Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

ASAM URAT (GOUT ARTHRITIS)

Oleh:

MAHASISWA D-IV KEPERAWATAN TINGKAT III


SEMESTER VI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASAM URAT (GOUT ARTHRITIS)

A. LATAR BELAKANG
Reumatik adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di
sekitarnya. Reumatik bisa menyerang bagian kepala sampai kaki.
Reumatik biasa disebut juga dengan nama arthritis.
Lansia mengalami kemunduran dalam berbagai hal terutama
kemunduran fisiologis. Berbagai perubahan dalam sistem-sistem tubuh
akan terjadi selama proses menua. Mekanisme pertahanan tubuh lansia
menurun dengan bertambahnya umur yang menyebabkan beberapa
masalah kesehatan pada lansia, seperti penyakit degenerative (Nugroho,
2008). Price dan Wilson (2005) mengatakan bahwa salah satu penyakit
degenerative yang sering dialami lansia adalah rematik terutama jenis
osteoarthritis.
Osteoarthritis adalah bentuk dari atritis yang paling umum dan paling
banyak penderitanya. Osteoarthritis merupakan penyakit radang sendi
degenerative yang berhubungan dengan proses penuaan (Srikulmontree,
2012). Menurut Price dan Wilson (2005), osteoarthritis lebih banyak
diderita oleh perempuan daripada laki-laki dan terutama ditemukan pada
orang-orang berusia lebih dari 45 tahun. Pertambahan usia berhubungan
secara langsung dengan proses degenerative dalam sendi, mengingat
kemampuan kartilago arterikuler untuk bertahan terhadap mikro fraktur
dengan beban muatan rendah yang berulang-ulang mengalami penurunan
(Smeltzer & Bare, 2001).
Secara umum penyakit ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti
pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun di
bagian sendi-sendi lain, gangguan di otot dan tendon. Reumatik terdiri
dari 100-an jenis. Tetapi ada empat jenis reumatik yang paling sering
dijumpai di masyarakat kita, yaitu osteoarthritis yang disebabkan oleh
pengapuran, reumatik luar sendi yang menyerang jaringan di luar tulang
rawan, reumatik peradangan, dan reumatik yang disebabkan oleh
pengeroposan. Sehingga, perlu dilakukan usaha untuk menciptakan lansia
yang sehat, mandiri dan produktif yaitu melalui pelayanan kesehatan
preventif, promotif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.
Data Biro Sensus Amerika Serikat memperkirakan Indonesia akan
mengalami peningkatan warga lansia terbesar di seluruh dunia pada tahun
1990-2025, yaitu sebesar 414%. Penduduk usia lanjut di Indonesia pada
tahnu 2009 dapat mencapai 20, 55 juta jiwa (Maryam, 2008). Peningkatan
jumlah lansia juga dapat dilihat di Bali. Jumlah lansia di Bali pada tahun
2012 mengalami peningkatan sebesar 13,73% dari tahun sebelumnya yaitu
mencapai 568.140 jiwa (Dinkes Provinsi Bali, 2012).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization),
prevalensi penderita osteoartritis di dunia pada tahun 2004 mencapai 151,4
juta jiwa dan 27,4 juta jiwa berada di Asia Tenggara. Prevalensi OA lutut
radiologis di Indonesia cukup tinggi, yaitu mencapai 15.5% pada pria dan
12.7% pada wanita (Imayati, 2013). Osteoarthritis juga menjadi salah satu
penyakit teratas yang diderita lansia di Bali. Rekapitulasi tahun 2012
menempatkan rematik sebagai penyakit yang pertama diderita lansia yaitu
jumlahnya mencapai 7852 dengan persentase 11,81 % (Dinkes Prov. Bali,
2012). Di Kabupaten Klungkung khususnya Desa Dawan Kaler,
didapatkan bahwa terdapat 15 jiwa (16 %) mengalami reumatik dari hasil
survey pada 172 KK.
Oleh karena itu penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan
edukasi ke masyarakat agar masyarakat lebih mengerti dan memahami apa
itu penyakit asam urat serta apa yang harus dihindari atau pencegahannya.

B. TUJUAN
1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan selama 25 menit, sasaran mengetahui
tentang penyakit rematik dan penatalaksanaannya.

