Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PERKEMABGAN ARSITEKTUR

AR.4104
EVALUASI CAPAIAN PEMBELAJARAN TAHAP II

ASHAR
1422096

DOSEN PEMBIBMBING

Ir. Gatot Adi Susilo, MT


Putri Herlia P,ST, MT

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT


TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
1. Form Follow Function
Form Follow Function merupakan slogan dari Louis Sullivan yang muncul pada akhir era
arsitektur klasik dan menjadi slogan dasar dari seluruh arsitektur modern, dimana fungsional
bangunan menjadi hal yang paling penting dalam perancangannya. Bentuk bangunannya harus
mengikuti fungsional bangunan.

Slogan tersebut akan membuat arsitek ke dunia peracangan era baru dimana suatu bentuk harus
dipikirkan mengikuti fungsinya dan tidak lupa bangunan tersebut tetap harus bagus / estetis.
Namun pada era modern perkembangan teknologi belum terlalu maju sehingga bentukan
bangunan yang ada masih merupakan bentukan geometris sederhana seperti kubus dan balok
atau gabungan dari dua bentuk tersebut sehingga masih banyak lagi yang harus di kembangkan.

Arsitektur Modern
Ciri Ciri Arsitektur Modern:
Bahan yang digunakan merupakan bahan pabrikan
Moderenisasi disebarkan pada masyarakat melalui media cetak, pameran, publikasi dan
perdebatan.
Bentukan bangunan mengikuti fungsinya, form follow function
Perencanaan suatu bangunan dimulai dari kebutuhan dan kegiatan.
Mulai berkembang prinsip berkehidupan: Kapitalisme, Marxisme/ Komunisme, Religius,
dll.

2. Arsitektur Brutalisme Formalisme

Arsitektur Brutalisme
Aliran Brutalisme,yaitu berasal dari beton brut (beton telanjang), yg dipakai oleh Le Corbusier
pada bangunan Unite dHabitation di Marseilles. Bangunan yang dibuat dengan gaya seperti ini,
yaitu menggunakan bahan bangunan yg kasar, seperti beton expose, batu bata kasar dan bahan
lain yang sejenis termasuk di dalam aliran ini.
Brutalisme mengalami dua fase antara lain:

Brutalisme dalam artian sempit dalam lingkungan Smitthsons (Inggris), lebih mementingkan
etika dari pada estetika.
Internasional Brutalisme, disini lebih bertujuan pada estetika.

Brutalisme adalah aliran memulai suatu perancangnan dari kumpulan ruang yg kecil dan
terpisah serta dihubungkan dengan elemen fungsional yg bebas dan dengan indah dikembangkan
ketika bergabung bersama. Bentuk keseluruhan dari bangunan merupakan faktor yg menentukan,
tetapi bagian individual dinyatakan dengan tegas dan teliti

Arsitektur Formalisme
Aliran Formalisme iyalah, perancangan bangunan berdasarkan segi estetika, lebih
menonjolkan bentuk bangunan. Penampilan dipengaruhi oleh faktor emosi dan perasaan
dari arsitek itu sendiri,sedangkan fungsinya sendiri dinomer duakan, bentuk luar tidak
sesuai dengan fungsinya. Slogan Form follows function dirubah menjadi Form evokes
function (bentuk menciptakan fungsi), bentuk adalah merupakan titik tolak perancangan.
Brutalisme VS Formalisme
1. Formalisme:

Bangunan mencapai kegunaan semaksimal mungkin.


Material dan sistem bangunan yg digunakan ditempatkan sesudah syarat pertama.
Keindahan tercapai dari hubungan langsung antara bangunan dan kegunaannya,
ketepatan penggunaan material dan keindahan sistem konstruksi.
Estetika dari arsitektur baru tidak mengenal perbedaan antara depan dengan
belakang, fasade dengan rencana lantai, jalan dg halaman dalam; tidak ada detail
yg berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian yg diperlukan bagi keseluruhan.
Pengulangan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindarkan, tetapi
merupakan alat yg penting dalam ekspresi artistic
Terlihat mempunyai keseragaman dalam penggunaan skala manusia.
Bentuk bangunan sederhana, abstrak yang terdiri dari bentuk-bentuk aneh
namun tetap segiempat.
Pemakaian bahan pabrik yg diperlihatkan secara jujur, tidak diberi ornamen atau
ditempel- tempel.
Interior dan eksterior bangunan terdiri dari garis-garis vertikal dan horisontal.
Konsep open plan, yaitu membagi dalam elemen-elemen struktur primer dan
sekunder, dg tujuan untuk mendapatkan fleksibelitas dan variasi di dalam
bangunan.

