Anda di halaman 1dari 14

1

PENGARUH PENYAPIHAN ANAK USIA (1-6 BULAN)


TERHADAP PERTUMBUHAN DI KELURAHAN SRAGEN
KULON KECAMATAN SRAGEN KABUPATEN SRAGEN

NASKAH PUBLIKASI

Disusun oleh:
AMALINA INDAH WARNANI
J. 210 090 040

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
1
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

NASKAH PUBLIKASI
PENGARUH PENYAPIHAN ANAK USIA(1-6 BULAN) TERHADAP
PERTUMBUHAN DI KELURAHAN SRAGEN KULON KECAMATAN SRAGEN
KABUPATEN SRAGEN

Amalina Indah Warnani*


WinarsihNurAmbarwatiS.Kep., Ns., ETN., M.Kep.**
AgustariaS.Kep., Ns.,**
Abstrak

ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan alami yang pertama untuk bayi,
namun tidak semua bayi mendapatkan ASI.ASI mengandung semua energi dan
nutrisi yang dibutuhkan bayi. Namun dalam kenyataan tidak semua ibu
memberikan ASI secera ekslusif kepada anaknya di usia 1-6 bulan. Ibu yang
melakukan penyapihan mempunyai penilaian tersendiri mengapa melakukan
penyapihan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan penyapihan anak
usiadini(1-6 bulan) terhadap pertumbuhandi Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan
Sragen, Kabupaten Sragen.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental
dengan desain penelitian deskriptif komparatif. Teknik pengambilan data
penelitian yang digunakan adalah cross sectional . Sampel anak yang tidak
dilakukan penyapihan usia (1-6 bulan)adalah:30 anak. Sampel anak yang
dilakukan penyapihan usia (1-6 bulan) berjumlah 32. Pengambilan sampel pada
anak yang tidak dilakukan penyapihan menggunakan metode simple random
sampling. Anak yang dilakukan penyapihan menggunakan total
sampling.Instrument penelitian menggunakan alat meteran dan timbangan untuk
mengetahui pertumbuhan anak.Analisis data menggunakan uji Fisher exact. Hasil
penelitian diketahui Tidak terdapat dampak buruk pada anak usia(1-6 bulan) yang
disapih. 84,4%anak yang disapihmempunyai pertumbuhan yang normal dan
86,7%.anak yang tidak disapih juga mempunyai pertumbuhan normal. Tidak ada
pengaruh penyapihan anak usia(1-6 bulan) terhadap pertumbuhan di Kelurahan
Sragen Kulon Kecamatan Sragen kabupaten Sragen.dengan p-value = 0,798.

Kata kunci: Penyapihan, Anak Usia Dini, Pertumbuhan

1
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

CORRELATION WEANING OF EARLY AGE CHILD (1-6 MONTHS) WITH


GROWTH IN SRAGEN KULON VILLAGE OF SRAGEN

Abstract

Breast milk is the natural first food frombabies, but not all babies are
breastfeed. Breast milk contains all the energy and nutrients that the baby needs.
But in reality not all mothers breastfeed exclusively to his son at the age of 1-6
months. Mothers with weaning has its own assessment why do weaning. purpose
of this research aim to know correlation weaning of early age child (1-6 months)
with growth in Sragen Kulon village of Sragen. This research is non-
experimental, descriptive comparative research design. Taking data use used
cross-sectional aproach. Sample are children early weaning yet for age (1-6
months) are: 30 children. Sample of children who performed early weaning age
(1-6 months) are 32. Sampling was carried out on children who are not weaning
using simple random sampling method. Weaning children performed using total
sampling. Research instrument using a tape measure and a scale to determine the
child's growth. Data analysis use Fisher exact test. Results there is impact
weaning of early age child (1-6 months) with growth in Sragen Kulon village of
Sragen. adverse impact on early childhood (1-6 months) 84,4%. of children who
were weaned early have normal growth and 86,7% of children who are not
weaned also have normal growth. There is no correlation weaning of early age
child (1-6 months) with growth in Sragen Kulon village of Sragen with p-value =
0.798.

