Anda di halaman 1dari 17

PAPER

PERENCANAAN (1)
Paper ini bertujuan untuk memenuhi tugas dalam perkuliahan Manajemen

Pengampu: Dr. Made Subudi, SE., M.Si

Disusun Oleh

Nama Kelompok VII

Ida Ayu Bintang Gesaputri (1506305128)

Wayan Dea Dharmala (1506305148)

P Sigit Wahyudhi (1506305151)

Ika Maherliana (1506305158)

I Made Wahyu Purnama Diatmika (1506305160)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
BALI
2016

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga paper
mengenai Perencanaan (1) ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga
mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga paper ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca. Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
paper agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih


banyak kekurangan dalam paper ini. Oleh karena itu, kam sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan paper ini.

Denpasar, 4 Maret 2016

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

JUDUL .................................................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ...................................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ................................................................................................................ 2
1.3. Tujuan .................................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAAN .................................................................................................................... 3
2.1. Pengertian Perencanaan ....................................................................................................... 3
2.2. Alasan - Alasan Perlunya Perencanaan di dalam Organisasi ........................................... 4
2.3. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi Fungsi Manajemen Lainnya......................... 4
2.3.1. Pengorganisasian dan Penyusunan Personalia ........................................................... 4
2.3.2. Pengarahan .................................................................................................................... 4
2.3.3. Pengawasan .................................................................................................................... 5
2.4. Tahap Tahap Perencanaan ............................................................................................... 5
2.4.1. Langkah 1 : Analisis Situasional .................................................................................. 5
2.4.2. Langkah 2 : Tujuan dan Rencana Alternatif ............................................................... 5
2.4.3. Langkah 3 : Evaluasi Tujuan dan Rencana ................................................................. 6
2.4.4. Langkah 4 : Pemilihan Tujuan dan Rencana .............................................................. 7
2.4.5. Langkah 5 : Implementasi ............................................................................................. 7
2.4.6. Langkah 6 : Pemonitoran dan Pengendalian ............................................................... 7
2.5. Dasar Dasar Pengklasifikasian Perencanaan .................................................................. 8
2.6. Kritik Terhadap Perencanaan ............................................................................................. 9
2.7. Perencanaan Yang Efektif dalam Lingkungan Bisnis ..................................................... 10
BAB III KESIMPULAN..................................................................................................................... 11
3.1. Simpulan .............................................................................................................................. 11
3.2. Saran .................................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 12
LAMPIRAN......................................................................................................................................... 13

iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada dasarnya, dalam melakukan kegiatan sehari-hari manusia tidak terlepas dengan
perencanaan. Tetapi sering tidak disadari bahwa mereka telah melakukan perencanaan. Setiap
orang pasti mempunyai tujuan atau suatu cita-cita dalam hidupnya. Dalam usaha mereka
untuk mencapai suatu tujuannya mereka pasti mempunyai strategi atau perencanaan
bagaimana mewujudkan cita-citanya atau tujuannya tersebut. Perencanaan terjadi di setiap
jenis kegiatan. Seseorang jika ingin bertindak untuk melakukan sesuatu apapun pasti mereka
menyusun suatu perencanaan kegiatan yang akan dilakukan untuk ke depan. Salah satu
contoh planning yang sering kita dengar yaitu kampanye yang disampaikan oleh bupati,
gubernur ataupun presiden itu adalah planning atau sebuah perencanaan yang akan mereka
jalankan ketika mereka terpilih.

Setiap orang perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap kegiatan baik itu
individual maupun dalam berorganisasi, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen
karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya.
Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi setiap individual maupun organisasi
untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena itu perlu
adanya penetapan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses proses
perencanaan.

Perencanaan merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu


keputusan dan tindakan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan di
masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-
fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam
perencanaan. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengAndalkan prosedur
yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi,


membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja
organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena
tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak
akan dapat berjalan.

