Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

Pada Bab I ini diuraikan 1) latar belakang, 2) rumusan masalah, dan 3)


tujuan penulisan yang dipaparkan dibawah ini.

A. Latar Belakang
Istilah ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel pada tahun 1869,
berasal dari bahasa Yunani, yaitu Oikos yang artinya tempat tinggal dan Logos
yang berarti ilmu, telaah. Oleh karena itu, ekologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan sesamanya
dan dengan lingkungannya. Odum pada tahun 1993 menyatakan bahwa ekologi
adalah suatu studi tentang struktur dan fungsi ekosistem atau alam dan manusia
sebagai bagiannya.
Fungsi ekosistem menunjukkan hubungan sebab dan akibat yang terjadi
secara keseluruhan antar komponen dalam sistem. Ini jelas membuktikan
bahwa ekologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari seluruh pola
hubungan timbal balik antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup
lainnya, serta dengan semua komponen yang ada disekitarnya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan
berbagai komponen penyusunnya yaitu faktor biotik dan abiotik. Faktor abiotik
antara lain, suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor
biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan
mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi
makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas dan ekosistem yang saling
mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Pada makalah ini, akan dijelaskan tentang tingkatan organisasi
kehidupan, dimana tingkatan organisasi kehidupan ini adalah makro organisme
yaitu individu, populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka rumusan masalah disajikan sebagai
berikut.
1. Bagaimana urutan organisasi kehidupan di tingkat biosfer ?
2. Apa definisi dari individu ?
3. Apa definisi dari populasi ?
4. Apa definisi dari komunitas ?
5. Apa definisi dari ekosistem ?
6. Apa definisi dari biosfer ?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan di atas maka tujuan
penulisan pada makalah ini sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui urutan organisasi kehidupan pada tingkat biosfer.
2. Untuk mengetahui definisi individu.
3. Untuk mengetahui definisi populasi.
4. Untuk mengetahui definisi komunitas.
5. Untuk mengetahui definisi ekosistem.
6. Untuk mengetahui definisi biosfer.

BAB II
PEMBAHASAN

Pada bab ini diuraikan organisasi kehidupan di tingkat biosfer

A. Organisasi Kehidupan di Tingkat Biosfer


Makhluk hidup (organisme) memiliki tingkat organisasi dari yang paling
sederhana sampai ke tingkat yang paling kompleks. Tingkatan organisasi
tersebut terlihat sebagai deretan biologi yang disebut spektrum biologi, dimulai
dari protoplasma (zat hidup dalam sel), sel (satuan dasar suatu organisme),
jaringan (kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama), organ (alat
tubuh, bagian dari organisme), system organ (kerjasama antara struktur dan
fungsional yang harmonis), organisme (makhluk hidup, jasad hidup), populasi
(kelompok organisme sejenis yang hidup pada suatu daerah tertentu),
komunitas (semua populasi dari berbagai jenis yang menempati suatu daerah
tertentu), ekosistem, dan biosfer.1
Biosfer

Ekosistem

Wilayah Kajian
Komunitas
Ekologi Modern

Populasi

Organisme/Individu

Sistem Organ

Organ

Jaringan Sel Protoplasma

B. Organisme atau Individu


Organisme berasal dari bahasa Yunani Organismos, atau Organon,
yang berarti alat atau instrument. Organisme adalah gabungan dari beberapa
sistem organ yang saling berkaitan satu sama lain. Bila ada salah satu sistem
organ yang terganggu, maka sistem organ yang lain juga ikut terganggu.
Biasanya organisme lebih sering disebut dengan istilah individu, sesuai dengan
istilah yang biasa digunakan dalam ekologi.2 Individu adalah makhluk hidup
yang bersifat tunggal. Dalam ekologi individu memiliki makna yang sangat
penting, karena dari individu dapat dikumpulkan bermacam-macam data untuk
mempelajari tentang kehidupan dalam hubungannya dengan lingkungannya.

