Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I

TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN TUGAS PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA I

TANGKI BERPENGADUK

GRUP K :

1. AKBAR DWI KUSPAMBUDIJAYA ( 1531010118 )


2. NURUL MARDHIYAH ( 1531010105 )

Telah diperiksa dan disetujui oleh:

Kepala Laboratorium
Operasi Teknik Kimia I
Dosen Pembimbing

Ir. Caecilia Pujiastuti, MT Ir. Sukamto NEP,MT


NIP. 19630305 198803 2 001 NIP. 19541019 198503 1 001

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 1


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikanLaporan Resmi Operasi Teknik
Kimia I ini dengan judul Tangki Berpengaduk .

Laporan Resmi ini merupakan salah satu tugas mata kuliah praktikum Operasi
Teknik Kimia I yang diberikan pada semester V. Laporan ini disusun berdasarkan
pengamatan hingga perhitungan dan dilengkapi dengan teori dari literatur serta
petunjuk asisten pembimbing yang dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2017 di
Laboratorium Operasi Teknik Kimia.

Laporan hasil praktikum ini tidak dapat tersusun sedemikian rupa tanpa
bantuan baik sarana, prasarana, pemikiran, kritik dan saran. Oleh karena itu, tidak
lupa kami ucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Ir. Caecilia Pujiastuti,MT selaku Kepala Laboratorium Operasi Teknik


Kimia.
2. Ibu Ir. Sukamto, MT selaku dosen pembimbing.
3. Seluruh asisten dosen yang turut membantu dalam pelaksanaan praktikum
4. Rekan rekan mahasiswa yang membantu dalam memberikan masukan-
masukan dalam praktikum.
Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada sesuatu yang sempurna, kecuali
yang Maha Sempurna. Oleh karena itu, saya sangat menyadari dalam penyusunan
laporan ini masih banyak kekurangan. Maka dengan rendah hati, saya selalu
mengharapkan kritik dan saran, guna kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penyusun
berharap penyusun mengharapkan semua laporan praktikum yang telah disusun ini
dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi mahasiswa Fakultas Teknologi
Industri khususnya jurusan Teknik Kimia.

Surabaya, 7 Maret 2017

Penyusun

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 2


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan ......................................................................................... 1
Kata Pengantar ................................................................................................. 2
Daftar isi ........................................................................................................... 3
Intisari .............................................................................................................. 4
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 5
I.1 Latar Belakang ............................................................................................ 5
I.2 Tujuan Parktikum ....................................................................................... 6
I.3 Manfaat Praktikum ..................................................................................... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Secara Umum ............................................................................................ 7
II.2 Sifat Bahan. 11
II.3 Hipotesa.. 11
II.4 Diagram Alir 12
BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM
III.1 Bahan yang digunakan ............................................................................. 13
III.2 Alat yang digunakan ................................................................................ 13
III.3 Gambar Alat yang digunakan .................................................................. 14
III.4 Rangkaian Alat ......................................................................................... 14
III.5 Prosedur Praktikum .................................................................................. 17
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Tabel Pengamatan .................................................................................... 18
IV.2 Tabel Hasil perhitungan ........................................................................... 19
IV.3 Grafik ....................................................................................................... 21
IV.4 Pembahasan.............................................................................................. 23
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 25
V.1 Kesimpulan ............................................................................................... 25
V.2 Saran .......................................................................................................... 25
KEPUSTAKAAN
APPENDIX

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 3


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

INTISARI

Percobaan tangki berpengaduk ini dilakukan dengan tujuan untuk


mengembangkan hubungan empiris untuk memperkirakan ukuran alat pada
pemakaian yang sebenarnya pada percobaan laboratorium, untuk menentukan
konstanta-konstanta dalam persamaan empiris dan membuat kurva hubungan antara
Bilangan Power (Npo) dengan Bilangan Reynold (Nre) denan variasi jenis aliran dan
ada tidaknya baffle.