1
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari paper ini adalah :
1. Apakah pengertian dari perencanaan?
2. Mengapa perencanaan perlu di dalam organisasi?
3. Bagaimana tahap tahap dari perencanaan?
4. Bagaimana hubungan perencanaan dengan fungsi manajemen lainnya?
5. Apa yang menjadi dasar pengklasifikasian dari perencanaan?
6. Apakah ada kritik dari perencanaan manajemen?
7. Bagaimana perencanaan yang efektif di lingkungan bisnis?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan masalah dari paper ini adalah :
1. Mengetahui pengertian dari perencanaan
2. Memahami mengapa perencaaan perlu di dalam organisasi
3. Mengetahui tahap tahap dari perencanaan
4. Mengerti mengenai hubungan perencanaan dengan fungsi manajemen lainnya
5. Memahami yang menjadi dasar pengklasifikasian dari perencanaan
6. Mengetahui kritik tentang perencanaan manajemen
7. Dapat menjelaskan mengenai perencanan yang efektif

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Perencanaan

Ada beberapa pengdapat mengenai difinisi pengertian perencanaan diantaranya :

Abdulrachman (1973) mengatakan, Perencanaan adalah pemikiran rasional


berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai
persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.
Sondang P. Siagian (1994:108) mengatakan, Perencanaan dapat didefinisikan
sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang daripada hal-hal
yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan
yang telah ditentukan
George R. Terry (1975) mengatakan, Perencanaan adalah pemilihan dan
menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang
berkaitan dengan masa mendatang dengan menggambarkan dan merumuskan
kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil
tertentu.
Kusmiadi (1995) mengatakan, Perencanaan adalah proses dasar yang kita gunakan
untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.
Soekartawi (2000) mengatakan, Perencanaan adalah pemilihan alternatif atau
pengalokasian berbagai sumber daya yang tersedia.

Secara garis besar dapat disimpulkan, perencanaan adalah proses yang disengaja dan
sistematis untuk membuat keputusan berkenaan dengan tujuan dan aktivitas di mana individu,
kelompok, unit kerja, atau organisasi akan meraih masa depan. Perencanaan bukanlah
respons informal atau sembarangan terhadap sebuah krisis; perencanaan adalah usaha dengan
tujuan tertentu yang diarahkan dan dikendalikan oleh manajer serta sering menggambarkan
pengetahuan dan pengalaman karyawan di seluruh organisasi. Perencanaan menyediakan
individu dan unit kerja peta yang jelas untuk diikuti di dalam aktivitas masa depan; pada
waktu yang bersamaan peta ini mungkin cukup fleksibel untuk lingkungan individu dan
kondisi yang berubah.

3
2.2. Alasan - Alasan Perlunya Perencanaan di dalam Organisasi
Para perencana tidak akan dapat mengendalikan waktu yang akan datang, tetapi mereka
seharusnya berusaha untuk mengidentifikasian dan menghindarkan kegiatan kegiatan
sekarang dan hasil hasilnya yang dapat diperkirakan akan mempengaruhi waktu yang akan
datang.
Salah satu maksud utama perencanaan adalah melihat bahwa program program dan
penemuan penemuan sekarang dapat diperguakan untuk meningkatkan kemungkinan
pencapaian tujuan tujuan di waktu yang akan datang yaitu meningkatkan keputusan yang
lebih baik
Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan, dan kreatif, agar
manajemen tidak hanya akan bereaksi terhadap lingkungannya, tepati lebih menjadi peserta
aktif dalam dunia usaha.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai :
1. proective benefits yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya
kesalahan dalam pembuatan keputusan.
2. positive benefits dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

2.3. Hubungan Perencanaan Dengan Fungsi Fungsi Manajemen Lainnya


Dalam banyak hal, perencanaan adalah fungsi yang paling mendasar dan meresap ke
seluruh fungsi fungsi manajemen lainnya. Fungsi perencanaan dan fungsi fungsi serta
kegiatan kegiatan manajerial lainnya adalah saling berhubungan, saling tergantung, dan
berinteraksi.
2.3.1. Pengorganisasian dan Penyusunan Personalia

Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumber daya sumber daya
keuangan, fisik, dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukan cara dan perkiraan
bagaimana menggunakan sumber daya - sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas
paling tinggi. Sebagai contoh, penyusunan personalia organisasi tidak akan dapat tersusun
secara efektif tanpa perencanaan personalia.

2.3.2. Pengarahan

Fungsi pengarahan selalu berkaitan erat dengan perencanaan. Perencanaan menentukan


kombinasi yang paling baik dari faktor, kekuatan - kekuatan, sumber daya - sumber daya dan
hubungan - hubungan yang diperlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan. Fungsi
pengarahan meliputi penerapan unsur - unsur tersebut menjadi pengaruh.