2. Brutalisme:

Bangunan Brutalisme pada umumnya memiliki bentuk yang menyimpang dari


kaidah-kaidah ataupun bentuk-bentuk biasa yang ada di masa sebelumnya.
Penerapan system konstruksi beton exposed dengan permukaan
bidang kasar dihasilkan oleh perancah kasar atau sengaja dikasarkan setelah
perancahnya dibuka
Bngunan biasanya berbentuk block block geometris dan fungsional. Bentuk
dan ruang unik dan otentik.
Kesatuan elemen membentuk sculptural abstrak.
3. Arsitektur Kolonial
Arsitektur klonial Belanda adalah gaya desain yang cukup popular di Belanda tahun
1624-1820.

Ciri-cirinya yakni:

Facade simetris,
Material dari batu bata atau kayu tanpa pelapis,
Entrance mempunyai dua daun pintu,
Pintu masuk terletak di samping bangunan, denah simetris,
Jendela besar berbingkai kayu, terdapat dormer (bukaan pada atap).

Bentuk bangunan berarsitektur Kolonial ini memiliki ciri khas bentuk bangunan terutama
pada fasade bangunannya.

Ciri-ciri Bangunan Kolonial yaitu:

Penggunaan gewel (gable) pada fasade bangunan yang biasanya berbentuk segitiga.
Penggunaan tower pada bangunan.
Penggunaan dormer pada atap bangunan yaitu model jendela atau bukaan lain yang
letaknya di atap dan mempunyai atap tersendiri.
Model denah yang simetris dengan satu lantai atas.
Model atap yang terbuka dan kemiringan tajam serta memiliki detail arsitektur pada
teritisan atap.
Mempunyai pilar di serambi depan dan belakang yang menjulang ke atas bergaya
Yunani.
Penggunaan skala bangunan yang tinggi sehingga berkesan megah.
Model jendela yang lebar dan berbentuk kupu tarung (dengan dua daun jendela), dan
tanpa overstek (sosoran).

4. Faktor Perkembangan Arsitektur


1. Kebutuhan Pokok Manusia
Seorang manusia memiliki kebutuhan untuk rasa aman, bebas dari ancaman, bebas dari
rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya. Oleh karena itu manusia membangun
rumah sesuai dengan kebutuhannya, yaitu bebas dari ancaman hewan liar, iklim yang
terlalu dingin atau terlalu panas, hujan dan angin.

2. Pengaruh Kondisi Alam


Cara manusia untuk melindungi diri dari iklim yang ekstrim sehingga hunian yang
mereka bangun aman dan nyaman.
3. Pengaruh Budaya dan Tradisi
Budaya dan tradisi lokal mempengaruhi pikiran dan imajinasi orang dalam karyanya
membangun bangunannya. Budaya dan tradisi menjadi patokan bagi manusia yang
diturunkan oleh leluhur dan nenek moyang terdahulu sehingga jejak jejak budaya dan
tradisi tersebut masih dapat kita lihat hingga saat ini baik secara tersirat maupun tersurat.
4. Perkembangan Sistem Kehidupan Manusia
Perkembangan sistem kehidupan manusia berdampak akan fungsional dan arti dari
sebuah bangunan tersebut didirikan. Dengan berkembangnya sistem kehidupan, maka
fungsi dan arti suatu bangunan dapat berubah. Seperti pada awalnya bangunan ditujukan
kepada dewa, kini bangunan ditujukan untuk fungsi komersial atau untuk konsumsi
masyarakat.
5. Pengaruh Perkembangan Teknologi
Teknologi material dan sistem struktur bangunan dapat dengan drastis bentuk dan
pesatnya perkembangan pembangunan. Bentuk bangunan pada era akhir lebih kaku dan
terkesan sama. Hal ini dikarenakan teknologi pabrikan yang memproduksi material
bangunan yang sama dalam jumlah banyak dan dalam tempo yang singkat.

