Anda di halaman 1dari 6

KEPUTUSAN DIREKTUR RSUS HARAPAN SEHAT

TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE PPI ( PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI)

NOMOR : 07/RSUSHS/KDHS/IV/2016

DIREKTUR RSUS HARAPAN SEHAT

Menimbang :

1. Bahwa rumah sakit meningkatkan mutu layanan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya melalui pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit;
2. Bahwa rumah sakit harus mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang didapat dan
ditularkan diantara pasien, staf, tenaga profesional kesehatan, tenaga kontrak, tenaga sukarela,
mahasiswa dan pengunjung;
3. Bahwa rumah sakit harus menyediakan sumber daya yang cukup untuk mendukung program
pencegahan dan pengendalian infeksi;
4. Bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas maka perlu dibentuk Komite PPI di Rumah
Sakit UmumSwasHarapanSehat;

Mengingat :

1. UU Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;


2. UU Nomor 36 tahun 2004 tentang Kesehatan;
3. UU Nomor 44 tahun 2004 tentang rumah Sakit;
4. PMK Nomor 1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit Di
Lingkungan Departemen Kesehatan;
5. PMK Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen
Kesehatan;
6. Kepmenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit;
7. Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Nomot HK.03.01/III/3744/08 tentang
Pembentukan Komite dan Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RSUS HARAPAN SEHAT TENTANG


PEMBENTUKAN KOMITE PPI DI RUMAH SAKIT UMUM SWASTA
HARAPAN SEHAT
KEDUA : Struktur organisasi dan uraian tugas Komite PPI sebagaimana tercantum
dalam lampiran keputusan
KETIGA : Selain dibentuk Komite PPI juga dibentuk Tim PPI yang bertanggung jawab
langsung kepada Komite PPI Rumah Sakit
KEEMPAT : Uraian tugas keanggotaan PPI sebagaimana tercantum dalam lampiran
keputusan
KELIMA : Pembinaan dan pengawasan Komite PPI dilaksanakan oleh Direktur Rumah
Sakit
KEENAM : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan dapat ditinjau ulang setiap tiga
tahun sekali

Meulaboh,10 maret 2016

Direktur RSUS HarapanSehat

Dr. TeukuRahmatIrdiansyah
Lampiran

Keputusan Direktur RSUS HarapanSehat

Nomor : 07/RSUSHS/KDHS/IV/2016

Tanggal :10 Maret 2016

KEPUTUSAN DIREKTUR RSUS HARAPAN SEHAT TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE PPI

1. Komite PPI di RSUS HarapanSehat terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota
2. Anggota Komite PPI terdiri dari dokter, Tim PPI, dan semua bagian yang berisiko terpapar
infeksi
3. Struktur pengorganisasian PPI

DIREKTUR

KOMITE PPI:
1. Ketua : IPCO
2. Sekretaris : IPCN
3. Anggota :
a. Dokter Umum
b. Kasubag. Sanitasi, K3, SarPras
c. Petugas Farmasi
d. Petugas Gizi
e. Petugas Laboratorium

TIM PPI:

IPCO

IPCN

IPCLN Rawat IPCLN IPCLN


Inap IGD Rawat Jalan
4. Pejabat di Komite PPI adalah sebagai berikut :
Ketua : dr. T. RahmatIrdiansyah
Sekretaris : EndangPrihatin, S.Kep
Anggota : 1. dr. Faisal Husein, SPA,Wakil SMF dari bagian Anak
2. dr. Ilum Anam, Sp.PD, KGEH, Wakil SMF dari bagian Dalam
3. dr. Putri Fathiyah, Sp. B,Wakil SMF dari bagian Bedah
4. dr. Adyanur Munira ,Sp.OG ,Wakil SMF dari bagian Obstetri & Gynekologi
5. dr. Muliati IPCN bagian dokter umum
6. Ridha Senijar, Amd.Kep, IPCLN bagian Rawat Inap
7. Yulia Miranda, Amd. Kep, IPCLN bagian Rawat Inap
8. Nil AmaniYahdi, Amd.Keb, IPCLN bagian Rawat jalan
9. LiaSelva, Amd.Ak bagian Laboratorium
10. Juhandri, IPCLN Bagian IGD
11. Yessi Yulinda, Amd. Keb. IPCLN bagian Rawat Inap
12. Ananda Miswari IPCLN bagian Apotik

