Anda di halaman 1dari 18

GAMBARAN PEMBERIAN OBAT DENGAN PRINSIP 7 BENAR

OLEH PERAWAT DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

Naskah Publikasi

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh


Derajat Sarjana Keperawatan pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh
REDHA PRANASARI
20120320060

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016

i
ii
Pranasari, Redha. (2016). Gambaran Pemberian Obat Dengan Prinsip Tujuh
Benar Oleh Perawat Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Pembimbing: Nurvita Risdiana, S.Kep., Ns., M. Sc

INTISARI

Latar Belakang : Pemberian obat merupakan terapi primer pasien yang


digunakan dalam proses diagnosis dan penyembuhan yang dilakukan oleh
perawat. Ketepatan pemberian obat sesuai prinsip 7 benar akan mencegah
terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Nyaris Cedera (KNC),
Kejadian Potensi Cidera (KPC), dan kesalahan medis.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perawat
melakukan prinsip 7 benar pemberian obat.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional
dengan pendekatan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 41
perawat di Bangsal Rawat Inap RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Instrumen
penelitian menggunakan quesioner dan checklist.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan pemberian obat yang dilakukan
perawat melakukan Benar pasien dengan kriteria baik sebanyak 36 orang (87,8%)
dan kurang sebanyak 5 orang (12,2%). Benar dosis dengan kriteria baik sebanyak
39 orang (95,1%) dan kurang sebanyak 2 orang (4,9%). Benar jenis obat dengan
kriteria baik sebanyak 36 orang (87,8%), dan kurang sebanyak 5 orang (12,2%).
Benar waktu dengan kriteria baik sebanyak 30 orang (73,2%), dan kurang
sebanyak 11 orang (26,8%). Benar cara pemberian dengan kriteria baik sebanyak
41 orang (100%), Benar petugas dengan kriteria baik sebanyak 41 orang (100%),
serta Benar dokumentasi dengan kriteria baik sebanyak 14 orang (34,1%), kurang
sebanyak 27 orang (65,9%).
Kesimpulan : Perawat melakukan prinsip tujuh benar pemberian obat dengan
kriteria baik seperti prinsip benar pasien, benar dosis, benar benar jenis obat,
benar waktu, benar cara pemberian dan petugas. Sedangkan paling sedikit
melakukan dengan kriteria benar seperti benar dokumentasi. Perlu penelitian
selanjutnya terkait pemahaman perawat dalam memberikan obat serta pasien
dalam menerima pengobatan dengan metode yang berbeda.

Kata Kunci: pemberian obat, obat, prinsip tujuh benar, karakteristik perawat.

iii
Pranasari, Redha. (2016). Description Seven Right Principle on Drug
Administration by nurses at RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Advisers:Nurvita Risdiana, S.Kep., Ns., M. Sc

ABSTRACT
Background: Drug administration is a primary therapeutic used in diagnosis
process and healing patient by nurse. Drug administration right based on seven
right principle can be preventif occur of adverse event, near miss, potiential miss
and medical erorr.
Purpose: This study purpose to determine ability nurses practice of seven right
drug administration principle.
Methode: The study used descriptive observation design with accidental
sampling. Sample of this study were 41 nurses at ward room RSU PKU
Muhammadiyah of Bantul. Instrument of this study used quesioner and checklist.
Results: The study showed respondent practice drug administration based on
right patient as many 36 nurses (87,8%) with good criteria and less right 5 nurses
(12,2%). Right doses as many 39 nurses (95,1%) with good criteria and less
criteria as many as 2 nurses (4,9%). Right medicine kind with good criteria as
many as 36 nurses (87,8%) and less 5 nurses (12,2%). Right time with good
criteria as many as 30 nurses (73,2%) and less 11 nurses (26,8%). Right method
with good criteria as many as 41 nurses (100%) and right officer with good
criteria as many as 41 nurses (100%) and then right documentation with good
criteria 14 nurses (34,1%), and less 27 nurses (65,9%).
Conclusion: Nurses perform seven right drug administration principle at most
with good criteria likes right patient, right drug, right doses, right medicine, right
time, right method and officer. Whereas, at least with right criteria likes right
documentation. Next study related knowladge nurses in drug administration and
patient treatment with different methods.
Key Words: Drug administration, drug, seven right prinsiple and nurse
characteristic.

