Anda di halaman 1dari 14

Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No.

3 September 2011

FASE PENGEMBANGAN KONSEP PRODUK DALAM KEGIATAN


PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK
Muhammad Irvan
irvan_tmed96@yahoo.com
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Matematika dan IPA
Universitas Indraprasta PGRI

Abstrak. Perkembangan dunia industri yang sangat pesat saat ini, telah menciptakan
suatu kondisi persaingan produk yang sangat tinggi dan cepat sekali. Persaingan ini tidak
hanya didominasi pada jenis-jenis produk berteknologi tinggi seperti halnya pada jenis
produk telepon genggam, bahkan juga sampai pada jenis-jenis produk keperluan rumah
tangga seperti halnya alat pel lantai sampai dengan sabun cuci piring yang digunakan.
Kondisi persaingan ini merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan bagi
seluruh pelaku industri agar tidak tertinggal ataupun sampai dengan gulung tikar. Satu
solusi yang tepat untuk kondisi tersebut adalah dengan memperkuat kegiatan perancangan
dan pengembangan produk bagi internal perusahaan manufaktur yang ada. Dengan
menggunakan suatu metodologi perancangan produk yang sistematis, yaitu melalui enam
fase perancangan dan pengembangan produk secara umum, yang telah banyak dibahas
dan digunakan sebagai referensi dalam pelaksanaan kegiatan perancangan dan
pengembangan produk. Dalam makalah ini, dibahas tentang salah satu fase yang terdapat
dalam enam fase pengembangan produk yang ada. Fase ini merupakan salah satu fase
terpenting dalam kegiatan perancangan dan pengembangan produk, yaitu fase
pengembangan konsep. Jenis produk yang diangkat dalam pembahasan ini adalah salah
satu jenis produk alat bantu manusia dalam mengangkat benda berat, produk Hand Lifter.

Kata kunci : Perancangan dan pengembangan produk, enam fase perancangan, fase
pengembangan konsep, Hand Lifter

PENDAHULUAN suatu teknologi terbaru yang diterapkan


Latar Belakang dengan harga terjangkau.
Kemajuan industri saat ini, ikut Dalam sudut pandang yang
diiringi dengan kebutuhan konsumen demikian, kondisi tersebut telah
terhadap aspek-aspek kualitas produk menimbulkan suatu tingkat persaingan
yang memuaskan dalam definisi kualitas industri yang sangat ketat. Yaitu suatu
yang luas. Dapat dikatakan kualitas dari kompetisi untuk dapat memenuhi
produk yang diberikan merupakan spesifikasi konsumen dan suatu upaya
barometer penting yang harus bertahan bagi para pelaku industri agar
diperhatikan dan dipenuhi oleh para tidak sampai tertinggal atau mungkin
pelaku industri agar perusahaan tetap sampai gulung tikar.
eksis dalam persaingan yang sehat Alternatif solusi yang tepat untuk
tentunya. menghadapi kondisi tersebut, adalah
Banyak sekali upaya yang dapat dengan memperkuat kegiatan perancangan
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan produk bagi internal
terhadap aspek-aspek kualitas produk. perusahaan manufaktur yang ada. Bagian
Salah satunya adalah dengan memberikan yang berfungsi sebagai tim riset dan
pilihan berbagai alternatif produk pengembangan dalam internal perusahaan
terhadap pemenuhan kebutuhan dan mutlak sangat diperlukan, dilengkapi
permintaan konsumen. Dari mulai hanya dengan pembentukan sebuah tim
pada ukuran kemasan sampai dengan pengembangan produk yang berfokus

