Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Critical Book Report adalah tugas kajian pustaka terkait pemecahan masalah
atau pengkajian yang mendalaman tentang konsep dan prinsip ilmu yang
dipelajari yang berisi deskripsi, analisis, bandingan, sintesis tentang isi buku,
mengungkap kelebihan dan kelemahan, kesimpulan dan critical position
mahasiswa, yang dapat terdiri dari 1 (satu) bab buku teks atau 1 (satu) buku teks
secara keseluruhan, atau berbagai referensi buku yang digunakan sebagai sumber
belajar pada mata kuliah tertentu.
Meskipun kedua buku ini membahas topik yang sama, tetapi kita akan
melihat dari berbagai segi pada ketiga buku tersebut. Perbedaan yang ada adalah
wajar, karena pemikiran ataupun tujuan utama penulis pasti akan berbeda.

1.2 Permasalahan
1. Apakah isi materi cukup bermanfaat bagi mahasiswa sebagai salah satu
sumber belajar.
2. Apakah metode yang digunakan pengarang sesuai derngan kondisi dan
lingkungan yang sedang kita hadapi.
3. Apakah isi materi sama dengan isi materi pada buku lain yang sejenis.

1.3 Tujuan
1. Mengulas materi dengan cara membandingkan ketiga isi buku.
2. Mencari dan mengetahui informasi mengenai topik tersebut yang
terkandng dalam ketiga isi buku tersebut.
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan
pada buku.
4. Membandingkan isi buku pada keadaan nyata dan lingkungan sekitar.

1
BAB II

IDENTITAS BUKU

BUKU I
1. Judul buku : Filsafat Pendidikan
2. Pengarang : Drs.Edward Purba,M.Si.
Prof.Dr.Yusnadi,MS.
3. Penerbit : Unimed Press
4. Tahun Terbit : 2017
5. Kota Terbit : Medan
6. Tebal Buku : 180 halaman

BUKU II
1. Judul buku : Filsafat Ilmu Pendidikan
2. Pengarang : Drs.Redja Mudyahardjo
3. Penerbit : PT Remaja Rosdakarya
4. Tahun Terbit : 2004
5. Kota Terbit : Bandung
6. Tebal Buku : 246 Halaman
7. ISBN : 979-692-027-1

BUKU III
1. Judul buku : Filsafat Pendidikan ( Manusia,Fildafat,dan
Pendidikan)
2. Pengarang : Prof. Dr. Jalaluddin
3. Penerbit : PT RajaGrafindo Persada
4. Tahun Terbit : 2014
5. Kota Terbit : Jakarta
6. Tebal Buku : 244 Halaman
7. ISBN : 978-979-769-372-5

2
BAB III
ISI RINGKASAN BUKU

BUKU I ( FILSAFAT PENDIDIKAN ).

BAB I PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Secara Etimologi,Filsafat berasal dari bahasa Yunani,yakni Philosophia (


philien,philae,phylos=cinta dan sophia artinnya kebijaksanaan jad secara
etimologis filsafat adalah cinta kebijaksanaan

1) Plato:pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang


asli.

2) Aristoteles:ilmu yang meliputi kebenaran


3) Al faribi:ilmu pengetahuan tentang alam
4) Rena descartes:kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan,alam,dan
manusia menjadi pokok penyelidikan
5) Immanuel kant:ilmu yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan
6) Langeveld:berfikir tentang masalah-masalah yang akhir dan yang
menentukan,yaitu masalah-masalah yang mengenai makna
keadaan,Tuhan,keabadian,dan kebebasan
Pengertian FILSAFAT PENDIDIKAN = Suatu proses,dimana pendidikan
merupakan usaha sadar dan penuh tanggung jawab dari orang dewasa dalam
membimbing,memimpin,dan mengarahkan peserta didik dengan problema atau
persoalan dan pertanyaan yang timbul dalam pelaksanaannya.