iv
A. PENDAHULUAN pasien menggunakan obat secara
Perawat memiliki tanggung
mandiri dan perawat menggunakan
jawab untuk memastikan dan
proses keperawatan untuk
memberikan obat dengan benar.
mengintegrasi terapi obat dalam
Selain sebagai pelaksana dalam
perawatan pasien (Potter & Perry,
pemberian obat, perawat juga
2010).
merupakan tenaga kesehatan yang
Terapi obat yang diberikan
paling tepat untuk memberikan obat
kepada pasien memiliki jenis yang
karena meluangkan sebagian besar
berbeda, sehingga beresiko pada
waktunya berada di samping pasien.
kekeliruan pengobatan, sedangkan
Hal ini membuat perawat berada
jumlah pasien cukup banyak dalam
pada posisi yang ideal untuk
satu kali perawatan di bangsal
memantau respon obat pada pasien,
dengan jenis obat yang berbeda dari
memberikan pendidikan bagi pasien
masing-masing pasien. Pemberian
dan keluarga tentang program
obat disebabkan karena kurang
pengobatan serta menginformasikan
sesuainya tindakan yang dilakukan
kepada dokter tentang apakah obat
perawat dengan Standar Operasional
efektif, tidak efektif, atau obat tidak
Prosedur (SOP) yang berlaku
lagi dibutuhkan. Selain berperan
dirumah sakit, memiliki potensi
memberikan obat kepada pasien,
peningkatan kejadian terkait
perawat dituntut untuk menentukan
kesalahan pengobatan dari tahun ke
apakah seorang pasien harus
tahun. Berdasarkan Kemenkes
mendapat obat pada waktunya dan
(2008) kesalahan dalam pemberian
mengkaji kembali kemampuan
1
obat menduduki peringkat pertama erros yang dilakukan perawat (Adam

(24,8%) dari 10 besar insiden yang & Koch, 2010). Dampak tersebut

dilaporkan. Kesalahan pemberian menjadi alasan peneliti untuk melihat

obat diperkirakan 1 dari 10 pasien gambaran pemberian obat dengan

diseluruh dunia (Hughes, 2010). Tipe prinsip 7 benar oleh perawat di ruang

kesalahan yang menyebabkan rawat inap kelas II dan III RSU PKU

kematian pada pasien meliputi Muhammadiyah Bantul sebagai

40,9%, salah dosis, 16% salah obat, suatu upaya meningkatkan budaya

dan 9,5% salah rute pemberian. keselamatan pasien.

Upaya lain untuk mencegah dan B. METODE PENELITIAN

mengevaluasi kesalahan yang sering Penelitian ini merupakan

terjadi terkait pengobatan yaitu penelitian kuantitatif dengan

dengan mengobservasi kemampuan pendekatan deskriptif observasional.

perawat saat pemberian obat Teknik pengambilan sampel

berdasarkan SOP rumah sakit. menggunakan accidental sampling

Pelaksanaan prinsip 7 benar sebanyak 41 perawat sesuai kriteria

pemberian obat oleh perawat inklusi dan pada perawat yang

menjadi hal yang sangat penting bekerja di Ruang Rawat Inap Kelas

dalam upaya mengurangi dampak II dan III RSU PKU Muhammadiyah

negatif akibat kesalahan pengobatan Bantul. Instrumen penelitian

pasien yang memperlambat proses menggunakan kuesioner data

penyembuhan pasien dan adanya demografi perawat dan checklist.

kemungkinan terjadinya medication

2
C. HASIL dan PEMBAHASAN NO Karakteristik Frekuensi Prosentasi
Perawat (n) (%)
1. Karakteristik Perawat 1. Usia
Remaja Akhir 4 9,8
Subjek dalam penelitian ini adalah Dewasa Awal 36 87,8
Dewasa Akhir 1 2,4
kemampuan perawat melakukan 2. Jenis Kelamin
Laki-Laki 5 12,2
pemberian obat dengan prinsip 7 di Perempuan 36 87,8
3. Pendidikan
Ruang Rawat Inap kelas II dan III D3 35 85,4
S1 6 14,6
RSU PKU Muhammadiyah Bantul 4. Sosialisasi 7
Benar 41 100
yang berjumlah 41 perawat yang Pernah 0 0
5. Tidak Pernah
berstatus perawat pelaksana. Berikut Motivasi 11 26,8
Pengembangan 1 2,4
adalah tabel karakteristik perawat Gaji 29 70,7
Pekerjaan
yang menjadi responden. Total 41 100
Sumber : Data primer
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi
Karakteristik Perawat di Tabel 4.1 menunjukkan
Bangsal Rawat Inap
Kelas II dan III RSU bahwa dari 41 perawat, perawat
PKU Muhammadiyah
Bantul (Februari-April paling banyak berusia dewasa awal
2016)
berjumlah 36 orang (87,8%), berjenis