Keywords: Weaning, Early Childhood, Growth

2
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

PENDAHULUAN wawancarayang dilakukan oleh


Angaka kematian ibu (AKI) di peneliti dari 3 posyandu ditemukan
Jawa Tengah tahun 2007 tercantum kejadian bayi kurang di Bawah Garis
116,3 per 100.000 kelahiran hidup dari Merah(BGM) sebanyak 15 orang,
angka kematian ibu (AKI) secara dimana 8 bayi disebabkan oleh
nasional sebesar 248 per 100.000 penyapihan yang terlalu dini.
kelahiran hidup. Sedangkan angka Tujuan Penelitian
kematian bayi (AKB) di Jawa Tengah adalahMengetahui hubungan
tercatat 10,9 per 1.000 kelahiran hidup penyapihan anak usia(1-6 bulan)
dari angka kematian bayi (AKB) terhadap pertumbuhandi Kelurahan
secara nasional sebesar 26,9 per 1000 Sragen Kulon, Kecamatan Sragen,
kelahiran hidup. Data Dinas Propinsi Kabupaten Sragen.
Jawa Tengah (2008) menunjukkan
angka kematian ibu (AKI) di Sragen Tinjauan teori
pada tahun 2008 sebesar 87,41 per
Menyapih
tahun, sedangkan angka kematian bayi
Menyapih adalah proses
9,28 per 1.000 kelahiran hidup
berhentinya masa menyusui secara
(Dinkes, 2008).
berangsur-angsur atau sekaligus.
Menyapih artinya
Proses itu dapat disebabkan olehanak
menghentikan pemberian ASI kepada
sendiri untuk berhenti menyusu atau
bayi, masa ini adalah masa yang
biasjuga dari ibu untuk menyusui
paling kritis dalam kehidupan bayi
anaknya, atau dari keduanya dengan
(Hanum, 2010). Menurut Widjaya
berbagi alasan (Nugroho,2011).
(2002), penyapihan adalah suatu
perubahan progresif pemberian makan
ASI (Air Susu Ibu)
pada bayi dari semula yang mendapat
ASIadalah cairan tanpa tanding
ASI sebagai satu-satunya sumber
ciptaan Allah yang merupakan
makanan menuju kepada suatu jenis
makanan terbaik bagi bayi, Karen
makanan sehari-hari keluarga.
mengandung semua vitamin dan gizi
Berdasarkan fenomena
yang diperlukan terutama pada 6 bulan
yang terjadi bahwa kurangnya
pertama kehidupannya (Rosita,
pengetahuan ibu, wanita karier atau
2008).ASI merupakan makanan bayi
pekerja belum mengerti tentang
yang sehat memenuhi kualitas dan
manfaat ASI.Adapun manfaat ASI
kuantitas yang memadai.Pilihan ini
yang berpengaruh terhadap tumbuh
tidak perlu diperbedakan lagi.ASI
kembang bayi yaitu sebagai daya
cocok sekali untuk memenuhi
tahan tubuh, dan meningkatka
kebutuhan bayi dalam segala hal
kecerdasan.Apabila bayi usia 0-6
(Arisman, 2004).
bulan tidak diberikan ASI eksklusif
maka tumbuh kembang anak kurang
ASI eksklusif
baik, sedangkan apabila bayi diberikan
Menurut Waryana (2010) ASI
ASI ekslusif selama 6 bulan maka
eksklusif adalah pemberian ASI pada
pertumbuhannya baik. Tumbuh
bayi yang berupa ASI saja, tanpa
kembang anak dapat dilihat dari
diberi cairan lain baik dalam bentuk
perubahan berat badan bayi saat
apapun kecuali sirup obat.ASI
mengikuti posyandu.Hasil
eksklusif diberikan minimal dalam