BAB II FILSAFAT PENDIDIKAN

A.Filsafat Pendidikan sebagai sistem

Filsafat pendidikan sebagai sistem mencakup sekurang-kurangnya tiga cabang


utama dari filsafat,yakni Ontologi(mempelajari tatanan dan strukter kenyataan
dalam arti yang luas),Epistemologi(menyelidiki secara kritis

3
hakikat,landasan,batas-batas dan patokan kesahihan pengetahuan),Aksiologi(nilai
guna atau pun manfaat/fungsi)

B.Substansi Filsafat Pendidikan

Berarti bahwa kedudukan filsafat pendidikan dalam jajaran ilmu pendidikan


adalah bagian dari fundasi-fundasi pendidikan.Tujuan pendidikan semakin
dipertegas dan diperjelas substansi dan arahnya yakni menjadikan manusia yang
cerdas,berbudi luhur,berakhlak mulia dsb.

C.Hubungan filsafat dengan Filsafat pendidikan

Filsafat merupakan pandangan hidup dari berbagai aspek kehidupan,termasuk


pendidikan.Pendidikan berfungsi menanamkan dan mewariskan sistem-sistem
norma berdasarkan filsafat yang dijunjungnya.Untuk menjamin agar pelaksanaan
pendidikan efektif,maka dibutuhkan lah FILSAFAT,yaitu FILSAFAT
PENDIDIKAN.

BAB III ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Filsafat Pendidikan Idealisme=Kenyataan tersusun atas gagasan-


gagasan(ide-ide) atau spirit.Inti yang penting dari aliran ini adalah manusia
menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dibandingkan
dengan materi kehidupan manusia,roh itu pada dasarnya dianggap suatu
hakikat sebenarnya.
Filsafat Pendidikan Realisme=Percaya bahwa dengan sesuatu atau lain
cara,ada hal-hal yang adanya terdapat di dalam dan tentang dirinya
sendiri,dan yang hakekatnya tidak terpengaruh oleh seseorang
Filsafat Pendidikan Materialisme=Berisi tentang ajaran kebendaan,dimana
benda merupakan sumber segalanya,sedangkan yang dikatakan
materialistis mementingkan kebendaan menurut menurut materialisme
Filsafat Pendidikan Pragmatisme=makna dari segala sesuatu tergantung
dari hubungannya dengan apa yang dapat dilakukan
Filsafat Pendidikan Eksistensialisme=filsafat ini memfokuskan pada
pengalaman-pengalaman individu

4
Filsafat Pendidikan Progresivisme=kehidupan manusia terus menerus
berkembang dalam suatu arah yang positif
Filsafat Pendidikan Perenialisme=menekankan perubahan dan sesuatu
yang baru
Filsafat Pendidikan Esensialisme=peserta didik dipandang sebagai
manusia yang memiliki kemampuan yang dapat berkembang dengan baik
apabila dilibatkan secara aktif dan dengan penuh semangat dan motivasi
dalam aktivitas pembelajaran
Filsafat pendidikan Rekonstruksionisme=kelanjutan yang logis dari cara
berfikir progresifisme dalam pendidikan
BAB IV FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA

1.Pandangan Filsafat Pancasila Tentang Manusia=pandangannya yaitu bahwa


manusia adalah makhluk tertinggi ciptaan Tuhan yang dianugerahi kemampuan
atau potensi untuk tumbuh dan berkembang.

2.Pandangan Filsafat Pancasila Tentang Masyarakat=bahwasanya hakekat


masyarakat sebagai warga negara menuju masyarakat madani yang
aman,damai,sejahtera,terbuka,toleran,adil dan makmur.

3.Pandangan Filsafat Pancasila Tentang Pendidikan=Bahwa sekolah merupakan


sarana mengembangkan potensi,memiliki kekuatan religi,pengendalian
diri,kepribadian,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan.

4.Pandangan Filsafat Pendidikan Tentang Nilai=pancasila menjadi kerangka


kognitif dalam identifikasi diri sebagai bangsa,landasan,arah,dan etos serta moral.

BAB V HAKEKAT ILMU PENDIDIKAN

Hakekat ilmu pendidikan:


Hakekat pendidikan=merupakan pemberdayaan sumber daya manusia dalam
bidang pendidikan,dimana diberi kebebasan kepada seseorang untuk
mengembangkan diri sesuai dengan potensinya masing2.

Tujuan pendidikan=mengembangkan kemampuan nalar atau kognitif,afektif


serta psikomotorik.

