Anda di halaman 1dari 8

Tingkatan Pertumbuhan Dan Perkembangan Konsepsi Sampai Masa Remaja

Sejak terjadinya konsepsi, manusia akan mengalami perkembangan yang cepat. Pada masa
gestasi, embrio akan berubah dari satu sel menjadi suatu wujud fisiologis yang kompleks. Sistem
organ utama akan terbentuk pada masa kehamilan, dan beberapa dari organ tersebut berfungsi
sebelum kelahiran. Perkembangan terjadi mengukuti pola caphalocaudal (kepala kaki) dan
progsimal-distal (pangal ke ujung) Murray dan McKinney, 2006).

1. Masa Intrauterin

Masa Intrauterin lengkap berkisar dari 36 40 Minggu usia fertilisasi atau 38 42 minggu usia
gestasi (Murray dan McKinney, 2006). Usia kehamilan dihitung dengan rumus Nagele, yaitu 3
bulan sebelum hari pertama haid terakhir (HPHT) lalu ditambahkan 7 hari.

Sebagai contoh

Jika HPHT (hari pertama haid terakhir) adalah 15 Febuari, tanggal kelahiran diperkirakan 22
November.

2. Fertilitas

Terjadi saat sperma menembus ovum. Fertilisasi terjadi pada bagian seperti luar tubafalopii dan
terjadi dalam 24 jam setelah pelepasan ovum. Setelah terjadi fertilisasi, materi pada kedua inti sel
akan bersatu. hal ini menandakan dimulainya masa germinal, yang meliputi 2 minngu pertama
masa-konsepsi. Organisme yang terbentuk disebut zigot dan memiliki gen yang lengkap (1
pasang kromosom seks dan 22 pasang kromosom autosomal. Ovum dan sperma akan
menyumbangkan masing-masing satu kromosom kepada tiap pasangan kromosom. Melalui
mekanisme ini, penyakit genetik (seperti Sindrome Down) maupun karakteristik genetik (seperti
warna iris mata) diturunkan dari orang tua kepada anak. Zigot akan berpindah dari tubafalopii ke
uterus dalam 3 samapai 4 hari.

Plasenta akan menghasilkan hormon yang penting bagi kehamilan. Plasenta memiliki banyak
pori-pori sehingga rentan terhadap transmisi virus atau obat dari ibu ke anak. Pengaruh agen
perusak terhadap janin bergantung pada tingkat perkembangan di mana masa embrionik sebagai
masa yang paling penting. Masa embrionik merupakan awal minggu ketiga sampai minngu
kedelapan pascakonsepsi. Pada masa ini terjadi perkembangan seluruh sistem organ dan tampilan
luar. Masa janin dumulai pada minggu kesembilan pascakonsepsi dan berakhir saat kelahiran
bayi. Gestasi umumnya dibagi menjadi fase tiga bulan yang disebut trimester.

USIA PERKEMBANGAN

3. Masa Prenatal: Konsepsi Kelahiran

Germinal : Konsepsi sampai 2 minng

Embrionik : 2 8 minngu

Janin : 8 40 minggu (lahir)

Proses ini merupakan masa yang penting karena terjadi pertumbuhan yang sangat cepat dan
ketergantungan total terhadap ibu. Hubungan kesehatan ibu dengan neonatus menyebabkan
pentingnya pelayanan prenatal yang tepat demi kesehatan dan kesejahteraan bayi.

4. Masa Infancy: Kelahiran 12 atau 18 Bulan

Neonatus: lahir 28 hari

Infancy: 1 12 bulan

Disini terjadi perkembangan yang cepat pada sistem motorik, kognitif, dan sosial. Melalui
hubungan denagn orang tua, anak akan membangun kepercayaan terhadap dunia dan menajdi
dasar bagi hubungan antarpribadi di masa depan. Bulan pertama pascakelahiran mendapat
perhatian karena terjadi penyesuaian fisik terhadap kehidupan di luar janin dan penyesuaian
psikologis terhadap orangtua.

5. Masa Anak-Anak Awal: 1 6 Tahun

Toddler : 1- 3 tahun
Prasekolah : 3 6 tahun

Disini anak akan melakukan aktifitas dan penemuan, yang dimulai saat ia memperoleh
kemampuan motorik berdiri samapi masuk sekolah. Masa ini ditandai dengan perkembangan
fisik dan kepribadian yang menonjol.

Perkembangan motorik akan bertambah secara perlahan namun, pasti. Anak akan
membutuhkan penggunaan bahasa, hubungan sosial yang lebih luas, mempelajari standar
peran, memperoleh kendali terhadap diri, menyadari ketergantungan dan kemandirian, serta
mulai membangun konsep diri.

6. Masa Anak-Anak Menengah : 6 11 atau 12 Tahun

Masa ini disebut juag masa sekolah. Fokus anak akan tergeser dari keluarga ke hubungan
kelompok yang lebih luas.

Perkembangan fisik, mental, dan sosial masih terus berjalan dengan penekanan pada
pembangunan ketrampilan.