3
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

jangka waktu enam bulan.ASI saja METODE PENELITIAN


dapat mencukupi kebutuhan bayi pada
enam bulan pertama kehidupannya. Jenis dan Rancangan Penelitian
Makanan dan minuman lain justru Jenis penelitian yang akan
dapat membahayakan kesehatannya. dilakukan merupakan penelitian non
eksperimental dengan desain
Pertumbuhan penelitian deskriptif komparatif.
Pertumbuhanadalah bertambahnya teknik pengambilan data penelitian
ukuran fisik struktur tubuh dalam arti yang digunakan adalah cross sectional
sebagin atau seluruhnya karena Populasi dalam penelitian ini adalah
adanya multiplikasi (bertambah semua anak yang berusia 1-6 bulan di
banyak) sel-sel tubuh dan juga karena Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan
bertambah besarnya sel. (IDAI, 2002) Sragen, Kabupaten Sragen.
Sampel anak yang tidak dilakukan
Perkembangan penyapihan usia (1-6 bulan)adalah:30
Menurut Soetjiningsih (2002), anak. Sampel anak yang dilakukan
Perkembangan (development) adalah penyapihan usia (1-6 bulan) berjumlah
bertambahnya kemampuan (skill) 32. Pengambilan sampel pada anak
dalam struktur dan fungsi tubuh yang yang tidak dilakukan penyapihan usia
lebih kompleks, mengikuti pola yang dini (1-6 bulan) menggunakan metode
teratur, dan dapat diramalkan, sebagai simple random sampling. Sedangkan
hasil dari proses pematangan. Dengan anak yang dilakukan penyapihan usia
demikian, aspek perkembangan ini dini (1-6 bulan menggunakan total
bersifat kualitatif, yaitu pertambahan sampling.
kematangan fungsi dari masing-
masing bagian tubuh.Hal ini diawali Kriteria Sampel
dengan dengan berfungsinya jantung a. Orang tua yang mengetahui dan
untuk memompa darah, kemampuan tidak mengetahui usia penyapihan
untuk bernapas, sampai kemampuan b. Tercatat sebagai anggota
anak untuk tengkurap, duduk, posyandu di desa yang
berjalan, bicara, memungut benda- bersangkutan
benda di sekelilingnya, serta c. Bersedia mengikuti seluruh
kematangan emosi dan social anak. rangkaian penelitian

Bayi Intrumen Penelitian


Menurut Wiryo (2002) bayi Intrumen penelitian menggunakan
adalah kelompok umur yang paling Timbangan berat badan (dancing dan
peka terhadap timbulnya kekurangan timbangan otomatis). Meteran,
gizi. Bayi 0-6 bulan adalah kelompok Digunakan untuk mengukur tinggi
umur yang mengalami masa badan atau panjang badan dengan
pertumbuhan paling cepat, sehingga satuan cm.pengukuran berat badan dan
memerlukan ASI sebagai makanan tinggi badan maka akan di
yang terbaik untuk masa kelompokkan dalam 3 kategori:
pertumbuhannya (Achsin, 2003) a. Gemuk: > + 2SD
b. Normal: > -2 SD s/d < -2 SD
c. Kurus : >-3 SD s/d < - 3 SD