Percobaan dimulai dengan merangkai alat tangki berpengaduk dan dilakukan


proses pengadukan terhadap bahan sesuai dengan variable yang telah ditentukan,
kemudian diukur berat jenisnya menggunakan piknometer. Setelah itu, dilakukan
pula proses pengadukan dengan bahan dan variable yang sama hanya saja kali ini
menggunakan sekat (baffle) dan diamati perbedaannya.

Kecepatan pengadukan, viskositas serta ada tidaknya baffle berpengaruh


terhadap timbulnya vortex. Semakin besar kecepatan pengadukan maka semakin
besar kemungkinan terjadinya vortex. Semakin besar viskositasnya maka kecil
kemungkinan adanya vortex. Vortex dapat dicegah dengan pemasangan baffle pada
tangki berpengaduk. Viskositas dan Densitas bahan yang digunakan juga
mempengaruhi besarnya Nre (Bilangan Reynold), dan semakin besar Nre maka Npo
(Bilangan Power) nya semakin kecil.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 4


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pengadukan adalah operasi terjadinya gerakan dari bahan yang diaduk seperti
mlekul-molekul, zat-zat yang bergerak atau komponen yang menyebar sedangkan
pencampuran adalah operasi yang menyebabkan tersebarnya secara acak suatu bahan
yang satu ke bahan yang lain dalam dua fase atau lebih, walaupun pengadukkan
sering disalah artikan dengan pencampuran. Pengadukkan mengacu kepada
pergerakkan dalam suatu material dalam bentuk spesifik bagaimanapun, ini
merupakan suatu distribusi secara acak antara dua atau lebih tahap yang pada
awalnya terpisah. Pola aliran yang terjadi dalam cairan yang diaduk tergantung pada
jenis pengaduk, karakteristik pengaduk dan fluida yang di aduk serta perbandingan
antara ukuran tangki pengaduk dan sekat. Tujuan operasin pengadukkan yang utama
adalah terjadinya pencampuran.

Prosedur yang dilakukan pada percobaan ini adalah pertama, dengan menimbang
pikno kosong dengan volume 10ml. Kemudian tepung dan susu dilarutkan sesuai
konsentrasi lalu masukkan kedalam pikno kosong untuk diukur densitasnya,
kemudian menimbang kembali sebagai pikno isi. Setelah itu memasang satu set alat
berpengaduk. Masukkan tepung dan susu ke dalam beaker glass dengan volume 2
liter dengan kecepata putaran 200 rpm, 250 rpm, dan 350 rpm. Setelah itu melakukan
pengamatan dengan atau tanpa menggunakan baffle terdapat vortex atau tidak.
Ulangi percobaan diatas dengan variable percobaan yang ditentukan.

Pada percobaan ini terdapat tujuan yaitu untuk menentukan konstanta dalam
persamaan empiris, untuk menentukan daya yang dibutuhkan pada proses
pengadukkan, untuk mengembangkan hubungan empiris dalam memperkirakan
ukuran alat pada pemakaian yang sebenarnya pada percobaan laboratorium dan
untuk membuat kurva hubungan antara Bilangan Power ( Npo ) dengan Bilangan
Reynold ( Nre ) dengan variasi jenis cairan ada tidaknya baffle.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 5


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

I.2 Tujuan Praktikum

1. Untuk menentukan konstanta-konstanta dalam persamaan empiris.


2. Untuk mengembangkan hubungan empiris untuk memperkirakan ukuran alat
pada pemakaian yang sebenarnya pada percobaan laboratorium.
3. Untuk membuat kurva hubungan antara Bilangan Power ( Npo ) dengan
Bilangan Reynold ( Nre ) dengan variasi jenis cairan ada tidaknya baffle.

I.3 Manfaat Praktikum


1. Agar parktikan dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi.
2. Agar praktikan dapat mengetahui proses pencampuran dengan menggunakan
tangki berpengaduk.
3. Agar praktikan dapat memahami kecepatan putaran pengadukkan dan daya
yang dibutuhkan dalam pengadukkan.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 6


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Secara Umum

Pada proses pengolahan sering kali tergantung pada efektifnya pengadukan dan
pencampuran zat cair dalam zat itu. Istilah pengadukan dan pencampuran sebenarnya
tidaklah sama satu sama lain. Yang mana pengadukan itu sendiri adalah operasi yang
dapat menciptakan terjadinya gerakan dalam bahan yang akan diaduk atau
menunjukkan gerakan-gerakan yang terinduksi menurut cara tertentu pada suatu
bahan yang ada dalam bejana. Tujuan dari operasi pengadukan ini adalah agar terjadi
pencampuran.

