Anda di halaman 1dari 13

TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI BETON

Pengertian
Beton adalah material bahan yang terdiri dari campuran homogeny antara semen, agregat (split
dan pasir), air, serta bahan tambahan (addmixture) baik kimia maupun mineral jika diperlukan.

Keuntungan beton antara lain :


1. Kuat tekan tinggi
2. Harga murah.

3. Bahan-bahan penyusun mudah didapat.

4. Mudah diolah (workability)

5. Tahan terhadap api

6. Tahan lama, minimal untuk jangka waktu 30-40 tahun.

7. Tidak mengalami pembususkan atau awet (durability)

8. Biaya pemeliharaan rendah.

9. Tahan terhadap temperatur tinggi dan anti-korosi

10. Kekuatan pada umur 28 hari, minimal 70% dari kekuatan yang sebenarnya.

Beberapa kekurangan beton antara lain:


1. Cenderung lemah terhadap gaya tarik.
2. Jika sudah dibentuk (keras) sukar diubah kembali.

3. Pelaksanaan membutuhkan ketelitian, pengawasan serta etos kerja yang tinggi.

4. Berat jenis beton tinggi.

5. Daya pantul suara besar.

6. Membutuhkan cetakan sebagai media pembentuk beton.

7. Beton yang sudah jadi tidak bisa didaur ulang.

8. Jika didiamkan akan langsung mengeras. Ini menyulitkan para kontraktor untuk tetap
membuat beton segar. Membutuhkan alat berat yang mengeluarkan biaya tambahan.

Karekateristik beton yang baik yakni:


1. Homogen, artinya semua bahan tercampur dengan baik dan tidak mengalami segregasi
( pemisahan bahan-bahan penyusun).
2. Strenght, artinya sebuah beton mempunyai kekuatan seperti yang kita rencanakan.
Kelebihan maupun kekurangan keuatan menunjukkan bahwa ada kesalahan yang kita
lakukan. Baik pada pemilihan bahan, pengaturan komposisi, pencampuran maupun
perawatan beton.
3. Durable, keawetan beton juga minimal sesaui dengan apa yang direncanakan. Biasanya
beton mempunyai daya awet hingga 40-50 tahun. Setidaknya beton yang sudah berumur
40 tahun sudah diganti. Karena kekuatannya akan menurun secara perlahan yang
dikhawatirkan akan mempengaruhi pembagian beban terhadap struktur bangunan.

4. Economic, harga yang ekonomis bukan berarti harganya murah. Ekonomis berarti
pelaksanaan dan pemakaian beton memenuhi standar efisiensi dan efektivitas pekerjaan.

Ada sedikitnya empat proses yang dilakukan dalam pembuatan beton yang akan
mempengaruhi mutu suatu beton yang dibuat.
Keempat proses itu adalah:

1. Pemilihan bahan-bahan yang akan digunakan untuk pembuatan beton,


2. Menentukan alternatif metode campuran (komposisi campuran beton),
3. Metode pencampuran bahan-bahan beton
4. Pencetakan dan perawatan (curing) beton yang dicetak.

Bahan-bahan penyusun beton antara lain,


1. Semen bersama air berfungsi sebagai bahan pengikat untuk mempersatukan bahan-bahan
pasir dan kerikil menjadi suatu masa yang padat dan kompak
Semen Portland, Ada beberapa jenis semen portland yakni :

Semen tipe I, semen biasa umum untuk pembangunan perumahan massal.

Semen tipe II, tipe semen yang tahan terhadap garam, biasa digunakan untuk membangun
konstruksi di daerah pinggiran pantai.

Semen tipe III, sangat tepat bagi kontraktor yang menginginkan kekuatan di awal (early
high strenght)

Semen tipe IV, tipe yang menginginkan adanya panas yang rendah untuk memperlambat
pengerasan. Biasa dipakai di daerah yang mempunyai suhu ekstrim.

Semen tipe V, tipe semen yang tahan terhadap sulfat.