4
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

Analisis bivariatmenggunakan uji Pekerjaan ibu


Fisher exact
Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Ibu
HASIL PENELITIAN Berdasarkan Status Pekerjaan
Karakteristik responden
Usia ibu Ibu yang
Ibu yang
tidak
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Usia Pekerjaan menyapih menyapih
Ibu Jumlah % Jumlah %
Usia Ibu yang tidak Ibu yang IRT 20 66.7 15 46.9
ibu menyapih menyapih Swasta 8 26.7 16 50.0
Jumlah % Jumlah % PNS 2 6.4 0 0
<20 2 6.7 0 0 Pedagang 0 0 1 3.1
20-35 25 83.3 27 84.4 Total 30 100.0 32 100.0
> 35 3 10.0 5 15.6 Berdasarkan Tabel 4.3 status
Total 30 100.0 32 100.0 pekerjaan diketahui Ibu yang tidak
menyapih terdapat 20 orang ibu
(66,7%) sebagai ibu rumah
Tabel 4.1. di atas diketahui
tangga, 8 orang ibu (26,7%)
Ibu yang tidak menyapih sebanyak
bekerja di swasta, 2 orang ibu
25 ibu (83%) berusia 20-35 tahun,
(6,4%) bekerja sebagai PNS. Ibu
ibu yang menyapih diketahui 27
yang menyapih diketahui 15
ibu (84,4%)
orang (46,9%) sebagai ibu rumah
Pendidikan tangga, 16 responden (50%)
bekerja di swasta, dan 1 orang ibu
Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Ibu (3,1%) sebagai pedagang.
Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Karakteristik anak
Pendi Ibu yang
dikan tidak Ibu yang Jenis kelamin anak
menyapih menyapih
Tabel 4.4. Distribusi frekuensi
Jumlah % Jumlah % responden berdasarkan jenis kelamin
SD 3 10.0 1 3.1
SMP 8 26.7 5 15.6 Jenis Tidak disapih Disapih
kelamin
SMA 13 43.3 22 68.8
anak Jumlah % Jumlah %
PT 6 20.0 4 12.5
Laki-laki 18 60.0 12 37.5
Total 30 100.0 32 100.0
Perempuan 12 40.0 20 62.5
Tabel 4.2. diketahui Ibu yang
tidak menyapih 43,3% berpendidikan Total 30 100.0 32 100.0
SMA, 6 orang ibu (20%)
berpendidikan Perguruan tinggi, 8 Tabel 4.4 memperlihatkan
orang ibu. Data pendidikan ibu yang data responden yang tidak disapih
berpedidikan SMA, 4 orang ibu terdapat 18 anak laki-laki (60%)
(68,8%) dan 12 responden perempuan

5
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

(40%). Data pada anak yang Berdasarkan tabel 4.6


disapih diketahui 12 anak laki- memperlihatkan data berat badan bayi
laki (37,5%) dan 20 anak yang belum disapih dan sudah disapih
perempuan (62,5%). hampir mempunyai berat badan yang
Usia anak seimbang, pada anak yang disapih
pada usia 5 bulan mempunyai berat
Tabel 4.5.Distribusi frekuensi badan yang lebih, dengan selisih 300
responden berdasarkan usia gram.
Tidak disapih Disapih Panjang badan
Usia
Jumlah % Jumlah %
Tabel 4.7.Rata rata panjang badan
1 bln 1 3.3 - -
2 bln 17 56.6 8 25.0 anak
3 bln 6 23.3 10 31.3
Rata rata Rata rata
4 bln 4 13.3 10 31.3 panjang badan panjang badan
sia
5 bln 1 3.33 4 12.5 anak belum anak sudah
Total 30 100.0 32 100.0 disapih (cm) disapih (cm)

1 bln 50 -
Tabel 4.5 memperlihatkan data
usia anak responden yang tidak 2 bln 55.23 54.71
disapih paling banyak pada usia 2
bulan sebesar 56.3%, usia 3 bulan 3 bln 59 58.60
sebesar 23,3%, usia 4 bulan sebesar
13.3%. Data usia anak responden 4 bln 64.25 64.80
yang disapih menunjukkan usia 3 dan 5bln 67 70.80
4 bulan sama banyak masing masing
31,3%, usia 2 bulan sebesar 25% dan
usia 5 bulan sebesar 12,5%. Tabel 4.7 memperlihatkan data
panjang badan anakyang belum
Berat badan anak disapih pada usia 2 bulan lebih
Tabel 4.6 Rata rata berat badan anak panjang dari yang sudah disapih.
Namun pada usia 4 dan 5 bulan anak
Rata rata berat Rata rata berat yang disapih mempunyai berat badan
Usia badan anak belum badan anak sudah lebih panjang dari anak yang belum
disapih (gram) disapih (gram) disapih.

1 bln 3500.00 -
2bln 4517.64 4457.14
3 bln 5566.66 5520.00
4 bln 6100.00 6240.00
5bln 6500.00 6800.00