kelamin perempuan sebanyak 36

orang (87,8%), berpendidikan D3

sebanyak 35 orang (85,4%), pernah

mendapatkan sosialisasi 7 benar

pemberian obat sebanyak 41 orang

(100%) dan motivasi perawat

berdasarkan pekerjaan sebanyak 29

orang (70.7%).

3
2. Benar Pasien pendidikan, dan motivasi (Harmiady,

Tabel 4.2 dapat dilihat distribusi 2014).

frekuensi kriteria hasil benar pasien Hasil observasi peneliti sebagian

di Ruang Rawat Inap Kelas II dan III perawat termotivasi oleh pekerjaan

RSU PKU Muhammadiyah Bantul. dimana motivasi kerja yang semakin

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Benar tinggi menjadikan perawat


Pasien di Ruang Rawat
Inap Kelas II dan III RSU mempunyai semangat yang tinggi
PKU Muhammadiyah
Bantul (Februari-April untuk memberikan pelayanan yang
2016)
No Benar Frekuen Prosenta terbaik (Mudayana, 2010). Namun,
Pasien si (n) se (%)
1 Kurang 5 12,2 hal ini tidak sebanding dengan
2 Baik 36 87,8
motivasi untuk melakukan
Total 41 100
Sumber : Data primer indentifikasi pemberian obat dengan
Pada tabel 4.2 menyatakan kriteria cukup benar (Tabel 4.2),
sebagian besar kemampuan perawat sehingga perawat masih memerlukan
melakukan prinsip benar pasien pelatihan dan pengembangan diri
paling banyak dengan kriteria baik. dari segi pelaksanaan prosedur yang
Hasil ini menunjukkan kemampuan berlaku.
perawat mengimplementasikan 3. Benar Dosis
Standar Operasional Prosedur (SOP) Tabel 4.3 dapat dilihat distribusi
dalam kategori baik, tapi masih perlu frekuensi kriteria hasil prinsip benar
ditingkatkan untuk mencapai hasil dosis di Ruang Rawat Inap Kelas II
maksimal sesuai tujuan rumah sakit. dan III RSU PKU Muhammadiyah
Hasil ini dipengaruhi oleh beberapa Bantul.
faktor seperti usia, tingkat
4
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Benar apabila terdapat keraguan dalam diri
Dosis di Ruang Rawat
Inap Kelas II dan III RSU perawat sebelum memberikan jenis
PKU Muhammadiyah
Bantul (Februari-April dan dosis obat tersebut kepada pasien
2016)
(Boyer, 2013). Hasil observasi yang
No Benar Freku Prosen
Dosis ensi tase dilakukan peneliti selama penelitian
(n) (%)
1 Kurang 2 4,9 menunjukan bahwa hampir semua
2 Baik 39 95,1
Total 41 100 perawat sudah melaksanakan
Sumber : Data primer
pemeriksaan ulang dosis saat
Pada tabel 4.3 menyatakan
persiapan obat dan sebelum obat
kemampuan perawat melakukan
diberikan kepada pasien (Tabel 4.3).
prinsip benar dosis paling banyak
Adapun beberapa perawat yang tidak
dengan kriteria benar. Hasil ini
mengkonfirmasi kembali obat yang
menunjukkan bahwa tidak terdapat
diresepkan (Tabel 4.3). Sehingga
kekeliruan dalam pemberian dosis
obat yang diterima pasien sesuai
obat yang diberikan perawat kepada
dengan resep dan kebutuhan pasien.
pasien sesuai dengan jenis obat yang
Terlaksananya prosedur ini dapat
di resepkan. Kemampuan perawat
mengurangi risiko terjadinya
melakukan prinsip benar dosis dalam
kesalahan dalam pemberian dosis
pemberian obat di pengaruhi oleh
obat. Sehingga, terciptanya budaya
tingkat pengetahuan perawat.
patient safety di rumah sakit
Kesesuaian dosis obat akan
berdasarkan standar prosedur yang
mempercepat proses penyembuhan
berlaku (JCI, 2012).
pasien dalam pengobatan dan dapat