261
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

untuk menentukan arah suatu penciptaan maka perlu diberikan beberapa batasan
produk yang lebih berkualitas, dalam masalah.
artian aspek pemenuhan spesifikasi atau Dalam makalah ini hanya dibahas
permintaan terhadap kebutuhan mengenai langkah-langkah yang
konsumen. dilakukan dalam salah satu fase pada
Tim pengembangan produk ini kegiatan perancangan dan pengembangan
merupakan kolaborasi dari beberapa produk, yaitu pada fase pengembangan
bagian terkait yang ada dalam perusahaan konsep. Produk yang diangkat dalam
manufaktur. Masing-masing bagian terkait makalah ini adalah satu jenis produk alat
memiliki peranan penting untuk bantu manusia untuk mengangkat benda
menentukan arah pengembangan produk. berat yang dikenal sebagai Hand Lifter.
Kegiatan yang dilakukan oleh tim
pengembangan produk merupakan TINJAUAN PUSTAKA
langkah-langkah terstruktur dalam suatu Enam Fase Proses Pengembangan
metodologi perancangan produk yang Produk
telah umum dipahami, yaitu melalui enam Sebagaimana ditunjukan pada
fase pengembangan produk yang telah gambar 1, secara umum proses
banyak dibahas dan digunakan sebagai pengembangan produk dibagi menjadi
referensi dalam pelaksanaan kegiatan enam tahapan (fase) pengembangan
pengembangan produk seperti yang dapat produk. Enam fase tersebut adalah
dilihat pada gambar 1. (Ulrich-Eppinger, 2001) :
Fase 0 Fase 1 Fase 2 a) Fase 0. Perencanaan
Perencanaan Pengembangan Perancangan Pada fase ini dilakukan kegiatan
Konsep Tingkat System perencanaan yang sering dirujuk
sebagai zerofase, yaitu kegiatan
Fase 3 Fase 4 Fase 5
pendahuluan yang meliputi
Perancangan Pengujian & Peluncuran persetujuan proyek dan proses
Rinci Perbaikan Produk peluncuran pengembangan produk
Gambar 1. Enam fase proses perancangan aktual.
dan pengembangan produk (Ulrich- b) Fase 1. Pengembangan Konsep
Eppinger, 2001). Pada fase ini, kebutuhan pasar
target diidentifikasi, alternatif-
Maksud dan Tujuan alternatif konsep produk dibangkitkan
Makalah ini dimaksudkan untuk dan dievaluasi, dan satu atau lebih
membahas tentang fase pengembangan konsep dipilih untuk pengembangan
konsep dari sebuah produk yang dan percobaan pada fase-fase
dilakukan dalam kegiatan perancangan berikutnya.
dan pengembangan produk. c) Fase 2. Perancangan Tingkatan
Sedangkan tujuan dari Sistem
pembahasan ini diharapkan dapat Fase ini mencakup definisi
memberikan kontribusi terhadap kalangan arsitektur produk dan uraian produk
akademisi dan masyarakat pada menjadi subsistem-subsistem serta
umumnya, tentang langkah-langkah komponen-komponen. Gambaran
sistematis dalam kegiatan perancangan rakitan akhir untuk sistem produksi
dan pengembangan produk. didefinisikan dalam fase ini. Output
dari fase 2 ini mencakup tata letak
Batasan Masalah bentuk produk, spesifikasi secara
Agar penulisan makalah ini dapat fungsional dari tiap subsistem produk,
dengan mudah dipahami sesuai dengan serta diagram aliran proses
maksud dan tujuan yang ingin dicapai,

262
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

pendahuluan untuk proses rakitan f) Fase 5. Peluncuran Produk


akhir (assembly). Fase ini dikenal juga sebagai fase
d) Fase 3. Perancangan Rinci produksi awal. Pada fase ini produk
Dalam fase ini mencakup dibuat dengan menggunakan sistem
spesifikasi lengkap dari bentuk, produksi yang sesungguhnya. Tujuan
material dan toleransi-toleransi dari dari produksi awal ini adalah untuk
seluruh komponen unik pada produk melatih tenaga kerja dalam
dan identifikasi seluruh komponen memecahkan permasalahan yang
standar yang dibeli dari pemasok. mungkin timbul pada proses produksi
Rencana proses dinyatakan dan sesungguhnya. Produk-produk yang
peralatan produksi dirancang untuk dihasilkan selama produksi awal, akan
tiap komponen yang dibuat dalam disesuaikan dengan keinginan
sistem produksi. Output dari fase ini pelanggan dan secara hati-hati
adalah pencatatan pengendalian untuk dievaluasi untuk mengidentifikasikan
produk, spesifikasi komponen- kekurangan-kekurangan yang timbul.
komponen yang dibeli, serta rencana Peralihan dari produksi awal menjadi
proses untuk pabrikasi dan perakitan produksi sesungguhnya berjalan
produk. melalui tahap demi tahap. Pada
e) Fase 4. Pengujian dan Perbaikan beberapa titik dalam masa peralihan
Fase ini melibatkan konstruksi ini, produk diluncurkan dan mulai
dan evaluasi dari bermacam-macam disediakan untuk didistribusikan.
versi produksi awal produk. Prototipe
awal (alpha) dibuat menggunakan Fase 1. Fase Pengembangan Konsep
komponen-komponen dengan bentuk Inti dari perencanaan desain
dan jenis material pada produksi adalah terletak pada pengembangan
sesungguhnya, namun tidak konsep. Crawford mengemukakan bahwa
memerlukan proses pabrikasi dengan konsep desain adalah kombinasi antara
proses yang sama dengan yang lisan, tulisan, dan atau bentuk prototipe
dilakukan pada proses pabrikasi yang akan dilakukan perbaikan dan
sesungguhnya. Prototipe alpha diuji bagaimana pelanggan menunjukkan
untuk menentukan apakah produk keuntungan / kerugiannya.
akan bekerja sesuai dengan yang Tiga bagian penting yang
direncanakan dan apakah produk diangkat untuk ide/perencanaan produk
memenuhi kebutuhan kepuasan yang akan dikembangkan dalam bentuk
(spesifikasi/kualitas) konsumen konsep adalah :
utama. Prototipe berikutnya (beta) 1. Bentuk
dibuat dengan komponen-komponen Hal ini merupakan bentuk fisik
yang dibutuhkan pada produksi suatu produk itu sendiri, material
namun tidak dirakit dengan penyusun produk, dan sebagainya.
menggunakan proses perakitan akhir 2. Teknologi
seperti pada perakitan sesungguhnya. Termasuk di dalamnya antara
Prototipe beta dievaluasi secara lain: prinsip, teknik, perlengkapan,
internal dan juga diuji oleh konsumen mekanika, kebijakan, dan seterusnya
dengan menggunakannya secara yang dapat digunakan untuk
langsung. Sasaran dari prototipe beta menciptakan/mencapai produk yang
adalah untuk menjawab pertanyaan dimaksud.
mengenai kinerja dan keandalan 3. Keuntungan
dalam rangka mengidentifikasi Nilai lebih/keuntungan yang
kebutuhan perubahan-perubahan diharapkan pelanggan dari produk
secara teknik untuk produk akhir. tersebut.