4
2.3.3. Pengawasan

Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat, sehingga sering disebut
sebagai kembar siam dalam manajemen. Pengawasan adalah penting sebagai perencanaan
efektif. Bagi manajer hal ini menunjukan apakah rencana yang telah disusun realistik atau
tidak, bila rencana tidak realistik atau praktek manajemen buruk akan menyebabkan rencana
tidak dikerjakan seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, pengawasan bertindak sebagai
kriteria penilaian pelaksanaan terhadap rencana.

2.4. Tahap Tahap Perencanaan


2.4.1. Langkah 1 : Analisis Situasional

Sebagaimana dianjurkan oleh pendukung pendekatan kontigensi, perencanaan dimulai


dengan analisis situasional (situational analysis). Dengan kendala waktu dan sumber daya,
perencanaan sebaiknya mengumpulkan, menginterpretasi dan meringkas semua informasi
yang relevan dengan isu perencanaan dalam pertanyaan. Analisis situasional yang teliti
mempelajari kejadian masa lalu, menguji kondisi sekarang, dan berusaha memprediksi tren
masa datang. Hasil dari langkah ini adalah identifikasi dan diagnosis asumsi perencanaan,
isu-isu, dan permasalahan.

Analisis situasional yang seksama akan menghasilkan informasi tentang keputusan


perencanaan yang akan dibuat. Contoh, jika Anda adalah manajer disebuah perusahaan
majalah yang mempertimbangkan untuk merilis publikasi olahraga untuk pasar remaja,
analisis Anda termasuk beberapa faktor seperti jumlah remaja yang berlangganan majalah,
daya tarik pasar remaja untuk pengiklan, kemampuan perusahaan untuk melayani pasar
secara efektif, kondisi ekonomi saat ini, tingkat ketertarikan remaja terhadap olahraga, dan
majalah olahraga yang telah ada dipasar beserta penjualnya. Analisis yang terperinci seperti
itu akan membantu Anda untuk memutuskan apakah akan meneruskan langkah selanjutnya
untuk merilis majalah.

2.4.2. Langkah 2 : Tujuan dan Rencana Alternatif

Berdasarkan analisis situasional, proses perencanaan seharusnya menghasilkan


beberapa alternatif tujuan yang akan dicapai pada masa depan dan rencana-rencana alternatif
yang digunakan untuk meraih tujuan-tujuan tersebut. Langkah dalam proses ini harus
menekankan kreativitas serta mendorong manajer dan karyawan untuk berpikir luas tentang
pekerjaan mereka. Ketika berbagai alternatif telah dikembangkan, manfaat dari rencana dan

5
tujuan yang berbeda-beda akan dievaluasi. Melanjutkan contoh publikasi majalah, alternatif-
alternatif yang bisa dipertimbangkan antara lain, apakah majalah ditargetkan untuk laki-laki
muda, perempuan muda, atau keduanya, dan apakah majalah tersebut akan dijual secara
online, melalui berlangganan, atau stan berita.

Tujuan (goal) adalah target atau akhir yang ingin diraih manajer. Agar efektif, tujuan
sebaiknya memiliki kualitas tertentu, yang mudah diingat dengan akronim SMART:

Specific (spesifik) adalah ketika tujuan tepat, menggambarkan perilaku dan hasil
tertentu. Karyawan dapat menentukan dengan lebih mudah apakah mereka bekerja
sesuai dengan tujuan.
Measureable (terukur) adalah sebanyak mungkin, setiap tujuan sebaiknya mengukur
hasil yang dinginkan, sehingga tidak ada keraguan apakah sudah tercapai.
Attainable (dapat dicapai, tapi menantang) adalah karyawan perlu mengenali bahwa
mereka dapat mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya, atau yang dapat
mengecilkan hati mereka. Namun mereka juga harus merasa tertantang untuk bekerja
keras dan kreatif.
Relevant (relevan) adalah setiap tujuan harus berkontribusi pada keseluruhan misi
organisasi, konsisten dengan nilai-nilai, termasuk etika standar. Tujuan akan lebih
relevan pada tujuan keseluruhan organisasi apabila konsisten diantara kelompok kerja
Time-Bound (batas waktu) adalah tujuan yang efektif memiliki tanggal target untuk
penyelesaiannya. Selain tahu apa yang dilakukan, karyawan perlu mengetahui kapan
mereka harus mengirimkan hasil.