dihentikan sesuai orderan dokter atau

5
4. Benar Jenis Obat yang diberikan perawat. Hasil ini

Tabel 4.4 dapat dilihat dapat dipengaruhi oleh faktor dalam

distribusi frekuensi kriteria hasil diri perawat itu sendiri seperti usia

prinsip benar jenis obat di Ruang dan tingkat pendidikan. Rumah sakit

Rawat Inap Kelas II dan III RSU perlu berkolaborasi dalam

PKU Muhammadiyah Bantul. mengembangkan kebijakan dan/atau

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Benar prosedur seperti mengidentifikasi


Jenis Obat di Ruang
Rawat Inap Kelas II dan daftar obat-obatan yang perlu
III RSU PKU
Muhammadiyah Bantul diwaspadai berdasarkan data yang
(Februari-April 2016)
No Benar Jenis Frekuen Prose ada di rumah sakit, mengidentifikasi
Obat si (n) ntase
(%) area mana saja yang membutuhkan
1 Kurang 5 12,2
2 Baik 36 87,8 elektrolit konsentrat, seperti di IGD
Total 41 100
atau kamar operasi, mengidentifikasi
Sumber : Data primer
pemberian label secara benar pada
Tabel 4.4 menyatakan sebagian
elektrolit, mengidentifikasi
besar kemampuan perawat
penyimpanannya di area tersebut,
melakukan prinsip benar pasien
sehingga membatasi akses untuk
paling banyak dengan kriteria baik.
mencegah pemberian yang tidak
Adapun beberapa perawat yang tidak
disengaja/kurang hati-hati (Asril,
memeriksa label obat dan memeriksa
2014).
order obat yang diresepkan. Hasil
5. Benar Waktu
tersebut memerlukan peningkatan
Tabel 4.5 dapat dilihat
pemberian jenis obat yang sesuai
distribusi frekuensi kriteria hasil
untuk mencegah terjadinya kesalahan

6
prinsip benar waktu di Ruang Rawat pemberian obat dengan jadwal obat

Inap Kelas II dan III RSU PKU yang seharusnya dan sebagian

Muhammadiyah Bantul. perawat kurang mengklarifikasi

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Benar ulang kapan terakhir kali obat
Waktu di Ruang Rawat
Inap Kelas II dan III RSU tersebut diberikan kepada pasien
PKU Muhammadiyah
Bantul (Februari-April (Tabel 4.5). Hal tersebut dipengaruhi
2016)
No Benar Frekuen Prosen karena kurangnya manajemen waktu
Waktu si (n) tase
(%) perawat terhadap pekerjaan seperti
1 Kurang 11 26,8
2 Baik 30 73,2 adanya pekerjaan yang belum
Total 41 100
Sumber : Data primer terselesaikan oleh perawat sehingga

Tabel 4.5 menyatakan obat diberikan diberikan secara

sebagian besar kemampuan perawat bersamaan sesuai kebiasaan yang

melakukan prinsip benar pasien berlaku di ruangan.

paling banyak dengan kriteria baik. 6. Benar Cara Pemberian

Penelitian ini menunjukkan bahwa Tabel 4.6 dapat dilihat

tidak semua perawat melakukan distribusi frekuensi kriteria hasil

prinsip benar waktu pemberian obat prinsip benar cara pemberian di

sesuai standar prosedur. Sesuai Ruang Rawat Inap Kelas II dan III

dengan tabel 4.5 semua perawat RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

belum melakukan tindakan benar

waktu 100%. Hasil observasi peneliti

selama penelitian menunjukkan

adanya ketidaksesuaian waktu

7
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Benar keberhasilan pengobatan tersebut
Cara Pemberian di Ruang
Rawat Inap Kelas II dan yaitu dengan menerapkan secara
III RSU PKU
Muhammadiyah Bantul terus menerus manajamen dan
(Februari-April 2016)
penggunaan obat sesuai standar
No Benar Frekue Prose
Cara nsi (n) ntase prosedur yang pemberian obat
Pemberian (%)
Obat berdasarkan prinsip 7 benar
1 Kurang 0 0
2 Baik 41 100 pemberian obat (KARS, 2011).
Total 41 100
Sumber : Data primer 7. Benar Petugas