263
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

Pernyataan
Dalam fase pengembangan Misi
konsep ini, suatu proses pengembangan
konsep membutuhkan lebih banyak Identifikasi
koordinasi terhadap bagian-bagian terkait Kebutuhan
Pelanggan
dalam tim pengembangan produk
dibandingkan dengan fase-fase yang lain. Menetapkan

Membangun model pengujian dan prototype produk


Secara umum proses pengembangan Spesifiasi &
konsep ini dapat diperhatikan sebagai Targetnya

suatu kegiatan yang saling berhubungan,

Proses Analisa Ekonomis Produk


Mendesain

Benchmark Produk Kompetitor


seperti terlihat pada gambar 2. Konsep2
Sebagaimana ditunjukan pada Produk
gambar 2, proses pengembangan konsep
mencakup kegiatan-kegiatan sebagai Memilih
Konsep
berikut (Ulrich-Eppinger, 2001): Produk
1. Identifikasi kebutuhan pelanggan
Sasaran kegiatan ini adalah untuk Menguji
Konsep
memahami kebutuhan konsumen dan Produk
mengkomunikasikannya secara efektif
kepada tim pengembangan. Output Menetapkan
dari langkah ini adalah sekumpulan Spesifikasi
Akhir
pernyataan kebutuhan pelanggan yang
tersusun rapi, diatur dalam daftar Rencana
secara hierarki, dengan bobot-bobot Alur Pengem
kepentingan untuk tiap kebutuhan. bangan

Rencana
Pengembangan

Gambar 2. Tahap pengembangan konsep,


terdiri dari berbagai kegiatan awal hingga
akhir (Ulrich-Eppinger, 2001).

Tujuan dari metode identifikasi


kebutuhan pelanggan tersebut adalah
untuk:
a. Meyakinkan bahwa produk telah
difokuskan terhadap kebutuhan
konsumen.
b. Mengidentifikasikan kebutuhan
konsumen yang tersembunyi dan
tidak terucapkan (latent needs)
seperti halnya kebutuhan yang
eksplisit.
c. Menjadi basis untuk menyusun
spesifikasi produk.
d. Menjamin tidak adanya
kebutuhan konsumen penting
yang terlupakan.