6
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

Analisis Univariat .
Tabel 4.8.Distribusi berdasarkan
Pertumbuhan anak yang disapih pertumbuhan anak yang tidak sapih
Tabel 4.8. Distribusi frekuensi Pertumbuhan Tidak disapih
pertumbuhan anak yang disapih Jumlah %
Pertumbuhan Disapih Normal 26 86,7
Jumlah % Gemuk 4 13,3
Normal 27 84,4 Total 30 100.0
Gemuk 5 15,6
Berdasarkan Tabel 4.8 diketahui
Total 32 100.0
responden yang tidak sapih banyak
yang normal sebesar 86,7%.
Berdasarkan Tabel 4.8 diketahui
responden yang disapih banyak yang Analisis Bivariat
mempunyai pertumbuhan normal
sebesar 84,4%. Tabel 4.9 Hubungan antara hubungan
penyapihan anak usia dini (1-6 bulan)
Pertumbuhan anak yang tidak terhadap pertumbuhan
disapih

Kelompok Pertumbuhan Jumlah P Ho


anak Normal Gemuk
n % n % n %
Tidak 26 41.9 4 6.5 30 48.4
sapih 0.798 Diterima
Sapih 27 85.5 5 8.1 32 51.6
Jumlah 53 85.5 9 14.5 62 100

Berdasarkan Tabel 4.9. Diketahui


responden yang tidak disapih lebih PEMBAHASAN
banyak yang normal dalam
pertumbuhannya yaitu 26 responden Karakteristik Ibu
(41,9%), demikian juga responden Berdasarkan hasil penelitian
yang disapih banyak yang normal diketahui umur ibu yang menyapih
sebesar 85,5%.Berdasarkan hasil terhadap anak usia 1-6 bulan maupun
analisis data dari pengujian secara yang masih member ASI eksklusif
statistic menggunakan uji Fisher exact banyak pada usia 20-35 tahun. Dalam
diketahui p-value = 0,798. Hasil usia tersebut menunjukkan ibu
tersebut dapat disimpulkan bahwa termasuk usia risiko rendah dalam
tidak terdapat hubungan penyapihan persalinan.
anak usia dini di Kelurahan Sragen Menurut Soetjiningsih (2005)
Kulon kecamatan Sragen Kabupaten menyatakan bahwa jumlah produksi
Sragen. ASI selain dipengaruhi oleh diit ibu,

7
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

juga dipengaruhi masa laktasi, umur factor penentu keputusan untuk


ibu, frekuensi menyusui dan psikis menyapih anak.
ibu. Ibu dengan umur yang lebih muda Berdasarkan hasil penelitian di
akan lebih banyak memproduksi ASI lapangan diketahui alsan utama
dibandingkan dengan ibu-ibu yang menyapih karena volume ASI
sudah tua. Umur merupakan faktor berkurang, dan anak sering
penting dalam mempengaruhi menangis.Kondisi ini menjadikan ibu
kemampuan seseorang dalam memutuskan untuk melakukan
melakukan segala sesuatu. Hal ini penyapihan. Tindakan ibu ini kurang
sesuai dengan pendapat William sejalan dengan pendapat Wawan dan
(2009) yang menyatakan bahwa para Dewi (2010) yang menyatakan
ibu remaja mungkin memerlukan pendidikan adalah upaya untuk
bantuan mengenai cara menyusui, memberikan pengetahuan sehingga
nasehat tentang gizi dan imunisasi. terjadi perubahan perilaku positif yang
Berdasarkan hasil penelitian meningkat. Orang yang memiliki
diketahui bahwa ibu banyak yang pendidikan yang baik memiliki
bekerja.Dengan pekerjaan banyak di kemampuan untuk menyerap dan
sector swasta menjadikan ibu memahami pengetahuan yang
melakukan penyapihan, dimana ibu diterimanya. Semakin baik pendidikan
beralasan bahwa memberikan ASI seseorang, maka semakin mudah ia
secara ekslusif tidak mungkin untuk menyerap dan memahami
dilakukan mengingat jam kerja adalah pengetahuan yang ia terima termasuk
8 jam.Jika ibu melakukan perah ASI memahami pentingnya pemberian
pun tidak mencukupi kebutuhan ASI ASI secara eksklusif kepada anak
selama ditinggal kerja. Dengan alasan berkaitan dengan pertumbuhannya.
pekerjaan ibu menjadikan ibu
melakukan penyapihan. Pada ibu yang Pertumbuhan anak usia 1-6 bulan
memberikan ASI ekslusif banyak Berdasarkan hasil penelitian
sebagai ibu rumah tangga.Waktu yang diketahuI anak yang disapih maupun
banyak di rumah menjadikan ibu lebih yang diberi ASI eksklusif mempunyai
berkesempatan memberikan ASI pertumbuhan yang normal. Ibu yang
esksklusif. memberikan ASI eksklusif
Berdasarkan faktor pendidikan menyatakan bahwa selama diberikan
ibu diketahui pada ibu yang ASI eksklusif anak jarang sekali
memberikan ASI eksklusif maupun menderita sakit, tidak tampak kelainan
yang menyapih banyak pada lulusan dalam pertumbuhan berat badan anak
SMA. Banyaknya Pendidikan Tingkat seperti dalam buku KMS yang
SMA pada responden adalah diketahui dari penimbangan berat
kemammpuan dalam bersekolah, badan pada saat kegiatan posyandu
artinya setelah lulus sekolah balita. Hal yang sama jawaban dari
responden bekerja di pabrik, dimana ibu yang menyapih anaknya bahwa
di Kabupaten Sragen banyak pabrik selama penyapihan anaknya juga
berdiri dan lebih banyak jarang sakit.
membutuhkan tenaga kerja Apabila anaknya sakitpun segera
perempuan. Namun pendidikan ibu ibu memeriksakan anak ke bidan desa.
dalam penelitian ini tidak menjadi Berat badan anak juga tidak