2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 25 menit, diharapkan sasaran
penyuluhan dapat mengetahui tentang:
a. Pengertian rematik
b. Penyebab rematik
c. Tanda dan gejala rematik
d. Pengobatan dan pencegahan rematik
C. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian rematik
2. Penyebab rematik
3. Tanda dan gejala rematik
4. Pengobatan dan pencegahan rematik

D. METODA
1. Ceramah
2. Diskusi

E. MEDIA
1. Leaflet
2. Power point

F. SASARAN
Masyarakat lansia dan usia produktif > 15 tahun di Banjar Kayehan, Desa
Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung

G. WAKTU DAN TEMPAT


Hari, tanggal : Jumat, 03 Maret 2017
Jam : Pukul 09.00 Wita - selesai
Tempat : Banjar Kayehan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan,
Kabupaten Klungkung

Setting Tempat :

PENYAJI

Peserta Peserta Peserta Peserta

H. KEGIATAN

LANGKAH- KEGIATAN KEGIATAN


NO. WAKTU
LANGKAH PENYULUH SASARAN
1. Pendahuluan 2 menit Salam Pembukaan Sasaran antusias
Perkenalan Diri atas kedatangan
Penyampaian Tujuan
Kontrak Waktu penyuluh
Sasaran menjawab
salam penyuluh
2. Penyajian 15 menit Penyampaian materi : Sasaran menyimak
a. Apersepsi
dengan cermat apa
b. Menjelaskan
yang disajikan oleh
pengertian rematik
c. Menjelaskan penyebab penyuluh
rematik Bertanya apabila
d. Menjelaskan tanda dan terdapat hal-hal
gejala rematik yang belum jelas
e. Menjelaskan Mencatat hal-hal
pengobatan dan penting yang
pencegahan rematik dijelaskan oleh
penyuluh.
3. Tanya Jawab dan 6 menit Sasaran memberikan Memberi respon
Evaluasi pertanyaan mengenai dengan menjawab
hal-hal yang belum pertanyaan
dimengerti penyuluh dengan
Penyuluh memberi
antusias.
pertanyaan terkait
materi yang telah
disajikan.
4. Penutup 2 menit Menyimpulkan Sasaran berterima kasih
penyampaian materi dan menjawab salam
Menyampaikan terima penutup dari penyuluh.
kasih
Mengucapkan salam
penutup

I. RENCANA EVALUASI

1. Struktur :
a. Persiapan media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan
siap digunakan. Media yang digunakan adalah power point dan leaflet.
Kurun waktu dalam persiapan media 2 hari.
b. Persiapan materi
Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah disiapkan dan
akan disebarluaskan dalam bentuk leaflet yang berisi gambar dan
tulisan. Kurun waktu dalam persiapan materi 2 hari.

2. Proses penyuluhan :
a. Kegiatan penyuluhan yang akan diberikan diharapkan berjalan lancar
dan sasaran memahami tentang penyuluhan yang diberikan. Sasaran
diharapkan bertanya sebanyak 50% dari jumlah audience dan 80%
bisa menjawab pertanyaan yang diberikan penyaji.
b. Dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh
dan sasaran diberikan penyuluhan.
c. Peserta diharapkan memperhatikan materi yang diberikan

3. Hasil penyuluhan :
Sasaran paham seluruh materi yang diberikan oleh penyaji saat
penyuluhan

J. SUMBER

Depkes RI. 2002. Modul Pedoman Kader PHC. Magelang Bapelkes


Salaman Magelang
FKUI. 2009. Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3. Edisi 5. Jakarta : Interna
Publishing
Ibujempol, 2010, Kenali dan Sembuhkan Rematik Selagi Dini, (online),
availlable: http://www.ibujempol.com/pencegahan-dan-pengobatan-
penyakit-rematik/
Smeltzer,Suzane C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Suddarth: edisi 8. Jakarta: EGC
Lampiran 1

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


REMATIK

A. DEFINISI
Rematik adalah penyakit yang mengenai bagian dari tulang/sendi akibat
proses penuaan. Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani, rheumatismos
yang berarti mucus, suatu cairan yang dianggap jahat mengalir dari otak ke sendi
dan struktur klain tubuh sehingga menimbulkan rasa nyeri atau dengan kata lain,
setiap kondisi yang disertai kondisi nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal
disebut reumatik termasuk penyakit jaringan ikat. Reumatik dapat di
kelompokkan atas beberapa golongan, yaitu :
1. Osteoartritis.
Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang
berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis
ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak
pada sendi sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban.
2. Artritis Rematoid.
Artritis rematoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan
manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ
tubuh. Terlibatnya sendi pada pasien artritis rematoid terjadi setelah
penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifitasnya.
Pasien dapat juga menunjukkan gejala berupa kelemahan umum cepat
lelah.
3. Polimialgia Reumatik.
Penyakit ini merupakan suatu sindrom yang terdiri dari rasa nyeri dan
kekakuan yang terutama mengenai otot ekstremitas proksimal, leher, bahu
dan panggul. Terutama mengenai usia pertengahan atau usia lanjut sekitar
50 tahun ke atas.

4. Artritis Gout (Pirai).


Artritis gout adalah suatu sindrom klinik yang mempunyai gambaran
khusus, yaitu artritis akut. Artritis gout lebih banyak terdapat pada pria
dari pada wanita. Pada pria sering mengenai usia pertengahan, sedangkan
pada wanita biasanya mendekati masa menopause.