264
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

e. Menanamkan pemahaman mengidentifikasi konsep yang paling


bersama mengenai kebutuhan menjanjikan.
konsumen diantara anggota tim Pemilihan konsep terdiri atas dua
pengembang. tahap, yaitu :
2. Penetapan spesifikasi target a. Penyaringan konsep
Spesifikasi merupakan terjemahan Tujuan penyaringan konsep
dari kebutuhan konsumen menjadi adalah mempersempit jumlah
kebutuhan secara teknis. Output dari konsep secara cepat dan untuk
langkah ini adalah suatu daftar memperbaiki konsep.
spesifikasi target. Proses pembuatan b. Penilaian konsep
target spesifikasi terdiri dari 3 Pada tahap ini, tim memberikan
langkah: bobot kepentingan relatif untuk
a. Menyiapkan daftar metrik setiap kriteria seleksi dan
kebutuhan dengan tingkat memfokuskan pada hasil
kepentingan yang diturunkan dari perbandingan yang lebih baik
tingkat kepentingan kebutuhan dengan penekanan pada setiap
yang direfleksikannya. kriteria.
b. Mengumpulkan informasi tentang 5. Pengujian konsep
pesaing dan Satu atau lebih konsep yang
mengkombinasikannya dengan dihasilkan selanjutnya diuji/dievaluasi
tingkat kepuasan dari pelanggan untuk mengetahui apakah kebutuhan
produk pesaing. konsumen telah terpenuhi. Tahap ini
c. Menetapkan nilai target ideal dan juga memperkirakan potensi pasar
marginal yang dapat dicapai dari produk, dan mengidentifikasi
untuk tiap metrik. beberapa kelemahan yang harus
3. Penyusunan konsep diperbaiki pada kegiatan proses
Konsep produk adalah sebuah pengembangan selanjutnya.
gambaran atau perkiraan mengenai 6. Penentuan spesifikasi akhir
teknologi, prinsip kerja, dan bentuk Spesifikasi target yang telah
produk. Sasaran penyusunan konsep ditentukan di awal proses ditinjau
adalah menggali lebih jauh area kembali setelah proses dipilih dan
konsep-konsep produk yang mungkin diuji. Pada tahap ini, tim harus
sesuai dengan kebutuhan konsumen. konsisten dengan nilai-nilai besaran
Konsep produk merupakan gambaran spesifik yang mencerminkan batasan-
singkat bagaimana produk batasan pada konsep produk itu
memuaskan kebutuhan konsumen. sendiri, batasan-batasan yang
Proses penyusunan konsep ini diidentifikasi melalui pemodelan
terdiri atas 4 langkah, yaitu : secara teknis, serta pilihan antara
a. Pemaparan (memperjelas) biaya dan kinerja.
masalah, dengan diagram fungsi 7. Perencanaan proyek
b. Pencarian solusi secara eksternal Pada kegiatan akhir
c. Pencarian solusi secara internal pengembangan konsep ini, tim
d. Penggalian secara sistematis membuat suatu jadwal pengembangan
dengan pohon klasifikasi dan secara rinci, menentukan strategi
tabel kombinasi. untuk meminimalisir waktu
4. Pemilihan konsep pengembangan, dan mengidentifikasi
Pemilihan konsep merupakan sumber daya yang digunakan untuk
kegiatan dimana berbagai konsep menyelesaikan proyek.
dianalisis secara berturut-turut,
kemudian dieliminasi untuk

265
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

PEMBAHASAN
Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
Fleksibilitas, kecepatan dan
kemudahan dalam operasional adalah tiga
aspek utama yang sangat diperlukan bagi
pemilihan alat bantu untuk mempermudah
aktivitas kerja manusia. Apa lagi bila alat
bantu tersebut memiliki desain yang
sederhana namun dalam hal mutu dan
pemakaian juga dapat diandalkan, maka
hal ini merupakan suatu tantangan yang
tidak mudah dalam memenangkan
persaingan melalui produk superior.
Hand Lifter (HL) adalah unit alat
bantu yang memiliki peran menggantikan Gambar 3. Contoh bentuk produk Hand
sebagian besar fungsi manusia untuk Lifter yang sudah ada di pasaran.
keperluan yang berhubungan dengan
pengangkutan barang. Desain alat bantu Penetapan, Target Spesifikasi Produk
ini difokuskan pada ketiga aspek tersebut Agar mudah dalam
di atas dengan beberapa penyederhanaan mengidentifikasi kendala yang mungkin
konsep agar dapat diaplikasikan secara dihadapi untuk mencapai solusi optimal,
luas. Dalam hal ini, sasaran yang hendak spesifikasi desain disusun dengan
dibidik penguasaannnya adalah membedakan apakah sebuah persyaratan
menyeluruh pada semua sektor ekonomi desain yang diutarakan (diperoleh dari
dan jasa, khususnya pada segmen konsumen) itu merupakan keharusan yang
menengah ke bawah, dan juga hendaknya wajib dipenuhi (demand), atau keinginan
dapat digencarkan sebagai bagian (wishes) yang apabila memungkinkan bisa
keperluan alat bantu rumah tangga. diterapkan melalui pertimbangan tertentu.
Sebagaimana contoh HL yang Seperti yang ditunjukan pada tabel 1.
ditunjukkan gambar 3, karena aplikasinya Selanjutnya daftar spesifikasi dan
terbatas untuk dunia industri, kontruksi target yang dituangkan pada tabel 1, akan
desainnya perlu dibuat lebih sederhana dianalisa lebih lanjut untuk menentukan
pada tahap proses pengembangan produk tugas utama (fungsi keseluruhan) dari
yang baru. Dengan demikian apa menjadi produk HL secara umum melalui
keinginan pasar yang hendak dicapai, pembuatan abstraksi dari daftar
sebagaimana tersebut di atas dapat spesifikasi.
direalisasikan.
Tabel 1. Spesifikasi Desain HL
Kategori Aspek Pesyaratan Desain
Fungsional
D Kerangka produk harus
mampu menahan beban
hingga 150kg
D Arah beban vertikal
D Ketinggian beban yang
mampu diangkut hingga
1000mm
W Panjang dan lebar
produk memerlukan
space minimum

