Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam ilmu psikologi sangat sering kita mendengar istilah terapi sebagai salah satu
metode untuk melakukan penyembuhan bagi individu yang mengalami gangguan psikologis.
Terapi itu sendiri sangatlah beragam dan bervariatif sesuai dengan kegunaannya dan hampir
setiap psikolog melakukan terapi bagi kliennya yang mengalami masalah psikologis sesuai
dengan diagnosis yang telah dilakukan. Terapi tersebut pada dasarnya digunakan untuk
melakukan intervensi baik usia anak-anak hingga dewasa tergantung daripada kebutuhan
tiap individu tersebut. Namun yang saat ini sedang menjadi fokus adalah banyaknya kasus
anak abnormal sehingga perlu intervensi secara khusus dalam menangani kasus tersebut dan
salah satu jenis terapi yang dapat diberikan bagi anak-anak abnormal tersebut adalah terapi
seni.
Menurut AATA (American Art Therapy Association), terapi seni itu sendiri dapat
diartikan sebagai suatu kegiatan terapeutik yang menggunakan proses kreatif dalam lukisan
untuk menambah baik dan menyempurnakan fisikal, mental dan emosi individu dibawah
semua peringkat umur. Secara sederhana terapi seni termasuk dalam kategori terapi
ekspresif yang menggunakan media warna, kapur, pensil diintergerasikan dengan terapi
psikoterapiutik dan teknik proses kreatif. Melalui terapi seni ini seseorang dapat
memunculkan pengalaman bawah sadar dan dari situlah perasaan akan dapat terlihat.
Pengalaman bawah sadar dan perasaan tersebut diekspresikan dalam bentuk kasar yang tidak
beraturan. Material seni memiliki peran penting untuk memunculkan sadar dan
ketidaksadaran seseorang. Bagian terpenting dalam terapi ini pada dasarnya adalah membuat
sesuatu, proses membuatnya dan apa produknya.
Banyak pendekatan dan intervensi yang dapat diberikan dalam terapi ini, mulai dari
menggambar, membuat suatu benda, bernyanyi dan bermain musik. Pendekatan tersebut
disesuaikan dengan latar belakang permasalahan yang dialami anak tersebut. Dengan
demikian melalui terapi ini anak tersebut diharapkan dapat memunculkan aspek-aspek yang
terjadi pada alam bawah sadarnya sehingga dapat digali dan ditangani dengan metode yang
tepat.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana konsep intervensi tubuh dan pikiran dengan menggunakan terapi seni ?
2. Bagaimana konsep intervensi tubuh dan pikiran dengan umpan balik biologis ?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimana konsep intervensi tubuh dan pikiran dengan menggunakan
terapi seni
2. Untuk mengetahui bagaimana konsep intervensi tubuh dan pikiran dengan umpan balik
biologis

1
BAB II
PEMBAHASAN
INTERVENSI TUBUH DAN PIKIRAN

A. Art Therapy atau Terapi Seni


Art therapy atau terapi seni adalah terapi dengan menggunakan seni sebagai media
utamanya. Art therapy dapat diartikan sebagai seni yang menjadi media terapi atau
melakukan kegiatan seni sebagai terapi. Terapi seni merupakan salah satu jenis dari berbagai
jenis terapi ekspresif melibatkan individu dalam aktivitas kreatif dalam bentuk penciptaan
(karya atau produk) seni (Case & Dalley, 1992;Ballou, 1995). Melalui aktifitas seni tersebut
individu diasumsikan mendapat media paling aman untuk memfasilitasi komunikasi melalui
eksplorasi pikiran, persepsi, keyakinan, dan pengalaman, khususnya emosi (Holt & Kaiser,
2009). Proses dan respon subjek saat menggambar serta karya seni subjek digunakan sebagai
refleksi atas perkembangan, kemampuan, kepribadian, ketertarikan, perhatian dan konflik
individu (Ballou, 1995).