1
Amin Setyo Leksono, Ekologi. (Malang: Bayu Media Publishing, 2007) hlm. 2
2
Angga Budi Saputra. 2013. Organisasi Kehidupan. (online).
(http://anggabudisaputra28.blogspot.co.id/2013/09/makalah-ipa.html?m=1), diakses 4 September
2016
Ciri-ciri umum yang didapati pada banyak organisme adalah sebagai
berikut:
- Memerlukan makanan
- Bernafas
- Bergerak
- Tumbuh
- Berkembang biak
- Peka terhadap rangsang
- Beradaptasi
- Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
Namun, ciri-ciri tersebut tidaklah universal. Mikroorganisme seperti
bakteri tidaklah bernafas, namun menggunakan jalur kimiawi lain. Banyak
organisme yang tidak mampu bergerak secara independen dan banyak
organisme yang tidak dapat berkembang biak walaupun spesiesnya mampu.

Gambar 1.1 Seekor kupi-kupu Gambar 1.2 Seorang Manusia

C. Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu organisme dari spesies yang sama
dan menempati area atau wilayah tertentu pada waktu tertentu. 3 Menurut
kendeight, populasi merupakan sekumpulan individu yang berbeda antara satu
tempat dengan tempat yang lain pada spesies yang sama.

3
Amin Setyo Leksono, Ekologi. (Malang: Bayu Media Publishing, 2007) hlm 25
Gambar 1.3 Populasi Pinguin

Secara definitif populasi dibatasi ruang dan waktu (limited and defined),
sedangkan suatu lingkungan merupakan variabel fisik dan hayati yang
mempengaruhi keberadaan populasi, termasuk interaksi antar individu di dalam
populasi itu sendiri maupun dengan spesies berbeda.4
Sedangkan dem (deme) adalah populasi setempat (local population),
yang setiap pasangan (jantan maupun betina) memiliki peluang yang sama
untuk kawin.
Penentuan atau penggolongan spesies dalam populasi dapat dilakukan
dengan dua cara:
- Secara taksonomi, yaitu spesies ditentukan berdasarkan hubungan
kekeluargaan baik secara evolusi, maupun sejarah nenek moyangnya
- Berdasarkan peran atau fungsi, yaitu penentuan species didasarkan pada
kesamaan perannya di dalam lingkungan.
Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi
baik secara langsung maupun tidak langsung dalam komunitasnya. Contoh
interaksi antar populasi adalah sebagai berikut.5
a. Alelopati
Merupakan interaksi antar populasi, bila populasi yang satu
menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain.
Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan
lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada
mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa. Contoh, jamur