8
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

mengalami perubahan dan bahkan ASI esksklusif dan ASI tidak


seperti lebih gemuk dari anak yang eksklusif.
diberi ASI secara ekskusif Tidak adanya hubungan yang
Soetjiningsih (2005) menyatakan bermakna dalam pertumbuhan anak
pertumbuhan adalah perubahan besar, yang disapih dapat disebabkan karena
jumlah, ukuran atau dimensi sel, organ asupan gizi anak yang diberikan oleh
maupun individu yang diukur dengan ibu tetap mengacu pada kebutuhan
ukuran berat, ukuran panjang, umur bayi, seperti pemberian susu formula,
tulang dan keseimbangan metabolic. makanan tambahan seperti bubur
Pertumbuhan merupakan dasar untuk sayur. Pemberian ibu kepada anak ini
menilai kecukupan gizi anak. mencerminkan bahwa ibu berharap
Eastwood (2006) menyatakan asupan gizi anak setelah disapih tetap
pertumbuhan dapat digunakan untuk dapat tercukupi.Berdasarkan hasil
mengetahui perubahan yang penelitian ini juga diketahui bahwa
berhubungan dengan perkembangan anak yang disapih tidak mempunyai
bentuk dan fungsi yang diukur dengan pertumbuhan yang buruk, dimana data
panjang, berat dan komposisi kimia menunjukkan sebagian besar anak
sehingga pertumbuhan membutuhkan mempunyai pertumbuhan normal.
zat gizi untuk menghasilkan simpanan Berdasarkan tabulasi silang
energi, pembelahan sel dan diketahui responden yang tidak
penggunaan skeletal.Berdasarkan hal disapih mempunyai pertumbuhan
ini maka pertumbuhan meliputi normal sebesar 76,7%. Hal ini
pertumbuhan tubuh secara disebabkan kebutuhan Air susu ibu
keseluruhan, pertumbuhan organ, (ASI) merupakan makanan yang
replikasi sel, pergantian dan perbaikan terbaik bagi bayi karena mengandung
jaringan, dan kematian sel (apoptosis). semua zat gizi dalam jumlah dan
Pergantian (substitusi) yang terjadi komposisi yang ideal yang dibutuhkan
misalnya pada saat tulang rawan oleh bayi untuk tumbuh dan
(cartilage) dikonversi menjadi tulang berkembang secara optimal, terutama
keras atau pada saat gigi permanen pada umur 0 sampai 6 bulan.Menurut
menggantikan gigi susu (Sinclair, Nugroho (2011) kebutuhan bayi
2004). seperti air, karbohidrat, protein
mineral, lemak. Kebutuhan air pada
Hubungan Penyapihan Anak Usia bayi relative tinggi 75-80% dari berat
dini (1-6 Bulan) Terhadap badan, yaitu sekitar 130-155 ml pada
Pertumbuhan umur 6 bulan.
Berdasarkan hasil hasil penelitian Sebanyak 4 responden yang tidak
diketahui bahwa tidak ada hubungan disapih namun mempunyai
antara anak yang disapih terhadap pertumbuhan gemuk dapat
pertumbuhan. Hasil penelitian dipengaruhi oleh factor dipengaruhi
inisejalan dengan penelitian yang oleh factor genetic dari orang tua.
dilakukan oleh Wijayanti (2011). Sinclair (2004) menyatakan faktor
Dalam penelitiannya terhadap 27 bayi yang mempengaruhi pertumbuhan
usia sampai 6 bulan disimpulkan tidak salah satunya adalah Genetik.
terdapat perbedaan yang signifikan Berdasarkan hasil penelitian
terhadap berat badan bayi yang diberi dilapangan, diketahui anak yang