Untuk proses mixing atau pencampuran disini adalah peyebaran bahan-bahan


secara acak dimana bahan yang satu meyebar kedalam bahan yang lain dan
sebaliknya, sedang bahan-bahan itu terpisah dalam dua fase atau lebih. Satu bahan
tunggal tertentu, misalnya air satu tangki dapat diaduk tetapi tidak dapat dicampur.
Hal ini dilakukan jika ada bahan lain yang ditambahkan pada air tersebut.

Proses pencampuran dalam fase cair dilandasi oleh mekanisme perpindahan


momentum didalam aliran turbulen pencampuran terjadi pada tiga skala yang
berbeda :

1. Pencampuran sebagai akibat aliran cairan yang secara keseluruhan


disebut mekanisme konveksi.
2. Pencampuran karena adanya gumpalan-gumpalan fluida yang terbentuk
dan tercampakkan dalam medan aliran dikenal sebagai eddies (pusaran)
3. Pencampuran karena gerak molekul air yang merupakan pencampuran
yang dikenal sebagai difusi ketiga mekanisme yang terjadi secara
bersama-sama.

Dalam percobaan tangki berpengaduk terdapat vortex yaitu putaran air yang
memebentuk aliran yang bergerak secara tangensial. Vortex pada permukaan zat cair
ini yang terjadi karena adanya sirkulasi aliran laminer cenderung membentuk
stratifikasi pada berbagai lapisan tanpa adanya aliran longitudinal antara lapisan-

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 7


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

lapisan itu. Bila di dalam sistem terdapat partikel zat padat maka arus sirkulasi akan
melemparkan padatan itu dengan gaya sentrifugal ke arah luar, yang lalu bergerak ke
bawah dan setelah sampai di dasar tangki akan menuju ke pusat. Hal ini
menyebabkan pencampuran yang diharapkan tidak terjadi, melainkan timbul
pemisahan antara lapisan atas dan bawah yang harus dihindari.

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan vorteks antara lain :

1. Memasang impeller tidak tepat pada sumbu tangki. Metode ini digunakan
untuk tangki yang berukuran agak kecil.
2. Dengan memasang baffle (sekat) yang berfungsi merintangi aliran rotasi
tanpa mengganggu aliran radial atau longitudinal. Baffle yang sederhana
namun efektif dapat dibuat dengan memasang bilah-bilah vertikal terhadap
dinding tangki. Untuk tangki pengaduk yang menggunakan turbin, lebar
maksimal baffle yang digunakan adalah 1/12 diameter tangki, untuk propeller
lebar baffle maksimalnya 1/18 diameter tangki.
3. Untuk tangki yang besar, agitator dipasang di sisi tangki dengan porosnya
pada arah horizontal, tetapi membuat sudut dengan jari-jari tangki.

II.1.1 Macam-macam pengduk (Agitator)

1. Agitator Jenis Baling-baling(Propeler)

Propeler merupakan agitatorhimpeler aliran aksial berkecepatan tinggi untuk zat


cair Pra berviskositas rendah.

2. Agitator Jenis Turbin

Istilah turbin ini diberikan bagi berbagai macam jenis pengaduk tanpa
memandang rancangan, arah discharge ataupun karakteristik aliran. Turbin
menrupakan pengaduk dengan sudu tegak datar dan bersudut konstan. Pengaduk
jenis ini digunakan pada viskosias fluida rendah seperti halnya pengaduk jenis
propeller. Pengaduk turbin menimbulkan aliran arah radial dan tengensial.