4
Agus Darmawan, dkk., Ekologi Hewan, (Malang: Universitas Negeri Malang, 2005) hlm 95.
5
Mc. Noughton, S.J., Larry L. Wolf, Ekologi Umum, (Yogyakarta: Gajah Mada University, 1990)
Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri tertentu.
b. Kompetisi
Merupakan interaksi antar populasi, bila antar populasi terdapat
kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa
yang diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan
populasi sapi di padang rumput.
Tujuan dalam kajian populasi pada umumnya untuk memprediksi
perkembangan suatu populasi yang seringkali dikembangkan suatu model
untuk menjelaskan representasi abstrak dari suatu proses yang diilustrasikan
dalam bentuk verbal, grafik, atau persamaan matematik. Dengan demikian
fenomena suatu sistem dapat diperjelas baik secara kuantitatif maupun
kualitatif
Dalam mempelajari populasi, batasan ruang dan waktu serta variabel
lainnya dapat ditentukan secara arbitrer oleh peneliti, misalnya populasi Bos
sondaicus di Alas Purwo, populasi Donax donax di Pantai Lekok Pasuruan,
populasi Pontoscolex corenthurus di Kebun Biologi-UM.
Setiap populasi memiliki karakteristik yang spesifik, karakter
statistika diantaranya adalah kerapatan (densitas), angka kelahiran
(natalitas), angka kematian (mortalitas), sebaran atau agihan (distribusi)
umur, pertumbuhan, serta karakter biologi antara lain potensi biotik, sifat
genetic, perilaku, dan pencaran (dispersi). Di samping itu populasi memiliki
karakter yang genetic antara lain keadaptifan, ketegaran reproduktif, dan
presistensi.
a. Kerapatan, Kepadatan, Densitas (Density) Populasi
Kerapatan merupakan ukuran besarnya populasi dalam satuan
ruang atau volume. Pada umumnya ukuran besarnya populasi
digambarkan dengan cacah individu, atau biomas populasi per satuan
ruang dan volume.
Dalam penentuan suatu kerapatan populasi perlu dibedakan antara
kerapatan kotor (crude density), dengan kerapatan ekologi (specific atau
ecological density). Kerapatan kasar yaitu cacah individu suatu populasi
per areal seluruhnya atau total area. Sedangkan kerapatan ekologi adalah
cacah individu per areal habitatnya. Jika dibandingkan keduanya, nilai
kerapatan kotor memberikan hasil yang akurasinya tidak lebih baik
dibandingkan dengan kerapatan ekologi. agar kerapatan ekologi dapat
lebih memberikan informasi yang bermakna, perlu diinformasikan pula
tentang peta dari areal yang merupakan ruang kajian populasi.
Kerapatan ekologi dapat pula dibedakan pula atas kerapatan nisbi
dan kerapatan absolut. Kerapatan nisbia adalah nilai yang menunjukkan
besaran suatu populasi tanpa dapat menunjukkan cacah individu populasi
per satuan areal atau volume. Sedangkan kerapatan absolut adalah nilai
yang menunjukkan cacah individu suatu populasi per satuan areal atau
volume.
Dalam menentukan kerapatan populasi dalam skala ruang yang
relatif sempit, kita dapat melakukan perhitungan cacah individu atau
biomas secara menyeluruh (total count), namun pada ruang yang relatif
luas kita dihadapkan pada keterbatasan. Untuk itu biasanya dilakukan
dengan cara pengambilan cuplikan atau sebagian kecil dari individu
populasi tersebut, yang selanjutnya dari cuplikan tersebut dianalisis untuk
mendapatkan suatu kesimpulan dari populasi yang dipelajari.
Untuk mengetahui perkembangan kerapatan suatu populasi dari
periode waktu yang berbeda, atau membandingkan kerapatan populasi
pada ruang yang berbeda secara relative, maka satuan pengukuran yang
dipergunakan adalah kerapatan relatif (relative density).
Untuk dapat memperoleh cuplikan yang dapat memberikan
gambaran suatu populasi tanpa bias (bias yang relatif kecil dan tidak
bermakna) diperlukan suatu metode yang tepat. Dalam kajian populasi
hewan, secara garis besar dapat dipilahkan antara metode untuk hewan
yang geraknya relatif terbatas (sessile) dan yang bergerak.
Beberapa metode yang seringkali dipergunakan dalam pencuplikan
hewan adalah metode :
1. Berpetak, volume (plot)
2. Transek (line transec, belt transec)
3. Penandaan (Capture Mark Release and Recapture Methode - CMR)
4. Jebakan (light trap, pitfall, jebakan tikus, dll).
5. Cacah butir tinja frekuensi vokalisasi
6. Cacah artifak
7. Kuesioner
8. Catatan kulit, dll
b. Natalitas
Natalitas adalah kemampuan suatu populasi untuk bertambah
jumlah anggotanya secara inheren. Natalitas dapat terjadi dengan cara
kelahiran, penetasan telur, atau munculnya individu baru akibat
pembelahan sel.
Atas dasar kondisi lingkungannya, dibedakan antara natalitas
fisiologik dan natalitas ekologik. Natalitas fisiologik (disebut juga
natalitas maksimum atau natalitas mutlak), yaitu penambahan jumlah
anggota populasi dalam kondisi ideal (tidak ada factor eksternal yang
membatasi). Dengan demikian, faktor utama yang membatasi adalah
kondisi fisiologi. Sedangkan natalitas ekologik adalah pertambahan
jumlah anggota populasi dalam kondisi ekologinya.
Aspek penting yang perlu diperhatikan dalam natalitas adalah
fertilitas, yaitu kemampuan sesungguhnya suatu populasi, atau aras
kinerja populasi berdasarkan cacah individu yang dilahirkan. Aspek
kedua adalah fakunditas (kepridian) yaitu kinerja potensial (kapasitas
fisik) suatu populasi.
c. Moralitas
Moralitas adalah pengurangan cacah individu suatu populasi.
Seperti halnya natalitas, maka mortalitas dapat dibedakan atas mortalitas
fisiologik dan ekologik. Mortalitas fisiologik (mortalitas minimum)
adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi ideal.
Semua organisme dalam kondisi ideal sekalipun akan mengalami
kematian sekalipun dalam umur yang relative tua, yang secara teoritis
ditentukan oleh longivitas fisiologik (rerata jangkauan hidup). Angka
kematian ini merupakan tetapan untuk suatu populasi. Sedangkan
mortalitas ekologik adalah pengurangan individu anggota populasi dalam
kondisi ekologinya. Angka kematian ini biasanya lebih besar
dibandingkan dengan kematian dalam kondisi ideal, dan bukan
merupakan tetapan.

