Anda di halaman 1dari 3

Definisi

Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ), yang juga dikenal dengan Juvenile Idiopathic
Arthritis (JIA) merupakan jenis artritis yang menyebabkan inflamasi sendi dan kekakuan lebih
dari 6 minggu pada anak usia kurang dari sama dengan 16 tahun. Pada ARJ terjadi kelainan
autoimun dimana tubuh salah mengidentifikasi sel dan jaringan yang sehat sebagai agen
asing.
Tujuan
1. Untuk mengetahui gambaran klinis penyakit ARJ
2. Untuk mengetahui jenis dari ARJ
3. Untuk mengetahui macam macam pemeriksaan laboratorium ARJ
4. Untuk mengetahui tatalaksana pasien ARJ ( pengobatan, keluarga, rehabalitasi)

Latar Belakang

Penyakit reumatik yang sebelumnya dikenal sebagai penyakit jaringan ikat terdiri
dari berbagai jenis penyakit yang ditandai dengan artritis sendi yang mempunyai penampilan
klinis dan penyebab yang berbeda. Penyakit ini juga berhubungan dengan respon spesifik
tubuh yang didasari oleh patogenesis imunoinflamatorius, kemungkinan diaktivasi oleh
kontak dengan antigen.

Artritis Reumatoid Juvenil (ARJ) adalah salah satu penyakit Reumatoid yang paling
sering pada anak, dan merupakan kelainan yang paling sering menyebabkan kecacatan. ARJ
ditandai dengan kelainan karakteristik yaitu sinovitis idiopatik dari sendi kecil, disertai
dengan pembengkakan, dan efusi sendi. Ada 3 tipe ARJ menurut awal penyakitnya yaitu:
oligoartritis (pauciarticular disease), poliartritis dan sistemik.

ARJ menyerang 300.000 anak di United States. Inflamasi tersebut menyebabkan


kemerahan, nyeri, panas pada sendi yang terkena, meskipun banyak penderita tidak
mengeluhkan nyeri sendi. ARJ dapat mengenai semua sendi sehingga mobilitas sendi
terbatas. Angka insidensi berkisar dari 4 hingga 14 kasus per 100.000 anak setiap tahunnya.
Prevalensi ARJ adalah 1,6 hingga 86,1 kasus per 100.000. Angka kejadian tersebut
diakibatkan oleh berbagai definisi dan kriteria artritis anak, perbedaan populasi termasuk
paparan lingkungan, kerentanan imun, dan kesulitan penetapan kasus, serta kurangnya data
populasi mengenai kasus tersebut.

Data dari dua Rumah Sakit pusat di Inggris terdapat insidensi 10 per 100.000
populasi di bawah usia 16 tahun dan diperkirakan 1.000 kasus baru setiap tahunnya.
Distribusi subtipe kasus tersebut tidak diketahui. Data lain menyatakan insidensi artritis
kronik bervariasi 220/100.000 populasi. Sebuah survei di Michigan tahun 19601970
mencatat minimal insidensi 9,2/100.000 anak per tahun. Estimasi di Finlandia 68/100.000,
di Norwegia insidensi 22,6/100.000, sebanyak 42% dengan alel human leukocyte antigen
B27 positif. Beberapa penelitian di negara berkembang melaporkan prevalensi JIA bervariasi
antara 16 dan 150/100.000 populasi, namun pada sebuah ulasan dinyatakan angka
prevalensi tersebut terlalu rendah. Survei berbasis komunitas di Australia melaporkan
bahwa prevalensi JIA berdasarkan pemeriksaan klinis yang dilakukan oleh ahli reumatologi
pada anak usia sekolah sebanyak 400/100.000 populasi.
Di Indonesia belum ada data yang menunjukkan besarnya morbiditas penyakit ini,
sehingga tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi profil penderita yang didiagnosis JIA.
artritis harus memenuhi kriteria bengkak pada sendi atau terdapat >2 keadaan sebagai
berikut: nyeri, hangat, dan gerak yang terbatas. Penyebab artritis lain harus terlebih dahulu
disingkirkan sebelum mendiagnosis JIA, antara lain penyakit infeksi (misal artritis septik),
noninfeksi (misal demam reumatik akut), penyakit hematologi dan keganasan (misal
hemofilia dan leukemia), vaskulitis (Henoch Scholein purpura), dan penyakit autoimun
lainnya (systemic lupus erythematosus). Juvenile idiopathic arthritis diklasifikasi menjadi 6
subtipe yaitu sistemik, oligoartritis, poliartritis, enthesitis-related arthritis, psoriatic arthritis,
dan undifferentiated arthritis.