Rencana (plan) adalah tindakan atau cara yang dapat digunakan manajer untuk mencapai
tujuan. Pada tingkatan minimal, perencanaan sebaiknya menguraikan tindakan-tindakan
alternatif yang dapat mendukung pencapaian tujuan, sumber daya yang dibutuhkan untuk
mencapai tujuan melalui cara tersebut, dan penghambat yang bisa berkembang.

2.4.3. Langkah 3 : Evaluasi Tujuan dan Rencana

Pada langkah selanjutnya, manajer akan mengevaluasi keuntungan, kerugian, dan efek
potensial setiap tujuan serta rencana alternatif. Mereka harus memprioritaskan tujuan-tujuan
tersebut dan bahkan menghilangkan beberapa diantaranya. Manajer juga harus memikirkan
secara hati-hati implikasi rencana alternatif untuk mencapai tujuan berprioritas tinggi. Secara
khusus, mereka akan memberikan perhatian besar pada biaya setiap inisiatif dan keuntungan

6
investasi yang akan dihasilkan. Pada contoh penerbitan majalah sebelumnya, evaluasi
mungkin menunjukkan bahwa penjualan hanya dengan stan majalah tidak cukup untuk
menghasilkan keuntungan saat perilisan. Untuk memutuskan, Anda harus mengestimasi biaya
dan hasil yang diharapkan dari setiap alternatif.

2.4.4. Langkah 4 : Pemilihan Tujuan dan Rencana

Ketika manajer telah mengevaluasi berbagai tujuan dan rencana, mereka akan
memilih satu yang paling tepat dan dan layak. Proses evaluasi akan mengidentifikasi berbagai
prioritas dan trade-off antara tujuan dan rencana. Contoh, apabila rencana Anda adalah
merilis sejumlah publikasi baru, dan Anda berusaha untuk memilih diantaranya, Anda
mungkin menimbang perbedaan persyaratan awal investasi, ukuran setiap pasar, kesesuaian
dengan lini produk yang ada serta citra perusahaan, dan sebagainya. Pandangan yang
berpengalaman selalu memainkan peran yang penting dalam proses ini. Namun,
mengandalkan pandangan bukanlah cara terbaik.

2.4.5. Langkah 5 : Implementasi

Ketika manajer sudah memilih tujuan dan rencana, mereka harus melaksanakan
rencana tersebut untuk mencapai tujuan. Rencana terbaik tidak akan berguna bila tidak
diimplementasikan dengan tepat. Para manajer dan karyawan harus memahami rencana,
memiliki sumber daya untuk mengimplementasikannya, dan termotivasi untuk melaksanakan
hal tersebut.

Akhirnya, kesuksesan implementasi menuntut sebuah rencana yang terhubung dengan


sistem lain di organisasi, khususnya anggaran dan sistem imbalan. Apabila manajer tidak
memiliki anggaran atau sumber daya keuangan untuk melaksanakan rencana, maka rencana
hanya akan menjadi nasib. Pencapaian tujuan juga harus terhubung dengan sistem imbalan
organisasi. Banyak organisasi menggunakan program insentif untuk mendorong karyawan
mencapai tujuan dan melaksanakan rencana dengan baik. Komisi, gaji, promosi, bonus, dan
imbalan lainnya didasarkan pada kesuksesan kinerja.

2.4.6. Langkah 6 : Pemonitoran dan Pengendalian

Meskipun kadang diabaikan, langkah keenam dari perencanaan adalah sangat penting.
Tanpa kedua hal tersebut, Anda tidak akan mengetahui apakah rencana tersebut berhasil atau
tidak. Manajer harus secara berkesinambungan memonitor kinerja aktual unit kerjanya
dibandingkan dengan tujuan dan rencana unit. Mereka juga harus membangun sistem

7
pengendalian untuk mengukur kinerja dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk
mengambil tindakan perbaikan ketika rencana tidak diimplementasikan secara baik dan
terdapat perubahan situasi. Contoh penerbitan majalah, laporan penjualan dengan stan berita
dan langganan adalah untuk mengetahui seberapa baik perilisan majalah tersebut. Apabila
penjualan berlangganan tidak sebaik yang diharapkan, Anda perlu memperbaiki rencana
pemasaran.