Menurut Sourby (2006) ada 6 manfaat dari penerapan terapi seni, yaitu:
1. Menstrimulasi partisipasi yang aktif.
2. Mendorong untuk mempelajari hal dan fungsi yang baru.
3. Mendorong munculnya kesempatan untuk sukses, menjadi positif dan menyenangkan
didalam sosialisasi.
4. Meningkatkan kemandirian dan arah diri.
5. Meningkatkan kesadaran diri, dan
6. Memperkuat memori
Keunggulan dan Kelemahan Terapi Seni
1. Kelebihan
Memberikan rasa nyaman kepada pasien : Dengan terapi seni, pasien dapat
menuangkan apapun yang ada dalam pikirannya saat ini, perasaannya hingga hal-hal
yang tidak dapat dikatakan secara langsung tanpa takut karena pasien tidak perlu
berkomunikasi langsung yang dapat membuatnya merasa tidak nyaman.
2. Kelemahan
Interpretasi image yang dibuat : Tidak semua gambar yang dihasilkan dari terapi seni
dapat digunakan untuk interpretasi, bisa saja tidak bermakna apa-apa.
Waktu : Waktu yang digunakan untuk terapi tidak dapat diketahui secara pasti, bisa
lama bisa juga hanya memerlukan waktu sebentar.
Ruangan : Untuk melakukan terapi seni diperlukan ruangan khusus sehingga pasien
akan merasa nyaman.
Jenis-jenis Art Therapy
1. Terapi seni dalam melukis atau menggambar.
Melukis sebagai terapi, berkaitan dengan aspek kontemplatif atau sublimasi.
Kontemplatif atau sublimasi merupakan suatu cara atau proses yang bersifat
menyalurkan atau mengeluarkan segala sesuatu yang bersifat kejiwaan, seperti
perasaan, memori, pada saat kegiatan berkarya seni berlangsung. Aspek ini
2
merupakan salah satu fungsi seni yang dimanfaatkan secara optimal pada setiap sesi
terapi. Kontemplatif dalam arti, berbagai endapan batin yang ditumpuk, baik itu
berupa memori, perasaan, dan berbagai gangguan persepsi visual dan auditorial,
diusahakan untuk dikeluarkan atau disampaikan. Dengan demikian pasien tidak
terjebak pada suatu situasi dimana hanya diri sendiri terjebak pada realitas imajiner
yang diciptakan oleh diri sendiri. Aspek kontemplatif atau sublimasi inilah yang
kemudian dikenal dengan istilah katarsis dalam dunia psikoanalisa. Hal tersebut, juga
sekaligus dapat menjadi media untuk mencari pemicu atau akar permasalahan melalui
berbagai visualisasi atau simbol-simbol yang muncul selama terapi berlangsung.
Berdasar visualisasi yang tercurah selama terapi berlangsung, seringkali tampak
gambar beberapa image yang merupakan simbolisasi dari ekspresi bawah sadar dari
pasien. Kemudian bagi terapis, beragam visualisasi inilah yang menjadi perangkat
untuk menentukan diagnosa sampai sejauh apakah kerusakan kondisi kejiwaan
pasien, dan pengobatan jenis apakah yang sesuai bagi pasien.
2. Terapi seni dalam dance atau menari,
Terapi tari dan gerak diberikan untuk individu dan kelompok terapi terapi dalam
konteks untuk kesehatan, pendidikan, social, dan dalam latiha pribadi. Terapi tari dan
gerak tidak hanya mengajarkan kemampuan menari atau latihan tari, terapi tari dan
gerak mempuanyai dua asumsi pokok yaitu bagaimana klien dapat mengontrol diri
dan mengeskpresikan perasaan serta merupaka pendekatan holistic yang penting bagi
tubuh, peoses berfikir , dan bekerja mengacu pada integrasi diri. Individu selalu
mengungkapkan diri dalam gerak dan tari, mengungkapkan rasa terimakasih. Perilaku
individu yang dikenal dengan baik ini dapat dilihat kerangka teori digunakan untuk
mendeskripsikan proses dan hasil akhir terapi tari dan gerak.
