Anda di halaman 1dari 2

1.

Tuntutlah Ilmu Syari Secara Tashili


Ilmu itu seperti tangga, untuk bisa mencapai bagian puncak dari tangga maka ia harus
memanjat dari bawah terlebih dahulu

By Satria Buana 21 May 2008


3 3455 11

Menuntut ilmu syari merupakan amal yang sangat mulia, bahkan seorang yang pergi menuntut
ilmu seperti halnya orang yang pergi berjihad sampai ia kembali. Namun perbuatan yang baik ini
jika tidak diiringi dengan metode belajar yang benar justru akan menjadi tidak teratur dan
semrawut. Maka dari itu sangat penting bagi setiap penuntut ilmu untuk memperhatikan
bagaimanakah cara belajarnya.

Ilmu Didapat Secara Bertahap

Seseorang yang tidak sabar ingin menelaah seluruh judul buku/kitab kerap kali berbuntut pada
kebosanan dan dan akhirnya malah putus. Semangatnya begitu membara di awal, tetapi setelah
itu padam tanpa bekas. Jadi sebenarnya apa masalahnya? Masalahnya adalah metode
pembelajaran yang tidak berjenjang dan tidak memprioritaskan penguatan kaidah dasar (tashili),
yaitu bertahap dimulai dari tahap awal kemudian meningkat ke jenjang yang lebih tinggi dan
seterusnya. Dan adalah seorang yang cerdas ia mengambil ilmu sedikit demi sedikit sesuai
dengan kadar kemampuannya, dengan semangat juang yang tinggi. Karena ilmu itu seperti
tangga, untuk bisa mencapai bagian puncak dari tangga maka ia harus memanjat dari bawah
terlebih dahulu, jika ia memaksakan untuk langsung menuju puncak, maka ia tidak akan mampu
atau akibatnya ia akan celaka.

Ketahuilah, jika engkau tergesa-gesa ingin memasukkan seluruh pelajaranmu, niscaya engkau
justru akan kehilangan seluruhnya, karena ilmu didapat seiring dengan berjalannya siang dan
malam, seteguk demi seteguk dengan penuh kesabaran, bukan sekali dua kali duduk atau sekali
dua kali baca. Ingatlah firman Allah,Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang
ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan
tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik
adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Hud: 49)

Mulailah dari yang Paling Penting

Dalam Ilmu dien, maka seseorang harus menguasai dasar yang kokoh sebagai bekal baginya
untuk mendalami Ilmu syariat. Barangsiapa tidak memulai dari hal yang mendasar/pokok, maka
ia tidak akan mendapatkan cabangnya. Hal terpenting yang harus engkau pelajari saat ini adalah
ilmu tauhid, karena tauhidlah sumber kebahagiaan dunia dan akherat. Selain itu, kenalilah lawan
dari tauhid yaitu syirik dengan perinciannya. Sebab jika engkau tidak kenal dengan syirik maka
secara tidak sadar engkaupun jatuh di dalamnya.
Bergurulah!!

Adakalanya seseorang belajar ilmu syari hanya dari buku yang ia baca semata. Metode ini
memiliki beberapa sisi negatif, di antaranya yaitu butuh waktu yang lama, ilmunya lemah, dan
kadang kita jumpai seseorang yang seperti ini banyak terjatuh dalam kesalahan karena lemahnya
pemahaman atau karena buku yang dibacanya sesat dan menyesatkan. Dengan adanya guru,
maka dialah yang akan membimbingmu dan membetulkanmu jika engkau salah dan waktu yang
engkau butuhkan untuk belajar menjadi lebih singkat.

Hendaklah seseorang melihat kepada siapa ia mengambil ilmu, carilah guru yang berakidah dan
bermanhaj sebagaimana para sahabat, memegang teguh sunnah Rosululloh shollAllahu alaihi
wa sallam, jauh dari hawa nafsu, lepas dari kebidahan dan memiliki cara mengajar yang baik.

(Disarikan dari Kitabul-Ilmi Syaikh Utsaimin dan dari kajian-kajian ilmiah)

***

Penulis: Abu Said Satria Buana


Artikel www.muslim.or.id

Sumber: https://muslim.or.id/94-tuntutlah-ilmu-syari-secara-tashili.html