5
Pilar pendidikan=belajar

Aliran-aliran Pendidikan=nativisme,naturalisme,empirisme,konvergensi

Lingkungan Pendidikan=lingkungan keluarga,lingkungan sekolah,lingkungan


masyarakat

Pendidikan Karakter
Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan,akhlak atau budi pekerti yang
membedakan seseorang dari yang lain;tabiat;watak.

Pendidikan karakter yaitu pendidikan serta proses dimana kita dibentuk menjadi
pribadi yang baik atau menjadi manusia pancasila dalam menjalani kehidupan.

Hakekat Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai
polah,nafsu,akal,pikiran,ulah dan tingkah laku yang membedakannya dengan
makhluk lain

Hakekat Masyarakat
Hakekat Peserta didik
Hakekat Guru atau Pendidik
Hakekat Pembelajaran
Landasan-landasan Pendidikan=Landasan Agama,Landasan
Filsafat,Landasan Sosiologi,Landasan Hukum,Landasan Moral
Asas-Asal Pendidikan=Asas Pendidikan sepanjang Hayat(Life Long
Education),Asas Kasih Sayang,Asas Demokrasi,Asas Keterbukaan dan
Transparansi,Asas Tanggung Jawab,Asas Kualitas,Panca Darma Taman
Siswa serta Dasar-Dasar Pendidikan Mohammad Sjafei.

6
BUKU II ( FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN )
BAB I PENGERTIAN DAN OBJEK FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN

Filsafat Pendidikan merupakan Filsafat Khusus atau Filsafat


Terapan,dimana terdapat objek kenyataan salah satu aspek kehidupan manusia
yang penting (misal:hukum,sejarah,seni,ilmu,pendidikan,dsb.)

Cabang-cabang Filsafat Khusus :Filsafat Hukum,Filsafat Sejarah,Filsafat


Seni,Filsafat Moral,Filsafat Sosial,Filsafat Olahraga,Filsafat Religi,Filsafat
Logika,Filsafat Ilmu,Filsafat Pendidikan.

Objek Filsafat Ilmu Pendidikan:

Ontologi (hakikat substansi dan pola)


Epistemologi (objek formal dan material)
Metodologi (cara-cara kerja/penyusunan)
Aksiologi (nilai kegunaan)

BAB II PENGERTIAN ILMU PENDIDIKAN

Ditinjau dari substansi atau isinya,Ilmu Pendidikan merupakan sebuah


sistem pengetahuan tentang Pendidikan yang diperoleh melalui riset yang
disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan.Keseluruhan konsep yang
menjadi isi sebuah ilmu ditata secara sistematis menjadi satu kesatuan yang
disebut skema konseptual.

Bentuk isi Ilmu Pendidikan ada 3,yaitu :

1.generalisasi-generalisasi

2.hukum-hukum/prinsip-prinsip

3.teori-teori

Generalisasi:kesimpulan umum yang ditarik berdasarkan hal-hal khusus

7
Hukum/prinsip:Hukum Akibat,Hukum Latihan,Hukum Kesiapan
Teori:Teori Induk,Teori Formal,Teori Substantif
Konsep-konsep yang terkandung dalam Ilmu Pendidikan tersusun dalam
sebuah struktur organisasi konsep yang hierarkis,didasarkan pada klasifikasi dan
definisi.Senuah konsep pendidikan dikatakan baik apabila konsep tersebut
bermakna signifikan.

BAB III OBJEK FORMAL ILMU PENDIDIKAN

Objek formal merupakan bidang yang menjadi garapan langsung riset


pendidikan. Objek formal Ilmu Pendidikan adalah pendidikan,yang dapat
diartikan secara maha luas,sempit,dan luas terbatas.