3. Terapi seni dalam memainkan alat musik, atau menyanyi.
Terapi seni dalam memainkan alat musik salah satunya adalah bermain piano terbukti
memiliki manfaat bagi kecerdasan anak. Bermain piano dapat meningkatkan
konsentrasi, daya ingat dan juga kecepatan motorik anak. Hal ini disebabkan karena
bermain piano membutuhkan konsentrasi dan daya ingat yang tinggi, selain itu juga
dibutuhkan kecepatan dalam menekan touch-touch piano agar piano dapat dimainkan
dengan indah. Melalui bermain piano secara tidak langsung anak akan terbiasa
berkonsentrasi dan mengingat serta melakukan gerakan yang cepat. Hal ini tentunya
akan mempengaruhi perkembangan otak dan kecerdasannya. Bukan hanya itu saja,
bermain piano juga terbukti memiliki manfaat dalam meningkatkan kecerdasan lain
dalam diri anak yang terkait dengan kecerdasan kognitifnya.
Indikasi
Indikasi dilakukanya art terapi yaitu :
1. Pasien yang memiliki gangguan dalam mengontrol emosi
2. Pasien yang tidak dapat membina hubungan baik dengan anggota keluarganya seperti
contoh mudah marah, sering memukul anggota keluarga,dan berbicara kasar
3. Pasien yang mengalami gangguan jiwa contohnya skizofrenia
4. Pasien yang mengalami Harga diri rendah
3
Kontraindikasi
Kontra indikasi dari art terapi :
1. Pasien dengan kecemasan berlebih
2. Pasien yang sedang mengalami kepanikan
Prosedur Pelaksanaan Therapy
Pasien depresi (depression)
1. Syarat lingkungan secara psikologis harus memenuhi hal-hal sebagai berikut :
a. Ruangan aman dan nyaman
b. Terhindar dari alat-alat yang dapat digunakan untuk mencederai diri sendiri atau
orang lain.
c. Alat-alat medis, juga obat-obatan serta jenis cairan medis di lemari pastikan dalam
keadaan terkunci
d. Ruangan yang dipakai harus dilantai 1 dan ruangan tersebut mudah di pantau oleh
petugas kesehatan
e. Ruangan harus ditata agar menarik dengan cara menenmpelkan gambar-gambar
yang cerah dan gambar-gambar yang meningkatkan gairah hidup pasien
f. Warna dinding harus cerah
g. Harus adanya bacaan ringan, lucu dan memotivasi hidup.
h. Menyiapkan peralatan melukis seperti kanvas, cat untuk melukis, kuas dan
peralatan lukis lainnya.
i. Menyiapkan lemari khusus untuk menyimpan barang-barang pribadi pasien
2. Syarat lingkungan social adaalah sebagai berikut :
a. Komunikasi terapeutik dengan cara menyapa klien sesering mungkin.
b. Memberikan penjelasan setiap akan dilakukannya kegiatan keperawatan atau
tindakan medis lainnya
c. Menerima klien apa adannya dan tidak boleh mengejek atau merendahkan klien.
d. Meningkatkan harga diri klien.
e. Membantu melakukan penilaian dan berusaha meningkatkan hubungan social
secara bertahap
B. Umpan Balik Biologis
Merupakan suatu proses yang memberikan individu dengan informasi visual dan
suara tentang fungsi fisiologis otonom tubuh, seperti tegangan otot, suhun tubuh, dan
aktivitas gelombang otak, melalui penggunaan alat-alat.
