Anda di halaman 1dari 3

Motivasi adalah kumpulan proses psikologis yang menyebabkan pergerakan, arahan, dan kegigihan dari

sikap sukarela yang mengarah pada tujuan.

Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat
dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah
sebagai berikut :

Kebutuhan fisiologis atau dasar, Kebutuhan akan rasa aman, Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi

Kebutuhan untuk dihargai,Kebutuhan untuk aktualisasi diri

Alderfers ERG Theory

Ketiga kebutuhan pokok manusia ini sebagai berikut:

1) Existence atau keberadaan adalah suatu kebutuhan akan tetap bisa hidup sesuai dengan tingkat
kebutuhan tingkat rendah dari Maslow yaitu meliputi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman.

2) Relatedness atau hubungan mencakup kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan ini
sesuai dengan kebutuhan afiliasi dari Maslow.

3) Growth atau pertumbuhan adalah kebutuhan yang mendorong seseorang untuk memiliki pengaruh
yang kreatif dan produktif terhadap diri sendiri atau lingkungan. Realisasi dari kebutuhan penghargaan
dan perwujudan diri dari Maslow.

Pemenuhan atas ketiga kebutuhan tersebut dapat dilakukan secara simultan, artinya bahwa hubungan
dari teori ERG ini tidak bersifat hirarki.

Teori Kebutuhan McClelland

Kebutuhan pencapaian (need for achievement): dorongan untuk melebihi, mencapai standar-standar
yang sulit, berusaha keras untuk berhasil
Kebutuhan hubungan (need for affiliation): keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang
ramah dan akrab

Kebutuhan kekuatan (need for power): Kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku sedemikian
rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku yang sebaliknya

Teori Dua Faktor (juga dikenal sebagai teori motivasi Herzberg atau teori hygiene-motivator).

Dua faktor ini oleh Frederick Herzberg dialamatkan kepada faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik, dimana
faktor intrinsik adalah faktor yang mendorong karyawan termotivasi, yaitu daya dorong yang timbul dari
dalam diri masing-masing orang, dan faktor ekstrinsik yaitu daya dorong yang datang dari luar diri
seseorang, terutama dari organisasi tempatnya bekerja.

Teori ini merupakan pengembangan dari teori hirarki kebutuhan Maslow. Dan juga berhubungan erat
dengan teori tiga faktor sosial McClelland.

Hygiene factors (faktor kesehatan) adalah faktor pekerjaan yang penting untuk adanya motivasi di tempat
kerja. Faktor ini tidak mengarah pada kepuasan positif untuk jangka panjang. Tetapi jika faktor-faktor ini
tidak hadir, maka muncul ketidakpuasan. Faktor ini adalah faktor ekstrinsik untuk bekerja.

Faktor motivasi harus menghasilkan kepuasan positif. Faktor-faktor yang melekat dalam pekerjaan dan
memotivasi karyawan untuk sebuah kinerja yang unggul disebut sebagai faktor pemuas. Karyawan hanya
menemukan faktor-faktor intrinsik yang berharga pada motivation factors (faktor pemuas).

Teori keseimbangan berfokus pada rasio input-outcome dalam organisasi. Input diwakili oleh kontribusi
kita terhadap organisasi; output segala sesuatu yang kita terima dari organisasi. Teori ini mengasumsikan
bahwa ketika kita terlibat dalam hubungan pertukaran dengan organisasi, dan mengevaluasi keadilan dari
apa yang kita dapatkan dari pertukaran ini dengan membandingkan rasio input-outcome kita sendiri
dengan yang lain, untuk menentukan apakah kita dibayar kurang/underpaid atau dibayar lebih.

Vrooms Expectancy theory (Teori Harapan)

lebih menekankan pada faktor hasil (outcomes), ketimbang kebutuhan (needs) seperti yang dikemukakan
oleh Maslow and Herzberg.

teori harapan menyatakan bahwa motivasi karyawan adalah hasil dari seberapa jauh seseorang
menginginkan imbalan (Valence), yaitu penilaian bahwa kemungkinan sebuah upaya akan menyebabkan
kinerja yang diharapkan (Expectancy), dan keyakinan bahwa kinerja akan mengakibatkan penghargaan
(Instrumentality ). Singkatnya, Valence adalah signifikansi yang dikaitkan oleh individu tentang hasil yang
diharapkan.

Teori penetapan tujuan (goal setting theory) oleh Dr. Edwin Locke menunjukkan adanya keterkaitan
antara tujuan dan kinerja seseorang terhadap tugas. konsep penetapan tujuan yaitu adanya kejelasan,
tujuan yang menantang, dan berkomitmen untuk mencapainya. Memberikan umpan balik pada kinerja.
Mempertimbangkan kompleksitas tugas.