266
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

Kategori Aspek Pesyaratan Desain Kategori Aspek Pesyaratan Desain


Material disesuaikan dengan
D Frame utama tinggi badan pengguna
menggunakan besi D Tidak membahayakan
profile U pasaran umum bagi pengguna maupun
D Frame dasar barang
menggunakan plat baja Ekonomis
tempa 3mm D Menggunakan bahan
D Garpu angkat yang ada dipasaran
menggunakan plat baja (vendor tersedia)
tempa 3mm D Menggunakan
W Tuas engkol komponen yang sudah
menggunakan plat besi tersedia
5mm Analisa persyaratan desain dalam
Safety tahapan ini, dilakukan melalui langkah-
D Mudah dalam langkah berikut:
mengoperasikan 1. Menghilangkan pilihan pribadi
D Mudah dalam (personal preference).
transportasi 2. Mengesampingkan syarat-syarat yang
D Aman tidak mempunyai pengaruh besar
terhadap produk.
D Kuat
3. Mengubah data kuantitatif menjadi
W Rigid menahan beban
data kualitatif.
dengan berbagai bentuk 4. Menyamakan hasil dari langkah
geometris sebelumnya.
Manufaktur 5. Merumuskan masalah menjadi bebas
W Selain transmisi lifter (solution-neutral terms).
dan komponen standar, Dari langkah-langkah tersebut diperoleh
diproduksi sendiri abstraksi-abstraksi berikut ini.
W Proses manufacturing Abstraksi konsep desain berdasarkan
sederhana tabel spesifikasi pada tabel 1 adalah:
Siklus Beban Maksimal beban 150 kg dengan
D Dapat digunakan untuk berbagai jenis barang
berbagai geometris Secara ekonomis menguntungkan
barang hingga 150kg dengan harga kompetitif
W Dapat digunakan untuk Tahan karat
berbagai jenis barang Praktis untuk aplikasi sejenis
dalam kemasan Mudah dipindahkan
Estetika Mudah disimpan (menghemat
D Desain dibuat seefisien ruang)
mungkin Ergonomis
W Warna menyolok Aman digunakan (orang yang
Ekologi mengoperasikan dan barang)
Abstraksi rumusan masalah yang
D Tidak menimbulkan
pencemaran dikedepankan dari fungsi keseluruhan
desain:
D Hemat energi
Peralatan yang difungsikan untuk
Ergonomik mengangkat, menahan, dan
W Nyaman dipakai memindahkan benda yang berat.
D Ketinggian dapat

267
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

Penyusunan Konsep Desain Hand B


Lifter E E E
Mengambil alat A Mengatur A Menempatkan
Berdasarkan abstraksi rumusan hand lifter dari kedudukan alat barang yang
masalah yang telah diperoleh sebelumnya, tempat sesuai posisi akan dibawa/
penyimpanan barang dipindahkan
maka dilakukan suatu penggalian konsep
lebih jauh pada area konsep-konsep A B
produk yang mungkin sesuai dengan Energi Mengatur
abstraksi tersebut, yang merupakan suatu E kedudukan alat
agar barang
pernyataan dari kebutuhan konsumen. dapat terangkat
Langkah awal dari penyusunan konsep ini
Keterangan : A B
adalah dengan membuat suatu definisi
yang jelas dari prinsip solusi yang akan Memindahkan
E = Energi E barang (fungsi
dikembangkan, yaitu dengan membuat mengangkat
struktur fungsi dari produk yang akan A = Alat (Hand Lifter) beban)
dikembangkan. B = Barang (benda berat) A B
Mengatur kembali
Struktur Fungsi Hand Lifter E kedudukan alat
sesuai posisi
Tujuan menetapkan struktur barang
fungsi adalah untuk memperoleh suatu
E E A B
definisi yang jelas dari sistem yang akan
dikembangkan, sehingga dapat diuraikan Menyimpan alat Mengatur Mengambil /
A kedudukan
A menurunkan
(transportasi)
menjadi sub sistem yang baru dan dapat alat pada barang
dikembangkan secara terpisah. Struktur posisi netral (fungsi menahan)
fungsi yang diperoleh berdasarkan B
abstraksi dari daftar spesifikasi
sebelumnya terlihat pada gambar 4. Gambar 4. Struktur fungsi keseluruhan
Hand Lifter
Dari fungsi keseluruhan Hand Lifter
seperti ditunjukan pada gambar 4,
selanjutnya dibuat informasi lebih detail
tentang sub-sub fungsi yang ada dalam
fungsi keseluruhan alat.
1. Subfungsi mengambil HL dari tempat
penyimpanan.
HL
User Mengambil HL dari HL
tempat penyimpanan
terambil
Energi
2. Subfungsi mengatur kedudukan HL
HL
HL sesuai
User Mengatur posisi
kedudukan HL kedudukan
Energi sesuai posisi barang barang
3. Subfungsi menempatkan barang