3.Agitator jenis dayung (paddle)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 8


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

Pengaduk jenis ini sering memegang peranan penting pada proses pencampuran
pada industri. Paddle digunaka pada aliran fluida laminar, transisi atau turbulen
tanpa baffle. Pengaduk paddle menimbulkan aliran arah radial dan tangensial
dengan hamper tanpa gerak vertikal sama sekali. Bila digunakan pada
kecepatan tinggi akan terjadi pusaran saja tanpa terjadi agitasi.

(Hezym,2014)

Kebutuhan daya dan baik buruknya hasil pengadukan tergantung antara lain
pada faktor-faktor berikut :

1. Jenis alat pengaduk : Bentuk, ukuran, perbandingan diameter daun


pengaduk terhadap diameter bejana pengaduk, frekuensi putaran, posisi
dalam bejana pengaduk.
2. Jenis bejana pengaduk : Bentuk, ukuran, perlengkapan di dalamnya,
derajat keisian (degree of fullness).
3. Jenis dan jumlah bahan : Viskositas, jenis campuran (larutan sejati,
suspensi kasar, suspensi halus, dan sebagainya), kerapatan, perbedaan
kerapatan dalam campuran, besar dan bentuk partikel padat yang
diaduk.

II.1.2 Kebutuhan daya dalam tangki berpengaduk.

Dalam merancang sebuah tangki berpengaduk, kebutuhan daya untuk memutar


pengaduk, merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan. Untuk
memperkirakan daya yang diperlukan ketika pengaduk berputar pada kecepatan
tertentu maka diperlukan suatu korelasi empirik mengenai angka daya.
Angka daya tersebut diperoleh dari grafik hubungan Np vs Nre, Bilangan
Reynold atau Reynold Number (Nre) menjelaskan pengaruh dari viskositas laruta,
Rumus dari Reynold Number yaitu :
. .
Nre = (1)

Keterangan :
D = Diameter pengaduk (m)
N = Kecepatan putaran pengaduk (rps)
= Densitas fluida (kg/m3)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 9


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

= Viskositas fluida (Kg/ms)


Sedangkan Power Number (Np) atau angka daya dirumuskan sebagai berikut
:
. 3 .5 .
= (2)

Keterangan :
Np = Power Number (kg m2 / s2)
P = Power (watt)
= Konstanta grafitasi ( 1 kg m / N s2)
N = Kecepatan pengadukan (rps)
= Densitas fluida (kg / m3)
D = Diameter pengaduk (m)
Sehingga dari rumus angka daya tersebut dapat diperoleh nilai power yang
dibutuhkan untuk mendorong pengaduk. Persamaan persamaan diatas berlaku bagi
tangki bersekat maupun tidak bersekat. Namununtuk tangki tidak bersekat, nilai
angka daya yang diperoleh harus dikoreksi lagi dengan angka Frounde atau Frounde
Number (Nfr).
Angka Frounde merupakan ukuran rasio tegangan inersia terhadap gaya
gravitasi per satuan luas yang bekerja pada fluida dalam tangki. Hal ini terdapat
dalam situasi dimana terdapat gerakan gelombang yang tidak dapat diabaikan pada
permukaan zat cair. Persamaan angka ini yaitu :
2 .
= ..(3)

Keterangan :
D = diameter pengaduk (m)
N = kecepatan putar pengaduk (rps)
G = gravitasi bumi (m/s2)

Sehingga nilai Np koreksi dapat diperoleh dari persamaan berikut :


....
Np (koreksi) = Np x Nfrm (4)
Eksponensial m diperoleh dari persamaan :
log
= .(5)

(Anonim,2013)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 10


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

Agitasi mengacu suatu gerakan di industry material dengan cara tertentu. Banyak
operasi pencampuran ini tergantung untuk keberhasilan pada agitasi yang efektif.