D. Komunitas
Aktivitas pada tingkat populasi mempunyai konsekwensi pada interaksi
antar populasi yaitu pada tingkat komunitas. Komunitas adalah sekelompok
populasi spesies yang berbeda yang hidup cukup dekat untuk berinteraksi.6
Dalam kajian ekologi, komunitas diartikan sebagai kumpulan populasi yang
saling berinteraksi pada ruang dan waktu secara bersamaan.
Konsep komunitas menjadi demikian penting dalam mempelajari
ekologi, karena pada tingkat komunitas inilah dikaji keberadaan
beranekaragam jenis organisme yang hidup bersama dengan cara yang
beraturan, tidak tersebar bebas begitu saja tanpa ada saling ketergantungan.
Komunitas sebagai suatu organisasi kehidupan tersusun dari beberapa
komponen yang masing-masing komponen memiliki dinamikanya masing-
masing dan dikenal sebagai struktur komunitas. Sebelum mempelajari
hubungan komunitas dengan lingkungannya salah satu kajian untuk
mempelajari komunitas adalah mengamati struktur komunitas. Beberapa hal
yang perlu diketahui dalam mempelajari struktur komunitas antara lain adalah
sebagai berikut.
- Jenis organisme penyusunnya, misalnya untuk mempelajari komunitas
rumput di Hutan
- Wisata Kaliurang, maka pertama kali yang harus dilakukan adalah jenis-
jenis rumput apa saja yang tumbuh di sana
- Densitas (kepadatan), misalnya berapa jumlah rumput jenis A per meter
persegi
- Keanekaragaman jenis.
Kajian komunitas berusaha untuk mengetahui pertama, keseimbangan
yang tergambarkan dalam struktur dan komposisi populasi penyusunnya.
Kedua, untuk mengetahui pola sebaran dan perubahan sebagai hasil interaksi
semua komponen yang bekerja dalam komunitas tersebut. Sebaran, struktur
dan komposisi suatu komunitas dapat ditemukan berbeda tajam dan dapat
dengan jelas memilahkan antara satu komunitas dengan komunitas lainnya.
Kondisi ini tentunya akan terjadi apabila kondisi lingkungannya
memperlihatkan perbedaan yang relative tajam, dan dapat pula diakibatkan
karena interaksi populasi dalam komunitas itu sendiri. Apabila kondisi
lingkungan berubah secara gradual, maka struktur dan komposisi berubah