268
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

HL
User Menempatkan barang HL
Energi yang akan dibawa / memuat
Barang dipindahkan pada HL barang
4. Subfungsi HL mengangkat barang
HL
User
Energi Mengangkat
Barang
Barang

Menahan
Barang Garpu
Angkat

Menahan
Barang Transmisi
(Winch)

Menahan
Barang Pengunci

Barang terangkat
Dengan sub-sub fungsi (level-1 dan 2)
yang lain, sebagaimana dapat dilihat pada
tabel 2.

Tabel 2. Fungsi Keseluruhan HAND LIFTER


FUNGSI SUB FUNGSI SUB FUNGSI
Keterangan
KESELURUHAN (level-1) (level-2)
1. Mengambil HL HL terambil dari
-
dari tempat simpan tempat simpan
2. Mengatur HL sesuai posisi
-
kedudukan HL kedudukan barang
3. Menempatkan HL memuat barang
-
Mengangkat dan barang
menahan beban 1. Mengangkat Barang (loading)
saat beban beban
4. Subfungsi HL
dibawa/dipindah 2. Menahan beban Garpu angkat
mengangkat
3. Menahan beban Transmisi (tali slink
barang
& roda gigi)
4. Menahan beban Pen pengunci
5. Memindahkan Barang bergerak
-
barang pindah

269
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

1. Menahan beban Barang


2. Menumpu beban Swivel caster
3. Menumpu beban Arm stopper
6. Pemosisian 4. Meneruskan Pin pengunci
penurunan barang beban
5. Meneruskan Transmisi (slink &
beban roda gigi)
6. Menahan beban Garpu angkat
7. Menurunkan Barang diturunkan
-
barang (unloading)
1. Posisi netral HL posisi ready
2. Posisi netral Garpu angkat posisi
free load
8. HL posisi netral 3. Posisi netral Arm stopper
4. Posisi netral Pin pengunci
5. Posisi netral Tuas transmisi
6. Posisi netral Swivel caster
9. Menyimpan HL - HL tersimpan

Prinsip Solusi Untuk Sub-Sub Fungsi metode yang digunakan adalah metode
Setelah dibuat struktur fungsi kombinasi, yaitu metode yang
keseluruhan dan sub fungsinya, maka mengkombinasikan semua prinsip solusi
langkah selanjutnya adalah mencari yang ada dalam bentuk matriks seperti
prinsip-prinsip solusi untuk memenuhi yang terlihat pada tabel 3.
sub-sub fungsi tersebut. Dalam hal ini,

Tabel 3. Matriks Prinsip Solusi Sub Fungsi


Prinsip Solusi
1 2 3 4
Subfungsi
1 Tenaga manusia Manusia
Ubah
Electrik - Linier motor Electric motor
2 energi
Mekanik (L.M.) (E.M.)
Memindahkan HL Diangkat Didorong Ditari E.M.
3
k
4 Atur kedudukan HL Linkage Transmisi Lever Hidrolik
5 Menaruh barang Tenaga Manusia Penyangga Crank
6 Mengangkat barang Tenaga Manusia L.M. E.M.
Memindah barang Didorong Diangkat Ditari E.M.
7
k
8 Penurunan barang Tenaga Manusia L.M. E.M.