(Mc Cabe,1993)

II.2 Sifat Bahan


1. Tepung
Sifat fisika:
a. Berbentuk amorf
Sifat kimia :
a. Rumus Molekul : (C6H10O5)x
b. Berat Molekul : 162,14 g/mol
c. Specific gravity : 1,50
d. Kelarutan : Tidak larut dalam air, alcohol dan eter
( Perry,1997 )
2. Susu
Sifat Fisika :
a. Berwarna putih (pada umumnya)
b. Berasa asam, manis (sesuai pemberian rasa)
c. Beraroma khas
d. Viskositas : 1,5-2,0 cP
Sifat Kimia :
a. Titik didih : 100,16oC
b. Titik lebur : -0,520oC
c. pH :
( Dani, 2012 )

II.3 Hipotesa
Pada percobaan tangki berpengaduk, semakin besar konsentrasi larutan, maka
semakin besar viskositasnya sehingga daya yang diperlukan untuk pengadukkan
semakin besar.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 11


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

II.4 Diagram Alir

Menimbang pikno kosong dengan volume 10 ml

Tepung dan susu dilarutkan sesuai konsentrasi

Masukkan kedalam pikno kosong untuk diukur


densitasnya

Timbang kembali sebagai pino isi dan pasang set alat


berpengaduk

Masukkan tepung dan susu dalam beaker glass dengan volume,


konsentrasi

, ketinggian dan kecepatan dari bahan.

Lakukan pengamatan dengan atau tanpa baffle

Ulangi langkah diatas dengan variabel percobaan


yang telah ditentukan

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 12


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

BAB III

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

III.1 Bahan yang Digunakan

a. Tepung
b. Susu

III. 2 Alat yang Digunakan

1. Beaker Glass
2. Gelas Ukur
3. Viscometer Oswald
4. Stopwatch
5. Piknometer
6. Neraca Analitik
7. Statif Dan Klem
8. Pipet Tetes
9. Penggaris
10. Satu Set Alat Berpengaduk
(Pengaduk, Motor, Baffle)
11. Kaca Arloji

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 13


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

III.3 Gambar alat

Beaker glass gelas ukur viscometer Oswald stopwatch piknometer

Neraca analitik statif dan klem pipet tetes penggaris kaca arloji

III.4 Rangkaian Alat

III.4 Prosedur Percobaan

1. Menimbang pikno kosong dengan volume 10 ml


2. Masukkan masing masing bahan dengan konsentrasi tertentu yang akan
diukur densitasnya yaitu NaCl dan CH3COOH ke dalam pikno kosong
tersebut, kemudian menimbang kembali sebagai pikno isi

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 14


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

3. Memasang 1 set alat pengaduk


4. Masukkan masing masing bahan dengan klonsentrasi yaitu susu dan
tepung kedalam beaker glass (tangki) dengan volume 2 liter dengan
kecepatan yang berbeda beda sesuai dengan variable percobaan yang
ditentukan
5. Kemudian melakukan pengamatan dengan menggunakan baffle maupun
tanpa menggunakan baffle apakah terdapat vortex atau tidak
6. Ulangi perobaan dengan variable sesuai ketentuan.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 15


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Tabel Pengamatan

a. Tanpa baffle
T N Vortex
Bahan (/cm3)
(menit) ( rpm ) (gr/cm.s) Ada Tidak
2 200 0.9622 0.00609
Susu 4% +
2 250 0.9591 0.0064
Tepung 1%
2 350 0.9852 0.0068
2 200 0.937 0.0073
Susu 4% +
2 250 0.9797 0.00901
Tepung 3%
2 350 0.9731 0.0088
2 200 0.9484 0.0264
Susu 4% +
2 250 0.9763 0.02827
Tepung 5%
2 350 0.96 0.0237

b. Dengan baffle
T N Vortex
Bahan (/cm3)
(menit) ( rpm ) (gr/cm.s) Ada Tidak
2 200 0.9601 0.007003
Susu 4% +
2 250 0.9713 0.00609
Tepung 1%
2 350 0.9308 0.00859
2 200 0.9468 0.00728
Susu 4% +
2 250 0.9737 0.0078
Tepung 3%
2 350 0.9818 0.0089
2 200 0.9537 0.0265
Susu 4% +
2 250 0.9942 0.0289
Tepung 5%
2 350 0.9847 0.0288

IV.2 Tabel Hasil Perhitungan


A. Tanpa Baffle
1. Susu 4% + Tepung 1%
N
Nre Npo Nfr P (grcm/s)
(Rps)
3,333 18959.6059 0,602 0,068027 0,0394
4,167 22748,9063 0,6015 0,10629 0,06132
5,833 30425,2941 0,6013 0.2083 0,1234

