai berikut:
Ketua : Muhammad Nahar Nahrawi
Anggota : Muhammad Cholil Nafis

GENERAL MANAGER PT. Pegadaian (Persero) : Syahrul Rully Yusuf

Nama-nama pimpinan KANWIL (Kantor Wilayah) pusat kota-kota besar :

1. Kantor Wilayah I Perum Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Ketut Suhardiono

Alamat: Jl. Pegadaian No. 112 Medan -20151


Telp. (061) - 4567247 Fax. (061) 4566249

21 | P a g e
2. Kantor Wilayah II PT Pegadaian (Persero)
PIMPINAN: Samsudin

Alamat: Jl. Jend. Sudirman No. 167 A-B Pekanbaru


Telp. (0761) - 39195 Fax. (0761)-35227

3. Kantor Wilayah III PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Nurintan Ismauli Marpaung

Alamat: Jl. Merdeka No. 11 Palembang - 30132


Telp. (0711) - 361529 Fax. (0711) 352741

4. Kantor Wilayah IV PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Firman Al Ghazali

Alamat: Jl. Jend. Sudirman No. 38 Stalkuda Balikpapan-761


Telp. (0542) - 762002 Fax. (0542) 764248

5. Kantor Wilayah V PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Benzani S.

Alamat: Jl. Dr. Soetomo No. 199 Kel. Pinaesaan Manado


Telp. (0431) - 869262 Fax. (0431) - 869276,862624

6. Kantor Wilayah VI PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Nuril Islamiyah

Alamat: Komplek Ruko Kumala, Jl. Kumala Raya No.7-9, Tamalate-Makassar


90223
Telp. (0411) - 856613, 856614 Fax. (0411) 856615

7. Kantor Wilayah VII PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Yuslianto

Alamat: Jl. Raya Puputan No. 23 C Renon - Denpasar


Telp.(0361) - 242011,242100,242244 Fax.(0361)-247617

8. Kantor Wilayah VIII PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Ahmad Salim Tofik

Alamat: Jl. Senen Raya No. 36 Jakarta - 10410


Telp. (021) - 3505151, 3505190 Fax. (021)-3454116

9. Kantor Wilayah IX PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Effendi Sinaga

22 | P a g e
Alamat: Jl. Senen Raya No. 36 Jakarta - 10410
Telp. (021) - 3450759 Fax. (021) 34834735

10. Kantor Wilayah X PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Alim Sutiono

Alamat: Jl. Pungkur No. 125 Bandung - 40252


Telp. (022) - 4262280, 4230737 Fax. (022) 4205974

11. Kantor Wilayah XI PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Endah Susiani

Alamat: Jl. Ki Mangunsarkoro No. 7 Semarang-50241


Telp. (024) - 8415896, 8415897 Fax. (024) 831645

12. Kantor Wilayah XII PT Pegadaian (Persero)


PIMPINAN: Agus Priyambodo

Alamat: Jl. Dinoyo No.79 Surabaya -60262


Telp. (031) - 5665214, 5675294 Fax. (031) - 5665213

2.2.1 Sistem Penggajian di Perum Pegadaian

Membedakan Karyawannya menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Pegawai Tetap Tenaga kerja yang diterima untuk waktu tidak tertentu, baik melalui masa
percobaan maupun tidak. Pembayaran gaji pada pegawai tetap, dilakukan sendiri oleh Kepala
Cabang. Besarnya gaji disesuaikan dengan tingkat golongannya dan mendapat tunjangan yang
disesuaikan dengan tingkat golongannya.
2. Pegawai Tidak Tetap Tenaga kerja yang dipekerjakan berdasarkan kontrak kerja. Untuk
pegawai tidak tetap biasanya menggunakan sistem kontrak, gaji dihitung harian tetapi
dibayarkan bulanan.

Dalam pembayaran para karyawannya, Perum Pegadaian menggunakan cara :

1. Gaji Harian Gaji yang diberikan kepada karyawan perwakilan atau harian, khususnya untuk
tenaga kerja perwakilan ini merupakan kebijaksanaan dan tanggung jawab Kantor Cabang
dalam perekrutannya.
2. Gaji Bulanan Gaji yang diberikan pada setiap karyawan tetap atau kontrak yang merupakan
bentuk ikatan kerja antara karyawan dengan pihak perusahaan.