2. Agregat, adalah butiran mineral yang merupakan hasil disintegrasi alami batu-batuan atau
juga berupa hasil mesin pemecah batu dengan memecah batu alami. Agregat merupakan
salah satu bahan pengisi pada beton, namun demikian peranan agregat pada beton sangatlah
penting. Kandungan agregat dalam beton kira-kira mencapai 65%-75% dari volume beton.
Agregat sangat berpengaruh terhadap sifat- sifat beton, sehingga pemilihan agregat
merupakan suatu bagian penting dalam pembuatan beton. agregat dibedakan menjadi dua
macam yaitu agregat halus dan agregat kasar yang didapat secara alami atau buatan.

Untuk menghasilkan beton dengan kekompakan yang baik, diperlukan gradasi agregat yang
baik. Gradasi agregat adalah distribusi ukuran kekasaran butiran agregat.
Gradasi diambil dari hasil pengayakan dengan lubang ayakan 10 mm, 20 mm, 30 mm dan 40
mm untuk kerikil. Untuk pasir lubang ayakan 4,8 mm, 2,4 mm, 1,2 mm, 0,6 mm,
0,3 mm dan 0,15 mm.
Penggunaan bahan batuan dalam adukan beton berfungsi :
Menghemat Penggunaan semen Portland,
Menghasilkan kekuatan yang besar pada betonnya,

Mengurangi susut pengerasan,

Mencapai susunan pampat beton dengan gradasi beton yang baik,

Mengontrol workability adukan beton dengan gradasi bahan batuan baik. (Antono, 1995)

Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 5
mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm (kadar lumpur) tidak lebih
dari 5% berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-coran struktur seperti
kolom, balok dan pelat lantai.
Berdasarkan besar ukuran butir, kerikil adalah agregat yang semua butirnya tertinggal di
atas ayakan 5 mm. Kerikil dapat berupa bahan yang diambil langsung dari alam, atau
berupa batu pecah.
Ukuran besar butir maksimum kerikil tidak boleh melebihi :
1. 1/5 dari jarak terkecil antara bidang samping dari cetakan.
2. 1/3 dari tebal plat.
3. 3/4 dari jarak bersih minimum antara batang tulangan.

3.Air, air yang digunakan pada pembuatan beton ialah yang dapat diminum. Yang
dimaksud di sini adalah air yang memenuhi persyaratan sebagai berikut : tidak
mengandung lumpur, garam, klorida dan senyawa sulfat.Dalam pembuatan beton, air
mempunyai peran yang sangat penting antara lain :
1. Untuk menjamin terjadinya proses hidrasi yang baik di dalam beton.
2. sebagai bahan pelarut, pengencer, dan pelicin agar beton dapat dikerjakan dengan baik.

3. Bahan tambahan mineral kimia, misalnya Superplastisizer atau Hiperpalstisizer yang dapat
memperencer campuran beton dan pengerasan secara cepat. Silika fume atau nano silika
yang dapat menaikkan kekuatan beton secara signifikan. Fly ash, bahan mineral yang dapat
menggantikan peran semen denga harga yang relatif terjangkau.

Pemakaian bahan tambah dalam pembuatan beton mempunyai berbagai tujuan antara lain :
1. Memperbaiki mutu beton.
2. Memudahkan pengerjaan.
3. Mempercepat waktu pengikatan/pengerasan.
4. Memperlambat waktu pengikatan/pengerasan.
5. dll
Kelas dan Mutu Beton
Untuk kontruksi beton bertulang di Indonesia pada umumnya dibagi dalam mutu dan
kelas seperti tercantum dalam table IV.

Tabel IV Kelas dan Mutu Beton

bk bm Pengawasan terhadap
dg s=46
kg/cm Mutu Kekuatan
Kelas Mutu kg/cm Tujuan
pasir dan tekanan
krikil

I Bo - - Non-struk- ringan tanpa


turil

II B1 - - Strukturil Sedang Kontinu


K 125 125 200 Strukturil Ketat Kontinu
K 175 175 250 Strukturil Ketat Kontinu
K 225 225 300 Strukturil ketat Kontinu