Selain digunakan untuk intervensi relaksasi, teknik umpan balik biologis juga dapat
membantu individu dalam mempelajari bagaimana mengontrol respons sistem saraf otonom
tertentu. Umpan balik biologis (biofeedback) merupakan suatu kelompok prosedur terapeutik
yang menggunakan alat elektronik atau elektromekanik untuk mengukur, memproses, dan
memberikan informasi bagi individu tentang aktivitas sistem saraf otonom dan
neuromuskular. Informasi, atau umpan balik, diberikan dalam bentuk tanda fisik, fisiologis,
pendengaran, dan umpan balik (Rakel dan Faas, 2006).
Umpan balik biologis merupakan penambahan yang efektif pada program relaksasi
karena dapat menunjuk dengan cepat kepada klien kemampuan mereka untuk mengontrol
4
beberapa respons fisiologis. Berbagai bentuk umpan balik fisiologis diaplikasikan dalam
berbagai situasi. Umpan balik biologis telah berhasil mengobati migraine headache, rasa
nyeri lainnya, stroke, dan berbagai kelainan gastrointestinal dan traktus urinarius. Meskipun
umpan balik biologis atelah menunjukan efektifitas pada sejumlah populasi klien, ada
beberapa tindakan pencegahan. Selama relaksasi atau latihan umpan balik biologis, emosi
atau perasaan yang ditekan terkadang memperlihatkan bahwa klien tidak dapat beradaptasi
dengan dirinya sendiri. Karena alasan ini, praktisi yang menawarkan umpan balik biologis
harus melatih metode psikologis atau memiliki profesional yang berkualitas yang berguna
untuk rujukan (Potter, Perry. 2009).

5
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Terapi seni dapat diartikan sebagai suatu kegiatan terapeutik yang menggunakan
proses kreatif dalam lukisan untuk menambah baik dan menyempurnakan fisikal, mental dan
emosi individu dibawah semua peringkat umur. Secara sederhana terapi seni termasuk dalam
kategori terapi ekspresif yang menggunakan media warna, kapur, pensil diintergerasikan
dengan terapi psikoterapiutik dan teknik proses kreatif. Melalui terapi seni ini seseorang
dapat memunculkan pengalaman bawah sadar dan dari situlah perasaan akan dapat terlihat.
Pengalaman bawah sadar dan perasaan tersebut diekspresikan dalam bentuk kasar yang tidak
beraturan. Material seni memiliki peran penting untuk memunculkan sadar dan
ketidaksadaran seseorang. Bagian terpenting dalam terapi ini pada dasarnya adalah membuat
sesuatu, proses membuatnya dan apa produknya.

Umpan balik biologis merupakan penambahan yang efektif pada program relaksasi
karena dapat menunjuk dengan cepat kepada klien kemampuan mereka untuk mengontrol
beberapa respons fisiologis. Berbagai bentuk umpan balik fisiologis diaplikasikan dalam
berbagai situasi. Umpan balik biologis telah berhasil mengobati migraine headache, rasa
nyeri lainnya, stroke, dan berbagai kelainan gastrointestinal dan traktus urinarius. Meskipun
umpan balik biologis atelah menunjukan efektifitas pada sejumlah populasi klien, ada
beberapa tindakan pencegahan. Selama relaksasi atau latihan umpan balik biologis, emosi
atau perasaan yang ditekan terkadang memperlihatkan bahwa klien tidak dapat beradaptasi
dengan dirinya sendiri. Karena alasan ini, praktisi yang menawarkan umpan balik biologis
harus melatih metode psikologis atau memiliki profesional yang berkualitas yang berguna
untuk rujukan (Potter, Perry. 2009)
B. Saran
Dengan adanya makalah kami berharap teman-teman dapat menambah ilmu dan
wawasan tentang Intervensi Tubuh Dan Pikiran (Terapi Seni Dan Umpan Balik Biologis),
sehinnga kita semua dapat mengaplikasikan dan menerapkan dengan sebaik mungkin ketika
berada dilingkungan masyarakat nantinya.