Anda di halaman 1dari 1

Evaluasi Terapi

1. Pemantauan hasil HbA1C yang harus diukur minimum dua kali dalam setahun untuk
kontrol glisemi jangka panjang.
2. Pasien yang menerima insulin, wajib dimonitor untuk menghindari terjadinya
hipoglikemia setidaknya setahun sekali.
3. Apa pun regimen insulin yang dipilih, penyesuaian kasar pada dosis total harian insulin
bisa dibuat berdasarkan pengukuran HbA1C dan simtom seperti poliuri, polidipsi (=
merasa sangat haus), serta bertambah atau berkurangnya berat. Penyesuaian insulin yang
lebih baik bisa ditentukan berdasarkan hasil dari SBMG.
4. Pasien dengan DM tipe 2, harus rutin melakukan analisis urin sebagai tes skrining awal
untuk albuminuria. Jika positif, maka dalam waktu 24 jam setelah tes, perlu dilakukan
rencana pengobatan. Jika negative perlu dilakukan evaluasi ada atau tidaknya
mikroalbuminuria.
5. Profil lipid puasa harus didapatkan setiap dilakukan pemeriksaan, jika tidak berhasil
maka harus stabil dalam setahun berikutnya atau setiap 2 tahun jika profil menunjukkan
risiko yang rendah.
6. Lakukan dan dokumentasikan pemeriksaan kaki setiap kunjungan, penilaian albumin
urin, tes ophthalmologic (setahun sekali atau lebih bila abnormal).
7. Pemeriksaan influenza dan pemberian vaksin pneumokokus dan influenza serta hepatitis
B yang berikan dengan manajemen terapi untuk resiko kardiovaskular.
(Dipiro et al, 2015)
DiPiro JT, Talbert L. R, Yee G. C, Matzke G. R, Wells B. G, Posey L. M. 2015.
Pharmacotherapy Handbook 9th edition. USA: The McGraw-Hill Companies, Inc.