Anda di halaman 1dari 3

Teknologi Panen Padi di Amerika: Lahan 100 Ha Cukup Dikerjakan 2

Orang!!

Mungkin, banyak dari para pembaca yang mengira kalau sentra produksi padi itu hanya
berpusat di Asia. Padahal jika mengupas sejarah, padi sebetulnya telah dikenal dan
diproduksi secara komersial di beberapa negara Barat sejak lama, tertama Amerika
Serikat. Konon masyarakat Amerika telah membudidayakan padi lebih dari 300 tahun.
Dan saat ini, budidaya padi di Amerika sudah sangat maju dengan menerapkan
teknologi tinggi, seperti komputer, peralatan berat (termasuk traktor), teknologi laser,
bioteknologi dan rekayasa genetika.

Secara umum, ada 6 negara bagian yang menjadi tulang punggung produksi padi di
Amerika, yakni Arkansas, California, Louisiana, Mississippi, Missouri dan Texas. Begitu
besar produksi padi di Amerika, dengan fakta bahwa lebih dari 90% beras yang
dikonsumsi warga Amerika adalah ditanam oleh petani-petani setempat. Hebatnya lagi,
Amerika juga telah mengekspor padi ke lebih dari 100 negara, menjadikan negara yang
tengah dililit resesi ini menjadi salah satu eksportir penting beras dunia. Secara statistik,
Amerika menguasai perdagangan beras dunia sekitar 12%

Tata kelola yang baik dari lahan pertanian didukung regulasi pemerintah, sumberdaya
dan teknologi yang memadai membuat negara ini berjaya di sektor pertanian. Bukan
hanya kedelai dan jagung yang menjadi komoditas ekspor unggulan Amerika, melainkan
juga beras.

Dengan melibatkan teknologi tinggi, produksi padi di Amerika dilakukan besar-besaran.


Untuk satu keluarga petani saja, bisa menggarap ratusan hektar di satu lokasi. Tidak
seperti di negeri kita yang melibatkan banyak orang dalam membudidaya padi, di
Amerika pekerjaan-pekerjaan tersebut diambil alih oleh mesin-mesin canggih. Sebagai
contoh, panen padi 100 hektar dikerjakan menggunakan mesin traktor besar dan cukup
dikendalikan oleh dua atau tiga orang saja.

Sekarang, mari kita bandingkan teknik atau teknologi panen padi di Amerika dengan
negeri kita tercinta. apa pendapat Anda.????

Gambar 14. Panen padi di Indonesia


Petani mengarit tanaman padi, satu orang untuk satu petak kecil
Mengumpulkannya menjadi tumpukan-tumpukan kecil di beberapa titik
Petani memasang terpal, lalu mengangkut tumpukan-tumpukan kecil ke atas terpal
Petani menggunakan batu besar untuk merontokkan bulir-bulir padi, ada juga yang
memakai alat/mesin perontok sederhana
Petani memisahkan gabah basah dari serasah, dan memungut gabah-gabah yang berceceran
keluar
Petani memasukkan gabah yang sudah dianggap bersih ke karung-karung yang disiapkan
Selepas adzan zuhur, para petani pulang dengan membawa upah yang diberikan majikan.
Sungguh tahapan yang berat dan melelahkan. Garapan satu hektar, bisa melibatkan 15-
20 orang. Bagaimana kalau 100 hektar? Tentu dibutuhkan ratusan orang. Padahal saat
ini tenaga kerja di bidang pertanian semakin langka. Generasi muda seolah enggan
bergelut dengan lumpur. Tenaga pengangguran begitu melimpah, tetapi sayangnya
merasa malas terjun ke pertanian. Bagaimana ini??

Apa kabar Indonesia, ke mana saja selama ini??

Ada banyak keuntungan dari traktor pertanian modern:

1. Menghemat tenaga kerja


2. Proses jauh lebih cepat

3. Skala lebih besar

4. Produktivitas sangat tinggi

5. Perkasa, tidak mengenal lelah

6. Multi fungsi

7. Kualitas jauh lebih bagus dibanding hasil kerja konvensional/manusia

8. Biaya lebih hemat untuk investasi jangka panjang

http://www.europe-machinery.com/

Produktivitas sektor pertanian dianggap stagnan, tidak ada kemajuan, malah


cenderungmemble bila dibandingkan negara-negara lain. Padahal anggaran untuk
sektor ini (menurut hemat kami) sangat luar biasa besarnya, bahkan selalu meningkat
dari tahun ke tahun. Peningkatan anggaran ini pun bukan main-main.

Alokasi anggaran Kementerian Pertanian yang meningkat hampir dua kali lipat dari Rp
8,2 triliun pada 2009 menjadi Rp 17,8 triliun pada 2011 dianggap masih belum mampu
meningkatkan produktivitas sektor itu. (Sumber: Tempo.com)