Selain mendapatkan gaji pokok setiap bulan, karyawan tetap dalam perusahaan mendapatkan juga
tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan jabatan, tunjangan fungsional dan tunjangan sewa.

23 | P a g e
Prosedur-prosedur lain yang terkait langsung dengan prosedur akuntansi penggajian pegawai pada
Kantor Cabang Perum Pegadaian adalah :

1. Prosedur pemberian kredit kepada pegawai


2. Prosedur pembayaran pajak bulanan
3. Prosedur pembayaran pinjaman pengobatan
4. Prosedur perhitungan dan pembayaran PPh pasal 21 tahunan seta penyampaian SPT
5. Prosedur pembayaran gaji pegawai dan tunjangan
6. Prosedur penerimaan angsuran piutang pegawai

24 | P a g e
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Gadai adalah hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang
bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang
mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai utang. Perusahaan Umum
Pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk
melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke
masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata
Pasal 1150 di atas . Tugas Pokoknya adalah memberi pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum
gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung
memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. Hal ini didasari pada fakta yang terjadi di
lapangan bahwa terdapat lembaga keuangan yang seperti lintah darat dan pengijon yang dengan
melambungkan tingkat suku bunga setinggi-tingginya.Kegiatan usaha Perum Pegadaian dipimpin
sebuah dewan direksi yang terdiri dari seorang direktur utama dan beberapa direktur.

3.2 Kritik

Gadai memiliki sifat sebagai hak kebendaan yang bersifat menjamin. Hak dan kewajiban
pemegang dan pemberi hak kebendaan (gadai) sebagai jaminan kredit adalah pemegang gadai
mempunyai hak atas barang gadai serta memiliki hak kebendaan. Karena gadai merupakan hak
kebendaan yaitu hak sepenuhnya atas benda tersebut. Kreditur mempunyai kewajiban bertanggung
jawab atas barang gadai, jika terjadi sesuatu (dicuri atau hilang) maka pemegang gadai wajib
mengganti barang tersebut. Juga wajib memberitahukan kepada debitur (pemberi gadai) apabila
mengadakan lelang terhadap benda jaminan pemberi gadai itu sendiri. Sebab pemberi gadai (debitur)
mempunyai beberapa hak yang harus dipenuhi oleh pemegang gadai yaitu berhak mendapatkan
pelayanan yang lebih baik, berhak menuntut atas hilangnya barang gadai dan kemerosotan kualitas atau
nilai barang juga berhak tahu apabila barang yang dijaminkan oleh pemberi gadaiakan dilelang. Serta
atas hak tersebut pemberi gadai mempunyai kewajiban memenuhi segala bentuk isi dari perjanjian
kredit.

3.3 Saran

Agar perum pegadian lebih berinovasi dan mengahsilakan produk produk baru lainnya dan
meningkatkan nasabahnya serta memperbaiki ataupun menambah fasilitas yang ada

25 | P a g e
DAFTAR PUSAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Pegadaian_(perusahaan)

www.pegadaian.co.id

http://prosespegadaian.blogspot.com/2012/06/pegadaian-pengetian-perum-pegadaian.html

https://priambodo666.wordpress.com/2011/04/30/pegadaian/

http://prosespegadaian.blogspot.com/2012/06/pegadaian-pengetian-perum-pegadaian.html

https://ardian07.wordpress.com/2010/01/04/pegadaian/

http://pubon.blogspot.com/2013/02/pengertian-usaha-gadai.html

http://nanangbudianas.blogspot.com/2013/02/pengertian-dan-jenis-jenis-pegadaian_9.html

http://usvvah.faa.im/pegadaian.xhtml

http://nadiranasyiffa.blogspot.com/2011/11/pegadaian-konvensional-dan-pegadaian.html

https://www.scribd.com/doc/17614549/Pegadaian-Konvensional

http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/26431?show=full

26 | P a g e