5. Tim PPI terdiri dari :


dr. T. Rahmat Irwansyah : IPCO
dr. Muliati : IPCN
Ns. Winda Seprina, S.Kep : IPCLN Bagian Rawat Inap
Ridha Senijar, Amd.Kep : IPCLN bagian rawat inap
Juhandri, Amd.Keb : IPCLN bagian IGD
Nil Amani Yahdi, Amd.Keb : IPCLN bagian Rawat Jalan
LiaSelva, Amd,Ak : IPCLN Rawat inap
Yulia Miranda, Amd. Kep :IPCLN bagian Rawat Inap
Yessi Yulinda, Amd. Keb : IPCLN bagian Rawat Jalan
Romi Juwita,Amd.Kep : IPCLN bagian Rawat Inab
Ananda Miswaris : IPCLN bagian Rawat Jalan

6. Uraian tugas Direktur Rumah Sakit terkait pelayanan PPI rumah sakit
a. Membentuk Komite dan Tim PPI rumah sakit
b. Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap penyelenggaraan upaya
pencegahan dan pengendalian infeksi
c. Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana termasuk anggaran
yang dibutuhkan
d. Menentukan kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi
e. Mengadakan evaluasi kebijakan dan pengendalian infeksi berdasarkan saran dari Komite
PPI rumah sakit
f. Mengadakan evaluasi kebijakan pemakaian antibiotika yang rasional dan desinfektan di
rumah sakit berdasarkan saran dari komite PPI
g. Dapat menutup suatu unit perawatan atau instalasi yang dianggap potensial menularkan
penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan berdasarkan saran dari Komite PPI
h. Mengesahkan SPO untuk PPI rumah sakit
7. Uraian tugas Komite PPI
a. Menyususn dan menetapkan serta mengevaluasi kebijakan PPI
b. Melaksanakan sosialisasi kebijakan PPI rumah sakit agar kebijakan dapat dipahami dan
dilaksanakan oleh petugas kesehatan rumah sakit
c. Membuat SPO PPI
d. Menyusun program PPI dan mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
e. Bekerja sama dengan tim PPI dalam melakukan investigasi masalah atau KLB Healthcare
Associated Infection ( HAIs ).
f. Memberi usulan untuk mengembangkan dan meningkatkan cara pencegahan dan
pengendalian infeksi.
g. Memberikan konsultasi pada petugas kesehatan rumah sakit dan fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya dalam PPI.Mengusulkan pengadaan alat dan bahan yang sesuai prinsip
PPI dan aman bagi yang menggunakan.
h. Mengidentifikasi temuan di lapangan dan mengusulkan pelatihan untuk meningkatkan
kemampuan SDM rumah sakit dalam PPI.
i. Melakukan pertemuan berkala, termasuk evaluasi kebijakan.
j. Menerima laporan dari tim PPI dan membuat laporan kepada Direktur.
k. Berkoordinasi dengan unit terkait lain.
l. Memberikan usulan kepada direktur untuk pemakian antibiotik yang rasional di rumah sakit
berdasarkan pemantauan kuman dan resistensinya terhadap antibiotik dan menyebarluaskan
data resistensinya antibiotik.
m. Menyusun kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja ( K3).
n. Turut menyusun kebijakan clinical governance dan patient safety.
o. Mengembangkan, mengimplementasikan dan secara periodik mengkaji kembali rencana
manajemen PPI apakah telah sesuai kebijakan manajemen rumah sakit.
p. Memberikan masukan yang menyangkut kontruksi bangunan dan pengadaan alat dan bahan
kesehatan, renovasi ruangan, cara pemrosesan, penyimpangan alat dan linen sesuai dengan
prinsip PPI.
q. Menentukan sikap penutupan ruangan rawat bila diperlukan karena potensial menyebarkan
infeksi.
r. Melakukan pengawasan terhadap tindakan tindakan yang menyimpang dari standar
prosedur / monitoring surveilans proses.
s. Melakukan investigasi, menetapkan dan melaksanakan penanggulangan infeksi bila ada
KLB di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
8. Uraian tugas tim PPI
a. Mengisi dan mengumpulkan formulir surveilans setiap pasien di unit masing masing,
kemudian menyerahkannya kepada IPCN ketika pasien pulang
b. Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan pencegahan dan
pengendalian infeksi pada setiap personil ruangan di unit masing masing
c. Memberitahu kepada IPCN apabila ada kecurigaan adanya HAIs pada pasien
d. Berkoordinasi dengan IPCN saat terjadi infeksi potensial KLB, penyuluhan bagi
pengunjung di ruang masing masing ruangan
e. Memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam menjalankan Standar Isolasi

Meulaboh,10 Maret 2016

Direktur RSUS HarapanSehat

Dr. Teuku Rahmat Irdiansyah