Anda di halaman 1dari 3

PATOFISIOLOGI SESAK

Sesak atau hipoventilasi paru merupakan keadaan dimana paru sulit untuk mensuplai
udara dari keadaan normal. Hipoventilasi disebabkan beberapa faktor yang disebabkan oleh
beberapa uraian berikut.

KELUMPUHAN OTOT PUSAT PERNAFASAN

Kelumpuhan otot pusat pernafasan sering disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor
pertama yaitu penekanan pusat pernafasan oleh polio bulbaris. Polio bulbaris merupakan virus
polio yang menyerang bagian bulba di batang otak. Polio bulbaris menyababkan kesulitan
bernafas, menelan, dan berbicara. Faktor kedua yang menyebabkan kelumpuhan otot pernafasan
adalah transeksi servikal medulla spinalis yang menghambat pemindahan sinyal-sinyal dari pusat
pernafasan ke otot pernafasan. Transeksi servikal medulla spinalis disebabkan oleh
pembengkakan atau cedera yang mengakibatkan penghambatan sinyal pernafasan sampai efek
berhentinya pernafasan. Faktor ketiga yaitu penekanan pusat pernafasan oleh anastesi, obat-
obatan, dan sebagainya.

PENINGKATAN TAHANAN JARINGAN

Penigkatan tahanan jaringan merupakan keadaan meningkatnya hambatan difusi


membran paru. Hambatan difusi membran paru mengakibatkan pertukaran gas menjadi lebih
sulit dan meningkatnya volume udara yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Hambatan difusi membran paru sering disebabkan oleh emfisema, tuberkolosis, pneumonia, dan
asma.

Emfisema

Emfisema merupakan keadaan dimana adanya kelebihan jumlah udara di dalam paru.
Emfisema disebabkan oleh infeksi kronik yang disebabkan oleh rokok dan iritan lain, kelebihan
mucus, dan obstruksi saluran nafas. Emfisema meningkatkan tahanan jaringan paru sehingga
seseorang sulit mengeluarkan udara dari paru. Selain karena banyaknya hambatan dari jaringan
paru, tekanan dari udara dalam alveolus dan bronkiolus juga menyulitkan udara keluar.
Meningkatnya tahanan paru juga mengakibatkan hilangnya jaringan paru yang mati karena
tekanan dalam bronkiolus dan alveolus. Kehilangan jaringan paru juga menyebabkan semakin
menyusutnya kapiler darah dalam paru. Penyusutan ini mengakibatkan tekanan darah yang tinggi
dalam paru yang dapat mengakibatkan gagal jantung khususnya atrium bagian kanan.

Pneumonia

Pneumonia peradangan di dalam paru yang ditandai menumpuknya cairan dan sel darah
merah dalam paru. Pneumonia sering disebabkan oleh bakteri pneumokok. Penyakit ini
disebabkan oleh infeksi di dalam alveolus paru. Akibatnya membran paru menjadi berlubang,
mengakibatkan cairan dan sel darah merah masuk ke paru. Membran paru yang berlubang
mengurangi luas permukaan membran respirasi yang berfungsi dan menurunnya rasio ventilasi
perfusi dalam paru.

Tuberkolosis

Tuberkolosis merupakan infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri
yang menyerang paru. Perbedaannya dengan pneumonia adalah disini interaksi antara makrofag
menyebabkan pembentukan tuberkel dan dikelilingi jaringan fibrotik. Pembentukan tuberkel ini
menghindari berpindahnya basil tuberkel ke seluruh jaringan. Pembentukan jaringan tuberkel
mengakibatkan peningkatan kerja otot untuk mencapai kapasitas vital dan kapasitas pernafasan,
mengurangi luas permukaan membran respirasi, menebalnya membran respirasi, dan penurunan
rasio ventilasi perfusi paru.

Asma

Asma merupakan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran
bernafas. Kekakuan bronkiolus disebabkan oleh reaksi hipersensitifitas yang mengakibatkan
edema lokal pada bronkiolus. Selain edema, dalam jaringan juga terbentuk cairan yang
meningkatkan tahanan jaringan paru. Reaksi hipersensitifitas ini disebabkan oleh berbagai benda
asing mulai dari serbuk sari, bahan iritan, dan kabut.
PENURUNAN COMPLIANCE PARU

Penurunan compliance paru disebabkan penurunan kemampuan pengembangan paru.


Penurunan pengembangan paru ini disebabkan beberapa penyakit yaitu asbestois, silikosis,
sarkoidosis, tuberkolosis, kanker dan pneumonia.

PERTANYAAN BUAT TUTORIAL

1. Bagaimana ukuran jantung yang sehat?


2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kesehatan jantung?
3. Bagaimana cara menjaga kesehatan jantung?
4. Bagaimana cara kerja propanol?