Anda di halaman 1dari 1

EKOPANG REVISI

MEMBANDINGKAN MASALAH GIZI DAN KEMISKINAN DI INDONESIA

Sekarang ini penyebaran kasus gizi buruk telah terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia,
bahkan 4 juta anak Indonesia terancam terkena gizi buruk. Berdasarkan Pemantau Hak Anak (YPAH)
No. 01/SP/YPHA/I/2008, dipaparkan bahwa pada periode Januari Awal Maret, di Rote, NTT tercatat
22 anak menderita gizi buruk. Sementara Dinas Kesehatan NTT menyebutkan jumlah balita yang
mengalami kekurangan gizi mencapai 90.000 orang dari sekitar 497 ribu balita. Sebanyak 12 ribu
balita mengalami gizi buruk tanpa kelainan klinis dan 167 balita mengalami gizi buruk dengan
kelainan (busung lapar atau komplikasi marasmus dan kwashiorkor). Sementara 68 ribu balita
lainnya mengalami gizi kurang. Pada periode yang sama di Pinrang, Sulsel tercatat 43 kasus, Jember
22 kasus, Trenggalek 31 kasus, Temanggung 229 kasus, Aceh 3 kasus, dan Bekasi 735 kasus Fakta
tersebut menyadarkan bahwa begitu dekatnya anak-anak Indonesia terhadap gizi buruk.

Menurut ahli gizi, menyatakan bahwa akar dari masalah kurangnya gizi pada anak mencapai
4 juta adalah kemiskinan. Kasus gizi buruk sebesar 60%, terjadi karena faktor kemiskinan. Kemudian,
faktor utama yang mempengaruhi status gizi masyarakat adalah kurangnya konsumsi pangan yang
menimbulkan turunnya tingkat kesehatan, secara tidak langsung kurangnya konsumsi pangan
merupakan akibat dari kemiskinan (Rachmawati 2008).

Berdasarkan data Departemen Kesehatan, jumlah kasus balita gizi kurang dan gizi buruk
pada tahun 2004, sebanyak 5,1 juta jiwa. Pada tahun 2006, jumlah anak balita bergizi kurang dan
buruk turun menjadi 4,28 juta anak, dan 944.246 orang di antaranya berisiko gizi buruk. Pada tahun
2007, jumlah anak balita bergizi kurang dan buruk turun menjadi 4,13 juta anak, dan 755.397 orang
di antaranya tergolong risiko gizi buruk (Depkes RI 2008). Secara kuantitas masih banyak balita
kurang gizi yang belum tersentuh. Sementara secara kualitas, tingkat kehidupan dan kesehatan bayi
masih rendah dan rentan (Depkes RI 2008).

DAFTAR PUSTAKA

Pers Yayasan Pemantau Hak Anak (YPAH) No. 01/SP/YPHA/I/2008, Lingkaran Setan Gizi Buruk:
Ketika Negara Kembali Gagal Menjamin Hak Hidup Anak-Anak.
http://www.ypha.or.id/files/Lingkaran_setan.pdf (Jakarta: 2008).

Eny Rachmawati. 2008. Ilmu Kesehatan Anak. Penerbit BagianIlmu Kesehatan Anak.
Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-UI. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 2008. Pemantauan Status Gizi Balita dan Ibu Hamil. Jakarta:
Depkes RI.