Dalam pengertian maha luas,pendidikan sama dengan hidup,segala situasi


dalam hidup yang mempengaruhi pertumbuhan seseorang disebut
pendidikan.Oleh sebab itu pendidikan dapat didefinisikan sebagai
keseluruhan pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidupnya,tidak
ada batas waktu dan tempat.
Dalam pengertian sempit,pendidikan adalah sekolah atau
persekolahan.Pengaruh yang diupayakan dan direkayasa sekolah terhadap
anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mereka mempunyai
kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-
hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.
Dalam pengertian luas terbatas,pendidikan adalah usaha sadar dari
keluarga,masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan
bimbingan,pengajaran,dan/atau latihan yang berlangsung seumur
hidup,baik di sekolah maupun di luar sekolah

BAB IV OBJEK MATERIAL ILMU PENDIDIKAN

Objek Material adalah aspek-aspek atau hal-hal yang menjadi garapan


langsung riset pendidikan.Objek material yang dimaksud disini yaitu berupa
situasi pendidikan yang mencakup unsur-unsur :tujuan pendidikan,peserta
didik,pendidik,hubungan pendidikan,alat pendidikan,dan lingkungan pendidikan.

8
BAB V METODOLOGI ILMU PADA UMUMNYA SEBELUM ABAD 19

Metode-metode riset pada umumnya dan pendidikan pada khususnya


seperti yang kita kenal dewasa ini,merupakan hasil kumulatif dari perkembangan
riset dari dulu hingga sekarang.Masalah dasar yang dihadapi metode riset sejak
dulu hingga sekarang berkaitan erat dengan penggunaan metode induksi dan
metode deduksi dalam menyusun batang tubuh ilmu.

Aristoteles sebagai bapak ilmu menganggap riset sebagai suatu gerak maju
dan kegiatan observasi menuju pada penyusunan prinsip-prinsip umum yang
bersifat menerangkan dan kembali kepada OBSERVASI.Metode ini disebut juga
metode Induksi-Deduksi. Tahap induksi=penjumlahan atau perhitungan sederhana
deduksi=silogisme kategoris

BAB VI METODOLOGI ILMU PADA UMUMNYA:ABAD 19 DAN 20

Filsafat Ilmu John Stuart Mill (1806-1873) merupakan contoh


induktivisme,yaitu sebuah pandangan yang menekankan pentingnya penalaran
induktif bagi ilmu.Dalam hubungannya dengan pola penemuan,posisi penganut
induktivisme berada dalam garis pandangan bahwa penyelidikan ilmiah adalah
generalisasi induktif dari hasil-hasil observasi dan eksperimen.Dalam
hubungannya dengan pola pembenaran,posisi penganut induktivisme berada
dalam garis pandangan bahwa sebuah hukum atau teori dinyatakan benar hanya
jika evidensi sesuai dalam mendukung skema induktif

BAB VII METODOLOGI ILMU PENDIDIKAN: RISET KUALITATIF

Riset kualitatif merupakan sekumpulan metode-metode pemecahan


masalah yang terencana dan cermat dengan desain yang cukup
longgar,pengumpulan data lunak,dan tertuju pada penyusunan teori yang
disimpulkan melalui induktif langsung.Desain riset kualitatif bersifat
berkembang(evolving),lentur(flevible),dan umum (general ).

BAB VIII METODOLOGI ILMU PENDIDIKAN: RISET KUANTITATIF

9
Riset kuantitatif merupakan metode pemecahan masalah yang terencana
dan cermat,dengan desain yang terstruktur ketat,pengumpulan data secara
sistematis terkontrol,dan tertuju pada penyusunan teori yang disimpulkan secara
induktif dalam kerangka pembuktian hipotesis secara empiris (Hypothetico
Deductive Observational Produre).

BAB IX AKSIOLOGI ILMU PENDIDIKAN:NILAI KEGUNAAN TEORETIS

Hasil ilmu pendidikan adalah konsep-konsep ilmiah tentang aspek-aspek


dan dimensi-dimensi pendidikan sebagai salah satu gejala kehidupan manusia
yang berguna untuk meningkatkan pemahaman kita tentang berbagai aspek dan
dimensi pendidikan.Secara potensial hal ini dapat mengembangkan konsep-
konsep ilmiah pendidikan,baik dalam arti meningkatkan mutu(validitas dan
signifikan) konsep-konsep ilmiah pendidikan yang telah ada,maupun menciptakan
atau melahirkan konsep-konsep baru secara langsung atau tidak langsung.Selain
itu juga dapat membantu meningkatkan wawasan dan keyakinan diri kita,baik
sebagai ahli pendidikan atau teoretikus pendidikan maupun sebagai praktisi
pendidikan (pendidik dan pengelola pendidikan).