III K>225 >225 >300 strukturil ketat kontinu

Yang diartikan beton kelas I,II dan III dalam table IV adalah sebagai berikut:
a. Beton klas I adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan non strukturil. Untuk pelaksananya
tidak diperlukan keahlian khusus. Pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan ringan
terhadap mutu bahan-bahan, sedangkan terhadap kekuatan tekan tidak disyaratkan
pemeriksaan. Mutu beton klas I dinyatakan dengan Bo.
b. Beton klas II adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan strukturil secara umum. Pelaksanaanya
memerlukan keahlian yang cukup dan harus dilakukan dibawah pimpinan tenaga-tenaga
ahli. Beton klas II dibagi dalam mutu-mutu standar: B1, K 175 dan K 225. Pada mutu B1,
pengawasan mutu hanya dibatasi pada pengawasan sedang terhadap mutu bahan-bahan
sedangkan terhadap kekuatan tekan tidak disyaratkan pemeriksaan. Pada mutu-mutu K 125,
K 175 dan K 225, pengawasan mutu terdiri dari pengawasan yang ketat terhadap mutu
bahan-bahan dengan keharusan untuk memeriksa kekuatan tekanan beton secara kontinu
menurut pasal 4.7 (PBI-71).
c. Beton klas III adalah beton untuk pekerjaan-pekerjaan strukturil dimana dipakai mutu beton
dengan kekuatan tekan karakteristik yang lebih tinggi dari 225 kg/cm. pelaksanaannya
memerlukan keahlian khusus dan harus dilakukan di bawah pimpinan tenaga-tenaga ahli.
Disyaratkan adanya laboratorium beton dengan peralatan yang lengkap yang dilayani oleh
tenaga-tenaga ahli yang dapat melakukan pengawasan mutu beton secara kontinu. Mutu
beton klas III dinyatakan dengan huruf K dengan angka di belakangnya yang menyatakan
kekuatan karakteristik beton yang bersangkutan.
Beton berat beton dengan berat di atas 2,8 t/m, beton biasa dengan berat sekitar 1,8 2,8t/m,
beton ringan dengan berat sekitar 0,6 1,8 t/m dan beton penyekat panas dengan berat kurang
dari 0,6 t/m.

Perencanaan Perbandingan Adukan Beton

Pertimbangan-Pertimbangan Mutu Beton

Bila akan membuat beton dengan mutu tertentu, harus dipertimbangkan:

1. Tujuan kontruksi yang akan dibuat.


2. Alat-alat untuk pelaksanaan pembuatan beton.
3. Mutu bahan-bahan yang tersedia.
4. Tenaga-tenaga yang ada dan dibutuhkan.

Macam-macam Perbandingan Campuran


Untuk membuat beton dapat memilih bermacam-macam perbandingan campuran
antara semen, pasir , kerikil, atau kricak dan f.a.s., tergantung dari mutu beton yang
dikehendaki dan juga sifat dapat dikerjakan dari adonan beton.
Cara mencampur ada 2 macam ialah:
1. Dengan perbandingan volume (isi), misalnya beton dengan campuran 1 sp : 2 ps : 3 kr,
berarti setiap 1 sp dibutuhkan 2 pasir dan krikil. Cara mencampur ini sukar untuk
mendapatkan hasil yang tetap, sebab tiap kali menakar dalam volume tertentu, beratnya
belum tentu sama karena pengaruh dari ruang kosong bahan-bahan yang ditakar pada
pemadatan dari cara menakar. Sebaiknya perbandingan volume hanya dipakai untuk
pekerjaan sederhana saja.
2. Dengan perbandingan berat, misalnya beton dengan campuran: 1 sp : 2 ps : 3 kr, berarti
setiap 1 kg semen porland dibutuhkan 2 kg pasir dan 2 kg krikil, cara mencampur ini
mudah untuk mendapatkan hasil yang tetap, sebab setiap kali menimbang dalam berat
tertentu pasti sama, juga volumenya mutlak/padat yang pasti sama ( volume mutlak =
berat dibagi berat jenis).