Pada tabel 4.6 menyatakan Tabel 4.7 dapat dilihat

sebagian besar kemampuan perawat distribusi frekuensi kriteria hasil

melakukan prinsip benar pasien prinsip benar petugas di Ruang

paling banyak dengan kriteria baik. Rawat Inap Kelas II dan III RSU

Hasil ini menunjukkan kemampuan PKU Muhammadiyah Bantul.

perawat memberikan obat kepada Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Benar


Petugas di Ruang Rawat
pasien sudah sesuai dengan cara Inap Kelas II dan III RSU
PKU Muhammadiyah
pemberian yang seharusnya. Sesuai Bantul (Februari-April
2016)
dengan tabel 4.6 semua perawat No Benar Frekue Prosentas
Petugas nsi (n) e (%)
melakukan tindakan benar cara 1 Kurang 0 0
2 Baik 41 100
pemberian obat 100%. Hal ini perlu Total 41 100
Sumber : Data primer
untuk dipertahankan untuk mencegah
Pada tabel 4.7 menyatakan
terjadinya kesalahan alur dalam
sebagian besar kemampuan perawat
pemberian obat. Adapun hal yang
melakukan prinsip benar pasien
perlu diperhatikan untuk menjaga
paling banyak dengan kriteria baik.
8
Sesuai dengan tabel 4.7 semua laku yang diharapkan orang lain

perawat melakukan tindakan benar terhadap seseorang berdasarkan

petugas 100%. Hasil ini menunjukan kedudukan dalam suatu sistem, yang

kemampuan perawat dipengaruhi oleh keadaan sosial

mengimplementasikan Standar dalam profesi perawat maupun diluar

Operasional Prosedur (SOP) dalam profesi keperawatan.

kategori baik, sehingga perlu 8. Benar Dokumentasi

dipertahankan untuk mencapai Tabel 4.8 dapat dilihat

kualitas pelayanan berdasarkan distribusi frekuensi kriteria hasil

standar prosedur yang diharapkan. prinsip benar dokumentasi di Ruang

Kemampuan perawat Rawat Inap Kelas II dan III RSU

melaksanakan benar petugas dalam PKU Muhammadiyah Bantul

prinsip 7 benar pemberian obat Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Benar


Dokumentasi di Ruang
dipengaruhi oleh peran, fungsi dan Rawat Inap Kelas II dan
III RSU PKU
tanggung jawab perawat (Hidayat, Muhammadiyah Bantul
(Februari-April 2016)
2011). Dimana semua perawat di No Benar Frek Pros
Dokumentasi uensi entas
RSU PKU Muhammadiyah Bantul (n) e(%)
1 Kurang 27 65,9
sudah melaksanakan perannya 2 Baik 14 34,1
Total 41 100
dengan baik, semua perawat sudah Sumber : Data primer

memperhatikan kebutuhan dasar Pada tabel 4.8 menyatakan

pasien yang menjadi tanggung sebagian besar kemampuan perawat

jawabnya. Menurut Hidayat (2011) melakukan prinsip benar pasien

peran perawat merupakan tingkah paling banyak dengan kriteria kurang

9
benar. Sesuai dengan tabel 4.8 semua untuk terus melaksanakannnya.

perawat belum melakukan tindakan Berbeda dengan penelitian yang

benar dokumentasi 100%. Hasil ini dilakukukan Ulum & Wulandari

menunjukan kemampuan perawat (2013) yang menyatakan bahwa

mengimplementasikan Standart pendokumentasian di pengaruhi oleh

Operasional (SOP) dalam kategori faktor-faktor tanggung jawab,

kurang, sehingga perlu ditingkatkan penilaian perawat, pengakuan

untuk mencapai standart prosedur perawat, pengawasan, dan dukungan

yang diharapkan. Hasil ini rekan kerja dalam meningkatkan

dipengaruhi oleh faktor kinerja dan kepatuhan pendokumentasian

motivasi perawat (Wahyudi, 2010). keperawatan.