Kerja sama sosial dan perkembangan soral akan semakin relevan untuk kehidupan selanjutnya.
Masa ini sangat penting untuk pembentukan konsep diri.

7. Masa Anak-Anak Akhir: 11 19 Tahun

Prepubertas: 10 13 Tahun

Remaja : 13 18 Tahun

Masa remaja merupakan masa transisi yang dimulai saat pubertas sampai masuknya anak ke
dalam dunia dan emosional. Remaja mendefinisikan ulang konsep dirinya. Pada masa remaja
akhir, anak mulai memikirkan kembali semua nilai yang telah dipelajari dan berfokus pada
identitas individu.
Dari Hockenberry M.J., Wilson D. : Wongs Nursing Care of Infants and Children, ed 8. St.
Louis, 2007. Mosby)

8. Trimester Pertama

Perubahan Fisik. Setelah implantasi, sel janin akan berdiferensiasi dan membentuk sistem
organ utama. Diferensiasi dan perkembangan terjadi dalam kecepatan dan waktu yang berbeda-
beda. Tiap organ sangat rentan terhadap kondisi sekitarnya. Gangguan pertumbuhan dapat
menyebabkan ketiadaan sistem organ ataupun perubahan struktural atau fingsional yang berat.
Gangguan atau sistem organ sering disertai gangguan sistem organ lainya karena mereka
berkembang pada waktu yang sama.

Pada akhir Trimester pertama:

denyut jantung janin (DJJ) dapat didengar


jenis kelamin janin dapat ditentukan berdasarkan tampilan genital luar.

Pada minggu ke 12:

janin telah memiliki seluruh bagian tubuh,


memiliki berat badan sekitar 3 ons
panjang badan hampir 3 inchi.
Fetus dapat menggerakkan seluruh ektremitas (kaki dan tangan), tersenyum, cemberut,
mengisap, menelan, dan menghasilkan urine ( air kencing).

(Santrock, 2007)

Pada trimester pertama, banyak wanita yang memiliki konflik perasaan tentang kehamilannya.

Mereka dapat merasa tidak siap dan kawatir tentang kewajiban sebagai orang tua walaupun ia
telah menantikan kehamilan tersebut sebelumnya. Perasaan ini akan berubah menjadi rasa
penerimaan pada awal semester kedua (Murray dan McKinney, 2006).
Wanita dengan stressor yang berat (misalnya masalah pernikahan, kehamilan yang tidak
diinginkan, atau kematian anggota keluarga selama kehamilan berisiko empat kali lebih tinggi
untuk melahirkan prematur. Mereka juga lebih rentan menghadapi tingkah laku yang tidak sehat
seperti merokok, konsumsi obat-obatan, dan pearawatan prenatal yang buruk (santrock, 2007).

9. Trimester Kedua

Perubahan Fisik. Selama trimester kedua, yaitu akhir bulan ketiga sampai bulan ke enam,
uterus akan mengisi abdomen (perut). Pengukuran tinggi uterus diatas simfisis pubis (Perut
bagian Bawah mendekati vagina) menjadi indikator pertumbuhan janin.

Beberapa sistem organ akan meneruskan perkembangan dasarnya, sementara organ lain
mengalami peningkatan fungsional. Pada akhir bulan keenam, sebagian besar sistem organ telah
lengkap dan dapat berfungsi. Oleh karena itu, janin dianggap mampu hidup di luar uterus jika
berada pada lingkungan dengan dukungan yang intensif (dalam Inkubator),

Janin akan berukuran sekitar: 11 sampai 14 inchi (28 36 cm)


Berat badan : 1, 5 pon (700 gram)
Janin telah membuka matanya dan memiliki genggaman yang kuat (Santrock, 2007).

10. Trimester Ketiga

Perubahan fisik.

Selama tiga bulan terakhir kehamilan, janin tumbuh menjadi 50 cm.


Lemak subkutan (dibawah kulit) disimpan
Berat badan menjadi 3,2 3,4 kg.
Kulit akan menebal
Lanugo (rambut halus pada tubuh) mulai menghilang
Tubuh janin menjadi lebih penuh dan bulat.

Pertumbuhan otak yang cepat dimulai pada trimester ini dan terus berlangsung samapi beberapa
tahun awal kehidupan. Pada akhir trimester ketiga, janin yang normal akan mampu melakukan
tarnsisi dari kehidupan intrauterin (dalam Kandungan) ke ekstrauterin (di luar kandungan).
Sirkulasi jantung akan berubah dan melibatkan paru-paru. Paru- paru akan mampu
mempertahankan pengembangannya agar dapat melakukan pertukaran gas. Sistem pemeliharaan
suhu, refleks, dan organ sensorik telah dapat digunakan, selain itu janin juga telah memperoleh
imunitas dari sang ibu.

11. MASA INFANTIL

Pada masa infantil, usia 1 bulan sampai 1 tahun, terjadi pertumbuhan fisik yang cepat. Ini
merupakan satu-satunya periode yang memiliki perubahan fisik dan perkembangan yang
dramatis.

Perkembangan psikososial dibantu oleh perubahan tingkah laku refleks menjadi lebih penuh
makna. Interaksi bayi terhadap lingkungan akan bertambah.