BAB X AKSIOLOGI ILMU PENDIDIKAN:NILAI KEGUNAAN PRAKTIS

Pemahaman tenaga kependidikan turut serta dalam menumbuhkan rasa


kepercayaan diri dalam melakukan tugas-tugas profesionalnya.Penguasaan yang
mantap terhadap konsep-konsep ilmiah pendidikan memberikan pencerahan
tentang bagaimana tentang tugas-tugas kependidikan profesional. Penguasaan
terhadap prinsip-prinsip pendidikan dapat meningkatkan kemampuan
pendidik/pengelola pendidikan dalam melaksanakan praktek kegiatan
pendidikan/pengelolaan pendidikan.

10
BUKU III FILSAFAT PENDIDIKAN ( Manusia, Filsafat, dan Pendidikan )

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN

Pada Bab I menjelaskan beberapa pengertian filsafat dari para ahli yaitu
kata filsaft berasal dari bahasa yunani yaitu philosophia yang berarti cinta
pengetahuan. Terdiri dari dua kata yaitu philos yang beraryi cinta,senang dan
suka, serta kata sophia beraryi pengetahuan, hikmah dan kebijaksanaan dengan
demikian filsafat adalah cinta kebenaran. Dalam pengertian yang lebih luas,
Harold Titus mengemukakan pengertian filsafat sebagai berikut :

1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan


dan alam yang biasannya diterima secara kritis.
2. Filsafat ialah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan
dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.
3. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.
4. Filsafat ia;ah analisis logis dan bahasan dan penjelasan tentang arti
konsep.
5. Filsafat ialah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapat
perhatian manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat.
BAB II LATAR BELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT PENDIDIKAN
Pada bab II ini dijelaskan bagaimana awal dari petkembangan munculnya
Filsafat dan pada bab ini dijelaskan bebrapa konsep yang digunakan dari
pemikiran-pemikiran filsafat spritualisme kuno dimna pada bab ini juga dijelaskan
bahwa filsafat berkembang sesuai perkembangan zaman dari zaman Timur Jauh
yaitu Hindu, Budha, Taoisme, Shinto. Timur Tengah yaitu Yahudi, kristen dan
bagaimana reaksi terhadap spritualisme pada zaman yunani pada bab ini juga
dijelaskan bagaimana pemikran-pemikiran filsafat menurut para ahli yaitu Plato,
Socrates dan Aristoteles

BAB III ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MODERN DITINJAU DARI


ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI.
Pada bab ini diungkapkan tentang aliran-aliran filsafat modern
ditinjau dari persefektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dan pada bab ini

11
dijelaskan juga bagaimana pandangan-pandangan aliran filsafta dilihat dari segi
aliran progressivisme, yaitu asas belajar dan pandangan kurikulum progressivisme
, pandangan progressive tentang budaya yang kedua aliran esensialisme mengenai
pandangan ontologi esensialisme, pandangan epistemologime esensialisme,
pandangan akisologis esensialisme, pandangan esensialisme mengenai
belajar,pandangan esensialisme mengenai kurikulum dan yang ketiga yaitu
mengenai aliran perenialisme sedangkan alira yang keempat yaitu aliran
rekonstruksisme.
BAB IV HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA DAN PENDIDIKAN
Pada bab ini dijelaskan bagaimana hubungan antar filsafat, manusia
dan pendidikan dan pada bagian ini juga dijelaskan beberapa teori kebenaran
menurut pandangan filsafat dalam bidang ontologi, epistemologi, dan aksiologi,
pandangan filsafat tentang hakikat manusia dan bagiaman pandangan ilmu
pengetahuan tenatng manusia, bagaimana nilai-nilai pendidikan dan tujuan
pendidikan dan pada bab ini juga bagaimana sistem pendidikan menurut
pandangan filsafat.

BAB V FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA


Pada bab ini dijelaskan bahwa ajaran filsafat yang komperensif
telah menduduki status tinggi dalam kebudayaan manusia, yakni sebagai ideologi
bangsa dan negara dan pancasila dikatakan sebagai filsafat hidup bangsa sesuai
dengan ketepan MPR Nomo 11/MPR/1978,bahwa pancasila adalah jiwa dan
seluruh rakyat indonesia, kepribafian bangsa indonesia, pandangan bangsa
indonesia dan dasra negara.