Selain itu, hasil ini sesuai Hasil obersvasi yang dilakukan

dengan penelitian yang dilakukan peneliti selama penelitian

oleh Iswari (2010) dalam menunjukkan sebagian besar perawat

penelitiannya yang menjelaskan setelah melakukan pemberian obat

pendokumntasian keperawatan lebih sering melupakan tindakan

merupakan hal yang penting pendokumentasian secara langsung

dikarenakan pendokumentasian dan beralih pada aktivitas atau

merupakan bukti perawat telah pekerjaan lain (Tabel 4.8). Sehingga,

melakukan tindakan kepada pasien hasil observasi tindakan prosedur

sesuai standar prosedur. Berdasarkan menunjukkan proses dokumentasi

manfaat dan pentingnya pemberian obat dengan prinip 7

pendokumentasian perawat dituntut benar yang dilakukan perawat

10
dengan kategori kurang benar atau 1. Karakteristik perawat

kurang diperhatikan. Hal ini berdasarkan usia paling banyak

memiliki dampak terhadap pelayanan berusia dewasa awal berjumlah

rumah sakit seperti tidak adanya 36 orang (87,8%), berjenis

bukti bahwa tindakan pemberian kelamin perempuan sebanyak 36

obat yang dilakukan perawat, orang (87,8%), berpendidikan D3

meningkatkan risiko kemungkinan sebanyak 35 orang (85,4%),

terjadinya pemberian obat berulang pernah mendapatkan sosialisasi 7

khususnya pada pasien tidak sadar, benar pemberian obat sebanyak

dan meningkatkan risiko kesalahan 41 orang (100%) dan motivasi

pengobatan yang berisko terhadap perawat berdasarkan pekerjaan

kualitas pelayanan keperawatan yang sebanyak 29 orang (70.7%) dari

disebabkan tidak adanya bukti total 41 responden penelitian.

tindakan yang telah dilakukan 2. Hasil pelaksanaan pemberian

perawat. obat dengan prinsip 7 benar

D. KESIMPULAN yang dilakukan perawat

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41

yang dilakukan pada bulan Februari perawat (100%) mampu

April 2016 dengan jumlah 41 melakukan prinsip:

responden penelitian di Ruang Rawat a) Benar pasien dengan

Inap Kelas II dan III RSU PKU kategori baik sebanyak 36

Muhammadiyah Bantul, dapat ditarik orang (87,8%) dan kurang

kesimpulan sebagai berikut:

11
sebanyak 5 orang g) Benar dokumentasi

(12,2%). dengan kategori baik

b) Benar dosis dengan sebanyak 14 orang

kategori baik sebanyak 39 (34,1%) dan kurang

orang (95,1%) dan kurang sebanyak 27 orang

sebanyak 2 orang (4,9%). (65,9%).

c) Benar jenis obat dengan


E. Saran
kategori baik sebanyak 36
1. Bagi Rumah Sakit
orang (87,8%) dan kurang
Rumah sakit dapat melakukan
sebanyak 5 orang
evaluasi terkait prosedur yang
(12,2%).
telah ditetapkan sebagai tolak
d) Benar waktu dengan
ukur pencapaian SOP yang
kategori baik sebanyak 30
diterapkan
orang (73,2%) dan kurang
2. Bagi Profesi Keperawatan
sebanyak 11 orang
Perawat harus meningkatkan
(26,8%).
pemahaman terkait konsep dasar
e) Benar cara pemberian
dalam pemberian obat untuk
dengan kategori baik
hasil yang diharapkan perawat.
sebanyak 41 orang
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
(100%).
Perlu dilakukan penelitian
f) Benar petugas dengan
berikutnya terkait pemahaman
kategori baik sebanyak 41
perawat dalam memberikan obat
orang (100%).
dan pasien dalam menerima