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 16


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

2. Susu 4% + Tepung 3%
N
Nre Npo Nfr P (grcm/s)
(Rps)
3,333 15402,7397 0,62 0,068027 0,0395
4,167 1631,2109 0,604 0,106293 0,06897
5,833 23221,7045 0,6016 0,2083 0.1296

3. Air 1000 ml + Detergen 7% + Minyak Goreng 9%


N
Nre Npo Nfr P (grcm/s)
(Rps)
3,333 4310,90909 0,63 0,068027 0,0406
4,167 5180,226 0,618 0,106293 0,06413
5,833 8506,32911 0,6016 0,2083 0,12032

B. Dengan Baffle
1. Susu 4% + Tepung 1%
N
Nre Npo Nfr P (grcm/s)
(Rps)
3,333 16388,6202 1,201 0,068 0,0783
4,167 23162,95707 1,02 0,106 0,11872
5,833 22755,2968 0,99 0,2083 0,19585

2. Susu 4%+ Tepung 3%


N
Nre Npo Nfr P (grcm/s)
(Rps)
3,333 15606,6202 1,2 0,068 0,0772889
4,167 18752 1,15 0,106 0,1190215
5,833 23166.06742 1,01 0,2083 0,206587

3. Susu 4% + Tepung 5%
N
Nre Npo Nfr P (grcm/s)
(Rps)
3,333 4318.6415 1,21 0,068 0,0785
4,167 5160,2076 1,2 0,106 0,126811
5,833 7180,10416 1,05 0,2083 0,2154

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 17


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

IV.3 Grafik

1. Tanpa Baffle

25000

20000

15000
NRe

10000

5000

0
1.201 1.02 0.99
NPo

Grafik 1. Hubungan antara Bilangan Reynold dan Bilangan Power dari


larutan susu 4% + tepung 1%

25000

20000

15000
NRe

10000

5000

0
1.2 1.15 1.01
NPo

Grafik 2. Hubungan antara Bilangan Reynold dan Bilangan Power dari


larutan susu 4% + tepung 3%

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 18


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

8000
7000
6000
5000
NRe

4000
3000
2000
1000
0
1.21 1.2 1.05
NPo

Grafik 3. Hubungan antara Bilangan Reynold dan Bilangan Power dari


larutan susu 4% + tepung 5%

2. Dengan Baffle

25000

20000

15000
NRe

10000

5000

0
1.201 1.02 0.99
NPo

Grafik 4. Hubungan antara Bilangan Reynold dan Bilangan Power dari


larutan susu 4% + tepung 1%

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 19


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

25000

20000

15000
NRe

10000

5000

0
1.2 1.15 1.01
NPo

Grafik 5. Hubungan antara Bilangan Reynold dan Bilangan Power dari


larutan susu 4% + tepung 3%

8000
7000
6000
5000
NRe

4000
3000
2000
1000
0
1.21 1.2 1.05
NPo

Grafik 6. Hubungan antara Bilangan Reynold dan Bilangan Power dari


larutan susu 4% + tepung 5%

IV.4 Pembahasan

Pada praktikum Operasi Teknik Kimia ini, kelompok kami melakukan


percobaan Tangki Berpengaduk. Percobaan ini dilakukan menggunakan bahan air,

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 20


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

minyak dan detergen. Variabel yang digunakan adalah 200, 250 dan 350 rpm.
Variable konsentrasi susu 4% dan tepung adalah 1%, 3% dan 5%.

Mula-mula dilakukan proses pengadukan terhadap air sampai volume 2000


ml sesuai variable yang telah ditentukan, kemudian diukur berat jenisnya
menggunakan piknometer. Setelah itu, dilakukan pula proses pengadukan dengan
bahan dan variable yang sama hanya saja kali ini menggunakan sekat (baffle) dan
diamati perbedaannya. Perlakuan ini juga berlaku untuk campuran air, minyak dan
detergen.

