Anda di halaman 1dari 3

V.

ANALISIS DATA

A. SISTEM REPRODUKSI

a. Amphibi (Rana sp)

Berdasarkan hasil pengamatan, organ reproduksi katak jantan berbeda dengan katak
betina. Pada katak jantan terdapat sepasang testis (bentuknya oval, warnanya kekuningan)
terletak disebelah atas ginjal. Organ reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium yang
terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggantungnya yang disebut
mesovarium.

VI. PEMBAHASAN

A. SISTEM REPRODUKSI
a. Amphibi (Rana sp)
1. Organ reproduksi katak jantan
Pada vertebrata rendah, terutama hewan-hewan yang berdarah dingin, testis masih
berada di dalam rongga perut, berada di kanan kiri rongga tubuh, di antara ginjal atau
gelembung renang dan usus, terletak membujur kranio kaudal. Pada katak jantan
testisnya berbentuk oval, berwarna kekuningan, digantung oleh mesorsium, dan
terletak di atas ginjal Testis berfungsi menghasilkan sperma. Dari testis, sperma akan
menuju ke saluran ginjal. (Suminto, 2008).
Saluran sperma pada vertebrata tingkat rendah masih sangat sederhana, pada
katak masih menjadi satu dengan uretra, dengan keistimewaan spermatozoa yang
masih di dalam testis telah siap untuk membuahi telur, sementara pada vertebrata
tingkat tinggi saluran spermatozoa sudah begitu panjang dan komplek dan
spermatozoa baru dapat untuk membuahi setelah melewati epididymis (Suminto,
2008).
Saluran reproduksi jantan mempunyai hubungan yang erat dengan system
ekskresi. Pada amphibi, tubulus mesonefros bagian anterior akan berkembang
menjadi duktus efferens yangv menghubungkan testis dengan ginjal; duktus
mesonefros yang semula hanya berfungsi untuk menyalurkan urin, juga berfungsi
untuk menyalurkan sperma. Pada amphibi, biasanya duktus mesonefros sebelum
memasuki kloaka mengalami pelebaran, membentuk vesikula seminalis, yang
berfungsi untuk menyimpan sperma sementara (Tenzer et al, 2013).

Gambar 6.2A(a) Organ Reproduksi Katak Jantan


(Sumber:
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=21&idmate
ri=80&mnu=Materi3&kl=9)
2. Organ reproduksi katak betina
Ovarium vertebrata umumnya berjumlah sepasang. Pada amphibi ovarium bertipe
sakuler, yaitu berbentuk kantung dengan rongga yang kosong atau berisi limfe. Ovarium
katak terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggantungnya yang
disebut mesovarium (Tenzer et al, 2013).
Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat kantung yang
mengembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan
ureter dan bermuara pada kantong kloaka. Setiap ovum yang keluar dari dalam tubuh
induk betina akan dilapisi selaput telur (membrane vitelin) (Suminto, 2008).
Duktur Muller pada amphibian berkembang menjadi sepasang oviduk yang
berupa saluran panjang dan berkelok-kelok serta tidak berhubungan langsung dengan
ovarium. Ujung anterior oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum, dengan
lubangnya yang disebut ostium, untuk menangkap sel-sel telur yang diovulasikan oleh
ovarium. Oviduk mengandung banyak kelenjar untuk mensekresikan lender (jelly)
sebagai selubung telur. Bagian posterior oviduk membentuk uterus atau kantung telur
untuk menyimpan telur sebelum terjadi pemijahan. Saluran reprosduksi bermuara di
kloaka bagian dorsal (Tenzer et al2013).

Gambar 6.2A (b) Organ Reproduksi Katak Betina


(Sumber:
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=21&idmateri=
80&mnu=Materi3&kl=9)