5. Perkembangan Arsitektur Modern


1. Kebutuhan Pokok Manusia
Seorang manusia memiliki kebutuhan untuk rasa aman, bebas dari ancaman, bebas dari
rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya. Oleh karena itu manusia membangun
rumah sesuai dengan kebutuhannya, yaitu bebas dari ancaman hewan liar, iklim yang
terlalu dingin atau terlalu panas, hujan dan angin. Penerapannya yaitu dengan
mempertebal dinding dan meninggikan plafond dan meruncingkan sudut atap agar saju
tidak membebani struktur.
2. Pengaruh Kondisi Alam
Eropa memiliki kondisi iklim 4 musim, dimana setiap musim memiliki temperature dan
kebutuhan yang berbeda pada dampaknya pada bangunan. Oleh karena itu bangunan
modern di Eropa memiliki cerobong asap, dinding yang tebal, plafon tinggi, atap yang
runcing, dll

3. Pengaruh Budaya dan Tradisi


Konsep ruang arsitektur sebelumnya dititik beratkan hanya pada kegiatan, emosi &
kemulyaan, maka pada masa ini faktor terbentuknya ruang juga ditunjang faktor
komposisi, rasio, dimensi manusia. Mulai berkembang konsep free plan, atau
universal plan, yaitu ruang yg ada dpt dipergunakan unt berbagai macam aktifitas,
ruang dapat diatur fleksibel dan dapat digunakan fungsi apa saja. Typical Concept
mulai berkembang yaitu ruang-ruang dibuat standar dan berlaku universal.
4. Perkembangan Sistem Kehidupan Manusia
Penggunaan konsep ekonomis mulai ditrapkan. Efisiensi dalam penggunaan bahan
mulai nampak yaitu terlihat dengan munculnya bentuk-2 kubus, terutama pada
bangunan bertingkat tinggi (arsitektur kotak korek dg menggunakan struktur beton
dan baja)
5. Pengaruh Perkembangan Teknologi
Bangunan yg tercipta mencerminkan suatu dialog dengan teknologi, hal ini terlihat dari
penggunaan produk baru, seperti; baja, alumunium, metal, beton pracetak. Yang
penggunaannya dapat dibagi menjadi dua prinsip dasar yg berbeda yaitu:
Dilihat dari segi keindahan eksterior dan interior (estetika).
Dilihat dari metode produksi (efisiensi).

Ciri-ciri lain pada bangunannya adalah:


Penggunaan bidang kaca yg lebar.
Penggunaan dinding penyekat yg diprodusi secara industrial.
Permukaan bangunan mulai agak kasar. (lebih menjurus ke brutalisme).
Sistem cantileve dengan tujuan untuk mendapatkan lantai lebih luas.
6. Perkembangan Arsitektur Post Modern

1. Kebutuhan Pokok Manusia


Seorang manusia memiliki kebutuhan untuk rasa aman, bebas dari ancaman, bebas dari
rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya. Oleh karena itu manusia membangun
rumah sesuai dengan kebutuhannya, yaitu bebas dari ancaman hewan liar, iklim yang
terlalu dingin atau terlalu panas, hujan dan angin. Penerapannya yaitu dengan
mempertebal dinding dan meninggikan plafond dan meruncingkan sudut atap agar saju
tidak membebani struktur.
2. Pengaruh Kondisi Alam
Eropa memiliki kondisi iklim 4 musim, dimana setiap musim memiliki temperature dan
kebutuhan yang berbeda pada dampaknya pada bangunan. Oleh karena itu bangunan
modern di Eropa memiliki cerobong asap, dinding yang tebal, plafon tinggi, atap yang
runcing, dll
3. Pengaruh Budaya dan Tradisi
Konsep ruang arsitektur sebelumnya dititik beratkan hanya pada kegiatan, emosi &
kemulyaan, maka pada masa ini faktor terbentuknya ruang juga ditunjang faktor
komposisi, rasio, dimensi manusia. Mulai berkembang konsep free plan, atau
universal plan, yaitu ruang yg ada dpt dipergunakan unt berbagai macam aktifitas,
ruang dapat diatur fleksibel dan dapat digunakan fungsi apa saja. Typical Concept
mulai berkembang yaitu ruang-ruang dibuat standar dan berlaku universal.
4. Perkembangan Sistem Kehidupan Manusia
Penggunaan konsep ekonomis mulai ditrapkan. Efisiensi dalam penggunaan bahan
mulai nampak yaitu terlihat dengan munculnya bentuk dasar kubus, terutama pada
bangunan bertingkat tinggi, namun diiringi dengan bentuk luar yang unik dan lebih sulit
pengerjaannya. Pada era ini, keseimbangan antara estetika, struktur fungsi sangat
diperhatikan.
5. Pengaruh Perkembangan Teknologi
Bangunan yg tercipta mencerminkan suatu dialog dengan teknologi, hal ini terlihat dari
penggunaan produk baru, seperti; baja, alumunium, metal, beton pracetak. Yang
penggunaannya dapat dibagi menjadi dua prinsip dasar yg berbeda yaitu:
Dilihat dari segi keindahan eksterior dan interior (estetika).
Dilihat dari metode produksi (efisiensi).