B. TANDA DAN GEJALA


1. Rasa nyeri
2. Sendi terasa kaku di pagi hari dan membaik di siang
hari
3. Sendi bengkak tanpa sebab yang jelas
4. Gerak terbatas seperti sulit bangun dan memakai
pakaian
5. Kelemahan dan perasaan mudah lelah

C. PENYEBAB
Penyebab rematik sampai saat ini belum diketahui, namun diduga dipicu
oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk kerentanan genetik, infeksi virus
atau perubahan hormon. Perempuan lebih mungkin terkena penyakit rematik
dibandingkan laki-laki. Pada wanita yang sudah terkena rematik, kehamilan
dan menyusui dapat memperburuk kondisinya. Beberapa factor penyebab
rematik diantaranya:
1. Proses Penuaan
2. Kelelahan
3. Cedera atau Jatuh
4. Infeksi Kuman
5. Penurunan daya tahan tubuh
6. Kegemukan
7. Jenis kelamin
8. Genetik

D. PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN


1. Kompres air dingin atau air hangat
a. Kompres dingin
Digunakan jika sendi yang sakit bengkak dengan warna kemerahan. Cara
nya basahi handuk kecil/waslap dengan air es lalu diperas dan ditempelkan
pada sendi yang sakit.
b. Kompres hangat
Digunakan jika sendi yang sakit mengalami bengkak tanpa adanya warna
kemerahan. Caranyabasahi handukkecil/waslap dengan air hangatlalu
peras kemudian tempelkan handuk pada sendi yang sakit tersebut.
2. Menjaga berat badan ideal adalah salah satu langkah bijaksana untuk
mengurangi nyeri di sendi lutu. Setiap kelebihan berat badan membebani sendi
lutut serta panggul, dan menambah rasa nyeri karena rematik. Selain itu, bobot
tubuh terlebih memperbesar risiko asam urat.
3. Olahraga ringan seperti jalan kaki bermanfaat untuk penderita rematik karena
asam urat. Ini karena jalan kaki membakar kalori, memperkuat otot dan
membangun tulang yang kuat tanpa mengganggu persendian yang sakit.
Olahraga yang tidak terlalu membebani lutut seperti bulutangkis, voli, tenis,
beladiri.
4. Istirahat
Penderita dengan lesi akut harus istirahat total di tempat tidur. Penderita
dengan lesi kronik harus melakukan penyesuaian diri dalam pekerjaannya
sehingga tidak terlalu lelah, cukup istirahat dan tidur nyenyak pada malam
hari.
5. Hindari makanan yang mengandung banyak purin, seperti:
Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti
tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau.

6. Obat Traditional Rematik:


Buah-buahan seperti: Avokat, Belimbing manis, jambu biji, jeruk keprok,
jeruk lemon, jeruk nipis, mangga, melon, nanas, pepaya, pisang, sirsak,
dan tomat, dapat dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap
hari
Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas,
diminum pagi dan sore
Labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.
Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok
madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hanagt dan diminum
selama 1 minggu
Kentang mentah dan apel malang dijuice.
7. Tingkatkan kenyamanan dengan pijat refleksi
8. Sebagian besar penyakit rematik diobati dengan analgesik seperti
asetaminofen, NSAID (Non-Steroid Anti-Inflammatory Drugs), steroid (dalam
kasus serius), salisilat (aspirin).
Lampiran 2

EVALUASI

1. Apa yang dimaksud dengan rematik?


2. Apa sajakah penyebab rematik?
3. Bagaimana tanda dan gejala seseorang terkena rematik?

Kunci Jawaban
1. Rematik adalah penyakit yang mengenai bagian dari tulang/sendi akibat
proses penuaan. Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani,
rheumatismos yang berarti mucus, suatu cairan yang dianggap jahat
mengalir dari otak ke sendi dan struktur klain tubuh sehingga
menimbulkan rasa nyeri atau dengan kata lain, setiap kondisi yang disertai
kondisi nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal disebut reumatik
termasuk penyakit jaringan ikat.
2. Tanda dan Gejala Asam Urat
a. Rasa nyeri
b. Sendi terasa kaku di pagi hari dan membaik di siang hari
c. Sendi bengkak tanpa sebab yang jelas
d. Gerak terbatas seperti sulit bangun dan memakai pakaian
e. Kelemahan dan perasaan mudah lelah
3. Penyebab asam urat ;
a. Proses Penuaan
b. Kelelahan
c. Cedera atau Jatuh
d. Infeksi Kuman
e. Penurunan daya tahan tubuh
f. Kegemukan
g. Jenis kelamin
h. Genetik