Berdasarkan jenis kelamin


Laki-laki dengan oligoartikular ARJ dibanding perempuan ialah 3:1. Anak-anak
dengan uveitis ARJ, laki-laki dibanding perempuan yaitu 5-6,6:1. Pada penyakit poliartikular,
laki-laki dibanding perempuan ialah 2,8:1. Sedangkan, pada artritis terkait entesitis, anak
laki-laki lebih banyak dibanding anak perempuan.

Berdasarkan usia
Meskipun ARJ dimulai sebelum usia 16 tahun, namun onset terjadinya penyakit
muncul pada usia 1-3 tahun terutama pada laki-laki oligoartikular dengan artritis psoriasis.
Poliartikular dengan RF negatif memiliki puncak onset yang bifasik. Pertama pada usia muda
yaitu 1-4 tahun yang sama dengan oligoartikular. Puncak yang kedua terjadi pada usia 6-12
tahun. ARJ pada usia dewasa memiliki RF yang positif. ARJ sistemik tidak ditandai dengan
adanya puncak usia karena usia bervariasi pada masa anak. Onset yang terjadi pada artritis
adalah 10-12 tahun.

Klasifikasi
Terdapat 3 kelompok yang menentukan kriteria untuk mengklasifikasi anak dengan
artritis yaitu:
1. American College of Rheumatology (ACR)
Kriteria ACR mendefinisikan ARJ dengan usia maksimal <16 tahun dan durasi
penyakit >6 minggu. ACR membagi menjadi 3 subtipe:
Poliartikular
Pausiartikular
Sistemik
Jenis lain dari artritis anak, seperti juvenille ankylosing spondilitis dan artritis
psoriasis terklasifikasi ke dalamm spondiloartropati.

2. European League Against Rheumatism (EULAR)


EULAR mengisyaratkan diagnosis ARJ dimulai sebelum usia 16 tahun dan
berlangsung minimal 3 bulan. Kriterianya sebagai berikut:
Pausiartikular (1-4 sendi)
Poliartikular (sendi 5)
Rheumatoid Factor/RF (2 tes positif minimal 3 bulan terpisah)
Onset sistemik dengan karakteristik khas
Rheumatoid Factor postif
Juvenile ankylosing spondilitis
Juvenile psoriasis artritis
3. International League of Associations for Rheumatology (ILAR)
ILAR mengklasifikasikan ARJ ke dalam kategori:
ARJ onset sistemik
Oligoartritis persisten atau extended
Poliartritis dengan rheumatoid factor (RF) positif
Poliartritis dengan rheumatoid factor (RF) negatif
ARJ Psoriasis
Enthesitis terkait artritis
Tidak terdiferensiasi (Penyakit ini tidak memenuhi kriteria untuk
subkelompok lainnya, atau memenuhi lebih dari 1 kriteria, oleh karena itu
dapat dikelompokkan dalam beberapa subkelompok).

Tabel Perbedaan Kriteria Klasifikasi pada anak dengan Artritis Kronis

Klasifikasi ACR (1977) ILAR (1977)


Nomenklatur Artritis reumatoid juvenil artritis idiopatik juvenil
Durasi minimal 6 minggu 6 minggu
Onset usia < 16 tahun < 16 tahun
AIJ oligoartikuler :
(A) Persisten < 4 sendi
4 sendi pada 6 bulan untuk beberapa jenis
ARJ pausiartikuler
pertama pada gambarannya penyakit;
(B) Extended > 4 sendi
setelah 6 bulan
AIJ Poliartikuler dengan RF
negatif
> 4 sendi pada 6 bulan
ARJ Poliartikuler
pertama pada gambarannya
AIJ Poliartikuler dengan RF
positif
Demam, ruam, artritis ARJ Sistemik AIJ sistemik
AIJ psoriasis

artritis dengan entesitis


Kategori lainnya Eksklusi dari bentuk yang lain
Tidak terdiferensiasi:
a.tidak memenuhi kriteria,
b. sesuai kriteria lebih dari
satu kelompok.
Inklusi dari artiritis psoriasis,
IBD, juvenile ankylosing Tidak Ya
spondilitis