2.5. Dasar Dasar Pengklasifikasian Perencanaan


Lima dasar pengklasifikasian rencana-rencana:

1. Bidang fungsional, mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan, dan


personalia. Setiap faktor memerlukan tipe perenanaan yang berbeda. Misalkan,
rencana produksi akan meliputi penrencanaan kebutuhan bahan, scheduling produksi,
jadwal pemilharaan mesin, dsb. Sedang rencana pemasaran berisi target pejualan,
program promosi.
2. Tingakatan organisasional, termasuk keseluruhan organisasi atau satuan-satuan
kerja organisasi. Teknik-teknik dan isi perencanaan berbeda untuk tingkatan yang
berbeda pula. Perencanaan organisasi keseluruhan akan lebih kompleks dari pada
perencanaan suatu satuan kerja organisasi.
3. Karakteristik-karakteristik (sifat) rencana, meliputi faktor-faktor kompleksitas,
fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantittif dan kualitatif.
Misal rencana pengembangan produk biasanya rahasia: rencana produksi lebih
bersifat kuantitatif dibanding rencana personalia.
4. Waktu, menyangkut rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
Semakin lama rentangan waktu prediksi dan kejadian nyata, kemungkinan terjadinya
kesalahan semakin besar. Sebagai contoh, tingkat kepastian rencana pembangunan
pabrik baru 10 tahun yang akan datang, lebih rendah dibanding rencana untuk pindah
kantor 2 minggu lagi.
5. Unsur-unsur rencana, dalam wujud anggaran, program, prosedur, kebijaksanaan,
dan sebagainya. Perencanaan meliputi berbagai tingkatan dan setiap tingkatan
merupakan bagian dari tingkatan yang lebih tinggi. Perencana ini berhubungan
dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, seperti program pengiklanan, prosedur
seleksi personalia, anggaran penelitian dan pengembangan, dan seterusnya.

8
2.6. Kritik Terhadap Perencanaan
Perencanaan formal organisasi telah menjadi populer pada tahun 1960-an dan sebgaian
besar masih populer hingga dewasa ini. Masuk akal bagi sebuah organisasi untuk
menentapkan target dan beberapa arahan. Tetapi kritik telah menantang beberapa asumsi
dasar perencanaan :
1. Perencaaaan dapat menyebabkan kekakuan
Perencanaan formal dapat mengunci organisasi ke tujuan spesifik yang akan dicapai
dalam rangka waktu tertentu. Ketika tujuan tersebut ditetapkan, asumsinya mungkin
bahwa lingkungan tidak akan berubah. Alih alih menjadi fleksibel atau bahkan
meninggalkan rencana manajer yang terus mengejar tujuan awal mungkin tidak dapat
bertahan dengan lingkungan yang berbeda.
2. Rencana tidak dapat dikembangkan untuk lingkungan yang dinamis
Jika asumsi dasar perencanaan bahwa lingkungan tidak akan berubah (salah), maka
bagaimana seorang manajer dapat melaksanakannya? Lingkungan bisnis saat ini
sering kali bersifat acak dan tidak dapat diprediksi. Mengelola pada kondisi tersebut
ini akan membutuhkan fleksibilitas dan hal itu dpaat tidak berarti tidak terikat pada
rencana formal.
3. Rencana formal tidak dapat mengganti intuisi dan kreativitas
Organisasi sering kali mengalami kesuksesan karena visi inovatif seorang dan usaha
perencanaan mungkin menghalangi visi seperti tersebut. Menurut pandangan Steve
Jobs yang merupakan CEO dari perusahaan besar apple, manajemen formal dengan
perencanaan yang detail akan menghalangi kreativitas dari para anggota perusahaan.
4. Perencanaan memfokuskan perhatian manajer pada persaingan dewasa ini, bukan
kemampuan bertahan hidup esok
Perencanaan formal mempunyai kecendrungan untuk berfokus pada bagaimana
mengkapitalisasi peluang bisnis yang ada dalam sebuah industri, tetapi tidak
memungkinkan manajer untuk mempertimbagkan penciptaan atau penciptaan-ulang
sebuah industri. Konsekuensinya, rencana formal dapat menghasilka kesalah yang
mahal pada saat kompetitor lain mengambil alih pimpinan.
5. Perencanaan formal memperkuat kesuksesan, yang dapat menimbulkan kesalahan
Sulit untuk mengubah atau membuang rencana yang telah terbukti berhasil di masa
lalu, Rencana yang berhasil dapat memberikan perasaan yang palsu tentang
keamanan, yang mempertebal kepercayaan diri atas rencana ketidaktahuan sehingga
mereka dipaksa untuk melakukannya oleh perubahaan lingkungan.