Ciri-ciri lain pada bangunan masa ini adalah:


Penggunaan bidang kaca yg lebar.
Penggunaan dinding penyekat yg diprodusi secara industrial.
Sistem yang digunakan beragam dan banyak sistem baru yang digunakan untuk
membuat bangunan yang terlihat tidak mungkin terbangun.
7. Perkembangan Arsitektur Kolonial Dan Arsitektur Sekarang

Perkembangan Arsitektur Kolonial


1 Kebutuhan Pokok Manusia
Seorang manusia memiliki kebutuhan untuk rasa aman, bebas dari ancaman, bebas
dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya. Oleh karena itu manusia
membangun rumah sesuai dengan kebutuhannya, yaitu bebas dari iklim yang terlalu
dingin atau terlalu panas, hujan dan angin. Penerapannya yaitu dengan
menggunakan atap yang landai agar air hujan tidak tergenang dan langsung turun.
2 Pengaruh Kondisi Alam
Indonesia memiliki kondisi iklim 2 musim, dimana setiap musim memiliki
temperature dan kebutuhan yang berbeda pada dampaknya pada bangunan. Oleh
karena itu bangunan colonial di Indonesia memiliki atap yang landau.
3 Pengaruh Budaya dan Tradisi
Konsep bangunan di Indonesia banyak yang berkombinasi dengan bangunan luar
karena pada dulunya banyak bangunan - bangunan luar yang diterapkan di
Indonesia pada saat masih di jajah oleh Negara lain,sehingga kini telah banyak
bangunan di Indonesia yang 60% berbentuk bangunan Eropa.
4 Perkembangan Sistem Kehidupan Manusia
Pada jaman Indoneisa masih di jajah oleh Negara lain, banyak warga atau
masyarakat peribumi yang masih tertindas dan di bedakannya antara masyarakat
kerajaan dan masyarakat biasa,sehingga banyaknya perbudakan untuk masyarakat
peribumi yang di lakukan oleh masyarakat asing.
5 Pengaruh Perkembangan Teknologi
Perkembangan Teknologi di Indonesia pada jamann dahulu di dominasi oleh
Negara Belanda sehingga perkembangan teknologi di Indonesia sangat minim
sekali,karena Indonesia sangat tergantung pada Negara Belanda.

Perkembangan Arsitektur Jaman Sekarang


1. Kebutuhan Pokok Manusia
Seorang manusia memiliki kebutuhan untuk rasa aman, bebas dari ancaman, bebas
dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya. Oleh karena itu manusia
membangun rumah sesuai dengan kebutuhannya, yaitu bebas dari iklim yang terlalu
dingin atau terlalu panas, hujan dan angin. Penerapannya yaitu dengan
menggunakan atap yang landai agar air hujan tidak tergenang dan langsung turun.
2. Pengaruh Kondisi Alam
Indonesia memiliki kondisi iklim 2 musim, dimana setiap musim memiliki
temperature dan kebutuhan yang berbeda pada dampaknya pada bangunan. Oleh
karena itu bangunan colonial di Indonesia memiliki atap yang landau.
3. Pengaruh Budaya dan Tradisi
Konsep bangunan di Indonesia banyak yang berkombinasi dengan bangunan luar
karena pada dulunya banyak bangunan - bangunan luar yang diterapkan di
Indonesia pada saat masih di jajah oleh Negara lain,sehingga kini telah banyak
bangunan di Indonesia yang 60% berbentuk bangunan Eropa.
4. Perkembangan Sistem Kehidupan Manusia
Sedangkan untuk sistem kehidupannya Indonesia kini telah merdeka dan tidak
sedang di jajah oleh Negara lain lagi.

5. Pengaruh Perkembangan Teknologi


Pada jaman sekarang Indonesia telah merdeka dan sedang dalam masa
perkembangan,dan untuk bahan material bagi bangunan Indonesia telah tidak
tergantung oleh Negara lain lagi karena Indoneisa telah mampu untuk berproduksi
bahan material sendiri.