6
Neil A. Campbell., Reece, Urry, Cain Wasserman, Minorsky and Jackson, Biology (Ninth
Edition). (San Fransisco: Pearson Education, 2011) hlm. 1194
secara berangsur-angsur, terjadi tumpang tindih antara satu komunitas dengan
komunitas yang lain tanpa ada batas yang tajam (continuum).
Di alam terdapat bermacam-macam komunitas yang secara garis besar
dapat dibagi dalam dua bagian yaitu sebagai berikut.7
- Komunitas akuatik, komunitas ini misalnya yang terdapat di laut, di danau,
di sungai, di parit atau di kolam.
- Komunitas terrestrial, yaitu kelompok organisme yang terdapat di
pekarangan, di hutan, di padang rumput, di padang pasir, dll.

E. Ekosistem
Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh A.G. Tansley seorang
ahli ekologi berkebangsaan Inggris. Ekosistem adalah hubungan timbal balik
antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati yang membentuk sistem ekologi
atau tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan
tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan
berinteraksi.

Gambar 1.4 Ekosistem


Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang
berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer.. Ekosistem
merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang
beragam.
Suatu ekosistem berdasarkan susunan dan fungsinya tersusun dari
beberapa komponen sebagai berikut.
a. Komponen autotroph

7
Zoeraini DjamalIrwa, Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem Komunitas dan
Lingkungan, (Jakarta : Bumi Aksara, 2003)
Autotroph berasal dari kata Auto yang berarti sendiri, dan trophikos
yang berarti menyediakan makan. Jadi, pengertian dari autotroph adalah
organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanan sendiri
yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi
seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen,
contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.
b. Komponen heterotroph
heterotroph berasal dari kata Heteros yang berarti berbeda, dan
trophikos yang berarti makanan. Pengertian dari Heterotrof merupakan
organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya
dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong
komponen heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
1. Bahan tak hidup (abiotic)
Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari
tanah, air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium
atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat
hidup.
2. Pengurai (dekomposer)
Pengertian dari Pengurai adalah organisme heterotrof yang
menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan
organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil
penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang
dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah
bakteri dan jamur.
Ekosistem terbentuk oleh komponen hidup dan tidak hidup di suatu
tempat serta kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam
ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi
faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat
ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi.
Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki
toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu. Dengan demikian,
panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam
ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda
dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran
toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi
dan memanipulasi alam.8
Ciri ekosistem adalah sebagai berikut.
- Memiliki sumber energi yang konstan, umumnya cahaya matahari atau
panas bumi pada ekosistem yang ditemukan di dasar laut yang dangkal.
- Populasi makhluk hidup mampu menyimpan energi dalam bentuk materi
organik.
- Terdapat daur materi yang berkesinambungan antara populasi dengan
lingkungannya.
- Terdapat aliran energi dari satu tingkat ke tingkat yang lainnya.
Contoh ekosistem diantaranya.
- Ekosistem alami, hutan
- Ekosistem binaan, agroekosistem
- Ekosistem buatan, aquarium

F. Biosfer
Lapisan bumi tempat hidup organisme disebut biosfer yang meliputi
beberapa meter dibawah permukaan bumi sampai beberapa kilometer di atas
permukaan bumi. Keberadaan biosfer merupakan akibat dari pengaruh faktor-
faktor abiotik. Berbagai variasi dari spektrum yang luas pada faktor abiotik
merupakan salah satu faktor dari seleksi alam. Rentang variasi dan faktor-
faktor abiotik dimana suatu organisme mampu hidup merupakan faktor utama
yang menentukan distribusi dari suatu spesies. Faktor-faktor abiotik yang
penting pengaruhnya terhadap keberadaan suatu organisme antara lain:9
1. Temperatur merupakan faktor penting karena metabolisme dan aktivitas
enzim pada satu organisme sangat dipengaruhi oleh temperatur. Beberapa
organisme tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya karena adanya
perubahan suhu lingkungan, sedangkan beberapa organisme mampu
menyesuaikan diri terhadap rentang temperatur dari 0o- 50o.
2. Air mempunyai peranan yang sangat penting karena organisme harus
mengatur osmolaritasnya dilingkungan air dan memelihara kandungan air
serta mengurangi hilangnya air jika dihabitat terestrial.
3. Energi cahaya mengendalikan hampir semua ekosistem. Dihutan,
ketersediaan cahaya mempengaruhi distribusi suatu spesies. Intensitas dan

