Anda di halaman 1dari 5

FISIOLOGI PERNAFASAN

SALURAN NAFAS

Hidung

Hidung merupakan saluran pertama yang menerima udara dari atmosfer. Udara yang
masuk ke hidung mengalami beberapa perlakuan. Perlakuan tersebut adalah pemanasan udara,
pelembaban udara, dan penyaringan udara. Udara mengalami perlakuan tersebut karena
pemanasan, pelembaban udara, dan penyaringan udara diperlukan untuk mencegah terjadinya
pengeringan bawah paru yang berakibat cukup mematikan. Jadi, mengambil nafas dari mulut
sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan pengeringan bagian bawah paru.

Udara yang masuk dalam hidung akan dipanaskan terlebih dahulu. Udara yang masuk
akan melewati daerah yang luas yang disebut konka dan septum. Konka dan septum akan
menghangatkan udara yang masuk ke hidung dan melembabkan udara yang masuk kedalam
hidung.

Udara selajutnya akan disaring oleh bulu-bulu hidung dan mucus yang ada di saluran
pernafasan. Penyaringan udara ini, dibantu oleh proses turbulensi (perputaran udara). Turbulensi
dalam hidung terjadi karena udara yang masuk menabrak dinding-dinding konka, septum, dan
faring. Perputaran udara akan menyebabkan partikel asing tersuspensi dan mengendap di daerah
bulu hidung dan mucus dari saluran pernafasan.
Laring

Laring merupakan saluran pertama yang dilalui udara sebelum masuk ke trakea. Laring
memiliki fungsi penting dalam berbicara dan mengeluarkan suara yang sering disebut vokalisasi.
Ada tiga bagian penting yang mengatur vokalisasi yaitu pusat berbicara di otak, pusat pernafasan
di otak dan struktur artikulasi dari rongga mulut dan saluran nafas. Pada proses berbicara ini,
laring menjalankan fungsi sebagai fonasi, yaitu fungsi memberikan getaran pada proses
berbicara. Proses lain yaitu proses atikulasi dilakukan oleh struktur rongga mulut.

Getaran yang dihasilkan laring dihasilkan oleh lipatan-lipatan khusus yang disebut pita
suara. Pita suara terletak kartilago tiroid yang akan melebar untuk menghasilkan suara.
Lembaran pita suara yang dihasilkan akan dilewati udara untuk menghasilkan getaran.

Trakea

Trakea merupakan jalan utama masuknya udara dalam paru. Trakea memiliki cincin-
cincin kartilago yang untuk mencegah trakea kolaps dan menghambat jalan napas. Selain itu
trakea memiliki silia dan sel goblet. Sel goblet mengeluarkan secret mucus untuk menjerat
bakteri, sedangkan silia akan menarik mucus itu keluar dari saluran nafas. Sistem ini juga sering
ditemukan di seluruh saluran pernafasan. Sistem ini mencegah masuknya berbagai benda asing
untuk mengiritasi paru.

Bronkus

Bronkus sama halnya dengan trakea memiliki cincin kartilago untuk menghambat dirinya
kolaps. Kemudian cincin ini akan terus berkurang di daerah bronkus tersier sampai saat hilang di
bagian bronkiolus. Bronkus dan bronkiolus juga memiliki otot-otot polos yang dalam pernafasan
normal, otot ini berelaksasi untuk memberikan perbedaan tekanan 1 mmHg untuk mengalirkan
udara masuk.

Otot-otot ini dirangsang oleh nervus vagus dan bertanggung jawab atas terjadinya spasme
ringan dan sedang. Selain otot polos ini, spasme paru juga di kendalikan oleh hormon histamine
dan sebuah substansi yang disebut subtansi anafilaksis lambat. Kedua hormone ini akan bereaksi
dengan allergen dan akan menyebabkan spasme paru. Spasme paru mengakibatkan penderitanya
kesulitan bernafas. Spasme paru yang disebabkan oleh kedua subtansi ini sering disebut asma
alergik.

Alveolus

Alveolus merupakan unit kerja dari paru-paru yang berfungsi sebagai organ difusi
oksigen dan karbon dioksida. Alveolus terdiri dari beberapa bagian yaitu:

1. Lapisan cairan surfaktan yang mengurangi tekanan permukaan cairan alveolus


2. Epitel alveolus terdiri dari lapisan sel epitel yang sangat tipis
3. Membran basalis epitel
4. Ruang interstisial tipis antara epitel alveolus dan membrane kapiler
5. Membrane basalis kapiler yang menyatu dengan basalis epitel
6. Membran endotel kapiler.