BAB VI FILSAFAT PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA


MANUSIA
Pada bab ini diktakan bahwa filsafat pendidikan dan kepribadian
sangat ketergantungan dilihat dari sudut pandang individu, bahwa oendidikan
merupakna usaha untuk membimbing dan menghubungkan potensi individu ,
sementara dilihat dari sudut pandang kemasyarakatan bahwa pendidikan adalah

12
usaha pewarisan nilai-nilai budaya dari generasi tua kepada generasi muda, agar
nilai-nilai budaya tesebut tetap terpelihara.

BAB VII PENDIDIKAN NASIONAL DAN PEMBINAAN KARAKTER


Pada bab ini dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinnya untuk memiliki
kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak
mulia serta ketrampilan diperlukan dirinnya, masyarakat, bangsa dan negara
sebagaiman tercantum dalam UU Nomor 23 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional. Pada bab ini dijelaskan dua materi yaitu urgensi
pembentukan karakter dan proses pemebnetukan karakter.

13
BAB IV

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

4.1 Kelebihan isi Buku

BUKU I

Keunggulan dari buku ini adalah bahwa pada buku ini terdiri dari lima bab
dimana setiap bab berisi penyajian materi yang dijelaskan secara rinci, dan setiap
bagian dijelaskan masing-masing secara detail, penjelasan yang disampaikan
lengkap.

BUKU II

Keunggulan dari buku ini adalah bahwa pada buku ini terdiri dari sepuluh
bab lebih banyak dari kedua buku pembanding dan pada buku ini penyampaian
materi juga jelas, rinci dan setiap bab berisi penjelasan materi yang luas dan
banyak menggunakan kasus yang kita hadapi dikalangan masyarakat sehingga
cara berpikir kita dilatih untuk berpikir kritis.

BUKU III

Keunggulan dari buku ini adalah bahwa pada buku ini terdiri dari tujuh
bab dimana buku ini juga bagus karena setiap bab yang diberikan
berkesinambungan dan penjelasannnya juga lengkap dan rinci dapat dilihat
buktinnya dari bagian perkembangan filsafat dibab ini juga dijelaskan bagaiman
awal perkembangan pada zaman yunani kuno sampai pada zaman sekarang dan
bagaimana awal pemikiran para ahli filsafat sehingga buku ini juga menarik untuk
dibaca karena pada wawasan yang kita bertambah.

14
4.2 Kelemahan isi buku

BUKU I

Setiap dalam penulisan isi buku tentu mempunyai kelebihan dan


kekurangan. Buku yang direvisi penulis ini, telah menilainnya secara subjektif
buku tersebut masih banyak terdapat kekeliruan dalam penulisannya.

BUKU II

Pada buku ini memang lebih sedikit kekurangan dibandingkan dari kedua
buku hanya saja pada buku ini ada materi tentang phenomenologik dimana tujuan
dan pengaruh brabagi pandangannya terhadap sekitar tidak dijelaskan.

BUKU III

Pada buku ini penyampaian kasus atau bagaimana pengaplikasiannya tidak


dijelaskan pada bagian ini.

15
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Suatu buku akan selalu memiliki kekurangan dan kelebihan terhadap buku
lain meskipun membahas hal yang sama. Buku II adalah buku yang lebih mudah
say pahami karena selain dari isi materi lebih banyak terdapat juga bebrapa
aplikasi digunakan pada buku ini sehingga kita lebih paham membaca buku ini.

5.2 Saran

Sebaiknya pada buku-buku yang digunakan harus ada revisi-revisi baru


setiap tahunnya dan sebaiknya kita harus banyak membaca bukan hanya satu
sumber refrensi saja tapi harus lebih dari satu karena bebrapa hal yang dapat kita
revisi kembali setelah kita memnaca lebih ari satu sumber.

16
DAFTAR PUSTAKA

Purba, Edward. (2017 ). Filsafat Pendidikan. Medan : Unimed Press

Jalaluddin, H. Dan Abdullah Idi. (1997). Filsafat Pendidikan. Manusia, filsafat


dan pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Mudyahardjo, R. (2004). Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung :


Remaja Rosdakarya.

17