Dari data yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa semakin besar
kecepatan pengadukan maka semakin besar kemungkinan terjadinya vortex.
Viskositas dari bahan yang diaduk juga berpengaruh terhadap timbulnya vortex.
Semakin besar viskositasnya maka kecil kemungkinan adanya vortex. Hal ini
dapat diatasi dengan diberikannya sekat (baffle) pada tangki pengaduk. Data yang
diperoleh saat tangki menggunakan sekat dapat membuktikan bahwa sekat pada
tangki dapat mencegah timbulnya vortex.

Dari grafik hubungan antara Nre terhadap Npo, dapat diketahui bahwa Nre
dan Npo berbanding terbalik, jadi semakin besar Nre maka Npo yang diperoleh
semakin kecil. Semakin besar kecepatan pengadukannya, grafik yang dihasilkan
cenderung menurun.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 21


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan
c. Semakin besar kecepatan pengadukan, Npo-nya semakin kecil.
d. Semakin kecilviskositas bahan, besar kemungkinan terjadinya vortex.
e. Semakin besar kecepatan pengadukan, semakin besar pula kemungkinan
terjadinya vortex.
f. Semakin besar konsentrasi minyak dan detergen, densitas dan
viskositasnya juga semakin besar.
g. Vortex dapat dicegah dengan pemasangan baffle pada tangki pengaduk.

V.2 Saran
a. Sebaiknya praktikan melakukan pemasangan alat dengan benar,
sehingga tidak terjadi kesalahan teknis selama percobaan.
b. Sebaiknya praktikan lebih teliti dalam mengamati adanya vortex.
c. Sebaiknya praktikan melalukan pengukuran densitas dan viskositas
dengan baik dan benar karena akan berpengaruh pada hasil akhir.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 22


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2012.Teknik Pencampuran Bahan Padat.(


https://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/05/19/teknik-
pencampuran-bahan-padat-dalam-teknologi-farmasi/ ) diakses pada
tanggal 18 september 2015 pukul 10.00 WIB

Lubis, Ahmad Husni.2011.Mixing Process. (


http://ahmadhusnilubis.blogspot.co.id/2012/02/pencampuran-bahan-kimia-
mixing-process.html ) diakses pada tanggal 18 september 2015 pukul 10.05
WIB

Mc.Cabe W.L, Smith J.C, Barriot P.1993.Operasi Teknik Kimia Jilid 2.Jakarta:
Erlangga

Rezky, Fevi elviani.2014.Tangki Berpengaduk.(


http://fevzyvielky.blogspot.co.id/2012/12/tangki-berpengaduk.html ) diakses
pada tanggal 18 september 2015 pukul 10.34 WIB

Saputra, Satriya.2013.Pencampuran.(
http://satriyasaputra.blogspot.co.id/2013/09/pencampuran-mixing.html )
diakses pada tanggal 18 september 2015 pukul 10.15 WIB

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 23


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

APPENDIX

1. Larutan susu 4%

% = 100%


4% = 100%
2000
V= 80 ml
Jadi melarutkan 80 ml susu dengan air sampai volume 2000 ml

2. Menghitung densitas larutan susu 4% + tepung 1%


Diketahui :

Berat Pikno isi = 22.1040 gram

Berat Pikno kosong = 12.5030 gram

Vpikno = 10 ml

=

22.1040 gr 12.5030 gr
= 10

= 0,9601 gr/cm3

3. Viskositas larutan susu 4% + tepung 1%


bahan = x susu

0,9622 0,78
bahan = 0.9588 0,77 x 0,00636

bahan = 0,00609 gr/cm.s

4. Diamater propeller ( Da ) = 6 cm
5. g = 980 cm/s2

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 24


LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I
TANGKI BERPENGADUK
UPN VETERAN JAWA TIMUR

2 62 53,33 0,9601
6. Nre = = = 18959.6059
0,00609

2 3,332 6
7. Nfr = = = 0,068027
980

8. Npo = 0.919 ( didapatkan dari Grafik 9.14 hal 243 Mc. Cabe ketika Nre)
3 5 0.9 0,602, 3,333 65
9. P = = = 0,0394watt
980

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I Page 25