Cara masuk oksigen ke dalam darah yaitu dengan menempelnya sel darah merah di kapiler
sehingga oksigen tidak perlu masuk melalui cairan interstisial paru untuk terdifusi ke dalam sel
darah merah.

PUSAT PENGATURAN NAFAS SECARA TIDAK SADAR

Pusat pengaturan nafas terdiri atas dua bagian penting yaitu bagian pusat dan bagian
kemoreseptor tepi. Bagian pusat terletak di bagian medulla oblongata dan pons sedangkan bagian
kemoreseptor tepi terletak di badan karotis dan aorta.

PUSAT PERNAFASAN

Saraf-saraf Kelompok Dorsal

Saraf-saraf kelompok dorsal bertanggung jawab atas adanya proses inspirasi. Kelompok
saraf ini benar-benar hanya menjalankan fungsi inspirasi saja karena dalam pernafasan normal
ekspirasi terjadi karena proses lentingan balik dari paru. Kelompok saraf ini mengeluarkan
impuls saraf yang terus menerus. Penghantaran saraf yang terus menerus ini karena sekali impuls
dari kelompok saraf dorsal tidak mampu untuk mencetuskan satu kali respirasi. Impuls dari
kelompok saraf dorsal biasanya naik secara perlahan-lahan, dari mulai sinyal yang lemah lalu
menjadi kuat dalam waktu 2 detik (sering disebut sinyal ramp). Namun, impuls saraf tiba-tiba
berhenti selama 3 detik. Setelah 3 detik maka sinyal akan kembali normal kembali.
Pusat Pneumotaksik

Pusat pneumotaksik berfungsi mematikan impuls dari kelompok saraf dorsal. Impuls
yang dihasilkan dari kelompok saraf ini akan mematikan impuls kelompok saraf dorsal. Tujuan
dari mematikan impuls dari kelompok saraf dorsal adalah untuk mencegah paru kelebihan volum
udara dan meningkatkan laju ventilasi paru.

Saraf-saraf Kelompok Ventral

Saraf-saraf kelompok ventral berfungsi sebagai pengatur inspirasi dan ekspirasi. Dalam
hal ini, saraf-saraf ini tidak mengambil tugas dari kelompok saraf dorsal karena saraf-saraf ini
akan terangsang ketika saraf-saraf kelompok dorsal terangsang untuk menpercepat laju inspirasi.
Di sisi lain, kelompok saraf ini juga ikut merangsang terjadinya ekspirasi. Seingga, dapat
disimpulkan bahwa saraf-saraf kelompok ventral membantu rangsang dari kelompok saraf lain
ketika laju ventilasi paru menjadi lebih cepat.

PENGATURAN PUSAT PERNAFASAN: PENGATURAN KIMIA

Area Kemosensitif

Pusat pernafasan yang telah disebutkan di atas, tidak seenaknya meningkatkan atau
menurunkan laju ventilasi paru. Mereka dikontrol oleh pusat kemosensitif. Pusat kemosensitif
juga berada di medulla oblongata, berfungsi sebagai reseptor adanya perubahan kadar PCO2
dalam otak. Perubahan PCO2 sangat mudah dideteksi dalam otak sehingga pengaruh ion
hydrogen dalam merangsang pusat kemosensitif tidak terlalu merangsang kelompok saraf ini.
Bila kadar PCO2 tinggi, maka pusat kemosensitif ini akan mengirimkan rangsang untuk
menambah laju ventilasi paru.

BAGIAN KEMORESEPTOR TEPI

Bagian kemoreseptor tepi yaitu badan karotis dan badan aorta, merupakan bagian dari
serat eferren saraf glosofaringeus. Kemoreseptor ini akan terangsang dan mengirimkan impuls
secara terus menerus bila kadar PO2 dalam darah menurun. Namun, fungsi ini tidak akan
mempengaruhi laju ventilasi paru secara langsung.

Kenapa PO2 tidak berpengaruh banyak terhadap ventilasi paru

Adanya penurunan kadar PO2 tidak akan mempengaruhi kadar pH apabila kadar PCO2
juga turun. Namun, hal yang berbeda terjadi apabila PO2 turun sedangkan PCO2 naik. Kenaikan
ini akan memicu peningkatan ventilasi paru secara signifikan karena impuls bagian kemosensitif
tepi. Selain itu, dalam keadaan normal, perbedaan PO2 darah dan alveolus berbeda jauh sehingga
kecepatan ventilasi tidak akan berpengaruh banyak terhadap transport ke jaringan. Sedangkan
kenaikan kadar PCO2 akan mengakibatkan efek yang berbahaya karena pH cairan jaringan tubuh
akan turun dan mempengaruhi kecepatan metabolisme dalam tubuh.
Sumber: guyton edisi 7