12
pengobatan dengan metode Benar Pemberian Obat.
Universitas Andalas.
yangberbeda. Boyer, M. J. (2013). Perhitungan Dosis
Obat: Panduan Praktis untuk
4. UCAPAN TERIMAKASIH Menghitung Dosis dan
Menyiapkan Obat. Edisi 7.
1. Ibunda dan ayahanda tercinta Erlangga: Surabaya.
Harmiady. (2014). Faktor-Faktor Yang
yang telah mencurahkan kasih
Berhubungan Dengan
sayangnya, dukungan dan Pelaksanaan Prinsip 6 Benar
semangat serta doa restu Dalam Pemberian Obat Oleh
Perawat Pelaksana Di Ruang
sehingga kuliah yang saya jalani Interna Dan Bedah Rumah Sakit
terselesaikan dan berjalan dengan Haji Makassar. Makasar. Jurnal
Ilmiah. Diakses tangal 7 Juni
lancar.
2015 dari
2. Ibu Nurvita Risdiana, S.Kep., http://library.stikesnh.ac.id/files/di
Ns., M. Sc. selaku dosen sk1/11/e-
library%20stikes%20nani%20
pembimbing yang selalu
hasanuddin--raufharmia-540-1-
meluangkan waktu dan tiada 45146596-1.pdf
hentinya memotivasi sehingga Hidayat, A. (2011). Pengantar Konsep
Dasar Keperawatan. Edisi 2.
Karya Tulis Ilmiah ini bisa Jakarta: Salemba Medika.
terselesaikan. Hughes, V.M. (2010). Teacher
Evaluation Practices And Teacher
3. Ibu Novita Kurnia Sari S.kep., Job Satisfaction. Presentation
Ns., M.Kep selaku dosen penguji for the Faculty of the Graduate
School University of Missouri-
saya yang telah memberikan Columbia. Diaskes 7 Juni 2015
saran, waktu dan motivasi dari Available FTP
http://edt.missouri.edu/Fall2006/D
sehingga Karya Tulis Ilmiah ini issertation/HughesV-120806-
bisa terselesaikan. D5547/research.pdf.
Iswari, Yeni. (2010). Pengaruh
Pendokumentasian Keperawatan
DAFTAR PUSTAKA Dengan Metode Electronic Health
Record (EHR). Artikel Penelitian
Adam M, Koch, R. (2010).
Universitas Indonesia. Jakarta.
Pharmacology Conections to
Diaskes 24 Juni 2016 dari
nursing Practice. Pearson, New
http://pkko.fik.ui.ac.id/files/Tugas
Jersey.
%20UTS%20SIM_%20Yeni_%2
Asril, Nola. (2014). Pelatihan
0Kep.%20Anak.pdf
Pemberian Obat Prinsip Sepuluh

13
Joint Commission International. (2012). Slamet Garut. Jakarta. Universitas
International Essentials of Health Indonesia. Diakses tanggal 19
Care Quality and Patient Safety. Juni 2016 dari
Diakses 7 Juni 2015 dari https://www.google.co.id/url?sa=t
http://www.jointcommissionintern &rct=j&q=&esrc=s&source=web
ational.org/common/pdfs/consulti &cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0a
ng/international-essentials.pdf
hUKEwjT7uXQrrPNAhVHGJQK
Komisi Akreditasi Rumah Sakit. (2011).
HRtwBR8QFggZMAA&url=http
Standar Akreditasi Rumah Sakit.
Jakarta %3A%2F%2Flib.ui.ac.id%2Ffile
Maduyana, Ahmad. (2010). Pengaruh %3Ffile%3Ddigital%2F20282580
Motivasi dan Beban Kerja -
terhadap Kinerja Karyawan di T%2520Iwan%2520Wahyudi.pdf
Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul. &usg=AFQjCNFoJ3sIVVGH2B2
Jurnal Kesehatan Masyarakat JbIVRPW8ROiF_fQ&sig2=Wra1
FKM UAD. Diaskes dari ukhWW-
http://download.portalgaruda.org/ pJxx_tQubExg&bvm=bv.124817
article.php?article=137449&val=5 099,d.dGo
086&title=HUBUNGAN%20KA
RAKTERISTIK%20PERAWAT,
%20MOTIVASI,%20DAN%20S
UPERVISI%20DENGAN%20KU
ALITAS%20DOKUMENTASI%
20PROSES%20ASUHAN%20KE
PERAWATAN.
Potter, P.A. & Perry, A.G. (2010).
Fundamental Of Nursing. Edisi 8.
Jakarta: Salemba Medika.
Ulum, Muh. Miftahu & Wulandari
Ratna Dwi. (2013). Faktor Yang
Mempengaruhi Keparuhan
Pendokumentasian Asuhan
Keperawatan Berdasarkan Teori
Milgram. Jurnal Administrasi
Kesehatan Indonesia. Universitas
Airlangga. Surabaya. Diaskes 24
Juni 2016 dari
http://www.journal.unair.ac.id/filerP
DF/jaki046514d523full.pdf
Wahyudi, I. (2010) Hubungan Persepsi
Perawat Tentang Profesi
Keperawatan, Kemampuan, dan
Motivasi Kerja Terhadap Kinerja
Perawat Pelaksana Di RSUD dr.
14