Anda di halaman 1dari 1

Menurut teori dalam persiapan alat ada bak instrumen kecil yang telah diberi

alas, Sedangkan dilapangan tidak memakai bak instrumen. Jadi persiapan alat
antara teori dan praktek dilapangan ada kesenjangan, keefisiensi waktu dan
banyaknya pasien yang menunggu merupakan faktor utama penyebab terjadinya
kesenjangan.

2. Pada saat persiapan pasien, terjadi kesenjangan antara teori dan


praktek. Bidan tidak memberikan salam dam memperkenalkan diri, keefisieni
waktu dan banyaknya pasien yang menunggu merupakan faktor utama penyebab
terjadinya kesenjangan tersebut.

3. Pada saat melakukan tindakan

a. setiap melakukan suatu tindakan injeksi, petugas tidak selalu mencuci


tangan, tetapi hanya di awal/pasien pertama saja. Hal ini dikarenakan sudah
ada pasien lain yang menunggu dan untuk keefisienan waktu. Selain itu handuk
yang digunakan untuk mengeringkan tangan bukan handuk sekali pakai, melainkan
handuk yang setiap kali digunakan untuk mengeringkan tangan sesudah selesai
melakukan tindakan, untuk setiap orang yang memakai. Petugas juga tidak
selalu memperkenalkan diri pada setiap pasien, yang sekali lagi disebabkan
dengan tujuan efisiensi waktu.

b. Menurut teori dalam pengambilan obat dilakukan dengan jarum tersendiri


yaitu jarum no.23 dan spuit 5 cc, digunakan untuk aspirasi udara saat
penyuntikan. Sedangkan di lapangan tidak memakai jarum no.23 dan spuit 5 cc,
dikarenakan spuit yang digunakan memakai spuit disposibble.

c. Menurut teori selesai melakukan tindakan spuit harus di spool dengan


larutan clorin sebelum dibuang, sedangkan di lapangan tidak dilakukan karena
spuit langsung dibuang di safety box. Karena spuit yang digunakan memakai
spuit disposibble.

d. Menurut teori pada saat kita melakukan tindakan penyuntikan kita


mengaspirasi dulu sedangkan kalau praktek di lapangan tidak mengasiprasi
karena spuit yang dipakai sudah terisi penuh oleh obat.