Untuk campuran beton ditentukan sebagai berikut:

1. Untuk beton mutu Bo dapat dipakai setiap campuran yang lazim dipakai untuk pekerjaan-
pekerjaan non-strukturil, dengan syarat bahwa perbandingan jumlah pasir dan krikil (atau
batu pecah) terhadap jumlah semen, tidak boleh melampaui 8:1.
2. Untuk beton mutu B1 dan K 125 harus dipakai campuran nominal semen, pasir dan krikil
(atau batu pecah) dalam perbandingan isi 1 : 2 : 3 atau 1 : 1 : 2 .
3. Untuk beton mutu K 175 dan mutu-mutu lain yang lebih tinggi, harus dipakai campuran
beton yang direncanakan. Yang diartikan dengan beton yang direncanakan adalah
campuran yang dapat dibuktikan dengan data otentik dari pengalaman-pengalaman
pelaksanaan beton diwaktu yang lalu atau dengan data dari pengujian-pengujian
pendahuluan, bahwa kekuatan karakteristik yang disyaratkan dapat tercapai.
4. Dalam melaksanakan beton dengan campuran yang direncanakan, jumlah semen
minimum dan nilai factor air semen maksimum yang dipakai harus disesuaikan dengan
keadaan sekelilingnya. Dalam hal ini dianjurkan untuk memakai jumlah-jumlah semen
minimum dan nilai-nilai faktor air semen maksimum yang tercantum dalam Tabel II,
dimana factor air semen tersebut berlaku untuk agregat yang berada dalam keadaan
kering muka (surface dry).
Dianjurkan untuk memakai jumlah-jumlah semen minimum dan nilai factor air semen
maksimum seperti tercantum dalam table.
Tabel II Jumlah semen minimum dan nilai faktor air semen (f.a.s) maksimum

Jumlah semen Nilai factor


air semen
Kegunaan minimum per m
maksimum
beton (kg)

Beton di dalam ruang bangunan


a. Keadaan keliling non korosif 275 0,60
b. Keadaan keliling korosif disebabkan oleh 325 0,52
kondensasi atau uap-uap korosif
325 0,60
Beton diluar ruangan bangunan
a. Tidak terlindung oleh hujan dan terik
275 0,60
matahari
b. Terlindung oleh hujan dan terik matahari
325 0,55
langsung
375 0,25
Beton yang masuk kedalam tanah 275 0,57
375 0,52
a. Mengalami keadaan basah dan kering
berganti-ganti
b. Mendapat pengaruh sulfat alkali dari tanah
atau air tanah.

Beton yang selalu berhubungan dengan air:


a. Air tawar
b. Air laut

Batasan-batasan komposisi pencampuran adukan beton antara lain :


1. Jumlah agregat biasanya mencapai 65%-75% untuk beton biasa. 40%-45% untuk
agregat kasar dan 25%-30% untuk agregat halus.
2. Jumlah semen berkisar 11%-12% dari jumlah berat.

3. Sisanya berupa air dan bahan tambahan berkisar 9%-11%.

Sifat-Sifat Adukan Beton


1.Kekentalan (Konsistensi)
Kekentalan adukan beton harus disesuaikan dengan cara pengangkutan, cara
pemadatan, jenis kontruksi yang bersangkutan dan kerapatan tulangan. Kekentalan tersebut
bergantung pada berbagai hal, antara lain jumlah dan jenis semen, nilai factor air semen, jenis
dan susunan agregat serta penggunaan bahan-bahan pembantu.
Yang dimaksud dengan nilai factor air semen (f.a.s.) ialah perbandingan antara berat
air seluruhnya ( termasuk yang terkandung dalam agregat) dan berat semen yang digunakan

dalam suatu adonan beton. Jadi f.a.s. =

Salah satu cara untuk memeriksa kekentalan adukan beton ialah dengan pengujian
slump. Adukan beton yang akan diuji harus diambil langsung dari mesin pengaduk beton
(beton molen) dengan menggunakan ember atau alat lain yang tidak menyerap air. Bila
dianggap perlu, adukan beton sebelum dimasukan ke dalam alat penguji dapat di aduk lebih
dahulu.
Pengujian slump dilaksanakan sebagai berikut:
Sebuah selubung dibuat dari baja plat berbentuk kerucut terpancung dengan garis
tengah atas 10 cm, bawah 20 cm dan tinggi 30 cm (disebut kerucut Abrams) diletakan diatas
bidang rata dan tidak menyerap air. Kerucut ini diisi dengan adukan beton, sambil didesak
kebawahpenyokong-penyokong kakinya.
Adukan beton diisikan dalam 3 lapisan yang kira-kira sama tebalnya dan setiap
lapisan ditusuk-tusuk 10 kali dengan tongkat baja bergaris tengah 16mm, panjang 60cm dan
ujung dibulatkan. Setelah bidang disipat rata, dibiarkan selama setengah menit. Selama
waktu tersebut adukan beton yang jatuh sekitar kerucut disingkirkan. Kemudian kerucut
ditarik vertical ke atas dengan hati-hati. Segera setelah itu penurunan puncak kerucut adukan
beton diukur terhadap tingginya semula (tinggi kerucut Abrams). Hasil pengukuran ini
disebut slump dan merupakan ukuran dari kekentalan adukan beton tersebut.
Tabel I Nilai-nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton

Slump (cm)
Uraian
maksimum minimum

Dinding, pelat fondasi dan fondasi telapak bertulang 12,5 5,0


Fondasi telapak tidak bertulang, kaison dan kontruksi
90 2,5
dibawah tanah
15,0 7,5
Pelat, balok, kolom dan dinding
7,5 5,0
Pengeras jalan
7,5 2,5
Pembetonan masal

2. Sifat Dapat Dikerjakan (Workability).


Sifat dapat dikerjakan ini meliputi mudah diaduk, disalurkan,dicor,dipadatkan dan
diselesaikan, tanpa menimbulkan pemisahan bahan susunan pada adukan dan mutu beton
yang disyaratkan oleh kontruksi tetap dipenuhi.
Sifat tersebut untuk adukan beton dipengaruhi oleh:
1. Kekentalan
2. Mobilitas, setelah aliran dimulai (kebalikanya adalah kekasaran atau perlawanan terhadap
pemisahan bahan komponen)
3. Kohesi atau perlawanan terhadap pemisahan bahan komponen
4. Sifat saling melekat (hubungannya dengan kohesi), berarti bahan-bahan susunannya tidak
akan mudah terpisah-pisah, sehingga memudahkan pengerjaan-pengerjaan yang perlu
dilakukan.

3. Pengeluaran Air
Pasta semen merupakan larutan kental, yang labil oleh gravitas. Pada adukan beton
yang telah dicor dengan campuran banyak air akan terjadi pengeluaran air (bleeding atau
watergain).
Untuk mengurangi pengeluaran air, maka dapat digunakan:
1. Jumlah air campuran tidak melebihi kebutuhan untuk dapat mencapai sifat dapat
dikerjakan dengan baik.
2. Campuran dengan semen lebih banyak.
3. Jenis semen dengan butir-butir lebih halus.
4. Agregat dengan gradasi lebih baik.
5. Pasir alam yang agak bulat-bulat dengan persentase butir-butir halus lebih banyak.
6. Bahan-bahan pembantu (bahan-bahan campuran tambahan).

Perawatan Beton
Ada beberapa alternatif dalam perawatan beton :
1. Direndam
2. Disiram

3. Dilapisi kain tebal atau plastik khusus.

Yang perlu diketahui dari tahap yang keempat adalah perawatan yang sesuai tegantung keinginan
dan kondisi. Perendaman dilakukan biasanya di labolatorium untuk beton uji. Tidak mungkin
bila beton untuk gedung tinggi direndam, yang paling mungkin adalah di siram atau di lapisi kain
atau plastik khusus.
Ulangan Tengah Semester Gasal

Tahun Pelajaran 2011- 2012

Memahami Ilmu Bangunan

Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini yang kamu anggap benar!

1.Bahan adukan yang digunakan untuk melekatkan bata yang satu dengan bata yang lainnya pada

pasangan bata disebut :

a.plesteran b.adukan c. beton d.siar/spesi e.tras


2.Bahan adukan yang memiliki sifat hidrolik adalah :

a.pasir b.kerikil c.air d.semen e.tras

3.Di bawah ini yang tidak termasuk sebagai bahan beton adalah :

a. Semen b. air c.pasir d.kerikil e.kapur

4.Kadar lumpur maksimum pada agregat halus sebagai bahan adukan beton sebesar :

a. 3 % b.4% c. 5 % d.6 % e. 7 %

5.Di bawah ini yang tidak termasuk syarat agregat kasar sebagai bahan beton adalah :

a. terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori

b. tidak mengandung lumpur lebih dari 1 %

c. tidak mengandung zat-zat kimia yang dapat merusak adukan beton

d. terdiri dari butiran yang beraneka ragam ukurannya

e. mengandung bahan-bahan organic

6.Yang dimaksud dengan segregasi pada adukan beton adalah :

a. proses pengeringan beton yang terlalu cepat

b. proses pengeringan beton yang terlalu lambat

c. adukan beton yang terlalu kental

d. adukan beton yang terlalu encer

e. terjadinya pemisahan bahan penyusun beton

7.Untuk mencegah timbulnya rongga-rongga kosong dan sarang-sarang kerikil pada beton, perlu

dilakukan proses pemadatan, dengan menggunakan alat diantaranya :

a.kerucut Abhrams b.vibrator c.molen d.bekisting e.kompressor

8.Faktor yang mempengaruhi mutu kekuatan tekan beton adalah :

a.mutu bahan yang digunakan b.perbandingan adukan beton

c.umur beton d.waktu pencampuran

e. betul semua

9.Air yang dapat digunakan untuk pembuatan adukan beton adalah :

a.air yang mengandung minyak b.air yang mengandung asam alkali

c.air yang mengandung garam d.air yang mengandung bahan organic

e.air yang dapat diminum

10.Jenis semen Portland yang digunakan untuk konstruksi beton secara umum adalah :

a.jenis I b.jenis II c.jenis III d.jenis IV e.jenis V

11.Slump Test berfungsi untuk menguji :


a. kekuatan tekan beton b. kekentalan beton

c. kekuatan tarik d.elastisitas beton

e. kekuatan geser

12.Nilai slump untuk pekerjaan plat, balok, kolom dan dinding adalah :

a..maksimum 15,0 cm dan minimum 7,5 cm

b..maksimum 9,0 cm dan minimum 2,5 cm

c..maksimum 12,5 cm dan minimum 5,0 cm

d..maksimum 7,5 cm dan minimum 5,0 cm

e..maksimum 7,5 cm dan minimum 2,5 cm

Menjodohkan !

13. Volume pasir yang dibutuhkan untuk 1 m beton

dengan perbandingan 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil

(semen berat 221 kg)

14. . Volume kerikil yang dibutuhkan untuk 1 m beton

dengan perbandingan 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil

(semen berat 221 kg)

15.Perbandingan berat air seluruhnya dan berat semen

Semen yang digunakan dalam suatu adukan beton

16.Bahan pembantu yang berbentuk zat kimia atau

Mineral untuk adukan beton

17.Alat yang digunakan untuk slump test

18.Semua bahan beton harus tercampur dengan baik

19.Keawetan beton harus sesuai dengan yang direncanakan

20.Salah satu cara pemeliharaan beton

a.durable

b.faktor air semen

c.disiram
d.0,884 m

e.0,530 m

f.addmixture

g.kerucut Abrhams

h.homogen

Isian !

21. Sebutkan 5 keuntungan penggunaan beton sebagai bahan bangunan !

22. Sebutkan 5 kerugian penggunaan beton sebagai bahan bangunan !

23. Pada umur berapa harikah beton mencapai kekuatan 70 % dari kekuatan sebenarnya ?

24.Sebutkan 2 bahan pengisi pada adukan beton !

25. Apakah yang dimaksud dengan adukan kedap air ? Berikan contohnya 3 buah !

LEMBAR JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL


TAHUN PELAJARAN 2011 2012

Mata Pelajaran : Memahami Ilmu Bangunan

Nama Siswa : . Kelas : ..

1. A B C D E 5. A B C D E 9. A B C D E

2. A B C D E 6. A B C D E 10. A B C D E

3. A B C D E 7. A B C D E 11. A B C D E

4. A B C D E 8. A B C D E 12. A B C D E

13. A B C D E F G H 17. A B C D E F G H

14. A B C D E F G H 18. A B C D E F G H

15. A B C D E F G H 19. A B C D E F G H

16. A B C D E F G H 20. A B C D E F G H

21. Keuntungan :

a. .
b. .

c. .

d. .

e. .

22. Kerugian :

a.

b.

c.

d.

e.

23. .

24. a. b.

25. ..

..