Perubahan Fisik

Pertumbuhan yang pasti dan proporsional lebih penting dibandingkan nilai pertumbuhan absolut.

Ukuran akan bertambah sangat cepat pada tahun pertama kehidupan


Berat badan meningkat dua kali lipat pada usia 5 bulan dan menjadi tiga kali lipat pada
usia 12 bulan.
Tinggi badan bertambah sebanyak 1 inchi per bulan sampai usia 12 bulan (Hockenberry
dan Wilson, 2007).
Selama tahun pertama, penglihatan dan pendengaran bayi akan berkembang.
Bayi berusia 3,5 bulan sudah mampu menghubungkan stimulus visual dan auditorik. Pola
fungsi tubuh menjadi stabil yang dapat dilihat dari pola tidur, buang air, dan jadwal
makan.
Perkembangan motorik berjalan pasti dengan arah cephalocaudal ( Kepala- kaki).

Perubahan Kognitif

Perkembangan otak yang komplkes selama tahun pertama dapat dilihat dari perubahan tingkah
laku bayi. Otak yang sedang berkembang akan memproses stimulus yang berasal dari
penglihatan, pendengaran, dan sentuhan. Bayi akan belajar melalui pengalaman dan manipulasi
lingkungan. Peningktan ketrampilan motorik dan mobilitas akan memperluas lingkungan bayi
dan dengan adanya ketrampilan visual dan auditorik ,bayi dapat meningktakan perkembangan
kognitif. Dengan alasan inilah Piaget (1952) menemakan tingkat pertama perkembangan kognitif
sebagai periode sensorimotor. Periode ini berakhir pada usia 3 tahun.

Bahasa. Bahasa meruapakan aspek kognitif yang berkembang selama tahun pertama. Bayi yang
awalnya hanya dapat menangis dan tertawa akan belajar meniru suara, mengenali arti berbagai
perintah sederhana, dan mengulangi perkataan tanpa mengetahui artinya. Saat berusia satu tahun,
bayi dapat mengenali namanya, mampu mengucapkan tiga samapi lima kata dan memahami
hampir 100 kata (Hockenberry dan Wilson, 2007).

Perubahan Psikososial

Perpisahan dan Individuasi. Pada tahun pertama bayi akan belajar membedakan dan
membatasi dirinya dari dunia luar. Hal ini diperoleh melalui pengalaman lingkungan yang
berulang. Dengan adanya pembelajaran ini, bayi akan belajar memberikan respon pihak lain.

Bayi berusia 2 dan 3 nualan mulai tersenyum untuk memberikan respon dan bukan sekedar
refleks. Mereka juga mulai mnegenali perbedaan antar- individu karena peningkatan kemampuan
sensorik dan kognitif. Saat berusia 8 bulan mereka telah dapat membedakan orang asing denagn
individu yang dikenal sehingga memberikan respon yang berbeda pula. Kedekatan yang erak
kepada pengasuh yang utama, biasanya orang tuanya, terjadi pada usia ini. Bayi akan mencari
pengasuh tersebut untuk memperoleh dukungan dan kenyamanan jika ia merasa stres.
Kemampuan membedakan dirisendiri dan orang lain memungkinkan bayi untuk berinteraksi dan
bersosialisasi lebih banyak dalam lingkungannya. Pada usia 9 bulan bayi telah ikut dalam
permainan sosial sederhana seperti memasak dan ciluk-ba. Permainan interaktif yang lebih
kompleks seperti petak umpet yang melibatkan objek akan dijumpai bayi berusia 1 tahun.
Erikson (1963) menggambarkan krissis perkembangan psikososial bayi sebagai kepercayaan
versus ketidakpercayaan. Menurutnya, kualitas intraksi orang tua- anak akan memengaruhi
perkembangan kepercayaan atau ketidakpercayaan. Bayi akan belajar memercayai dirinya, orang
lain, dan dunia melalui hubungan orang-anak serrta pengasuh yang diperolehnya (Hockenberry
dan Wilson, 2007). Saat masa infantil, temperamen anak akan nampak dan memengarhui
interaksi orang-anak.

Permainan. Permainan merupakan kumpulan aktivitas yang mengandung interaksi individu


dengan lingkungannya dan orang lain. Kegiatan ini dapat membangun ketrampilan kognitif,
sosial, dan motorik. Permainan pasa masa infantil umumnya bersifat ekspoloratif karena
menggunakan indera untuk mengamati tubuhnya sendiri dan objek yang menarik di sekitar
lingkungannya. Kegiatan seperti memasukkan jari kaki ke mulut kan menimbulkan rasa senang,
memberikan informasi tentang tubuhnya, dan membantu membentuk konsep diri yang dini. Saat
anak dapat mengendalikan tangannya, permainan menjadi lebih manipulatif. Individu dewasa
dapat membantu proses pembelajaran ini dengan merencanakan kegiatan yang mendorong
perkembangan dan menyediakan mainan yang aman untuk dilejahi anak dengan mulut dan
tangan seperti blok kayu, cincin plastik, boneka yang diisi kapas, dan kotak permainan.