Kombinasi Prinsip Solusi dengan menarik garis kombinasi dari


Dengan berbagai prinsip solusi prinsip-prinsip solusi yang ada. Diperoleh
dari sub-sub fungsi yang diperoleh dalam beberapa kombinasi prinsip solusi produk
tabel 3 sebelumnya, maka beberapa hand lifter seperti terlihat pada tabel 4.
kombinasi prinsip solusi dapat diambil

270
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

Tabel 4. Matriks Kombinasi Prinsip Solusi Sub Fungsi


Subfungsi 1 2 3 4
Tenaga
1
manusia
Ubah energi
Electrik -
2
mekanik
3 Memindahkan HL
4 Atur kedudukan HL
5 Menaruh barang
6 Mengangkat barang
7 Memindah barang
8 Penurunan barang

Skema kombinasi prinsip solusi berdasarkan mapping kombinasi prinsip solusi dalam
tabel 4, didapatkan masing-masing sebagai berikut:
Varian 1 : 1.1-2.1-3.1-4.3-5.2-6.2-7.1-8.2
Varian 2 : 1.1-3.2-4.2-5.1-6.1.-7.2-8.1
Varian 3 : 1.1-2.2-3.4-4.1-5.3-6.3-7.4-8.3
Varian 4 : 1.1-2.1-3.3-4.4-5.3-6.1-7.3-8.1

Pemilihan Varian Konsep dalam seleksi ini merupakan konsep solusi


Pada langkah ini akan dilakukan awal yang akan dievaluasi kembali
penyeleksian dari varian-varian kombinasi kesesuaiannya terhadap kriteria evaluasi
prinsip solusi yang telah dihasilkan. Hasil yang diberikan konsumen.

Tabel 5. Pemilihan Varian Konsep


Kesesuaian dengan fungsi keseluruhan
Prinsip Solusi

Sesuai dengan daftar kehendak


Varian

Keputusan
Secara prinsip dapat diwujudkan (Realisable in principle)
Memenuhi syarat keamanan
Sesuai dengan keinginan pembuat
Pengetahuan tentang konsep yang memadai
Dalam batasan biaya produksi
A B C D E F G Penjelasan
V1 + + + + + + + SESUAI +
V2 + + + + + + + SESUAI +
V3 + + + + - + - Biaya produksi yang tinggi -
V4 + - + + - + - Terlalu rumit, sulit diwujudkan -

Berdasarkan tabel pemilihan Selanjutnya untuk memperoleh


varian konsep dari tabel 5, terdapat dua nilai, kegunaan atau kekuatan dari solusi
varian konsep solusi yang sesuai dengan yang berkenaan dengan produk hand lifter
daftar kehendak dan prinsip solusi, yaitu ini, dilakukan evaluasi dengan
pada varian 1 dan varian 2. memberikan pembobotan pada masing-
masing varian solusi terhadap kriteria
Evaluasi evaluasi yang diberikan oleh pihak
konsumen (pengguna). Dari pembobotan

271
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

kriteria evaluasi yang telah diperoleh suatu varian terhadap kriteria evaluasi.
dalam tahapan penetapan spesifikasi Hasil evaluasi yang diperoleh untuk
target, maka selanjutnya didapatkan bobot produk hand lifter ini dituliskan
nilai yang melambangkan kesesuaian selengkapnya dalam tabel 6.

Tabel 6. Evaluasi Varian Konsep


Variant-1 Variant-2 Variant-3 Variant-4
Kriteria
No Wt Weight Weight Weight Weight
Evaluasi Value Value Value Value
Value Value Value Value
Mudah
1 20% 4 0.80 4 0.80 2 0.40 2 0.40
dioperasionalkan
Desain alat untuk
2 30% 3 0.90 4 1.20 3 0.90 4 1.20
multi barang
3 Mudah disimpan 5% 4 0.20 4 0.20 2 0.10 3 0.15

4 Mudah perawatan 15% 2 0.30 3 0.45 4 0.60 3 0.45

5 Desain sederhana 10% 3 0.30 4 0.40 2 0.20 2 0.20

Total penilaian 100% 16 2.50 19 3.05 13 2.20 14 2.40

Peringkat II I IV III

Keputusan Lanjutkan TIDAK LANJUTKAN TIDAK TIDAK

Ketentuan value : 4 = Sangat baik 2 = Cukup


3 = Memuaskan 1 = Kurang
New Development Existing product
Frame
Handle
Slink

Garpu
Winch

Castor

Arm

Dimensi HL = 620(P) x475(L) x155(T)


Unit : mm
Gambar 5. Hasil Rancangan Pengembangan Konsep Produk Hand Lifter
(Konsep Desain Produk Hand Lifter)

Keunggulan :
- Multifungsi tidak hanya untuk pengangkutan barang
- Hemat ruang (compact)

272
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

- Mudah digunakan dalam operasionalnya


- Harga ekonomis (optimalisasi local contain)
- Lebih aman (bagi pengguna maupun barang) dengan adanya
penambahan arm.
- Aplikasi dapat digunakan untuk banyak sektor (industri, jasa,
maupun rumah tangga)

Analisa Hasil secara prinsip dapat direalisasikan.