9
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

mempunyai berat badan obesitas hijau yang berarti anak dalam


meskipun sudah disapih, ternyata ibu pertumbuhan normal sesuai usia anak.
anak juga mempunyai kecenderungan Terdapat 5 responden yang
gemuk bahkan obesitas, sedangkan disapih mempunyai pertumbuhan
ditinjau dari panjang badan anak, gemuk.Hal ini dapat diakibatkan
diketahui anak dengan panjang badan karena kondisi pencernaan masih
yang lebih dari rata-rata bayi pada belum sempurna sehingga dapat
usianya ternyata ayah responden mempengaruhi kesehatan anak.
tergolong tinggi. Berdasarkan hasil wawancara kepada
Faktor genetik dan lingkungan ibu responden bahwa setelah anak
mempengaruhi pertumbuhan.Studi disapih anak lebih sering mengalami
pada anak kembar menunjukkan gangguan pencernaan seperti
bahwa bentuk dan ukuran tubuh, konstipasi (sembelit) ataupun justru
simpanan lemak dan pola mengalami diare. Namun ibu tidak
pertumbuhan sangat berkaitan dengan mengetahui secara pasti penyebab
faktor alam daripada pengasuhan. pasti anak mengalami sakit diare
Keturunan tidak hanya mempengaruhi apakah tidak cocok dengan susu yang
hasil akhir pertumbuhan tetapi juga diberikan, ataukah dari makanan
kecepatan untuk mencapai tambahahan lain. Provera (2010)
pertumbuhan sehingga umur radiologi, menyatakan Sistem pencernaannya
gigi, seksual, dan saraf dari kembar masih membutuhkan proses
identik cenderung sama. Sebaliknya penyesuaian. Dimulai dengan proses
pada kembar non identik dapat belajar mengecap dan mengunyah,
berbeda.Hal ini menunjukkan adanya lalu menelan. Diteruskan dengan
komponen genetik yang kuat dalam proses di dalam lambung, lalu ke usus
menentukan bentuk tubuh (Yip, 2008). dua belas jari, berlanjut ke usus halus
Pada responden yang disapih untuk mentransfer sari makanan ke
menunjukkan 27 responden (43,5%) seluruh sel tubuh, dan ampas
tetap mempunyai pertumbuhan yang makananakan mengalami pembusukan
normal, hal ini dapat terjadi karena ibu di usus besar sebelum akhirnya
tetap berusaha memberikan asupan dikeluarkan. Distribusi responden
gizi sebaik mungkin yang setidaknya yang disapih dan mengalami
kecukupan vitamin, karbohidrat, pertumbuhan tidak normal sejalan
mineral dan sebagainya tetap terjaga dengan Soemardini (2011). Dalam
dengan cara memberikan berbagai penelitiannya mengetahui perbedaaan
masakan seperti bubur sayur yang pertumbuhan pada bayi yang diberi
sudah dilembutkan, memberikan susu ASI eksklusif dengan yang tidak
formula, memberikan buah yang juga eksklusif. Hasil penelitian tersebut
telah dilumatkan. Tindakan orang tua menyimpulkan bahwa bayi yang tidak
tersebut agar anak tetap mengalami diberi ASI eksklusif lebih banyak
pertumbuhan secara normal. mengalami pertumbuhan tidak normal
Pertumbuhan normal pada responden yaitu banyak yang lebih kurus
ini juga perkuat dari data buku KMS dibanding bayi yang mendapat ASI
anak pada saat kegiatan posyandu eksklusif.
dimana grafik pertumbuhan anak
masih dalam daerah yang berwarna Simpulan