8
Anonim, 2008, Ekosistem Umum, (online), (http://ridwanaz.com/umum/biologi/pengertian-
ekosistem-susunan-dan-macam-ekosistem/) diakses 4 September 2016.
9
L. Hartanto Nugroho, Biologi Dasar, (Jakarta, Swadaya: 2004) hlm. 136
kualitas cahaya merupakan faktor abiotik yang penting dilingkungan air.
Semua proses fotosintesis tumbuhan air hampir selalu terjadi di dekat
permukaan air.
4. Variasi struktur fisik tanah, pH, dan komposisi mineral tanah mempengaruhi
distribusi dari tumbuhan dan tentu saja akan mempengaruhi jenis
binatangnya.
5. Angin akan meningkatkan hilangnya air dan panas dari suatu organisme.
6. Api sangat berpengaruh pada kelangsunga hidup suatu organisme.
Individu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dengan
memberikan berbagai macam respon sebagai berikut:
1. Respon tingkah laku, respon ini meliputi relokasi ke tempat yang lebih
menguntungkan dengan cara migrasi musiman.
2. Respon fisiologi, respon ini biasanya terjadi lebih lambat dibandingkan
dengan respon tingkah laku. Regulator adalah organisme yang mampu
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Organisme-organisme yang
hidup dilingkungan yang stabil biasanya concormer. Perubahan secara
fisiologis terhadap perubahan lingkungan sampai pada batas toleransi
disebut aclimation.
3. Respon morfologi, respon ini umum terjadi pada tumbuhan, contohnya
perubahan bentuk tubuh sebagai akibat dari perubahan lingkungan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Urutan organisasi kehidupan di tingkat biosfer dimulai dari sel dan
sampai biosfer, akan tetapi pada ekologi lebih ditekankan pada makro
organisme yaitu dimulai dari individu ke populasi kemudian komunitas ke
ekosistem dan berakhir di tingkat biosfer.
Organisme adalah gabungan dari beberapa sistem organ yang saling
berkaitan satu sama lain. Bila ada salah satu sistem organ yang terganggu,
maka sistem organ yang lain juga ikut terganggu.
Populasi adalah sekumpulan individu organisme dari spesies yang sama
dan menempati area atau wilayah tertentu pada waktu tertentu.
Komunitas adalah sekelompok populasi spesies yang berbeda yang hidup
cukup dekat untuk berinteraksi. Dalam kajian ekologi, komunitas diartikan
sebagai kumpulan populasi yang saling berinteraksi pada ruang dan waktu
secara bersamaan.
Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati
dengan nonhayati yang membentuk sistem ekologi atau tingkatan organisasi
kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua
komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi.
Lapisan bumi tempat hidup organisme disebut biosfer yang meliputi
beberapa meter dibawah permukaan bumi sampai beberapa kilometer di atas
permukaan bumi.

B. Saran
Dari penulisan makalah yang dilakukan di IAIN Tulungagung dan di
pusat belajar bersama IAIN Tulungagung maka penulis memberikan saran
sebagai berikut :
Untuk para pembaca : marilah kita menciptakan inovasi-inovasi baru
yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain, dan juga kembangkanlah laporan
praktikum ini agar dapat menjadi kesempurnaan.