9
6. Hanya perencanaan belumlah cukup
Tidak cukup bagi manajer untuk hanya merencanakan. Merencanakan untuk
melakukan sesuatu tidaklah cukup tanpa mencanangkan rencana ke dalam gerakan
dan melakukannya. Manajer harus merencanakan dan juga harus melihat bahwa
rencana tersebut dijalankan.
2.7. Perencanaan Yang Efektif dalam Lingkungan Bisnis

Lingkungan eksternal berubah terus menerus. Sebagai contoh, WiFi telah merevousi
semua jenis industri, mulai dari penerbangan hingga manufaktur mobil dan supermarket.
Perusahaan menggunakan Internet untuk mendesain produk yang diinginkan pelanggan.
Bagaimana manajer merencanakan secara efektif apabila lingkungan eksternal berubah terus -
menerus lingkungan tidak pasti sebagai satu faktor kontingensi yang mempengaruhi jenis
rencana yang dikembangkan manajer.

Dalam lingkungan yang tidak pasti, manajer harus mengembangkan rencana yang
spesifik tetapi fleksibel. Walaupun hal ini mungkin terlihat bertolak belakang, namun
ternyata tidak. Agar berguna, rencana membutuhkan beberapa spesifikasi, tetapi rencana
tidak boleh dipahatkan ke batu. Manajer harus mengatahui bahwa perencanaan adalah proses
berjalan. Rencana berfungsi sebagai peta jalan, walaupun tujuannya dapat berubah karena
kondisi pasar yang dinamis. Manajer harus siap mengubah arah bila kondisi lingkungan
mengharuskannya. Fleksibilitas ini terutama penting pada saat diimplementasikan. Manajer
harus tetap siaga menghadapi perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi implementasi
dan merespons bila diperlukan.

Terakhir, membuat hieraki organisasi menjadi lebih datar akan membantu


perencanaan lebih efektif dalam lingkungan yang dinamis. Hal ini berarti memungkinkan
tingkat organisasi di bawah untuk menentapkan tujuan dan mengembangkan rencana karena
ada sedikit waktu untuk tujuan dan rencana turun dari atas. Manajer harus mengajari
karyawannya bagaimana menentapkan tujuan dan merencankan serta mempercayai mereka
untuk melakukannya.

10
BAB III
KESIMPULAN
3.1. Simpulan
Perencanaan adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam menjalankan sebuah
program atau kegiatan karena pada perencanaan terdapat banyak unsur-unsur yang menjadi
tujuan-tujuan perusahaan. Unsur-unsur tersebut dilakukan
dengan berbagai macam cara seorang menager dalam menyusun sebuah perencanaan agar
terciptanya perencanaan yang baik dan efektif sehingga dapat dijadikan sebagai penilaian
yang baik terhadap perencanaan oleh perusahaan atau organisasi itu sendiri atau pihak lain.
Dengan demikian, kualitas seorang maneger dalam mengelolaorganisasi, perusahaaan, atau
bahkan negara ditentukan bagaimana ia menyusunsebuah perencanaan.
Hal ini dikarenakan seorang manager adalah orang yang bertanggung jawab atas
perusahaan, organisasi, dengan program yang ia tetapkan. Dengan kualitas seorang manager
yang memiliki perencanaan yang matang, tentunya setiap fungsi yang ada dalam sebuah
perusahaan, organisasi, atau pun negara akan berjalan dengan semestinya dan menghasilkan
sebuah tujuan bersama sesuai yang ditargetkan dan yang diharapkan.

3.2. Saran
Berdasarkan pembahasan diatas kami mengharapkan saran saran dari pembaca yang
bisa membangun dan membuat paper ini bisa menjadi lebih baik lagi. Kami sadar bahwa
paper ini msih jauh dari kata sempurna dan belum sepenuhnya ideal.

11
DAFTAR PUSTAKA
Hani, T. Handoko. 2013. Manajemen. Jakarta : Universitas Gajah Mada.

Robbins, Stephen dan Mary Coulter. 2010. Manajemen Edisi Kesepuluh. Jakarta : Erlangga.

Batemen, Thomas dan Scott Snell. Manajemen Edisi Kesepuluh Jilid 1. Jakarta : Salemba
Empat.

Lunenburg, Fred.C. (2012). Human Resource Planning : Forecasting Demand and Supply.
International of Journal Management, Business, and Administration. 15 (1), 1-10.

spot.co.id/2013/12/pengertian-perencanaan-menurut-para-ahli.html (diakses pada: 4 Maret


2016)

12
LAMPIRAN

13