10
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

1. Tidak terdapat dampak buruk pada Remaja.Edisipertama. Jakarta:


anak usia dini (1-6 bulan) yang Sagung Seto
disapih di kelurahan Sragen
Kulon, Kecamatan Sragen, Marimbi, H. (2010). Tumbuh
Kabupaten Sragen. Kembang, Status Gizi dan
2. Sebagian besar anak anakusia dini Imunisasi Dasar Pada Balita.
mempunyai pertumbuhan yang
Yogyakarta: Nuha Medika
normal di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatan Sragen Kabaupaten Nugroho, T (2011). ASI Dan Tumor
Sragen.
Payudara. Muha Medika:
3. Tidak ada hubungan penyapihan
anak usia dini (1-6 bulan) terhadap Jogjakarta.
pertumbuhan di Kelurahan Sragen
Proverawati E. (2010). Kapita Selekta
Kulon Kecamatan Sragen
kabupaten Sragen. ASI & menyusui. Yogyakarta:
Nuha Medika
Saran
1. Berdasarkan hasil penelitian, Sinclair. D (2004) Buku saku
keterbatasan selama penelitian dan kebidanan. Jakarta: EGC
kesimpulan, peneliti memberikan
saran kepada ibu bahwa Soemardini (2012) Perbedaan
diharapkan ibu tetap memberikan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6
ASI eksklusif pada anak usia 1-6 Bulan Yang Mendapat Asi
bulan dimana masa kandungan
Eksklusif Dan Non Asi
ASI sangat dibutuhkan bagi anak
usia 1-6 bulan. Eksklusif Di Kelurahan
2. Penyapihan dilakukan sedapat Lesanpuro Kecamatan Kedung
mungkin jika anak telah berusia 6 Kandang Kota Malang. Jurnal
bulan, dimana pencernaan anak Penelitian Kesehatan Suara
sudah mulai dapat menerima Forikes Volume III Nomor 1,
makanan tambahan selain ASI Januari 2012 ISSN: 2086-3098

Soetjiningsih.(2004). Tumbuh
Daftar Pustaka Kembang Remaja dan
Achsin, A., (2003). Untukmu Ibu
Permasalahannya. Jakarta:
Tercinta Edisi Pertama. Jakarta
Sagung Waryana. (2010). Gizi
Timur: Prenada
Reproduksi.Yogjakarta: Pustaka
Eastwood.M. (2006).Principles of Rihama
Human Nutrition.Second
Wawan, A., & Dewi Maria.(2010).
Edition. Edinburgh
Teori dan Pengukuran
Ikatan DokterA nak Indonesia Pengetahuan Sikap dan Perilaku
(IDAI).(2002). Tumbuh Manusia. Yogyakarta: Numed
Kembang Anak dan

11
Pengaruh Penyapihan Anak Usia (1-6 Bulan)
Terhadap Pertumbuhan Di Kelurahan Sragen Kulon
Kecamatn Sragen Kabupaten Sragen. (Amalina Indah W)

Wijayantinti RE. (2011). Perbedaan


Detak Jantung Janin Pada Ibu
Hamil Yang Melakukan dan
Tidak Melakukan Olahraga
Senam Hamil di RSD Mardi
Waluyo Kota Blitar Jawa Timur
Jurnal Penelitian Kesehatan
Suara Forikes. volume II Nomor
4, Oktober 2011 ISSN: 2086-
3098

Amalina Indah Warnani*:


Mahasiswa S1 FIK UMS
WinarsihNurAmbarwatiS.Kep., Ns.,
ETN., M.Kep.**: Dosen FIK UMS
AgustariaS.Kep., Ns.,** Dosen FIK
UMS

12