Dari hasil evaluasi varian konsep Keluaran dari fase 1 ini selanjutnya diolah
yang ditunjukan dalam tabel 6, konsep lebih detail untuk menentukan spesifikasi
desain produk yang memiliki nilai akhir bentuk produk yang merupakan
tertinggi terdapat pada varian konsep keluaran dari fase 2.
nomor 2. Hal tersebut menunjukan bahwa
pada varian konsep nomor 2 ini, memiliki PENUTUP
aspek-aspek yang paling sesuai dengan Kesimpulan
kebutuhan dan permintaan konsumen. Dalam kegiatan perancangan dan
Rancangan awal (masih dalam bentuk pengembangan produk, fase
konsep) untuk desain produk varian pengembangan konsep adalah suatu fase
konsep nomor 2, ditunjukan pada gambar yang cukup panjang dan terdiri dari
5. Dalam konsep rancangan tersebut, beberapa langkah yang saling terintegrasi
beberapa hal yang difokuskan sebagai satu dengan yang lainnya. Output dari fase
suatu keunggulan untuk konsep produk pengembangan produk ini masih berupa
yang baru ini adalah sebagaimana konsep solusi yang akan ditindak lanjuti
ditunjukan dalam gambar 5 tersebut. Dan pada fase-fase berikutnya.
yang terpenting, yang merupakan tujuan Dalam varian solusi nomor 2,
utama dalam pengembangan jenis produk merupakan varian hand lifter yang
ini, bahwa produk baru ini memang dioperasikan secara manual dengan
dirancang agar dapat diaplikasikan untuk menggunakan katrol (winch) dan kawat
berbagai sektor, diantaranya adalah sektor baja (slink) sebagai penggerak untuk
rumah tangga. mengangkat dan menurunkan benda.
Untuk mencapai realisasi dari Dengan desain yang sedemikian dan
rancangan konsep produk hand lifter pada dimensi yang lebih kecil dari produk
varian nomor 2 ini, bukanlah suatu sejenis dipasaran, diharapkan memenuhi
pekerjaan yang mudah. Mencapai sektor beberapa aspek yang diperlukan untuk
rumah tangga, banyak aspek yang harus mencapai tujuan utama pengembangan
diperhatikan dan tentunya harus juga produk ini, yaitu dapat aplikasikan pada
disesuaikan. Aspek-aspek yang dimaksud sektor rumah tangga.
antara lain adalah aspek penggunaan
(fungsi), harga jual produk, keamanan, Saran
ruang gerak, luas yang dibutuhkan, dan Dengan mengetahui dan
berbagai aspek lainnya yang perlu untuk memahami lebih lanjut langkah-langkah
dikaji lebih lanjut. Berbagai aspek yang pengembangan produk, maka diharapkan
harus dipertimbangkan beserta rancangan industri-industri lokal di Indonesia dapat
konsep produk hand lifter pada varian kembali bergairah. Saat ini berbagai
nomor 2 tersebut, merupakan suatu produk impor semakin leluasa memangsa
masukan (input) bagi fase 2, Perancangan pasar di Indonesia, sehingga banyak
Tingkatan Sistem. Sebagaimana telah kalangan industri lokal yang tidak mampu
dipahami sebelumnya, bahwa keluaran bersaing dalam kondisi tersebut. Hal ini
(output) dari fase 1 ini adalah masih perlu disikapi dengan lebih dewasa, bukan
merupakan konsep desain produk yang dalam artian hanya bisa pasrah terhadap

273
Jurnal Ilmiah Faktor Exacta Vol. 4 No. 3 September 2011

keberhasilan produk-produk impor tanpa


melakukan sesuatu untuk bersaing.
Dimulai dari memperhatikan hal-
hal kecil, dan berkelanjutan. Merupakan
prinsip sukses metode Kaizen di Jepang.

Dalam penulisan makalah ini, penulis


menyadari bahwa masih banyak
kekurangan-kekurangan, oleh karenanya
sangatlah diperlukan masukan serta
kritikan yang membangun sehubungan
dengan penerapan ilmu perancangan dan
pengembangan produk dalam bidang
disiplin ilmu teknik industri saat ini.

DAFTAR PUSTAKA
Benhabib, Beno. 2003. Manufacturing
Design, Production, Automation
and Integration. Marcel Dekker,
Inc., New York.
G. Pahl., W. Beitz. 1996. Engineering
Design. Springer, German.
Ulrich, Karl T., Eppinger, Steven D. 2001.
Perancangan Dan Pengembangan
Produk. Edisi Pertama Salemba
Teknika, Jakarta.
Refernsi-referensi dari internet.

274